Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 24 Oktober 2025

Aksi Bersih dan Tanam Pohon, Pemkot Cirebon Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

CIREBON— Penanaman pohon dan kerja bakti bersama digelar di TPS 3R RW 02 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jumat (24/10/2025)

Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan aksi bersih lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan penghijauan perkotaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia, Erik Teguh Primiantoro, dan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati. Acara diikuti oleh jajaran perangkat daerah terkait, unsur masyarakat, dan relawan lingkungan.

Dalam sambutannya, Erik Teguh Primiantoro menegaskan bahwa gerakan aksi bersih lingkungan seperti ini sangat relevan dan mendesak untuk dilakukan di berbagai daerah, termasuk Kota Cirebon.

“Masih banyak sampah yang belum dikelola dengan baik. Sampah adalah cerminan kondisi masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun gerakan yang masif untuk menggerakkan masyarakat agar peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” ujarnya.

Ia juga memberikan sejumlah saran strategis agar kegiatan serupa tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari gerakan berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Erik menyarankan agar kegiatan seperti ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan Pemerintah Kota Cirebon membuat surat edaran untuk menggerakkan masyarakat bersama-sama. 

"Secara paralel, perlu diarahkan agar pengolahan sampah dilakukan sejak dari sumbernya, misalnya rumah, rumah makan, hotel dengan memilah dan mendaur ulang. Pengelolaan sampah door to door dapat menciptakan nilai ekonomi baru, sementara residu yang tak dapat diolah bisa dimanfaatkan sebagai Refuse Derived Fuel  (RDF),” tambah Erik.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cirebon menyambut baik arahan dari KLH RI dan menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kelurahan Kebon Baru atas semangat gotong royong mereka dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kedatangan dari KLH Alhamdulillah menjadi motivasi bagi kami. Kami menyambut dengan baik arahan yang diberikan dan berharap pengelolaan sampah dari hulu ke hilir dapat terwujud di Kota Cirebon. Semoga kota kita menjadi bersih, indah, aman, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dari sekadar kerja bakti dan penanaman pohon. Tetapi merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan Kota Cirebon. 

Sebagaimana diketahui, Kelurahan Kebon Baru menjadi salah satu titik lokasi penilaian Anugerah Makuta Binokasih Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. 

"Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita untuk menunjukkan bahwa masyarakat Kota Cirebon adalah masyarakat yang peduli, tertib, dan berdaya saing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya komitmen kolektif untuk mewujudkan visi Kota Cirebon SETARA BERKELANJUTAN (Sejahtera, Tertata, Aspiratif, Aman, dan Berkelanjutan). 

Menurutnya, menanam pohon berarti menanam harapan. Setiap pohon yang ditanam hari ini akan menjadi warisan hidup bagi generasi mendatang.

"Memberikan udara bersih, keteduhan, dan keseimbangan ekosistem kota. Sedangkan kerja bakti mencerminkan nilai kebersamaan yang telah menjadi karakter masyarakat kita sejak lama,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa isu lingkungan saat ini menjadi perhatian global yang menuntut sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

“Perubahan iklim dan penurunan kualitas ruang hijau adalah tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat mulai dari tingkat keluarga, RT, RW, hingga kelurahan,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak seluruh warga untuk menjadikan semangat kebersihan dan penghijauan sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari.

“Jika setiap rumah menanam satu pohon dan setiap warga menjaga kebersihan lingkungannya, wajah Kota Cirebon akan berubah, lebih hijau, lebih sehat, dan lebih membanggakan,” ujarnya. (din)



Wali Kota Cirebon Dampingi Wapres Gibran Tinjau Harga Kebutuhan Pokok, Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis

CIREBON - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kota Cirebon, Jumat (24/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turut mendampingi di tiga lokasi berbeda, yakni Pasar Jagasatru, Sekolah Rakyat, dan SMP-SMAK BPK Penabur.

Kunjungan dimulai dari Pasar Jagasatru, tempat Wapres meninjau langsung kondisi harga bahan pangan. Dalam kesempatan tersebut, Wapres bersama Wali Kota dan jajaran perangkat daerah berdialog dengan para pedagang serta masyarakat untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman, menyampaikan bahwa Pemkot Cirebon berkomitmen menjaga stabilitas harga di pasar.

