Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 Juli 2023

MenpanRB Resmikan MPP, Bupati Imron: Ini Mudahkan Masyarakat Dapatkan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON, FC - Setelah diaktifkan sejak enam bulan lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hadir langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si dalam kegiatan tersebut.

Bupati Imron menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen dalam mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuka Mal Pelayanan Publik yang berisi gerai layanan dari beberapa instansi.

“Kita juga terus membenahi MPP Kabupaten Cirebon, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dipermudah dan ditingkatkan,” ujar Imron.

Di samping itu, Imron juga menilai dengan adanya MPP dapat membantu investor dalam mengetahui proses perijinan yang ditempuh. 

“Ayo kita ke Mal Pelayanan Publik, baik itu investor dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya perijinan, tetapi layanan sosial dan perekonomian dasar untuk datang ke Graha Abiyasa, Kantor DPMPTSP Kabupaten Cirebon,” ajak Imron.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menerangkan, terdapat 36 tenan dan 99 layanan, baik dari instansi vertikal, BUMD maupun layanan pemerintah daerah lainnya. 

Dijelaskan juga, MPP ini hanya sebagai alat tercapainya pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini MPP Kabupaten Cirebon ikut diresmikan langsung oleh Menteri PanRB. Harapan kami, tentu kedepannya MPP Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal dan bisa mendongkrak pelayanan terhadap masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, dari 500 lebih kota/kabupaten yang ada, baru 134 yang memiliki MPP. 

Pada kesempatan kali ini, selain Kabupaten Cirebon, terdapat 13 MPP kota/kabupaten lainnya yang ikut diresmikan MenpanRB.

Fasilitas yang disediakan dalam MPP sendiri, tentu memiliki standar tinggi pelayanan. Diantaranya terdapat Ruang Laktasi, Ruang Bermain Anak, Pelayanan Ramah Disabilitas, Ruang Konsultasi, Pusat ATM hingga Pojok Baca. (din)

Kepala Desa Sindangheula Brebes Resmi Membuka KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 127 dan 133 IAIN Cirebon

BREBES, FC - Kepala Desa Sindangheula Daddy Suparman dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H.Ismail Ridwan M.Si menghadiri acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri inisiatif kelompok 127 dan 133 IAIN Syekh Nurjati Cirebon Desa Sindangheula, Banjarharjo, Brebes, Kamis 13 Juli 2023

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana kelompok 127 Sesar Aprilliyanto,  menyampaikan bahwa Desa Sindangheula memiliki potensi SDA yang baik dan kreativitas masyarakat yang lebih maju. Hal itu dilihat dari beberapa usaha milik masyarakat, mulai dari Kopi, tape, opak dan masih banyak lagi. 

Selain itu, di Desa Sindangheula ini juga terdapat salah satu destinasi wisata yaitu curug tonjong yang terletak di Dusun Buadil. 

"Dari beberapa potensi desa yang ada tentu itu harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar ekonomi desa juga meningkat "ujar Sesar Sesar Apriliyanto.

Selanjutnya, pada kesempatan ini H. Ismail ridwan M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan berharap dengan adanya pelaksanaan KKN ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang di dapat dari di perguruan tinggi agar bisa diterapkan dan berguna bagi masyarakat sekitar. 

Usai sambutan dosen pembimbing lapangan, acara kemudian dilanjut dengan  penyerahan simbolis kepada mahasiswa yang diberikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan dan kepala desa sebagai bentuk pengabdian.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Daddy Suparman menerima dengan senang hati kedatangan mahasiswa KKN kelompok 127 dan 133 dai IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dady Suparman menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah memilih Desa Sindangheula menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.

"Desa Sindangheula adalah desa yang pas untuk kalian melaksanakan KKN karena melihat dari potensi  desa yang ada," ujar Daddy Suparman yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan KKN Mandiri Inisiatif di desanya. (Red/Izzul)

Mahasiswa KKN Kelompok 116 IAIN Cirebon Menggelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Desa Paniis

KOMPAK : Mahasiswa kelompok 116 menggelar kerja bakti berupa kegiatan bersih-bersih di lingkungan Desa Paniis, Kabupaten Kuningan. 


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan Desa Paniis, Keccamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan pada (13/7/23).

Pelaksanaan kegiatan bersih-bersih dimulai pada pukul 9.30 WIB sampai pukul 16.00 sore. Masing-masing memiliki tugas memunguti sampah, menyapu, mencabut rumput dan penataan ulang tempat pembuangan sampah yang ada di lingkungan Dusun Pahing, Desa Paniis yang sudah lama tidak digunakan karena membludaknya sampah.

Gerakan ini merupakan salah satu program kerja dari mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta wujud nyata untuk membantu masyarakat Desa Paniis yang akhir-akhir ini tidak bisa membuang sampah pada tempat pembuangan sampah di karenakan TPS yang mereka gunakan penuh dengan sampah dan tidak dibereskan. 

Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati melakukan penataan ulang dan membereskan Tempat Pembuangan Sampah dengan harapan TPS tersebut dapat digunakan lagi oleh masyarakat sehingga tidak ada yang membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke sungai, juga masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari serta bijak dalam membuang sampah.

Selain bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kekompakan, dan kerjasama dalam tim. Sehingga terbentuklah kesadaran dan kepedulian sosial dalam merealisasikan kegiatan tersebut. (Red/Maulana)

PSGA IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023

 

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Cirebon kabinet Gender Equity menggelar kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023 pada, Rabu-Kamis, (12-13/7/2023) di Gedung LP2M lantai 3, kampus setempat. 

