Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 17 Juli 2023

Ribuan Warga Cangkol dan Mahasiswa IAIN Cirebon Meriahkan Peringatan 1 Muharam

 

CIREBON, FC - Tahun baru Hijriyah adalah momentum untuk hijrah, dari hal buruk menjadi hal baik. Sekitar ribuan warga di Desa Cangkol Kecamatan Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memperingati tahun baru Islam dengan menggelar pawai obor keliling, pada Selasa malam (18/07/23).

Kemeriahan dalam peringatan 1 Muharram 1445 Hijriyah ini tak hanya diikuti oleh kalangan anak-anak, tetapi juga dari kalangan remaja-remaja dan dewasa.

Menurut Sobirin, warga Cangkol Tengah, bahwa pawai obor ini bisa dibilang baru pertama kali karena sebelumnya terjadi  Pandemi, sehingga dari 4 kali mahasiswa KKN di sini baru ini diselenggarakan pawai obor tersebut.

"Kegiatan pawai obor ini melibatkan sejumlah mahasiswa KKN dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon," terangnya kepada media.

Demikian juga menurut Ketua DIM Bahrul Fakah, Wahab, bahwa pawai obor ini bisa berjalan sukses juga karena ada peran mahasiswa KKN yang ikut mengawal dan menjaga agar pawai tetap kondusif.

Adapun rute keliling, kata Wahab, dimulai dari Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol, menuju kelurahan Lemahwungkuk melewati gang Deli Raya, jalan Ariodinoto, jalan Merdeka, jalan Pengampon, tiba di jalan Lemahwungkuk, dan kembali lagi ke jalan Ariodonoto, masuk ke gang Deli Raya, dan sampailah ke Madrasah Bahrul Ilmi Cangkol.

Semaraknya pawai obor ini, karena melibatkan banyak orang dan unsur masyarakat dan pendidikan. Seperti dari  madrasah, unsur masyarakat juga para mahasiswa. 

Kemudian kemeriahan juga oleh Grup Marching Band Mertapada dari salah satu MI di sana, sehingga tak hanya cahaya-cahaya api dari obor, lampion-lampion yang berkilauan, saja. Tetapi juga ada musik riang gembira yang amat epik dibawakan.

"Beginilah kolaborasi nyata yang ada di masyarakat, sudah seharusnya kemeriahan memperingati tahun baru Islam itu semeriah malam ini" ujar Omar Qad Panity CEO Kolaborator Kebaikan ID yang juga ikut terlibat pada kegiatan tersebut.B

Sementara itu, Bara Abdul Aziz, mahasiswa KKN Gemar Mengaji di Desa Cangkol menyatakan, bahwa acara ini sangat meriah, Antusiasme warga menggelora, dan uniknya substansi pawai diiringi oleh hadroh, sholawat, serta tim marching band yang membuat acara semakian luar biasa.

"Semoga ini bukan menjadi pawai obor yang terakhir kali dan bisa dijadikan acuan untuk tahun-tahun mendatang. (Red/Aldi)

Bupati Imron Lantik 965 Guru dan 16 Tenaga Teknis menjadi PPPK

 

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik dan mengambil sumpah PPPK jabatan fungsional tenaga guru dan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan sendiri dilakukan di Grand Ballroom Apita Hotel, Kecamatan Kedawung, Senin (17/7/2023).

Imron mengatakan, para PPPK baik dari tenaga guru dan tenaga teknis, merupakan formasi pada tahun 2022 yang lalu.

"Ada 965 PPPK tenaga guru yang sebagian besar adalah para tenaga honorer yang telah mengabdi di Kabupaten Cirebon selama bertahun-tahun, serta 16 tenaga teknis yang mengikuti pengambilan sumpah dan dilakukan pelantikan," kata Imron.

Ia mengungkapkan, pelantikan PPPK ini merupakan sebuah anugerah tiada tara dalam mewujudkan tekad suci dan pengabdian pada bangsa dan negara. 

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa visi pendidikan Indonesia adalah menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif dan berkeadilan, yang mampu menghasilkan individu yang cerdas, berdaya saing, berkepribadian unggul, serta memiliki moralitas dan kepedulian sosial. 

Selain itu, kata Imron, salah satu unsur penunjang dari ketahanan nasional adalah keberhasilan dari pembangunan pendidikan, karena di era sekarang dan kedepan, ancaman ketahanan nasional bukan hanya ancaman berupa perang konvensional.

Akan tetapi, ancaman dalam berbagai bentuk gangguan budaya-budaya yang melemahkan generasi bangsa melalui kemajuan teknologi informatika yang membentuk sebuah budaya baru, yaitu budaya digital. 

"Untuk mewujudkan visi dan menyikapi tantangan kedepan, perlu sebuah kebijakan untuk menambah kuantitas dan kualitas tenaga kependidikan, terutama tenaga fungsional guru," ungkap Imron.

Imron berharap, dengan peningkatan status kepegawaian menjadi motivasi bagi para guru untuk lebih meningkatkan profesionalime dalam proses pencapaian visi pendidikan.

"Tugas para guru yang tidak kalah penting, yakni harus mengajarkan pendidikan moral dan budaya untuk melindungi generasi bangsa dari budaya negatif akibat perkembangan teknologi," sambungnya.

