Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 22 Januari 2026

Pemkot Cirebon dan BBWS Mulai Langkah Besar Penataan Kawasan Sungai Sukalila yang Lebih Estetik

CIREBON – Kawasan Sungai Sukalila yang selama ini identik dengan kepadatan dan kesan semrawut, bersiap mengalami transformasi besar. Pemerintah Kota Cirebon menegaskan komitmennya untuk mengubah wajah bantaran sungai di jantung kota ini menjadi ruang publik yang cantik, nyaman, dan fungsional melalui penataan yang dilakukan secara bertahap.

Keseriusan ini terlihat saat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Pj Sekretaris Daerah Sumanto, jajaran kepala perangkat daerah terkait, Forkopimda, serta pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dalam dialog penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila, Kamis (22/1/2026). 

Dialog hangat dengan warga, aparat kewilayahan, hingga pedagang di sepanjang bantaran dilakukan untuk memastikan proyek ini berjalan dengan dukungan penuh masyarakat.

Wali Kota mengungkapkan bahwa langkah konkret akan dimulai sangat dekat, yakni pada Senin pekan depan. Pekerjaan awal difokuskan pada normalisasi sungai untuk mengembalikan fungsi air sebelum masuk ke tahap estetika.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah duduk bersama dengan semua pihak terkait. Insyaallah, hari Senin nanti tahap pertama berupa pengerukan dari muara sampai ke Sukalila sudah dimulai. Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh warga Kota Cirebon. Jika nanti aktivitas lalu lintas sedikit terhambat karena proses pengerjaan, mohon bisa dimaklumi. Ini semata-mata demi masa depan kota kita yang lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa penataan tidak hanya soal sungai, tapi juga menyentuh aspek estetika kota. Rencananya, Sukalila akan dilengkapi dengan taman, jogging track, hingga jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki. Bahkan, simulasi rekayasa lalu lintas satu arah sedang dikaji bersama Dishub dan Kepolisian untuk mengurai kemacetan kronis di sekitar kawasan Asia Toserba.

“Kita ingin Sukalila jadi ikon baru. Nanti ada taman dan trotoar yang rapi. Mengenai arus lalu lintas, kita akan pecah kepadatannya, mungkin diarahkan ke Sukalila Selatan agar tidak terjadi penumpukan. Semuanya kita desain supaya tidak lagi crowded,” tambahnya.

Satu hal yang menarik dalam penataan ini adalah skema kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Cirebon dan BBWS. Pihak pemerintah membuka pintu seluas-luasnya bagi sektor swasta yang ingin berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), namun dengan aturan main yang sangat transparan.

“Kami sepakat dengan BBWS, kami tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Kalau ada perusahaan yang mau bantu, silakan bangunkan fisiknya sesuai desain yang ada. Misalnya, satu perusahaan mau membangun jembatan penyeberangan yang ikonik, atau perusahaan lain mau membangun taman, silakan dikerjakan sendiri oleh mereka. Kami sediakan ruangnya, mereka yang membangun fisiknya,” tegas Wali Kota.

Dengan konsep pembangunan yang transparan dan kolaboratif ini, Pemerintah Kota Cirebon optimis Sungai Sukalila tidak hanya akan menjadi pengendali banjir yang efektif, tetapi juga menjadi destinasi wisata tengah kota yang membanggakan bagi warga Kota Cirebon maupun wisatawan.

Senada dengan Wali Kota, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, memaparkan bahwa proyek ini merupakan kerja maraton yang berkelanjutan. Setelah pengerukan selesai, fokus akan beralih pada infrastruktur pendukung dan kualitas air.

“Tahap pertama jelas normalisasi. Setelah itu masuk tahap kedua yaitu penataan kawasan Sukalila dan Kalibaru, termasuk perbaikan sistem drainase agar tidak ada lagi genangan. Tantangan terbesarnya nanti adalah penjernihan air yang kami targetkan mulai digarap serius pada 2027 atau 2028. Karena seindah apa pun penataannya, kalau airnya tidak bening tentu kurang maksimal,” jelas Dwi. (Nisa)



Wakil Wali Kota Ajak Pelaku Usaha Farmasi Kedepankan Keselamatan Pasien

CIREBON – Masalah kesehatan bukan sekadar urusan teknis medis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral bagi para praktisi farmasi untuk memberikan literasi yang jujur kepada masyarakat. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat membuka kegiatan Sosialisasi Standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CODB) , Antimicrobial Resistance (AMR), dan Pengelolaan Obat di Fasilitas Saryanfar yang digelar di Q Garden, Kamis (22/1/2026).