Sebanyak 24 pengurus relawan mengikuti kegiatan tersebut, pengurus yang hadir merupakan dari 3 divisi, yaitu divisi riset, penulisan dan advokasi, divisi pelayanan dan Pendidikan, dan divisi pengembangan dan Kerjasama kelembagaan. 

Pengurus ini yang telah berhasil lolos dalam open rekrutmen melalui tes wawancara serta mengikut workshop penguatan kompetensi relawan PSGA pada tanggal 26-27 juni 2023. 

Ada beberapa kegiatan pada rangkaian acara tersebut, yakni pembukaan dilanjut pembahasan AD/ART PSGA dan presentasi program kerja dan penetapan kalender kegiatan pengurus relawan PSGA 2023. 

Ketua PSGA, Imelda Triadhari mengatakan,  PSGA merupakan wadah untuk kita menimba ilmu mengenai gender dan mencegah kekerasan seksual di lingkup kampus. Oleh karena itu perlu adanya rancangan program kerja yang strategis dan juga ad art yang mendukung terhadap jalannya organisasi.

Demikian juga menurut Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Dr. Masriah,M.Pd, bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari kepengurusan, karena dengan adanya pembahasan AD/ADT dan Program Kerja dapat memastikan bahwa seluruh pengurus relawan PSGA memiliki pemahaman yang jelas mengenai program kerja yang akan dilaksanakan serta aturan yang mengatur didalam kepengurusan.

Sehingga saat menjalani kepengurusan ini, katanya, kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya dapat terstruktur, efesien dan objektif. 

"Saya berharap pengurus periode ini menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya dan dapat terlaksana sampai akhir kepengurusan," turutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ika Purnamasari berterima kasih atas kehadiran semua relawan PSGA dalam rapat kerja dan upgrading PSGA di LP2M. Kegiatan ini penting untuk memperbaharui kerja dan visi PSGA terhadap isu gender dan anak.

"Evaluasi pencapaian, perencanaan strategis dan kerjasama dengan berbagai pihak lainnya akan menjadi prioritas kami, dan PSGA berkomitmen untuk melindungi hak-hak perempuan, laki-laki dan anak-anak melalui penelitian, publikasi dan advokasi," terang Ika.

Maka, melalui kolaborasi yang kuat, kata Ika, kita dapat menciptakan dampak dan perubahan yang positif. 

"Terima kasih kepada tim relawan PSGA atas dedikasinya. Mari kita manfaatkan pertemuan ini untuk mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak anak," paparnya lagi.

Ika menjelaskan,pada dasarnya pengertian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah dokumen atau pedoman yang ditulis oleh organisasi. Dokumen ini berisi aturan dan peraturan yang mengatur tugas dan hubungan antara anggota organisasi dan pelaksanaan perusahaan atau organisasi. Anggaran Dasar (AD) adalah bagian dari AD/ART yang memuat peraturan-peraturan umum dan pokok yang mengatur kehidupan organisasi. 

Di Samling itu, AD mengatur hubungan antara organisasi dengan anggotanya dan mengatur tata cara pemilihan anggota, menetapkan pimpinan, mengadakan rapat rutin, dan menghukum anggota yang melanggar. 

Sedangkan ART (pendapatan rumah tangga) merupakan salah satu komponen AD/ART yang merupakan definisi lain dari AD. ART memiliki aturan yang mengatur urusan internal organisasi, seperti administrasi, wewenang dan tugas direktur dan anggota, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan organisasi sehari-hari.

"Tujuan adanya pembahasan AD/ART adalah untuk memberikan pedoman yang jelas dan terstruktur kepada seluruh anggota organisasi. Selain itu AD/ART juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, mengontrol perencanaan organisasi dan menjaga proses dan pelaksanaan kegiatan organisasi," paparnya.

Di samping itu program kerja merupakan sekumpulan rencana kerja yang telah disusun dan disepakati untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari program kerja adalah untuk memandu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Selain itu, program kerja juga dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan saat melakukan pekerjaan, dan hasilnya akan dievaluasi pada akhir masa kepengurusan.

Dalam penyusunan program kerja, lanjut Ika, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusan, waktu pelaksanaan yang dimana harus menentukan waktu pelaksanaan setiap program kerja, sasaran yang menjadi subjek kegiatan dalam satu periode, termasuk pembagian jobdesk siapa yang akan bekerja dan bagaimana pekerjaan akan didistribusikan. 

"Satu hal yang paling penting ialah perbaikan atau kemajuan program kerja dari periode sebelumnya yang dimana program kerja periode sekarang harus lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Mengenai pembahasan AD/ART dan program kerja sebaiknya dilakukan di awal setiap kepengurusan karena keduanya merupakan dokumen yang sangat penting dalam pekerjaan perencanaan. 

AD/ART terdiri dari peraturan perundang-undangan yang mengatur kegiatan dan hubungan antar anggota organisasi, sedangkan program kerja terdiri dari rencana kerja yang dirancang dan disepakati untuk diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. 

Hal ini dilakukan di awal setiap kepengurusan untuk memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur kepada semua anggota organisasi dalam menjalankan kegiatan, menghindari konflik internal dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (din)

KKN Kelompok 80 Bantu DKM Al Muhajirin Bangkitkan Ekonomi Berbasis Masjid dan Keumatan

Mahasiswa KKN Kelompok 80 tengah foto bersama pasca penerimaan dan pembukaan KKN bersama Ketua RW 05 Sumber Asri dan pengurus DKM Al Muhajirin.
 


