Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 10 April 2021

Totong Sang Sopir Mobil Siaga, 24 Jam Melayani Masyarakat Tanpa Pamrih

Totong Fitri Gusmiharja, 40 tahun, sopir Mobil Siaga Desa Kubang, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Menjadi seorang sopir (driver), tentu bukan cita-cita apalagi menjadi pilihan  hidup. Namun realitas kehidupan, semua bisa menjadi mungkin, terlebih dihadapkan pada tuntutan keluarga dan kebutuhan dapur, sehingga bekerja di mana pun harus disyukuri dan menjadi pilihan.

Itulah sepenggal riwayat kehidupan Totong bapak dari dua anak hasil pernikahannya dengan Ika Kartika yang kini menjadi istri tercintanya. 

Lelaki berperwakan gempal, bernama lengkap Totong Fitri Gusmiharja ini, bertempat tinggal di Desa Kubang, RT 03/02, Blok Manis, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sebagai sopir, Totong mengaku sudah bekerja hampir 6 tahun di masa awal kepemimpinan Wawan Karyawan, Kepala Desa Kubang, tepatnya pada tahun 2016 lalu.

Menurutnya, bekerja sebagai sopir di mobil siaga banyak kisah dan cerita selama 6 tahun itu. Dirinya harus benar-benar siap 1 X 24 jam untuk melayani masyarakat dan tanpa pamrih. Totong pun dapat menjalankannya dengan ikhlas dan senang hati.

"Saya bersyukur dengan pekerjaan ini, dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak Kuwu Desa Kubang yang sudah mempercayakan kepada saya sebagai driver mobil siaga serta uang bulanan yang saya terima dari desa/pak kuwu," katanya kepada fokuscirebon.com, Sabtu, (10/4/2021).

Kendati uang bulanan (gaji) yang diterima masih kurang dari cukup untuk menafkahi keluarga, Totong tetap mensyukuri. Bahkan pekerjaan yang masih digeluti tersebut  dinikmati. Apalagi sosok Wawan Karyawan sangat baik dalam memimpin di Desa Kubang dan cepat dalam pelayanan, termasuk Sekdes dan seluruh aparatur desa di sini.

"Ya, 24 jam nonstop melayani masyarakat tanpa pamrih, yakni antar jemput pasien berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Itu bisa terjadi pada pukul berapa saja, disitu saya harus siap melayani," papar Totong pada pekerjaan ini.

Di pekerjaan lainnya, Totong juga membantu di Pukesos sebagai Brone Office (BO). Sebagai sopir, Totong kerap menemukan sejumlah kesulitan, yang paling repot saat membawa pasien yang darurat sekali ke rumah sakit, tentu dengan kendaraan tanpa sirine (Ambulance) dan dengan keterbatasan kursi, pasien tetap harus dibawa ke rumah sakit. Sehingga dijalan benar-benar harus sigap dengan kewaspadaan tinggi.

Untuk itu dirinya berharap, ada kembali bantuan dari Pemkab berupa unit kendaraan khusus Ambulance. 

"Ya ini hanya harapan, agar pelayanan kepada masyarakat dalam membutuhkan perjalanan ke rumah sakit lebih aman dan nyaman. Dan saya pun berharap mendapat pekerjaan yang lebih layak, yakni  diangkat menjadi pegawai di desa," katanyaa. (din)

Jumat, 09 April 2021

Terkait Siber, Inilah Dua Amanat IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sebagai Kampus UISSI

 

Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag

CIREBON, FC - Kepercayaan Kementerian Agama RI pada lembaga IAIN Cirebon sebagai kampus UISSI, maka ada dua mandat yang diemban IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pertama, yakni perubahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN, dan kedua adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal ini dinyatakan langsung oleh Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag kepada media menanggapi dua amanat kampusnya dalam UISSI.

Menurut Saefudin Zuhri,  walaupun sudah UISSI tidak berarti pembelajaran tatap muka dihilangkan dan seluruhnya berbasis online.
 
“Pembelajaran seperti biasa itu tetap berjalan menjadi UIN. Dan mandat keduanya adalah mandat untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ yang cikal bakalnya PAI. Namun akan merambah ke yang lain, sehingga kemudian menjadi universitas siber,” katanya.

Saefudin berharap, amanah yang diberikan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dapat dikerjakan dengan baik dan tidak mengecewakan Kementerian Agama. Pasalnya, sukses atau tidaknya UISSI ini ada di kampus setempat.

Dalam UISSI ini ada dua konsep yang sangat luar biasa, yaitu UT (Universitas Terbuka) itu bisa dilaksanakan offline dan online, dan siber tadi yang meniscayakan kepada online.

