Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 02 November 2021

IAIN Syekh Nurjati dan Pemda Kota Cirebon Deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji

Wali Kota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag dan Ketua LP2M IAIN Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag pada acara deklarasi dan Lounching Gerakan Maghrib Mengaji Se-Kota Cirebon, Selasa (2/11/2011).


FOKUS CIREBON - CIREBON – Gerakan Magrib Mengaji bertujuan untuk membina anak-anak agar memiliki akhlakul karimah. Magrib mengaji juga merupakan aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Dra. H. Nashrudin Azis, S.H., saat deklarasi dan peluncuran Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji se Kota Cirebon serta lokakarya dan penutupan kuliah kerja nyata (KKN) gemar mengaji tingkat Kota Cirebon yang digelar oleh LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Melalui KKN gerakan masyarakat magrib mengaji, kita kembali menyadari bahwa mengaji merupakan salah satu aktivitas ibadah yang sangat lekat dengan masyarakat muslim Indonesia,” tutur Azis, Selasa (2/11/2021).

Masjid, surau, langgar dan musala senantiasa ramai karena aktivitas anak-anak yang mengaji usai shalat ashar dan magrib. “Mengaji di tempat tersebut telah menjadi lembaga pendidikan keagamaan non formal bagi anak-anak Indonesia,” tutur Azis. 

Sejak dini, anak-anak sudah diperkenalkan baca tulis Al Quran dan mengaji. Mereka juga mendapatkan pendidikan agama yang cukup di tempat tersebut.

Namun arus modernisasi saat ini telah menggeser nilai, budaya dan tradisi masyarakat. Tidak hanya masyarakat perkotaan, namun juga pedesaan. Sehingga terjadi perubahan sosial yang cukup signifikan di tengah-tengah masyarakat. 

“Tradisi baik yang telah tertanam mulai tergerus, salah satunya budaya mengaji di waktu magrib,” tutur Azis. Karenanya Azis menyambut baik terhadap kegiatan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menggiatkan kembali gerakan magrib mengaji. 

“Tidak berlebihan apabila saya mengatakan bahwa rekan-rekan mahasiswa telah berkontribusi dalam upaya pencegahan perubahan dan pergeseran sosial yang kini terjadi,” tutur Azis.

Dijelaskan Azis, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati telah melakukan upaya dan langkah konstruktif untuk menghidupkan dan mengembalikan kembali tradisi baik yang telah mengakar. “Yaitu memakmurkan musala, langgar dan masjid dengan aktivitas mengaji,” tutur Azis. 

Azis juga berterima kasih karena di masa pandemi Covid-19 yang penuh keterbatasan, mahasiswa mampu membuat banyak terobosan dan menyesuaikan kegiatan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan kegiatan masyarakat.


Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H. Sumanta Hasyim M.Ag mengatakan, deklarasi dan launching ini merupakan kerjasama yang sinergis antara Pemda Kota Cirebon dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk bisa menumbuhkan budaya leluhur, yakni budaya mengaji. Menurut Sumanta, budaya Kota Cirebon adalah budaya yang dipenuhi nilai- nilai agamis sehingga Kota Cirebon disebut sebagai Kota Wali.

"Salah satu indikator budaya agamis, masyarakat Kota Cirebon menjadikan waktu antara maghrib sampai isya untuk mengaji di mushala atau masjid," kata Sumanta.

Menurutnya, banyak masyarakat yang menitipkan anak- anaknya untuk menjadi santri mushala untuk membaca, menulis dan bahkan bisa memahami isi Alquran. Sumanta berharap cita- cita bersama dan visi Kota Cirebon bisa terwujud.

"Alhamdulilah IAIN hadir bersama masyarakat untuk menumbuhkan kembali budaya yang sangat mulia ini. Ada tanggung jawab pribadi menjadikan anak- anak bisa membaca dan menulis serta memahami isi kandungan Alquran, karena Alquran adalah sumber kehidupan dalam agama," tuturnya.