CIREBON, FC - Warna rumput hijau berbalut putih hitam, bak ombak laut menyapu semua tempat. Hal itu yang dilakukan para mahasiswa IAIN Cirebon yang tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) lengkap dengan pakaian seragamnya sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa KKN 80 ini tak sungkan untuk menyapa dan bertemu warga, mulai dari sudut-sudut kampung Sumber Asri hingga ke bagian tengah. Dengan perasaan senang dan gembira warga pun menyambutnya.

Terlebih anak -anak dan remaja, bak bertemu kakak atau saudara yang lama tak bertemu, langsung saling berkenalan dan bersalaman. 

Rasanya anak-anak dan para remaja ini merasa begitu teduh dengan kedatangan para mahasiswa KKN 80 di kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan.

Menyambut hangat sambutan warga, para mahasiswa KKN 80 pun langsung membuat sejumlah program kerja di RW 05 Sumber Asri. Seperti Maghrib mengaji, belajar pelajaran umum di sekolah, solat rawatib berjama'ah, kegiatan lomba-lomba menyambut tahun baru Islam 1 Muharam dan program lainnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa pun turut menggerakan unit usaha ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan. Mereka secara bergilir dan terjadwal bergantian standby di Gerai dan mahasiswa lainnya melakukan pendekatan kepada warga agar bersama mendukung dan membangkitkan kemajuan Gerai Lahtazan sebagai usaha ekonomi milik Masjid Al Muhajirin ini.

Selain itu, pertemuan-pertemuan kecil dan besar pun kerap dilakukan para mahasiswa KKN 80, baik bertempat di masjid maupun di Sekretariat KKN, termasuk pertemuan dengan warga dan para mahasiswa KKN juga mengikuti kajian subuh di masjid dan Ratiban Al Hadad di rumah salah satu tokoh masyarakat 

Ro'sin, Ketua KKN 80, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menyatakan, KKN 80 mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema besar KKN yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid'.

Ro'sin mengaku sangat senang dan bangga dengan para anak-anak dan remaja Sumber Asri RW 05 yang begitu antusias saat mengikuti kegiatan Maghrib mengaji maupun pada kegiatan-kegiatan lainnya.

"Kami bangga dan senang, mereka begitu antusias dan kami semampu mungkin dengan keilmuan yang kami miliki ingin membaginya kepada anak-anak dan remaja juga kepada warga  pada kegiatan KKN di Sumber Asri Desa Kecomberan ini. Kami juga akan belajar banyak dengan warga terkait berbagai hal yang ada di masyarakat," kata Ro'sin didampingi Denis dan Adi Habib Kurniawan.

Sementara menurut Sembagi Arutala bersama rekannya Nurul Inayah menjelaskan, bahwa selain program Maghrib mengaji juga terdapat sejumlah program lainnya, seperti kegiatan 1 Muharam, 17 Agustusan dan kerja bakti bersama Ketua RW 05 serta kegiatan PKK dan kegiatan-kegiatan lainnya bersama warga.


Selain itu, juga ingin meningkatkan UMKM di Sumber Asri, di mana usaha-usaha ekonomi milik warga ingin kita carikan solusinya, terutama potensi-potensi untuk mengembangkan dan memajukannya. Sehingga nantinya akan ada ciri khas tersendiri dari usaha ekonomi warga yang bisa menjadi icon di Sumber Asri.

"Program KKN yang sudah kita rilis akan kita jalankan di Kampung Sumber Asri ini, tapi tentu saja kita akan buat skala prioritasnya, agar semua bisa berjalan dengan baik, termasuk peningkatan ekonomi berbasis masjid dan juga ekonomi berbasis keumatan atau sosial," terang Sembah dan Nurul yang diiyakan oleh teman-temannya, Nur Shinta Amelyan, Devina, Evi Sugiarti dan lainnya. (Nur)

   


Rabu, 12 Juli 2023

Mahasiswa IAIN Cirebon Dampingi UMKM Untuk Dapatkan Sertifikasi Halal

KUNINGAN, FC -  Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 115 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Dr. Asep Kurniawan M. Ag selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) bekerjasama dengan Lembaga Halal IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program kerja tentang Pendampingan Proses Produk Halal, Rabu, (12/7/2023).

Hal ini sebagaimana merujuk pada Pasal 1 angka 1 PMA No. 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil, produk yang diwajibkan bersertifikasi halal adalah barang atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetika, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Namun masih banyak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum mengetahui serta memahami bagaimana sertifikat halal untuk suatu produk dapat diperoleh. Terlebih bagi para pelaku UMKM yang berada di daerah pedesaan.

mengenai proses produk halal, ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjamin kehalalan produk meliputi penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, hingga penyajian produk.

Mahasiswa KKN yang diterjunkan di Dusun Manis, Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan , kuningan itu, pada Rabu 12 Juli 2023 melakukan pendampingan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tiga produk UMKM tersebut antara lain Keripik Singkong, Keripik Pisang dan Rempeyek Abah Anggit Paniis yang berlokasi di Dusun Manis Desa Paniis. 

Proses Pendampingan Produk Halal dilakukan dengan sistem self-declare yang dimulai dari melakukan survei kepada masing-masing pelaku usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga verifikasi dan validasi.

Peserta KKN, Pendamping Produk Halal Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wildan Sayuthi Mahatma menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan juga membantu para pelaku UMKM bisa memiliki sarana marketing yang bervariasi berbasis media sosial dan tempat penjualan seperti Facebook, Instagram, serta Shopee, yang dilakukan melalui teknologi digital. 

Dengan strategi ini maka secara langsung mampu meningkatkan dan mengembangkan nilai jual UMKM.

