Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Maret 2021

Baznas Kota Cirebon Dipandang Sangat Membantu Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Sekda Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi M.Si

FOKUS CIREBON, FC - Keterbatasan anggaran dan aturan yang ketat menjadikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terkadang terhambat membantu warga dengan cepat. Untuk itu sinergitas dengan pihak lain dibutuhkan, termasuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si usai menghadiri kegiatan Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Kantor Baznas, Jalan Kanggraksan No 57 Kota Cirebon, Rabu, 17 Maret 2021.

“Kami atas nama Pemda Kota Cirebon mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari BPKH dan Baznas. Baik Baznas Pusat, Provinsi dan Kota Cirebon,” ungkap Agus.

Terlebih Pemda Kota Cirebon sudah mendapatkan bantuan mobil bak terbuka untuk operasional penyaluran bantuan dan kemaslahatan umum.

Pada kesempatan itu Agus juga menjelaskan selama ini Baznas, khususnya Baznas Kota Cirebon sudah banyak membantu permasalahan yang ada di masyarakat. 

“Mulai dari pemberian bantuan alat kesehatan, rumah roboh, pembangunan masjid, bantuan untuk marbot dan banyak lagi,” ungkap Agus.

Keberadaannya bahkan mampu membantu keterbatasan yang dimiliki oleh Pemda Kota Cirebon. Baik keterbatasan anggaran maupun keterbatasan kecepatan pemberian bantuan karena ketatnya regulasi yang harus dijalani.

Untuk itu, lanjut Agus, keberadaan Baznas memang harus didukung oleh pendanaan sehingga mereka bisa bergerak cepat membantu masyarakat.

Untuk itu mereka mendorong agar ASN di Kota Cirebon bisa menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah kepada Baznas. “Selama ini belum optimal. Baru sekitar 30 persen saja,” ungkap Agus.

Diakui Agus, untuk optimal, dibutuhkan regulasi yang mengikat sehingga ASN muslim bisa menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh mereka melalui Baznas.

“Diantaranya bisa melalui mekanisme tambahan TPP. Tapi nanti kita lihat pembahasannya,” ungkap Agus.

Sementara itu Anggota DPR RI Komisi VIII yang di wakili Hj. Selly Andriany Gantina, ST, mengaku cukup kaget dengan pendapatan Baznas yang naik hingga 3 kali lipat justru di masa pandemi Covid-19 ini. 

“Ini menunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia tidak bisa dipisahkan dari jiwa gotong royong,” ungkap Selly.

Bahkan tidak hanya itu, mereka juga sudah percaya dengan keberadaan Baznas yang memberikan banyak manfaat untuk masyarakat yang berhak.

Ditambahkan Selly, potensi zakat di Indonesia sebenarnya mencapai sekitar Rp 300 triliun. Namun potensi tersebut belum digali secara maksimal sehingga dibutuhkan terobosan kreatif dari Baznas untuk bisa menggalinya. (Nur)

Senin, 15 Maret 2021

Wakil Bupati Hadiri Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas


FOKUS CIREBON, FC – Kader kesehatan Kabupaten Cirebon ikuti “Sosialisasi Tanda Bahaya Kehamilan, Persalinan dan Nifas” yang digelar di Hotel Verse, Jalan Tuparev No. 168 Kedawung, Cirebon pada Senin (15/03/2021).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni, SKM, M.Kes.

Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih menyinggung soal para kader kesehatan merupakan pekerjaan “sosial” yang bernilai ibadah.

“Di situ (kader kesehatan) banyak nilai ibadah. Karena meningkatkan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.

Ayu berharap ilmu yang didapat dari sosialisasi ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon secara luas.

Menurutnya, dewasa ini pelayanan kesehatan ibu dan anak Kabupaten Cirebon masih menjadi tantangan besar ditambah dengan adanya pandemi Covid-19. (Nur)

Sabtu, 13 Maret 2021

Pemilihan Ketua Divisi KPI Kompak Mengenakan Seragam Batik, HMJ KPI Gebyarkan Budaya Batik

HMJ KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada sebuah kegiatan mengenakan pakain batik, ayo budayakan !!

FOKUS CIREBON, FC - Panitia pemilihan ketua divisi kompak kenakan baju batik dalam rangka pemilihan ketua divisi Komunikasi dan Penyiaran Islam periode 2021-2022 Sabtu, (13/3/2021).

Dalam rangka memenuhi salah satu program kerja bidang kajian dan keilmuan yaitu Pemilihan Ketua Divisi Serentak. Panitia menyepakati menggunakan pakaian batik sebagai dresscode-nya.

Awalnya, beberapa panitia tidak setuju dengan pengenaan dresscode ini, karena dianggap seperti menghadiri acara hajatan.

