Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 05 Agustus 2021

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon Soroti Rotasi, Mutasi dan Promosi Yang Akan Digelar Pemerintah Kota Cirebon

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto saat memberikan tanggapan atas rencana Pemkot Cirebon yang akan menggelar rotasi, mutasi dan promosi.

CIREBON – Kabar akan digelarnya rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV oleh Pemerintah Kota Cirebon bulan Agustus 2021, mendapat sorotan Anggota Komisi 1 DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, Rabu (5/8).

Menurut Tunggal Dewananto, bahwa penempatan ASN pada keahliannya saat rotasi harus benar-benar diperhatikan pihak Pemerintah daerah.

“Fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN yang terkena itu,” kata Dewa.

Dewa mengungkapkan, ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu.

“Jangan sampai salah penempatan yang akan membuat kerjanya kurang maksimal,” ungkapnya.

Dewa berharap rotasi menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. Kemudian, kata dia, DPRD pun agar bisa dilibatkan karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota.

“Misalnya, ASN A pindah ke sini dan lainnya, kami pun bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon,” ujarnya.

Jangan sampai, kata Dewa, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan.

“Harus proporsional sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon,” pungkasnya. (Nur)

Melalui BSI Payment Point, IAIN Cirebon Bangun Pelayanan Terbaik

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon saat melakukan kegiatan gunting pita gerai BSI.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi mahasiswa. Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag berharap dengan adanya payment point BSI dapat memberikan kemudahan bertransaksi. 

Selain itu, kata Sumanta, transformasi kelembagaan IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga membutuhkan fasilitas yang menunjang, dan BSI payment point merupakan usaha konkret untuk menunjang kebutuhan IAIN Syekh Nurjati kedepan. 


"Semoga kerjasama antara IAIN Syekh Nurjati dengan Bank Syariah Indonesia dapat berjalan berkesinambungan dan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Rektor Sumanta. (din)

Wali Kota Cirebon Apresiasi KKN Gemmar Mengaji

Pelepasan Peserta KKN Gemmar Mengaji yang dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).


FOKUS CIREBON - LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengadakan acara pelepasan peserta kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Gerakan Masyarakat Maghrib  (Gemmar) Mengaji, kegiatan ini dilaksanakan secara virtual zoom meeting dan via youtube channel LP2M menara Perti, Kamis, (5/8/2021).

Hadir dalam acara pelepasan ini Rektor IAIN beserta jajaran Pimpinan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, Camat dan Lurah se-Kota Cirebon, Dosen Pembimbing Lapangan, dan 364 Peserta KKN.

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr. H. Sumanta, M.Ag secara resmi melepas 364 mahasiswa peserta KKN Gemmar Mengaji untuk selanjutnya melaksanakan kegiatan sesuai dengan pedoman dan Juknis yang sudah mereka dapatkan dalam pembekalan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon, dalam hal ini diwakili oleh Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa bangga bisa bersinergi dalam rangka kemajuan dan pengembangan lembaga, diantaranya dengan berkontribusi untuk masyarakat Kota Cirebon baik secara langsung maupun tidak, ditambah secara geografis berlokasi di Kota Cirebon”, tandas Sumanta. 

Sumanta juga berpesan kepada para peserta KKN Gemmar Mengaji, bahwa di tengah situasi yang masih pandemik, dengan pembatasan kegiatan dan gerakan sosial, maka harus pandai menyesuaikan, menempatkan dan memposisikan diri sehingga hadirnya kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini menunjang Program Kota Cirebon, begitu juga menunjang kebijakan nasional.

Ketua LP2M, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag menyatakan, hal yang melatarbelakangi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini adalah karena kita sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam mempunyai tanggung jawab moral mewujudkan amanah pengabdian kepada masyarakat, di antaranya bagaimana mewujudkan kehidupan agama dan keberagamaan di masyarakat menjadi lebih baik, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamien. 

Hal ini, kata Yani, sesuai dengan salah satu Visi SEHATI Kota Cirebon, yakni mewujudkan masyarakat Agamis. 

“Tantangan modernitas dan metropolis, serta kemajuan teknologi di era globalisasi ini telah mengikis nilai-nilai agama, di antaranya hilangnya tradisi Maghrib Mengaji, ini menjadi latar belakang kami berkomitmen melaksanakan kegiatan ini, dan kegiatan ini didesain dengan kolaborasi dan sinergi antar kampus, Pemda Kota Cirebon, Kemenag Kota Cirebon, Lembaga Pengembangan Tilawah Al-Quran, Attaqwa Center. Kampus punya SDM berupa para Dosen Pembimbing dan para mahasiswa”, ujar Yani.
 