"Saya yakin dan percaya, bahwa saudara-saudara akan mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan dengan sebaik-baiknya," ujar Imron.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H. Ronianto, S.Pd., MM mengatakan dengan adanya pengangkatan ratusan guru honorer menjadi tenaga PPPK ini, secara aspek sudah sangat ideal. 

Pasalnya, dengan adanya tambahan tenaga pendidik ini mutu pendidikan di Kabupaten Cirebon akan baik.

Bahkan, Ronianto menyebut tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Ia meyakini tahun sekarang ketegori tersebut akan terselesaikan.

"Sisa tenaga guru honorer kategori P2 dan P3 tinggal 1800 orang. Tahun ini, mudah-mudahan bisa terselesaikan dan bisa dilantik," singkatnya. (din)

Minggu, 16 Juli 2023

Mahasiswa KKN Kelompok 80, Gelar Semarak Lomba Tahun Baru Islam di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri

Aida Diva Rafani, salah satu peserta gebyar Tahun Baru Islam 1445 H, tengah mengikuti lomba hapalan surat juz 30 dan sambung ayat, dengan Juri Ustadz Syamsudin Saeful Razak, Si, MA  dan Ustadz Samsul Ma'arip, S.Pd.



CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon sukses menggelar berbagai perlombaan dalam rangka memperingati 1 Muharam 1445 H, Minggu, (16/7/2023)

Tampak terlihat anak usia dini, hingga remaja tumpah ruah di serambi masjid Al Muhajirin untuk  turut meramaikan kegiatan, dengan mendaftarkan diri sebagai peserta pada lomba-lomba yang digelar panitia dari mahasiswa KKN.

Evi Sugiarti, mahasiswa KKN Kelompok 80 mengaku, kepanitiaan 1 Muharam ini sebagai wujud nyata mahasiswa dalam melaksanakan KKN di masyarakat dan ini akan kita lakukan bukan saja di program kemasjidan tetapi juga program sosial atau kemasyarakatan lainnya.

 "Ya, kami para mahasiswa IAIN Cirebon  tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat," terangnya.

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa KKN Kelompok 80 lainnya, Hikmani Maulida dan Putri, bahwa kegiatan KKN di kampung Sumber Asri RW 05 Desa Kecomberan ini tentu menjadi tantangan tersendiri yang harus dijalankan karena akan menghadapi banyak hal di masyarakat. 

"Intinya, kami dan rekan-rekan mahasiswa KKN Kelompok 80 siap menjalankan tugas KKN ini dengan penuh tanggungjawab dan dilaksanakan sebaik mungkin. Karena hasil-hasil dari KKN ini akan memberikan nilai positif bagi kami kelak ketika kami benar-benar berada di tengah masyarakat," tutur Hikmani dan Putri yang dibenarkan oleh rekannya, Bella dan mahasiswa KKN lainnya. 

Sementara itu, kegiatan memperingati tahun baru Islam 1445 H di Masjid Al Muhajirin Sumber Asri tersebut, digelar beberapa perlombaan, seperti lomba adzan, lomba mewarnai, lomba hapalan surat pendek, lomba sambung ayat dan jenis lomba lainnya. 

Habib dan Denis mahasiswa KKN lainnya  juga menyatakan, selain memperingati tahun baru Islam, mahasiswa KKN Kelompok 80 juga akan mengadakan sejumlah  kegiatan lainnya di Kampung Sumber Asri. 

"Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Kemerdekaan RI, yakni 17 Agustusan, dan bulan tersebut tentu menjadi momentum nasional yang diperingati oleh semua daerah di nusantara. Tak terkecuali di Kampung Sumber Asri  juga akan digelar beberapa perlombaan hingga pada malam puncak nanti," katanya saat bersama Ketua KKN  Kelompok 80, Ro'sin.


Sementara itu, Ketua DKM Al Muhajirin, Gaos Asy'ari S.Ag mengucapkan rasa terimakasihnya atas kepedulian dan kerjasama yang diberikan para mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 80 di Kampung Sumber Asri.

Menurut Gaos Asy'ari, keterlibatan mahasiswa yang tengah menjalankan KKN ini, adalah sebagai bentuk dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Tentu ini akan memberikan nilai positif kepada mereka pasca mereka menuntaskan seluruh rangkaian pengabdiannya di program KKN ini.

"Program keterisian masjid ini sesungguhnya sangat banyak, namun kami melaksanakannya sesuai regulasi yang sudah kami rancang dan diserahkan kepada masing-masing bidang, sehingga dalam program setahun ke depan ini, sudah banyak yang dilakukan," ujarnya. 

Program.kwguatan yang dimaksud kata Gaos Asy'ari di antaranya, kegiatan Ratiban Al Haddad, Yasinan, Marhabanan, Kajian Subuh, kegiatan Hari Besar Islam (PHBI), pembacaan satu hari satu hadits, penyembelihan hewan qurban (idul adha) dan masih banyak lagi program lainnya.


Maka dengan adanya mahasiswa KKN ini, tentu keterisian masjid semakin terbantu dan keterlibatan mereka diberbagai program kemasjidan. Termasuk turut membantu pada salah satu program ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan yang saat ini tengah terus dikembangkan kemajuannya.

