Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 19 April 2025

Dari Totebag hingga Trupark : HIMASOS UIN Siber Cirebon Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

CIREBON, FC– Memperingati Hari Kebudayaan Universal, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Sosial (HIMASOS) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (Cyber Islamic University/CIU) menggelar kegiatan Eksplorasi Budaya yang berfokus pada pelestarian budaya lokal, khususnya batik tradisional Cirebon. Sabtu, (19/04/2025)

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda unggulan HIMASOS periode 2025–2026, dan diinisiasi langsung oleh Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).

Mengusung semangat "Mengenal, Meresapi, dan Melestarikan Budaya Bangsa", kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu pagi ini berlangsung meriah di Rumah Produksi Batik milik Bapak Olga serta Museum Trupark, dua lokasi yang menjadi simbol kekayaan warisan budaya Cirebon.

Serunya Membatik di Atas Totebag

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan titik kumpul di depan Sekretariat HIMASOS. Dipandu langsung oleh Ketua Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmy Nadiyah Harits, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan.

Setibanya di Rumah Produksi Batik, peserta disambut dengan sesi menggambar pola batik di atas totebag canvas. Uniknya, setiap peserta bebas mengekspresikan kreativitas dan imajinasinya sendiri.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar tentang batik sebagai warisan budaya, tetapi juga merasakannya secara langsung dalam proses kreatif—dari menggambar, menyanting, hingga mewarnai,” ujar Hilmy.

Setelah menggambar pola, peserta diajarkan teknik menyanting—yakni menggambar lilin panas di atas pola batik agar warna tidak meluber. 

Dilanjutkan dengan proses pewarnaan sesuai pilihan warna masing-masing. Totebag batik hasil kreasi peserta kemudian dijemur sebagai tahap akhir proses produksi.

Menjelajahi Nilai dan Sejarah di Museum Trupark

Usai istirahat dan ibadah, peserta diajak mengunjungi Museum Trupark, sebuah museum budaya yang menampilkan ragam kekayaan budaya Cirebon. Mulai dari sejarah batik Trusmi, situs-situs budaya, hingga ragam tarian tradisional ditampilkan secara visual dan interaktif.

“Kunjungan ini memperkaya perspektif mahasiswa tentang akar budaya Cirebon, dan bagaimana budaya tersebut terus hidup di tengah masyarakat,” ujar salah satu panitia.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama pukul 14.25 WIB. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tak hanya karena pengalaman barunya, tapi juga karena mereka merasa lebih dekat dengan budaya leluhur mereka sendiri.

Kegiatan eksplorasi budaya ini mendapat apresiasi positif dari pimpinan fakultas. Dr. H. Saifuddin, M.Ag., selaku Dekan FITK, serta Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif mahasiswa dalam menjaga budaya bangsa.

“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga sarat makna. Mahasiswa belajar menghargai budaya bukan dari buku, tapi dari pengalaman nyata,” tutur Hj. Yeti.

Melalui kegiatan ini, HIMASOS berharap mahasiswa Tadris IPS UINSSC tidak hanya menjadi insan akademik yang cerdas, tetapi juga agen pelestari budaya bangsa di era globalisasi (din)

Jumat, 18 April 2025

Mahasiswa Tadris IPS UIN Siber Lakukan Mini Riset Gali Harmoni Budaya


CIREBON, FC – Dalam rangka memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dinamika sosial masyarakat Indonesia yang multikultural, mahasiswa Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon atau Cyber Islamic University (CIU) menggelar mini riset bertema Relasi Antar Budaya pada 14–18 April 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi mata kuliah Relasi Etnis dan Integrasi Bangsa, yang dirancang untuk mendorong mahasiswa agar terjun langsung mengamati realitas sosial di lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Observasi lapangan ini membangun kepekaan sosial sekaligus kemampuan analisis mahasiswa,” ujar dosen pengampu mata kuliah, Wisnu Hatami, M.Pd.

Riset dilakukan secara individu dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan meliputi wawancara ringan, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari pola interaksi antar etnis, bentuk toleransi budaya dalam keseharian, hingga cara penyelesaian konflik dalam keluarga beda budaya.

Cerita dari Bandung hingga Kuningan: Harmoni di Tengah Perbedaan

Salah satu temuan menarik datang dari Ade Nur, mahasiswa yang meneliti sebuah keluarga lintas budaya di Kabupaten Bandung. Ia menggambarkan bagaimana budaya bisa menjadi jembatan dalam menghadapi kesulitan hidup.