Sumanta menambahkan, IAIN Syekh Nurjati Cirebon merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kota Cirebon. Sebab menurutnya IAIN lahir di Kota Cirebon.


"Sebagaimana tadi telah disampaikan panitia, dulu mahasiswa IAIN itu kuliah pertama kali di Cirebon dan di Masjid Attqwa serta beberapa tempat yang difasilitasi tokoh di Kota Cirebon," ungkapnya. (din)


Senin, 01 November 2021

Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Menggelar Kegiatan Maulid Nabi Bersama Alumni PMII Lintas Generasi


FOKUS CIREBON - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cirebon belum lama ini menggelar Peringatan Maulid Nabi bersama Alumni PMII Lintas Generasi.

Acara yang berlangsung di sekretariat PMII Cirebon itu diisi dengan pembacaan Barzanji dan ramah tamah antar alumni. Minggu, (31/10/2021).

Salah satu Alumni PMII Cirebon, Dr. H Ilman Nafi’an, M.Ag mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang sudah memfasilitasi acara Maulid Nabi ini.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan oleh segenap panitia menjadi amal jariyah,” ujar Pembina PMII Cirebon itu.

Dalam kesempatannya itu, Ilman menegaskan bahwa gedung skretariat PMII Cirebon merupakan milik bersama alumni PMII Cirebon.

"Jadi, jika ada yang kangen dengan suasana di Cirebon, para Alumni silahkan untuk menginap di sini,” katanya.


Sementara itu, Ketua PC PMII Cirebon, Alisa Riska Maulidiya mengatakan, Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan atas dasar rasa cinta kepada Nabi.

“Sebagai umat Islam yang mengamalkan ajaran Islam Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah, sudah sepatutnya melakukan pujian dan menyambut dengan bahagia atas hari kelahiran manusia termulia yang membawa risalah Ajaran Islam bagi seluruh mahluk dialam semesta ini,” ujarnya.

Ia mengaku, Tujuan terselenggaranya peringatan Maulid Nabi ini untuk meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat menambahkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Selain itu, juga untuk  mengamalkan Amaliyah menjaga tradisi Islam ala Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah karena PMII sebagai organisasi Kaderisasi menanamkan akidah itu kepada anggota dan kader nya untuk siap meneruskan tongkat estafet dan perjuangan para alim ulama untuk menyebarkan nilai-nilai dan ajaran paham Ahlussunah Waljama'ah Annahdiyah di bumi Indonesia dan Dunia,” imbuhnya.


Ia berharap, kelak diakui sebagai umatnya Nabi yang meneruskan risalah ajaran Islam Rahmatan Lil 'alamiin, sehingga mendapatkan syafa'atnya Nabi Muhammad SAW. 

“Tidak hanya memperingati Maulid Nabi, pertemuan ini juga sebagai penguatan Ukhuwah Islamiyyah serta menyambungkan silaturahim para anggota kader dan alumni PMII Cabang Cirebon lintas generasi,” tandasnya. (din)

Bangun Kerjasama dengan Keraton Kanoman, FSEI IAIN Syekh Nurjati Gagas Pariwisata Menjadi Ikon Cirebon

Sesi foto bersama : Para akademisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama pihak Keraton Kesultanan Kanoman usia kegiatan seminar di bangsal Keraton Kesultanan Kanoman, Senin (01/11/2021).


FOKUS CIREBON - Puncak Diesnatalis IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI) menggelar Seminar Peningkatan dan Pengembangan Paradigma Keagamaan di Bangsal Keraton Kesultanan Kanoman Cirebon, Senin (1/11/2021).

Kegiatan hasil kerjasama FSEI IAIN Cirebon bersama Keraton Kesultanan Kanoman ini disertai penandatanganan MoU terkait program wisata syariah.

Dalam kegiatan seminar ini, ratusan mahasiswa dan dosen FSEI ikut larut membahas materi pelestarian cagar budaya dan wisata syariah yang diprogram untuk menjadi ikon Cirebon.

