Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 04 Februari 2022

Gubernur Jawa Barat Meresmikan Alun-Alu. Sangkala Buana Keraton Kasepuhan

Wali Kota Cirebon dan wakil Wali Kota Cirebon mendampingi Gubernur Jawa Barat pada acara peresmian Alun-Alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jum'at (4/2/2022). 


CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat, Dr. (HC) H. M. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D meresmikan langsung Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jumat (4/2/2022), disaksikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., hingga Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin.

Wali Kota Azis mengatakan, Cirebon adalah kota yang sedari dulu telah menjadi titik temu berbagai budaya dan karakter masyarakat. Sehingga, Kota Cirebon sejak dulu telah menjadi kota yang multikultural.

“Di tengah suasana suka cita ini, saya bersyukur bahwa revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Kota Cirebon telah rampung,” ungkap Azis dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, disampaikan Azis, secara khusus berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian yang sangat tinggi bagi pelaksanaan revitalisasi alun-alun ini.

“Sehingga, hari ini kita dapat bersama-sama melihat wajah baru dari Alun-alun Sangkala Buana,” ujarnya.

Azis berharap, Alun-alun Sangkala Buana dapat secara maksimal menjadi ruang terbuka untuk wisata keluarga, religi, dan sejarah, karena lokasi alun-alun ini berdekatan dengan Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

“Di mimbar ini, saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memastikan seluruh kegiatan di tempat ini berlangsung dengan tertib sebagai bentuk kecintaan kita pada Kota Cirebon,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Azis, sebagai ruang terbuka publik, ia berharap agar Alun-alun Sangkala Buana dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi sosial, berdiskusi, dan banyak hal bermanfaat lainnya.

“Hal-hal tersebut tentu saja merupakan upaya dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” katanya.

Azis juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Alun-alun Sangkala Buana dengan penuh tanggung jawab, dengan tidak merusak fasilitas yang ada. Siapapun boleh mengunjungi Alun-alun Sangkala Buana.

“Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, saya senantiasa mengingatkan agar seluruh masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Azis.

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan, revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana merupakan sebuah janji darinya dengan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (alm), yang menurut Ridwan Kamil senantiasa mengingatkan dan membimbingnya tentang sejarah.

“Hari ini di cuaca yang sejuk ini, di hari yang baik, yaitu hari Jumat, saya hadir di tempat yang bersejarah ini untuk mempersembahkan sebuah cita-cita, sebuah janji,” katanya.

Ridwan Kamil mengakui, sempat ada opsi untuk konsep revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana menggunakan konsep modern, namun ia tak setuju. “Tapi ini wajib bagian dari sejarah, jadi harus terasa rasa sejarahnya,” kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga berpesan kepada Sultan Sepuh XV untuk merutinkan pagelaran seni tari topeng Cirebon di Alun-alun Sangkala Buana setiap akhir pekan.

“Sehingga wisatawan datang ke sini mengapresiasi, lahirlah kebaikan-kebaikan, kemuliaan yang berlipat-lipat dengan hadirnya tempat istimewa ini,” katanya. (din)

Konsolidasi Humas PTKIN Untuk Sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang Hasilkan Beberapa Program Penting

Humas PTKIN SE Indonesia pada kegiatan konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang.


CIREBON, FC - Ada beberapa program dihasilkan pada signifikansi kegiatan hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN 2022, di antaranya, Konsolidasi dan Membangun Sinergi, Konsolidasi dan Membangun Manajemen Reputasi dan Branding Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dalam manajeman informasi PMB PTKIN yang akurat, cepat dan tepat sasaran.

Kemudian Konsolidasi dan Membangun Sinergi pimpinan PTKIN dalam merumuskan langkah dan kebijakan berkelanjutan. Ketiga program hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN ini akan segera dilakukan.

Demikian disampaikan Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I yang tengah mengikuti kegiatan tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Arifin, dalam konsolidasi Humas PTKIN tersebut, ada beberapa harapan yang diluncurkan, harapan tersebut di antaranya peningkatan kemudahan, kemudian peningkatan sosialisasi PMB PTKIN, ini terkait sinergi Humas PTKIN.

Kemudian, peningkatan pelayanan helpdesk yakni FAQ PMB PTKIN, teknis dan panduan pendaftaran (YouTube), panduan-panduan kesalahan pengisian data ditampilkan di dasbor. Selain itu peningkatan jumlah pendaftar PTKIN.