“Istrinya orang Sunda, suaminya dari Solo. Mereka menggabungkan budaya dalam bisnis makanan—menjual Baso Solo di tanah Sunda. Ini bukan cuma adaptasi ekonomi, tapi juga bentuk penerimaan budaya oleh masyarakat sekitar,” ungkap Ade.

Kisah lainnya datang dari Vina Rahmawati yang menggali dinamika keluarga Sunda-Bugis di Kabupaten Kuningan. Ia menemukan bagaimana budaya lokal lebih dominan dikenalkan kepada anak, namun sang ayah tetap berupaya melestarikan identitas Bugis lewat pemberian nama.

“Anaknya diberi nama Mangasai Daeng Jari. Kata ‘Daeng’ itu khas Bugis, sebagai upaya agar anak tidak lupa asal-usul ayahnya yang dari Makassar,” kata Vina.

Presentasi & Refleksi: Dari Pengamatan Jadi Pembelajaran

Hasil dari riset ini kemudian dipresentasikan dalam forum diskusi kelas pada 22 April 2025, menjadi bahan refleksi dalam memahami pentingnya integrasi sosial dan pelestarian budaya di tengah keberagaman.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan antusias dari mahasiswa. Banyak di antara mereka mengaku pengalaman lapangan ini menjadi pembelajaran yang paling membekas dan membuka wawasan baru tentang pentingnya toleransi, adaptasi, dan saling menghargai dalam masyarakat majemuk.

“Ternyata keberagaman bukan hanya teori. Di lapangan, kami melihat langsung bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam interaksi sehari-hari,” pungkas salah satu mahasiswa.

Dengan kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan budaya bangsa. (sin)

Kamis, 17 April 2025

Diah Pitaloka Didapuk Sebagai Penasehat Kebijakan Pembangunan Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rieke Diah Pitaloka didapuk sebagai penasihat kebijakan pembangunan.

Penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan Rieke Diah Pitaloka itu diserahkan langsung Bupati Cirebon Imron di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (17/4/2025).

“Penyerahan surat keputusan Bupati Cirebon tentang pengangkatan Rieke Diah Pitaloka sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon,” Imron.

Pengangkatan Rieke Diah Pitaloka ini merupakan upaya untuk meningkatkan kemajuan pembangunan Kabupaten Cirebon, baik fisik maupun nonfisik. Arah kebijakan Kabupaten Cirebon ke depan juga diharapkan berbasis data agar tepat sasaran.

Rieke mengaku siap mengemban amanah untuk memajukan Kabupaten Cirebon ke depan. Terlebih lagi, leluhur Rieke berasal dari Cirebon.

“Bagi saya pribadi, SK yang diberikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga, karena bagi saya Cirebon adalah tempat asal muasal kenapa seorang Rieke Diah Pitaloka jadi ada. Karena leluhur saya kebetulan dari Cirebon,” ucap Rieke saat memberikan sambutan usai menerima SK sebagai penasihat kebijakan pembangunan Kabupaten Cirebon.

Rieke menjelaskan, ada lima hak konstitusional rakyat yang harus diperjuangan dan penuhi. 

“Terpenuhinya sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, pekerjaan dan jaminan sosial, kehidupan sosial perlindungan hukum dan HAM, serta infrastruktur dan lingkungan hidup yang aman dan nyaman,” tulis Rieke di akun Instagram pribadinya seusai menerima SK.

Ke depan, lanjut Rieke, program yang digagas dirancang dalam Sistem Pemerintah Daerah Berbasis Data Presisi Kabupaten Cirebon. Program ini sebagai ikhtiar kebijakan dan anggaran pembangunan yang terencana, terukur dan tepat sasaran.

“Kami akan mulai dari Desa Astana, desa tempat leluhur dipeluk bumi,” kata Rieke.

Bupati Cirebon : Hari Jadi Ke 543 Kabupaten Cirebon Jangan Lupakan Sejarah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, Kamis (17/4/2025).

Bupati dan Wakil Bupati Cirebon serta rombongan, yang mengikuti napak tilas kompak mengenakan pakaian setelan adat Cirebon dengan corak dominan putih dan batik.

Rombongan bertolak ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai lokasi napak tilas. Usai berkeliling dan menggelar persamuhan dengan keluarga Keraton Kasepuhan, rombongan bergeser menuju kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati.

Ziarah dan doa bersama di kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati merupakan bagian dari penghormatan terhadap leluhur.

Kegiatan napak tilas sejatinya rangkaian pengingat sejarah lahirnya Cirebon yang telah diperjuangkan oleh leluhur. Napak tilas adalah cara untuk mengenang dan meresapi setiap perjalanan yang telah dilalui leluhur dalam membangun Cirebon. Tentunya, mengambil pelajaran-pelajaran dalam setiap peristiwa yang terjadi.