Sementara tiga pemateri pada kegiatan seminar tersebut, di antaranya Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Dekan FSEI, Dr H Aan Jaelani M.Ag dan Ratu Mawar Kartina, SH MH dari pihak Keraton Kesultanan Kanoman.

Ratu Mawar Kartina kepada Fokus Cirebon menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati Cirebon terkait penggerak paradigma Keagamaan. 

Menurut Ratu Mawar, memang pada dasarnya Cirebon ini merupakan syiar Islam yang tentunya harus diperkuat dan hal ini sudah dilakukan oleh IAIN Syekh Nurjati sebagai akademisi.

Tentu juga sangat diperlukan dalam proses perjalanannya untuk membuka bagi semua lapisan masyarakat untuk melakukan penelitian terkait dengan sejarah, budaya dan adat yang ada di Cirebon ini.

Ratu Mawar juga menjelaskan bahwa berkaitan dengan Keraton Kanoman  sebagai salah satu destinasi wisata religi atau wisata syariah, sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun dengan adanya kegiatan yang digagas IAIN Syekh Nurjati ini, maka tentu wisata syariah yang ada, kita ingin kembali ditingkatkan dan lebih dioptimalkan karena Cirebon memiliki potensi itu.

"Ya, Cirebon itu memiliki potensi wisata syariah yang luar biasa, dan saya berharap dengan riset yang nanti akan dilakukan pihak IAIN Syekh Nurjati dapat menggali titik titik wisata tersebut dan kemudian bisa menjadi ikon Cirebon untuk menjadi pariwisata syariah," terangnya.

Kendati demikian, Ratu Mawar berharap, dalam penggalian titik-titik wisata syariah tersebut, tentu juga perlunya faktor-faktor pendukung, artinya, potensi-potensi yang ada di lingkungan wisata  dikembangkan. Sehingga kata Ratu Mawar, dengan meningkatnya wisata syariah, maka juga akan meningkatnya perekonomian masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut.

"Ya, tentu saja kami ada harapan, karena di IAIN Syekh Nurjati itu ada Jurusan Pariwisata Syariah Islam, sehingga sangat memungkinkan sekali dengan kerjasama ini wisata syariah bisa berjalan lebih baik dan optimal. Apalagi pada kegiatan seminar dan kerjasama ini, baik pihak IAIN Syekh Nurjati maupun Keraton Kanoman bersama-sama mengimplementasikan gagasan-gagasan untuk meningkatkan pariwisata syariah di Cirebon," paparnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syari'ah dan Ekonomi Islam (FSEI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Aan Jaelani M.Ag menyatakan, seminar ini salah satunya bertujuan untuk pengembangan pariwisata halal atau pariwisata syariah di Cirebon. 

Pihaknya menyambut gembira, sebagimana disampaikan juga oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati,  bahwa pengembangan seluruh program kegiatan dengan stakeholder dalam hal.ini pengembangan pariwisata syariah dengan pihak Keraton Kanoman ini diharapkan bisa menjadi awal untuk pengembangan ilmu-ilmu keislaman di bidang pariwisata juga berkontribusi dalam beragam program pemerintah daerah di bidang pariwisata.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam memiliki agenda bahwa Keraton Kanoman ini mitra penting dan bukan hanya untuk pengembangan kompetensi mahasiswa atau capaian pengembangan lulusan mahasiswa tapi juga menjadi media pelatihan, pengembangan, dan inovasi terutama bagi mahasiswa dalam pengembangan pariwisata syariah yang berbasis tradisi atau ekonomi lokal.

"Kita berharap bahwa kerjasama ini akan ditindaklanjuti peningkatan kompetensi mahasiswa atau capaian lulusan mahasiswa juga dalam bidang kurikulum pariwisata syariah yang berorientasi pada pengembangan dan inovasi pada produk pariwisata lokal. Kemudian juga sebagai pengembangan riset di bidang pariwisata syariah sehingga inovasi ya g dihasilkan dalam riset tentang pariwisata ini menjadi bagian dari ikhtiar kita turut berkontribusi dalam pembangunan dan keberlanjutan peninggalan-peninggalan sejarah dan budaya di Cirebon," jelas Aan.

