Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 30 Juni 2025

Bupati Imron Sidak Kawasan Kedawung, Temukan Sampah Liar

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Imron, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (30/6/2025), kemudian mendapati adanya tumpukan sampah liar di lahan kosong yang semestinya bersih dan tertata.

Sidak tersebut dilakukan secara spontan sebagai bagian dari upaya pengawasan langsung terhadap kebersihan dan penataan lingkungan di wilayah yang tengah dirancang sebagai kawasan berstandar kota.

“Saya sengaja turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan. Ternyata masih ada yang buang sampah sembarangan, ini sangat disayangkan,” kata Imron usai sidak.

Tumpukan sampah ditemukan di sebuah lahan di Desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung. Imron menyebut lokasi itu bukan tempat resmi untuk pembuangan sampah, namun kerap digunakan secara ilegal.

Menurut dia, kawasan Kedawung seharusnya menjadi wajah baru Kabupaten Cirebon dalam penataan lingkungan.

“Saya kaget, karena kita sedang ingin membangun Kedawung sebagai kawasan yang bersih, tertib, dan berwawasan kota. Tapi ternyata masih ada sampah liar,” ujarnya.

Imron menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, sampah tersebut bukan berasal dari masyarakat setempat, melainkan dari pedagang kaki lima yang beraktivitas pada malam hari.

“Katanya ini buangan dari pedagang malam, bukan warga sini,” ucapnya.

Dalam sidak tersebut juga mengungkap lemahnya pengawasan di tingkat desa dan kecamatan. Imron mengaku telah beberapa kali memerintahkan pembersihan di lokasi tersebut, namun sampah liar tetap muncul kembali.

“Sudah dikuras beberapa kali, tapi tetap saja kembali seperti ini. Ini menandakan pengawasan belum efektif,” tutur Imron.

Ia meminta jajaran pemerintah desa dan kecamatan lebih proaktif melakukan pengawasan lingkungan, termasuk menyediakan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) terpadu dan melakukan edukasi kepada masyarakat.

Ia mengungkapkan, bahwa masyarakat setempat sebenarnya sudah berinisiatif menutup lokasi tersebut dengan pagar seng. Namun pagar dibongkar oleh oknum yang tidak dikenal.

“Ini membuktikan bahwa ada pihak-pihak yang sengaja ingin tetap menjadikan tempat ini sebagai lokasi buangan,” ucapnya menambahkan.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus melakukan sidak ke berbagai titik, guna memastikan program kebersihan lingkungan berjalan efektif hingga ke tingkat bawah.

Sementara itu, Camat Kedawung, Firdaos Agih, mengatakan bahwa di Kecamatan Kedawung sendiri hampir seluruh desa sudah memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS), baik TPS konvensional maupun TPS 3R (reduce, reuse, recycle).

Secara kapasitas, fasilitas TPS di wilayah tersebut dinilai cukup untuk menampung sampah warga, karena tiap desa sudah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Setiap TPS, menurutnya , sudah memiliki petugas pengelola. Namun, keberadaan TPS liar seperti yang ditemukan Bupati Imron, menunjukkan masih adanya celah pengawasan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama pedagang malam dari luar wilayah.

“Ini bukan berarti tidak ditinjau atau tidak dimonitor. Kita sudah lakukan upaya, bahkan sempat dibangun bedeng, tapi dirusak. Tempatnya ini potensial, sayang kalau terus-terusan dijadikan buangan,” jelasnya. (Ara)

DPRD Setujui Perubahan Raperda Pembentukan Perangkat Daerah dan PPNS

CIREBON – DPRD Kota Cirebon menyetujui dua raperda dalam rapat paripurna di Griya Sawala, Senin (30/6/2025).

Kedua raperda itu adalah Raperda tentang perubahan atas perda Nomor 5/2021 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Raperda tentang perubahan atas perda Nomor 1/2016 tentang Penyidik PNS.

Memimpin jalannya rapat, Ketua DPRD Kota Cirebon Andrie Sulistio SE menyampaikan, kedua raperda tersebut telah dibahas Pansus DPRD dan Tim Asistensi Pemda Kota Cirebon, serta sesuai dengan peraturan DPRD Kota Cirebon Nomor 1/2025 tentang Tata Tertib DPRD.

“Seluruh proses pembahasan sudah dilakukan secara komprehensif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, kedua raperda ini juga telah memperoleh fasilitasi dari Gubernur Jawa Barat,” jelas Andrie.

Selanjutnya, kedua raperda tersebut akan menjadi bagian dari upaya pembenahan tata kelola pemerintahan dan penguatan kapasitas kelembagaan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

Andrie juga menyampaikan bahwa perubahan atas Perda Nomor 5/2021 bertujuan untuk menyesuaikan struktur dan fungsi perangkat daerah dengan dinamika kebutuhan layanan masyarakat serta arah kebijakan nasional.

Sementara itu, perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang PPNS diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penegakan peraturan daerah.

“Harapannya, kedua perda ini mampu memberikan dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan ketertiban umum di Kota Cirebon,” ujarnya.

Ketua Pansus Raperda Perubahan Perda Nomor 5/2021, H Karso SIP menjelaskan perubahan tersebut bersfiat delegatif. Artinya, perintah dari PP Nomor 72/2019, Perpres Nomor 78/2021, serta Permendagri Nomor 7/2023.

Sehingga, beberapa pasal di dalam Perda Nomor 5/2021 mengalami perubahan. Di antaranya, perubahan tipe dinas daerah, dan perubahan nama badan daerah.

“Salah satunya Bappelitbangda, sebelumnya Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah, berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangun, Riset dan Inovasi Daerah atau Baperida,” tutur Karso.

Sementara, Ketua Pansus Raperda perubahan Perda PPNS, R Endah Arisyanasakanti mengatakan pembaruan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi, peran, dan fungsi PPNS di Kota Cirebon dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan berkeadilan.

Lebih lanjut, Endah menjelaskan bahwa dalam perubahan perda ini terdapat penyempurnaan tugas dan kewenangan hingga mekanisme pengangkatan pejabat PPNS yang bertujuan meningkatkan integritas dan efektivitas PPNS di berbagai perangkat daerah.

“Kami berharap ke depan PPNS tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga lebih responsif terhadap pelanggaran perda yang terjadi. Untuk itu, perda ini menjadi instrumen penting dalam membangun Kota Cirebon yang tertib dan berkeadilan,” ungkapnya

Sementara itu, Walikota Cirebon Effendi Edo SAP MSi akan menginstruksikan kepada kepala perangkat daerah agar menjadikan peraturan tersebut sebagai ketentuan yang harus ditindaklanjuti.