“Dalam rangka napak tilas Hari Jadi ke-543 Kabupaten Cirebon, kami sebagai penerus dan generasi sekarang jangan lupakan sejarah,” ujar Imron.

“Karena apa yang telah diperjuangkan dan dilaksanakan pendahulu kita Syekh Syarif Hidayatullah, tidak lepas dari perjuangan pendahulu kita. Maka pada hari ini, kita melaksanakan napak tilas,” ungkapnya.

Imron menambahkan, Cirebon hari ini adalah hasil perjuangan dari pendahulu kita. Kami dan masyarakat tentunya jangan lupa pada sejarah, dan memahami spirit perjuangannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Sophi Zulfia mengatakan, kegiatan napak tilas ini menjadi momen penting untuk mengenang sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon sekaligus mempererat kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

“Kami melihat langsung bukti-bukti sejarah di Keraton Kasepuhan sebagai pengingat akan terbentuknya Kabupaten Cirebon, kata Sophi.

“Semoga dengan mengenang sejarah ini, kita semua bisa lebih mencintai Kabupaten Cirebon dan melanjutkan perjuangan para leluhur,” imbuhnya.

Wali Kota Tinjau Pengerukan Sungai Cipadu, Apresiasi Respons Cepat BBWS

 

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melakukan peninjauan langsung terhadap kegiatan pengerukan Sungai Cipadu di kawasan Kesunenan, pada Kamis (17/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai guna mengurangi potensi banjir di wilayah Kota Cirebon.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro  serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait. 

Peninjauan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara Pemerintah Kota Cirebon dengan BBWS dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.

Wali Kota menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BBWS yang telah memulai pengerjaan lebih awal dari jadwal semula.

“Alhamdulillah, luar biasa. Rencana awal pengerukan dimulai pada bulan Mei, namun saat ini sudah berjalan. Saya sangat mengapresiasi BBWS yang langsung menindaklanjuti,” ujar Wali Kota.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemeliharaan sungai-sungai di Kota Cirebon. Ia berharap sinergitas antara Pemerintah Daerah dan BBWS terus terjalin dengan baik. 

"Normalisasi ini penting agar aliran air saat hujan deras dapat mengalir lebih cepat dan mengurangi risiko banjir,” tambahnya.

Wali Kota juga menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah ke dalam aliran sungai. 

Pemerintah Kota Cirebon bersama BBWS, kecamatan, dan kelurahan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai.

“Pembuangan sampah sembarangan menyebabkan aliran air tersumbat, untuk itu kami mengimbau kepada warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan bahwa terdapat enam muara sungai yang menjadi target pengerukan. 

“Kami menargetkan satu muara selesai dalam waktu dua minggu. Ada dua alat berat untuk mendukung percepatan pekerjaan,” terangnya.

Ia menambahkan, BBWS telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon untuk pemetaan ruas sungai yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. 

“Tingkat sedimentasi juga di beberapa sungai cukup tinggi, dan dalam beberapa titik mungkin akan dibutuhkan reklamasi. Namun, hal ini memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan berbagai pihak,” ungkapnya. (Ara)



Rabu, 16 April 2025

Pemkab Cirebon Lindungi Hak Hak Buruh dan Jaga Hubungan Industrial Yang Harmonis Antara Pekerja dan Pengusaha

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam melindungi hak-hak buruh sekaligus menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan pengusaha.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron pada saat menghadiri kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah Tahun Anggaran 2024-2025 yang diselenggarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto.

Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto, dengan para serikat pekerja serta perwakilan perusahaan di salah satu cafe di Kecamatan Sumber.

Imron mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kewajiban dan hak para buruh. Ia menekankan, bahwa para pekerja harus tetap menjaga kualitas kerja dan loyalitas terhadap perusahaan, sembari memastikan hak-haknya—seperti jaminan sosial—tetap terpenuhi.

“Kami menghimbau para buruh agar tetap menjaga kualitas kerja. Jika ada permasalahan, segera komunikasikan dengan pihak berwenang agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Imron, Rabu (16/4/2025).

Imron juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap menjadi jembatan komunikasi antara pekerja dan perusahaan. Bila ditemukan indikasi pelanggaran atau ketidaksesuaian dalam hubungan kerja, pemerintah siap turun tangan untuk melakukan mediasi.

“Begitu pula kepada para pengusaha, kami tekankan agar tidak mengabaikan hak-hak dasar buruh, seperti jaminan sosial dan keamanan kerja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto menyampaikan, bahwa pihaknya terus aktif memfasilitasi dialog antara serikat pekerja, perusahaan, hingga kuasa hukum masing-masing pihak.