Selain itu, kata Aan juga untuk pengembangan program pengabdian kepada masyarakat. Maka tentu saja ke depan diharapkan para mahasiswa dan dosen bisa menjadi pengabdi di bidang pariwisata untuk turut serta terlibat aktif dalam.pengembangan, dalam merumuskan gagasan atau memberikan saran-saran yang konstruktif untuk pengembangan pariwisata syariah di Cirebon.

Kendati begitu, lanjut Aan, memang ada sejumlah kendala-kendala dalam pengembangan pariwisata syariah. Pertama program dan agenda yang terencana dan simultan, ini harus diperkuat dengan pengelolan yang baik, yang good governance, dan yang bisa secara inovasi membangun kota Cirebon sebagai ikon kota pariwisata.

Kemudian juga kolaborasi dan kemitraan dari beragam pihak dalam mengembangkan destinasi wisata penting sekali melibatkan banyak unsur, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, juga pihak-pihak pengelola destinasi wisata, seperti Keraton atau pengelola tempat wisata yang lain. 

"Dalam kerangka kemitraan ini, agenda dan program bersama bisa dijalankan dengan optimal, dan secara obyektif kami optimis bahwa Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata. Hal ini bisa ditandai dengan peninggalan sejarah dan budaya yang secara otomatis menjadi ikon Cirebon. Tinggal bagaimana melakukan pengelolaan dan pemasaran yang inovatif berbasis media digital sehingga masyarakat dunia atau para wisatawan ini bisa mengetahui informasi awal tentang pariwisata di Cirebon," jelasnya.

Karena itu, tambah Aan, fasilitas juga harus lebih baik, salah satunya adalah transportasi. Karena salah satu daerah yang maju itu ditandai dengan adanya fasilitas transportasi yang baik dan dikontrol dengan teknologi yang canggih, kemudian kesadaran bersama dari pengguna lalu lintas dan juga penataan jalan yang rapih dan tertib.  

"Jika semua ini bisa terwujud baik, maka optimis Cirebon bisa menjadi ikon pariwisata di masa mendatang, jadi saya sangat optimis," tandas Dekan FSEI mengakhiri perbincangan dengan Fokus Cirebon. (din)








Tanamkan Kepedulian Sosial, Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Cirebon Gelar Baksos di Panti Beringin Bhakti Cirebon


FOKUS CIREBON - Upaya memanusiakan manusia serta menjalin silaturrahmi dengan masyarakat luas, UKM Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati melalui dua departemennya yakni Departemen Ekonomi Keumatan dan Departemen Kemuslimahan mengadakan bakti sosial dengan membagikan sembako di Jl Pangeran Cakrabuana, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, tepatnya di Yayasan Beringin Bhakti, Minggu (1/11/2021).

Selain penyaluran sembako, mahasiswa melalui Lembaga Dakwah ini juga menggelar berbagai kegiatan lainnya, seperti mengajar sambil bernyanyi, game dan lainnya. Hal ini sesuai dengan sangat yang tercantum pada tema kegiatan yakni “Berdedikasi dengan Aksi Berkiprah dengan Hati”.

Kendati begitu, kegiatan penyaluran sembako ini dilakukan dengan tetap menerapkan protocol distancing. Sedang isi sembako di antaranya masker medis, hand sanitaizer, beras karungan, gula, minyak, mie instan goreng, telor, susu kalengan, sarden maya, snack, air mineral, Al Qur’an dan ATK lainnya. 

Ketua Umum Lembaga Dakwah Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kadadi, menyatakan rasa terimakasihnya kepada semua pihak yang menjadi  sponsor pada kegiatan ini. Baik kepada Yaum Cirebon, Rumah Amal Salman Cirebon, HMI Cirebon, Emina Cirebon, Layla Store, UKM Mart Bekasi, Fatimah Hijab dan jualanku store serta media patner yang telah membantu mensyiarkan acara kami ke platfrom media sosial.