Kang Yani, sapaan akrab Ketua lP2M IAIN Cirebon menjelaskan, kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini diikuti oleh 364 mahasiswa, mereka diterjunkan di  lokasi 22 Masjid Jami’ se-Kota Cirebon. Sementara kriteria masjid lokasi KKN Gemmar Mengaji ini adalah belum ada kegiatan Maghrib mengaji. 

"Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai 05 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2021. Kehadiran Mahasiswa IAIN di masyarakat Kota Cirebon, jangan dipandang sebagai masalah. Namun justru bagaimana mahasiswa hadir di masyarakat menjadi instrumen, bagian pencerah spiritualitas masyarakat yang sedang risau dalam menghadapi pandemi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai konselor tentang pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjadi sukarelawan pihak kelurahan dalam aksi-aksi penanggulangan dampak pandemi covid-19 di Kota Cirebon," ujar Yani.

Drs. Sutisna, M.Si Asisten Pemerintahan dan Kesra Kota Cirebon, dalam sambutan Wali Kota Cirebon menyampaikan,  Wali Kota Cirebon mengapresiasi kegiatan KKN Gemmar Mengaji ini. 

Wali Kota Cirebon berharap terlaksananya kegiatan ini dapat kembali memakmurkan masjid, menghidupkan kembali tradisi maghrib mengaji.

“Memang kondisi saat ini di tengah pandemik, tidak mudah melaksanakan kegiatan apapun. Namun dengan keyakinan, dukungan, dan sinergi seluruh komponen, kami yakin kegiatan ini akan berjalan lancar dan akan bisa membawa kontribusi banyak bagi masyarakat Kota Cirebon, dengan bacaan Bismillahirrohmanirrohim kami terima Peserta KKN Gemmar Mengaji ini”, tandas beliau menutup sambutan. (din)

Senin, 02 Agustus 2021

Libatkan Lurah dan Camat, LP2M IAIN Cirebon Sosialisasikan KKN Gemmar Mengaji

Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ahmad Yani, tengah mmberikan sosialisasi KKN GEMMAR MENGAJI yang melibatkan Lurah dan Camat Se Kota Cirebon. 


fokuscirebon.com - Masa Pandemi Covid-19 bukan penghalang untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat, justru saatnya perguruan tinggi hadir melalui pusat pengabdian kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menghadapi pandemi ini.

Demikian disampaikan Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ahmad Yani dalam acara Sosialisasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gerakan Masyarakat Maghrib (Gemmar Mengaji) kepada para Camat dan Lurah se Kota Cirebon, Senin, (2/8/2021).

Masih menurut Kang Yani sapaan akrab (Ahmad Yani) bahwa KKN Gemmar mengaji merupakan affirmasi dan Kolaborasi, bahwa IAIN Syekh Nurjati sebagai salah satu Perguruan Tinggai Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) punya misi meningkatkan tarap kehidupan beragama, dengan menginternalisasikan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil aalamiin di masyarakat.

Sementara Pemerintah Daerah Kota Cirebon di mana kampus  ini berada mempunyai Visi agamis yang harus didorong untuk mewujudkannya. Maka melalui KKN Gemmar Mengaji ini yang juga bekolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), Kementerian Agama dan At-Taqwa Centre Kota Cirebon diharapakan dapat bersinergi dalam menghidupkan kembali tradisi maghrib mengaji yang sudah semakin terkikis khususnya di Kota Cirebon. 

"Para Peserta KKN GM ini bersama masyarakat akan berkolaborasi untuk melakukan pendataan dasar tentang masyarakat yang buta aksara Alqur'an, kemudian dijadikan sasaran program, yang juga akan desain berbagai program pengembangan minat bakat keagamaan bagi peserta program di masjid sasaran," tutur Kang Yani.

Kang Yani menjelaskan, mengapa KKN Gemmar mengaji ini dilaksankan pada masa pandemi?, menurutnya, justru kehadiran Mahasiswa IAIN di masyarakat Kota Cirebon, jangan dipandang sebagai masalah. Namun justru bagaimana mahasiswa hadir di masyarakat menjadi bagian pencerah spiritualitas masyarakat yang sedang risau dalam menghadapi pandemi, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai konselor tentang pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjadi sukarelawan pihak kelurahan dalam aksi-aksi penanggulangan dampak pandemi covid-19 di Kota Cirebon.

