Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 04 Agustus 2020

Melalui Penyertaan Lunas PBB, Pemdes Kertawinangun Genjot Pajak



FOKUS CIREBON - Membangun kesadaran masyarakat dalam membayar pajak harus terus ditingkatkan. 

Untuk mewujudkannya, Pemerintah desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, mewajibkan setiap warganya dalam pengurusan pelayanan publik dengan menyertakan surat lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Kuwu Kertawinangun Dedi menuturkan, dalam menumbuhkan kesadaran  masyarakat dalam membayar PBB, diperlukan peran aktif semua pihak, termasuk upaya yang tengah dilakukan pihak desa.

Kata Dedi, dengan mewajibkan masyarakat menyertakan bukti lunas PBB dalam mengurus berbagai pelayanan, seperti administrasi pembuatan KTP dan lainnya, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, Pemdes tetap memberikan pelayanan, sekaligus penyuluhan dan pemahaman kepada warga agar taat membayar PBB," ungkap Dedi, Selasa (4/8/2020).

Dijelaskan, pencapaian PBB pada Agustus nanti, pihaknya telah menargetkan 60 persen tercapai.

"Ini adalah cara memotivasi warga agar tumbuh kesadaran dan kepedulian," ujar Dedi. (im)

Lewat Seminar, Direktur Diktis Bedah Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN


FOKUS CIREBON - Prof Dr M Arskal Salim GP, M.Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, dalam seminar mengungkapkan bahwa IAIN Cirebon dengan segala fasilitas yang sudah dimiliki termasuk SDM yang ada memungkinkan pada percepatan transformasi dari IAIN ke UIN.

Hanya memang, lanjut Arskal Salim, ada sejumlah persyaratan yang musti ditempuh pada transformasi tersebut dengan minimal memiliki 10 persen guru besar dan 5 Fakultas. 

"Saya melihat IAIN Cirebon sudah memiliki semuanya. Sebagai perguruan tinggi tentu IAIN Cirebon sangat mudah diakses karena memiliki Bandara Kertajati, Kereta Api, Terminal Bus, dan transportasi lainnya. Tinggal bagimana kesiapannya saja," ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Arskal Salim juga menegaskan bahwa yang terpenting bukan soal mengejar universitasnya tetapi adalah bagaimana pada kesiapan pasca transformasi tersebut, baik adminitrasinya, SDM yang dimiliki maupun teknis lannya.

"Memang IAIN Cirebon sangat prospektif menjadi universitas mengingat letaknya yang strategis dan terdukung dengan sejumlah fasilitas yang dimiliki," katanya.

Terkait transformasi tersebut, jelas Arskal Salim, saat ini untuk menjadi UIN harus memiliki guru besar yang cukup. Untuk itu, diharapkan IAIN Cirebon bisa ikut masuk dalam transformasi ini. Tinggal bagaimana kesiapan-kesiapan dan langkah-langkahnya, termasuk prodi-prodinya.

"Dulu pada tahun 2002, UIN Jakarta usai diresmikan memiliki rekomendasi yang diperluas, yakni membuka prodi-prodi umum, yakni kedokteran dan kesehatan," ucapnya.

Namun demikian, Arskal Salim sepakat bahwa tumbuhnya UIN-UIN di Indonesia harus tetap mempertahankan akar sejah dan pendiriannya, yakni memperbanyak prodi-prodi keislamannya, agar identitas Universitas Islam tidak malah tercerabut dan yang dikenal malah prodi umumnya.

Arskal Salim juga memberikan informasi bahwa berdasarkan arahan Dirjen, pada bulan Agustus 2020 ini, asesment dilakukan dan visitasi yang diperlukan juga akan dilakukan.

"Ini sesuai arahan Pak Dirjen, kemudian tahun ini sebenarnya sudah mulai mereview kenaikan pangkat lektor dan guru besar, dan aplikasinya sedang kami siapkan, mudah-mudahan pada tahun 2021 nanti sudah bisa terwujud," jelasnya.

Demikian juga terkait dengan renstra, di mana renstra 2020-2024, renstra yang ditarget adalah 1000 guru besar. "Inilah akselesarasi guru besar. Sedangkan soal transformasi, target kita di tahun 2024 ada penambahan 30 PTKIN," katanya.

Sementara itu, kegiatan yang digelar di ruang Auditorium FITK tersebut dihadiri para pimpinan dan dosen civitas akademika IAIN SNJ Cirebon ddenga tetap menjalankan protokol kkesehatan.

Selain dibuka sasson dialog, Arskal Salim dalam seminar tersebut didampingi Dr H Saefudin Juhri MAg, Warek I, yang juga moderator. 