"Kepada semua sponsor yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini kami ucapkan banyak terimakasih," katanya.

Dia juga menjelaskan bahwa target kegiatan ini dibatasi oleh pihak panti Beringin Bhakti sebanyak 50 orang,  tetapi yang hadir pada acara tersebut ada sebanyak 30 orang.

"Acara bakti sosial yang diadakan Lembaga Dakwah Mahasiswa ini sangatlah menginspirasi remaja dan dewasa. Para mahasiswa mahasiswi di Lembaga Dakwah Mahasiswa ini juga sangatlah ikhlas dan sepenuh hati dalam menjalankan kegiatan ini. Semoga ini menginspirasi dan bermanfaat," ujarnya lagi.

Ketua Departemen Kemuslimahan, Atikah dan Depertemen Ekonomi Keumatan, Alwi, Lembaga Dakwah menjelaskan, bahwa hidup itu bukan hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga harus perduli dengan lingkungan dan orang lain. "Ketika kita membantu urusan orang lain, maka Allah dan masyarakat akan membantu dan memudahkan urusan kita," terang keduanya.


Sementara itu, dalam kegiatan baksos ini pihak Panti Beringin Bhakti menyambut positif, mengingat kegiatan tersebut sangat memanusiakan manusia. Antara satu dan lainnya menghilangkan perbedaan dan saling menghormati serta menyayangi. 

Sikap-sikap ini ditunjukan langsung oleh para mahasiswa yang tergabung di Lembaga Dakwah Mahasiswa, mereka dengan sikap santun, lembut dan penuh kasih sayang berbaur dengan para anak anak panti.

Kepedulian mahasiswa IAIN Cirebon ini sebagai bukti bahwa setiap manusia adalah sama derajatnya dihadapan Allah SWT, sehingga para mahasiswa ini  mengajak kepada semua masyarakat peduli dan harus melek atas kepedulian dengan sesama. (din)

Jumat, 29 Oktober 2021

BI Cirebon Ajak Dukung Belanja Produk UMKM secara Online


KABUPATEN CIREBON - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menggelar acara Edukasi dan Sosialisasi tentang, Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Hotel Patra Cirebon Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon, Jumat (29/10/2021) malam. 

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Peringatan Hari ke-93 Sumpah Pemuda tahun 2021 dan diikuti Anggota DPR RI, H. Satori, S.Pdi, M.M dan  Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Cirebon, Kabul Setiawan, SH.M.Si dan sejumlah undangan. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, ini merupakan kegiatan rutin dalam edukasi dan Sosialisasi tentang Cinta, Bangga dan Paham terhadap Rupiah. Bahkan, acara ini juga sekaligus dalam rangka Peringatan Hari ke-93 Sumpah Pemuda. 

"Sebagai bentuk untuk peringatan Sumpah Pemuda, kami juga mengajak kaum muda untuk mencintai rupiah," katanya. 

Bakti menjelaskan, rupiah merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Bahkan, ini menjadi kedaulatan bangsa. 

"Sekarang ini selain rupiah ada pembayaran non tunai. Tapi bukan berarti itu bukan rupiah. Jadi, ada rupiah yang bertransformasi dan sekarang berbentuk pembayaran non tunai," katanya. 

Ia mengatakan, pihaknya berjanji akan mengadakan kegiatan hari belanja online. 

Menurutnya, dengan gerakan belanja online, pihaknya mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut belanja secara online. 

"Mari kita dukung bersama-sama UMKM dengan belanja secara online. Karena setidaknya kita turut serta dalam membangkitkan ekonomi di masa oandemi ini," kata Bakti. 

Sementara itu, Anggota DPR RI, H. Satori, S.Pdi, M.M mengatakan, di peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pemuda sebagai tonggak penting bangsa Indonesia. Pasalnya, pemuda bisa berkontribusi membantu perekonomian di masa pandemi ini. 

