Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Maret 2025

Disbudpar Kabupaten Cirebon Matangkan Persiapan Edu Heritage PG Karangsuwung

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan audiensi persiapan Edu Heritage Pabrik Gula (PG) Karangsuwung dan Arkeologi Maritim dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX Provinsi Jawa Barat.

Selain Disbudpar, tampak hadir perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Pelestarian, Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya yang ada di Kabupaten Cirebon.

Selain itu, audiensi ini bertujuan untuk membahas sinergitas dan kolaborasi dalam rangka mendukung pengembangan kebudayaan yang lebih optimal di Kabupaten Cirebon.

Perlu diketahaui, PG Karangsuwung merupakan pabrik gula tertua di Indonesia. Pabrik gula yang terletak di Desa Karangsuwung Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon ini, didirikan pada tahun 1867 oleh keluarga besar Hubertus Paulus Hoevernaar.

Di sana, sisa mesin-mesin besar masih tersimpan, salah satunya Java Pomp, Machinefabriek Reineveldelfte yang dibuat tahun 1918.

Dan, yang menjadi ciri khas dari pabrik gula ini adalah masih berdiri dengan kokohnya cerobong asap dan dapat terlihat dari kejauhan. (Ara)

Konsulat RI Darwin Buka Jalan Mahasiswa UIN Siber Cirebon Magang Sebagai Asisten Pengajar BIPA di Australia

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Islamic University (CIU),  bekerja sama dengan Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin, Australia, meluncurkan program magang internasional untuk mahasiswa UIN SSC sebagai Indonesian Language Teacher Assistant dalam program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). 

Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa sekaligus memperkuat eksistensi Bahasa Indonesia di tingkat internasional, khususnya di Australia. Jum’at, (13/03/2025).

Minat belajar Bahasa Indonesia di Australia saat ini mengalami penurunan signifikan. Laporan The Australian pada Desember 2024 mencatat bahwa jumlah mahasiswa yang mempelajari Bahasa Indonesia menurun drastis dibandingkan lima dekade lalu, dengan proyeksi bahwa bahasa ini dapat hilang dari universitas-universitas Australia pada tahun 2031. 

Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya motivasi, keyakinan bahwa bahasa Inggris sudah cukup, serta upaya promosi yang tidak konsisten.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, UIN SSC mengambil langkah konkret melalui program BIPA yang telah terbukti efektif dalam mengajarkan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa internasional. 

Dengan pendekatan komunikatif dan inovatif, program ini memanfaatkan interaksi langsung dengan penutur asli serta teknologi digital untuk mempercepat pembelajaran. Keberhasilan ini menjadi modal kuat dalam menyusun strategi pengajaran BIPA di Australia.

Kerja sama ini juga didukung penuh oleh Konsulat RI Darwin, yang dipimpin oleh Konsul Bagus Hendraning Kobarsih, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) di Canberra, yang kini dipimpin oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib. 

Baik Konsulat RI Darwin dan Atdikbud KBRI di Canberra akan membantu UIN SSC menjalin hubungan dengan Northern Territory Department of Education guna memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). 

MoU ini akan menjadi landasan kerja sama jangka panjang antara UIN SSC, pemerintah federal, dan pemerintah negara bagian di Australia untuk menjalankan program magang ini secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa UIN SSC akan dikirim sebagai asisten pengajar BIPA di institusi pendidikan di Darwin dan wilayah lain di Australia. Tidak hanya meningkatkan kemampuan pengajaran lintas budaya, program ini juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang pendidikan dan budaya. 

Langkah ini sejalan dengan strategi diplomasi bahasa dan budaya Indonesia untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia ke tingkat internasional.

Jika terealisasi, program ini akan menjadi tonggak penting dalam mempromosikan Bahasa Indonesia di Australia, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai pusat pendidikan dan budaya di kawasan Asia Pasifik. 

Lebih dari sekadar program akademik, inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun jembatan pemahaman, memperkuat identitas bangsa, dan memastikan bahwa Bahasa Indonesia tetap memiliki tempat di panggung global.

Dengan semakin banyaknya generasi muda Australia yang mengenal dan menguasai Bahasa Indonesia, hubungan bilateral kedua negara akan semakin erat, membuka lebih banyak peluang kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial. 

Program ini bukan hanya tentang mengajar bahasa, tetapi juga tentang membangun jembatan budaya yang kokoh antara Indonesia dan Australia.

Langkah ini akan menjadi monumental bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam upaya internasionalisasi kampus di kancah global. Melalui soft diplomacy yang dikemas dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), UIN SSC tidak hanya memperkenalkan bahasa, tetapi juga membawa nilai-nilai luhur budaya Indonesia ke dunia internasional. 

