Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 18 Desember 2019

Waduhh.. !! Hujan Sebentar, Sejumlah Jalan Di Cirebon Banjir


FOKUS CIREBON - Hujan yang mengguyur wilayah Cirebon pada Selasa (17/12) kemarin, membuat sejumlah warga miris dengan kondisi jalan dan sungai yang tak mampu menampung air  untuk mengalir tanpa harus banjir di sejumlah tempat.

Rina, misalnya, mahasiswi Unswagati Cirebon ini kerap melihat pemandangan tak sedap di depan kampusnya lantaran banjir setinggi lutut orang dewasa saat hujun deras turun. 

Padahal kata Rina, perbaikan gorong-gorong dan kali pembuang sesekali  terlihat dilakukan pihak PUPR yang kantornya persis bersebelahan dengan kampus Unswagati. Namun pada prakteknya, banjir masih terus berlangsung dan bikin repot pihak kampus dan mahasiswa.

Hal yang yang sama juga diutarakan Rizal, perbaikan jalan dan saluran kerap dilihatnya, namun genangan aor dan banjir masih terlihat disana-sini. Apalagi jika melihat saluran pembuang, air hampir ke permukaan tanah jalan. 

"Baru diguyur hujan, jalanan sudah banjir, PUPR dan masyarakat yang berdekatan dengan saluran pembuang harus segera bertindak cepat, terutama menyangkut sampah-sampah yang tersumbat, agar arus air bisa lancar," pinta Rixal, aktivis mahasiswa Cirebon. (nur)




Selasa, 17 Desember 2019

Wujudkan Rasa Kepedulian, Desa Curug Wetan Rutin Gelar Donor Darah


SUSUKANLEBAK - Pemerintah Desa Curug Wetan, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon menggelar kegiatan donor darah. Kegiatan ini atas kerjasama dengan pihak UPTD PMI Kabupaten Cirebon dengan tujuan membantu pasien yang membutuhkan darah di PMI.

Menurut Kuwu Curug Wetan, Jaenudin, kegiatan donor hasil kerjasama dengan PMI ini rutin dilaksanakan di Desa Curug Wetan. Tujuannya adalah karena rasa kemanusiaan. 

"Desa Curug Wetan bekerjasama dengan PMI dan masyarakat sekitar, rutin mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan, juga sekaligus untuk mengantisipasi banyaknya permintaan darah di wilayah Kabupten Cirebon dan sekitarnya," terang Kuwu Jaenudin di tempat acara, Selasa(17/12).

Dijelaskan, dengan mendonor darah secara rutin dan teratur dapat meningkatkan kualitas darah dalam tubuh, karena setiap mendonorkan darah berarti darah akan digantikan dengan darah yang baru.

Jaenudin juga mengimbau agar masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rutin mendonorkan darah.

"Kami akan melaksanakan kembali kegiatan donor darah, pada 18 Maret 2020, bertepatan dengan HUT Desa Curug wetan," ungkapnya.

Sementara menurut salah satu petugas PMI, Teguh Aryanto, kegiatan donor darah yang diadakan oleh Pemdes Curug Wetan, beserta masyarakat sekitar, terkumpul 26 labu darah.

"Alhamdulillah, persediaan darah bertambah, meskipun saat ini persediaan stok darah yang ada di UPTD PMI Kabupaten Cirebon cukup aman," ujarnya

Untuk itu, Teguh mengucapkan terimakasih kepada Pemdes Curug Wetan yang sudah rutin menggelar kegiatan donor darah.

"Begitu juga kepada semua masyarakat yang sudah bersedia mendonorkan darahnya," ungkap Teguh. (baim)

Sebentar Diguyur Hujan, Sejumlah Tempat Di Cirebon Tergenang Air


FOKUS CIREBON - Hujan deras yang mengguyur wilayah Cirebon, Selasa (17/12/2019), membuat air di sejumlah tempat naik ke permukaan. Seperti yang terlihat di Jalan kawasan PLTG di Jl Perjuangan, samping belakang SMAN 4 Kota Cirbon, beberapa meter jalan tersebut tergenangi air hingga ketinggian di atas mata kaki orang dewasa. 

Bahkan sebuah sepeda motor Mio tiba-tiba mesinnya mati dan terpaksa harus dituntun lantaran mogok saat menerobos genangan aur tersebut. Tetapi banyak juga kendaraan lainnya yang mampu melewati genangan aur tersebut.

