Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 12 November 2025

Menag Nasaruddin Umar Kunjungi UIN Siber Cirebon, Resmikan Kick Off Hari Guru Nasional 2025

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu, 12 November 2025.

Dalam kunjungan itu, Nasaruddin meninjau sejumlah fasilitas kampus berbasis digital pertama di bawah Kementerian Agama, termasuk Gedung Siber delapan lantai yang menjadi pusat kegiatan akademik dan teknologi pendidikan.

Selain meninjau fasilitas, Menteri Agama juga membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di kampus tersebut.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Menteri Agama sekaligus penunjukan kampusnya sebagai tuan rumah pembukaan HGN 2025.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Pak Menteri Agama. UIN Siber Cirebon juga dipercaya menjadi tempat Kick Off Hari Guru Nasional 2025,” ujar Prof. Aan.

Menurut Prof. Aan, kehadiran Menag menjadi momentum penting untuk memperkuat arah transformasi pendidikan tinggi Islam di era digital.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus berjalan adil, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan tata kelola PTKIN berjalan dengan baik,” katanya.

Aan juga menyoroti pentingnya pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas akademik antar-PTKIN di seluruh Indonesia.

“Pengembangan SDM dan inovasi akademik harus terus dilakukan. Penataan tata kelola yang dilakukan pun harus transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Cirebon berkomitmen terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” kata Aan.

Aan menilai penyelenggaraan Kick Off HGN 2025 di kampusnya menjadi bukti peran aktif UIN Siber Cirebon dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional yang berbasis teknologi dan nilai spiritual.

Hadir dalam kunjungan dan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di UIN Siber Cirebon, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Dirjen Pendidikan Islam, anggota Komisi VIII DPR RI, pejabat Kementerian Agama, Wali Kota Cirebon, serta ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia. (din)

Menag RI Buka KICK OFF Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon: Guru Adalah Teladan dan Penyalur Cahaya Bagi Jiwa Manusia

CIREBON, FC - Menteri Agama Nasaruddin Umar, membuka secara resmi kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syber Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang akan digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyampaikan pandangan filosofis tentang makna dan keteladanan seorang guru. Menurutnya, guru bukan sekadar pengajar ilmu, tetapi juga penyalur cahaya bagi jiwa manusia.

“Guru bukan hanya mengisi pikiran, tetapi menumbuhkan kesadaran dan meluruskan jalan berpikir. Dalam pandangan Islam, guru adalah warasatul anbiya (pewaris para nabi) yang meneruskan cahaya ilmu dan nilai kehidupan,” ungkap Menag.

Menag juga menekankan pentingnya mengintegrasikan antara ilmu dan iman dalam dunia pendidikan. Ia menilai bahwa pendidikan yang hanya menekankan aspek kognitif tanpa spiritualitas akan kehilangan arah moral.

“Madrasah harus menjadi pusat pencerahan baru. Tempat lahirnya generasi berilmu, beriman, dan berakhlak. Sekolah dan madrasah sejatinya memiliki tujuan yang sama, tetapi madrasah menambahkan dimensi hikmah dan spiritual,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag turut mengenang sosok ayahnya yang merupakan seorang guru di sekolah rakyat. Dengan penuh haru, ia menuturkan bagaimana sang ayah tetap mengajar meskipun dalam keterbatasan.

“Guru sejati bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi mentransformasi kesadaran dan keikhlasan. Itulah keteladanan yang harus kita hidupkan,” ujarnya.

Hari Guru untuk Semua

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno melaporkan bahwa peringatan Hari Guru Nasional tahun ini merupakan Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua. Menurutnya, ini pencerminan semangat inklusif dan lintas iman sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi juga milik semua guru di Indonesia, lintas iman dan lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelas Dirjen.

Suyitno juga menyampaikan capaian penting tahun ini, yakni peningkatan signifikan dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Tahun 2025, Kementerian Agama memperoleh tambahan kuota untuk 95.000 guru, meningkat lebih dari 1.000% dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini bukti nyata perhatian pemerintah dan dukungan Komisi VIII DPR RI terhadap profesionalisme dan kesejahteraan guru. Setelah lulus PPG, para guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka,” ungkapnya.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan yaitu MAGIS dan MAGITA yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

“Mengajar dengan cinta adalah kunci membangun peradaban. Itulah makna dari tema kita tahun ini, Merawat Semesta dengan Cinta,” tutur Suyitno.

Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon yang diwakili PA Asisten Kepemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sutikno, menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Kota Cirebon sebagai tuan rumah kegiatan pembuka HGN 2025. Ia menilai kehadiran Menteri Agama menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kota Wali.

“Kami merasa terhormat karena Bapak Menteri kembali hadir di Kota Cirebon. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan UIN Syekh Nurjati dalam meningkatkan mutu pendidikan dan spiritualitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter dan menjaga moralitas bangsa di tengah perkembangan teknologi.

“Teknologi bisa membantu proses belajar, tetapi keteladanan guru tidak bisa digantikan oleh mesin atau algoritma,” tegasnya.

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 diisi dengan berbagai agenda menarik, di antaranya: Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama, Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional, Annual Conference of MORA Teachers, Upacara Puncak Hari Guru Nasional dan Awarding Night bagi guru-guru inspiratif, inovatif, dan berdedikasi dari daerah 3T.

Seluruh kegiatan ini menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat nilai persaudaraan lintas agama dan budaya.

Melalui peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kementerian Agama menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mencerdaskan dan memanusiakan manusia.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pesan Menag Nasaruddin Umar menutup sambutannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama, Penasihat DWP Kementerian Agama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Wali Kota Cirebon, anggota Komisi VIII DPR RI, para pejabat eselon I Kementerian Agama, Pejabat eselon II dan III serta ratusan guru madrasah dan tenaga pendidik dari berbagai daerah. (din/ADV)

Kick Off Hari Guru Nasional 2025, Rektor UIN Syber Cirebon : Momentum Menguatkan Spirit Pendidikan Berbasis Iman dan Ilmu

CIREBON, FC - Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan Kementerian Agama yang menunjuk UIN Siber sebagai tuan rumah kegiatan pembuka Hari Guru Nasional 2025, Selasa, 12 Nopember 2025.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan komitmen UIN Siber dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang berakar pada nilai spiritual dan kearifan lokal.

“Kami merasa terhormat UIN Siber Cirebon menjadi tempat dimulainya perayaan nasional Hari Guru 2025. Ini momentum penting untuk menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus tetap berpijak pada nilai iman, ilmu, dan akhlak,” ujar Prof. Aan.

Rektor juga menegaskan bahwa peran guru kini semakin strategis di era teknologi dan pembelajaran daring. Guru, katanya, bukan hanya fasilitator pembelajaran, tetapi juga penjaga moralitas dan penuntun arah kemanusiaan di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Teknologi mempercepat proses belajar, tetapi keteladanan guru tetap menjadi inti dari pendidikan. Itulah esensi yang kami sebut sebagai digital humanity — pendidikan yang memanusiakan manusia melalui teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., melaporkan bahwa peringatan HGN tahun ini mengusung semangat Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua, sesuai arahan Menteri Agama.

“Hari Guru tahun ini tidak hanya milik guru madrasah, tetapi seluruh guru di Indonesia — lintas iman, lintas lembaga. Semua guru berperan penting dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” jelasnya.

Amien Suyitno juga menyoroti capaian besar Kementerian Agama tahun ini, yakni peningkatan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi 95.000 peserta, meningkat lebih dari 1.000 persen dibanding tahun sebelumnya. Program ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru.

Selain itu, Ditjen Pendis juga memperkuat transformasi digital pendidikan Islam melalui dua aplikasi unggulan, MAGIS dan MAGITA, yang kini menjadi model nasional dalam pengelolaan kompetensi dan kinerja guru.

UIN Siber Cirebon Jadi Pusat Inspirasi Guru Nasional

Sebagai kampus berbasis digital pertama di Indonesia di bawah Kementerian Agama, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bertransformasi menjadi pusat inovasi pendidikan Islam modern. Prof. Aan Jaelani menegaskan bahwa kegiatan nasional seperti Kick Off HGN 2025 membuktikan peran aktif UIN Siber dalam mendukung kebijakan transformasi pendidikan nasional.

“Kami ingin menjadikan UIN Siber Cirebon bukan hanya kampus pembelajaran digital, tetapi juga rumah bagi guru-guru Indonesia untuk terus belajar, berbagi inspirasi, dan menebar nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Rangkaian HGN 2025: Mengajar dengan Cinta, Merawat Semesta

Kegiatan Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon diisi dengan berbagai agenda inspiratif, di antaranya:

1. Senam dan Gowes Lintas Iman bersama Menteri Agama

2. Talk Show Inspiratif menghadirkan Najelaa Shihab dan tokoh pendidikan nasional

3. Annual Conference of MORA Teachers

4. Upacara Puncak HGN

5. Awarding Night bagi guru inspiratif dari daerah 3T

Dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta,” peringatan HGN 2025 menjadi simbol penghargaan pemerintah terhadap dedikasi guru di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan lintas iman dan budaya.