"Yang terakhir dari hasil konsolidasi ini, yakni peningkatan kualitas proses seleksi PMB. Di antaranya asas proporsional dan berkeadilan, prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas. Kemudian mendapatkan mahasiswa berkualitas dan memuaskan masyarakat," terang Arifin. (din)


Ikatan Mahasiswa Kuningan Gelar Bakti Sosial di Desa Padarama, Bupati Kuningan Apresiasi

 

Bupati dan Kepala Desa Padarama Kuningan apresiasi Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) yang menggelar kegiatan bakti sosial selama 10 hari di Desa Padarama.


CIREBON, FC -  Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi lainnya, yang tergabung pada Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) wilayah Cirebon, menggelar acara bakti sosial di desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan pada Rabu (02/02/2022). 

Acara yang diberi nama IMK Ngabdi tersebut akan digelar selama 10 hari ke depan mengangkat tema “Ngawangun Lemah Cai di Tanah Walagri Kuningan Asli”.

Dalam sambutanya , ketua pelaksana kegiatan, Rizki Maulana menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Padarama yang sudah menerima kami untuk melaksanakan kegiatan ini Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang telah menyukseskan serta berkenan hadir. 

Adanya bakti sosial ini menjadi momentum berbakti pada tanah kelahiran “Sejauh manapun melangkah, pasti akan kembali ke tanah kelahiran. Maka adanya baksos ini, semoga dapat menjadi momentum bagi kader IMK untuk bisa berbakti pada tanah kelahiran,” ujarnya.

Kemudian sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua Umum IMK Wilayah Cirebon Alif Fathul Aziz, ia menegaskan, adanya kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi tri dharma perguruan tinggi, belajar dan mengajar, penelitian dan pengebdian masyarakat. Sekaligus merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan dimotori bidang Pengabdian Masyarakat (PM). 

“Sebelum adanya baksos, ada IMK Menggaya (mengenal keragaman budaya) dan puncaknya adalah bakti sosial yang mana pengimplementasian tri dharma perguruan tinggi dengan tujuan sebagai pembelajaran mahasiswa dalam bidang penelitian, dan pengabdian masyarakat,” papar Alif Fathul Aziz.

Sementara itu, Kepala Desa Padarama Pak Suheman mengatakan, mangga kepada seluruh mahasiswa kuningan wilayah cirebon yang ingin melaksanakan program kerja bakti sosial di Desa padarama dan masyarakat akan sangat terbuka kepada mahasiswa.

Harapnya mahasiswa dan masyarakat bisa bersinergi dan memaksimalkan kegiatan ini, supaya berjalan dengan lancar serta menuangkan inovasinya untuk masyarakat padarama.

Acara pembukaan sendiri dibuka dengan launching beserta penyerahan buku secara simbolis. Buku yang berjudul "Potret Desa Padarama dalam Bingkai Sosio-Ekonomi, Sejarah dan Budaya - Sebuah Karya Pengabdian" tersebut secara umum membahas mengenai Desa Padarama. 

Pembahasan tersebut dimulai dari sejarah dan perkembangannya yang dilihat dari segi agama, budaya dan sosio ekonomi serta potensi-potensi Desa Padarama yang dapat dikembangkan.

Melalui Ketua Dinas Pendidikan, H. Acep Purnama SH, MH selaku bupati Kuningan, memberikan apresiasi kepada IMK karena telah berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kacamata sejarah, sosio-ekonomi, dan budayanya mengenai desa Padarama. 

Hal tersebut tentunya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah daerah  untuk mengambil kebijakan terkait daerah Padarama kedepannya. (Heri)

48 Pejabat Fungsional di Lingkungan )emda Kota Cirebon Dilantik

CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., melantik sebanyak 48 pejabat fungsional di lingkungan Pemda Kota Cirebon, Jumat (4/2/2022), di Hotel Prima Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

Pejabat fungsional yang dilantik terdiri dari 31 pejabat fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, 15 orang pejabat fungsional pengawas dan dua orang pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa.

“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dalam rangka urgensi pengisian kekosongan jabatan,” ungkap Wali Kota Azis.

Azis mengatakan, kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi tingkat sekolah, taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah atas.

“Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.” tuturnya.