Perlu diketahui, sertifikasi halal menjadi komponen pokok yang perlu dimiliki pelaku UMKM terutama bagi produk makanan. Masyarakat atau konsumen tidak akan mempertanyakan kehalalan produk tersebut karena sertifikat halal ini berfungsi sebagai bukti bahwa sebuah produk yang dijual untuk dikonsumsi atau digunakan tidak mengandung komposisi yang diharamkan oleh syariat agama Islam. 

Pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu pengajuan secara langsung melalui BPJPH atau Satgas Halal di daerah, dan secara elektronik menggunakan Sistem Informasi Halal (SI- Halal).

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena sudah membantu saya untuk mengurus proses mendapatkan sertifikasi halal. Program ini sangat bermanfaat bagi saya yang awam akan hal tersebut. Semoga setelah mendapatkan sertifikat halal, saya dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan, serta memberikan solusi yang tepat dan efektif dalam memasarkan produk. Semoga Mas dan Mbak diberi kesehatan selalu dan menjadi orang sukses nantinya,” ucap Ira pemilik usaha keripik Anggit Paniis. 

Terakhir, mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon berharap adanya kegiatan pendampingan proses produk halal ini akan terus berlanjut untuk KKN periode berikutnya. Sehingga seluruh UMKM yang ada di Desa Paniis bisa memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (din).

Selasa, 11 Juli 2023

Hadiri Sosialisasi ASN PPPK Guru, Bupati Cirebon: Guru Harus Jadi Suri Tauladan

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembukaan Rekening Tabungan, Sosialisasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)  dan Aktivasi BJB DIGI kepada Calon ASN Guru PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, bertempat di Convention Hall UMC Watubelah, Selasa (11/7/2023).

Tampak hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon dan Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan bahwa menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia.

"Guru juga harus bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk muridnya. Selain itu, ibu dan bapak guru harus menjadi perekat bangsa dan agen perubahan bagi sekitarnya," ujar Imron.

Imron juga mengucapkan selamat kepada guru yang akan dilantik menjadi PPPK. "Kepada ibu dan bapak guru selamat berjuang, selamat mengabdi untuk bangsa dan negara," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kali ini merupakan pengangkatan yang ketiga.

"Ini adalah pengangkatan PPPK yang ketiga sebanyak 965 orang, sebelumnya yang pertama itu sebanyak 1716, kemudian tahap kedua 2665,” jelas Ronianto.

Senada dengan Imron, Ronianto juga mengucapkan selamat atas diangkatnya 965 orang guru menjadi pegawai ASN PPPK.

"Kami ucapkan selamat dan selamat bergabung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, ditunggu karya bapak dan ibu sekalian di dunia pendidikan," lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga berharap, dengan banyaknya guru yang diangkat menjadi ASN PPPK akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber, Taupan Selamat Wibawa menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di Indonesia.

"Pengangkatan ASN PPPK untuk lingkungan Dinas Pendidikan di Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia," jelas Taupan. (din)

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa IAIN Cirebon Dinobatkan Juara Satu Internasional Essay Winner 2023

Inilah Dede Al Mustaqim, peraih juara 1 internasional Essay Winner 2023


CIREBON , FC - Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinobatkan sebagai juara satu  pada International Essay Winner.

Ajang International Essay Competition dalam Festival International of Sufism Psychoterapy IAIN Kudus 2023 ini dilaksanakan, 15-25 Juni 2023.

Dede Al Mustaqim bersyukur dengan  raihan prestasi ini. Karena untuk mendapatkannya tidaklah mudah, selain harus dengan keseriusan dan kegigihan juga dengan perjuangan.  

Alhasil, melalui judul karya "Transformasi Diri: Membangun Keseimbangan Mental dan Spiritual Melalui Proses Islah, Dede Al Mustaqim keluar sebagai juara dan mampu mengalahkan peserta lainnya dari kampus unggulan di Indonesia.

"Ya, bersyukur sih, karena siapapun pasti ingin menjadi yang terbaik, dan itu sudah kami buktikan di ajang bergensi di Festival International of Sufism Psychoterapy," katanya.

Berbincang mengenai sejumlah persiapan yang dilakukan, Dede Al Mustaqim mengaku persiapannya pertama mencari permasalahan terkini kemudian melakukan riset melalui tinjauan literatur dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia.

Selain karena persiapan-persiapan yang dilakukan, raihan juara satu ini juga, kata Dede Al Mustaqiem, berkat dukungan dan bimbingan yang diberikan dosen.

Untuk itu, Dede Al Mustaqim berpesan  teruslah berkarya, jangan melihat kampus kita dari mana. Kita harus bisa membesarkan nama kampus, jangan nama kita yang besar karena kampus. (din)

530 Mahasiswa UI BBC Lakukan KPM, Bupati Imron: Gali Potensi di Desa untuk Kemajuan Daerah

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melepas 530 mahasiswa dari Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (10/7/2023).

Dalam sambutannya, Imron mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan KPM dari UI BBC tersebut.

Menurutnya, para mahasiswa yang akan melakukan KPM bisa memberikan informasi dan mampu menggali potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Mereka bisa menggali potensi yang ada di lokasi KPM dan  memberikan informasi permasalahan serta solusi yang ada di desa masing masing. Untuk menjadikan kebijakan dari pemerintah daerah," kata Imron.

Ia juga mengungkapkan, perguruan tinggi memberikan kontribusi yang cukup besar dengan keilmuan.

"Dalam pendidikan ke depan, akan merubah bagaimana Kabupaten Cirebon 5 hingga 10 tahun yang akan datang, serta mereka akan menjadi penerus para pemimpin bangsa," ungkapnya.