"Kita menggabungkan dua hal ini yang disesuaikan dengan regulasi di Kemenag dan Kemendikbud,” tuturnya.

Untuk itu, kata Saefudin, pihaknya akan mengkreasikan dua hal tersebut menjadi sebuah terobosan. Karena bagaimana pun IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah pionir kampus siber di lingkungan PTKIN dan Kemenag.

Maka waktu yang terus berjalan ini, meniscayakan kepada kita semua untuk terus segera melakukan tahapan-tahapan yang jelas. Maka salah satu yang harus dilakukan adalah izin prodi terkait PJJ PAI, memantapkan kurikulum PJJ PAI, dan implementasi kurikulum tersebut. "Itu membutuhkan persiapan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, sebagai pihak yang ditunjuk menjadi pilot projek UISSI, maka kampus ini akan melakukan penguatan infrastruktur di bidang IT.

Sehingga, dengan penguatan itu diharapkan dapat meningkatkan literasi digital kepada segenap sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Dengan peningkatan itu, manajemen dan pelayanan pun akan meningkat. Ini juga perlu dilengkapi berbagai komponen di Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia ini,” tandasnya. (din)

Kamis, 08 April 2021

Jajaki Kerjasama, IAIN Cirebon Bersama UNIDA Gontor Tandatangani MoU

Rektor IAIN Cirebon dan Rektor UNIDA Gontor tengah melakukan penandatangan kerja sama.


CIREBON, FC- Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di ruang rapat senat, lantai 2 gedung rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, kerja sama tersebut terkait yang menjadi keunggulan masing-masing kampus.

“Kemudian juga kerja sama di prodi (program studi), karena prodi di sana (UNIDA Gontor) perlu asupan dari sini (IAIN Cirebon), begitu juga kami perlu asupan dari sana,” jelas Sumanta.

Dia memaparkan, UNIDA Gontor merupakan kampus yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana kampus tersebut telah banyak membuka prodi-prodi umum.

“Kita juga akan bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) yang akan membuka prodi-prodi umum juga. Itu akan dikerjasamakan untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Seperti, penguatan prodi umum, penguatan bahasa, penguatan mutu akademik, dan penguatan pascasarjana.

Karena di UNIDA Gontor juga sudah dibuka prodi-prodi hingga S3, dan kami juga ada. Kami juga punya profesor-profesor di bidang ilmu keagamaan, sehingga ini bisa saling menguatkan,” imbuhnya.

Sumanta mengungkapkan, pihaknya akan merinci kerja sama tersebut ke prodi-prodi, fakultas, mahad, maupun pascasarjana untuk dapat diimplementasikan .

“Kita akan membreakdown ke tataran yang lebih praktis, seperti prodi, fakuktas, mahad, pascasarjana. Karena kerja sama di tingkat institut ini kan sebagai payung,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil datang langsung ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan penandatanganan kerja sama.

Tak sendiri, Prof Hamid didampingi Dekan Kuliyyatul Banat juga Ketua Ikatan Keluarga UNIDA Gontor, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH bersama 2 orang staf. (Nur)

Badan Keahlian DPR Bersama IAIN Cirebon Bahas RUU 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU 39/1999

Pembahasannya naskah akademik dan RUU No 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU No 39/1999.


CIREBON, FC- Badan Keahlian DPR (BKD) melakukan pengumpulan data dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 4 gedung Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) kampus setempat.

Pembahasannya, yaitu terkait naskah akademik dan RUU Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Wakaf dan urgensi perubahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia untuk Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

Perwakilan BKD, Mardisontori menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari implementasi kerja sama antara BKD dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pasalnya, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini merupakan salah satu perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan BKD.

“Maka masukan-masukan dari para stakeholder dianggap penting untuk kegiatan penyusunan di DPR RI,” kata Mardisontori saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dia mengungkapkan, BKD menggandeng akademisi di kampus untuk memberikan hasil-hasil terbaik dari kajian akademik, analisa, maupun riset yang dapat membantu fungsi-fungsi DPR.

Dia mengaku, persepsi publik terhadap DPR beragam, tidak seluruhnya baik. Namun demikian BKD sebagai sistem harus dapat bersinergis dengan para akademisi di kampus-kampus agar output yang dihasilkan baik.

“Sehingga BKD akan melakukan sinergis dengan para akademisi yang akan membuat fungsi BKD akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag memaparkan, tidak semua perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan BKD. Namun, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melakukan kerja sama dengan lembaga tersebut.

“Salah satu yang dihasilkan adalah Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Itu ada dua PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) yang terlibat, yaitu UIN Jakarta dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi yang konrit dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandas Sumanta. (Nur)

Bappenda Kabupaten Cirebon Beri Penghargaan kepada Teladan Pajak

Bupati Cirebon, H. Imron, M.Ag


KABUPATEN CIREBON, FC - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cirebon, memberikan penghargaan kepada para teladan pajak tahun 2020.