Sedangkan, sambung Azis, jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa  adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab  dan  wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Di masyarakat masih terdapat stigma bahwa jabatan fungsional merupakan jabatan kelas dua dibandingkan jabatan struktural. Padahal banyak keuntungan dari jabatan fungsional yang dapat kita peroleh, salah satu di antaranya yaitu batas usia pensiun yang lebih panjang,” kata Azis.

Perlu diketahui, jabatan fungsional bukanlah jabatan yang bisa diisi oleh sembarang orang. Pengisiannya didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu dan dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu.

“Kepada para pejabat fungsional yang dilantik untuk segera menyesuaikan dan terus meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan jabatan fungsionalnya,” ucap Azis.

Ia berharap, para pejabat fungsional yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mencermati setiap perubahan dan tuntutan zaman yang ada, serta dapat membantu bekerjasama mewujudkan visi-misi Kota Cirebon.

“Selamat bertugas. Ingatlah bahwa jabatan yang dipercayakan kepada saudara-saudara, merupakan amanah yang harus diemban, yang harus disyukuri dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” katanya. (din)

Pilot Project UISSI, Pendidikan Jarak Jauh PAI FITK IAIN Cirebon Dimulai

Tampak Dekan FITK IAIN Cirebon, Dr H Farihin M.Pd tengah bersama Direktur GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama, Muhammad Zain. 


CIREBON - Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon sudah dimulai. PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini merupakan pilot project Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemenag). 

Perkuliahan yang dirancang 100 persen secara daring (online) ini diikuti oleh 200 guru madrasah dari berbagai daerah. Mereka adalah guru madrasah yang belum bergelar sarjana dari wilayah 3T, dan dibiayai oleh Kementerian Agama.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Muhammad Zain berharap pola pendidikan yang diterapkan dapat menjadi benchmark pendidikan digital bagi guru. 

Hal ini dikemukakan Zain saat memberikan kuliah umum pada peserta PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati secara daring. “Kita berharap ini dapat mejadi benchmark bagi lembaga dalam implementasi digital learning atau e-learning untuk proses pembelajaran jarak jauh,” ungkap Zain, Jumat (4/2/2022)

“Bukan semata-mata memindahkan perkuliahan offline/tatap muka menjadi online/daring/tatap maya, akan tetapi betul-betul menjadi role model untuk pembelajaran yang ideal,” imbuhnya. 

Hal senada juga diungkapkan Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kartimi. "Sebagai pilot project tentu diharapkan bisa menjadi inspirator dan sekaligus sebagi mercusuar untuk mempublish lembaga kepada masyarakat dan dunia luar," kata Kartimi.

Sementara, Dekan FITK, Farihin mengungkapkan harapanya agar PJJ PAI ini ke depan dapat dibuka bagi mahasiswa umum.  "Ke depan, kami berharap PJJ PAI tidak hanya diperuntukkan bagi para guru madrasah saja, melainkan bisa dibuka untuk mahasiswa umum dengan biaya mandiri," tambah Farihin.

Dalam kesempatan tersebut, Zain juga menyampaikan materi tentang “Makna Hidup Bersama Al-Qur’an”. Menurutnya, mahasiswa PJJ PAI yang merupakan guru madrasah ini harus menjadi golongan pencintan Al-Qur’an. 

"Prof Fazlurrahman ulama ahli tafsir, beliau setiap kali mengajar Al-Qur'an selalu membawa mushaf Al-Qur'an dan mendekapnya, menunjukkan rasa hormat dan memuliakan Al-Qur'an," kata M Zain. 

Ia pun memaparkan, bahwa pecinta Al-Qur’an dibagi dalam tiga golongan. Golongan pertama adalah orang mencintai Al-Qur'an karena semata-mata bacaannya mengandung berkah, sehingga orang baca Al-Qur'an untuk tujuan tertentu.

Golongan kedua adalah orang mencintai Al-Qur'an dengan memahami kandungan maknanya dalam berbagai dimensi kekinian kehidupan umat manusia, sebut saja persoalan sains, teknologi, ekonomi, sosial politik dan sebagainya.

Golongan ketiga adalah orang mencintai Al-Qur'an secara kritis, artinya kelompok tersebut membaca, memahami Al-Qur'an namun juga mengkritisi kandungan ayatnya.

"Saya mengajak mahasiswa PJJ PAI untuk menjadi pecinta Al-Qur'an sehingga bisa hidup bersama Al-Qur'an dalam arti yang sebenarnya," ajak M. Zain.