Seminar Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN sendri mengambil tema "Kebijakan Akselerasi Lektor Kepala dan Guru Besar dalam Mempersiapkan Transformasi IAIN Menuju UIN" yang langsung dihadiri oleh Direktur Diktis Kemenag RI. 

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, kemajuan sumber daya manusia dosen di suatu kampus ditandai dengan semakin banyaknya guru besar yang berkompeten di bidangnya.

Kata dia, guru besar tersebut bertugas untuk menjaga “gawang” keilmuan di kampus setempat.
Guru besar merupakan jabatan puncak akademik, setelah itu tidak ada lagi dan saat ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah memiliki 10 guru besar. 

"Mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Direktur bisa memberikan motvasi dan kejelasan kepada teman-teman yang lain agar bersemangat meraih dan memenuhi kualifikasi jenjang akademik itu," tuturnya. 

Demikian juga pimpinan akan memberi pendampingan dan penguatan, seperti pendampingan memberi pendampingan penulisan jurnal internasional.

"Terkait alih status dari IAIN ke UIN, kami telah mengirimkan proposal perubahan status tersebut ke Kementerian Agama. Saat ini, kami masih menunggu proses selanjutnya, yaitu visitasi yang dilakukan oleh tim asesor," terang Saefudin.

Visitasi ini, lanjutnya, dilakukan oleh tim asesor untuk mencocokan data dan persyaratan alih status dari IAIN menjadi UIN. (din)

Direktur Diktis RI Apresiasi Pelaksanaan UM-PTKIN di IAIN Cirebon



FOKUS CIREBON - Direktur Diktis, Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr M.Arskal Salim GP, M.Ag bangga dengan pelaksanaan kegiatan Ujian Masuk PTKIN yang di selenggarakan kampus di IAIN SNJ Cirebon, Selasa (4/8/2020).

Saat tiba di kampus IAIN, M.Arskal Salim pun langsung menuju gedung M, dan meninjau para peserta tes Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN).

Tidak sampai disitu, M.Arskal Salim pun melakukan teleconference dengan panitia lokal di 8 PTKIN dengan mengucapkan rasa kebanggaan dan kesalutannya atas apa yang sudah dilakukan pihak panitia dalam penyelenggaraan UM-PTKIN serentak se Indonesia di 8 PTKIN.

"Saya bangga dan salut, dan saya apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pusat di UIN Bandung, karena ini adalah terobosan yang baik dan juga apresiasi kepada seluruh panitia lokal di 8 tempat," ucapnya.

M.Arskal Salim mengaku jika hal ini tidak terbayangkan, di mana di tengah pandemi covid 19, kegiatan berjalan baik. Tapi tentu saja, kata M.Arskal Salim, pada pelaksanaan ini pasti ada keluhan, tapi ini adalah proses, karena memang baru pertama dilakukan secara online.

Kendati begitu, kata Direktur Diktis, subtansi pelaksanaan masuk ujian ini harus dipertahankan.

"Juga diharapkan melalui seleksi PTKIN berbasis elektronik ini dapat meningkatkan mutu dan input-input dari calon mahasiswa berbakat dan kecakapan mengikuti kuliah dengan baik," harapnya.

Direktur Diktis juga berencana akan meneruskan ujian masuk online ini, mengingat pelaksanaan saat ini ternyata bisa berjalan sangat maksimal dan baik. 


"Ya, intinya saya bangga dan salut dengan panitia lokal UMPTKIN di Cirebon. Sebab bisa menghandel bagi peserta yang terkendala soal sinyal, dan saya lihat Cirebon sangat siap hingga berjalan maksimal," ungkapnya. (din)

Undang 4 Negara, FUAD IAIN Cirebon Kaji Masyarakat Dunia Dalam Menyikapi Pandemi Covid 19

FOKUS CIREBON - Jurusan Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyelenggarakan seminar Internasional secara daring, Rabu (05/8/2020).

Dalam.kegiatan terebut, tema “Sunnah Nabi SAW dan perilaku Masyarakat Dunia dalam Menyikapi Pandemi Covid-19” diisi oleh empat orang narasumber yang berasal dari empat negara,  

Yaitu, Prof Dr. Hashim Hassan  Osman, MA dari Sudan, Prof. Muhammad Ali, M.Sc. Ph.D dari Amerika Serikat, Dr Norsaleha Mohd Salleh dari Malaysia dan Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA dari Indonesia. 

Acara tersebut diselenggarakan Jurusan Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang dipimpin Hj Anisatun Muthi’ah, M.Ag yang bekerjasama dengan  Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA). 

Tujuan utama dari acara seminar ini untuk memaparkan Sunnah Nabi SAW dan perilaku masyarakat Dunia dalam menyikapi pandemi Covid-19. 