"Kami sangat mengapresiasi arahan Bapak Wapres agar seluruh daerah menjaga pasokan kebutuhan masyarakat dan stabilitas harga. Bapak Wapres juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak. Tim kami terus memantau apabila terjadi kenaikan harga di luar kewajaran. Secara umum, kondisi harga di Kota Cirebon masih stabil,” ujar Iing Daiman.

Usai dari pasar, Wapres melanjutkan kunjungan ke Sekolah Rakyat, salah satu program inovatif yang digagas pemerintah pusat untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sekolah tersebut memberikan akses belajar bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cirebon, Santi Rahayu, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat melibatkan lintas perangkat daerah. 

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dibagi dalam tiga satuan tugas. Dinsos bertanggung jawab dalam perekrutan siswa, Dinas Pendidikan menyiapkan tenaga pendidik dan kependidikan, sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)  menangani sarana dan prasarana. 

"Sejak diresmikan pada 6 Juli lalu, alhamdulillah sudah ada satu rombel SD dan dua rombel SMP dengan saat ini total 74 siswa. Sesuai arahan Pak Presiden, siswa diasramakan agar pembinaan lebih intensif. Saat ini kami juga sedang mengupayakan pengadaan seragam dan komputer, serta rencana penambahan ruang belajar,” jelas Santi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kadini, menambahkan bahwa kegiatan belajar di Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter.

“Tadi Bapak Wapres melihat langsung kegiatan anak-anak, mulai dari menggambar, membuat surat, hingga berinteraksi dengan penuh semangat. Beliau memberikan motivasi agar mereka terus bersemangat belajar. Anak-anak di sini berasal dari keluarga pra-sejahtera, dan dibimbing oleh wali asuh serta wali asrama. Selain pelajaran formal, mereka juga mengikuti kegiatan positif seperti mengaji bersama dan belajar bahasa Inggris di luar jam sekolah,” ungkap Kadini.

Kunjungan terakhir Wapres dilakukan di SMP-SMAK BPK Penabur Cirebon, di mana tengah berlangsung pemeriksaan kesehatan gratis bagi siswa. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk meningkatkan kesehatan pelajar sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis telah berlangsung dua hari.  Cek kesehatan gratis dilakukan untuk 487 siswa di BPK Penabur. Total sasaran mencapai 53.800 siswa se-Kota Cirebon. 

"Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat karena kegiatan ini dapat mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan dan penyakit sejak dini. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa kasus pelajar yang hipertensi, kadar gula darah tinggi, dan anemia dengan Hb di bawah 12 persen. Sesuai arahan Bapak Wapres, kami akan terus memperkuat upaya pencegahan dan melakukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit bila diperlukan,” terang Siti Maria.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo turut mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap berbagai sektor pembangunan di daerah.

“Kunjungan Bapak Wakil Presiden menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah dalam menjaga ketahanan pangan, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Pemkot Cirebon berkomitmen menjalankan arahan beliau dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan warga,” tutur Wali Kota. (sin)



Bupati Imron Resmikan Kantor Baru KONI, Dorong Kebangkitan Prestasi Olahraga Daerah

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon Imron secara resmi meresmikan kantor sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon yang berlokasi di Stadion Watubelah Sumber, Jumat (24/10/2025).

Dalam acara peresmian ini juga menggelar doa bersama dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Jois Putra, serta jajaran pengurus KONI Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Bupati Imron menyampaikan harapannya agar prestasi olahraga di Kabupaten Cirebon terus meningkat di bawah kepengurusan KONI yang baru.

Ia menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan arah pembinaan olahraga yang lebih jelas dan terukur.

“Tantangan yang dihadapi hari ini harus menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan prestasi. Saya ingin KONI menyusun rancangan arah pembinaan olahraga yang konkret dan berkelanjutan,” ujar Imron.

Imron juga mendorong agar KONI menata dan melengkapi fasilitas olahraga di Stadion Watubelah, sehingga kawasan tersebut bisa menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat.

“Kantor baru ini harus representatif. Lengkapi sarana olahraga agar Stadion Watubelah semakin ramai dan menjadi tempat masyarakat berolahraga,” tambahnya.

Imron optimistis, dengan semangat baru dari jajaran pengurus KONI, prestasi olahraga Kabupaten Cirebon akan mengalami peningkatan signifikan di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyebut penempatan kantor sekretariat di Stadion Watubelah merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali aset daerah yang sempat tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Kami ingin Stadion Watubelah kembali hidup dan menjadi pusat pembinaan olahraga. Karena itu, kami manfaatkan lokasi ini sebagai kantor sekretariat sekaligus tempat aktivitas pembinaan atlet,” kata Jigus sapaan akrabnya.