"Mudah-mudahan, program kemasjidan lainnya bisa dilaksanakan bersamaan dengan adanya mahasiswa KKN ini. Karena memang ini sesuai dengan tema besar KKN mereka yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid', ungkap Gaos Asy'ari didampingi Wakil Ketua DKM Masjid Al Muhajirin Sumber Ari. (Nur)

Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 Menjadi Peserta Ruwatan Pasca Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk Di Desa Mertasinga

Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk, kemudian paginya dilanjut dengan kegiatan ruwatan.


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Kelompok 118 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Sanggar Kencana Unggu menggelar kegiatan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dan Tradisi Ruwatan di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Sabtu, (15/7/2023).

Tetua Adat Mertasinga sekaligus pemilik Sanggar Kencana Ungu, Pangeran Mama Elang Panji Jaya menjelaskan, bahwa pagelaran yang diadakan ini adalah kegiatan rutinitas sanggar seni kencana ungu yang setiap tiga tahun sekali diadakan Ruwatan Murwakala atau bocah panas. 

Tujuannya adalah pertama mempertahankan tradisi yang hampir punah, kedua memperkenalkan kepada generasi muda seperti dan mahasiswa yang nanti ketika terjun ke masyarakat bisa menyebarluaskan tradisi ini di Kota Cirebon 

Dalam pagelaran seni tersebut, kata Elang Panji, yang ditampilkan hanya wayang kulit yang dilaksanakan semalam suntuk, kemudian dilanjut ruwatan di pagi hari ketika fajar mulai muncul.

Menurut Elang Panji, Wayang Kulit ini di Cirebon sejarahnya sejak tahun 1478 di mana ketika itu pernikahannya Kanjeng Pangeran Sunan Gunung Jati dengan Nyi Mas Pakung Wati. 

Terkait Pegelaran Wayang kulit semalam, kata Elang Panji itu ada dua episode,  pertama menceritakan tentang Galuh dengan Serempeng yang dimulai dari jam 20.30 WIB hingga pukul 02.00 WIB,  itu cerita umum dan kedua menceritakan tentang tradisi ruwatan itu sendiri.

Kata Elang Panji, ada pesan moral yang disampaikan dari pagelaran seni wayang kulit tersebut, pertama adalah itu tidak lepas dari perilaku kita, pendidikan kita sebagai salah satu gambaran bahwa jangankan sinatria seorang raksasa saja bebasan (kromo) itu suatu contoh yang baik. 

Kemudian, yang kedua merupakan suatu bentuk gambaran hidup kita bahwa wayang itu adalah kita di dunia nyata. Ketiga adalah suri tauladan dan dari sini  bisa diterapkan kepada diri kita pribadi atau pun orang di sekeliling kita, keluarga bahkan sampai anak didik kita. Lalu yang Ke empat, iramanya serasi di mana antara wayang dan lagunya itu tidak asal-asalan, dan Kelima untuk hiburan.

Sementara itu, usai pagelaran seni, acara dilanjutkan dengan acara Ruwatan. "Sejak tahun 60 an atau 70 an, kalau ruwatan pasti sebelumnya itu wayang dulu seperti tadi, kalau mau ruwatan langsung ya harus jam 5 karena waktu fajar itu dasar hukumnya dari ayat al-quran yaitu surat Al Ashr," papar Elang Panji Jaya.

Sedangkan tujuan diadakannya ruwatan ini adalah untuk memperkuat tradisi seni budaya 'ruwatan' yang hampir punah. Kemudian kedua untuk suri tauladan kita semua, karena di dalam ruwatan itu banyak sekali manfaat dan kegunaannya.

Manfaat pertama yaitu untuk menghilangkan kebel, kedua insya allah untuk rezeki dan usaha yang maju, kemudian juga untuk yang susah nikah agar didekatkan jodohnya, dan cepat nikah.


Dalam kegiatan ruwatan ini, sedikitnya ada 43 orang yang terlibat, yakni 18 laki-laki dan 18 perempuan serta 7 orang (borongan).

"Selain jumlahnya yang cukup banyak, pada Ruwatan ini ada beberapa kegiatan, di antaranya pertama kita harus mempersiapkan sarananya seperti sajen-sajennya, kedua lakonnya Batarakala, Ketiga ritualnya yaitu memakai baju ihrom dan setelah itu di mandika dan kain itu dibuang dan tidak boleh dipakai lagi," terangnya 

Sedang yang terlibat pada kegiatan tersebut, yakni jajaran pemerintah daerah, Kadis Budpar, Sekdis Budpar, Kabid Budpar, Kesultanan Kacirebonan, dan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati cirebon yang sedang KKN di Desa Mertasinga serta juga menjadi peserta ruwatan. (din)


Sabtu, 15 Juli 2023

KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menggelar Workhsop Sejarah dan Kebudayaan Di Desa Paniis

KUNINGAN, FC – Kelompok 115 KKN Mandiri Inisiatif IAIN Syekh Nurjati  Cirebon, mengadakan kegiatan seminar & workshop sejarah dan kebudayaan Desa Paniis dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. 

Acara seminar & workshop ini diadakan pada hari Sabtu, tanggal 15 Juli 2023, bertempat di balai desa Paniis. Program KKN ini diinisiasi oleh mahasiswa dari kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan tahun ini mengangkat tema “Eksplorasi Sejarah dan kebudayaan lokal Desa Paniis” sebagai fokus utama kegiatan.