Di hadapan para peserta, Wakil Wali Kota menekankan bahwa peran tenaga kefarmasian adalah garda terdepan dalam melindungi warga dari risiko penggunaan obat yang salah. 

Ia mengingatkan bahwa distribusi obat bukan sekadar transaksi dagang, melainkan rantai penyelamat nyawa yang harus dijaga integritasnya dari hulu hingga hilir.

"Bukan hanya penyedia obat, tapi pemegang amanah keselamatan publik. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk mengedukasi masyarakat agar bijak menggunakan obat. Kita harus memastikan distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat, sehingga tidak ada lagi ruang bagi penyalahgunaan yang bisa merugikan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

Pemerintah Kota Cirebon memberikan apresiasi tinggi kepada Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) Cabang Cirebon atas inisiatif ini. 

Menurut Wakil Wali Kota, pembaruan standar CDOB 2025 merupakan instrumen krusial di tengah dinamisnya industri farmasi. Kepatuhan terhadap standar ini bersifat wajib untuk menjamin bahwa setiap sediaan farmasi yang sampai ke tangan warga Cirebon tetap aman, bermutu, dan bermanfaat.

Selain masalah distribusi, isu resistensi antimikroba (AMR) menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa ancaman AMR kini menjadi perhatian dunia karena dapat melumpuhkan efektivitas pengobatan infeksi. Jika tenaga farmasi tidak disiplin dalam mengontrol penggunaan antibiotik, maka risiko kesehatan di masa depan akan semakin sulit dikendalikan.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menciptakan iklim pelayanan kesehatan yang kondusif. Wakil Wali Kota berharap seluruh fasilitas kefarmasian di Kota Cirebon dapat menjadi sarana yang amanah dan profesional. 

Peserta diminta memanfaatkan kehadiran narasumber dari BBPOM untuk mendalami tata kelola obat yang benar demi memperkuat integritas profesi mereka masing-masing.

"Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen bersama. Saya ingin kita semua membuktikan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kefarmasian di wilayah Kota Cirebon benar-benar berorientasi penuh pada keselamatan pasien, bukan sekadar pemenuhan administratif semata," tutupnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Balai Besar POM di Bandung, I Made Bagus Gerameta mengapresiasi sinergi kolektif di Kota Cirebon. Ia menyebutkan bahwa pengawasan obat yang kuat tidak bisa dilakukan sendirian oleh regulator, melainkan membutuhkan komitmen nyata dari para pelaku usaha di lapangan.

"Kami sangat bersyukur atas energi positif yang ditunjukkan rekan-rekan di Cirebon. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional serta lemahnya pengawasan distribusi adalah pemicu utama resistensi. Jika hari ini tidak kita tangani secara bersama melalui penerapan CDOB yang ketat dan pelayanan yang beretika, maka efektivitas pengobatan akan terus menurun dan risiko kesehatan masyarakat akan semakin besar," ungkap I Made Bagus Gerameta.

Ia menambahkan bahwa peran GP Farmasi sangat penting dalam membina anggotanya agar memiliki kompetensi yang selaras dengan regulasi terbaru. 

"Sinergi antara BBPOM dan praktisi farmasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan untuk membangun ekosistem kesehatan yang akuntabel di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Cirebon," pungkasnya.  (Ara)



UKM EL FAHD UIN Siber Cirebon Raih Top Skor dan Juara IKMI Campus League 2026

KUNINGAN, FC — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) EL FAHD Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon torehkan prestasi di bidang olahraga. Pada ajang IKMI Campus League 2026, UKM EL FAHD sukses meraih Juara 1 dan Juara 2, sekaligus Top Skor turnamen.

Turnamen futsal antarkampus tersebut digelar pada 21–22 Januari 2026 di Tuparev Futsal, dan diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di wilayah Ciayumajakuning. Sejak laga awal hingga partai puncak, tim futsal UKM EL FAHD tampil dominan dan konsisten, menunjukkan kualitas permainan, kekompakan tim, serta mental juara.

Prestasi individu juga diraih oleh Tubagus Al-Furqaan Sasi Kirana, mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, yang keluar sebagai Top Skor setelah mengoleksi 15 gol sepanjang turnamen.

Ketua UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Achmad Zamaluddin Hafizh Mubarok, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, ini menjadi awal yang sangat baik di tahun 2026 untuk meraih trofi berikutnya. Kami akan terus berlatih dan meningkatkan kemampuan agar prestasi ini dapat terus berlanjut dan semakin meningkat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, official, dan suporter yang telah berjuang keras serta memberikan dukungan luar biasa. Terima kasih juga kepada pihak kampus yang senantiasa memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai,” tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari pimpinan universitas. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Hajam, M.Ag., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas prestasi yang diraih UKM EL FAHD.

