Drs. KH Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama RI 2014-2019) pada kegiatan talkshow puncak
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 11 Mei 2021
Bersama Para Tokoh Nasional, RMB IAIN Cirebon Khataman dan Ijazah Kubro Kitab Nabiyyurahmah
Masjid Subulussalaam RW 14 PHU Siap Gelar Sholat Idul Fitri dengan 1000 Masker dan Prokes yang Ketat
Masjid Subulussalaam, Permata Harjamukti Utara, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon.
CIREBON, FC - Ketua DKM Subulussalaam Naim Abdurachman menyatakan, Masjid Subulussalaam RW 14 Permata Harjamukti Utara Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon siap menggelar Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M, pada Kamis, (13/5/2021) dengan Protokol Kesehatan Covid 19 secara ketat.
Senin, 10 Mei 2021
LP2M IAIN Cirebon Tutup Kegiatan Ramadhan Menyapa On The Spot Yang Digelar Sepanjang Bulan Ramadhan
CIREBON, FC- Setelah menjalankan aktifitasnya di 12 titik kegiatan (12 Spot) selama bulan ramadhan, LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam Program Ramadhan Menyapa On The Spot resmi ditutup, Senin (10/5/2021).
Penutupan kegiatan Ramadhan Menyapa On The Spot tersebut dilangsungkan bersamaan dengan kegiatan pembagian sembako serta Bukber Anak Yatim, Jompo dan Marbot Masjid.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Rektor IAIN SNJ Cirebon yang diwakilkan Warek II, Dr Kartimi M.Pd, Kepala Biro AUAK, Direktur Pasca Sarjana IAIN Cirebon, Dekan FUAD IAIN Cirebon dan sejumlah pejabat lainnya, juga para staff dan dosen.
Ketua LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Ahmad Yani MAg dalam sambutannya mengatakan, Program Ramadhan Menyapa On The Spot ini rutin dijalankan LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon setiap tahunnya. Bahkan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2009 lalu dan pada tahun 2021 ini telah menginjak tahun ke 12.
"Sepanjang 12 kali kegiatan yang dilaksanakan tersebut, pihaknya telah membagikan 700 paket bukber, yaitu nasi kotak dan takjil, dan 200 paket sembako," papar Kang Yani.
Menurut Kang Yani, selama bulan Ramadhan ini, ada 12 spot yang menjadi tempat kegiatan, seperti di sejumlah masjid serta di perempatan jalan.
Kang Yani juga menjelaskan, penutupan kegiatan ini dilaksanakan secara terbatas. Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.
“Penutupan ini sengaja dilaksanakan di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Karena kita dari kampus, turun ke masyarakat, dan sekarang kembali ke kampus,” kata Kang Yani.
Pada setiap pelaksanaan Program Ramadhan Menyapa On The Spot pihaknya selalu memuat 3 poin, yaitu dakwah, edukasi, dan solidaritas.
Dakwah yang dimaksud kata Kang Yani, untuk menyampaikan pesan tentang keagamaan. Kalau edukasi yaitu terkait pemberian informasi terkait Covid-19, baik pencegahan maupun pelaksanaan Prokes dengan selalu membiasakan hidup bersih. Sedangkan solidaritas kegiatannya kita berbagi dengan membawa paket menu berbuka dan paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat.
Sasaran kegiatan ini, kata Kang Yani yaitu yatim piatu, jompo, marbot masjid, santri, ojek online, korban PHK, abang becak, dan para anak jalanan. Dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian IAIN Syekh Nurjati Cirebon terhadap masyarakat di sekitar kampus khususnya dan Cirebon pada umumnya.
Program ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat di sekitar kampus, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19. Mengingat pula IAIN Cirebon berada di wilayah Kelurahan Karya Mulya sebagai terpadat kedua di Kota Cirebon setelah Kelurahan Larangan, dengan jumlah warga 17 ribuan.
"Sehingga dengan hadirnya kegiatan ini paling tidak dapat mewakili IAIN dalam bentuk kepedulian kepada masyarakat," tutup Kang Yani dalam sambutanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, mewakili atas nama pimpinan, pihaknya sangat mengapresiasi LP2M kampus setempat yang telah melaksanakan program Ramadhan Menyapa On The Spot di bulan suci ini.