Rektor UI BBC, Dr. H. Oman Fathurohman, MA mengatakan, pihaknya melepas 530 mahasiswa yang akan mengikuti KPM di 48 desa yang tersebar di wilayah Cimajakuning hingga Kabupaten Brebes. 

Sedangkan, kata Oman, untuk wilayah Kabupaten Cirebon tersebar di Kecamatan Waled 10 desa, Pabuaran 7 desa, Ciledug 8 desa dengan total keseluruhan 25 desa.

"Kami memiliki program KPM secara mandiri dan reguler. Untuk mandiri sendiri ada 23 desa yang tersebar di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Kabupaten Brebes, sedangkan untuk reguler ada 25 desa." jelas Oman.

Oman menjelaskan, kuliah pengabdian masyarakat (KPM) merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, ilmu yang telah didapat para mahasiswa selama kuliah akan diterapkan di tempat KPM yang akan dilaksanakan selama 40 hari kerja, mulai tanggal 10 Juli hingga 20 Agustus 2023.

Ia mengatakan, dalam KPM tahun 2023 ini pihaknya mengambil tema "Budaya Teknologi Ramah Digital Menuju Indonesia Emas". Tema tersebut diambil atas pengaruh digital yang sudah merambah ke masyarakat bawah.

"Target yang ingin dicapai KPM ini adalah bagaimana kita memahami bersama pengaruh digitalisasi yang sudah hampir digunakan lebih dari 76 persen penduduk Indonesia," ungkapnya.

"Para mahasiswa peserta KPM diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang dampak positif dan negatif menggunakan digital seperti medsos," harap Oman.

"Di samping itu, tumbuhnya radikalisme, perpecahan dan sebagainya merupakan salah satu pengaruh medsos yang begitu tinggi. Oleh karena itu, KPM 2023 UI BBC ini bisa meminimalisir hal tersebut," lanjutnya.

Ia menambahkan, bahwa hasil dari KPM tersebut nantinya akan dikaji serta diseminarkan (lokakarya) untuk menjadi pembahasan, baik itu untuk pihak kampus maupun pemerintah daerah guna mengetahui kelemahan yang ada di setiap lokasi KPM. Nantinya, diharapkan bisa memberikan masukan serta solusi permasalahan yang ada di desa. (din)

PG Sindanglaut Kembali Beroperasi, Bupati Harapkan Petani Makin Giat Lagi

KABUPATEN CIREBON, FC - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si, MH menggelar panen dan tanam tebu untuk gula konsumsi di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/7/2023).

Selain itu, Menteri yang akrab disapa SYL tersebut, membuka sekaligus meninjau proses penggilingan perdana gula konsumsi di PG Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag turut mendampingi acara tersebut.

Menurut SYL, kehadiran pabrik gula berskala besar sangat penting dalam membuka lapangan kerja dan juga menaikkan kesejahteraan petani setempat. 

Di samping itu, proses giling juga merupakan proses penentu dalam menghasilkan pengolahan gula nasional yang berkualitas.

"Saya atas nama negara, meresmikan penggilingan perdana dan memulai kembali hadirnya pabrik gula Sindanglaut di Kabupaten Cirebon, kata SYL.

"Bahkan dengan adanya industri ini, jaminan masyarakat jadi lebih pasti dan ekosistem lebih tertata, baik lapangan kerja, kebutuhan makanan, kebutuhan industri dan perputaran ekonomi akan terjadi dalam skala yang lebih besar," lanjutnya.

SYL mengatakan, kehadiran pabrik gula juga menjamin hilirisasi produksi petani dalam memperbesar areal lahannya. Artinya, lahan petani bertambah, namun keuntungan atau margin mereka juga meningkat. 

Oleh karena itu, hadirnya industri ini mampu menjadikan pangan sebagai industri terbaik dalam menghadapi tantangan masa depan.

"Tebu adalah komoditas pertanian yang sangat strategis dan tebu merupakan bahan baku utama gula," jelas SYL.

"Tentunya, masih sangat dibutuhkan oleh seluruh rakyat, sehingga ini menjadi komoditas yang harus diperhatikan betul, apalagi kita masih defisit 800 ribu ton," sambungnya.

SYL memastikan pemerintah akan hadir melakukan pendampingan kepada petani Indonesia. Diantaranya, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. 

"Negara harus hadir dalam menanam tebu rakyat, terutama yang berkaitan dengan lahan petani, lahan-lahan hutani yang sudah tidak produktif agar bisa dikonversikan menjadi lahan-lahan kebun dan diberikan kepada rakyat," katanya.

Di lokasi yang sama, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada Menteri Pertanian RI yang telah berkunjung ke Kabupaten Cirebon. Diakuinya, banyak motivasi yang telah diberikan. 

"Setelah diberikan motivasi, mudah-mudahan para petani tebu di Kabupaten Cirebon semakin giat lagi untuk menanam tebu," harap Imron. (Silmi)

Senin, 10 Juli 2023

Tingkatkan Kedisiplinan dan Kepatuhan Masyarakat, Polresta Cirebon Gelar Operasi Patuh Lodaya 2023


CIREBON, FC - Mulai hari ini, Polresta Cirebon melaksanakan Operasi Patuh Lodaya 2023. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam berlaku lintas.

Dengan tujuan mewujudkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas di Kabupaten Cirebon.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K, M.H, di Mapolresta  Cirebon, Senin, (10/7/2023).

"Tujuan Operasi Patuh Lodaya 2023 ini  adalah untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, dan menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan lalu lintas," tuturnya.

Sehingga outputnya adalah terciptanya Kamseltibcar lantas yang aman dan nyaman, meningkatkan disiplin dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas, berkurangnya jumlah kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas serta menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan.