Menag: Guru Adalah Pelita Peradaban

Menutup sambutannya, Menteri Agama berpesan bahwa bangsa yang besar hanya lahir dari guru yang mengajar dengan cinta dan keikhlasan.

“Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang mencintai muridnya dengan tulus. Mari terus menyalakan obor ilmu dan iman, menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban,” pungkas Menag Nasaruddin Umar. (din/ADV)

Rumah Kuwu Karangtengah Dibobol Maling, Pemdes Ajak Warga Bersatu Perkuat Keamanan Desa

 

CIREBON, FC Suasana tenang di Desa Karangtengah, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, mendadak dikejutkan oleh peristiwa yang tak terduga. Pada Minggu (9/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB, rumah Kuwu Karangtengah, Juli Suhaedi, menjadi sasaran aksi pencurian. Dua sepeda motor, yakni satu kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi dilaporkan raib digondol maling.

Peristiwa itu baru diketahui sang Kuwu pada pagi harinya. Dengan wajah masih menyiratkan kelelahan dan keprihatinan, Juli Suhaedi bersama keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Susukanlebak.

“Benar, kejadian itu terjadi di kediaman pribadi Pak Kuwu. Setelah mengetahui dua motornya hilang, beliau langsung melapor ke pihak kepolisian,” ungkap Sekretaris Desa Karangtengah, Yanto Herianto, kepada media.

Kedua kendaraan yang hilang yakni satu unit Yamaha N-Max dinas dengan nomor polisi E 2198 O dan satu unit Honda Beat pribadi bernomor polisi E 5321 OT. Laporan resmi pun telah teregistrasi dengan nomor LP/B/15/XI/2025/JBR RESTA-CRB/Sektor Susukanlebak.

Namun di balik rasa kehilangan itu, terselip semangat gotong royong warga. Pemerintah Desa Karangtengah bersama masyarakat berinisiatif menelusuri petunjuk tambahan. Mereka berharap rekaman CCTV di sekitar Indomaret yang tak jauh dari rumah Kuwu bisa membantu pihak kepolisian mengungkap pelaku.

“Kami berupaya semampu kami untuk membantu penyelidikan. Selain itu, kami juga mengimbau warga agar lebih waspada, terutama di jam-jam rawan. Pemerintah desa akan kembali mengaktifkan poskamling dan ronda malam di setiap dusun,” tutur Yanto dengan nada tegas namun penuh kepedulian.

Sementara itu, Kapolsek Susukanlebak, AKP H. Siswadi, membenarkan laporan tersebut dan memastikan jajarannya sudah bergerak cepat di lapangan.

“Kami langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan saksi-saksi. Penyelidikan masih berlangsung, dan kami berkomitmen untuk mengungkap para pelaku,” ujarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon bahwa tindak kejahatan bisa menyasar siapa saja. Bagi Kuwu Juli Suhaedi, kejadian ini bukan sekadar kehilangan harta benda, melainkan panggilan hati untuk memperkuat kembali rasa kebersamaan dan kepedulian warga.

“Insyaallah, ini jadi pelajaran bagi kita semua. Kita akan bangun kembali semangat menjaga lingkungan dengan rasa kekeluargaan,” ungkap Kuwu Juli dengan nada penuh harap.

Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak. Selain perlunya sistem keamanan terpadu di tingkat desa, sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dengan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Cirebon, harapannya kasus ini dapat segera terungkap dan menjadi titik awal kebangkitan bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Karangtengah. (Nur)

Pemkot Cirebon Ajak Masyarakat Wujudkan Kesehatan Dimulai dari Diri Sendiri


CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. 

Kesadaran kolektif masyarakat menjadi fondasi utama dalam upaya membangun generasi yang sehat dan tangguh.

Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, menegaskan bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga medis, melainkan tanggung jawab setiap individu. 

“Kesehatan dimulai dari diri, dan dimulai daripada masyarakat itu sendiri. Kita sama-sama menggerakkan setiap warga, setiap insan, agar memahami bahwa kita perlu menjaga kesehatan,” ujarnya dalam upacara peringatan HKN ke-61 di halaman Apel Balai Kota, Rabu (12/11/2025).