Program ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan dapat menjadi alat diplomasi yang kuat untuk membangun jembatan antarbangsa. 

Dengan mengirimkan mahasiswa sebagai duta bahasa dan budaya, UIN SSC menunjukkan komitmennya untuk menjadi pelopor dalam mempromosikan identitas Indonesia di panggung global. 

Semangat ini adalah inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi, melintasi batas-batas geografis, dan membawa nama bangsa ke puncak kejayaan. 

Melalui program ini, UIN SSC tidak hanya mencetak pengajar handal, tetapi juga pemimpin masa depan yang siap menyuarakan keberagaman, toleransi, dan persatuan di tengah dunia yang semakin terhubung. 

"Ini adalah langkah besar menuju visi Indonesia Emas 2045, di mana pendidikan dan budaya menjadi garda terdepan diplomasi internasional,"tandasnya. (din)

Pemkab Cirebon Bersama Polresta Cirebon Menggelar Patroli Sahur, Wujudkan Bentuk Kepedulian

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersinergi dengan Polresta Cirebon menggelar patroli sahur sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga, tetapi juga menjadi sarana berbagi dengan warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.

Bupati Cirebon Imron yang turut serta dalam patroli sahur, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan membagikan ratusan paket makanan kepada masyarakat yang ditemui di sepanjang rute patroli.

“Kami bersama jajaran Forkopimda, mengikuti Ibu Kapolresta Cirebon dalam mengadakan sahur keliling. Tadi, kami telah membagikan 300 paket makanan kepada warga yang berada di jalan yang kami lalui. Alhamdulillah, semuanya sudah tersalurkan,” ujar Imron, selasa (10/2/2025) dini hari.

Patroli sahur yang digelar di tiga titik di Kecamatan Sumber dan Weru ini tidak hanya menyusuri jalan-jalan utama, tetapi juga masuk ke kawasan permukiman warga. Hal ini bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap kondusif selama waktu sahur.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa selain membagikan makanan, pihaknya juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.

“Kami juga membagikan paket sembako dan makanan, sekaligus menyampaikan pesan Kamtibmas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi di waktu subuh,” ucap Sumarni.

“Kami berharap, dengan adanya patroli ini, situasi tetap aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan lancer dan menjalankan ibadah puasa dengan nyaman,” ungkapnya.

Inisiatif patroli sahur keliling ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya pembagian makanan sahur, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan atau belum sempat menyiapkan makanan.

“Alhamdulillah, saya kebetulan sedang di luar rumah dan belum sempat makan sahur. Tiba-tiba ada petugas yang membagikan makanan, jadi ini sangat membantu. Semoga kegiatan ini terus ada di Ramadan berikutnya,” ujar Rudi, salah seorang warga yang menerima paket makanan.

Selain memberikan manfaat secara sosial, patroli ini juga diharapkan dapat menekan angka kejahatan yang biasanya meningkat saat dini hari. Dengan kehadiran aparat keamanan yang berpatroli, masyarakat pun merasa lebih aman saat beraktivitas menjelang waktu subuh. (din)

Rabu, 12 Maret 2025

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siapkan Program Magang Internasional ke Jepang

 

CIREBON, FC – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang juga dikenal dengan Cyber Isamic University (CIU),  melalui Pusat International Office & Partnership sukses menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan program magang internasional (international paid internship) yang akan dilaksanakan di kawasan Kanazawa, Jepang, mulai pertengahan tahun ini. Rapat ini berlangsung secara daring melalui platform Google Meet pada hari Rabu, 12 Oktober 2025, pukul 10.00 hingga 10.45 WIB.

 Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ayus Ahmad Yusuf, Kepala Pusat International Office UIN SSC, Lala Bumela, Ph.D, Kepala Pusat International Department dari International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM), Mr Ivan Chabibilah, dan mitra kerja dari ICCCM, Lina Suhairy, yang berbasis di Vancouver, Canada.

Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dengan sambutan dan pemaparan dari Kepala Pusat International Office, Lala Bumela, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa program magang ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi kampus. 

Program magang ini dirancang untuk membuka peluang bagi mahasiswa/i untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang budaya kerja di Jepang, memperluas jaringan internasional, dan meningkatkan kemampuan profesional di lingkungan global, dan terutama untuk memenuhi keperluan akreditasi unggul Jurusan.

Ms. Lina Suhairy dari ICCCM kemudian memaparkan secara rinci mengenai mekanisme dan teknis pelaksanaan program magang ini. 

Menurutnya, program ini akan dilaksanakan di Jepang, tepatnya di daerah Kanazawa, yang merupakan daerah pedesaan modern dengan pemandangan alam yang indah serta nilai budaya yang kuat. 