“Kami sangat bangga dengan prestasi UKM EL FAHD. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki potensi besar, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga di bidang olahraga. Pihak universitas akan terus mendukung dan memfasilitasi pengembangan UKM agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat regional maupun nasional,” tegasnya.

Dengan raihan prestasi ini, UKM EL FAHD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat terus meningkatkan performa dan konsistensi, sekaligus membawa nama baik kampus Cyber Islamic University di kancah kompetisi futsal antarkampus.

“Kami akan terus berjuang dan memberikan yang terbaik untuk UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tutup Achmad Zamaluddin. (din)

Kolaborasi Disdamkarmat Kabupaten Cirebon dan Pertamina HSE Training Center Perkuat Kesiapsiagaan Kebakaran

KABUPATEN CIREBON — Upaya pencegahan kebakaran di lingkungan industri berisiko tinggi terus diperkuat.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon bersama Pertamina HSE Training Center melalui Patra Cirebon Hotel and Convention menggelar Basic Safety for Refinery Training di halaman Kantor Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Kamis (22/1/2026).

Pelatihan ini menitikberatkan pada pengenalan potensi bahaya kebakaran serta kemampuan pemadaman dini menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan sektor energi dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengatakan, pelatihan ini telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, sinergi dengan Pertamina HSE Training Center menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, khususnya di sektor minyak dan gas.

“Kami bekerja sama dengan Pertamina HSE Training Center untuk menyosialisasikan penanggulangan dan potensi bahaya kebakaran,” ujar Dadang.

“Kegiatan ini sudah berjalan beberapa tahun dan didampingi instruktur yang berpengalaman melatih pegawai,” ungkapnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan kolaborasi yang terus terjalin.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pertamina yang telah berkolaborasi dengan Disdamkar Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

“Kegiatan ini sudah berjalan dua tahun ke belakang dan semoga memberi manfaat besar bagi petugas keamanan dan pegawai lainnya,” kata Dadang.

Dadang berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut. Ia menilai keberlanjutan program menjadi kunci dalam membangun kesiapan sumber daya manusia menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.

Instruktur pelatihan Pertamina HSE Training Center, Syamsul Daniel, menekankan pentingnya penguasaan penggunaan APAR sebagai langkah awal penanganan kebakaran.

Ia menyebut, risiko kebakaran di sektor minyak dan gas tergolong tinggi dan memerlukan respons cepat.

“Pemadaman di sini rata-rata menggunakan APAR. Alat ini sangat penting untuk pemadaman awal atau dini. Di bidang minyak dan gas, kebocoran kecil saja bisa memicu kebakaran,” jelas Syamsul.

Ia menambahkan, penggunaan APAR bertujuan mencegah eskalasi kebakaran agar tidak membesar.

“Berdasarkan data kejadian, APAR sangat bermanfaat untuk mencegah kebakaran meningkat. Pencegahan dini menjadi kunci,” ujarnya.

Syamsul juga mengungkapkan, pemahaman penggunaan APAR sudah dikenalkan sejak awal rekrutmen pekerja Pertamina.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap pekerja memiliki kesadaran dan kemampuan dasar dalam menghadapi situasi darurat kebakaran. (din)







Sivitas Akademika Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Ucapkan Selamat atas Pelantikan Kasubbag

 

CIREBON, FC — Sivitas Akademika Fakultas Syariah (FASYA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Uun Sunimah, S.E. sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Ucapan tersebut menjadi wujud apresiasi, dukungan, dan harapan besar dari keluarga besar Fakultas Syariah atas amanah baru yang diemban. Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola administrasi fakultas yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan prima bagi sivitas akademika.

Dekan Fakultas Syariah beserta seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menyatakan keyakinannya bahwa Uun Sunimah, S.E. mampu menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, integritas, serta komitmen tinggi dalam mendukung visi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis digital yang unggul dan berdaya saing.

Sejalan dengan semangat FASYA SEHATI (Smart, Empathy, Humanist, Active, Transparent, and Impressive), pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan budaya kerja yang humanis, kolaboratif, dan transparan di lingkungan Fakultas Syariah.

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.A., serta jajaran pimpinan universitas turut memberikan dukungan penuh agar amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan institusi dan peningkatan kualitas layanan akademik.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, Fakultas Syariah optimistis dapat terus berkontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan. (din)

Pra Musbangkel Sunyaragi 2026–2027, UIN Siber Cirebon Dorong Kolaborasi Strategis untuk UMKM dan Pembangunan Sosial

 

CIREBON, FC — Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon menggelar kegiatan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Pra Musbangkel) Tahun 2026 untuk Perencanaan Tahun Anggaran 2027 pada Kamis, 22 Januari 2025, bertempat di Auditorium Tirta Wibawa Kelurahan Sunyaragi. 

