Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 17 Februari 2021

FKKC Siap Bangun Silaturahmi dan Bersinergi Terkait Program Pembangunan

Buapti Cirebon, H Imron M.Ag memberikan keterangan pers seusai melantik Muali, Ketua FKKC Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC – Pelantikan Ketua FKKC berlangsung khidmat dan sukses. Dalam kegiatan ini, Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, sendiri yang melantik Ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, untuk masa bakti 2021-2024, Rabu (17/02/2021). 

Hadir dalam kegiatan teraebut para Ketua FKKC Kecamatan se-kabupaten Cirebon, Wakil Bupati Cirebon, Ketua DPRD, Dandim 0620, Kapolresta Cirebon dan undangan lainnya.

Sementara acara pelantikan berlangsung di Pendopo Bupati Cirebon Jalan RA Kartini, Kota Cirebon.

Bupati Imron mengatakan, dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya FKKC ini, meminta kepada semua pengurus FKKC untuk terus menjalin silaturahmi dan bersinergi dengan perangkat daerah, agar pembangunan di desanya berdaya guna, bermanfaat untuk warga dan lingkungan nya.

Ia menegaskan, Kuwu adalah ujung tombak dalam program pemerintah daerah maupun pusat, Maka dari itu dirinya mengharapkan semua kuwu harus dapat menggali potensi desa berupa SDA dan SDM yang dimiliki.

“Kuwu sebagai ujung tombak pembangunan di desa bersama warga dengan ADD, DD, Bangub dan anggaran lainya, harus bisa menggali potensi desa agar ekonomi meningkat, warga sejahtera dan APBDes bertambah maju supaya menjadi desa mandiri,” tegas Imron.

Sementara, Kuwu Desa Keraton, Kecamatan Suranenggala, yang sekaligus merupakan sebagai Ketua FKKC terpilih, Kuwu Muali, dalam sambutannya mengatakan, dirinya siap untuk membangun silaturahmi dan bersinergi dengan instansi terkait dalam program pembangunan yang di prioritaskan dan diharapkan oleh masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga marwah Kuwu untuk satu rasa, sama rasa dalam menjalankan program desa, supaya kuwu fokus dan bersatu dalam menjalankan tugasnya merealisasikan program pembangunan desa sesuai keinginan warganya,” pungkasnya. (Fiqi)





357 PPPK Terima SK Pengangkatan dari Bupati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Sebanyak 357 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) formasi 2019 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Penyerahan SK pengangkatan tersebut berlangsung di Aula Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jalan Sunan Muria, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (17/2/2021). 

Imron mengatakan, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan perekrutan PPPK. Pengangkatan tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK. 

Imron meminta, tenaga eks honorer yang baru diangkat ini harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan berkontribusi positif untuk bangkit dari pandemi Covid-19. 

"Diminta berinovasi, harus bisa memberikan solusi. Meskipun pandemi, harus bisa menerapkan terbaik," kata Imron. 

Dari 357 pegawai PPPK, 196 merupakan tenaga pendidik (Dinas Pendidikan), 104 penyuluh pertanian (Dinas Pertanian), 52 tenaga kesehatan (Dinas Kesehatan), 2 tenaga kesehatan (RSUD Waled), dan 3 tenaga kesehatan (RSUD Arjawinangun). 

Imron mengatakan, setiap tahunnya kinerja ratusan PPPK ini akan dievaluasi dan akan kembali diperpanjang kontraknya bila bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). 

"Kalau tidak sesuai, tidak akan kami perpanjang, sebab masih banyak tenaga honorer yang punya kesempatan. Ada 11 ribu lebih orang," katanya. 

Raswid (54 tahun), tenaga penyuluh dari Dinas Pertanian baru saja diangkat menjadi PPPK selama 12 tahun menjadi tenaga honorer di Kementerian Pertanian.

Dengan adanya pengangkatan itu, Raswid mengaku bisa bernafas lega lantaran adanya peningkatan jumlah gaji yang didapatkan. Berbeda dengan saat menjadi tenaga honorer.

"Alhamdulillah ada perubahan, meskipun cuma bisa menikmati tiga tahun saja, soalnya tiga tahun lagi pensiun," katanya. (din)

Sinergiskan Program, KADIN - OJK Buka Kerjasama

FOTO BERSAMA : Usai pertemuan, dalam rangka menjalin kerjasama, KADIN - OJK berfoto bersama di Kantor OJK Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Kamar Dagang Indonesia (KADIN), bertandang ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo No 133, Kota Cirebon, Rabu (17/2/2021).

Dalam kunjungannya, KADIN membuka kerjasama melalui sinergitas program, Terutama mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon dalam segi keuangan untuk para pengusaha mikro, menengah dan kecil.

Ketua KADIN Kota Cirebon, Ismayasari mengatakan, audensi dengan OJK ini, bertujuan mensinergiskan program-program yang ada di KADIN, terutama mendukung pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon.

"Kita memang sepakat mengingat banyak sekali yang bisa kita kerjasamakan, tentunya terkait hal-hal yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah daerah, juga program-program yang langsung bisa disinergikan untuk para pengusaha, khususnya UMKM supaya bisa naik kelas seperti apa dan sebagainya," papar Ismayasari yang selanjutnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan pembahasan draft MoU.

Ismayasari juga menjelaskan, bahwa pada kerjasama ini pihaknya bisa memberikan masukan data-data tentang UMKM yang ada di Kota Cirebon, kemudian juga kepuasan pertumbuhan ekonomi atau usaha dari UMKM.