Kanazawa dipilih karena merupakan lokasi yang kondusif bagi mahasiswa/i untuk mempelajari budaya kerja Jepang sekaligus memperkaya pengalaman lintas budaya. Program magang ini akan berlangsung selama satu semester penuh atau sekitar enam bulan dan dapat dikonversi menjadi 20 SKS.

Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa/i yang ingin mengikuti program ini. Beberapa persyaratan tersebut di antaranya adalah pembuatan paspor, pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan sehat, dan kemampuan berbahasa Inggris pada level intermediate hingga upper-intermediate (B1 – B2). 

Ms. Lina juga menegaskan bahwa program ini merupakan paid internship atau program magang berbayar, di mana setiap peserta akan menerima tunjangan sebesar Rp10 juta per bulan. 

Selain itu, perusahaan yang bersangkutan biasanya menyediakan tempat tinggal berupa asrama untuk peserta magang. Jika perusahaan tidak menyediakan akomodasi, peserta dapat menyewa tempat tinggal dengan biaya sekitar Rp4 – 5 juta per bulan.

Dalam sesi diskusi, Wakil Rektor I UIN SSC, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf,M.Si.,  menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Beliau menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa/i serta memperkuat posisi UIN SSC di tingkat global. 

Dr. Ayus juga menyampaikan kesiapannya untuk meninjau langsung lokasi pelaksanaan program di Kanazawa bersama Kepala Pusat International Office, Lala Bumela, Ph.D., dan mitra dari ICCCM, Ms. Lina Suhairy. Ia berharap program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa/i, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam ke komunitas internasional di Jepang.

Selain itu, ICCCM juga berharap program magang ini dapat dikolaborasikan dengan kegiatan International Community Service. Dengan demikian, diharapkan dari satu program ini dapat muncul peluang kolaborasi lain yang memperkuat posisi UIN SSC dalam kerja sama internasional.

Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, Ms. Lina Suhairy akan melakukan koordinasi langsung dengan Mr. Matsui, mitra yang berdomisili di Kanazawa, untuk membahas detail teknis pelaksanaan dan kesiapan perusahaan mitra di Jepang. Hasil koordinasi ini akan menjadi dasar untuk finalisasi program dan pendaftaran peserta yang akan dikolaborasikan dengan International Office & Partnership UIN SSC. (din)

Wakil Wali Kota Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD 2026

CIREBON– Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, mewakili Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, membuka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Cirebon Tahun 2026 di Sekretariat Daerah, Rabu (12/3/2025). 

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi serta sejumlah kepala perangkat daerah. 

Forum ini merupakan bagian dari proses perencanaan tahunan yang penting untuk merumuskan arah pembangunan daerah ke depan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa penyusunan RKPD merupakan kegiatan rutin yang melibatkan berbagai pendekatan, baik teknokratik, partisipatif, maupun politis. 

"Forum ini bertujuan untuk mengumpulkan aspirasi dari semua pihak terkait, sehingga perencanaan yang dihasilkan dapat mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, forum ini juga menjadi langkah awal untuk menghimpun berbagai harapan dan masukan dari para pemangku kepentingan, guna menentukan prioritas dan sasaran pembangunan Kota Cirebon pada tahun 2026. 

"Kami berharap, melalui forum ini, seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam proses perencanaan yang lebih transparan dan inklusif," tambahnya.

Untuk diketahui, dalam proses penyusunan RKPD Tahun 2026, terdapat tiga tujuan besar yang akan diutamakan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa, serta melakukan penataan kota berkelanjutan. 

Ketiga tujuan ini menjadi landasan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon.

Wakil Wali Kota juga mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk tetap berkomitmen dan semangat dalam menjalankan tugasnya, meskipun di tengah upaya efisiensi dan realokasi anggaran. 

"Penting untuk tetap fokus pada prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota juga menggarisbawahi beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti penanggulangan banjir, infrastruktur jalan, ruang kelas belajar, sarana prasarana pendidikan, serta pelayanan kesehatan di Kota Cirebon. 

"Masalah-masalah tersebut harus menjadi prioritas dalam perencanaan agar dapat diatasi dengan efektif," ujarnya.

Wakil Wali Kota menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan dengan rencana kerja di tingkat kota. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada para Camat dan Lurah yang telah melaksanakan Rembug Warga dan Musrenbang untuk menyusun aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing," tuturnya. (din)



Wabup Jigus Dorong Optimalisasi Pengumpulan Zakat Fitrah Di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman mendorong optimalisasi pengumpulan zakat fitrah di wilayahnya, agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri pembukaan sosialisasi zakat fitrah kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tingkat kecamatan di Ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3/2025).

“Zakat fitrah memiliki peran penting dalam membersihkan diri dari kesalahan selama Ramadan, serta membantu masyarakat yang kurang mampu,” ujar pria yang akrab Jigus ini.