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan program pembangunan kelurahan dengan kebijakan Pemerintah Kota Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, Pranata Humas Ahli Muda UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin, hadir sebagai peserta sekaligus duta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis kolaborasi dengan pemerintah kelurahan.

Lurah Sunyaragi, Dani Ilham Ramadhan, S.STP., dalam sambutannya menegaskan urgensi pelaksanaan Pra Musbangkel sebagai tahapan awal yang sangat penting dalam menyusun perencanaan pembangunan tahun 2027. Ia menyampaikan bahwa seluruh usulan program yang dirumuskan dalam forum ini diarahkan untuk mendukung visi dan misi Wali Kota Cirebon, dengan fokus pada pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Nia Noorrahmah, ST, MT., Perencana Ahli Muda, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Cirebon, menyoroti berbagai program strategis (protas) Pemerintah Kota Cirebon yang perlu disinergikan dengan program kelurahan agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam forum tersebut, Mohamad Arifin menyampaikan dukungan penuh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terhadap program-program kerja Kelurahan Sunyaragi. Beberapa program strategis yang didorong antara lain percepatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, pembinaan Karang Taruna, penguatan UMKM, rembug stunting, serta pengembangan Posyandu Remaja.

Arifin menegaskan bahwa program-program tersebut membutuhkan narasumber dan pendamping yang kompeten di bidangnya, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Ciayumajakuning siap berkontribusi aktif melalui kolaborasi berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Arifin juga memaparkan sejumlah keunggulan strategis UIN Siber Cirebon, di antaranya keberadaan UPT Lembaga Penjamin Halal (LPH), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), lengkap dengan fungsi dan peran masing-masing dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Mohamad Arifin mendorong agar segera dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kelurahan Sunyaragi dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, guna memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan ekonomi dan sosial keumatan.

Kegiatan Pra Musbangkel ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya perencanaan pembangunan Kelurahan Sunyaragi yang partisipatif, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pada tahun anggaran 2027.

Rabu, 21 Januari 2026

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Wali Kota Larang Keras Trotoar Jadi Lahan Parkir

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon serius dalam menata estetika kota dan mengembalikan fungsi ruang publik . Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo pada Rabu (21/1/2026). 

Langkah ini diambil merespons keluhan warga terkait menjamurnya parkir liar yang menyerobot hak pejalan kaki.

Di lokasi, Wali Kota menyaksikan langsung pemandangan trotoar yang sesak oleh deretan kendaraan, baik motor maupun mobil. Tanpa basa-basi, Wali Kota langsung memberikan peringatan kepada pihak pengelola usaha di area tersebut.

"Trotoar adalah area khusus pejalan kaki, bukan lahan parkir tambahan. Pengelola usaha wajib menyediakan kantong parkir yang memadai di lahan mereka sendiri, sesuai dengan dokumen Amdal Lalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) yang telah disepakati," tegasnya.

Selain teguran, Wali Kota juga menyoroti kondisi fisik trotoar yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan yang parkir di atasnya. Ultimatum pun dilayangkan. Wali Kota memberikan tenggat waktu selama tujuh hari harus sudah diperbaiki dan kembali berfungsi normal.

"Dalam 1×24 jam kalau masih ada kendaraan parkir di trotoar, saya akan sanksi. Saya ingin trotoar segera dibereskan. Satu minggu harus sudah dibereskan," tegasnya.

Selain persoalan di Jalan Wahidin, perhatian Wali Kota juga tertuju pada kemacetan akibat parkir liar di Jalan Cipto, tepatnya di salah satu mal. Ia mengungkapkan bahwa Pemkot saat ini tengah bernegosiasi dengan pengelola mal untuk mengevaluasi sistem pembayaran parkir.

"Kami menyarankan agar pengelola mal lebih fleksibel dalam metode pembayaran. Selain e-money, pembayaran tunai sebaiknya tetap dilayani agar arus masuk kendaraan lebih cepat. Jika akses ke dalam lancar, pengunjung tidak akan lagi memarkir kendaraannya di pinggir jalan yang memicu kemacetan," pungkasnya.

Tindakan lapangan ini menjadi pesan bagi seluruh pelaku usaha di Kota Cirebon bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah harga mati demi kenyamanan bersama dan keasrian tata kota. (Hafidz)