Edo juga menyebut segera menyiapkan hal yang bersifat teknis yang nantinya dituangkan dalam peraturan walikota (Perwali).

“Sebagai tindak lanjut dari penetapan raperda tersebut, diharapkan kepala perangkat daerah terkait menjaidkan perda ini sebagai ketentuan yang harus dipedomani dan ditindaklanjuti,” katanya. (din)

Mahasiswa Antusias Ikuti Seminar Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Modern

CIREBON, FC – Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peningkatan Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi”, Senin (30/6/2025) bertempat di Auditorium FEBI Lantai 4. 

Kegiatan ini menjadi ajang intelektual yang membuktikan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) dan pemikir masa depan bangsa.

Seminar yang dihadiri oleh para narasumber akademisi dan praktisi tersebut berlangsung dinamis. Suasana ruang seminar begitu hidup dengan partisipasi aktif dari para mahasiswa. Mereka saling bertanya, menyampaikan pendapat kritis, serta merespons isu-isu keagamaan dengan semangat moderasi.

Diskusi dalam forum ini tidak hanya berjalan satu arah, tetapi penuh dengan dialektika yang menunjukkan kualitas intelektual mahasiswa Syariah. Mereka membuktikan diri sebagai generasi penerus bangsa yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu-isu kebangsaan dan keagamaan.

“Seminar ini benar-benar sangat bermanfaat. Diskusinya hidup dan membuka cakrawala berpikir kami sebagai mahasiswa Syariah,” ujar salah satu peserta.

Semangat kebersamaan dan tanggung jawab akademik dalam menyuarakan moderasi beragama menjadi sorotan utama. Seminar ini diharapkan mampu memperkuat komitmen mahasiswa dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kebhinekaan di tengah masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan literasi keagamaan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai garda terdepan dalam menciptakan tatanan masyarakat yang damai dan inklusif. (din)

Mahasiswa Syariah UIN Siber Cirebon Selenggarakan Seminar Nasional Literasi Keagamaan Berbasis Moderasi

CIREBON, FC – Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Nasional Peningkatan Literasi Keagamaan bagi para mahasiswanya, pada Senin, 30 Juni 2025. 

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Pemahaman Turats Berbasis Moderasi” ini digelar di Auditorium FEBI Lt.4, dan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Fakultas Syariah untuk membangun kesadaran intelektual dan spiritual mahasiswa dalam memahami warisan keilmuan Islam (turats) secara lebih mendalam, kontekstual, dan moderat di tengah tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah menegaskan bahwa seminar ini merupakan pengejawantahan dari visi FASYA yang terangkum dalam semangat FASYA SEHATI: Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive. 

“Kami ingin mahasiswa Fakultas Syariah tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga mampu menampilkan wajah Islam yang sejuk, toleran, dan relevan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, peneliti, hingga tokoh pemikir Islam yang memiliki perhatian besar terhadap isu-isu turats dan moderasi beragama. 

Dalam paparannya, para pembicara menekankan pentingnya memahami turats bukan hanya sebagai teks historis, namun juga sebagai sumber nilai yang bisa dikontekstualisasikan untuk kehidupan modern.

Mahasiswa peserta seminar tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Tak sedikit dari mereka yang aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi kritis, dan mencatat poin-poin penting dari pemaparan narasumber.

Kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter moderat di kalangan mahasiswa, khususnya dalam membangun sikap toleran, inklusif, dan dialogis di tengah kemajemukan bangsa.

Dengan terlaksananya seminar ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon semakin menegaskan komitmennya sebagai garda depan dalam membina generasi muslim intelektual yang berkarakter dan berwawasan luas, sejalan dengan semangat Syariah untuk Peradaban. (din)

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum UIN SSC Ucapkan Selamat kepada Dr. H. Susari, MA atas Amanah Baru

CIREBON, FC – Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada Dr. H. Susari, MA atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

PKBH UIN SSC mendoakan agar Dr. Susari senantiasa diberikan kelancaran dan kekuatan dalam mengemban tugas mulia tersebut. Harapan besar disematkan agar beliau mampu membawa kemajuan, serta menghadirkan pelayanan akademik yang unggul, akuntabel, dan penuh integritas.

"Mari terus bersinergi demi kemajuan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berkeadilan," demikian bunyi pesan dari PKBH UIN SSC yang disampaikan secara resmi.

Penunjukan Dr. Susari sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem tata kelola dan pelayanan di lingkungan kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sejalan dengan visi UIN SSC sebagai perguruan tinggi berbasis digital dan moderasi beragama. (din)

Minggu, 29 Juni 2025

Peneliti BRIN dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Cirebon Berkolaborasi Meneliti Jejak Rempah-Rempah di Jawa Barat

 

CIREBON - Rempah adalah bagian tumbuhan, seperti biji, kulit, akar, atau daun, yang memiliki aroma atau rasa kuat dan digunakan dalam masakan untuk menambah cita rasa, aroma, dan terkadang sebagai pengawet. 

Selain itu, rempah-rempah juga dapat digunakan untuk tujuan pengobatan. Karena daya aromanya itu, rempah seringkali disebut sebagai tumbuhan aromatik. Betapa penting dan bergunanya rempah, sehingga sejak dahulu tanaman ini menjadi primadona bagi masyarakat di Jawa Barat bagian timur untuk dimanfaatkan.

Eksistensi rempah sebagai komoditas yang bermanfaat itu kemudian menarik minat para peneliti dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dan UIN (Universitas Islam Negeri) Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengkaji jejak produksi dan perniagaannya. 

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengungkap pola distribusi rempah di wilayah ini, kontribusi jalur sungai dan darat terhadap dinamika perdagangan, serta interaksi kekuasaan lokal dengan pedagang asing yang memengaruhi tata niaga dan sistem distribusi.

Studi BRIN dalam meneliti jejak rempah dan perniagaannya di Jawa Barat bagian timur ini akan difokuskan di sepanjang aliran Sungai Cimanuk di tiga daerah kabupaten, yaitu: Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Pelaksanaan kajian lapangan awal ini akan berlangsung selama hampir 2 minggu, dari tanggal 25 Juni sampai dengan tanggal - 8 Juli 2025.

Adapun tim peneliti yang tergabung dalam riset ini adalah tim kolaborasi BRIN dengan kepakaran dalam bidang arkeologi sejarah, etnoarkeologi, pemetaan, kebumian, maritim, dan sejarawan dari Prodi Sejarah Peradaban Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon serta dibantu beberapa personil/sumber daya dari Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga, Kabupaten Sumedang dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.