"Pemuda Indonesia harus terus mencintai rupiah. Karena rupiah merupakan satu satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI, dan merupakan simbol kedaulatan negara," katanya 

Satori berpesan kepada pemuda dan masyarakat agar selalu mencintai, bangga dan paham terhadap rupiah. 

"Dengan bertransaksi melalui rupiah, maka setiap transaksi berarti kita turut membantu menjaga kestabilan rupiah yang merupakan salah satu kedaulatan negara. Dan sangat besar manfaatnya karena kita sudah ikut melakukan pemulihan ekonomi secara nasional," ujarnya. 

Ia menjelaskan, hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia. Bahkan, pandemi ini sudah melumpuhkan semua sektor, khususnya sektor ekonomi.

"Kegiatan ini merupakan wadah dan edukasi masyrakat untuk mencintai bangga dan paham terhadap rupiah. Dan mari kita bersama-sama ikut dalam pemulihan ekonomi dengan belanja produk UMKM kita," katanya. (din)

Kamis, 28 Oktober 2021

Pemuda Harus Ikut Menjadi Penggerak Pemulihan Ekonomi

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag bersama unsur Forkopimda Kabupaten Cirebon dan sejumlah OPD mengikuti Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021 secara virtual di Ruang Nyimas Gandasari Kantor Setda, Kamis (28/10/2021). 

Ketua Panitia Nasional Sumpah Pemuda yang merupakan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. H. M. Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan, Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021 kali ini mengambil tema “Bersatu, Bangkit dan tumbuh”. 

Menurutnya, tema tersebut diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda."Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

Tema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh ini sesungguhnya diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemuda lah kita berharap Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," katanya. 

Ia menjelaskan, tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. 

"Untuk itu momentum Hari Sumpah Pemuda yang kita peringati hari ini, harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda," katanya.

Selain itu, kata, Asrorun, Seiring dengan komitemen pemerintah melalui arahan menteri pemuda dan olahraga, bahwa para pemuda sekarang harus ikut fokus pada kondisi pemulihan dan bangkitkan ekonomi di masa Pandemi Covid-19. 

"Sekarang pemuda harus ikut dan pemuda sebagai pengerak pemulihan ekonomi, " katanya. 

"Dalam upaya membangkitkan ekonomi pemuda, juga percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional menyongsong Indonesia maju, pemerintah terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, wirausaha muda, baik dalam hal penumbuhan minat, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren, sampai pada apresiasi wirausaha berprestasi," tambahnya. (din)

Rabu, 27 Oktober 2021

Jabar Juara Umum PON XX Papua, Gubernur Apresiasi dan Berikan Penghargaan

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan  penghargaan kepada Kontingen Paralympic Tokyo 2021dan PON XX Papua serta Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Jawa Barat pada Peparnas XVI 2021 Papua secara virtual, Rabu (27/10/2021). 

Penyerahan tersebut langsung diberikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan disaksikan langsung secara virtual kepala daerah kota/kabupaten se-Jabar. 

Tampak hadir secara virtual, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si, Asisten Pemerintahan, Asdullah Anwar di Command Center Kantor Setda Kabupaten Cirebon. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja keras para atlet dan oficial yang sudah memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat pada PON XX Papua. 

Menurutnya, capaian prestasi ini harus mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

"Kami sangat bangga pada para Kontingen Jabar yang sudah membawa Jabar menjadi Juara Umum PON XX Papua," kata Kang Emil. 

Kang Emil juga meminta maaf kepada para Kontingen Jawa Barat yang sudah berprestasi dan belum sepenuhnya mendapatkan bonus. 

"Hari ini kami memberikan Bonus kepada para atlet yang berprestasi baik Paralympic Tokyo 2021, PON XX Papua akan tetapi kami hanya baru bisa memberikan setengahnya, dan setengahnya akan diberikan di tahun 2022 mendatang," katanya. 

Ia menjelaskan, pemberitahuan bonus tersebut terkendala dengan anggaran APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengeluarkan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19. 