"Secara teknis, pihak OJK bisa mendapat masukan data yang nantinya akan menjadi sebuah kebijakan dari OJK menyangkut langkah selanjutnya untuk para pengusaha tersebut," tuturnya.

KADIN sendiri, kata Ismayasari adalah sebuah wadah kumpulan para pengusaha yang ada di Kota Cirebon. Di dalamnya bukan hanya individu tetapi juga institusi atau organisasinya, sehingga kita akan sinergis dengan para stakeholder asosiasi.

Sedang kerjasama tersebut bisa melalui event-event yang menyangkut pertumbuhan ekonomi seperti pelatihan dan sebagainya kita bisa bersinergi dengan OJK, karena kita tersedia baik institusi, organisasi stakeholder atau pun dari pelaku usahanya.

Sementara menurut Kepala Kantor OJK Kota Cirebon, Budi Arief Wibisono, bahwa hasil pertemuan dengan KADIN paling tidak akan saling mensinergikan kegiatan-kegiatan dan tugas-tugas kita dengan visi dan misi KADIN sendiri.

Seperti yang disampaikan dalam pertemuan tadi, Kata Budi, salah satunya KADIN akan mengggerakan ekonomi Kota Cirebon, dan itu akan kita fasilitasi, tentunya akan kita pertemukan dengan lembaga keuangan yang ada di Kota Cirebon, baik yang kita awasi secara langsung yaitu BPR-BPR maupun dengan lembaga keuangan yang tidak kita awasi secara langsung, seperti bank umum dan lembaga lembaga keuangan lainya.

"Kita harapkan dengan sinergi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon," ujar Budi Arief Wibisono.

Selain itu, lanjut Budi, sebagaimana tugas dan wewenang OJK, paling tidak dari industri keuangan yang ada di kota cirebon bisa dapat membantu membiayai jika ada kebutuhan kredit atau kebutuhan usaha dari pelaku UMKM yang difasilitasi oleh KADIN sebagai organisasi yang mewadahi pengusaha yang ada di Kota Cirebon.

Budi juga menjelaskan, bahwa target dalam jangka pendek dari kerjasama tersebut, yaitu mempertemukan antara pelaku-pelaku usaha yang memang layak dibiayai dengan industri jasa keuangan yang ada di Kota Cirebon.

Sementara itu, diakhir pertemuan KADIN- OJK, KADIN menyerahkan sinopsis program dan rencana aksi KADIN. penyerahan ini langsung diterima oleh OJK.

Ada tujuh prioritas program KADIN, di antaranya 1. Program rekrutmen, 2. Program education solution, 3. Program E-Global, 4. Program home business, 5. Program go up (UMKM), 6. Program KADIN Service, dan 7. Program event dan promotion.

Budi Arief Wibisoni diakhir perbincangannya menjelaskan, bahwa dari penyerahan sinopsis program dan rencana aksi KADIN, pihaknya akan terebih dahulu mempelajari dan mana yang bisa disinergikan dalam waktu pendek ini.

"Intinya kami suport, dan mudah-mudahan dari kerjasama ini, kita bisa memanfatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon," tandasnya. (Nurudin)

Selasa, 16 Februari 2021

Jalan Berlobang di Majasem Bikin Wanita Hamil 5 Bulan Terjungkal dan Luka Parah

Korban kecelakaan tunggal, akibat jalan berlobang di Jalan Raya Majasem Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021),  foto : (din)

FOKUS CIREBON, FC - Naas nian, pasangan suami istri (Pasutri) terjungkal dari atas sepeda motornya. Kecelakaan terjadi akibat ban sepeda motor bagian depan menghantam lobang jalan dan terjungkal seketika, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 15.20 WIB.

Akibatnya, kedua korban mengalami luka parah dibagian kaki dan tangannya. Warga pun langsung melakukan pertolongan.

"Istri saya sedang mengandung (hamil 5 bulan), tapi saya tidak tahu bagaimana kondisinya, karena istri masih merintih terus dan terlihat juga dibagian kaki dan tangannya luka semua, termasuk kaki dan tangan saya," ujar Satori yang tak lain suaminya.

Sementara warga yang memberikan pertolongan, Juju kepada media menyebut jika kerusakan jalan tersebut sangat membahayakan warga lainnya. 

Juju memastikan jika jalan berlobang tersebut tidak segera diperbaiki, bisa membuat banyak pengemdara yang menjadi korban.

"Jalan sudah rusak begini kok masih dibiarkan, PUPR Kota Cirebon ngapain dan kemana aja, masa tidak tahu, kan kantornya tidak jauh-jauh amet dari sini," katanya geram.

Sementara Husen, warga lainnya mnyesalkan sikap PU Kota Cirebon yang ttidak segara tanggap atas kondiso jalan kota yang sudah banyal yang rusak. 

"Jangan salahkan hujan, tapi lihat dulu kualitas jalannya, ini kan bisa berbahaya yang setiap saat bisa menghadang pengendara sepeda motor. Seharusnya segera diperbaiko, jangan tunggu banyak korban dulu, karena memang harus segera diperbaiki," pungkasnya. (din)

Jalan Berlobang di Majasem Kota Cirebon Makan Korban

BAHAYA : Hati-hati, jalan berlobang di Majasem, Kota Cirebon kerap makan korban


FOKUS CIREBON, FC - Kerusakan Jalan Raya Majasem kian mengkhawatirkan. Selain kerap banjir, jalan tersebut pun rusak dan berlobang. Akibatnya sepasang suami istri (Pasutri) terjungkal dan mengalami cidera kaki dan tangan.