Sumanto juga membacakan sambutan dan arahan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, yang menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Tema peringatan HKN ke-61, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, menjadi pengingat bahwa kualitas kesehatan hari ini akan menentukan masa depan bangsa esok hari. Dalam empat tahun terakhir, Indonesia telah menjalankan transformasi kesehatan yang berfokus pada menjaga orang sehat tetap sehat, bukan sekadar mengobati orang sakit.

Dalam naskah sambutan, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa transformasi kesehatan ini telah menunjukkan hasil signifikan. Lebih dari 52 juta orang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang juga berdampak pada peningkatan cakupan skrining TB hingga lebih dari 20 juta orang. 

Tidak hanya itu, lebih dari 8.000 Puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer sebagai langkah awal pelayanan kesehatan terdekat bagi masyarakat. Mutu rumah sakit rujukan pun terus ditingkatkan di 514 kabupaten/kota, terutama untuk penyakit prioritas seperti kanker, jantung, dan stroke. 

Selain itu, ketersediaan obat, vaksin, dan alat kesehatan semakin terjamin karena sebagian besar vaksin program imunisasi rutin kini diproduksi di dalam negeri, menciptakan ketahanan kesehatan yang mandiri. 

"Program JKN kini menjangkau 98 persen penduduk, memperkuat perlindungan finansial masyarakat. Sementara itu, 61 persen Puskesmas telah dilengkapi sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, dan 74 persen RSUD memiliki tujuh dokter spesialis dasar," tutur Sumanto membacakan sambutan.

Transformasi teknologi kesehatan juga telah menunjukkan kemajuan, dengan aplikasi SATUSEHAT diverifikasi dan ditargetkan digunakan oleh 6,1 juta orang. Menteri Kesehatan menekankan bahwa seluruh capaian ini tidak akan maksimal tanpa transformasi budaya kerja para pegawai dan tenaga kesehatan, yang harus terus berubah menjadi lebih kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mendukung transformasi kesehatan.

Pemkot Cirebon berharap momentum HKN ke-61 ini menjadi pendorong bagi seluruh warga untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat, sehingga tercipta generasi sehat sebagai fondasi masa depan bangsa. “Dengan generasi sehat, kita wujudkan masa depan hebat,” tutup Sumanto.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Siti Maria Listiawaty, menambahkan bahwa HKN ke-61 menjadi momentum untuk menegaskan kerja sama seluruh pihak dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. 

“Alhamdulillah, Hari Kesehatan Nasional kita maknai sebagai upaya bersama dalam membangun generasi yang sehat. Dengan dukungan jajaran Pemerintah Kota Cirebon, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan seperti FK UGJ dan STIKes, serta mitra-mitra seperti IDI dan IBI, dan  tentunya masyarakat, kita bersama berkomitmen menuju generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Siti Maria menjelaskan, Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar yang dikenal sebagai "beban rangkap tiga penyakit" (triple burden of disease). Diantaranya Penyakit Menular seperti Tuberkulosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), HIV/AIDS, ISPA, dan lainnya. 

Kedua, Penyakit Tidak Menular (PTM)  seperti stroke, penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan kanker. Ketiga, kemunculan kembali (Re-emerging) dan Penyakit Baru (Emerging Diseases) seperti SARS, H1N1, atau Ebola.

Ia mengungkapkan bahwa berbagai program telah dijalankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini penyakit, termasuk CKG, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, kampanye Kota Cirebon Bebas TBC 2030, dan peluncuran kelurahan siaga tuberkulosis. 

"Memang dengan adanya screening, cek kesehatan gratis juga, kita memeriksa dari setiap warga untuk melihat faktor-faktor resiko kesehatan dan mendeteksi dini, pra-penyakit," ungkapnya. (Nur)



Sinergi Antardaerah, Pemkot Cirebon Dorong Efisiensi Distribusi Melalui Program Gapura Pangan

 

CIREBON -  Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) resmi meluncurkan Sosialisasi Peraturan Wali Kota Cirebon tentang Fasilitasi Distribusi Pangan dan Program Gapura Pangan, sebuah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan pertanian.  

Inisiatif Gapura Pangan ini juga lahir dari semangat perubahan dan kepedulian terhadap stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan di Kota Cirebon.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada DKP3 dan seluruh tim yang telah merancang proyek perubahan ini dengan semangat kolaborasi dan inovasi.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ibu Kepala DKP3 beserta seluruh tim efektif, atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan distribusi pangan di kota ini,” tambahnya.