"Kami Pemprov Jabar sudah habis Rp 5 triliun untuk penanganan Covid-19.  Tetapi kami juga tetap akan memberikan bonus kepada para atlet yang berprestasi walaupun dibayar dua tahap," kata Kang Emil. 

Kang Emil mengatakan, sebutan Jabar Juara bukannya isapan jempol semata. Pasalnya, Jabar mempunyai banyak prestasi pada olahraga maupun lainnya. 

"Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) kita juara, Pekan Olahraga Pesantren level santri kita juara nasional, di level PNS, korpri kita juara nasional termasuk Pepernas 2016 kita juara nasional yang terakhir minggu lalu juara olahraga tradisional. Sehingga kata Jabar Juara memang patut kita raih, dan kami juga bisa membuktikan Jabar tidak jago kandang," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Engkus Sutisna mengatakan, sebagaimana kita ketahui Kontingen Jabar berhasil menyabet Juara Umum pada PON XX Papua. Artinya, Jawa Barat telah membuktikan bahwa Jabar tidak jago kandang. 

"Pada gelaran PON XX Papua 2021 kontingen Jabar telah berhasil menjadi juara umum  dengan raihan, 133 mendali emas, 105 perak, 119 mendali perunggu. Hasil ini patut kita syukuri bersama karena membutuhkan  perjuangan yang keras dan tidak mudah untuk mendapatkan capaian tersebut, " kata Engkus.

Engkus mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menyediakan anggaran untuk bonus para atlet yang berprestasi baik tingkat nasional maupun internasional. 

"Sebagai bentuk apresiasi kepada atlet Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 140 miliar lebih, penyaluran dilakukan 2 tahap, yang pertama melalui APBD perubahan tahun anggaran 2021 dan sisanya pada  APBD murni anggaran 2022," ujarnya.

Atas capaian tersebut, Engkus menambahkan, ini semua tidak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat terhadap pembinaan olahraga di Jabar. 

"Ini juga berkat kolaborasi semua pihak yang mengantarkan kontingen Jabar Juara Umum pada PON XX Papua tahun 2022," katanya.  (din)

Bupati Cirebon Minta Semua Jaga Kondusivitas Daerah di Pilwu Serentak 2021

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag memimpin Deklarasi Damai Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2021 di Ruang Nyimas Gandasari, Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, Kecamatan Sumber, Rabu (27/10/2021).

Imron mengatakan, pilwu serentak bakal digelar di 135 desa pada 21 November mendatang. Seluruh calon kuwu, dapat melaksanakan kampanye sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat dan menawarkan program inovatif, kreatif, serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Menurut Imron, calon kuwu bisa menarik simpati pemilih sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. 

"Dari deklarasi ini saya minta, semua calon kuwu agar menghindari cara-cara tidak terpuji dan tercela untuk meraih suara dari masyarakat yang bisa mencederai demokrasi," kata Bupati Imron.

"Saya ingin deklarasi ini bukan seremonial semata, namun merupakan komitmen seluruh elemen dalam menjaga kondusivitas daerah, sehingga tidak terjadi resistensi atau gesekan di masyarakat," sambungnya.

Pelaksanaan pilwu serentak tahun ini, kata Imron, berbeda dengan periode sebelumnya lantaran adanya pandemi Covid-19. Pihaknya meminta agar pada pelaksanaan nanti, tetap mematuhi protokol kesehatan.

Nantinya, di setiap tempat pemungutan suara (TPS), wajib menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan tetap mengenakan masker.

"Diharapkan, protokol kesehatan tetap terjaga di seluruh tahapan pilwu serentak. Ini sebagai upaya melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19," ujar Imron.

Pilwu akan diselenggarakan di 135 desa yang tersebar di 38 kecamatan. Sebanyak 23 desa berada di wilayah hukum Polres Kota Cirebon dan 112 di Polresta Cirebon.

Sementara, kecamatan yang tidak menyelenggarakan pilwu serentak adalah Astanajapura dan Pabedilan. (din)