"Walau banjir, tapi hanya sebentar. Karena aliran pembuang (solokan) cukup dalam dan airnya terus mengalir keluar, sehingga air ceoat surut," kata  Supriyadi, warga yang biasa melintas di jalan tersebut.


Genangan air juga terlihat di jalan  Sunyaragi. Tetapi air tersebut juga sama cepat surut setelah hujan reda. Demikian juga sungai yang semula kering, tiba-tiba meluap, bahkqn warga yang berada di kawasan Goa Sunyaragi secara bergotong royong debfqn bantuan bambu panjang langsung melakukan pembersihan sampah yang tersumbat (tertahan), agar laju air yang cukup deras berjalan lancar. (nur)

Peluncuran Pilot Project Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasiskan Pondok Pesantren


FOKUS CIREBON - Berdasarkan data survei dari OJK pada tahun 2019, tingkat inklusi keuangan Syariah di Indonesia mencapai 9% dan tingkat literasi keuangan Syariah mencapai 8,93%. 

Hal tersebut dirasakan belum optimal, mengingat Indonesia ialah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia dengan 87,18% dari total penduduk 232,5 juta jiwa ialah muslim. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan inklusi keuangan Syariah.

Selain itu juga memiliki potensi pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah yang didukung dari keberadaan pondok pesantren sejumlah 21.921 berdasarkan data Kementerian Agama RI.

Memperhatikan potensi diatas, Kemenko Perekonomian Cq. Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan bersama Sekretariat Wakil Presiden, Bank Indonesia, OJK, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), BAZNAS, Kementerian ATR/BPN, Lembaga Keuangan Syariah (BRI Syariah, Pegadaian Syariah, Jamkrindo Syariah, Askrindo Syariah, Asosiasi Fintek Syariah Indonesia), serta Pemerintah Daerah melaksanakan pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah berbasis pondok pesantren. 

Pilot project tersebut bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan Syariah dan pemberdayaan ekonomi pesantren, dengan lokasi pertama ialah Pondok Pesantren KHAS Kempek Kab.Cirebon, berdasarkan evaluasi Kemenko Perekonomian dan setiap stakeholder terkait pada Juni - Juli 2019.

Pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah berbasiskan pondok pesantren terdiri dari beberapa kegiatan, meliputi: 1) Edukasi dan literasi keuangan Syariah; 2) Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah dan pembiayaan Syariah lainnya; 3) Pembukaan rekening Syariah; 4) Program tabungan emas clean and gold; serta 5) Pemberdayaan UMK Pesantren terkait halal value chain. 

Kegiatan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan implementasi Keuangan Inklusif Berbasiskan Syariah di Pondok Pesantren KHAS Kempek merupakan persemian pilot project dimaksud yang dilaksanakan pada 17 Desember 2019 di Kab.Cirebon, Jawa Barat. 

“Pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah berbasiskan pondok pesantren akan direplikasikan kepada 3.300 pesantren di Indonesia selama periode 2020-2024”, jelas Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir.

“Pada pilot project juga dibentuk Unit Layanan Keuangan Syariah yang terintegrasi di Pondok Pesantren, dalam rangka memberi layanan keuangan syariah bagi civitas pondok pesantren dan masyarakat sekitar pondok pesantren, terdiri dari layanan Perbankan Syariah, Pegadaian Syariah, dan Fintech Syariah”, tegas Iskandar Simorangkir lagi.

Selain keuangan Syariah, pada pilot project juga terdapat pemberdayaan ekonomi pesantren dalam rangka peningkatan Halal Value Chain. 

“Peningkatan Standar Kompetensi Halal melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas produk halal pada UMK sekitar pondok pesantren menjadi salah satu fokus tujuan kegiatan yang akan berlangsung secara berkesinambungan”, ujar Iskandar.

Kegiatan pilot project merupakan implementasi dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif berdasarkan Perpres No.82 Tahun 2016 yang diwujudkan melalui peningkatan akses masyarakat lintas kelompok termasuk pesantren sebagai upaya meningkatkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan. 

“Pondok Pesantren KHAS Kempek Kab.Cirebon pada prinsipnya mendukung serta mendorong implementasi peningkatan inklusi dan literasi keuangan Syariah serta pemberdayaan ekonomi pesantren secara menyeluruh”, ujar Pimpinan Pondok Pesantren, KH Mustofa Aqiel Siradj.