Ketua Tim Peneliti, Sarjiyanto, menyatakan bahwa penelitian kolaborasi ini meliputi tiga aspek strategis, yaitu: Pengembangan Keberlanjutan Warisan Budaya; Pemberdayaan Sumber Daya Alam untuk Ekonomi Lokal; dan Pengelolaan Infrastruktur dan Pembangunan Berkelanjutan. 

Ketiga aspek itu merupakan pelbagai elemen penting yang perlu dipertimbangkan dalam merencanakan dan melaksanakan penelitian agar penelitian tersebut relevan, efektif, dan memberikan dampak positif yang nyata.

Untuk memandu peneliti dalam mencapai tujuan penelitian secara efektif, maka penelitian ini menggunakan pendekatan multidisiplin dengan kolaborasi beberapa metode utama, yang antara lain: Metode Arkeologi dan Sejarah; Analisis Literatur Sejarah; dan Survei Lapangan.

Dalam Metode Arkeologi dan Sejarah, tim peneliti melakukan Eksplorasi situs arkeologis di pelabuhan sungai dan pusat dagang, seperti halnya di daerah Cirebon dan Karangsambung. Eksplorasi ini dilakukan untuk menemukan jejak perdagangan dan struktur sosial-ekonomi dari kawasan tersebut. 

Menurut Nanang Saptono, tim peneliti dari unsur BRIN, penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik, dapat memberikan petunjuk mengenai pola distribusi komoditas tersebut.

"Eksplorasi jejak arkeologis rempah itu menjadi penting karena akan memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah perdagangan, budaya, dan peradaban manusia di kawasan tersebut. Jejak arkeologis rempah, dapat mengungkap informasi penting tentang rute perdagangan kuno, interaksi antarbudaya, dan bagaimana rempah-rempah mempengaruhi perkembangan ekonomi, sosial, dan politik masyarakat di masa lalu," ungkap Nanang.

Sedangkan dalam analisis Literatur Sejarah, Sonny Chr. Wibisono selaku anggota tim riset menjelaskan bahwa peneliti akan melakukan studi terhadap sumber-sumber primer untuk menelusuri pola perdagangan dan kontribusi kekuasaan politik. 

"Sejumlah catatan kuno, seperti Suma Oriental yang dibuat oleh Tomé Pires dan catatan di masa kolonial seperti The Island of Java yang disusun oleh Joseph Stockdale, akan dikaji secara komprehensif untuk melihat dinamika rempah dalam perspektif sumber sezaman," jelas Sonny.

Libra Hari Inagurasi menambahkan bahwa metode riset ini dilengkapi dengan kegiatan Survei Lapangan. Kegiatan dalam tahap ini dilakukan dengan memetakan jalur darat dan sungai dari Cimanuk hingga Kawali agar bisa mengidentifikasi pola distribusi komoditas dan hubungannya dengan jaringan kekuasaan. 

"Data dari survei ini akan memberikan informasi tentang infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan sungai, pasar, dan jalur transportasi tradisional," ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa sejumlah manuskrip kuno Cirebon memberi informasi tentang urgensi aliran sungai dalam perniagaan masyarakat di masa lalu. 

"Secara logika, untuk memuat barang berat di masa itu sangat sulit. Oleh karenanya, manusia memanfaatkan sungai. Nah, informasi ini bisa kita simpulkan dari bacaan-bacaan kita terhadap naskah-naskah kuno Cirebon," jelas Anwar.

Dosen di Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Tendi, yang menjadi bagian tim peneliti dalam riset ini, menganggap bahwa pemetaan wilayah persebaran dan perniagaan rempah di aliran Sungai Cimanuk turut menjelaskan bagaimana interaksi penduduk pedalaman dan pesisir bisa terjadi. Melalui jalur niaga ini pula, proses Islamisasi berlangsung dan mengungkapkan penerimaan masyarakat terhadap agama "dari Tanah Arab" tersebut.

"Bagaimanapun, kita tidak dapat memungkiri bahwa jalur perdagangan membuka jalan bagi masyarakat Islam yang telah mapan di pesisir untuk masuk ke tengah masyarakat pedalaman. Semula kepentingannya mungkin hanya untuk berniaga, tapi lama kelamaan menyertainya dengan aktivitas penyebaran agama, agar eksistensi para pedagang muslim di sana bisa menjadi lebih terjaga," tutup Tendi. (din)

Sabtu, 28 Juni 2025

Dirgahayu Cirebon ke-598! Setara untuk Pelayanan, Berkelanjutan dalam Pembangunan

CIREBON — Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi Cirebon ke-598 menjadi panggung refleksi dan harapan baru bagi pembangunan Kota Wali. 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, bersama Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para asisten, staf ahli, hingga jajaran kepala perangkat daerah, hadir pada sidang yang digelar Sabtu (28/6/2025).

Dalam pidatonya, Wali Kota  menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kebersamaan semua pihak yang telah menjaga dan membangun Kota Cirebon hingga usia yang ke-598 tahun. 

Wali Kota juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

"Semoga setiap langkah dan ikhtiar kita selama ini menjadi sarana evaluasi dan refleksi atas pengabdian dan karya bakti kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara," ungkap Wali Kota.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, Wali Kota menekankan bahwa stabilitas ekonomi menjadi salah satu capaian yang patut disyukuri. Pada Mei 2025, Kota Cirebon mengalami deflasi 0,11 persen. 

Sementara inflasi tahunan hanya 0,98 persen, salah satu yang terendah di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga di tengah tekanan global.

Namun, Wali Kota menegaskan bahwa tantangan masih ada. Perubahan iklim dan fluktuasi pasokan pangan bisa memengaruhi harga kebutuhan pokok. Untuk itu, kolaborasi antarsektor terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi.

Di bidang tata kelola keuangan, Pemerintah Kota Cirebon kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk kesembilan kalinya. 

Capaian ini menjadi bukti kerja keras dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

"Saya percaya, pengelolaan keuangan yang transparan menjadi fondasi penting bagi pembangunan yang menjamin kesetaraan sosial dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Wali Kota juga menyoroti program-program awal dalam masa kepemimpinannya. Dalam empat bulan pertama, Pemerintah Kota Cirebon telah memulai normalisasi sungai di kawasan padat penduduk sebagai bagian dari mitigasi banjir, serta meningkatkan kualitas dan pemeliharaan infrastruktur jalan sebagai pelayanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

"Kami tidak melihat normalisasi sungai sekadar proyek teknis. Ini bentuk komitmen terhadap keselamatan warga dan ketangguhan kota menghadapi perubahan iklim," tambahnya.

Pemerintah juga tengah menata ulang struktur infrastruktur jalan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan mobilitas warga yang meningkat. Peningkatan kualitas jalan dinilai penting dalam mendukung perekonomian lokal, akses pendidikan, dan pengembangan sektor pariwisata.