"Kaki nya langsung memar dan berdarah, begitu pun dengan kondisi yang diboncengnya, luka parah di bagian tangan," ujar Tatang, warga yang ikut memberikan pertolongan kepada kedua korban yang terkapar di aspal, akibat sepeda motornya terjungkal akibat lobang jalan di depan SMK Gracika, Majasem, Kota Cirebon, Selasa (16/2/2021).

Hal senada disampaikan Agus, bahwa kerusakan du Jalan Majasem memabg cukup parah, bahkan kerap makan korban. Namun sampai sekarang belum juga diperbaiki. 

"Pihak PUPR harus segera memperbaikinya, sebab kenyaman berkendara salah satunya sangat di tentukan oleh kelaikan jalan. Namun kita lihat jalan sudah tidak baik dan berbahaya bagi pengendara, mana sikap PU kota," katanya sedikit agak geram.

Sementara itu, Pasutri yang luka parah ini langsung dibawa untuk mendapatkan pengobatan dan keduanya berharap jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak kembali makan korban. (Nur)

Wakil WaliKota Cirebon : Ada 130 RW Belum ODF, Ini Butuh Sinergitas Bersama

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati


FOKUS CIREBON, FC - Tantangan pembangunan sanitasi yang umumnya dihadapi di perkotaan, masih terkait dengan perilaku penduduk yang belum berhenti Buang Air Besar (BAB) di sembarang tempat. 

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs.H.Nashrudin Azis, SH., yang dibacakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra.Hj.Eti Herawati, dalam Forum Perangkat Daerah Dinas Kesehatan Kota Cirebon Tahun 2021 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Selasa, 16 Februari 2021.

Menurut Eti, di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan saja yang sudah dinyatakan Open Defection Free (ODF) atau bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Kita masih punya target 130 RW lagi yang belum ODF, dari 249 RW yang ada di Kota Cirebon,” tegas Eti. 

Untuk itu, sinergitas dan kebersamaan dibutuhkan agar bisa menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon.

Menurutnya, sinergitas dibutuhkan untuk menuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon. Hingga akhirnya akan tercipta kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni warganya.

“Kita segera tuntaskan permasalahan sanitasi di Kota Cirebon tercinta,” tegas Eti.

Jika sanitasi ini segera dilakukan, maka Kota Cirebon akan menjadi kota yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk dihuni sekaligus tempat bekerja warganya.

“Sejumlah permasalahan terkait sanitasi di Kota Cirebon diantaranya rumah warga sudah dilengkapi dengan wc, tapi buangan akhir tidak ke septic tank, ada yang membuang ke sungai, selokan, kebun hingga laut,” lanjut Eti.

Sejumlah warga yang tinggal di dekat aliran sungai atau selokan juga masih enggan untuk membuat septic tank sendiri, pungkasnya.

Di sampaikan juga, masih ditemukan pula penduduk yang kurang mampu, memiliki lahan yang terbatas sehingga akhirnya memiliki masalah dalam pembangunan jamban.

Penuntasan permasalahan sanitasi ini tentu tidak mudah. Menurut Eti, Pemda Kota Cirebon tidak bisa bekerja sendiri. 

“Perlu dukungan bersama dari semua pihak,” ungkap Eti. 

Untuk itu Pemda Kota Cirebon sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, lanjutnya.


Diantaranya sudah bermitra dengan Baznas Kota Cirebon dan Baznas Jawa Barat untuk bisa bersama-sama menyelesaikan sejumlah permasalahan sosial, termasuk sanitasi.

Selain itu, segenap instansi yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon juga diminta untuk saling memberikan dukungan. (din)



H Elang Tomy Iplaludin MPd : Mengabdi dan Bekerja Harus Totalitas

H. Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON, FC -  Sosok H Elang Tomy Iplaludin MPd, Kepala SMPN 4 Kota Cirebon, dalam kesehariannya memang berbeda dengan kebanyakan Kepala Sekolah lainnya di Kota Cirebon. Sikapnya yang  santun dan berpengetahuan luas, membuat H Elang Tomy Iplaludin MPd  akrab dengan seluruh komponen di lingkungan pegiat pendidikan dan banyak memiliki teman. 

Ide cemerlangnya selalu ditunggu banyak pihak, terutama dalam kaitan dengan aspek kemajuan pendidikan. Dalam prinsip pengabdiannya sebagai ASN, bekerja baginya adalah tugas, dan tugas adalah amanah.

Jika pekerjaan belum selesai, dirinya tak pernah meninggalkannya. Sebab, katanya bekerja di bagian pengawasan dan pembinaan sangat membutuhkan kedisiplinan kerja yang tinggi serta pelayanan menjadi prioritas utama.

“Sama seperti sekolah lainnya, tetapi bekerja optimal menjadi prinsip kami, khususnya dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Dan saya selalu berprinsip, bekerja harus disiplin, dan disiplin dalam bekerja harus menjadi prioritas utama,” ujarnya saat berbincang di kantornya.

Mama Elang, sapaan akrab sehari-hari, saat bekerja selalu menggunakan prinsip kehati-hatian, maksudnya dalam setiap pekerjaan selalu kembali diteliti. Tujuannya adalah agar tidak ada kesalahan dalam bekerja.