Penghargaan tersebut berlangsung di Hotel Patra Cirebon Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag menyebutkan, penghargaan tersebut diberikan karena wajib pajak tersebut membayarkan pajaknya tepat waktu. Penghargaan itu diberikan kepada 30 wajib pajak atau perwakilan perusahaan.

Selain itu, penghargaan itu pun berdasarkan Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi serta Peraturan  (Perda) nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah.

"Penghargaan diberikan kepada perusahaan restoran, hotel, pariwisata, dan perusahaan lainnya," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (6/4/2021).

Kepala Bappenda Kabupaten Cirebon Drs.Erus Rusmana, M.Si mengatakan, tujuan penghargaan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran melaporkan pajak dan mampu memotivasi warga lainnya agar membayar pajak tidak melebihi jatuh tempo.

Selain itu, pajak yang dihimpun tersebut merupakan instrumen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga pembangunan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

"Maka dari itu, untuk masyarakat saya kasih stimulus pembayaran PBB, dimana masyarakat yang membayar sebelum jatuh tempo bisa dapat potongan," katanya. 

Erus mengatakan, pada 2020, Pemerintah Kabupaten Cirebon berhasil menghimpun Rp223 miliar.

Pencapaian tersebut, melebihi dari target awal sebesar Rp200 miliar. Pendapatab terbesar dari pajak hiburan, parkir, serta hotel.

Tahun ini, kata Erus, pihaknya membidik pendapatan dari pajak sebesar Rp259 miliar. "Saya optimis tahun ini bakal tercapai dan pandemi segera usai," kata Erus. (din)



Menyongsong Ramadhan, Baznas Kota Cirebon Gelar Touring Ramadhan Cemerlang


FOKUS CIREBON, FC - Menyongsong Ramadan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon menggelar Touring Ramadan Cemerlang, Kamis (8/4/2021). 

Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag,  Dandim 0614 Kota Cirebon Letkol (Inf) Herry Indriyanto, juga Kapolres Cirebon Kota AKPB Imron Ermawan mengunjungi beberapa masjid yang terletak di Kelurahan Argasunya. 

Touring Ramadan Cemerlang ini bertema “Bersama SEHATI Menyongsong Ramadan Penuh Cinta”.

Dalam sambutannya, Eti mengungkapkan, Baznas sudah seringkali membantu dan bersinergi dengan Pemda Kota Cirebon. 

“Mudah-mudahan kegiatan berbagi ini tidak sampai sini saja, tapi terus berjalan secara berkala. Dan kegiatan ini tetap mengikuti protokol kesehatan,” ungkap Eti.

Dalam touring ini, ada lima mushola di Kelurahan Argasunya yang dikunjungi untuk kemudian diberikan bantuan berupa Al-Qur’an, alat shalat, sajadah, alat kebersihan masjid, santunan, serta paket sembako untuk marbot. 

Kelima mushola ini adalah Mushola Al-Akbar di RW 09 Cibogo, Mushola Al-Muhajirin di RW 08 Kopiluhur, Mushola Al-Muhyidin di RW 10 Kedung Jumbleng, Mushola Al-Iksan di RW 10 Kedung Jumbleng, dan Mushola Al-Ikhlas di Kedung Krisik Selatan.

Eti pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling membantu, terutama memasuki bulan suci Ramadan. 

“Di situasi sulit saat ini Pemda Kota Cirebon juga sekuat tenaga menghadirkan program pembangunan yang tertunda, yang penting warga sehat dan tidak ada gejolak sosial,” ujarnya.

Eti menambahkan, Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dengan berbagai keutamaan, pengampunan dan berkah. 

“Ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan perwujudan rasa solidaritas dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman kepada Allah SWT. Selain itu, bulan Ramadan juga merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman, memperkuat ketakwaan, memunculkan rasa cinta kepada keadilan dan persamaan derajat umat manusia,” tuturnya.

Ia pun berharap Ramadan yang sebentar lagi akan datang dapat menjadi wahana pembaharuan diri melalui pikiran dan tindakan yang mulia. 

“Hal tersebut harus teraktualisasi nyata melalui perbuatan amal, seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin, memberikan bantuan kepada orang-orang yang tertimpa bencana dan yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengungkapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini. Seperti Polres Cirebon Kota, CSB Mall, Swiss-Belhotel, Komunitas Motor John Cycle, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).


Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag mengatakan, kegiatan ini digagas sesuai dengan petunjuk untuk menjaga protokol kesehatan. 