Sementara Operasi Lodaya ini, lanjut Kapolresta Cirebon dilaksanakan selama 14 hari, dari mulai tanggal 10 – 23 Juni 2023. 

Pihaknya memastikan Operasi Patuh Lodaya 2023 akan mengedepankan upaya preemtif, preventif, dan sikap-sikap humanis.


"Ada tujuh jenis pelanggaran berlalu lintas yang menjadi sasaran utama Operasi Patuh Lodaya 2023 di Kabupaten Cirebon. Di antaranya, pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara dan pengemudi yang masih dibawah umur," terangnya.

Sedang sasaran lainnya adalah pengemudi kendaraan bermotor yang berboncengan lebih satu orang, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI dan pengemudi mobil yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, serta pengendara bermotor yang melawan arus dan pengemudi yang melebihi batas kecepatan. (Hafid)

Minggu, 09 Juli 2023

Anggota DPRD Provinsi Jabar Sosialisasikan Perda Ekraf di Wilayah Arjawinangun

CIREBON, FC  -  Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bambang Mujiarto ST, melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Ekraf, di wilayah Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Sabtu (8/7/2023).

Bambang Mujiarto ST,  menyebut sektor ekonomi kreatif ( ekraf) menjadi sektor penting yang dapat  menopang perekonomian masyarakat secara masif.

Hal tersebut dikatakannya saat Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Ekraf, di wilayah Arjawinangun Kabupaten Cirebon.

Bambang juga menegaskan, agar pemerintah dalam hal ini  membuat kebijakan yang mendorong agar sektor ekonomi kreatif ini bisa berkembang dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

Ia pun mengatakan Kabupaten Cirebon memiliki banyak sentra Ekonomi Kreatif, mulai pusat kuliner dari Batembat dan Talun, lalu fesyen Di Trusmi dan Tegalgubug.

"Selain itu masih ada kerajinan di Sitiwinangun, Gegesik dan banyak tersebar di daerah lainnya," ujarnya 

Lebih lanjut Bambang menyebut,  Jawa Barat  menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ekraf Jabar mencapai Rp191,3 triliun atau 20,73 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) ekraf nasional. Kontribusi ekspor ekraf Jabar mencapai 6,38 juta USD atau 31,93 persen dari total ekspor ekraf nasional. 

"Jumlah usaha ekraf yang bergerak di Jabar mencapai 1,5 juta unit dengan menyerap tenaga kerja sekitar 3,8 juta orang," katanya 

Dijelaskannya ekonomi kreatif di Jawa Barat hingga kini masih disumbang oleh tiga besar subsektor, yakni kerajinan tangan, kuliner dan fesyen. 

Lanjutnya, untuk kerajinan tangan menyumbang 27,1 persen, kuliner 26,4 persen, dan fesyen 16,7 persen. Sedangkan,subsektor lainnya total 29,8 persen. 

Jawa Barat sendiri  menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) di bidang ekraf terbesar, yakni 11,81 persen atau tertinggi ketiga setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebesar 16,12 persen, dan Bali sebesar 12,57 persen.

"Ekraf bisa menjadi peluang ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat yang tahan terhadap berbagai krisis ekonomi, tentunya harus ditopang dengan pendampingan dari pemerintah yang membantu menyiapkan pasar dan peningkatan keterampilan dari pelaku usahanya," tandasnya (Nisa)


 

Tanggap Bencana, Jurusan PMI IAIN Gelar PKM Melalui Fun Aktivity Berbasis Masjid

CIREBON, FC - Tanggap Bencana, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Fun Activity Berbasis Masjid

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 6-9 Juli 2023 bertajuk “Manajemen Penanganan Bencana Partisipatif Melalui Revitalisasi Fungsi Masjid”. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, yang secara khusus mengambil titik di wilayah RT 02 RW 08. Selain sebagai wujud implementasi tridharma perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat, kegiatan tersebut merespon permasalah yang terjadi di Desa Dawuan khususnya pasca bencana banjir pada akhir Maret 2023. 

Persoalan bencana tidak hanya dibutuhkan mitigasi penanganan, namun sekaligus diperlukan adaptasi dan peningkatan kapasitas masyarakat. 

Pada kegiatan ini, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam melakukan peningkatan kapasitas serta penguatan kohesi sosial masyarakat melalui edukasi lingkungan dan kegiatan bonding hubungan masyarakat   yang dikemas melalui fun activity bersama perempuan ibu rumah tangga, remaja, dan anak-anak. 

Menitikberatkan masjid sebagai lokus fungsi kegiatan, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon ingin mewujudkan revitalisasi fungsi masjid untuk kegiatan yang bersentuhan dengan pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan civitas akademika dari dosen dan mahasiswa di Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, sekaligus mendapatkan dukungan dari mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dawuan yaitu KKN Kolaborasi Perguruan Tinggi antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 

Dengan membawa misi tanggap bencana, kegiatan edukasi lingkungan dikemas sedemikian rupa melalui fun activity yaitu menonton bersama film edukasi lingkungan, penanaman bibit pohon, pengelolaan sampah, serta diawali dengan mempererat silaturahmi dengan masyarakat melalui pengajian bersama, lomba-lomba keagamaan, serta senam sehat. 

Sambutan dan apresiasi yang baik diberikan atas pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, baik dari pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) AL-Multazam, pengurus pemerintahan, serta masyarakat. 

“Kami atas nama warga mengucapkan banyak terimakasih kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon, khususnya Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang sudah memberikan edukasi dan kegembiraan kepada kami, semoga Allah membalas kebaikan para dosen dan mahasiswa yang sudah meluangkan waktunya” disampaikan oleh Murni, salah satu warga yang sekaligus menjadi guru ngaji.