Pada aspek keberlanjutan lingkungan, tema "Mayungi lan Nyumponi" menjadi roh dalam peringatan Hari Jadi kali ini. Wali Kota menegaskan sikap tegas terhadap tambang ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam keselamatan masyarakat. 

Ia menekankan bahwa pembangunan harus berpihak pada kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kota juga mendukung kebijakan pemberlakuan jam malam untuk pelajar demi menciptakan lingkungan sosial yang aman dan sehat. Wali Kota menekankan pentingnya pendampingan anak muda agar tidak terjerumus ke dalam kegiatan negatif.

"Semua yang kami kerjakan adalah perwujudan dari visi Setara Berkelanjutan, pembangunan yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menjaga harapan hari esok," tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang turut hadir dalam sidang paripurna, mengapresiasi jajaran Pemkot Cirebon atas kinerja dan semangat membangun kota. 

"Terimakasih Pak Wali, Bu Wakil, Pak Sekda, jajaran forkopimda, instansi vertikal, para perangkat daerah dan warga Kota Cirebon yang sudah bekerjasama membangun kota ini," ujarnya.

Gubernur juga mengingatkan pentingnya penataan ruang kota, pengendalian banjir, dan pelestarian budaya.

"Jalan-jalan kota harus bagus, tanam banyak pohon, di halaman rumah juga bisa. Bangun kota dengan arsitektur yang berkarakter,"  tegas Dedi.

Gubernur juga menekankan penataan gapura, gang, dan kawasan permukiman sebagai cerminan identitas kota yang tertib dan harmoni. 

Ia mengajak seluruh elemen pemerintah untuk menjawab keluhan masyarakat dengan tindakan nyata, karena kehadiran negara seharusnya menjamin kesejahteraan rakyat.

Sidang paripurna istimewa ini menjadi momentum bersama untuk meneguhkan semangat kolaborasi dan kerja nyata dalam membangun Kota Cirebon yang lebih maju, setara, dan berkelanjutan di usia ke-598 tahun. (Nisa)



Wouww... !! Siswi SDN 2 Krandon Curi Perhatian di Festival Talun Ngangeni

CIREBON, FC— Sosok Nada, siswi kelas IV SDN 2 Krandon, sukses mencuri perhatian ribuan pasang mata dalam gelaran Festival Talun Ngangeni yang digelar meriah di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 

Dalam penampilannya, Nada menunjukkan bakat luar biasa dalam seni tari, dengan gerakan lincah, gemulai, dan penuh ekspresi yang memukau para penonton.

Tak hanya piawai menari, Nada juga menunjukkan sisi lain dari bakatnya yang jarang dimiliki anak seusianya yakni kemampuan melawak. Dengan karakter komedi yang spontan dan menghibur, Nada mampu membuat para penonton tergelak, termasuk para pejabat dan tokoh masyarakat yang hadir.

Nada merupakan putri binaan Kuwu Desa Krandon, Warnawan, yang sejak dini memberikan perhatian dan ruang kepada anak-anak berbakat di desanya untuk berkembang. 

“Kami bangga memiliki generasi muda seperti Nada. Ini adalah bukti bahwa talenta anak desa juga bisa bersinar di panggung besar,” ujar Kuwu Warnawan dengan penuh haru.

Acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Camat Talun Abdul Roup bersama istri, serta para Kuwu se-Kecamatan Talun dan warga masyarakat dari berbagai desa. 

Suasana festival terasa hangat, penuh kekeluargaan, dan kental dengan nuansa budaya lokal yang dibalut dalam semangat kebersamaan.

Penampilan Nada pun menjadi salah satu momen tak terlupakan di malam itu. 

Tak sedikit penonton yang mengabadikan aksinya dan mengunggahnya ke media sosial, menuai pujian serta komentar positif dari warganet.

Festival Talun Ngangeni tahun ini kembali membuktikan bahwa panggung seni budaya bukan hanya milik orang dewasa, tetapi juga menjadi ajang bagi anak-anak daerah untuk menunjukkan potensi luar biasa yang mereka miliki. (Ara)

Jumat, 27 Juni 2025

Fakultas Ushuluddin UIN Siber Cirebon dan Peneliti BRIN Lakukan Penelitian Jejak Rempah di Jalur Cimanuk Jawa Barat

CIREBON, FC – Rempah-rempah bukan sekadar bumbu dapur. Sejak dahulu, rempah telah menjadi komoditas unggulan dengan nilai ekonomi tinggi, pengaruh budaya yang luas, dan fungsi medis yang beragam. 

Inilah yang mendorong kolaborasi penelitian antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengkaji jejak perdagangan dan pemanfaatan rempah di wilayah timur Jawa Barat.

Penelitian lintas lembaga ini berfokus pada kawasan aliran Sungai Cimanuk yang melintasi tiga kabupaten, yaitu Indramayu, Majalengka, dan Sumedang. Kajian lapangan dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, dari 25 Juni hingga 8 Juli 2025.

Ketua tim peneliti, Sarjiyanto, menjelaskan bahwa penelitian ini mengusung tiga fokus utama: pengembangan warisan budaya, pemberdayaan sumber daya alam untuk ekonomi lokal, dan pengelolaan infrastruktur berbasis keberlanjutan. 

“Ketiga aspek ini menjadi pijakan penting agar riset tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi masyarakat,” ujarnya.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan multidisipliner, memadukan metode arkeologi, sejarah, analisis literatur klasik, serta survei lapangan. Di sisi arkeologi dan sejarah, tim menelusuri situs-situs dagang lama dan pelabuhan sungai di kawasan seperti Cirebon dan Karangsambung.

Nanang Saptono, arkeolog dari BRIN, menegaskan pentingnya eksplorasi situs yang memiliki indikasi aktivitas perdagangan rempah. 

“Penemuan sisa-sisa tumbuhan aromatik di situs tertentu bisa menjadi petunjuk tentang pola distribusi rempah. Dari situ kita bisa membaca interaksi sosial-ekonomi, bahkan dinamika kekuasaan pada masa lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Sonny Chr. Wibisono menambahkan bahwa kajian literatur sejarah akan melibatkan naskah-naskah primer, termasuk dokumen penting seperti Suma Oriental karya Tomé Pires dan The Island of Java oleh Joseph Stockdale. 

“Sumber-sumber ini akan memberikan perspektif sezaman tentang peta perdagangan dan pengaruh politik di kawasan tersebut,” katanya.

Riset ini juga dilengkapi dengan survei jalur darat dan sungai, khususnya sepanjang Cimanuk hingga Kawali. Menurut Libra Hari Inagurasi, kegiatan ini penting untuk mengidentifikasi infrastruktur niaga seperti pasar tradisional, pelabuhan sungai, serta rute transportasi yang pernah eksis. 