“Mushola-mushola di Argasunya juga sudah dibersihkan, kita mengunjungi beberapa mushola di Argasunya untuk melihat bagaimana kondisi di sana, mushola-mushola di sana perlu dan layak untuk disentuh,” ujar Taufik. (Nur)

Pemerintah Daerah Kota Cirebon Komitmen Ciptakan Kota Sehat untuk Dihuni Warganya


CIREBON, FC - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si, mengatakan Pemda Kota Cirebon komitmen menciptakan kota sehat untuk dihuni warganya. 

Hal itu disampaikan usai Persiapan Pembinaan Kota Sehat Tahun 2021 di ruang Gotrasawala BP4D Kota Cirebon, Kamis, 8 April 2021. Untuk itu, Iing berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat sangat dibutuhkan. 

“Kota sehat merupakan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya,” ungkap Iing. 

Kota sehat ini bisa dicapai melalui terselenggaranya penerapan sejumlah tatanan dan  kegiatan yang saling terintegrasi antara masyarakat dan pemerintah. 

Untuk itu hari ini, lanjut Iing, mereka melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan dan kelurahan, forum komunikasi di tingkat kecamatan, pokja yang ada di tingkat kelurahan, puskesmas dan stakeholder lainnya. 

“Koordinasi ini dilakukan untuk persiapan pembinaan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jabar pada 20 April mendatang,” ungkap Iing. 

Pembinaan yang dilakukan ini juga sebagai langkah verifikasi Kota Cirebon sebagai kota yang sehat. 

Seperti diketahui, pada 2019 lalu Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara karena berhasil menyelenggarakan kabupaten/kota sehat untuk klasifikasi taraf pengembangan. 

Kota Cirebon berhasil memenuhi 5 tatanan yang diprasyaratkan diantaranya kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, kehidupan sosial yang sehat serta ketahanan pangan dan gizi. 

Tahun ini, persyaratan untuk menjadi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) ditambah satu indikator. Yaitu capaian Open Defecation Free (ODF) atau daerah yang bebas dari buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Pada 2020 lalu di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan yang 100 persen ODF. 

Namun pada perkembangannya, hingga Maret 2021, sudah 18 kelurahan yang tingkat capaian ODFnya mendekati hampir 90%. 

“Untuk itu kita akan dorong agar capaian ODF bisa menyentuh angka 90 persen di 18 kelurahan,” ungkap Iing.

Dengan begitu Kota Cirebon bisa mengikuti verifikasi Kota Sehat kategori penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang capaian ODFnya minimal 80 persen. 

“Namun yang terpenting dari semua ini yaitu komitmen Pemda Kota Cirebon untuk menciptakan kota yang sehat dengan dukungan semua pihak,” tegas Iing. 

Termasuk dukungan dari masyarakat yang dengan sukarela mengubah perilaku mereka menjadi perilaku yang peduli terhadap kesehatan. (din)

Menyesuaikan 9 Standar Visitasi, FUAD IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama Luar Negeri

Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021), di Grage Hotel.


CIREBON, FC- Untuk menyesuaikan 9 standar persyaratan visitasi demi mencapai poin yang unggul, yakni  perlu adanya mahasiswa asing tengah melakukan upaya untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak di luar negeri.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, MAg disela-sela Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Grage Hotel, Kamis (8/4/2021).

“Mahasiswa itu di masing-masing jurusan dan fakultas, tidak hanya FUAD saja ya, tapi juga fakuktas dan jurusan lain. Itu perlu ada mahasiswa asing untuk mencapai poin yang unggul,” kata Hajam.

Menariknya, kata dia, untuk menarik mahasiswa asing ini, pihaknya pun menghadirkan pihak dari luar negeri dalam rapim tersebut, yaitu dari Afrika, tepatnya dari Republik Madagaskan.

Karena, lanjut dia, tahun 2022 mendatang merupakan tahun visitasi untuk Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Filsafat Agama, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang berada di FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kita ingin bekerjasama dengan beliau untuk menerima mahasiswa asing. Kami juga mengajak beliau untuk tidak hanya mahasiswa FUAD, tapi juga untuk mahasiswa FSEI, FITK, dan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Silahkan disesuaikan dengan prodi yang dipilih,” paparnya.
 
Tidak hanya itu, Hajam mengungkapkan, ke depan pihaknya juga akan merangkul sejumlah pihak di Malaysia dan Brunai Darusalam untuk menarik mahasiswa berkuliah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kebetulan dosen-dosen kita memiliki jaringan di berbagai negara. Jadi kita manfaatkan untuk menjaring mahasiswa asing,” terangnya.