Ke depan, Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam berharap dapat terus menjalin silaturahmi yang baik dengan warga Desa Dawuan serta dapat mereplikasi kegiatan ke wilayah lain dalam skala yang lebih luas serta keterjangkauan sasaran yang semakin massif. (din)

Sabtu, 08 Juli 2023

Mahasiswa IAIN Cirebon Aplikasikan Pengabdian Pada Pelaksanaan KKN Mandiri Kelompok 122 di Desa Tenjo Layar

Sesi foto bersama usai pembukaan KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 122 dengan Tema "Belajar Bersama Masyarakat" di Desa Tenjo Layar, Sabtu, (8/7/2023).


KUNINGAN, FC - Kelompok 122 KKN Mandiri Inisiatif dengan bangga mengumumkan pembukaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tenjo Layar, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan. 

Acara pembukaan ini diadakan pada hari Jumat, tanggal 8 Juli 2023, bertempat di Desa Tenjo Layar. 

Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mereka mengangkat tema "Belajar Bersama Masyarakat" sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara pembukaan ini, hadir beberapa tokoh setempat yang memberikan dukungan dan hadir untuk memberikan sambutan.

Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kepala dusun dari Tenjolayar Labak dan Tonggoh turut hadir dan memberikan ucapan selamat serta memberikan dukungan penuh terhadap program KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 122.

Program KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 122 dengan tema "Belajar Bersama Masyarakat" bertujuan untuk mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan belajar langsung dari pengalaman bersama dengan masyarakat. 

Desa Tenjo Layar dipilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN ini karena keunikan dan potensi yang dimiliki serta kebutuhan masyarakat yang mendesak.

Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan bekerja sama dengan aparatur desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat setempat dalam merancang dan melaksanakan program-program yang berfokus pada pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta aspek-aspek sosial lainnya. 

Para mahasiswa akan melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa, sehingga mereka dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi sosial dan budaya yang ada di Desa Tenjo Layar.

KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 122 sangat mengharapkan dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat desa, tokoh setempat, dan aparatur desa dalam menjalankan kegiatan ini. 

Melalui kerjasama yang erat, diharapkan program KKN ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta menjadi momen berharga bagi mahasiswa untuk belajar dan berkontribusi secara langsung dalam pembangunan masyarakat. (din)

Jumat, 07 Juli 2023

HIMMAKA Cirebon Gelar Kegiatan Bakti Sosial di Desa Sagara Majalengka

MAJALENGKA, FC - Himpunan Mahasiswa Majalengka Cirebon mengadakan pengabdian kepada masyarakat dengan bakti sosial.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sagara Kecamatan Argapura kabupaten Majalengka selama sekitar dua minggu dari tanggal 26 Juni hingga 07 Juli 2023.

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus dan anggota Himpunan Mahasiswa Majalengka (HIMMAKA) Cirebon ini, berasal dari berbagai kampus yang ada di wilayah Cirebon. 

Kegiatan dengan tema 'Berbakti dan memberi edukasi dengan dedikasi' ini  dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Majalengka yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Argapura. 

Ketua Pelaksana, Dhoifullah Fakhry mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian dan kepedulian Kader HIMMAKA terhadap kemajuan Kabupaten Majalengka. Oleh karena itu, dengan konsisten HIMMAKA selalu mengadakan kegiatan Bakti sosial ini.

Adapun titik fokus Bakti sosial tahun 2023 pada perekonomian masyarakat yaitu terkait pengembangan UMKM yang ada di Desa Sagara khususnya umumnya di Kecamatan Argapura.

"Dalam kegiatan baksos tahun ini, kami berfokus pada bidang ekonomi, yang mana kita mencoba mengembangkan UMKM yang ada di masyarakat," paparnya. 

Demikian juga disampaikan oleh Ketua Umum HIMMAKA Cirebon Otis Ridiana, bahwa Bakti sosial ini merupakan ajang untuk latihan hidup bermasyarakat. 

"Agenda baksos merupakan agenda rutinan HIMMAKA, yang mana kita belajar bermasyarakat, belajar bersama masyarakat," terangnya 

Menurut Otis Ridiana, ilmu yang dipelajari di kampus dan realita yang ada di masyarakat jauh berbeda. Hidup di masyarakat tidak semudah yang kita bayangkan. 

"Karena itu, kita sebagai mahasiswa yang mana salah satu peran mahasiswa adalah iron stock atau pemimpin di masa yang akan datang harus bisa menyesuaikan dan mempersiapkan itu," tuturnya.

Sementara menurut Pembina HIMMAKA Cirebon, mengajak kepada seluruh adik-adik HIMMAKA Cirebon di Desa Sagara ini untuk  belajar kepada masyarakat. 

"Kami ke Desa Sagara bukan untuk mengajarkan masyarakat karena masyarakat lebih mengetahui kondisi lapangan seperti apa," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Argapura menyatakan, bahwa kehidupan di dunia perkuliahan dan masyarakat atau dunia kerja jauh berbeda. Oleh karena itu, kita harus memahami akan hal itu.

"Betul sekali, kehidupan di masyarakat tidak seperti yang kita bayangkan. Kita harus bisa survive dan menguasai berbagai hal," ujar Sekretaris Camat kecamatan Argapura,  Hendra.

Demikian juga dinyatakan oleh Kepala Desa Sagara, Rusdo Rustandi, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan bakti sosia ini, dan pihaknya menyambut baik. 

