Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Maret 2021

Ajak Siswa Cintai Lingkungan, Wakil Walikota Canangkan Gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati

Wakil Walikota Cirebon, Kadisdik Kota Cirebon dan Kepala Sekolah SMPN 7 betsama unsur pendidikan.


FOKUS CIREBON, FC - Canangkan gerakan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon ajak sekolah dan siswa untuk bersama-sama mencintai lingkungan.

“Ini sekolah luar biasa,” ungkap Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj Eti Herawati saat meninjau SMP Negeri 7 Kota Cirebon sekaligus menandatangani prasasti sekolah Indah di Taman Sehati. Bahan-bahan tak terpakai disulap menjadi indah dan dijadikan media tanam. 

Beragam tanaman, termasuk tanaman hidroponik, jamur merang hingga hutan sekolah membuat SMP Negeri 7 Kota Cirebon menjadi lebih hijau. 

Ditambah bunyi gemericik air dari kolam ikan membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman. Keberadaan tempat duduk di tengah-tengah taman yang terbuat dari ban tak terpakai membuat siapa pun betah untuk duduk berlama-lama di tempat tersebut.

“Saya tidak bisa berkata-kata. The best SMP 7,” ungkap Eti.

Di masa pandemi Covid-19 ini Eti meminta agar sekolah maupun siswa tetap bersemangat menjaga lingkungan. 

“Target kita sebenarnya agar anak-anak mencintai lingkungan serta senantiasa menjaga kebersihan,” ungkap Eti. 

Kalaupun setelah itu penghargaan berhasil diraih, maka itu merupakan bonus yang membanggakan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Drs. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan pencanangan Sekolah Indah di Taman Sehati memiliki sejumlah dimensi. Yaitu sekolah ramah lingkungan, sekolah berbudaya lingkungan, sekolah ramah anak, sekolah yang menyenangkan, sekolah yang aktif, kreatif dan inovatif. 

“Itu yang merupakan dimensi-dimensi sekolah indah di taman sehati,” ungkap Irawan.

Pencanangan tersebut dilakukan di SMP Negeri 7 Kota Cirebon yang sudah mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

Pihaknya, lanjut Irawan, akan terus mendorong agar sekolah-sekolah di Kota Cirebon bisa menerapkan Sekolah Indah di Taman Sehati. Sehingga nantinya akan ada pemerataan baik secara kualitas maupun kuantitas. 

“Nantinya anak bisa mendaftar ke sekolah di mana pun. Tidak ada istilah difavoritkan,” ungkap Irawan.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 7 Kota Cirebon, Dra. Euis Sulastri, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah yang bersih, indah dan tertata rapi merupakan suatu keharusan. 

“Arahnya untuk memberi pelayanan kepada anak didik agar mereka nyaman dan betah di sekolah,” ungkap Euis. Tidak hanya itu, sekolah juga menjadi nyaman dan indah.

SMP Negeri 7 Kota Cirebon juga telah mendapatkan penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jabar. 

"Sekarang kami mendapatkan lagi kehormatan sebagai sekolah indah di taman sehati. Ini hal luar biasa,” ungkap Euis. 

Selanjutnya Euis berharap SMP Negeri 7 Kota Cirebon bisa menjadi sekolah Adiwiyata tingkat nasional membawa nama Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat.

Selain mencanangkan Sekolah Indah di Taman Sehati, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati juga mencoba video conference yang baru diberikan di SD Negeri Pegajahan 1. 

Wakil Wali Kota sempat juga berdialog dengan anak-anak melalui video conference. Video conference merupakan smart class room yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Sehingga di masa pandemi Covid-19 ini anak-anak dan guru bisa berinteraksi dan berkomunikasi secara virtual. (din)

Belum UISSI, IAIN SNJ Cirebon Sudah Smart Campus


F
OKUS CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon semakin dekat bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Bahkan, terkait transformasi tersebut, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini pun tengah menjalani proses visitasi, yaitu Selasa-Kamis (9-11/3/2021).

Menariknya, salah satu asesor visitasi tersebut, Prof Dr H Dede Rosyada MAg mengungkapkan, transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN ini unik. Pasalnya, kata dia, transformasi tersebut tidaknya hanya UIN, tapi juga berbasis siber.

“Memang ada beberapa penilaian terkait kesiapan untuk menjadi UIN, seperti SDM yang kita awasi betul, sistem managemen keuangan, mutu yang khas, dan beberapa aspek lainnya,” kata Prof Dede.

Untuk diketahui, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dipercaya oleh Kementerian Agama untuk menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI). Sehingga, proses transformasi di kampus ini tidak saja terkait UIN tetapi juga kampus yang berbasis siber.