Sementara itu, Kabag TU FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rifqi Muslim menambahkan, kerja sama tersebut memang agar masyarakat Republik Madagaskar berkuliah di Indonesia, yaitu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Tapi dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Karena, bahwa di Madagaskar tersebut, masyarakat muslim itu minoritas, hanya 25 persen saja yang muslim,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rifqi, kerja sama ini juga terkait kondisi perekonomian masyarakat di Madagaskar yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. 

Sehingga, kata dia, pihaknya harus berani membiayai berbagai kebutuhan selama yang bersangkutan menempuh studi di kampus ini.

“Di Indonesia juga harus bisa membiayai all in, semuanya. Baik dari lifing kosnya, transportasinya, maupun studi kos pendidikannya,” tandas Rifqi. (din)

Rabu, 07 April 2021

Fifi Novianty, Alumni IAIN Cirebon Jadi Lulusan Magister Tercepat dan Terbaik di UIN Yogyakarta

FIFI NOVIANTY, M.Sos., alumni Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kembali berhasil lulus debfan predikat cumlaude di UIN Jogyakarta.

FOKUS CIREBON, FC - Pipi gadis cantik ini kembali merona. Setelah berhasil meraih gelar S1 dengan predikat cumlaude di IAIN SNJ Cirebon pada beberapa tahun lalu, kini kembali merajut sukses dengan predikat cumlaude di S2 nya di UIN Jogyakarta.

Pada tahun 2019 lalu, dia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon hanya dalam waktu 3,5 tahun dan menyabet predikat cumlaude.

Setelah lulus S1, Fifi langsung melanjutkan S2 dengan jurusan yang sama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dia berhasil masuk ke kampus itu melalui jalur prestasi dan kini telah dinyatakan lulus di jenjang S2-nya hanya dalam waktu 1,5 tahun dan kembali menyabet predikat cumlaude.

Atas prestasinya itu, gadis cantik kelahiran Cirebon ini pun berhasil menyandang predikat mahasiswa terbaik dan lulus tercepat Program Magister KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2021.

Di masa perkuliahan, Fifi menjadi asisten salah satu dosen Universitas Gajah Mada (UGM) dan ditunjuk menjadi asisten dosen untuk mengajar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sebagai asisten, dia mendapat tugas, seperti mengurus penyusunan dan publikasi jurnal terindeks scopus maupun mengajar di sejumlah kelas di UIN Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Fifi pun membantu penyusunan sejumlah buku yang kini telah menjadi karya UGM. Seperti buku yang berjudul “Jurnalisme Muslim” dan buku Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM berjudul Universitas Gadjah Mada Berkhidmat Secara Manusiawi di Jalan Pengabdian kepada Masyarakat.

“Alhamdulillah, Bapak Ketua Prodi KPI S2 UIN Yogyakarta juga memberi kepercayaan kepada saya untuk mengajar di beberapa kelas S1 di UIN Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta,” jelas Fifi, Rabu (7/4/2021).

Dia mengaku, tugas sebagai asisten tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk dirinya. Karena, Fifi harus mengatur waktu dengan baik agar kewajibannya sebagai mahasiswa dan asisten dosen dapat dikerjakan dengan baik.

“Meski dengan banyak pekerjaan yang saya emban semasa kuliah, tapi Alhamdulillah perkuliahan saya tidak terganggu bahkan bisa menjadi lulusan tercepat dan terbaik. Yang penting harus bisa mengatur waktu agar semuanya dapat dikerjakan dengan baik dan terpenting jangan menunda-nunda pekerjaan, seperti tugas maupun revisian. Karena bagi saya jika menunda itu sama saja menunda kelulusan. Kuncinya itu aja,” ujarnya.

Bahkan, ungkap Fifi, kesempatan untuk menjadi asisten peneliti dan asisten dosen tersebut menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga. Pasalnya, dirinya bisa mendapat kesempatan mengerjakan berbagai hal yang luar biasa bersama orang-orang yang hebat dan mendapat ilmu yang sangat berharga.

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen S2 KPI UIN Yogyakarta, terutama kepada Bapak Kaprodi Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A serta dosen UGM dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Bapak Ana Nadhya Abrar, M.E.S., Ph.D yang telah membimbing Tesis saya dengan sangat sabar dan luar biasa banyak sekali ilmu yang saya dapatkan,” tuturnya.

Juga, imbuh dia, kepada Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Bapak Dr. Hajam, M.Ag yang selalu menyemangati dirinya hingga bisa melewati segala rintangan dan sampai di posisi ini. Fifi mengungkapkan, mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah membentuk pribadinya hingga seperti ini.

Ketua Program Studi (Kaprodi) S2 KPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr. Hamdan Daulay, M.Si., M.A., memaparkan, proses perkuliahan yang Fifi jalani sebenarnya sama saja dengan mahasiswa lainnya. Hanya, kata dia, yang membuat cepat atau lambatnya perkuliahan adalah penyusunan penelitian sebagai tugas akhir.