"Kami dari aparatur desa sangat berterimakasih kepada adik-adik HIMMAKA telah memilih desa kami untuk melaksanakan kegiatan Bakti sosial," ujarnya. 

Oleh karena itu pihaknya berharap adik-adik HIMMAKA bisa belajar dari masyarakat dan memberikan sedikitnya ilmu kepada masyarakat. (Nur)

KKN Kolaborasi Kelompok 108 Gelar Program Pemberdayaan UMKM Desa Gesik

CIREBON, FC - KKN Kolaborasi antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan kunjungan dan observasi UMKM di Desa Gesik Kec. Tengah Tani, pada Jum'at, 7 Juli 2023.

Program KKN tersebut merupakan skema baru KKN yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Gesik Kec. Tengah Tani mendapatkan kesempatan untuk melakukan observasi UMKM setempat.

Para mahasiswa bersinergi untuk memberdayakan UMKM, khususnya di Desa Gesik, Kec. Tangah Tani. Kedatangan mahasiswa juga di sambut hangat oleh para aparat desa setempat.

"Kami sangat senang kalau desa kami dipilih untuk menyalurkan program KKN," ujar Kadus Desa Gesik, Pak Emil.

Desa Gesik yang merupakan desa yang terbilang produktif dan banyak berbagai macam UMKM menjadi salah satu alasan para mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjalankan program kerja mereka.

Salah satu UMKM yang banyak di desa tersebut adalah produksi kerupuk. Pengusaha kerupuk setempat salah satunya Pak Solahuddin.

"Alhamdulillah di desa ini kebanyakan orangnya memproduksi kerupuk,  dan tidak jarang kerupuknya bisa dijual sampai keluar kota, biasanya kami mengirim kerupuk ini bisa sampai Indramayu," ujar Pak Solahuddin.

Di kesempatan yang sama, Imam Maulana, selaku ketua KKN kelompok 108, menyampaikan harap yang tinggi kepada warga Desa Gesik untuk dapat bekerjasama dalam mengembangkan desa.

"Kami selaku mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap para warga setempat bisa menerima kami. Dan dengan adanya kami, kami harap bisa membantu produktivitas UMKM di Desa Gesik ini," ujar Imam. (Red/Aghif)

Kuwu Sujito Sambut Kunjungan Kerja Anggota DPRD Provinsi Jabar di Desa Sampiran

 

Kuwu Sujito saat menyambut dan memberikan sambutan atas kunjungan anggota DPRD Provinsi Jabar di Desa Sampiran dalam rangka mensosialisasikan Perda Pembangunan Ekonomi Kreatif.



CIREBON, FC - Kuwu Sampiran, Sujito menyambut kunjungan kerja Anggota DPRD Provinsi Jabar, Daddy Rohanady di desanya dalam rangka mensosialisasikan Perda Pembangunan Ekonomi Kreatif, Jum'at, (7/7/2023)

Kuwu Sujito menyatakan, ekonomi kreatif memang harus tumbuh di masyarakat, apalagi potensi untuk mengembangkannya sudah sangat terlihat di wilayah Talun, hingga kemudian wilayah Talun menjadi salah satu daerah wisata kuliner.

"Di daerah Talun ini sebenarnya masih banyak yang bisa dikembangkan, selain sebagai tempat wisata, di antaranya kuliner, Talun juga menjadi tempat wisata religi, termasuk wisata olah raga, karena memang di Kecamatan Talun memiliki sejumkah saran olah raga, termasuk olah raga Golf," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Kuwu Sujito, dengan sosialisasi  Perda Pembangunan Ekonomi Kreatif ini, masyarakat bisa lebih pro aktif dan tergugah, dan termotivasi untuk membangkitkan ekonomi  kreatifnya, khususnya di Sampiran.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs Daddy Rohanady, berkunjung ke Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Kunjungan kerja ini dalam rangka mensosialisasikan Perda Provinsi Jabar Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pembangunan Ekonomi Kreatif, Jam'at, (7/7/2023).

Sosialisasi Perda ini, kata Dady sangat tepat disosialisasikan mengingat Kecamatan Talun menjadi salah satu tempat kuliner. 

"Ini sangat tepat, maka saya ambil Desa sampiran yang berada di Kecamatan Talun sebagai tempat untuk mensosialisasikan Perda tentang pembangunan ekonomi kreatif ini," kata Daddy. 

Daddy juga berharap, dengan kunjungan kerja ini, diharapkan dapat masyarakat dapat mengembangkan usaha dan karya-karya lainnya  sebagaimana Perda Pembangunan Ekonomi Kreatif ini.

Sementara itu, warga Sampiran sangat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi Perda tentang Pembangunan Ekonomi Kreatif ini. Hal itu dapat dilihat saat dialog antar masyarakat dengan anggota DPRD Provinsi Jabar ini.

Dalam dialog tersebut, warga menanyakan soal pembangunan jalan poros, termasuk sanitasi air bersih dan lainnya. Keinginan warga tersebut disampaikan langsung kepada anggota DPRD, Daddy Rohanady dan direspon baik olehnya, termasuk keinginan warga mengenai penataan dan pemeliharaan dari hasil-hasil pembangunan.

Sebagai wakil rakyat, Daddy tentu saja  sangat merespon apa yang menjadi aspirasi warga. Keinginan ini akan dilanjutkan ke Provinsi Jabar termasuk juga melakukan komunikasi dengan Pemkab Cirebon. 

Sementara dalam kegiatan ini, hadir pada kegiatan sosialisasi Perda tersebut, Kuwu Sampiran, Bhabinmas, Babinsa serta unsur masyarakat, mauki dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama. (din)