Bahkan, sebelum ditunjuknya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UISSI, tepatnya sejak tahun 2015 lalu, kampus ini telah menerapkan Smart Campus. Sehingga, berbagai kegiatan yang dilaksanakan di kampus ini, baik pembelajaran maupun aktivitas administrasi lainnya telah menggunakan teknologi informasi.

Pasalnya, sejak saat itu, kampus ini memang telah menyadari penggunaan teknologi di masa yang akan datang akan terus berkembang. Sehingga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun melakukan inovasi yang memanfaatkan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di kampus setempat.

Hal itu pun tentu diikuti dengan perubahan lainnya, seperti aspek manajemen, fasilitas belajar, mutu akademik, peningkatan akreditasi, dan perubahan-perubahan lainnya yang berkelanjutan ke arah yang lebih baik.

Salah satu terobosan yang menarik dari Smart Campus IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini yaitu lahirnya aplikasi e-Learning Managemen System (LMS). Aplikasi ini dikembangkan secara khusus untuk mengelola kelas online, mendistribusikan materi pelajaran dan memungkinkan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen. LMS IAIN Syekh Nurjati Cirebon berbasis platform Moodle yang dapat memudahkan proses pembelajaran.

Namun, secara kebetulan pada tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang mengharuskan kegiatan perkuliahan secara daring. Sehingga, aplikasi LMS ini lahir di saat yang tepat dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki perangkat untuk menerapkan perkuliahan di masa pandemi secara virtual.

Bahkan, Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hajam MAg memaparkan, LSM ini pun telah digunakan oleh Prodi Bahasa dan Sastra Arab di fakultas setempat. Hal itu dilakukan dengan melalui sejumlah tahapan yang dibangun untuk peningkatan mutu yang berkelanjutan.

Terkait ini, lanjut Hajam, diawali dengan visitasi ISO. Saat itu, Tim Asesor ISO merekomendasikan adanya suatu aplikasi yang dapat menunjang kegiatan perkuliahan. 

Untuk itu, rekomendasi tersebut kemudian segera dijawab oleh kampus dengan meluncurkan LMS yang dikoordinasikan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu seperti gayung bersambut, LMS pun berjalan dengan dinahkodai oleh Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Arab (BSA).

“LMS sudah berjalan baik di BSA, baik itu untuk perkuliahan maupun info-info lainnya. LMS juga sangat mendukung dengan bertepatannya IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia dan ini pertama di Indonesia. Apalagi SDM yang kami miliki, baik tenaga IT maupun SDM sudah sangat mumpuni, sehingga program Smart Campus sudah sangat siap termasuk menjadi kampus islam siber,” terang Hajam.

Kendati demikian, Hajam menjelaskan, masih ada sejumlah kendala yang membutuhkan dukungan untuk peningkatan pelayanan. Seperti terkendalanya server yang masih satu pintu. Pasalnya, ungkap dia, idealnya setiap fakultas harus suah memiliki server masing-masing, sehingga program LMS dapat berjalan dengan lebih baik.

“Saat ini server yang ada di PTIPD merupakan sarana lama yang pengadaannya dilakukan pada tahun 2011 sehingga perlu dilakukan peremajaan. Bisa kita bayangkan, server pengadaan tahun 2011 harus digunakan secara berkelanjutan untuk menopang semua kebutuhan lembaga, ditambah dengan perubahan status kelembagaan IAIN Cirebon menjadi kampus islam siber, tentu ini bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri,” paparnya.

Hajam menegaskan, persoalan ini penting untuk segera dicarikan jalan keluar oleh lembaga. Pasalnya, jika melihat SDM dan tenaga IT yang dimiliki IAIN Syekh Nurjati tidak ada persoalan, semuanya sudah sangat baik dan mumpuni. Bahkan, yang dapat menerapkan LMS ini pun adalah prodi yang harus terakreditasi A.

Selanjutnya, papar dia, kendala lainnya adalah perlu adanya sosialisasi dan pelatihan serta pembinaan kepada mahasiswa. Bahkan, kata Hajam, juga kepada tenaga pengelola di masing-masing jurusan. (Nur)

Jumat, 05 Maret 2021

Memasuki Masa Pensiun, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Melepas 4 Pegawainya

FOKUS CIREBON, FC- IAIN Syekh Nurjati Cirebon melepas 4 pegawai dari tenaga pendidik dan kependidikan, Jumat (5/3/2021), di Ruang Auditorium Lantai 3, Rektorat kampus setempat.

Keempat pegawai tersebut masing-masing, Dr Hj Latifah MA, Dr H D Suryatman MSi, Hj Herry Puji Siswati SAg, dan Hendrawan Iskandar SPd MSi. Keempat pegawai tersebut telah memasuki masa pensiun. 