“Proses perkuliahannya sama dengan yang lain, karena kita itu paket 4 semester, itu sudah ada paketnya. Semua mahasiswa sama, sama-sama rajin. Hanya proses pengerjaan tesis saja yang membedakan,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, M.Ag mengungkapkan, dirinya telah mengenal Fifi sejak dia menempuh jenjang S1 di kampus setempat. Bahkan, dirinya pun mengetahui suka duka dan perjuangan anak pertama dari empat bersaudara ini untuk menyelesaikan perkuliahannya.

“Waktu S1 dulu toko orang tua Fifi itu terbakar dan itu membuat stabilitas perkuliahan Fifi terganggu. Tapi itu menjadi titik balik, dengan penuh semangat Fifi bangkit. Agar bisa tetap berkuliah Fifi berjualan roti di kampus sambil kuliah. Dia menjajakan roti ke teman-temannya dan dosen-dosen, dan saya menjadi salah satu pelanggan setianya juga,” ungkapnya.

Hajam mengaku, dirinya merasa bangga atas kegigihan Fifi tersebut hingga dia berhasil menyelesaikan S2. Untuk itu, kata dia, Fifi ini dapat menjadi contoh yang baik untuk ditiru oleh mahasiswa-mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah dan selalu semangat menghadapi berbagai kesulitan.

“Yang berbeda dari Fifi ini adalah semangatnya. Mudah-mudahan ini bisa dicontoh yang lain. Semoga Fifi juga tidak hanya berhenti di S2, saya inginnya Fifi melanjutkan S3. Selalu semangat dan terus melakukan yang terbaik,” harapnya. (din)

Rakernas Kementerian Agama, Kampus UISSI IAIN Cirebon Menjadi Tranding



CIREBON, FC- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon tengah dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) menjadi perbincangan, khususnya di lingkungan Kementerian Agama. 

Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, perbincangan tersebut terkait ditunjuknya kampus ini menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).

"Mengapa tranding, karena dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri seluruh komponen di Kementerian Agama, Pak Menteri mengungkapkan tekadnya untuk mendirikan UISSI dan disebutkan Cirebonnya,” ungkap Saefudin dalam acara Penyelarasan Kurikulum dan Proposal Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) kampus setempat di salah satu hotel di wilayah Kuningan, Rabu (7/4/2021).
 
Untuk itu, kata dia, hal ini merupakan mandat yang sangat luar biasa, karena disebutkan di dalam rakernas saat pembukaan. 

Bahkan, lanjut Saefudin, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama pun menyampaikan capaian kinerja sekaligus strategi pencapaian kinerja di Kemenag pada tahun 2021 ini.

Karena itu, dari 7 agenda capaian itu, salah satu agendanya adalah pendirian UISSI di IAIN Cirebon. Itu jelas-jelas tertulis di situ, sehingga saat tanya jawab terungkap bahwa pendirian kampus siber ini tidak hanya untuk kampus keagamaan Islam, tapi juga di dalam lembaga pendidikan yang lain. 

"Jadi dapat dipahami, keinginan pendirian siber ini tidak hanya di lingkungan PTKIN, tapi juga di perguruan tinggi keagamaan yang lainnya juga,” ucapnya.
 
Berdasarkan target ketua UISSI, Saefudin menerangkan, pada Agustus 2021 ini proses perkuliahan berbasis siber harus sudah dimulai, yaitu yang menjadi pilot projeknya pada prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Untuk itu, bagi kita ada 7 hari kerja, tidak ada hari libur karena waktu yang sudah sangat mendesak. Ditambah lagi menjelang bulan puasa.

"Mungkin di bulan puasa ini ada beberapa hal kita berbagi dengan yang lain. Untuk itu sebelum bulan puasa mesti kita merampungkan tahapan-tahapan itu,” jelasnya. (Nur).


Selasa, 06 April 2021

Tingkatkan Kreatifitas Mahasiswa, HIMMAPIS IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Jurnalistik


FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HIMMAPIS) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung via google meet.

Kegiatan yang mengusung tema "Meningkatkan Kecerdasan dan Kreatifitas Mahasiswa melalui Pers dan Jurnalistik" itu digelar Selasa, (6/04/2021).

Ketua Pelaksana, Khoirun Nisa Amarsya mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud implementasi dari program kerja HIMMAPIS periode 2021/2022.

"Berhubung saya anggota dari infokom, maka saya tergugah mengadakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini merupakan salah satu momentum bagi Mahasiswa untuk bisa memahami teknik dasar jurnalistik dan bisa mengembangkan kreatifitasnya dalam tulis menulis," katanya.