“Dari sini kita bisa memahami bagaimana sistem distribusi barang bekerja di masa lalu,” ujarnya.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Anwar Sanusi, menyebut bahwa keberadaan sungai menjadi kunci penting dalam mobilisasi komoditas berat pada masa lalu. 

“Dalam banyak manuskrip kuno Cirebon, disebutkan bahwa sungai menjadi tulang punggung transportasi. Ini bukan hanya soal niaga, tapi juga berkaitan dengan peradaban,” ujarnya.

Dosen sekaligus anggota tim peneliti, Tendi, menyoroti peran jalur perdagangan sebagai medium Islamisasi. Ia menyebut bahwa persebaran rempah juga membuka ruang interaksi antara masyarakat pesisir dan pedalaman. 

“Bukan hal mustahil jika para pedagang muslim yang awalnya datang untuk berniaga, kemudian turut menyebarkan ajaran Islam. Inilah yang menjelaskan bagaimana ajaran Islam bisa diterima di pedalaman Jawa Barat,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, penelitian ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Grumala (Grup Madjalengka Baheula), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu. 

Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan hasil riset yang komprehensif, relevan, dan memberi kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian warisan budaya lokal.

Penelitian ini menjadi langkah awal dalam memahami lebih dalam peran penting rempah-rempah dalam membentuk identitas sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah timur yang selama ini belum banyak terungkap dalam literatur sejarah arus utama. (Nurdin)

Kamis, 26 Juni 2025

Pemkab Lepas Kontingen Kwarcab Pramuka Kabupaten Cirebon ke Jambore Daerah Jabar 2025

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon untuk mengikuti Jambore Daerah Jawa Barat 2025 yang digelar di Kabupaten Bekasi. Pelepasan kontingen itu digelar di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (26/6/2025).

Wakil Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana, mengatakan bahwa sebanyak 70 anggota pramuka akan mewakili Kabupaten Cirebon di Kabupaten Bekasi pada Jambore Daerah Jawa Barat 2025.

Ia menyebut, kontingen Kabupaten Cirebon terbanyak kedua se-Jawa Barat, hanya kalah dari tuan rumah.

“Kami berharap jambore daerah ini menjadi ajang silaturahmi, ajang pembinaan dan pembentukan karakter dalam rangka menumbuhkan semangat kesatuan nasionalisme. Kemudian, ajang peningkatan disiplin,” ucap Erus usai melepas kontingen Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon.

Erus menegaskan, Jambore Daerah Jawa Barat 2025 bisa menjadi ruang menumbuhkan semangat untuk prestasi bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon. Ia berharap semua pelaksanaan berjalan lancar.

“Peserta ini terdiri dari pramuka penggalang dan didampingi pembina,” katanya.

Senada disampaikan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Waka Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Uisron.

Ia berahap Pramuka Kabupaten Cirebon menjadi inspirasi bagi remaja ataupun pelajar lainnya untuk berprestasi.

“Harapannya kita dapat melaksanakan, dan mendukung yang sedang melaksanakan jambore. Ini akan membawa warna kegiatan positif, adik-adik ini semoga menularkan ke temannya dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi muda,” kata Uisron yang juga menjabat sebagai Dandim 0620/Cirebon.

“Serta diharapkan bisa memberikan warna sendiri dalam mengisi kemerdekaan, serta melanjutkan tongkat estafet pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ucapnya.(din)

Pemkab Cirebon Resmikan Bank Mini di SMPN 1 Weru

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon meresmikan operasional bank mini di SMP Negeri 1 Weru, Kabupaten Cirebon, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini sebagai langkah untuk menumbuhkan budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Peresmian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan bank BJB Cabang Sumber. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi gerakan “Satu Rekening Satu Pelajar”.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi, menyebutkan pendirian bank mini di sekolah merupakan bentuk edukasi praktis mengenai pengelolaan keuangan sejak dini.

“Ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah daerah dalam mendukung literasi finansial siswa. Melalui kerja sama dengan bank BJB, para pelajar bisa mengenal dan mempraktikkan aktivitas keuangan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Hafidz, saat ini sudah ada sembilan SMP di Kabupaten Cirebon yang menjalin kerja sama serupa. Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi siswa dalam memahami sistem keuangan formal.

“Siswa bisa belajar secara langsung tentang transaksi perbankan sederhana, yang kelak akan bermanfaat dalam kehidupan mereka,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, mengatakan tujuan utama dari pendirian bank mini adalah untuk membiasakan siswa gemar menabung secara teratur dan bertanggung jawab.

“Kalau dulu anak-anak menabung di celengan, sekarang kami ajak mereka menabung melalui rekening. Ini bagian dari upaya membentuk kebiasaan positif sejak usia dini,” ujarnya.

Ia berharap, orang tua juga ikut mendukung dengan rutin menyisihkan dana ke dalam rekening pelajar yang telah dibuat, sehingga dapat dimanfaatkan anak untuk kebutuhan pendidikan ke depan.

Sementara itu, CEO bank BJB Region III, Arris Mirawan, menyampaikan pihaknya siap mendukung penuh program literasi keuangan di sekolah melalui penyediaan layanan dan edukasi perbankan yang sesuai dengan usia pelajar.

“Bank mini di sekolah ini adalah sarana pembelajaran yang efektif. Anak-anak diajak mengenal dunia keuangan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendorong inklusi keuangan,” tuturnya.

Arris menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi bank BJB dalam mendukung pendidikan karakter keuangan dan kemandirian ekonomi pelajar.

“Program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman pelajar tentang pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini,” katanya. (Ara)

Cirebon Festival 2025 Resmi Dibuka, Wali Kota: Panggung Sinergi Budaya dan Ekonomi Rakyat

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi membuka gelaran Cirebon Festival (Cifest) 2025 pada di area gedung BAT, Jumat (26/6/2025) . 

Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Agus Mulyadi, para staf ahli dan asisten serta jajaran kepala perangkat daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon ke-598.

Dalam sambutannya, Wali Kota Effendi Edo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Asisten Deputi Inkubasi di Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Republik Indonesia dalam pembukaan Cifest 2025. 

Wali Kota juga menegaskan bahwa Cirebon Festival 2025 bukan sekadar panggung hiburan, melainkan perayaan kebersamaan yang mencerminkan identitas Kota Cirebon.

“Cifest tahun ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas budaya, dunia pendidikan, dan masyarakat bisa menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Ini bukan hanya festival seni atau bazar UMKM, tapi panggung semangat dan jati diri warga Kota Cirebon,” ungkapnya.