Pada acara seminar ini, dibuka oleh salah satu jajaran perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakatpun ikut andil hadir dengan antusias.

Kesenian tradisional pada pengenalan ini merupakan salah satu alat musik tradisional asli Kuningan yang terbuat dari bambu dan merupakan salah satu icon Kesenian yang sampai saat ini masih eksis dalam bidang kesenian yaitu alat musik tradisional dan angklung. 

Dalam hal ini perlu adanya dorongan dan pengenalan kembali dalam mengupayakan sejarah serta Kesenian tradisional desa Paniis dalam acara seminar ini.             

Program diadakannya kegiatan  ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengeksplor serta mengembalikan sejarah dan kesenian akan Desa Paniis. 

Karena perlu diketahui bahwa sejarah asli desa Paniis ini minim sekali diketahui oleh masyarakat dalam desanya sendiri, dan alat musik tradisional juga sudah minim diketahui oleh masyarakat dan anak muda. 

Kegiatan workshop dan seminar ini diisi oleh pemangku sejarawan Desa Paniis yaitu bapak Moh. Saap dan kebudayaan lokal bidang seni oleh Aki Otoy.

Dalam materi sejarah, Saap menyampaikan  temua-temuan peninggalan palisan, seperti bebatuan, makam, arca dan juga lainnya. Dan juga menjelaskan asal usul desa Paniis itu sendiri. 

.Sedangkan dalam penyampaian materi kebudayaan lokal yaitu Aki Otoy menyampaikan bahwa asal mulai Kesenian angklung dan calung ini yaitu terbuat dari potongan bambu yang di pukul guna untuk mengusir burung di sawah, dalam hal itu sehingga terinspirasi dan jadilah sebuah alat musik yang bernama angklung dan calung. 

Perlu di ketahui diadakannya kegiatan ini yaitu memberikan nilai positif dan dukungan dari masyarakat setempat, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan ke depannya ada pelatihan dan kelanjutannya sehingga masyarakat khususnya anak muda bisa tau akan sejarah dan alat musik tradisional desa Paniis. (ta)

Jumat, 14 Juli 2023

Rilis Kampung SDGs, Jurusan Sosiologi Agama IAIN Cirebon Buka Kerjasama Dengan Kelurahan Argasunya Harjamukti

ARGASUNYA, FC - Mendukung Capaian SDG’s, Jurusan Sosiologi Agama Melaksanakan Launching Kampung SDGs dan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk Pencegahan Stunting.

Jurusan Sosiologi Agama, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Argasunya merillis kampung SDGs pada Kamis, 13 Juli 2023. 

Kampung SDGs merupakan bagian dari perwujudan program Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Sosiologi Agama sekaligus sebagai kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama bersama pemerintah Kelurahan Argasunya. 

Kampung SDGs ke depannya akan menjadi laboratorium sosial mahasiswa dan dosen di Jurusan Sosiologi Agama. 

Selain itu, melalui kampung SDGs diharapkan mampu mendukung pembangunan di wilayah Argasunya dan menjadi solusi atas masalah-masalah sosial yang terjadi.

Menurut Ketua Jurusan Sosiologi Agama, Musahwi, M.Sosio, tujuan pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat di Argasunya merupakan bagian dari dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung pembangunan yang sedang digalakan oleh pusat sampai ke daerah khususnya terkait penanganan stunting.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengambil titik lokasi di RT 05 RW 09 Kampung Cibogo Kelurahan Argasunya dan dihadiri oleh Narasumber dari Pengelola Daycare Syekh Nurjati, Ibu Lutfatulatifah, M.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari kalangan orang tua maupun remaja.

Menurut Kasi Pemerintahan Umum dan Trantib Kelurahan Argasunya, Bapak M Haryono, edukasi tentang stunting sangat dibutuhkan mengingat angka stunting di Kelurahan Argasunya cukup tinggi sekitar 200 anak”.

Ke depannya diharapkan kerjasama antara Jurusan Sosiologi Agama dan Kelurahan  Argasunya dapat berjalan dengan baik sehingga pihak jurusan mampu mendorong pembangunan di wilayah kelurahan dan mampu menjadikan argasunya sebagai laboratorium sosial untuk mencapai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegratif. (din)

Kamis, 13 Juli 2023

MenpanRB Resmikan MPP, Bupati Imron: Ini Mudahkan Masyarakat Dapatkan Pelayanan

KABUPATEN CIREBON, FC - Setelah diaktifkan sejak enam bulan lalu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Cirebon akhirnya diresmikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas di Kantor Kementerian PanRB, Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Hadir langsung Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, ST., M.Si dalam kegiatan tersebut.

Bupati Imron menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berkomitmen dalam mempermudah layanan kepada masyarakat. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan membuka Mal Pelayanan Publik yang berisi gerai layanan dari beberapa instansi.

“Kita juga terus membenahi MPP Kabupaten Cirebon, sehingga pelayanan terhadap masyarakat dapat dipermudah dan ditingkatkan,” ujar Imron.

Di samping itu, Imron juga menilai dengan adanya MPP dapat membantu investor dalam mengetahui proses perijinan yang ditempuh. 