Jigus menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara KONI, pemerintah daerah, serta pihak swasta untuk mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Cirebon.

“Kami masih memiliki banyak PR, tetapi itu menjadi motivasi bagi pengurus baru untuk bekerja lebih keras. Kami sudah mengidentifikasi bahwa pembinaan olahraga sebelumnya belum maksimal, dan itu akan kami benahi,” ujarnya.

Sebagai bagian dari target jangka pendek, KONI Kabupaten Cirebon menargetkan peningkatan peringkat dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.

Saat ini, sebanyak 85 atlet Cirebon telah lolos babak kualifikasi Porprov.

Selain itu, Jigus juga mendorong agar setiap perangkat daerah di Kabupaten Cirebon dapat menjadi “bapak asuh” bagi cabang olahraga, guna memperkuat dukungan dan pembinaan atlet.

“Pembinaan atlet akan kami maksimalkan dengan memanfaatkan Stadion Watubelah secara penuh, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai,” pungkasnya. (din).

Pemkab Cirebon Gandeng BNN Gelar Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika serta Prekursor Narkotika (P4GN) di Hotel Sutan Raja Cirebon, Jumat (24/10/2025).

Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Cirebon, Ita Rohpitasari menegaskan, maraknya penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Permasalahan narkoba ibarat fenomena gunung es. Yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil, padahal bahaya di bawahnya jauh lebih besar,” ujar Ita.

Ia menambahkan, narkoba tidak mengenal batas usia maupun status sosial. “Narkoba dapat menyentuh siapa saja, termasuk generasi muda yang merupakan masa depan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus terus-menerus digencarkan,” lanjutnya.

Menurut Ita, kegiatan sosialisasi seperti yang digelar hari ini menjadi salah satu langkah penting dalam membentengi diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba.

Pemerintah Kabupaten Cirebon, kata dia, juga terus melakukan pembinaan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai media, baik elektronik, cetak, maupun media sosial.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, lancar, dan sukses sebagai bentuk kepedulian serta peran aktif pemerintah daerah dalam P4GN,” ucapnya.

Ita secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan menjadi momentum bersama dalam menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Cirebon, AKBP Rohadi yang diwakilkan Kasubag Umum BNN Kota Cirebon, Heru Kiswoyo menjelaskan, kejahatan narkotika kini telah menjadi persoalan global dan lintas negara.

“Kejahatan narkotika bukan lagi kejahatan biasa. Mereka sudah berjejaring internasional dan semakin canggih memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” ujar Heru.

Ia memaparkan, sebagian besar produksi narkotika dilakukan di luar negeri, sementara perdagangannya masuk ke Indonesia melalui berbagai jalur, termasuk laut, udara, dan darat.

Jalur pelabuhan kecil di kawasan pesisir menjadi salah satu titik rawan peredaran narkoba.

Berdasarkan data BNN RI tahun 2024, tercatat sekitar 3,3 juta penyalahguna narkotika di Indonesia dengan rentang usia 15 hingga 65 tahun, yang sebagian besar merupakan kelompok usia produktif.

Heru menegaskan peran aparat kecamatan dan desa sangat penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Camat dan kepala desa adalah ujung tombak yang paling tahu kondisi masyarakat. Perang terhadap narkoba harus dimulai dari tingkat RT, RW, bahkan dari rumah ke rumah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, narkotika tidak hanya menghancurkan individu, tetapi juga keluarga dan generasi bangsa.

“Kita, para pemimpin daerah, tidak boleh berpaling tangan. Mari kita satukan langkah dan komitmen agar wilayah kita menjadi zona bersih narkoba,” tutup Heru. (din)



Kamis, 23 Oktober 2025

Forum Satu Data Indonesia: Wujudkan Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Terintegrasi

 

KABUPATEN CIREBON – Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat kabupaten sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola data pembangunan yang terintegrasi di tingkat daerah.

Forum ini dihadiri oleh pembina data, walidata, dan produsen data dari berbagai perangkat daerah, dengan tujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam penyediaan dan pemanfaatan data sektoral.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Cirebon berupaya memastikan bahwa seluruh proses perencanaan, penganggaran, dan evaluasi pembangunan didasarkan pada data yang akurat, mutakhir, dan terpadu.

