Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Desember 2019

Kondisi Sungai Cipager Kabupaten Cirebon, Airnya Semakin Memburuk

Warga dan TNI tengah bergotong royong membersihan kotoran limbah sampah di Sungai Cipager, Jum'at (06/12/2019)

FOKUS CIREBON - Sungai Cipager di Desa Panembahan, Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, kini tinggal sebuah nama sungai yang tak lagi memiliki keasrian (alami), kejernihan airnya dan kebersihan lingkungannua.

Berbeda dengan pada tahun 1970, Sungai Cipager, terkenal bersih airnya (jernis), asri, nyaman dan mengalir deras bak air pegunungan. Kini keadaan itu sudah berubah jauh yang tidak rak lazim lagi disebut sungai.

Sebab airnya sudah keruh, bau dan dipenuhi banyak sampah. Bahka. Air bening (jernih) yang pernah ada di sungai ini, kini air nya berwarna hitam.

Tentu kondisi ini sangat memperhatikan warga di sekitar sungai. Mereka tidak dapat lagi menikmati kejernihan air dan kebersihan sungai seoerti dulu lagi.

Tentu inj menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintan daerah, dalam hal ini dinas teknis ya g menangani soal sungai. Mungkin juga dibaguan tertentu masih termasuk tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cusanggarung.

Masyarajat juga diminta untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Terutama limbah rumah tangga yang mengandung bahan-bahan plastik dengan berbagai jenis. Sebab saat ini musim penghujan mulai turun di wikayah Cieebon dan sekitarnya, sehingga dapat dikhawatirkan memicu banjirnya sungai tersebut.

"Ya, bisa jadi ini tanggungjawab BBWS maupun Pemkab Cirebon. Sebab sungai seharusnya selalu berada dalam keadaan bersih tanpa dikotori sampah limbah maupun ranting-ranting pohin dan kekayuan, agar tidak menghanbar arus air saat hujan lebat datang," kata Tarno warga yang mendambakan Sungai Cipager kemvali bersih seperti dulu. (bam)

Hubungan Bilateral RI-Afrika Selatan Memasuki Momentum Baru


FOKUS BALI - Hubungan bilateral RI-Afrika Selatan memasuki momentum baru dengan telah terselenggaranya pertemuan Konsultasi Bilateral yang pertama hari ini.

Demikian disampaikan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Dr. Desra Percaya saat memimpin delegasi Indonesia pada Konsultasi Bilateral RI-Afrika Selatan antara kementerian luar negeri kedua negara di sela-sela Bali Democracy Forum ke-12 di Bali, Jumat (6/12).
Ketua Delegasi Afrika Selatan, Deputy Director General Asia and Middle East Department of International Relations and Cooperation, Prof. Anil Sooklal menyampaikan bahwa hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari dua dekade sejak 1994 perlu didukung kerja sama lebih konkrit di bidang ekonomi.
Pertemuan membahas kemajuan bilateral RI-Afrika Selatan, termasuk implementasi Plan of Action (PoA) Kerja Sama Bilateral 2017-2021 yang ditandatangani tahun 2017.
Dalam pertemuan itu, pihak Afrika Selatan menyampaikan akan mendukung Indonesia dalam pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Southern African Customs Union (SACU), dan dalam hal ini terbuka untuk menjajaki kemungkinan pembentukan PTA secara bilateral dengan Indonesia apabila perkembangan dengan SACU menemui hambatan, termasuk dengan melakukan identifikasi atas produk-produk yang saling menguntungkan kedua negara.
Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi, utamanya di sektor infrastruktur, manufaktur dan pertanian.
Peningkatan investasi tersebut tidak hanya diarahkan pada inbound investment Afrika Selatan di Indonesia melainkan juga pada peningkatan outbound investment Indonesia di Afrika Selatan.
Pertemuan juga membahas isu-isu regional dan multilateral yang menjadi kepentingan bersama kedua negara dan kedua pihak sepakat intensifkan kolaborasi kedua negara dalam kerangka PBB, G20 dan IORA.
Delegasi Afrika Selatan juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Indonesia pada Bali Democracy Forum (BDF) sebagai platform yang positif dan menginspirasi bagi pemajuan demokrasi di dunia. (IWO)
Sumber: Kementerian Luar Negeri

AMB Menjadi Tempat Kegiatan SPMI Wilayah II, Sumatra Selatan Dan Bangka Belitung


FOKUS BELITUNG - Sebanyak 50 peserta dari Perguruan Tinggi di wilayah II, yakni Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mengikuti kegiatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan di kampus Akademi Managemen Belitung (AMB).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Direktur AMB Hartian Ramadhan, ST,MM ini dalam rangka fokus pembahasan dan penerapan sistem penjaminan mutu internal di lingkungan perguruan tinggi wilayah II, khususnya di Akademi Managemen Belitung (AMB).

Menurut Direktur AMB Hartian Ramadhan, ST,MM, kegiatan ini berhubungan dengan amanat Undang-undang No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang mewajibkan proses penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Dimana, kata Hartian Ramadhan, ini merupakan program yang penting dan wajib dilaksanakan oleh semua institusi penyelenggara pendidikan tinggi. Karena hal ini juga dipertegas dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan No.62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Perguruan Tinggi.


"Pentingnya kegiatan ini agar dapat dikenalkan kepada setiap unit yang ada di lingkungan perguruan tinggi dalam hal ini juga di AMB, agar proses aktualisasi manajemen pendidikan tinggi dapat mengarah kepada sistem yang sesuai dengan peraturan dan mampu meningkatkan tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi," paparnya.