“Ayo kita ke Mal Pelayanan Publik, baik itu investor dan masyarakat yang membutuhkan layanan. Tidak hanya perijinan, tetapi layanan sosial dan perekonomian dasar untuk datang ke Graha Abiyasa, Kantor DPMPTSP Kabupaten Cirebon,” ajak Imron.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono menerangkan, terdapat 36 tenan dan 99 layanan, baik dari instansi vertikal, BUMD maupun layanan pemerintah daerah lainnya. 

Dijelaskan juga, MPP ini hanya sebagai alat tercapainya pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini MPP Kabupaten Cirebon ikut diresmikan langsung oleh Menteri PanRB. Harapan kami, tentu kedepannya MPP Kabupaten Cirebon dapat berjalan optimal dan bisa mendongkrak pelayanan terhadap masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, dari 500 lebih kota/kabupaten yang ada, baru 134 yang memiliki MPP. 

Pada kesempatan kali ini, selain Kabupaten Cirebon, terdapat 13 MPP kota/kabupaten lainnya yang ikut diresmikan MenpanRB.

Fasilitas yang disediakan dalam MPP sendiri, tentu memiliki standar tinggi pelayanan. Diantaranya terdapat Ruang Laktasi, Ruang Bermain Anak, Pelayanan Ramah Disabilitas, Ruang Konsultasi, Pusat ATM hingga Pojok Baca. (din)

Kepala Desa Sindangheula Brebes Resmi Membuka KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 127 dan 133 IAIN Cirebon

BREBES, FC - Kepala Desa Sindangheula Daddy Suparman dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H.Ismail Ridwan M.Si menghadiri acara pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri inisiatif kelompok 127 dan 133 IAIN Syekh Nurjati Cirebon Desa Sindangheula, Banjarharjo, Brebes, Kamis 13 Juli 2023

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana kelompok 127 Sesar Aprilliyanto,  menyampaikan bahwa Desa Sindangheula memiliki potensi SDA yang baik dan kreativitas masyarakat yang lebih maju. Hal itu dilihat dari beberapa usaha milik masyarakat, mulai dari Kopi, tape, opak dan masih banyak lagi. 

Selain itu, di Desa Sindangheula ini juga terdapat salah satu destinasi wisata yaitu curug tonjong yang terletak di Dusun Buadil. 

"Dari beberapa potensi desa yang ada tentu itu harus dikelola dan dikembangkan dengan baik agar ekonomi desa juga meningkat "ujar Sesar Sesar Apriliyanto.

Selanjutnya, pada kesempatan ini H. Ismail ridwan M.Si, selaku Dosen Pembimbing Lapangan berharap dengan adanya pelaksanaan KKN ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang di dapat dari di perguruan tinggi agar bisa diterapkan dan berguna bagi masyarakat sekitar. 

Usai sambutan dosen pembimbing lapangan, acara kemudian dilanjut dengan  penyerahan simbolis kepada mahasiswa yang diberikan langsung oleh dosen pembimbing lapangan dan kepala desa sebagai bentuk pengabdian.

Sementara itu, Kepala Desa Sindangheula, Daddy Suparman menerima dengan senang hati kedatangan mahasiswa KKN kelompok 127 dan 133 dai IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dady Suparman menyampaikan rasa terimakasihnya karena telah memilih Desa Sindangheula menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN tahun ini.

"Desa Sindangheula adalah desa yang pas untuk kalian melaksanakan KKN karena melihat dari potensi  desa yang ada," ujar Daddy Suparman yang sekaligus membuka secara resmi kegiatan KKN Mandiri Inisiatif di desanya. (Red/Izzul)

Mahasiswa KKN Kelompok 116 IAIN Cirebon Menggelar Aksi Bersih-bersih Sampah di Desa Paniis

KOMPAK : Mahasiswa kelompok 116 menggelar kerja bakti berupa kegiatan bersih-bersih di lingkungan Desa Paniis, Kabupaten Kuningan. 


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan Desa Paniis, Keccamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan pada (13/7/23).

Pelaksanaan kegiatan bersih-bersih dimulai pada pukul 9.30 WIB sampai pukul 16.00 sore. Masing-masing memiliki tugas memunguti sampah, menyapu, mencabut rumput dan penataan ulang tempat pembuangan sampah yang ada di lingkungan Dusun Pahing, Desa Paniis yang sudah lama tidak digunakan karena membludaknya sampah.

Gerakan ini merupakan salah satu program kerja dari mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, serta wujud nyata untuk membantu masyarakat Desa Paniis yang akhir-akhir ini tidak bisa membuang sampah pada tempat pembuangan sampah di karenakan TPS yang mereka gunakan penuh dengan sampah dan tidak dibereskan. 

Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati melakukan penataan ulang dan membereskan Tempat Pembuangan Sampah dengan harapan TPS tersebut dapat digunakan lagi oleh masyarakat sehingga tidak ada yang membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke sungai, juga masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari serta bijak dalam membuang sampah.