Di samping itu untuk menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga Internasional. Seminar Internasional ini menjadi sangat istimewa karena membahas Sunah Nabi yang dipahami kemudian berdampak pada perilaku masyarakat di berbagai benua, di antaranya benua Afrika, Amerika dan Asia dari aspek sejauh mana tingkat pengetahuan, respon dan tindakan mereka dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Prof. Muhammad Ali, M.Sc. Ph.D memaparkan bahwa masyarakat Amerika Serikat menyikapi Covid-19 dengan melakukan penelitian oleh para akademisi dan kebijakan pemerintah menerapkan karantina, social distancing, isolasi, memakai masker, cuci tangan, gaya hidup sehat dan berdoa kepada tuhan. 

Dr Norsaleha Mohd Salleh menguraikan bahwa ahli Hadis sebagai perintis sumber berita yang benar, dan perilaku masyarakat Malaysia ketika Pandemi Covid-19 menghadapi berita hoax, pro kontra larangan shalat berjamaah di masjid. 

Dr. H. Faqihuddin Abdul Kodir, MA menguraikan bahwa Hadis sebagai konsep pedoman yang dimaknai secara kontekstual, karena dalam istilah hadis menggunakan kata tha’un bukan virus corona. Pandemi Covid-19 sebagai ujian kesabaran, keimanan akhlak dan tantangan bagi Negara untuk mengeluarkan kebijakan. 

Prof Dr. Hashim Hassan  Osman, MA menjelaskan pengertian wabah dalam tradisi Islam, menjelaskan Sunnah Nabi SAW dalam menghadapi wabah, dan perilaku masyarakat Afrika dalam menghadapi Pandemi yang terkesan santai.

Dr. Hartati Thalib, MA selaku ketua panitia memaparkan bahwa acara seminar internasional ini mendapat respon yang sangat baik dari berbagai kalangan terbukti jumlah peserta yang registrasi mencapai 600 orang yang berasal dari berbagai Negara seperti Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Republik Arab Mesir, Maroko dan lain-lain.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag dalam sambutannya menyambut baik atas terselenggaranya acara ini, dan mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu acara yang bertaraf internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. 

Sedangkan ketua Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) Dr, M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag dalam sambutannya memotivasi para peserta untuk menulis artikel di jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAN Syekh Nurajati Cirebon. 

Acara Seminar ini berlangsung dengan lancar dan menghasilkan beberapa rekomendasi sesuai dengan tema yang diusung untuk mengedukasi masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19. 

Seminar Internasional ini diakhiri dengan pengumuman nominasi artikel terbaik Jurnal Studi Hadis Nusantara (JSHN) Jurusan Ilmu Hadis IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Senin, 03 Agustus 2020

Melalui Khatmil Quran dan Tasyakur Idul Adha, IAIN Cirebon Tingkatkan Pembinaan Kepada Para Pegawai


FOKUS CIREBON - IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya meningkatkan kinerja para pegawainya, baik itu kepada tenaga pendidik maupun kependidikan. 

Dalam segala hal, seluruhnya ditekankan lebih profesional, guna mempersiapkan diri dalam transformasi IAIN ke Universitas Islam Negeri (UIN) Cirebon.

Maka dengan kegiatan Khatmil Quran dan Tasyakur Idul Adha 1441 H ini, Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon melakukan pembinaan terhadap pegawai di gedung Mahad Al-Jamiah kampus setempat, Senin (3/8/2020).

Kegiatan bertema “Kita Tingkatkan Kebersamaan Menuju UIN Syekh Nurjati Cirebon” ini, dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan dan para dosen serta staf di lingkungan IAIN SNJ Cirebon.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg mengatakan, nilai-nilai pengorbanan harus muncul dalam setiap diri pegawai. 

Apalagi ini bertepatan dengan hari raya kurban, tentu saja harus dimaknai sebagai bentuk pengorbanan. Di mana kita harus mendahulukan kepentingan orang lain dan meningkatkan dedikasi melalui pengabdian yang total, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik.

Khatmil quran ini adalah bagaimana mencerahkan nilai spiritual. Maka melalui khatmil quran, tentu bagaiamana pegawai ini harus ikhlas. 

"Dalam kegiatan ini ada motivasi kepada pegawai agar terus semangat menjalakan pekerjaannya," kata H Sumanta.

Sumanta juga menegaskan, tanpa kebersamaan maka akan sulit mewujudkan kebersamaan dan kebersamaan itu tersebut harus terbangun. 


"Kebersamaan yang harus terbangun adalah terkait upaya dan kinerja dalam visi dan misi yang sudah dibangu, dan melalui kebersamaan setiap program dapat terlaksana. (din)