Ia mengaku, setelah acara ini akan diadakan follow up guna mengasah kemampuan para peserta.

Respon positif dilontarkan juga oleh Ketua HIMMAPIS Abdul Khanan. Menurutnya kegiatan ini dapat menarik perhatian Mahasiswa mengenai dunia Pers dan Jurnalistik. 

"Jurnalistik memang sangat penting khususnya bagi mahasiswa, karena Mahasiswa memiliki dua peran yaitu sebagai mahasiswa dan sebagai penulis," kata Abdul.

Artinya, lanjut Abdul, jurnalistik sendiri bukan hanya sekedar penyampaian berita, tapi memang seharusnya dimiliki oleh seluruh mahasiswa. Karena teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam karya ilmiah lain.

Ia melanjutkan, kegiatan ini merupakan suatu tuntutan dan memang kebutuhan bagi seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa MPI.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Jurusan Taqiyuddin merespon secara positif Talkshow ini. Paling tidak, kata dia, pemateri dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa MPI

"Bagus sekali materinya, pematerinya juga saya kira sudah berpengalaman. Begitu yang pernah saya lakukan saat jadi tutor/praktek jadi wartawan," pungkasnya. 

Sementara itu, Fasfah Sofhal Jami, selaku narasumber pada Talkshow kali ini menympaikan bahwa teknik dasar jurnalistik terdapat harus mengandung unsur 5W dan 1H.

"Saya kira kita semua sudah familiar sama istilah 5W 1H, karena pelajaran ini sebenarnya sudah diajarkan dalam bangku sekolah. Namun kali ini kita akan mengaitkannya dalam jurnalistik dasar," kata Fasfah

Menjadi pewarta itu, lanjut dia, harus jujur dan apa adanya, kita meliput sesuai fakta yang ad saja, tidak perlu ditambah-tambahin

"Ada banyak manfaat dalam mengkaji jurnalistik, selain kita belajar bagaimana meliput dan mempublikasikan sebuah berita, teknik jurnalistik juga dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah," tandasnya. (din)


Senin, 05 April 2021

Kabupaten Cirebon Layak Peroleh Penghargaan Anugerah Parhita Ekapraya Tingkat Utama

FOKUS CIREBON, FC - Pemerintah Kabupaten Cirebon optimistis akan meraih penghargaan utama Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 dari Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak. 

"Pada tahun 2016 sampai 2018 Pemkab Cirebon mendapat penghargaan Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tingkat Madya. Sehinga tahun 2021 ini diharapkan mendapatkan penghargaan ke tingkat utama," kata Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsing, SE, M.Si saat sambutan pada acara Verifikasi Lapangan dalam rangka pemberian penghargaan utama Anugerah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 di Kantor Setda, Senin (5/4/2021). 

Ayu mengatakan, Pengarusutamaan Gender atau biasa disebut PUG merupakan strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan  gender dalam sejumlah aspek kehidupan  manusia. 

"Dalam pelaksanaan di Kabupaten Cirebon ini tertuang dalam kebijakan perundang-undangan, antara lain Peraturan Bupati Cirebon Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengarusutamaan Gender," kata Ayu panggilan akrabnya. 

Ayu menjelaskan, selama ini Pemkab Cirebon sudah menindaklanjuti peraturan bupati tentang rencana aksi daerah tentang Pengatusutamaan gender. 

"Kami sudah membentuk pokja PUG, Vocal Point, penyusunan rancangan responsif gender, melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PUG, serta sosialisasi PUG di tingkat OPD, kecamatan, desa maupun kelurahan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Perlindungan Anak (DPPKBPA) Kabupaten Cirebon, Iyan Ediyana  mengatakan, selama ini Pemkab Cirebon sudah melakukan kesetaraan gender. Bahkan, secara tidak sadar semua dinas sudah melakukannya. 

"Kami contohkan, misalkan Dinas Lingkungan Hidup mereka membuat taman bermain anak. Di situ harus masuk hak perempuan, laki-lakinya serta hak anaknya serta hak disabilitasnya. Semua unsur harus ada," katanya. 

Ia pun mengungkapkan, selama ini banyak kalangan masyarakat maupun dinas belum paham terkait kesetaraan gender. Bahkan menurutnya, gender itu identik kebanyakan  dengan perempuan. 

"Secara regulasi perbup tentang kesetaraan gender sudah ada dan juga dari sisi implemantasi di lapangan sudah dilakukan. Kalau untuk tingkat desa belum ada baru di tingkat Kabupaten Cirebon," kata Iyan.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Yuningsih mengatakan, pihaknya mendorong Pemkab Cirebon untuk kesetaraan gender di tingkat SKPD. Di mana sekarang dari 25 SKPD baru tiga orang yang dijabat oleh perempuan. 