Namun salah satu panitia bernama Bintang mengatakan bahwa batik itu warisan budaya, bukan warisan orang hajatan, jika perihal batik masih dianggap hajatan, bagaimana warisan budaya akan berkembang?

Mendengar hal tersebut, panitia pun menyetujui dengan penggunaan pakaian batik sebagai dresscode di acara ini.

Menanggapi hal tersebut salah satu panitia pun ikut menambahkan argumennya “Baju batik yang bukan hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga dapat dijadikan fashion yang tak kalah keren jika kita sandingkan dengan zaman modern pada saat ini. 

"Tentunya kita sebagai generasi muda mempunyai peran utama dalam perkembangan segala warisan budaya nenek moyang kita,” ujar Sherly saat rapat panitia berlangsung.

Usulan tersebut menjadikan pola pikir baru bagi kita semua bahwa batik dapat bersanding dengan kehidupan kita di zaman yang serba modern ini, tanpa menunggu adanya acara tertentu. (Eva)

Jumat, 12 Maret 2021

Penyandang Tuna Netra, Carlan Berhasil Menyelesaikan Jenjang Pendidikan S3 di IAIN SNJ Cirebon



FOKUS CIREBON, FC- Carlan, seorang penyandang tunanetra berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan S3-nya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Calon doktor pertama jebolan kampus setempat ini pun telah menjalani sidang terbuka, Jumat (12/3/2021).

Program studi yang diambil Carlan untuk menyelesaikan S3-nya, yakni Pendidikan Agama Islam. Carlan dicecar pertanyaan dan sanggahan atas presentasinya oleh 9 penguji. Di antaranya, Prof Dr H Abdurrachman Mas’ud MA dan Prof Dr H A Aziz Fachrurrozi MA yang bertindak sebagai penguji II.

Sebelumnya, Carlan menjalani sidang tertutup pada Senin (25/3/2021) lalu. Dalam kesempatan itu, Carlan diuji oleh penguji internal, yaitu Prof Dr H Adang Djumhur MAg dan Prof Dr H Jamali, serta diuji oleh penguji eksternal, yaitu Prof Dr H Abdurrahman Mas’ud MA melalui zoom.

Saat sidang tertutup itu, disaksikan oleh Ketua Sidang, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg dan Sekretaris Sidang, H Didin Nurul Rosidin MA PhD.

Pembimbing utama dalam disertasi yang digarap Carlan yaitu Prof Dr H Cecep Sumarna MAg, Prof Dr H Dedi Djubaedi MAg (Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon) sebagai Pembimbing 1 dan Dr Siti Fatimah MHum sebagai pembimbing 2.

Dia memulai bimbingan sejak semester 1 secara informal. Hasil bimbingan itu dia rekam dalam memori kemudian ditulis ulang oleh orang dekatnya.

Disertasi Carlan mengangkat tema keberagaman dengan judul “Implementasi Model Pendidikan Nilai Multikultural dalam Membentuk Sikap Keberagaman Masyarakat (Studi Kasus di Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat). (Nur)

Empat Tenaga Pendidik Di Lingkungan IAIN Cirebon Dilantik Menempati Jabatan JFT



FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali melantik 4 tenaga pendidiknya untuk menempati Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), Jumat (5/3/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengungkapkan, dilantikn Jabatan KFTya 4 pejabat tersebut diharapkan dapat menjadi energi baru dalam proses transformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Saya ucapkan selamat. Namun amanah ini tentu akan semakin berat dari tugas sebelumnya, karena kita sudah menaiki tangga,” ujarnya Sumanta.

Di sisin lain, lanjut Rektor Sumanta, harus tetap bersyukur karena selama ini telah diberikan kekuatan fisik maupun mental. Serta, dari sisi waktu pun harus bersabar hingga kesempatan ini datang.

“Pengabdian yang panjang ini merupakan usaha kita bersama dan semoga dapat terus melaju sampai ke tahap berikutnya,” katanya.

Dia berpesan, kepada para pejabat yang dilantik tersebut agar dapat melaksanakan tugas dengan rasa tanggung jawab sebagaimana yang telah diucapkan saat pelantikan.

“Tanggung jawab tersebut untuk melayani kepada mahasiswa dan memberikan pembelajaran atau transfer of knowlage kepada peserta didik,” jelasnya.

Selain itu, imbuh Sumanta, mereka pun harus dapat melayani mahasiswa secara administrasi. Sehingga, proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan bisa melahirkan generasi baru penerus bangsa ini.

“Pendidik itu harus berorientasi pada yang sebelumnya tidak ada menjadi ada, yang tidak baik menjadi baik, yang belum unggul menjadi unggul. Itulah tugas kita yang tentunya harus dilaksanakan sesuai regulasi yang ada,” tandasnya. (Nur)