“Atas kegiatan ini tentu kami mengapresiasi setinggi-tingginya. Ini adalah salah satu kegiatan LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk menggalang solidaritas masyarakat, khususnya di wilayah Cirebon pada program IAIN Syekh Nurjati Peduli," tandas Kartimi. (din)
PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Greged Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim Piatu dan Du'afa.
CIREBON, FC - Di tengah Pandemi yang belum kunjung usai, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Greged salurkan bantuan untuk anak yatim-piatu dan duafa.
Acara yang sudah berjalan selama tiga tahun ini mengusung tema "Ramadhan Ceria, Pelajar Peduli, Pelajar Berbagi" yang diselenggarakan di Masjid Al-Mu'awwanah Desa Sindang Kempeng Kecamatan Greged pada, Senin, (10/05/2021).
Muhammad Faiz selaku ketua pelaksana mengatakan, IPNU-IPPNU Kecamatan Greged harus sadar akan fungsinya di masyarakat.
"IPNU-IPPNU Kecamatan Greged harus bisa hadir di tengah masyarakat dan jeli terhadap lingkungan sekitar. Karena masih banyak anak-anak yang membutuhkan saluran bantuan dan perhatian lebih, baik secara materi maupun akademik," ujarnya.
Selain itu, Faiz juga berharap, IPNU-IPPNU Greged bisa memberikan contoh yang baik.
"Saya ingin IPNU-IPPNU bisa memberikan contoh kepada pelajar-pelajar yang lain, agar peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar," harap ketua pelaksana.
Ia pun mengatakan, banyak-banyak terimakasih kepada Keluarga Besar NU Greged, BAZNAS Kabupaten Cirebon, DT Peduli dan Masyarakat Kecamatan Greged.
"Tanpa itu semua, mungkin acara ini tidak akan berjalan dengan semestinya. Untuk itu, saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada semuanya yang sudah terlibat di kegiatan ini," ucapnya.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua MWC NU Kecamatan Greged, Rois Syuriah NU Kecamatan Greged, Kepala Desa Sindang Kempeng, Ketua DKM Masjid Al-Mu'awwanah dan 50 anak yatim-piatu. (Nu'man).
Jumat, 07 Mei 2021
Torehkan Prestasi Nasional, Adnil Terima Penghargaan dari Ketua Jurusan KPI
Adnil, Mahasiswa KPI IAIN Cirebon Sukses Meraih Juara 2 Lomba Essay Tingkat Nasional
Rabu, 05 Mei 2021
Ketua DPR RI Bersama Kakorlantas Polri dan Menhub Tinjau Terminal Harjamukti dan Stasiun Cirebon
FOKUS CIREBON, FC - Ketua DPR RI Puan Maharni melakukan kunjungan kerja ke Cirebon. Puan menjelaskan bahwa kehadiran dirinya untuk melihat secara langsung rencana pelaksanaan penyekatan di sejumlah ruas di masa larangan mudik yang akan diberlakukan 6 hingga 17 Mei 2021.
Turut mendampingi, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Drs. Istiono, M.H., serta Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H,
Dalam menjalankan tugas larangan mudik, aparat yang bertugas diminta untuk tetap menjaga kesopanan kepada masyarakat. Masyarakat juga diminta memahami bahwa pandemi Covid-19 masih terjadi.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Dr. (HC) Puan Maharani, usai meninjau Terminal Harjamukti dan Stasiun Cirebon, Rabu, 5 Mei 2021.
“Saya minta kepada petugas yang besok melaksanakan tugas untuk bisa menjaga kesopanan,” pinta Puan.
Upaya-upaya persuasif kepada masyarakat diminta untuk diutamakan dan menjelaskan kepada masyarakat alasan kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah tahun ini.
“Tadi saya juga sudah mendapatkan penjelasan dari Kakorlantas terkait penyekatan di 318 titik,” ungkap Puan.
Termasuk apa yang dilakukan oleh petugas kepolisian dan TNI kepada masyarakat yang akan mudik saat penyekatan dilakukan.
“Apa yang dilakukan pemerintah sudah sesuai dengan aturan dan hukum di Indonesia yang diimplementasikan bersama-sama TNI dan Polri,” ungkap Puan.