"Sosialisasi yang dilaksanakan 2 Agustus 2021 itu berjalan lancar dan diikuti oleh para Lurah dan Camat se Kota Cirebon, KKN GM sendiri akan berlangsung dari tanggal 5 Agustus sd. 31 Oktober 2021 di 22 Kelurahan se Kota Cirebon.

Dalam Pelaksanaannya, sebanyak 400 mahasiswa akan didampingi oleh 22 Dosen Pembimbing Lapangan.

Mengakhiri sambutannya, Kang Yani menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang telah mendukung program KKN GM ini, LPTQ, Attaqwa Centre dan Kemenag Kantor Kota Cirebon. (din)

Minggu, 01 Agustus 2021

Pemkot Cirebon dan Forkopimda Bantu Warga Lewat Bantuan Sembako

CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengunjungi Kampung Cangkol Tengah dan Selatan, Minggu 1 Agustus 2021.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga setempat yang belum pernah terdata dan menerima bantuan dari program bantuan manapun. “Apa yang kami lakukan sekarang, seperti yang dilakukan oleh tim Polres Cirebon Kota, Kodim 0614, untuk memotivasi semua elemen masyarakat, ayo kita bantu masyarakat yang terdampak Covid-19, agar perekonomian lebih cepat pulih,” kata Azis.

Ia mengungkapkan, di tengah-tengah kondisi pandemi Covid-19 ini, kegiatan bakti sosial secara bergotong-royong sangat berarti untuk warga yang terdampak secara ekonomi di masa pandemi ini. “Tanggung jawab dalam mengatasi Covid-19 bukan saja penyelenggaraan pemerintahan, tapi merupakan tanggung jawab bersama bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya mereka yang mendapat rezeki lebih beruntung dari masyarakat lain,” ujar Azis.

Ia mengatakan, pemerintah pusat di masa pandemi ini telah menggelontorkan beberapa program bantuan secara reguler, seperti melalui bantuan sosial tunai (BST), program keluarga harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan sejenisnya. “Apa yang kami lakukan ini adalah gerakan moral, untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.

Contohnya, dijelaskan Azis, warga kurang mampu yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, perlu diberi bantuan karena harus tetap di rumah. “Untuk memeratakan pembagian bantuan, ini akan kami lakukan secara terus menerus sambil mengumpulkan dana secara swadaya, kemudian kami bergerak menyalurkan,” ungkap Azis.

Sementara itu, Ketua RW 06 Cangkol Selatan Kelurahan Lemahwungkuk, Dedi Sumarna mengatakan, di wilayahnya ada 190 warga yang tidak terdata di program bantuan pemerintah. Karenanya, ia mencatat dan menyampaikan data ke Pemda untuk memohon bantuan dari sumber lain. “Total warga kami, 600 KK (Kepala Keluarga), selain warga yang menerima bantuan hari ini, semuanya sudah mendapatkan bantuan, baik dari BST, PKH, BPNT,” jelasnya.

Dedi berharap, bantuan dari hasil swadaya yang disalurkan oleh Walikota dan Forkopimda ini dapat meringankan beban warga. “Ini (yang menerima bantuan) belum pernah dapat apa-apa (bantuan), dengan ini juga warga mudah-mudahan tidak ada kecemburuan sosial,” ungkap Dedi.

Jumat, 30 Juli 2021

Walikota Cirebon Lantik 41 ASN Eselon II, III dan IV

CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon, Dr H Nashrudin Azis SH, melantik 41 pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda).

Dalam pelantikan teraebut, Wali Kota Cirebon ingatkan untuk selalu berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bahkan mereka juga diminta untuk bekerja dengan ikhlas, Jumat, 30 Juli 2021.

Pada kegiatan ini, terdapat 41 Aparatur Sipil Negara (ASN) eselon II, III dan IV di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

Di masa pelaksanaan PPKM level 4, pelantikan pejabat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Terlihat dengan hanya 4 pejabat yang hadir secara fisik, sedangkan lainnya mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah secara virtual.