Hartian Ramadhan juga menjelaskan, jika tindak lanjut dari kegiatan ini, untuk menciptakan suata kesadaran, untuk terus berbenah diri, baik dari sisi internal Lembaga Penjamin Mutu AMB serta mengajak semua elemen di setiap unit AMB, terutama program studi sebagai ujung tombak terlaksananya proses pembelajaran dan pengajaran untuk mempelajari serta memahami Sistem Penjaminan Mutu Internal. (din)

Tanah Hibah 18 Hektar di Indramayu Tinggal Menunggu Sidang Paripurna DPRD


FOKUS CIREBON - Selesainya soal tanah seluas 4,9 hektar di Desa Cikawung Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu melalui kegiatan pelepasan hak dan pembayaran tanah kepada 9 warga pemilik tanah, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta MAg menjelaskan tentang langkah selanjutnya terkait sisa tanah hibah 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu.

Menurut Sumanta, menyangkut tanah hibah 18 hektar tersebut, pihaknya baru saja menandatangani surat kesiapan penerimaan hibah dan sudah dibawa oleh petugas dari pemerintah Indramayu dan akan disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indramayu untuk segera disidangkan dan diparipurnakan.

"Kita tadi siang baru saja melakukan pelepasan hak dan pembayaran tanah seluas 4,9 hektar kepada pemilik tanah warga Desa Cikawung. Tanah ini di luar tanah hibah 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu. Dan tanah yang 18 hektar ini Insya Allah dalam waktu dekat akan disidangkan di dewan," katanya, Jum'at (16/12/2019).

Dijelaskan, kepemilikan tanah 30 hektar yang menjadi sebuah aturan berarti hanya tinggal menunggu waktu saja, dan diharapkan pada  tahun 2020 sudah bisa mempercepat status peralihan dari IAIN SNJ Cirebon ke UIN.


"Jadi tanah kita ini sudah cukup aturan, yakni 30 hektar lebih, di mana kita sudah memiliki 4 hektar lebih di kampus induk, kemudian di Astapada 4,2 hektar, ditambah pembelian tanah warga di Desa Cikawung seluas 4,9 hektar dari dana hibah Pemprov Jabar, dan tanah hibah seluas 18 hektar dari Pemda Kabupaten Indramayu," jelas Dr H Sumanta MAg, Rektor IAIN SNJ Cirebon. (din)

IAIN Cirebon dan Pemilik Tanah Bertemu Dalam Kegiatan Pelepasan Hak Dan Pembayaran Tanah


FOKUS CIREBON - Upaya IAIN Cirebon untuk mendirikan Kampus 2 di Indramayu, yang melalui proses panjang dan transparan akhirnya selesai juga di tahun 2019, untuk 4,9 hektar satu hamparan. Hal itu ditandai dengan penandatanganan SPH dan persertifikatan tanah, Jum'at, (06/12/2019) di Lantai 3, Gedung Rektorat IAIN SNJ Cirebon, Jl Perjuangan Kota Cirebon.

Penandatangan tersebut bersamaan dengan kegiatan pelepasan hak dan pembayaran tanah dengan para pihak pemilik tanah yang berlokasi di Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Menurut Asda I, Drs H Jaenal Sudrajat Pemda Kabupaten Indramayu, menyatakan dengan adanya kampus 2 Perguruan Tinggi Negeri IAIN Cirebon ini secara otomatis akan mendongkrak prekonomian daerah. Khususnya di desa dan Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

"Mengenai proses tanah tersebut, banyak tahapan yang sudah dilalui dan semua disandarkan kepada aturan-aturan yang ada. Dan berdirinya kampus 2 IAIN Cirebon di Indramayu secara otomatis akan membangkitkan prekonomian di Indramayu baik di Desa Cikawung maupun di Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, juga desa-desa tetangga lainnya," jelasnya.

Sementara untuk pembayaran tanah tersebut, kata Asda I, tidak melayani pembayaran kontan, harus melalui rekening, yakni melalui Bank BRI. "Pembayaran tanah tersebut, sebesar Rp 200.000/meter, dan langsung lewat rekening masing-masing pemilik tanah," katanya.


Sementara itu, Rektor IAIN SNJ Cirebin, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada warga yang sudah melepaskan tanahnya untuk kepentingan pendidikan. 

"Kelegowoan bapak ibu untuk melepaskan tanah tersebut untuk pendidikan diucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya, karena pendidikan ini untuk investasi anak cucu kita kedepan nanti," jelasnya.

Sumanta menjelaskan, bahwa semua ini berproses sesuai mekanisme yang ada dan dilakukan secara transparan. "Kita tahu ini adalah untuk tujuan kita bersama dan tidak ada kepentingan pragmatis. Dan proses tanah ini memang agak panjang, karena kita ingin prosedurnya benar dan tidak ada celah sedikitpun," tandasnya.

Rektor IAIN SNJ Cirebon juga mengucapkan terimaksih kepada Pemda Kabupaten Indramayu atas eksekusi tanah di Indramayu hingga prosesnya yang transparan dan sampai dengan selesai. 

Dalam kegiatan tersebut langaung dihadirii Rektor IAIN SNJ Cirebon, Asda I Pemda Kabupaten Indramayu, Kepala BPN Indramayu, Tim Pengadaan Tanah, Kepala BRI, Kepala Biro IAIN SNJ Cirebon, 9 warga pemilik tanah Blok Ciputat, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. (din)