Selain bermanfaat untuk masyarakat, kegiatan ini juga bermanfaat bagi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kekompakan, dan kerjasama dalam tim. Sehingga terbentuklah kesadaran dan kepedulian sosial dalam merealisasikan kegiatan tersebut. (Red/Maulana)

PSGA IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023

 

CIREBON, FC - Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Cirebon kabinet Gender Equity menggelar kegiatan Ugrading dan Raker Relawan PSGA 2023 pada, Rabu-Kamis, (12-13/7/2023) di Gedung LP2M lantai 3, kampus setempat. 

Sebanyak 24 pengurus relawan mengikuti kegiatan tersebut, pengurus yang hadir merupakan dari 3 divisi, yaitu divisi riset, penulisan dan advokasi, divisi pelayanan dan Pendidikan, dan divisi pengembangan dan Kerjasama kelembagaan. 

Pengurus ini yang telah berhasil lolos dalam open rekrutmen melalui tes wawancara serta mengikut workshop penguatan kompetensi relawan PSGA pada tanggal 26-27 juni 2023. 

Ada beberapa kegiatan pada rangkaian acara tersebut, yakni pembukaan dilanjut pembahasan AD/ART PSGA dan presentasi program kerja dan penetapan kalender kegiatan pengurus relawan PSGA 2023. 

Ketua PSGA, Imelda Triadhari mengatakan,  PSGA merupakan wadah untuk kita menimba ilmu mengenai gender dan mencegah kekerasan seksual di lingkup kampus. Oleh karena itu perlu adanya rancangan program kerja yang strategis dan juga ad art yang mendukung terhadap jalannya organisasi.

Demikian juga menurut Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Dr. Masriah,M.Pd, bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari kepengurusan, karena dengan adanya pembahasan AD/ADT dan Program Kerja dapat memastikan bahwa seluruh pengurus relawan PSGA memiliki pemahaman yang jelas mengenai program kerja yang akan dilaksanakan serta aturan yang mengatur didalam kepengurusan.

Sehingga saat menjalani kepengurusan ini, katanya, kegiatan yang akan dilaksanakan ke depannya dapat terstruktur, efesien dan objektif. 

"Saya berharap pengurus periode ini menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya dan dapat terlaksana sampai akhir kepengurusan," turutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ika Purnamasari berterima kasih atas kehadiran semua relawan PSGA dalam rapat kerja dan upgrading PSGA di LP2M. Kegiatan ini penting untuk memperbaharui kerja dan visi PSGA terhadap isu gender dan anak.

"Evaluasi pencapaian, perencanaan strategis dan kerjasama dengan berbagai pihak lainnya akan menjadi prioritas kami, dan PSGA berkomitmen untuk melindungi hak-hak perempuan, laki-laki dan anak-anak melalui penelitian, publikasi dan advokasi," terang Ika.

Maka, melalui kolaborasi yang kuat, kata Ika, kita dapat menciptakan dampak dan perubahan yang positif. 

"Terima kasih kepada tim relawan PSGA atas dedikasinya. Mari kita manfaatkan pertemuan ini untuk mempromosikan kesetaraan gender dan hak-hak anak," paparnya lagi.

Ika menjelaskan,pada dasarnya pengertian Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) adalah dokumen atau pedoman yang ditulis oleh organisasi. Dokumen ini berisi aturan dan peraturan yang mengatur tugas dan hubungan antara anggota organisasi dan pelaksanaan perusahaan atau organisasi. Anggaran Dasar (AD) adalah bagian dari AD/ART yang memuat peraturan-peraturan umum dan pokok yang mengatur kehidupan organisasi. 

Di Samling itu, AD mengatur hubungan antara organisasi dengan anggotanya dan mengatur tata cara pemilihan anggota, menetapkan pimpinan, mengadakan rapat rutin, dan menghukum anggota yang melanggar. 

Sedangkan ART (pendapatan rumah tangga) merupakan salah satu komponen AD/ART yang merupakan definisi lain dari AD. ART memiliki aturan yang mengatur urusan internal organisasi, seperti administrasi, wewenang dan tugas direktur dan anggota, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kegiatan organisasi sehari-hari.

"Tujuan adanya pembahasan AD/ART adalah untuk memberikan pedoman yang jelas dan terstruktur kepada seluruh anggota organisasi. Selain itu AD/ART juga menjadi acuan dalam pengambilan keputusan, mengontrol perencanaan organisasi dan menjaga proses dan pelaksanaan kegiatan organisasi," paparnya.

Di samping itu program kerja merupakan sekumpulan rencana kerja yang telah disusun dan disepakati untuk dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan dari program kerja adalah untuk memandu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Selain itu, program kerja juga dapat dijadikan acuan untuk mencapai tujuan saat melakukan pekerjaan, dan hasilnya akan dievaluasi pada akhir masa kepengurusan.

Dalam penyusunan program kerja, lanjut Ika, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama masa kepengurusan, waktu pelaksanaan yang dimana harus menentukan waktu pelaksanaan setiap program kerja, sasaran yang menjadi subjek kegiatan dalam satu periode, termasuk pembagian jobdesk siapa yang akan bekerja dan bagaimana pekerjaan akan didistribusikan. 

"Satu hal yang paling penting ialah perbaikan atau kemajuan program kerja dari periode sebelumnya yang dimana program kerja periode sekarang harus lebih baik dari sebelumnya," ungkapnya.

Mengenai pembahasan AD/ART dan program kerja sebaiknya dilakukan di awal setiap kepengurusan karena keduanya merupakan dokumen yang sangat penting dalam pekerjaan perencanaan. 