"Untuk eselon II baru tiga orang yang menjabat. Kita mendorong untuk bisa mengimbangi minimalnya kalau tidak 30 pesen ya bisa 20 persen. Makanya kalau 25 SKPD, minimalnya tujuh orang perempuan yang menjabat kepala dinas," katanya. 

Yuningsih mengungkapkan, kalau Kabupaten Cirebon layak mendapatkan penghargaan Anugrah Parhita Ekapraya (APE) tahun 2021 tingkat utama. 

"Kita yakin Kabupaten Cirebon mendapat penghargaan tingkat utama. Karena kita sudah lengkap. ini semua terpenuhi semua pengurus pengarusutamaan gendernya. Karena kita sudah punya perda tentang perlindungan perempuan dan anak itu perda tahun 2018," katanya. (din)

Tiga Hari, FITK IAIN Cirebon Intensif Membahas MBKM di Workshop

FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan workshop MBKM.


CIREBON, FC- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar workshop di Grage Sangkan Hotel & SPA Kuningan, Senin-Rabu (5-7/4/2021).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dalam rangka membahas Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
 
Wakil Dekan I FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sutejo MAg menjelaskan, workshop tersebut terkait pengembangan kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar. Pasalnya, kata dia, konsep tersebut merupakan sudah menjadi tuntutan di era modern ini.

“Boleh dibilang Indonesia ini selalu tertinggal di bidang pendidikan, tapi itu biar yang sudah-sudah dan ini ada terobosan baru,” kata Sutejo.

Karena, lanjut dia, harus diakui lembaga pendidikan hampir tidak dapat menciptakan lulusan yang siap bekerja. Untuk itu, dengan adanya kurikulum kampus merdeka dan merdeka belajar, mahasiswa bisa belajar satu semester di jurusan berbeda, tetapi masih dalam satu kampus dan satu fakultas.
 
“Kemudian dua semester magang, itu sebenarnya yang merdeka belajar. Tapi magang juga tolong dicatat bukan wajib, karena kalau wajib itu artinya tidak bebas. Kemudian ada keterbimbingan, yaitu ada magang dan dibimbing, sehingga ketika mereka akan selesai menjadi seorang sarjana diusahakan sudah memiliki pekerjaan,” paparnya.

Dengan begitu, katanya, dapat meminimalisir pengangguran, karena semua lulusan memiliki basic pengalaman bekerja saat kuliah, baik kuliah di dalam maupun di luar kampus. Tidak hanya mahasiswanya, dosennya pun dituntut berkarya di luar kampus.

“Selama ini dosen kita kan tahunya rumah kampus rumah kampus, gak pernah dikenal di luar. Kampus merdeka dan merdeka belajar ini salah satu manfaatnya dosen dikenal di luar. Tidak hanya dikenal di luar, bekerja di luar, tapi karyanya juga dinikmati oleh orang luar dan direkognisi oleh dunia internasional,” terangnya.

Menurut Sutejo, salah satu penghambat perkembangan dunia pendidikan di Indonesia adalah tidak dimulainya pembentukan karakter saat proses pembelajaran di kampus. Kemudian selain mengajar, dosen-dosen pun harus melakukan komunikasi dengan mahasiswanya.
 
“Harus ada persepsi, sebelum mengajar harus ada motivasi. Mengapa kamu belajar MK saya? Apa manfaatnya nanti? Sehingga terbentuk MK (mata kuliah) itu. Sehingga itu akan indah jika kita telah memiliki kepribadian sejak awal,” tuturnya.

Untuk itu, kata dia, workshop ini adalah finalisasi. Pasalnya, pembahasan terkait hal tersebut sudah lama menjadi pembahasan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

“Bahkan sudah dibentuk tim resmi, diskusi intens berhari-hari sama dengan tim UISSI sebelum ada UISSI. Cuman kesempatan dikerjakan di luar baru sekarang, karena musim pandemi,” katanya.

Sementara itu, Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Farihin MPd memaparkan, tujuan kegiatan ini adalah terkait dengan tujuan fakultas tersebut, yaitu kurikulum ini secara bertahap bisa dilaksanakan dan diimplementasikan. Untuk itu, pihaknya pun perlu menyamakan persepsi tentang kurikulum tersebut.

“Tentang apa itu MBKM (merdeka belajar dan kampus merdeka), bagaimana MBKM itu diterapkan, kemudian pengaturan proporsi dalam arti berapa semester mahasiswa kita kuliah di luar prodi, kemudian dosen-dosennya juga harus dipersiapkan, karena ini sifatnya adalah baru,” Ucapnya. (din)