Sumanto menegaskan, keterbatasan lahan pertanian di Kota Cirebon yang hanya sekitar 93 hektar lahan baku sawah membuat daerah ini bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah hingga 95 persen. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi distribusi yang tidak hanya efisien, tetapi juga terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui Peraturan Wali Kota yang baru ditetapkan, Pemkot Cirebon kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk menjamin keberlanjutan, akuntabilitas, dan keterpaduan dalam pengelolaan distribusi pangan.

Selain itu, Pemkot juga mendorong sinergi kontraktual antar pelaku usaha pangan lintas daerah, melalui kerja sama antara kelompok tani di daerah produsen dengan distributor lokal dan BUMD, dalam bentuk Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas strategis seperti beras, bawang merah, cabai, daging ayam ras, dan telur.

“Kita telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kelompok tani dari daerah produsen dengan Warung Peduli Inflasi (Waduli) Kota Cirebon. Ini menjadi langkah nyata membangun sistem distribusi pangan berbasis Business to Business yang adaptif dan berkeadilan,” jelas Sumanto.

Ia berpesan agar sinergi antara DKP3, Bagian Perekonomian, Perumda Pasar, serta dukungan data dari BPS dan BI harus berjalan optimal. 

"Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan ketersediaan pasokan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa nama Gapura Pangan filosofinya menggambarkan gerbang kolaborasi antarwilayah untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Elmi menjelaskan bahwa Gapura Pangan bukan hanya program, tetapi strategi terobosan untuk mengurangi ketergantungan Kota Cirebon terhadap pasokan pangan dari luar daerah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pengarah kebijakan, sementara pelaku usaha dan koperasi menjadi motor penggerak dalam memperkuat rantai distribusi.

“Melalui Gapura Pangan, distribusi pangan dari produsen ke konsumen akan menjadi lebih dekat dan efisien. Kolaborasi ini akan menjembatani petani produsen dengan masyarakat perkotaan melalui jaringan Waduli dan Koperasi Merah Putih,” ungkapnya.

Ia berharap koperasi-koperasi kelurahan dapat berperan sebagai distributor utama berbagai komoditas pangan seperti beras, telur, daging, sayuran, dan cabai, sehingga harga lebih stabil dan terjangkau bagi warga.

“Mari kita jadikan Gapura Pangan sebagai gerbang menuju kemandirian pangan perkotaan,” pesannya. (dim)



Kick Off Hari Guru Nasional 2025 di UIN Siber Cirebon Sukses dan Meriah, Menang RI : “Merawat Semesta dengan Cinta”

CIREBON, FC – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025, Universitas Islam Negeri (UIN) Syeikh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional 2025 dengan tema “Merawat Semesta dengan Cinta”, yang berlangsung di Gedung Auditorium UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Jalan Perjuangan Kota Cirebon, Selasa, 12 Nopember 2025.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi sivitas akademika UIN SSC, karena dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.

Kehadiran Menteri Agama menjadi bukti nyata dukungan Kementerian Agama terhadap komitmen UIN SSC dalam mencetak guru dan pendidik yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter spiritual dan berjiwa cinta lingkungan.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof DR H Aan Jaelani MAg dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan Kick Off ini merupakan bentuk refleksi dan motivasi bagi para pendidik untuk terus menebarkan cinta, kasih sayang, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar-mengajar.

“Guru bukan hanya pengajar ilmu, tetapi juga penanam nilai kehidupan. Melalui semangat Merawat Semesta dengan Cinta, kita ingin membangun kesadaran bahwa pendidikan sejati adalah yang menumbuhkan empati, menjaga alam, dan memperkuat spiritualitas,” ujar Rektor.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., dalam orasinya menekankan pentingnya peran guru sebagai penjaga moral bangsa. Menurutnya, guru bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa yang luhur.

“Guru adalah pelita yang tak pernah padam. Mereka bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menebarkan kasih. Cinta adalah energi utama dalam mendidik dan membangun semesta kehidupan,” tutur Menteri Agama di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Auditorium UIN SSC.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan dari berbagai instansi pendidikan turut hadir.

Rangkaian kegiatan Kick Off Hari Guru Nasional 2025 ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya, pameran karya guru dan mahasiswa, serta peluncuran program literasi digital untuk guru madrasah binaan UIN SSC.

Dengan semangat Merawat Semesta dengan Cinta, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ingin terus menjadi pelopor pendidikan berbasis nilai, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan wujud nyata cinta guru untuk semesta.