Selanjutnya Puan juga meminta kepada masyarakat untuk bisa menahan keinginan keluar rumah, berkumpul, berkerumun hingga keluar kota di masa pandemi Covid-19.
“Karena laju perkembangan Covid-19 belum bisa dikontrol,” ungkap Puan.
Pandemi Covid-19 hingga kini juga belum berakhir. Banyaknya orang yang berkumpul dan berkerumun, termasuk tingginya mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini justru akan membuat situasi tidak kondusif.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., menyatakan bahwa narasi pemerintah daerah sama dengan pemerintah pusat.
“Narasi kita tetap sama, larangan mudik di Lebaran 2021 ini,” ungkap Azis.
Masyarakat juga diminta untuk tidak berkerumun dan berkumpul yang dapat memicu cepatnya penyebaran Covid-19.
Hanya saja, lanjut Azis, kepala daerah di wilayah Cirebon, terdiri dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, akan melakukan pertemuan untuk membicarakan mobilitas warga di 5 daerah tersebut.
“Banyak ASN dan pekerja swasta di Kota Cirebon yang rumahnya di Kabupaten Cirebon, begitu pula sebaliknya,” ungkap Azis.
Untuk itu perlu dibicarakan teknisnya sehingga mereka tetap boleh untuk bekerja di masa penyekatan yang mulai dilakukan esok. (din)
Larangan Mudik dan Penyekatan di Perbatasan, Upaya Menekan Laju Pertambahan Covid 19
FOKUS CIREBON, FC - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, menyatakan larangan mudik yang dibarengi dengan penyekatan di perbatasan merupakan ikhtiar untuk menekan laju pertambahan Covid-19.
Untuk itu Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon juga memohon kesadaran masyarakat untuk bisa menahan diri dengan tidak mudik tahun ini.
Hal tersebut disampaikan usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2021 dalam Rangka Pengamanan Idul Fitri 1442 H di halaman Balai Kota Cirebon, Rabu (5/4/2021).
“Dengan pelaksanaan apel ini, kami, Pemda Kota Cirebon, Polres Cirebon Kota bersama dengan TNI siap untuk melaksanakan perintah Presiden Republik Indonesia,” ungkap Agus, yaitu perintah agar masyarakat tidak melakukan mudik Lebaran 2021.
Dijelaskan Agus, pada dasarnya larangan mudik 2021 dikeluarkan karena pemerintah sayang kepada masyarakat. “Agar masyarakat tidak tertular Covid-19,” ungkap Agus.
Larangan mudik merupakan ikhtiar untuk menekan penyebaran Covid-19, maka dari itu Agus memohon kesadaran masyarakat untuk bisa mematuhi larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kami mohon masyarakat untuk menahan tidak mudik tahun ini,” pinta Agus.
Larangan mudik, lanjut Agus, bukan tidak menghargai tradisi masyarakat yang biasa dilakukan selama Idul Fitri. “Namun saat ini kita masih pandemi Covid-19,” ungkap Agus.
Selain melakukan penyekatan di batas wilayah yang dilakukan oleh Polres Cirebon Kota dibantu dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP, Satgas Covid-19 Kota Cirebon juga akan membuatkan pos dan personilnya di sejumlah pusat keramain seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan lainnya.
“Patroli untuk pelaksanaan prokes juga kita lakukan,” ungkap Agus.
Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, S.H., S.Ik., M.H., menjelaskan, mulai 6 Mei 2021 pukul 00.00 WIB hingga 17 Mei 2021 akan dilakukan Operasi Ketupat Lodaya 2021.
“Sebanyak 750 personil gabungan diturunkan yang disebar di 15 titik,” ungkap Imron.
Saat ada masyarakat yang diduga pemudik, personil kepolisian terlebih dahulu akan memeriksa kelengkapan surat yang mereka bawa. “Kan sudah jelas mana yang boleh pulang dan mana yang tidak boleh,” tegas Imron.
Pada kesempatan itu, Imron juga berharap masyarakat mematuhi pemerintah untuk tidak mudik tahun ini, sehingga penyebaran Covid-19 bisa segera ditekan dan dikendalikan. (Nur)




