Sementara itu, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat, Mama Elang tak bisa tinggal diam, berbagai kesempatan selalu diambil dan dimanfaatkannya, sebab melayani harus total dan harus memiliki manfaat bagi orang banyak. Inilah pendidikan, maka cermin kemajuan harus dimulai dari niat yang baik, bekerja dengan baik dan melayani sepenuh hati.

Dirinya menegaskan, bekerja itu prinsipnya harus saling bergotong rotong dan saling percaya, baik antar guru, staff TU maupun komponen lainnya di sekolah ini.

Hal itu dibutuhkan, untuk mendorong kinerja yang baik dan  upaya menuju sekolah berprestasi. "Bekerja itu prinsipnya totalitas, dan di mana pun kita di tempatkan, visi pendidikan harus terus berjalan, sehingga harapan pemerintah dan masyarakat, terwujud dari cara kita mengabdi dan bekerja di pedidikan. Inilah prinsip itu, cerdas, lugas dan berprestasi," katanya.

Diakui Mama Elang, keberhasilan memang selalu membuat semua bangga, tetapi dengan prestasi yang sudah diraih tidak cukup dengan rasa bangga saja, justru harus lebih digiatkan lagi, agar kemajuan pendidikan manfaatnya bisa dirasakan oleh semua.

Mama Elang juga mengajak, semua komponen yang ada di lingkungan di mana dirinya mengabdi, harus terus bekerja dan berjuang untuk kemajuan pendidikan. Karena untuk membangun kemajuan tidak harus puas dengan sejumlah keberhasilan yang sudah diraih.

"Bekerja dan melayani harus terus dilakukan, Khususnya pendidikan dii SMPN 4 Kota Cirebon, agar terus maju dan berprestasi," tandas Mama Elang yang sudah berhasil membangun perubahan dan kemajuan di SMPN 10 dan SMPN 18. (din)

Pasca Dilantiknya Ketua SEMA dan DEMA IAIN Cirebon, Ini Pesan Rektor !!

Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag saat melantik Ketua SEMA dan DEMA IAIN SNJ Cirebon, Selasa (15/2/2021).


CIREBON, FC- Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag  melantik dan mengukuhkan Ketua Senat Mahasiswa Institut dan Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk periode 2021-2022 di lantai 3 gedung rektorat, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Sumanta mendukung penuh setiap program kerja yang sudah dicanangkan oleh jajaran pengurus.

Sumanta juga berharap, SEMA I dan DEMA I dapat bersinergi dalam mewujudkan proses transformasi alih status dari IAIN menjadi UIN," harap Sumanta, karena itu menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

Kendati demikian, prestasi di wilayah organisasi mahasiswa juga perlu. "Ini untuk menunjang bahwasanya SEMA I dan DEMA I bisa mendukung proses alih status IAIN jadi UIN," ucapnya. 

Diakhir sambutannya, Sumanta memberikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I yang telah resmi dilantik.

Sementara itu, Muhammad Akrom Ketua Terpilih SEMA I menyatakan, pasca dilantik dirinya menaruh semangat dan harapan baru untuk menahkodai kepengurusan SEMA I dalam berkhidmat pada kampusnya itu.

“Yang akan diprioritaskan dalam progam kerja SEMA I yakni membuat produk hukum dan Undang-Undang untuk memfasilitasi seluruh organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di kampus dan menjembatani berbagai aspirasi mahasiswa, serta tanggap dalam bermedia,” paparnya.

Akrom berharap, sesama anggota pengurus SEMA I harus bisa bertanggung jawab serta sadar akan fungsi legislasi di kampus ini.

Sedang menurut Ketua DEMA I terpilih, Rhio Maheso Jenar, dirinya akan bertanggung jawab dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya selama satu periode ke depan.

Ia pun menaruh semangat yang tinggi untuk bisa memberikan dan  berkontribusi besar pada kampusnya itu.

“Sektor yang akan difokuskan DEMA I IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam program ini adalah peningkatan teknologi dan peningkatan potensi mahasiswa,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga perlu meningkatkan potensi dengan terus berinovasi dan dapat menguasai teknologi. Sehingga mahasiswa mampu berkompetisi dengan perkembangan zaman.

"Sebagai lembaga eksekutif, saya ingin memfasilitasi mahasiswa IAIN Cirebon. Selain itu, juga mampu meningkatkan daya saing mahasiswa kampus setempat, baik di tingkat internal maupun eksternal," harap Rhio.

Namun Rhio juga akan menyesuaikan diri dengan kondisi  saat ini, mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.


Sementara itu, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr H Ilman Nafian MAg, juga unsur pimpinan lainnya, serta jajaran pengurus SEMA I dan DEMA I, dan seluruh panitia pemilihan mahasiswa institut.  

Kegiatan yang bertemakan “Mewujudkan Kepemimpinan yang Antusias, Responsif dan Berintegritas, Leadership is Action Not Position” ini diselenggarakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.  (Nur)



Senin, 15 Februari 2021

Dekranasda Kabupaten Cirebon Menerima Kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan

FOKUS CIREBON, FC - Ketua Dekranasda Kabupaten Cirebon, Hj. Nunung Roosmini menerima kunjungan Dekranasda Kota Prabumulih Sumatra Selatan di Pendopo Bupati Cirebon Jalan Kartini Kota Cirebon, Senin (15/2/2021). 