“Kepada seluruh ASN yang dilantik dan dikukuhkan hari ini, saya ucapkan selamat,” ungkap Azis.

Sekalipun sebagian besar ASN yang dilantik mengikuti secara virtual, namun diyakini Azis tetap tidak mengurangi kekhidmatan dari pelantikan yang digelar hari ini.

Selanjutnya Azis menambahkan dibalik pelantikan yang digelar hari ini, ada tugas negara dan tanggung jawab besar yang harus dipikul. “Yaitu menyukseskan jalannya pemerintahan di Kota Cirebon,” tegas Azis. 

Untuk itu, Azis meminta agar mereka dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Selain itu, Azis juga meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan tugas keseharian dengan penuh keikhlasan.

Menurut Azis, dengan ikhlas, tugas seberat apa pun akan menjadi lebih ringan. “Serta memberikan manfaat dunia dan akhirat,” ucap Azis.

Untuk pejabat yang baru dilantik dan menempati posisi sesuai dengan yang diinginkan, Azis meminta mereka tidak bersuka cita secara berlebihan.

Begitu juga untuk yang kecewa, tidak bersedih secara berlebihan. “Karena ini sudah menjadi takdir dari Allah SWT,” ungkap Azis.

Sementara itu, dua pejabat eselon dua yang dilantik masing-masing Drs Asep Gina Muharam sebagai Inspektur Daerah dan Eli Haryati S.Sos., M.Si., sebagai staf ahli Wali Kota Cirebon.

Inspektur Daerah yang baru dilantik, Drs. Asep Gina Muharam, menjelaskan dirinya memiliki program untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di Inspektorat Kota Cirebon.

“Peningkatan tersebut dilakukan bisa melalui diklat maupun bimtek,” ungkap Asep Gina.

Di masa pandemi Covid-19 ini, pengawalan terkait penanganan Covid-19 juga akan mereka lakukan. “Dengan sinergi yang baik Insya Allah ke depannya Kota Cirebon akan lebih maju,” ungkap Asep. (Heri)

Kamis, 29 Juli 2021

Direktorat Jenderal Kementerian Agama RI, M.Ali Ramdhani, membuka kegiatan Muktamar ITHLA Ke IX Yang Berpusat di IAIN Syekh Nujati Cirebon

 

FOKUS CIREBON, FC  - Direktorat Jenderal Kementerian Agama RI, M.Ali Ramdhani, membuka kegiatan Muktamar ITHLA Ke IX yang berpusat di IAIN Syekh Nujati Cirebon dan dilaksanakan secara online, Kamis (29/7/2021).

Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani (Dirjen Kemenag RI) dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih kepada Dr. H. Sumanta, M.Ag(Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon) di mana IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersedia menjadi tuan rumah Muktamar ITHLA ke IX yang dilaksanakan secara online tahun ini.

Menurut Ali Ramdhani, ITHLA yang sedang melakukan transformasi untuk berdikari berharap harus tetap mempertimbangkan wasathiah, mengedepankan unsur kemahasiswaan, ke-Indonesiaan dan berbahasa Arab sehingga mampu menjadi aspek insan yang memperkokoh, menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan jangan melupakan kebudayaan.

Dijelaskan, bahwa perkembangan bahasa Arab di dunia mengalami perkembangan yang pesat, dilihat dari konteks global di mana di benua Eropa, Asia Timur, studi Bahasa Arab mengalami perkembangan yang signifikan dalam dekade ini, penduduk yang menggunakan bahasa Arab merupakan terbesar ke lima setelah Cina, Spanyol, Inggris dan Kurdu. 

Dilingkup Asia Timur (Cina, Korea Slatan dan Taiwan) studi Bahasa Arab menjadi Bahasa asing kedua setelah Bahasa Inggris. "Bahasa Arab Penting kedudukannya dalam agama Islam, terutama di negara Indonesia yang mayoritas Islam, tetapi jangan melupakan konteks kebudayaan yang ada di Indonesia," terangnya.

Sementara itu, dalam kegiatan pembukaan Muktamar ITHLA ke IX, sejumlah tari-tarian tradisional ditampilkan, seperti tari topeng, gamelan, hadrah dan musik akuistik yang diperankan oleh mahasiswa-mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sehingga pembukaan Muktamar ITHlA, selain memakau dan memiliki kebanggaan tersendiri juga seluruh kegiatannya berjalan baik dan lancar. (din)