Pelepasan sendiri langsung dilakukan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg.

"Saya ucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada bapak ibu yang sudah berkhidmah dengan mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dengan mencerdaskan anak bangsa,” ujar Rektor Sumanta saat memberikan sambutan.

Curahan keilmuan yang telah diberikan kepada mahasiswa, kata dia, merupakan pengorbanan dan pengabdian yang tidak dapat terlepas dari proses pembelajaran. Hal ini tentu telah memberikan manfaat bagi anak bangsa.

“Ini semua merupakan pengorbanan yang sangat luar bisa. Begitu telatennya melayani dengan baik dan prima. Ini kontribusi yang luar biasa kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ucapnya.

Rektor Sumanta juga memaparkan, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal itu dapat dilihat dari berbagai prestasi yang telah diraih kampus ini.

"Alhamdulillah saat ini dari hardware dan software telah mengalami peningkatan yang sangat luar biasa. Seperti dapat kita lihat catatatan barang milik negara atau infrastruktur yang menunjang proses pembelajaran terus meningkat,” paparnya.

Bahkan, lanjut dia, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pun sudah memiliki 3 gedung yang representatif untuk proses peekuliahan yang diperuntukan bagi Fakultas Ilmu Tarniyah dan Keguruan (FITK), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam kampus setempat.

“Serta indikator lain yang menunjukan ada progres peningkatan pendidikan, yaitu dari sisi substansi program proses pembelajaran kita sudah masuk dalam urutan kedua secara nasional. Begitu juga dari mutu kita sudah ada 8 prodi yang terakreditasi A dan Insya Allah akan menyusul prodi-prodi yang lain untuk berubah dari B ke A,” tandasnya. (din)

Kamis, 04 Maret 2021

Tangani 10 Ribu Lebih Rutilahu, Bupati Cirebon Ajak Warga Bantu Pemda dengan Menitipkan Zakatnya di Baznas

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama Baznas Cirebon meninjau sekaligus meresmikan rumah tidak layak huni di Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan, Kamis (4/3/2021).

Rumah tidak layak huni tersebut milik Asmadi yang dibangun Baznas Kabupaten Cirebon.

“Pada bulan ini Baznas Kabupaten Cirebon membangun lima unit rumah dari awal sampai jadi. Salah satunya rumah milik Asmadi warga  Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan,” kata Imron.

Di Kabupaten Cirebon jumlah rumah tidak layak huni mencapai 10 ribu lebih. Menurutnya, dengan angka tersebut semuanya tidak bisa tertangani Pemkab Cirebon.

“Kami mengajak kepada masyarakat Kabupaten Cirebon yang kaya untuk membantu pemerintah daerah dengan cara menitipkan zakatnya di Baznas. Nanti zakat tersebut dikelola Baznas, salah satunya untuk perbaikan rutilahu,” ajaknya.

Ia mengungkapkan, Pemda Kabupaten Cirebon bersama Baznas sudah mendata rutilahu dan memang harus segera diberikan bantuan.

“Baru ada 500 lebih rutilahu yang namanya sudah terdata untuk mendapatkan bantuan. Ini merupakan keterbatasan Pemda Kabupaten Cirebon karena dibandingkan 10 ribu lebihnya kita masih kekurangan dana,” terang Imron.

Namun demikian, kata Imron, selain bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon, bantuan untuk Rutilahu sendiri bisa didapat dari pemerintah desa.

“Bantuan rutilahu bisa dari pemdes dengan menggunakan Dana Desa. Akan tetapi pemerintah desa harus melakukan koordinasi atau musyawarah desa bahwa anggaran desa dipakai untuk membangun rumah yang tidak layak huni,” ungkap Imron.

Imron mengatakan, ada dua desa di Kecamatan Pasaleman dan Ciledug yang mengajukan untuk rehab masjid.

“Untuk rehab masjid, Pemkab Cirebon  menyetujui untuk memberikan bantuan. Saya berharap dana tersebut harus dipakai untuk kepentingan masyarakat tetapi dengan cara musyawarah desa dan lapor ke pak camat terlebih dahulu,” ujarnya.

Sementara itu, kepala Desa Lungbenda Kecamatan Palimanan, Saleh mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon dan Baznas yang telah membantu membangun rumah milik warganya.

“Terimakasih Pak Bupati Imron dan Kepala Baznas yang sudah meresmikan rumah tidak layak huni milik warga kami. Rumah ini dibangun dari mulai awal sampai jadi oleh Pemda Kabupaten Cirebon dan Baznas,” katanya. (Nur)

Kepsek SMPN 2, Dr Hj Ani Rusnaneni MPd Gagas Sekolah Berbasis Akhlakul Karimah

TANAMKAN AKHLAK : Kepsek SMPN 2 Kota Cirebon mengagas SMP Negeri 2 menjadi sekolah berbasis akhlakul karimah dan siswa siswi yang berprestasi.

