This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Rabu, 10 Agustus 2022
Mahasiswa IAIN Cirebon Dinobatkan Juara Tiga Pada Cabor Taekwondo
KKN TBM Mahasiswa IAIN Cirebon Tanam 500 Pohon
CIREBON, FC - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berbasis Masjid (TBM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan penanaman 500 pohon.
Aksi penanaman 500 pohon oleh Mahasiswa KKN TBM IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu berlangsung di Desa Kalipasung Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, tepatnya di Pariwisata Desa Dewi Ikan bersama Anak-anak Madrasah Nurul Huda dengan tema "Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kesehatan melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi". Selasa, (9/8/2022).
Ketua Mahasiswa KKN, Tedi Hernanto mengatakan, aksi penanaman 500 pohon ini bertujuan untuk penghijauan, Ekosistem pesisir Laut dan Mangrove di lingkungan Desa Kalipasung bagian Utara pinggir laut.
"Karena memang saya kira betapa pentingnya pohon untuk kebaikan yang ada di bumi. Banyak sekali manfaat dari penanaman 500 pohon ini, contohnya menjaga udara agar tetap bersih, menghindar dari bencana alam serta menjaga ekosistem Daerah Pesisir," katanya.
Ia menjelaskan, Kegiatan penanaman 500 pohon ini bersamaan dengan sosialisasi kesehatan dan lingkungan.
"Kegiatan sosialisasi ini untuk mengingatkan masyarakat agar tetap selalu menjaga kesehatan lingkungan sekitar," ujar Tedi.
Koordinator Lapangan, Hisyam menjelaskan, kegiatan penanaman 500 pohon ini merupakan kegiatan yang tercantum pada program mahasiswa KKN-TBM IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
"Program gerakan penanaman 500 pohon ini merupakan salah satu program wajib bagi mahasiswa KKN-TBM dalam pengabdian masyarakat di Desa Kalipasung". kata Hisyam.
Sementara itu, Ketua Komunitas Konservasi, Marzuki mengaku sangat mendukung dalam pelaksanaan kegiatan penanaman 500 pohon yang dilakukan oleh mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini.
"Harapannya penanaman 500 pohon oleh mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dapat menjadi kenangan bagi masyarakat Desa Kalipasung, dan kepedulian mahasiswa KKN terhadap potensi yang ada di Desa Kalipasung" ucapnya.
Acara penanaman 500 pohon oleh mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjatu Cirebon itu dihadiri oleh perwakilan aparat pemerintahan Desa dan Komunitas Konservasi secara secara simbolis dan terbatas.
Adapun pembagian bibit pohon dibagi ke setiap RT untuk dibagikan langsung ke masyarakat. Bibit yang dibagikan ada 4 jenis yaitu Ketapang, sengon, Jambu Merah dan Mahoni.
Selain itu, penanaman 500 pohon oleh mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga terlaksana atas kerja sama dengan Dinas Perhutanan Lingkungan Hidup (DPLH) Majalengka dalam penyediaan bibit.
Monitoring BIAN, Bupati Ingatkan Pentingnya Imunisasi
KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg didampingi Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsih SE MSi dan Ketua TP PKK Kabupaten Cirebon, Dra Hj Nunung Roosmini menghadiri Pencanangan dan Monitoring Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Kabupaten Cirebon, Selasa (9/8/2022) di Posyandu Pasanggrahan, Kecamatan Plumbon.
Bukan hanya di Pasanggrahan, monitoring BIAN ini juga dilakukan di tiga tempat lainnya secara virtual yang dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, H Hendra Nirmala SSos MSi.
Dalam sambutannya, Imron menyebut di jaman serba modern saat ini, belum ada satu orang pun yang mampu menciptakan suatu produk nutrisi dengan kandungan yang lengkap seperti air susu ibu. Dikatakan Imron, hasil penelitian menyebutkan kandungan ASI memiliki kekayaan nutrisi yang sangat lengkap yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak.