Keberadaan Forum SDI menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi perencanaan pembangunan daerah berbasis data terintegrasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan perencanaan pembangunan ke depan harus berbasis data yang valid dan terintegrasi.

“Melalui Forum Satu Data ini, kami ingin memastikan bahwa setiap keputusan pembangunan di Kabupaten Cirebon didasarkan pada data yang benar, agar program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran,” ujar Dangi, Kamis (23/10/2025).

Sebagai bagian dari upaya memperkuat implementasi Satu Data Indonesia, Bappelitbangda Kabupaten Cirebon juga memperkenalkan Dashboard Data Pembangunan Berbasis Spasial, yang telah dikembangkan sebagai alat bantu dalam proses perencanaan.

Dashboard ini memungkinkan visualisasi data pembangunan secara geografis, sehingga dapat digunakan dalam penyusunan prioritas program dan kegiatan, khususnya pada saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Menurut Dwi Ariyani, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappelitbangda, meskipun sistem ini masih dalam tahap pengembangan, namun akan menjadi langkah inovasi baru dalam merumuskan perencanaan program.

“Melalui data spasial, akan memudahkan para pimpinan merumuskan kebijakan perencanaan secara cepat dan tepat,” ujar Dwi Ariyani.

“Tentunya, ini menjadi bagian ikhtiar pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Karena dengan data yang akurat, perencanaan akan cermat dan kebijakan akan tepat,” tuturnya.

Melalui forum ini, diharapkan kolaborasi antar perangkat daerah semakin kuat, kualitas data semakin baik, dan perencanaan pembangunan di Kabupaten Cirebon semakin terarah, transparan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (din)









PGRI Kota Cirebon Dilantik, Wali Kota Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Mentalitas Anak Bangsa

CIREBON – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang se-Kota Cirebon resmi dilantik untuk masa bakti XXIII tahun 2025–2030 di Ruang Adipura Kencana, Gedung Balaikota Cirebon, Kamis (23/10/2025). 

Hadir langsung Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, para pengurus cabang, kepala sekolah, serta perwakilan guru dari seluruh kecamatan di Kota Cirebon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam membangun generasi masa depan. 

Ia menyampaikan bahwa PGRI merupakan organisasi besar yang memiliki tanggung jawab moral untuk terus bergerak maju, tidak hanya dalam aspek pendidikan formal, tetapi juga dalam membangun mentalitas anak-anak bangsa.

“PGRI adalah organisasi besar, dan saya berharap dengan dilantiknya teman-teman semua hari ini, langkahnya semakin maju dalam berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kota Cirebon. Pembangunan yang kita lakukan bukan hanya fisik, tapi juga pembangunan mental dari anak-anak kita. Ketika kita mengajar dengan benar, mendidik dengan benar, di sanalah terbentuk generasi penerus yang kuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengajak seluruh pengurus dan anggota PGRI untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk menunjukkan kinerja nyata.

“Saya berharap pelantikan hari ini tidak berhenti sebagai gugur kewajiban atau seremoni semata. Mari kita kolaborasi dan buktikan melalui langkah konkret yang lebih cepat dan lebih baik dalam membangun dunia pendidikan di Kota Cirebon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menyatukan tekad dan gerak dalam mengemban tiga pilar utama organisasi, yaitu perlindungan, peningkatan profesionalisme, dan kesejahteraan guru.

“Pengurus harus peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi anggota, serta berupaya membantu menyelesaikannya. Ketiga pilar utama ini bukan hanya slogan, tapi harus menjadi pedoman kerja dalam setiap langkah organisasi,” ujar Eka.

Eka juga menyoroti perjuangan PGRI dalam mendorong peningkatan status bagi para guru, khususnya terkait perubahan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). 

Menurutnya, perjuangan ini terus diupayakan melalui koordinasi dengan PGRI Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Besar PGRI agar dapat diakomodasi oleh pemerintah pusat.

“Mari kita satukan langkah dan gerak bersama. Menjadi manusia berarti memberikan kebermanfaatan bagi manusia lainnya. Jadilah guru dan pengurus PGRI yang selalu memberi manfaat bagi sesama, serta terus hidupkan semangat organisasi kita,” pungkasnya. (din)



Wali Kota : Jabatan Publik Harus Terbuka, Bukan Bersembunyi di Balik Dinding Birokrasi


CIREBON –  Jabatan publik tidak boleh bersembunyi di balik dinding birokrasi, tapi harus terbuka, transparan, dan bisa dilihat serta diuji langsung oleh masyarakat. Pesan simbolik itu yang disampaikan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dalam apel bersama yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV), Kamis (23/10/2025). 