Kabupaten Cirebon merupakan kabupaten yang kaya akan Industri kerajinannya. Di antaranya kerajinan Rotan, Batik, Kerang, Gerabah, Topeng, Lukisan Kaca dan lainnya. 

Pelembang sendiri selain terkenal dengan makanan khasnya akan tetapi daerah Palembang juga terkenal dengan kain tenun. Akan tetapi kain tenun dari Palembang ada  keterkaitan sejarah dengan Kabupaten Cirebon. 

Menurutnya, keberadaan kain tenun yang ada di Pelembang itu pada dasarnya berasal dari Cirebon. 

"Jadi ada pengrajin dari Desa Bode Lor Kecamatan Weru (Pasar Caplek) yang merantau ke Palembang dan mengembangkan usaha di sana. Sampai saat ini, di kawasan Tuan Kentang yang merupakan sentra Tenun Palembang para mengusahanya sebagian keturunan Cirebon," Kata Nunung.

Nunung mengatakan, hasil tenun karya orang Cirebon yang dipakai orang Palembang pernah mendapatkan penghargaan Internasional di Amerika yakni Kejuaraan Fasion Week  di Los Angeles. 

"Penghargaan tersebut merupakan karya pengrajin dari Cirebon yang mengkombinasikan Fasion Batik Trusmi dengan kain tenun," katanya. 

Oleh karena itu, kata Nunung, dengan adanya keterkaitan dengan sejarah tersebut, ia berharap bisa ikut mengangkat kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon maupun di Kota Prabumulih atau wilayah Palembang. 

"Kami berharap, ke depan kita bisa bersama-sama mengembangkan kerajinan yang ada dengan kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj. Suryanti Ngesti Rahayu Ridho mengatakan, tujuan datang ke Kabupaten Cirebon ini untuk menimba ilmu terkait produk kerajinan. 

Menurutnya, kerajinan yang ada di Kabupaten Cirebon sama persis yang ada di wilayah Kota Prabumulih. Akan tetapi pemasarannya tidak seperti di Kabupaten Cirebon. 

"Kami bersama para perwakilan pengrajin ingin belajar. Karena di Prabumulih ada batik, di Kabupaten Cirebon ada batik juga. Di Cirebon ada rotan, di kita ada kerajinan bambu serta di sini ada kerajinan kerang di kita juga ada cangkang telor. Ada kesamaan di kita juga, sehingga ilmu yang kita dapat dari Kabupaten Cirebon kita akan terapkan di Kota Prabumulih," kata Suryanti. 

Suryanti mengatakan, pihaknya akan belajar bagaimana cara pemasaran produk kerajinan sehingga bisa diterima di pasar baik nasional maupun internasional. 

"Kita belajar bagaimana proses pemasaran dari Kabupaten Cirebon. Karena di Cirebon sudah ekspor kerajinan ke 35 negara. Itu yang membuat kami ingin belajar di Cirebon," katanya. 

Lebih lanjut Suryanti mengatakan, pihaknya selama di Kabupaten Cirebon telah mengunjungi salah satu sentra batik pewarna alami di Ciwaringin. Ia pun tertarik dengan bahan baku yang dipakai untuk pewarna batik. (Nur)


Gagal Dipersyaratan, Bupati Cirebon tak Lolos Skrining untuk Mendapatkan Vaksin Covid-19

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H Imron, M.Ag belum bisa menerima vaksin corona virus disease (Covid-19) setelah dilakukan skrining di PKM Sumber, Kabupaten Cirebon. Hal tersebut karena bupati belum lama dinyatakan sembuh dari terjangkit virus corona.

Imron mengatakan, pada awal 2020, ia terkonfirmasi positif Covid-19, namun tanpa gejala. Sedangkan dalam ketentuan, penerima vaksin bisa didapatkan setelah tiga bulan dinyatakan negatif.

"Padahal pas skrining tadi, semua dalam kondisi baik. Cuma, jarak waktu sembuh sampai mau suntik tadi baru 2,5 bulan, jadi belum bisa," kata Imron saat ditemui di PKM Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (15/2/2021).

Imron mengatakan, dirinya akan divaksin dalam waktu dekat. Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Cirebon tersebut bakal menjaga kesehatan, terutama tekanan darah sehingga bisa lolos skrining.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat di Kabupaten Cirebon untuk tidak takut terhadap kandungan vaksin tersebut karena sudah mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Masyarakat jangan takut, karena ini untuk kesehatan bersama," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Enny Suhaeni, SKM.,M.Kes mengatakan, salah satu syarat untuk mendapatkan vaksin tersebut yakni, sembuh dari Covid-19 paling cepat tiga bulan.

Kemudian, syarat calon penerima vaksin tidak boleh memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) seperti gagal jantung, penyakit ginjal, diabetes miletus, kanker, kelainan darah, dan berbagai macam penyakit lainnya.

"Kemungkinan bapk bupati akan disuntik pada awal Maret 2021. Kondisi kesehatan bapak bupati juga normal, tekanan darahnya juga," katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Cirebon Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE.,M.Si menyebutkan, dirinya baru saja mendapatkan vaksin Covid-19 di PKM Sumber. Berdasarkan hasil skrining, ia tidak mengalamai adanya gangguan kesehatan. 

Setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19, ia pun tidak mengalami efek samping seperti mengantuk atau pun pegal-pegal seperti orang pada umumnya. "Alhamdulillah saya mendapatkan vaksin," kata Wahyu Tjiptaningsih. 