Lebih dari itu, Wali Kota menyoroti bagaimana festival ini menghadirkan kekayaan seni, budaya, dan kreasi ekonomi kreatif masyarakat yang dikemas dalam nuansa inovatif dan terbuka.

“Cirebon Festival adalah wujud dari komitmen kami untuk merawat budaya lokal sambil mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Ini adalah ruang di mana nilai-nilai tradisi dan semangat kemajuan berjalan berdampingan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh warga dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan menikmati setiap rangkaian acara dengan penuh sukacita.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon yang juga Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon ke-598, Iing Daiman, menjelaskan bahwa Cifest 2025 akan berlangsung selama tiga hari (27-29 Juni)  dengan ragam kegiatan yang menarik dan inklusif.

“Tahun ini kita hadirkan festival kuliner khas peranakan, yang di dalamnya termasuk menu Tionghoa halal, hidangan Arabian, hingga makanan tradisional lainnya. Ada juga layanan servis HP gratis, jalan santai berbatik, dan pertunjukan dari 18 perguruan tinggi,” jelas Iing.

Cifest 2025 juga akan menghadirkan parade budaya seperti Pesona Perempuan Berkebaya, penampilan Jawara IPSI, hingga peluncuran Cirebon Kopi Community yang akan membagikan 598 cangkir kopi secara gratis. 

“Kami menyiapkan 76 booth dengan konsep kolaboratif. Bukan hanya jualan, tapi menyatukan berbagai komunitas dan sektor ekonomi untuk saling mendukung dan tumbuh bersama,” tambah Iing.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, Cirebon Festival 2025 menjadi penanda bahwa Kota Cirebon tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya, tetapi juga terus bergerak maju sebagai kota kreatif dan inklusif. (din)



Penguatan Pendidikan Qur’ani Langkah Nyata Wujudkan Kota Cirebon Religius dan Berkarakter



CIREBON - Sebanyak 66 santri Rumah Tahfiz Qur’an (RTQ) Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon resmi diwisuda dalam Haflah Akhirussanah 2025, Kamis (26/6/2025). 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang menyampaikan apresiasi serta pesan mendalam terkait pentingnya pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa kegiatan Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga merupakan momentum berharga yang mencerminkan keberhasilan pendidikan Qur’ani yang ditanamkan sejak dini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya Haflah Akhirussanah ini. Momentum ini bukan sekadar seremoni penutup tahun ajaran, tetapi juga sebuah penanda keberhasilan pendidikan Al-Qur’an yang ditanamkan di hati generasi muda kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota menekankan bahwa Rumah Tahfiz Qur’an Masjid Raya At-Taqwa tidak hanya mencetak para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak, disiplin, serta mencintai ilmu agama dan kehidupan sosial secara seimbang.

“Inilah bekal yang sangat penting dalam membangun masa depan umat dan bangsa, khususnya di Kota Cirebon yang kita cintai,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, akan terus berkomitmen mendukung pendidikan keagamaan yang berkualitas melalui berbagai kebijakan dan sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan.

“Kami percaya, membangun daerah tidak hanya dari sisi fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari penguatan nilai spiritual dan karakter generasi muda,” katanya.

Kepada para santri, Wakil Wali Kota menyampaikan selamat atas capaian mereka dalam menghafal Al-Qur’an, seraya memberikan pesan agar hafalan tersebut dijadikan sebagai cahaya kehidupan yang senantiasa dijaga dan diamalkan.

“Menghafal Al-Qur’an bukan tugas ringan, namun kalian telah membuktikan bahwa dengan tekad, bimbingan guru, dan doa orang tua, semuanya bisa dilalui. Teruslah menjaga, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.

Tak lupa, penghargaan tinggi juga diberikan kepada para ustadz dan ustadzah yang telah membimbing para santri dengan penuh kesabaran.

“Bapak dan Ibu adalah pejuang di jalan Allah, yang dengan sabar menanamkan kalam ilahi ke dalam jiwa anak-anak bangsa. Semoga acara ini membawa keberkahan dan memperkuat langkah kita dalam membentuk Kota Cirebon yang religius, berkarakter, dan berperadaban,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua At-Taqwa Center, Ahmad Yani, turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas dukungan yang terus diberikan kepada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Cirebon atas  segala dukungannya. Kehadiran Ibu Wakil Wali Kota hari ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mencetak generasi Qur’ani,” ujarnya.

Acara Haflah Akhirussanah ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Al-Qur’an terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda Kota Cirebon. (Silmi)



Rabu, 25 Juni 2025

Upaya Pemkab Cirebon Tingkatkan IPLM Melalui Kampung Literasi


KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menghadiri sekaligus membuka peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Balai Desa Suranenggala Kidul, Kecamatan Suranenggala, Rabu (25/6/2025).

Pelucuran kampung literasi merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Alhamdulillah, atas nama pemerintah daerah mewakili Pak Bupati, saya mendukung dan sangat mengapresiasi (program kampung literasi),” ujar pria yang akrab disapa Jigus, usai menghadiri peluncuran Kampung Literasi Tahun 2025 di Desa Suranenggala Kidul.

Jigus berharap, keberadaan kampung literasi mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Ia mengatakan, kampung literasi ini bisa ditiru oleh desa-desa lainnya di Kabupaten Cirebon.

“Supaya bisa digetoktularkan ke desa-desa lainnya. Dan, yang paling penting, kampung literasi ini ke depan bisa meningkatkan budaya menulis dan membaca, serta mengatasi kesenjangan informasi dan pendidikan,” tuturnya.

“Kampung literasi ini juga diharapkan bisa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat,” ucap Jigus.

Lebih lanjut, Jigus menyebut, kampung literasi bertujuan untuk meningkatkan IPLM agar masyarakat lebih kritis dan mandiri. Sebab, kampung literasi memiliki beberapa sasaran, seperti literasi baca tulis, digital, dan keuangan.

“Intinya, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung adanya program ini, karena program ini merupakan bagian dari program pasangan BERIMAN, yaitu Pak Bupati dan saya. Karena kampung literasi ini yang pertama di Kabupaten Cirebon, supaya bisa digetoktularkan,” jelas Jigus.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) Kampung Literasi Desa Suranenggala Kidul dari Pemkab Cirebon.

Ia berharap ke depan, pembangunan di segala bidang dari mulai pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi bisa mengikuti perkembangan zaman.

Senada disampaikan Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disarpus) Kabupaten Cirebon, Suhartono. Ia mengatakan, peluncuran kampung literasi merupakan salah satu program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Cirebon.

“Baru di Suranenggala Kidul. Nanti, 2026 rencananya dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Cirebon (peluncuran program kampung literasi),” kata Suhartono.