Jigus berharap, BAZNAS terus bermitra dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajiban akan zakat fitrah ini.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam memperkuat kegiatan sosial keagamaan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah.

Jigus mengatakan, BAZNAS Kabupaten Cirebon sudah menetapkan besaran zakat fitrah pada 1446 Hijriah sebanyak 2,5 kilogram beras atau jika dikonversikan dalam bentuk uang sebesar Rp40 ribu per orang.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Cirebon KH Ahmad Zaeni Dahlan, menyampaikan harapannya agar pengumpulan zakat fitrah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami berharap setelah sosialisasi ini, pengumpulan zakat fitrah di Kabupaten Cirebon dapat meningkat, sehingga manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan UPZ dari seluruh kecamatan di Kabupaten Cirebon, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan tata kelola zakat fitrah yang lebih baik. (din)

Bupati Cirebon Berikan Perhatian Kepada ABH Untuk Belajar di Ponpes dan Modal Usaha

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yang bermasalah dengan hukum (ABH) dengan menawarkan mereka kesempatan untuk belajar di pondok pesantren atau mendapatkan modal usaha bagi yang ingin berubah.

Seperti yang disampaikan oleh Imron saat menghadiri kegiatan Pesantren Kilat ABH yang digelar oleh Polresta Cirebon di Masjid Syarif Hidayatullah, Asrama Polisi Kaliwadas, Kabupaten Cirebon, Rabu (12/3/2025).

“Siapa yang mau mondok, saya berangkatkan ke pondok pesantren. Kalau ada yang mau buka usaha, nanti saya berikan modal, yang penting mau berubah,” ujar Imron di hadapan puluhan peserta pesantren kilat.

Imron mengaku prihatin dengan masih banyaknya anak-anak di Kabupaten Cirebon yang terseret dalam masalah hukum. Menurutnya, minimnya perhatian orang tua menjadi salah satu penyebab utama anak-anak terlibat dalam perilaku negatif.

“Saya merasa prihatin, karena ternyata masih banyak anak-anak di Kabupaten Cirebon yang kurang perhatian dari orang tua. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua, baik masyarakat maupun orang tua, untuk menjaga mereka agar tidak sampai terlibat kasus hukum sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membimbing anak-anak, agar tidak kembali terjerumus dalam kenakalan remaja.

Imron mengapresiasi Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, yang telah menginisiasi program Pesantren Kilat bagi ABH. Menurutnya, pembinaan seperti ini lebih baik daripada anak-anak harus berhadapan dengan proses hukum, yang bisa membuat masa depan mereka semakin sulit.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Kapolresta yang telah membina anak-anak ini. Mereka harus dibina agar tidak mengulangi kesalahan. Kalau sudah masuk proses hukum, masa depan mereka akan lebih sulit. Tapi dengan pembinaan seperti ini, kita berharap mereka bisa berubah dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan adanya program pesantren kilat serta tawaran bantuan dari Pemkab Cirebon, diharapkan anak-anak yang pernah bermasalah dengan hukum dapat memperbaiki kehidupannya.

Tidak hanya mendapatkan kesempatan mondok di pesantren, tetapi juga bantuan modal usaha bagi mereka yang ingin berwirausaha.

“Kami ingin anak-anak ini memiliki masa depan yang lebih baik. Mereka harus diberi kesempatan untuk berubah, dan kami siap membantu,” pungkasnya.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa program Pesantren Kilat ABH ini sudah memasuki angkatan ketiga. Tahun ini, sebanyak 51 anak dibina setelah sebelumnya terlibat dalam berbagai pelanggaran, seperti perang sarung, konvoi liar dan kepemilikan senjata tajam.

“Kami berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memberikan pembinaan kepada anak-anak ini, agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, kami ingin mereka siap menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan,” jelas Sumarni.

Dalam pesantren kilat ini, para peserta mendapatkan berbagai materi dari beberapa pihak terkait, di antaranya tasawuf psikoterapi oleh Universitas Muhammadiyah Cirebon, untuk membantu peserta memahami spiritualitas dan kesadaran diri.

Lalu materi kesadaran hukum dan ketertiban lalu lintas oleh Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, untuk memberikan wawasan tentang aturan hukum dan dampak pelanggarannya.

Serta pelatihan ekonomi kreatif, untuk membekali peserta dengan keterampilan wirausaha agar mereka bisa mandiri.

Selain itu, turut hadir perwakilan DPRD Kabupaten Cirebon untuk memberikan dukungan terhadap program ini.

“Beberapa peserta yang sudah lulus sekolah juga diarahkan agar bisa melanjutkan pendidikan atau mengikuti pelatihan keterampilan,” imbuh Sumarni. (din)