Rencananya, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini akan mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac paling cepat 14 hari ke depan atau 2 Maret 2021. (din)

Sabtu, 13 Februari 2021

Sekda Kota Cirebon Minta Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Covid 19

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M. Si.


FOKUS CIREBON, FC —Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M. Si, meminta masyarakat untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang gencar dilaksanakan Pemerintah.

Hal itu disampaikan Agus usai mengikuti kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan Tim Vaksinasi RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada Sabtu (13/02/2021).

“Rasanya seperti digigit semut selama 3 detik, setelah itu tak merasakan efek apapun,” kata Agus ketika ditanya oleh rekan media.

Agus mengungkapkan pada awal program vaksinasi bergulir dirinya termasuk orang yang tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan vaksinasi sebab pernah terkonfirmasi positif Covid-19, akan tetapi dengan keluarnya Peraturan Kementerian Kesehatan yang baru, penyitas Covid-19 diperbolehkan divaksin setelah 3 bulan.

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) No. HK.02.02/II/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Lansia, Komorbid dan Penyitas Covid-19 serta Sasaran Tunda

“Saya terkonfirmasi Covid-19, 5 bulan lalu, artinya dengan aturan baru sudah bisa divaksin,” tuturnya.

Agus menambahkan sebelum mengikuti kegiatan vaksinasi ini dirinya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, setelah di-screening akhirnya diperbolehkan ikut.

“Sesuai arahan dokter karena ini bagian dari memberikan contoh kepada masyarakat untuk ikut mensukseskan program vaksinasi,” pungkasnya. (Fiqi)


Jumat, 12 Februari 2021

FUAD IAIN Cirebon Buka Donasi dan Bantuan Bagi Warga Terdampak Banjir

Dr. Anwar Sanusi, M. Ag, Wakil Dekan III, IAIN SNJ Cirebon tengah memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.


FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah mengadakan open donasi untuk warga yang terdampak banjir di wilayah Indramayu, Pantura dan Subang, Cirebon Timur dan Majalengka.

Banjir ini terjadi akibat curah  hujan tinggi yang terus mengguyur di wilayah tersebut.

Kegiatan open donasi yang dilakukan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah ini menerima bantuan berupa uang, sembako, obat-obatan, pakain layak pakai, dan lainnya.

Penyerahan hasil dari donasi terbagi menjadi dua gelombang, dimana gelombang pertama diserahkan kepada warga Indramayu dan gelombang kedua akan diserahkan ke daerah Pamanukan, Subang.

Penyerahan gelombang pertama diserahkan pada Jum’at (12/2/2021) untuk warga Indramayu, tepatnya di Desa Haeurgelis.

Donasi  yang terkumpul berupa uang sekitar Rp 3 juta, dan 48 kardus berisi sembako dan pakaian layak pakai.

Donasi diserahkan langsung oleh Dr. Anwar Sanusi, M. Ag selaku WADEK-III, dan Ibu Imas sebagai penerima donasi. Donasi ini juga akan disebarkan ke desa Wanakaya dan Mekarjati.

Wadek III (kiri) menyerahkan hasil donasi kepada perwakilan warga (kanan), yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa FUAD.

Kegiatan donasi ini diikuti oleh ketua atau perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), seluruh pengurus SEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), serta ketua dan wakil ketua DEMA Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD).

Titik kumpul keberangkatan penyerahan donasi di depan gedung FUAD pukul 09.00 WIB menggunakan kendaran bus milik  kampus. (Eva/Rubae’atul A’dawiyah)

Kamis, 11 Februari 2021

Terjunkan Alat Berat, Pemda Kota Cirebon Gerak Cepat Tangani Potensi Bencana

Perbaikan tanah tebing Sungai Cikalong, Kelurahan Harjamukti, yang terkikis beberapa waktu lalu.


FOKUS CIREBON, FC — Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bergerak cepat dalam menangani potensi bencana yang terjadi di wilayahnya. Seperti kejadian pengikisan tanah dan pohon tumbang yang terjadi di Sungai Cikalong Kelurahan Harjamukti beberapa waktu lalu.

Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, SH., mengatakan secara umum sejumlah titik rawan bencana genangan air telah ditinjau dan ada beberapa titik yang harus mendapat penanganan dengan segera.

“Kami telah intruksikan dinas terkait untuk segera melakukan tindakan di bibir sungai yang terkikis air di Harjamukti,” katanya.

Menindaklanjuti intruksi Wali Kota Cirebon, Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon, Kherul Bahtiar, ST, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung serta sejumlah dinas lain seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Peralatan berat milik BBWS Cimanuk Cisanggarung pun diturunkan sebab Pemda Kota Cirebon tak memiliki alat berat,” katanya, Kamis (11/02/2021).

Khaerul berharap dengan gerak cepat Pemda Kota Cirebon dan BBWS Cimanuk Cisanggarung ini, fungsi Sungai Cikalong di Kelurahan Harjamukti bisa normal kembali.

“Adanya alat berat dari BBWS membuat proses pengangkatan pohon yang menghalangi sungai bisa lebih cepat,” ujarnya.

Ketika dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini, S. Sos., menambahkan sejumlah personil disiagakan dalam pengangkutan sampah dan batang pohon di Sungai Cikalong Kelurahan Harjamukti.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai karena bisa menimbulkan bencana,” tambahnya.

Zaenudin, warga RT 02 Kelurahan Harjamukti Kota Cirebon mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh Pemda Kota Cirebon dalam meminimalisir potensi bencana.