“Indeks literasi masih jauh dari yang kita harapkan. Launching ini diharapkan IPLM di Kabupaten Cirebon bisa meningkat secara signifikan,” ucapnya menambahkan.

Sekadar diketahui, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka IPLM di Kabupaten Cirebon pada 2024 sebesar 57,56.

Suhartono menegaskan, Pemkab Cirebon terus berupaya meningkatkan IPLM dengan menggandeng sejumlah pihak, seperti Bank Indonesia, bank BJB, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), dan lainnya.

Selain itu, Pemkab Cirebon selama ini terus menjalin koordinasi dengan pegiat literasi yang jumlahnya sekitar 82 orang.

“Kita bangun komunikasi dengan pegiat literasi dan mengadakan beberapa rapat koordinasi, sehingga terbangun sinergi,” tuturnya.

“Kita berupaya dengan adanya kampung literasi, kemudian bangun komunikasi dengan stakelholder guna meningkatkan IPLM. Karena ini perlu kolaborasi, maka diharapkan IPLM mengalami kenaikan,”pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon dan TNI AD Sinergi Dukung Program Strategis Percepatan Pembangunan Daerah

CIREBON -  Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menghadiri acara penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan jajaran TNI AD, yang berlangsung di Aula Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI AD, khususnya Korem dan Kodim yang berada di wilayah Kodam Jaya dan Kodam III/Siliwangi. 

Fokus utamanya adalah percepatan pembangunan, penguatan ketahanan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program strategis seperti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan Karya Bakti TNI.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya peran TNI AD dalam mendukung program-program prioritas pembangunan di daerah. 

Ia menilai keterlibatan TNI selama ini telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penyediaan infrastruktur dasar, rehabilitasi pascabencana, dan pembinaan karakter bangsa.

“Pembangunan di Jawa Barat telah mencapai banyak target berkat kontribusi TMMD dan karya bakti TNI, bahkan menunjukkan over achievement di beberapa sektor,” ujar Kang Dedi.

Ke depan, lanjut Gubernur, Pemprov Jabar akan memberikan dukungan anggaran sebesar 50 persen bagi daerah yang mengalokasikan dana untuk TMMD dan Karya Bakti. 

"Kita akan terus gandeng TNI untuk menyelesaikan berbagai tantangan publik, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan karakter. Saya optimis, perubahan besar di sektor pemuda, pangan, lingkungan, hingga pengelolaan sampah akan dimulai dari Jawa Barat,” pungkas Dedi.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam memperkuat kolaborasi dengan TNI, khususnya Kodim 0614/Kota Cirebon. Ia menekankan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di daerah.

“Penandatanganan hari ini menandai komitmen kita bersama dalam mempercepat pembangunan di Kota Cirebon. Arahan Gubernur agar program kolaboratif ini bisa mulai dilaksanakan tahun ini langsung kami respon di tingkat daerah bersama Dandim,” tutur Wali Kota.

Dalam dokumen komitmen bersama tersebut, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Kodim 0614 menyepakati pelaksanaan sinergitas kegiatan TNI Manunggal Karya Bakti Skala Besar Pembangunan Daerah. 

Ruang lingkup kerja sama mencakup antara lain pembangunan jalan, jembatan dan irigasi, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, hingga penanganan darurat bencana.

Poin-poin kerja sama juga mencakup pengelolaan sampah, rehabilitasi ruang kelas, elektrifikasi, pelatihan bela negara, serta peningkatan kualitas permukiman masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan komitmen yang telah ditandatangani, Wali Kota Cirebon berharap program-program strategis ini dapat segera direalisasikan di lapangan.

“Kami siap bersinergi untuk membangun Kota Cirebon yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan sejahtera. Kolaborasi ini bukan sekadar program, tapi bentuk nyata gotong royong antara pemerintah daerah dan TNI demi masyarakat,” tutupnya. (Nur)



Selasa, 24 Juni 2025

Cinofest 2025 Resmi Dibuka, Bupati Imron Dorong Inovasi Jadi Solusi Pembangunan Daerah

 

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi lintas sektor melalui perhelatan Cirebon Inovasi Festival (Cinofest) 2025.

Acara bergengsi ini secara resmi dibuka oleh Bupati Cirebon, Imron, di Halaman Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber, pada Selasa (24/6/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Imron menekankan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pilihan.

“Inovasi adalah solusi atas kompleksitas permasalahan dan keterbatasan sumber daya yang kita hadapi. Posisi geostrategis Kabupaten Cirebon membawa banyak peluang sekaligus tantangan, sehingga diperlukan perencanaan dan tindakan yang cepat, cerdas, serta inovatif,” tegas Imron.

Cinofest 2025 hadir sebagai ruang kolaboratif untuk pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat. Dengan mengusung tema “Cirebon Mentereng”, festival ini bertujuan membangun ekosistem inovasi yang inklusif, mempertemukan pelaku inovasi, UMKM, dan komunitas kreatif.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juni 2025, menghadirkan berbagai agenda utama, seperti Innovation Expo melalui pameran inovasi dari sektor publik dan swasta. Kemudian, talkshow inspiratif bersama tokoh nasional dan lokal.

Selain itu, juga ada kegiatan workshop digitalisasi UMKM dan Smart Government, panggung kreativitas dan pertunjukan budaya.

Lalu ada juga kegiatan bazar produk lokal dan layanan publik, pertunjukan marching band, grup akustik SKPD, 3D mapping hingga area immersive.

Festival ini diikuti oleh lebih dari 100 partisipan dari berbagai latar belakang diantaranya 17 perangkat daerah, 16 lembaga pendidikan dan akademisi, termasuk ITB, UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Swadaya Gunung Jati, hingga STIKOM dan Universitas Catur Insan Cendekia.

“Ada juga 11 perusahaan swasta dan BUMD, seperti PT Indocement Tbk, PT Indofood, Bukalapak, hingga Bank Cirebon Jabar dan 63 pelaku UMKM binaan dan komunitas kreatif,” ungkap Imron.

Secara khusus, Imron menyampaikan terima kasih kepada Bapperida Kabupaten Bandung atas partisipasi aktifnya dalam pameran inovasi.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Dangi, menyebut bahwa Cinofest menjadi ajang penting untuk menampilkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga teknologi terapan.

“Kami membuka ruang bagi para inovator dari masyarakat, perangkat daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi untuk menampilkan karya terbaiknya. Baik dalam bentuk produk maupun inovasi layanan,” kata Dangi.

Ia menambahkan, inovasi di bidang perencanaan publik seperti pengelolaan limbah (incinerator), keamanan digital (cyber security), hingga pengembangan layanan PDAM Tirta Jati dan sistem Curaweda menjadi sorotan penting dalam festival tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga memberikan apresiasi kepada Bappelitbangda kabupaten/kota se-Jawa Barat yang turut meramaikan festival ini.