AD/ART terdiri dari peraturan perundang-undangan yang mengatur kegiatan dan hubungan antar anggota organisasi, sedangkan program kerja terdiri dari rencana kerja yang dirancang dan disepakati untuk diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. 

Hal ini dilakukan di awal setiap kepengurusan untuk memberikan instruksi yang jelas dan terstruktur kepada semua anggota organisasi dalam menjalankan kegiatan, menghindari konflik internal dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (din)

KKN Kelompok 80 Bantu DKM Al Muhajirin Bangkitkan Ekonomi Berbasis Masjid dan Keumatan

Mahasiswa KKN Kelompok 80 tengah foto bersama pasca penerimaan dan pembukaan KKN bersama Ketua RW 05 Sumber Asri dan pengurus DKM Al Muhajirin.
 


CIREBON, FC - Warna rumput hijau berbalut putih hitam, bak ombak laut menyapu semua tempat. Hal itu yang dilakukan para mahasiswa IAIN Cirebon yang tengah melaksanakan tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) lengkap dengan pakaian seragamnya sebagai penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

Mahasiswa KKN 80 ini tak sungkan untuk menyapa dan bertemu warga, mulai dari sudut-sudut kampung Sumber Asri hingga ke bagian tengah. Dengan perasaan senang dan gembira warga pun menyambutnya.

Terlebih anak -anak dan remaja, bak bertemu kakak atau saudara yang lama tak bertemu, langsung saling berkenalan dan bersalaman. 

Rasanya anak-anak dan para remaja ini merasa begitu teduh dengan kedatangan para mahasiswa KKN 80 di kampung Sumber Asri, Desa Kecomberan.

Menyambut hangat sambutan warga, para mahasiswa KKN 80 pun langsung membuat sejumlah program kerja di RW 05 Sumber Asri. Seperti Maghrib mengaji, belajar pelajaran umum di sekolah, solat rawatib berjama'ah, kegiatan lomba-lomba menyambut tahun baru Islam 1 Muharam dan program lainnya.

Tak hanya itu, para mahasiswa pun turut menggerakan unit usaha ekonomi berbasis masjid bernama Gerai La Tahzan. Mereka secara bergilir dan terjadwal bergantian standby di Gerai dan mahasiswa lainnya melakukan pendekatan kepada warga agar bersama mendukung dan membangkitkan kemajuan Gerai Lahtazan sebagai usaha ekonomi milik Masjid Al Muhajirin ini.

Selain itu, pertemuan-pertemuan kecil dan besar pun kerap dilakukan para mahasiswa KKN 80, baik bertempat di masjid maupun di Sekretariat KKN, termasuk pertemuan dengan warga dan para mahasiswa KKN juga mengikuti kajian subuh di masjid dan Ratiban Al Hadad di rumah salah satu tokoh masyarakat 

Ro'sin, Ketua KKN 80, Sumber Asri, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon menyatakan, KKN 80 mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema besar KKN yakni 'Belajar Bersama Masyarakat Berbasis Masjid'.

Ro'sin mengaku sangat senang dan bangga dengan para anak-anak dan remaja Sumber Asri RW 05 yang begitu antusias saat mengikuti kegiatan Maghrib mengaji maupun pada kegiatan-kegiatan lainnya.

"Kami bangga dan senang, mereka begitu antusias dan kami semampu mungkin dengan keilmuan yang kami miliki ingin membaginya kepada anak-anak dan remaja juga kepada warga  pada kegiatan KKN di Sumber Asri Desa Kecomberan ini. Kami juga akan belajar banyak dengan warga terkait berbagai hal yang ada di masyarakat," kata Ro'sin didampingi Denis dan Adi Habib Kurniawan.

Sementara menurut Sembagi Arutala bersama rekannya Nurul Inayah menjelaskan, bahwa selain program Maghrib mengaji juga terdapat sejumlah program lainnya, seperti kegiatan 1 Muharam, 17 Agustusan dan kerja bakti bersama Ketua RW 05 serta kegiatan PKK dan kegiatan-kegiatan lainnya bersama warga.


Selain itu, juga ingin meningkatkan UMKM di Sumber Asri, di mana usaha-usaha ekonomi milik warga ingin kita carikan solusinya, terutama potensi-potensi untuk mengembangkan dan memajukannya. Sehingga nantinya akan ada ciri khas tersendiri dari usaha ekonomi warga yang bisa menjadi icon di Sumber Asri.

"Program KKN yang sudah kita rilis akan kita jalankan di Kampung Sumber Asri ini, tapi tentu saja kita akan buat skala prioritasnya, agar semua bisa berjalan dengan baik, termasuk peningkatan ekonomi berbasis masjid dan juga ekonomi berbasis keumatan atau sosial," terang Sembah dan Nurul yang diiyakan oleh teman-temannya, Nur Shinta Amelyan, Devina, Evi Sugiarti dan lainnya. (Nur)

   


Rabu, 12 Juli 2023

Mahasiswa IAIN Cirebon Dampingi UMKM Untuk Dapatkan Sertifikasi Halal

KUNINGAN, FC -  Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 115 IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersama Dr. Asep Kurniawan M. Ag selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) bekerjasama dengan Lembaga Halal IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan program kerja tentang Pendampingan Proses Produk Halal, Rabu, (12/7/2023).