Sebanyak 41 orang pejabat dilantik dalam kesempatan tersebut, terdiri dari pejabat yang mengalami rotasi maupun promosi jabatan.

Pelantikan kali ini terasa berbeda. Tidak seperti biasanya yang dilakukan di dalam ruangan berpendingin, pelantikan dilaksanakan di bawah langit terbuka, tepatnya di lapangan upacara Sekretariat Daerah Kota Cirebon. 

Wali Kota mengatakan, pelantikan di bawah langit terbuka mengandung pesan spiritual yang dalam. Menurutnya, pelantikan di lapangan juga menjadi simbol keterbukaan dan kesetaraan di antara seluruh ASN.

"Langit yang menjadi atap kita pagi ini adalah pengingat bahwa di atas setiap sumpah ada Tuhan yang mendengar. Dan tanah yang kita pijak adalah pengingat bahwa semua jabatan akan kembali ke akar pengabdian, yaitu kepada masyarakat yang kita layani,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota juga mengingatkan kembali makna sejati dari jabatan sebagai amanah yang harus dijaga dengan kejujuran, kedisiplinan, serta keberanian moral untuk mengatakan kebenaran meski tidak populer.

"Amanah menuntut kita untuk mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. Kepada pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik, saya ingin menegaskan, mulai hari ini, tanggung jawab saudara bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan, tetapi memastikan pekerjaan itu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya integritas dan inovasi dalam bekerja, terutama di era digital yang serba cepat dan terbuka. Ia menambahkan, kinerja di era sekarang tidak lagi diukur dari berapa lama berada di kantor, melainkan dari sejauh mana hasil kerja dirasakan oleh masyarakat. 

"Publik kini bisa menilai, mengkritik, dan membandingkan kinerja antar daerah. Maka satu-satunya cara untuk bertahan adalah bekerja sungguh-sungguh dan memberikan hasil yang nyata,” tuturnya.

Wali Kota mengajak seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif dan adaptif terhadap perubahan. Ia mengingatkan bahwa jabatan sebagai kesempatan untuk menguatkan tim dan menumbuhkan kesadaran baru. 

"Kesadaran bahwa kita menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, mulai dari transformasi digital hingga dinamika sosial. Karena itu, jangan menunggu perubahan datang dari atas. Mulailah perubahan dari diri sendiri, dari cara berpikir, dan dari cara melayani,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalitas dan efektivitas birokrasi, Pemkot Cirebon kini mulai menerapkan Sistem Manajemen Talenta bagi ASN. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi menuju birokrasi modern yang berbasis kinerja dan kompetensi.

Wali Kota menjelaskan, penerapan sistem tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap ASN ditempatkan sesuai dengan kapasitas dan potensi terbaiknya. 

“Dengan sistem ini, setiap pegawai dapat berkembang sesuai kompetensi dan kinerjanya, sehingga pelayanan publik dapat semakin efektif dan adaptif,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan harapan kepada para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan jabatan yang diemban sebagai sarana berbuat baik dan meninggalkan warisan kinerja yang dapat dibanggakan.

"Bekerjalah dengan semangat keterbukaan seperti lapangan ini, lapang dalam berpikir, luas dalam melayani, dan suci dalam niat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah kita, memberi kekuatan dalam bekerja, dan menjaga keikhlasan dalam setiap keputusan,” harapnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Sri Lakshmi Stanyawati, menambahkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Talenta dilakukan secara bertahap dengan pendampingan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sistem ini menempatkan ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, integritas, dan moralitas yang dimiliki.

“Sistem ini akan membantu pimpinan mengambil keputusan yang objektif serta mempersiapkan suksesi jabatan secara terencana agar tidak terjadi kekosongan jabatan,” jelas Sri.

Sebagai bagian dari inovasi digital, Pemkot Cirebon juga tengah mengembangkan aplikasi terintegrasi bernama Sistem Manajemen Talenta Terintegrasi dan Mudah (SIMANTAN TERINDAH ). Aplikasi ini menjadi instrumen penting dalam memantau dan mengelola kinerja ASN secara transparan dan berbasis data.

“Manajemen talenta menjadi fondasi penting untuk membentuk ASN yang profesional, kompeten, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah,” pungkasnya. (din)