Selain itu, dia mengusulkan kepada Pemda Kota Cirebon untuk membangun embung yang dapat menampung air di Sungai Cikalong sebagai langkah jangka panjang dalam pencegahan bencana.

“Sejak dulu Sungai Cikalong kerap meluap, tapi yang parah baru sekarang-sekarang ini, maka butuh embung penampungan air,” pungkas Zaenudin. (Nur)


Mendidik Budi Pekeri Anak, Tugas Utama Seorang Guru


FOKUS CIREBON, FC -Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menekankan bahwa mendidik budi pekerti anak merupakan tugas utama dari seorang guru. Mendidik anak memiliki budi pekerti sangat penting saat masih di bangku Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut diungkapkan Nashrudin Azis saat melantik kepala Sekolah Dasar Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kamis, 11 Februari 2021 di salah satu hotel di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

“Pertama, saya ucapkan selamat kepada bapak dan ibu yang baru saja dilantik hari ini,” ungkap Azis.

Kepala sekolah yang baru dilantik juga diharapkan bisa segera menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.

“Saya juga berpesan, jangan lupakan tugas utama seorang guru,” ungkap Azis. 

Lanjutnya, tugas utama guru yaitu mendidik budi pekerti siswa dan siswi mereka. Pendidikan budi pekerti sejak dini penting agar kelak saat anak dewasa sudah tertanam sikap moral, sosial dan budi pekerti yang tinggi di dalam diri mereka. Ini merupakan bekal bagi anak untuk melangkah dalam kehidupan.

Sedangkan kepada orangtua, Azis meminta peran serta orang tua bersama dengan guru untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang cerdas, pintar dan memiliki budi pekerti tinggi.

“Harus ada kerjasama antara orang tua dan guru,” tegas Azis. 

Sehingga nantinya akan tercetak anak yang pintar dan memiliki keterampilan tetapi dibarengi dengan budi pekerti yang baik. 

“Ini sunggu tanggung jawab yang besar,” ungkap Azis.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, Drs. H. Anwar Sanusi, M.Si., menjelaskan ada sebanyak 80 kepala Sekolah Dasar (SD) yang dilantik hari ini.

“Sebagian mengisi kekosongan yang sudah lama,” ungkap Anwar.

Setelah dilantik, kepala sekolah baru tersebut diharapkan langsung mengatur strategi untuk menyiapkan pembelajaran bagi siswa dan siswi di Kota Cirebon. Khususnya strategi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Irawan Wahyono, S.Pd, M.Pd,  menjelaskan bahwa kepala Sekolah Dasar (SD) yang dilantik hari ini sebelumnya telah mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Pengembangan Kepala Sekolah (LP2KS).

“Lembaga tersebut langsung berada di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” ungkap Irawan. 

Dengan pelantikan yang digelar hari ini, ucapnya, kekosongan kepala SD di Kota Cirebon sudah bisa diatasi.

Namun Disdik Kota Cirebon tetap menyiapkan kader-kader terbaik sebagai calon kepala SD mengingat tahun depan akan ada lagi kepala SD yang pensiun. “Kader-kader kami siapkan, tidak terhenti,” ungkap Irawan. (din)


IAIN Cirebon Menjadi Pilot Project Cyber Islamic University

FOKUS CIREBON, FC - Direktur PTKI Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menuturkan bahwa UIN Syekh Nurjati bersamaan dengan proses transformasinya akan menjadi Pilot Project Universitas Islam Siber Indonesia (UISI).

Sebagai Unieversitas Islam Siber pertama, UIN Syekh Nurjati akan menjadi pioner Open Islamic Educational Resources (OIER) di dunia dengan teknologi Digital Multimedia University (DMU).

"UIN Syekh Nurjati akan mendorong perubahan paradigma lama perguruan tinggi keagamaan islam (PTKI) dari konvensional menjadi re-creation and connecting knowledge pada open space.  Kedepan, UIN Syekh Nurjati akan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis teknologi,” ungkap Suyitno.

Lebih lanjut secara teknis Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama, M. Adib Abdushomad, Ph.D menyempurnakan tahapan transformasi yang akan dilakukan oleh IAIN Cirebon.

Menurutnya, visitisasi lapangan oleh tim Kementerian Agama akan dilakukan pada akhir Februari tahun 2021, selanjutnya oleh Kementerian PAN-RB untuk memberikan rekomendasi kelayakan pungkas transformasi tersebut.



“Setelah semua proses visitasi lapangan dilakukan, selanjutnya Menpan-RB akan mengajukan izin prakarsa kepada Sekretariat Negara untuk kemudian diputuskan oleh Presiden Joko Widodo,” terang Adib.

Keputusan tersebut disambut baik oleh civitas akademika IAIN Cirebon. (din)

Inilah Persiapan IAIN Cirebon Menjadi UIN dan Amanah Kampus Cyber Islamic University di PTKIN

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim M.Ag

FOKUS CIREBON, FC - Menyikapi  hasil assesment Kementerian Agama RI, yang menjadi kabar gembira IAIN Syekh Nurjati Cirebon lolos menjadi UIN, inilah berbagai persiapan yang dilakukan civitas akademika IAIN SNJ Cirebon.

Menurut Wakil Rektor I, Dr.H. Syaifudin Zuhri, M.Ag bahwa berbagai persiapan tengah dilalukan, bahkan persiapan tersebut didukung penuh oleh seluruh stakeholder IAIN Syekh Nurjati.