"Selain itu, didalam ASI terdapat kandungan antibodi yang memberikan kekebalan atau daya tahan tubuh anak dari serangan penyakit secara alamiah. Mengapa dianjurkan menyusui sampai 2 tahun, ternyata hasil berbagai penelitian diperoleh bahwa usia 0-2 tahun merupakan periode emas dalam tumbuh kembang seorang anak, dan periode ini sangat menentukan bagaimana kualitas seorang anak dimasa depan," ucap Imron.
Dijelaskan Imron, banyak bukti negatif saat gagal pemenuhan tumbuh kembang anak hingga usia 2 tahun. Dia mengatakan, tumbuh kembang anak menjadi tidak optimal, seperti berat badan dan tinggi badanya tidak sesuai dengan usianya, atau yang dalam dunia kesehatan disebut stunting.
"Ketika anak sudah jatuh dalam kondisi stunting, maka akan sulit mengembalikanya menjadi kondisi yang normal kembali. Disamping itu, anak dengan stunting memiliki kerentanan terhadap suatu penyakit, karena memiliki daya tahan tubuh yang kurang optimal, sehingga anak-anak dengan stunting kualitas kehidupanya tentunya berkurang," tambahnya.
Atas dasar itu, Imron mengajak orang tua untuk dapat memenuhi hak kehiduapan dasar anak dengan penuh asah, asih, dan asuh terutama pada periode masa kandungan hingga balita untuk menciptakan kualitas sumber daya manusia yang maju dan unggul. Bukan hanya nutrisi dan pendidikan, kata dia, anak harus diberikan perlindungan terhadap suatu penyakit.
"Asi, nutrisi, vitamin, dan menjaga kebersihan ternyata tidak cukup memberikan perlindungan bagi anak-anak kita dari suatu penyakit, karena tidak membuat antibodi spesifik terhadap serangan bakteri ataupun virus tertentu. Kemampuan tubuh anak menangkal dan melawan suatu penyakit tertentu, salah satunya dapat diperoleh dengan cara memberikan produk biologi antigen berupa mikroorganisme atau zat yang dihasilkannya telah diolah sedemikian rupa sehingga aman, yang apabila diberikan akan menimbulkan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Proses ini yang kita kenal dengan istilah imunisasi," ungkapnya.(Nisa)
Minggu, 07 Agustus 2022
Lingkungan Sekolah Yang Nyaman dan Disiplin Tinggi, MAN 2 Kota Cirebon Kampus Berprestasi
FOKUS CIREBON, FC - Sejak Pukul 06.00 WIB pagi, gerbang sekolah sudah terbuka lebar. Satu persatu para guru dan staf setempat mulai berdatangan dengan pakaian yang rapih dan menyenangkan.
Sabtu, 06 Agustus 2022
Hari Jadi Kota Cirebon Dimeriahkan Dengan Olah Raga Panahan Khas Kerajaan Mataram
CIREBON, FC - Wakil Walikota Cirebon, H Eti Herawati menjelaskan seputar Jemparingan yang berasal dari kata jemparing yang artinya anak panah. Olahraga panahan ini khas Kerajaan Mataram, yang dilakukan dengan duduk bersila.
Asal usulnya dapat ditelusuri sejak awal keberadaan Kesultanan Yogyakarta, tepatnya saat masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I (1755-1792). Saat itu, Sri Sultan mendorong segenap pengikut dan rakyatnya untuk belajar memanah sebagai sarana membentuk watak kesatria.
Watak kesatria sendiri terdiri dari sawiji yang bermakna konsentrasi, greget yang bermakna semangat, sengguh yang bermakna rasa percaya, dan ora mingkuh yang bermakna bertanggungjawab.
"Alhamdulillah, saat Hari Jadi ke-653 Cirebon, Gladhen Jemparingan sukses digelar dengan peserta dari berbagai daerah. Semoga dengan pelaksanaan kegiatan ini, selain olahraga juga menjadi olahrasa yang tentunya mengandung nilai filosofi mendalam dan patut kita lestarikan," ungkap Wakil Walikota Cirebon. (Nisa)




