Hal ini dilakukan demi menjaga iklim investasi yang kondusif tanpa mengorbankan kepentingan pekerja lokal.

“Kami ingin menciptakan simbiosis mutualisme antara pengusaha dan buruh. Harmoni hubungan industrial ini sangat penting, karena di satu sisi kita ingin menarik investor, tapi di sisi lain, peluang kerja bagi masyarakat Cirebon harus tetap dijaga,” ujar Novi.

Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menjelaskan bahwa isu outsourcing menjadi perhatian utama. Menurutnya, aturan ketenagakerjaan yang berlaku hanya membolehkan outsourcing untuk pekerjaan tertentu, seperti keamanan (security) dan layanan kebersihan (cleaning service).

Untuk pekerjaan inti, seperti operator dan produksi, perusahaan wajib mengikuti sistem kerja kontrak (PKWT) atau tetap (PKWTT) sesuai regulasi.

“Outsourcing hanya diperbolehkan untuk bidang tertentu. Kalau untuk operator atau tenaga inti, harus mengikuti ketentuan formal PKWT atau PKWTT. Kami juga mengawasi ketat praktik-praktik yang bisa merugikan pekerja,” imbuhnya.

Pemkab Cirebon juga telah memfasilitasi pertemuan antara serikat pekerja dan manajemen PT Yihong pada 11 April lalu.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati adanya pembahasan internal terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan tersebut.

Novi menambahkan, bahwa ke depan, pihaknya akan terus menjaga komunikasi terbuka dan aktif dengan seluruh elemen ketenagakerjaan, termasuk UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan dan aparat kepolisian, guna memastikan tidak ada provokasi dari pihak luar yang dapat memperkeruh suasana.

“Kami ingin semua pihak memahami, bahwa proses ini bertujuan menciptakan ketenangan bekerja dan keberlangsungan usaha,” kata Novi.

“Data tenaga kerja lokal juga akan menjadi dasar dalam merancang rekrutmen tenaga kerja baru, agar masyarakat sekitar perusahaan tetap mendapatkan prioritas,” tutupnya. (Ara)

UIN Siber Cirebon Siapkan Asesmen Lapangan APT Melalui Penguatan Website Unit Kerja

CIREBON, FC – Menjelang Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan intensif bertajuk “Pengelolaan Website untuk Persiapan Asesmen Lapangan APT”, yang berlangsung selama dua hari penuh, Selasa dan Rabu, 15–16 April 2025, di Hotel Grand Tryas, Kota Cirebon.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari unit kerja di lingkungan universitas—mulai dari jurusan, UPT, fakultas, hingga lembaga—dengan membawa perangkat laptop serta berbagai data pendukung seperti profil unit, layanan, visi misi, struktur organisasi, profil lulusan, tridharma, artikel berita, FAQ, hingga testimoni alumni.

Dalam arahannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menekankan pentingnya keterlibatan kolektif dan keseriusan seluruh sivitas akademika dalam menyukseskan agenda besar akreditasi ini.

“Ini bukan sekadar agenda institusi, tetapi kita anggap sebagai hajatan pribadi dan lembaga. Apapun kekurangan yang ada, harus kita cari solusinya bersama, karena hasil akreditasi ini akan menjadi bekal penting bagi kemajuan alumni dan institusi dalam delapan tahun ke depan,” ungkapnya penuh semangat.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si., yang menekankan bahwa Asesmen Lapangan (AL) mendatang, yang dijadwalkan pada bulan Mei 2025, akan berbasis digital sepenuhnya, tanpa kehadiran dokumen fisik.

“Karena asesor akan langsung menilai melalui website, maka semua kegiatan jurusan, UPT, dan fakultas harus terdokumentasi dengan baik di web, lengkap dengan bukti-bukti pendukungnya,” tegasnya. Ia pun berharap seluruh peserta fokus dan serius mengikuti rangkaian pelatihan yang berlangsung full day.

Sementara itu, Riyanto, M.Kom., selaku Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), menjelaskan bahwa penguatan konten dan tampilan website bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam mendukung asesmen digital yang akan dilakukan oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Semua unit kerja dituntut untuk aktif menampilkan dokumentasi kegiatan, layanan, dan capaian tridharma di website masing-masing. Ini bukan hanya soal penampilan, tetapi juga soal transparansi, akuntabilitas, dan rekam jejak digital institusi kita,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam menjawab tantangan akreditasi era digital. Pengelolaan website bukan lagi sekadar media informasi, tetapi menjadi representasi citra dan kualitas institusi yang akan dinilai secara langsung oleh asesor nasional. (din)