"Kami telah membentuk tim khusus untuk melakukan berbagai persiapan, kaitanya dengan transformasi dan kampus islam siber," kata Saefudin Zuhri.

Untuk itu, program-program telah dirancang dengan matang, baik pada aspek penyiapan SDM, infrastruktur digital, sarana dan prasarana, serta perangkat legalitas lainya.

“Tahun ajaran baru mendatang IAIN Syekh Nurjati akan membuka kelas siber internasional perdana pada program studi PAI, sekaligus menanti Peraturan Presiden soal alih status UIN Syekh Nurjati” pungkasnya.

Atas capaian yang sudah dilakukan tersebut, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr.H.Sumanta Hasyim, M.Ag merasa bersyukur atas capaian dan amanah yang diberikan kepada lembaganya.

Menurutnya, transformasi menjadi UIN Cirebon memang menjadi keniscayaan mengingat kiprah kampus ini yang memiliki segudang prestasi, termasuk minat warga Jawa Barat dan sekitarnya untuk belajar.

“Kami merasa mendapat anugerah yang tak ternilai, selain lolos dalam tahap awal transformasi UIN, juga diberi amanah untuk menjadi kampus Islam Siber pertama. Hal ini tentunya akan kami respon dengan sebaik mungkin dalam menyiapkan segala yang dibutuhkan,” tegas Sumanta. (din)

Lolos Assesment Kementerian Agama RI, IAIN Cirebon Siap jadi UIN

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) di Resto Abu Nawas Jakarta, IAIN Syekh Nurjati dinyatakan lolos penilaian Kementerian Agama bersama dua IAIN lainya, yaitu IAIN Bukittinggi dan IAIN Batusangkar, Kamis (11/2/2021).


FOKUS CIREBON, FC - Keputusan tersebut sesuai dengan hasil penilaian para penguji pada proposal dan kelengkapan administrasi alih status IAIN menjadi UIN. 

IAIN Syekh Nurjati seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T telah memenuhi seluruh persyaratan alih status menjadi UIN berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 20 tahun 2020. 

Hal ini sekaligus menempatkan IAIN Syekh Nurjati bersama dua IAIN lainya menggungguli 7 IAIN pengusul lainya. 

Lebih lanjut Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T juga menegaskan bahwa alih status IAIN Syekh Nurjati menjadi UIN harus pula diikuti dengan reorientasi visi mewujudkan universitas Islam kelas dunia dengan varian program studi yang tersedia. 

“Tentu tidak boleh pula melupakan ke-khasan perguruan tinggi Islam Indonesia yang tetap konsisten mengusung moderasi beragama dan Islam Washatiyah,” tegas Guru Besar UIN Bandung tersebut. (din)

Milad HMI Ke 74, HMI Cabang Bangka Belitung Gelar Silaturahmi Daerah dan Dialog Tematik

MILAD HMI KE 74 : Usai memperingati Milad HMI Ke 74 melalui kegiatan silaturrahmi daerah dan dialog tematik,  pengurus HMI - KAHMI Bangka Belitung, mengabadikan dengan foto bersama. (foto/ist).


FOKUS BANGKA BELITUNG, - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung memperingati Milad HMI Ke 74. Kegiatan yang dibalut dengan acara silaturahmi daerah serta dialog tematik HMI dan KAHMI membuat peringatan Milad HMI Ke 74 menjadi khidmat dan semarak.

Dalam kegiatan Refleksi 74 tahun HMI, tema mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan, semakin menarik didiskusikan pada konteks HMI kekinian, di mana era industrialisasi 4.0 memaksa seluruh piranti kehidupan berubah sedahsyat masuknya globalisasi informasi dan teknologi (IT). 

Ketua MD KAHMI Belitung, Hartian Ramadhan,ST,M.M menjelaskan, perkembangan digitalisasi pada industri 4.0 hanya merupakan wajah zaman yang berkembang saat ini, HMI tentu harus bisa berada pada fase ini, maka konteks mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan menjadi keniscayaan yang harus kuat di era globalisasi ini dan menjadi tantangan zaman tersendiri.

Hartian Ramadhan juga menegaskan, bahwa kontekstualisasi misi HMI sampai dengan hari ini telah banyak melahirkan episentrum-episentrum baru bagi perkembangan peradaban. 

"Inilah HMI yang selalu ada dan berada di fase apapun. Tinggal bagaimana kematangan berfikir, bersikap dan kemampuam analitis, rasionalis dan tajam terus dihidupkan, sejalan dengan perkembangan peradaban zaman," tandasnya, Jum'at (11/2/2021).

Sementara menurut KAHMI lainnya, Farid Wajdi, M.Ag, M.Si, menyatakan, bahwa HMI itu merupakan organisasi kemahasiswaan yang berdiri pada tanggal 05 Februari 1947 yang memiliki gagasan dan visi perjuangan sosial budaya. 

Dalam konteks ini, kata Farid, yakni  mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam.

"Ini tentu sejalan dengan visi membangun peradaban sebagaimana perkembangan zaman dengan tetap mengokohkan komitmen Keislaman dan Kebangsaan," tuturnya.

Sedangkan menurut Ketua Komisariat AMB Cabang Babel, Vian, bahwa sejalan dengan tujuan awal di atas, HMI mulai mengevaluasi diri yang bersandar pada pilar akademis, pencipta dan pengabdi. 

"Yakni, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan nakmur yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala," pungkasnya. (din)