Ia melanjutkan, seluruh rangkaian Cinofest 2025 didukung melalui dana APBD Kabupaten Cirebon, dukungan sponsor dari mitra usaha lokal dan nasional, serta kontribusi swadaya komunitas.

“Dengan antusiasme tinggi dari ratusan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pengunjung umum, Cinofest 2025 tidak hanya menjadi festival inovasi, tapi juga simbol semangat kolaborasi dan optimisme Kabupaten Cirebon menuju daerah yang unggul dan adaptif di era digital,” pungkasnya. (din)

Pemkot Cirebon Berlakukan Jam Malam, Disiplin Waktu dan Lindungi Generasi Muda

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon resmi memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan pelajar mulai Senin (23/6/2025). Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Barat terkait penguatan perlindungan terhadap generasi muda. 

Penerapan jam malam ini bertujuan untuk menjaga keamanan serta mencegah potensi kegiatan negatif yang bisa melibatkan remaja di malam hari.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyampaikan langsung pemberlakuan jam malam tersebut saat menjadi pembina upacara di SMPN 7 Kota Cirebon, Senin (23/6/2025). 

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset bangsa yang harus dijaga bersama, dan pemerintah hadir sebagai pihak yang peduli dan bertanggung jawab.

“Alhamdulillaah, saya hadir di SMPN 7. Sekolah ini kebersihannya terjaga dan menjadi contoh. Sekolah-sekolah lain juga harus bisa mencontoh hal baik ini. Menjelang libur sekolah, mulai hari ini jam malam diberlakukan,” ujar Wali Kota di hadapan para siswa dan guru.

Menurutnya, mulai pukul 21.00 WIB, semua anak-anak diharapkan sudah berada di rumah. Pemerintah akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP dan perangkat daerah terkait untuk melakukan patroli dan sweeping di beberapa titik strategis di Kota Cirebon. Mereka yang masih berkeliaran di luar rumah setelah jam yang ditentukan akan diarahkan untuk segera pulang.

“Kalau lewat jam 9 malam masih di luar, kita akan arahkan untuk kembali ke rumah. Ini bukan untuk membatasi, tetapi untuk melindungi. Anak-anak sebaiknya berada di rumah, belajar, atau membantu orang tua,” tambahnya.

Selain aspek keamanan, penerapan jam malam juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak. “Ini wujud rasa sayang pemerintah kepada anak-anak, yang merupakan generasi penerus bangsa. Jangan sampai masa depan kalian terganggu hanya karena kelalaian di masa muda,” tegas Wali Kota.

Wali Kota juga berharap agar para orang tua ikut aktif memantau kegiatan anak-anak di rumah selama libur sekolah. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan dari kebijakan ini. 

"Mari dukung langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama," ajaknya.

Dengan penerapan jam malam ini, diharapkan anak-anak Kota Cirebon dapat lebih fokus pada hal-hal yang positif dan terarah, serta menjauhkan diri dari potensi kenakalan remaja. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan dalam hal ini bersifat persuasif dan edukatif. (Ara)



Dukung Penuh Paskibraka, Wali Kota Cirebon Tekankan Pengabdian dan Integritas

CIREBON – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menghadiri rangkaian kegiatan Pradiklatsar, Diklatsar, serta Pemusatan Latihan Paskibraka Tingkat Kota Cirebon Tahun 2025 di Balai Kota Cirebon, Selasa (24/6/2025). 

Kegiatan ini juga dirangkai dengan pelepasan peserta seleksi tingkat nasional dan pertemuan khusus dengan para orang tua calon anggota Paskibraka.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam proses pembinaan calon Paskibraka Kota Cirebon. 

Menurutnya, semangat kebangsaan yang ditanamkan dalam proses ini merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul.

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pelatih, dan pembina atas dedikasinya dalam membina para generasi unggul ini,” ujarnya. 

Wali Kota juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mendukung penuh putra-putrinya untuk ikut serta dalam proses seleksi dan pelatihan. 

"Saya harap para orang tua terus mendampingi dan mendoakan anak-anaknya. Restu orang tua adalah bekal yang sangat penting dalam perjalanan mereka,” tuturnya. 

Wali Kota menilai, menjadi anggota Paskibraka bukan hanya sekadar tugas mengibarkan bendera saat upacara kemerdekaan, tetapi lebih dari itu, merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. 

“Ini adalah bentuk pembentukan karakter dan kecintaan terhadap tanah air. Tidak semua remaja diberi kesempatan ini,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengakui bahwa perjalanan para calon Paskibraka tidaklah mudah. Mereka harus melewati proses panjang dari pradiklat, diklat, hingga latihan intensif yang menuntut komitmen, kekuatan fisik, serta ketahanan mental yang tinggi. 

“Tapi kalian harus percaya, bahwa proses ini akan membentuk kalian menjadi pribadi tangguh. Pemimpin-pemimpin masa depan lahir dari tempaan seperti ini,” pesannya kepada para peserta.

Pemerintah Kota Cirebon, lanjutnya, memberikan dukungan penuh bagi peserta yang akan melanjutkan seleksi di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga berpesan agar para peserta membawa semangat khas Wong Cirebon yang rendah hati namun berjiwa juang tinggi. 

“Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Cirebon mampu bersaing dengan tetap menjunjung budaya, etika, dan integritas,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cirebon, Buntoro Tirto, menjelaskan bahwa total peserta yang mendaftar dalam seleksi Paskibraka tahun ini mencapai 301 siswa, terdiri dari 140 putra dan 161 putri yang berasal dari 24 sekolah se-Kota Cirebon. Seleksi dilakukan secara transparan menggunakan aplikasi khusus bernama Transparansi Paskibraka.

“Setelah melalui tahapan seleksi yang ketat, hanya 32 peserta yang dinyatakan lulus dan berhak mengikuti pelatihan intensif. Mereka terdiri dari 16 putra dan 16 putri terbaik,” ujar Buntoro.

Ia juga menambahkan bahwa satu siswa dari SMAN 3 Kota Cirebon terpilih sebagai perwakilan untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, sementara satu siswa dari SMAN 1 Kota Cirebon melaju ke seleksi tingkat nasional.

Menutup kegiatan, Wali Kota berharap seluruh rangkaian pembinaan dan seleksi Paskibraka ini dapat berjalan lancar, tertib, dan melahirkan generasi muda Kota Cirebon yang siap mengemban tugas sebagai pengibar bendera dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan jiwa nasionalisme yang kuat. (din)