FOKUS CIREBON, FC -  Sosok Dr Hj  Ani Rusnaneni MPd, Kepala SMPN 2 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. 

Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat Dr Hj Ani Rusnaneni MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Hj Ani sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Hj Ani tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. 

"Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati," katanya.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Hj Ani, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Hj Ani juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan di SMPN 2 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Hj Ani yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 7 tempat bekerja sebelumnya. (din)

Rabu, 03 Maret 2021

Kabupaten Cirebon Zona Hijau, Siap Percepat Pemulihan Ekonomi

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon melakukan rapat evaluasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3/2021).

Dalam hasil rapat evaluasi tersebut, Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag menyebutkan, di wilayah Jawa Barat saat ini tidak lagi menyisakan zona merah. Kabupaten Cirebon pun kini masuk ke dalam zona hijau (aman) penyebaran Covid-19.

Meskipun dalam zona hijau, satu wilayah di Kabupaten Cirebon yaitu Kelurahan Tukmudal, masih berada di zona risiko tinggi penyebaran wabah corona. 

"Adanya level ini berharap, kepada seluruh masyarakat harus tetap mempertahankan kedisiplinan, jangan sampai naik kembali," kata Imron. 

Meskipun Kelurahan Tukmudal masih berada di zona merah, aktivitas seluruh warga di wilayah tersebut tidak dibatasi secara ketat, namun sebatas level rukun warga (RW) warga terkonfirmasi positif Covid-19. 

Imron mengatakan, perubahan level tersebut diharapkan mampu memacu semangat masyarakat untuk melakukan pemulihan ekonomi, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Kepada warga kami minta untuk cinta terhadap produk daerah. Hal ini supaya kehidupan ekonomi masyarakat berjalan, dan pendatang pun bisa menikmati produk khas dari Cirebon," katanya. 


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, tiga kecamatan yaitu Sumber, Talun, dan Kedawung, masih berada di zona merah penyebaran. Ketiga kecamatan tersebut bertahan sejak beberapa pekan lalu. 

Pada pelaksanaan PPKM periode 15 sampai 21 Februari, jumlah warga terkonfirmasi positif sebanyak 204. Kemudian periode 22 sampai 28 Februari ada 222 kasus. "Protokol kesehatan harus tetap dijaga," kata Eni. (din)

Bupati Bareng Forkopimda Lakukan Monitoring Vaksinasi Covid-19

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag bersama Forkopimda monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid 19.


FOKUS CIREBON.- Bupati Cirebon Drs. H. Imron M.Ag bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), melakukan monitoring pelaksanaan vaksinasi ke sejumlah instansi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Cirebon, Rabu (3/3/2021). 

Pada monitoring tersebut, Imron mengawali pemantauan ke Mapolresta Cirebon, Makodim 0620 Cirebon, dan dilanjut ke Mako Brimbob Den C Cirebon. 

Dalam pemantauan itu pun, Bupati Cirebon didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon Mohamad Luthfi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni, dan sejumlah pejabat lainnya. 

Imron mengatakan, pada tahap dua pelaksanaan vaksinasi ini, yang disasar petugas kesehatan salah satunya yakni anggota TNI-Polri.

Seluruh anggota TNI-Polri, kata Imron, setiap harinya berkontak langsung dengan banyak orang. Beberapa di antaranya, membantu pemerintah melakukan percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Cirebon. 

"Dalam hasil monitoring tadi, pelaksanaan pun sudah berjalan lancar," kata Imron. 

Ia mengatakan, mulai April 2021 vaksinasi Covid-19 akan menyasar warga sipil. Penyuntikan vaksin kepada anggota TNI-Polri pun dipastikan selesai pada pekan ini. 

"Kalau di Polres besok sudah beres, 1.400 sudah disuntik dan di Kodim juga hari ini beres," katanya. 


Komandan Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Sugir mengatakan, jumlah anggota dari Kodim 0620 sebanyak 595 orang. Jumlah tersebut terdiri dari anggota TNI serta pegawai negeri sipil (PNS). 

Namun, lanjut Sugir, anggota dari Kodim 0620 yang mendapatkan vaksin Covid-19 hanya 450 orang, sebagian anggota lainnya tengah menjalankan tugas di luar Kabupaten Cirebon. 

"Untuk anggota yang saat ini tengah menjadi Satgas Citarum Harum akan dipanggil untuk vaksin sebanyak 32 orang," katanya. (din)