Pada kegiatan penyaluran KUR dan Implementasi Keuangan Inklusif berbasiskan Syariah di Pondok Pesantren KHAS Kempek tanggal 17 Desember 2019, juga dilaksanakan pemberian santunan santri yatim/kaum dhuafa dan beasiswa pendidikan santri dari pimpinan lembaga keuangan syariah, meliputi: BRI Syariah, Pegadaian Syariah, Jamkrindo Syariah, Askrindo Syariah, Ammana Fintek Syariah, Kerjasama.com. 

Selain itu, Pegadaian Syariah juga menyerahkan alat pengelola sampah plastik kepada pondok pesantren. 

“Kabupaten Cirebon akan menjadi percontohan pengembangan inklusi keuangan Syariah dari pembukaan tabungan emas clean and gold yang merupakan bagian dari pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah berbasis pondok pesantren”, ucap Bupati Cirebon pada sambutannya.

Pada sesi siang acara, dilaksanakan Seminar Nasional Kebijakan Keuangan Syariah dan Pemberdayaan Pesantren yang diisi oleh narasumber dari Bank Indonesia, OJK, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), BRI Syariah, Pegadaian Syariah dan Asosiasi Fintek Syariah Indonesia. 

“Pondok Pesantren untuk kedepannya akan menjadi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) bagi UMK di sekitar pondok pesantren”, ucap Kepala BPJPH, Prof. Sukoso, pada keynote speech sebelum pelaksanaan Seminar Nasional.

Pilot project pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren merupakan salah satu upaya implementasi dari Kemenko Perekonomian bersama stakeholder terkait, berkenaan dengan arahan Presiden kepada Wakil Presiden dalam rangka pengembangan ekonomi syariah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Untuk kedepannya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengharapkan terwujudnya optimalisasi sinergi program lintas sektor dan daerah dalam rangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di seluruh wilayah Indonesia secara terintegrasi. (nur)

Merubah Paradigma Lama, Pemberdayaan Perempuan Penting Dilakukan


FOKUS CIREBON - Posisi perempuan memang masih dipandang sebelah mata. Bahkan masih ada orang tua yang memandang jika pendidikan bagi anak perempuan cukup sampai SMA saja. Hal itu masih menganut paradigma lama dan harus segera dibuang.

Maka dengan kegiatan dialog interaktif keperempuan yang digelar Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) IAIN SNJ Cirebon, sebagai refleksi gender dalam persepektif pendidikan menjadi sangat terbuka untuk merubah stigma dan paradigma lama.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Dr Indriya Mulyaningsih MPd pada kegiatan. dialog interaktif, sekaligus memperingati hari ibu, dengan menghadirkan pembicara KH Husen Muhammad, Selasa, (17/12/2019), di Lantai 4, Ruang Auditorium FUAD, IAIN SNJ Cirebon.

Dijelaskan, kegiatan dialog interaktif ini, setidaknya dapat memberi gambaran, terutama terkait pendidikan, karena selama ini memang untuk di daerah daerah itu mayoritas orang tua kurang begitu memperhatikan pendidikan anak perempuan. 

"Jadi anak perempuan dianggapnya ya lulus sma itu sudah paling tinggi,  kemudian menikah atau bekerja. Nah dengan kegiatan ini, setidaknya bisa dimulai dari mahasiswa bisa menjadi tahu dan bagaimana seharusnya memperlakukan perempuan," paparnya.

Selain itu, lanjutnya diharapkan ini tidak berhenti sampai di sini. Mahasiswa juga diharapkan bisa melakukan sosialisasi ke daerah-daerah, dan pihaknya sebagai dosen pasti akan membantu terkait Pengabdian Masyarakat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kemudian juga, kata Mulyaningsih, sebenarnya sangat menarik jika perempuan dalam persepektif pendidikan kemudian dikaitkan dengan ajaran islam.

"Kajian ini setidaknya bisa menjadi nilai plus bagi mahasiswa, apalagi saat ini sudah sangat liberal. Maka jangan sampai mahasiswa Bahasa Indonesia terjebak dengan fenomena liberalisme tersebut. Dan harus bisa melihat posisi perempuan sebagai pemilik masa deoan yang cerah dan lebih baik," tandasnya. (din)