Hal ini sebagaimana merujuk pada Pasal 1 angka 1 PMA No. 20 Tahun 2021 tentang Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil, produk yang diwajibkan bersertifikasi halal adalah barang atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetika, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. 

Namun masih banyak para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum mengetahui serta memahami bagaimana sertifikat halal untuk suatu produk dapat diperoleh. Terlebih bagi para pelaku UMKM yang berada di daerah pedesaan.

mengenai proses produk halal, ini merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjamin kehalalan produk meliputi penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, hingga penyajian produk.

Mahasiswa KKN yang diterjunkan di Dusun Manis, Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan , kuningan itu, pada Rabu 12 Juli 2023 melakukan pendampingan UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Tiga produk UMKM tersebut antara lain Keripik Singkong, Keripik Pisang dan Rempeyek Abah Anggit Paniis yang berlokasi di Dusun Manis Desa Paniis. 

Proses Pendampingan Produk Halal dilakukan dengan sistem self-declare yang dimulai dari melakukan survei kepada masing-masing pelaku usaha, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan Manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), hingga verifikasi dan validasi.

Peserta KKN, Pendamping Produk Halal Lembaga IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Wildan Sayuthi Mahatma menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan juga membantu para pelaku UMKM bisa memiliki sarana marketing yang bervariasi berbasis media sosial dan tempat penjualan seperti Facebook, Instagram, serta Shopee, yang dilakukan melalui teknologi digital. 

Dengan strategi ini maka secara langsung mampu meningkatkan dan mengembangkan nilai jual UMKM.

Perlu diketahui, sertifikasi halal menjadi komponen pokok yang perlu dimiliki pelaku UMKM terutama bagi produk makanan. Masyarakat atau konsumen tidak akan mempertanyakan kehalalan produk tersebut karena sertifikat halal ini berfungsi sebagai bukti bahwa sebuah produk yang dijual untuk dikonsumsi atau digunakan tidak mengandung komposisi yang diharamkan oleh syariat agama Islam. 

Pengajuan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu pengajuan secara langsung melalui BPJPH atau Satgas Halal di daerah, dan secara elektronik menggunakan Sistem Informasi Halal (SI- Halal).

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon karena sudah membantu saya untuk mengurus proses mendapatkan sertifikasi halal. Program ini sangat bermanfaat bagi saya yang awam akan hal tersebut. Semoga setelah mendapatkan sertifikat halal, saya dapat menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan, serta memberikan solusi yang tepat dan efektif dalam memasarkan produk. Semoga Mas dan Mbak diberi kesehatan selalu dan menjadi orang sukses nantinya,” ucap Ira pemilik usaha keripik Anggit Paniis. 

Terakhir, mahasiswa KKN IAIN Syekh Nurjati Cirebon berharap adanya kegiatan pendampingan proses produk halal ini akan terus berlanjut untuk KKN periode berikutnya. Sehingga seluruh UMKM yang ada di Desa Paniis bisa memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (din).

Selasa, 11 Juli 2023

Hadiri Sosialisasi ASN PPPK Guru, Bupati Cirebon: Guru Harus Jadi Suri Tauladan

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembukaan Rekening Tabungan, Sosialisasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)  dan Aktivasi BJB DIGI kepada Calon ASN Guru PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, bertempat di Convention Hall UMC Watubelah, Selasa (11/7/2023).

Tampak hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon dan Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Imron menyampaikan bahwa menjadi guru merupakan pekerjaan yang mulia.

"Guru juga harus bisa menjadi suri tauladan yang baik untuk muridnya. Selain itu, ibu dan bapak guru harus menjadi perekat bangsa dan agen perubahan bagi sekitarnya," ujar Imron.

Imron juga mengucapkan selamat kepada guru yang akan dilantik menjadi PPPK. "Kepada ibu dan bapak guru selamat berjuang, selamat mengabdi untuk bangsa dan negara," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon kali ini merupakan pengangkatan yang ketiga.

"Ini adalah pengangkatan PPPK yang ketiga sebanyak 965 orang, sebelumnya yang pertama itu sebanyak 1716, kemudian tahap kedua 2665,” jelas Ronianto.

Senada dengan Imron, Ronianto juga mengucapkan selamat atas diangkatnya 965 orang guru menjadi pegawai ASN PPPK.

"Kami ucapkan selamat dan selamat bergabung dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, ditunggu karya bapak dan ibu sekalian di dunia pendidikan," lanjutnya.

Selain itu, dirinya juga berharap, dengan banyaknya guru yang diangkat menjadi ASN PPPK akan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Pimpinan Bank BJB Cabang Sumber, Taupan Selamat Wibawa menjelaskan, bahwa pengangkatan ASN PPPK di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di Indonesia.

"Pengangkatan ASN PPPK untuk lingkungan Dinas Pendidikan di Kabupaten Cirebon merupakan yang terbesar dan terbanyak di seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia," jelas Taupan. (din)

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa IAIN Cirebon Dinobatkan Juara Satu Internasional Essay Winner 2023

Inilah Dede Al Mustaqim, peraih juara 1 internasional Essay Winner 2023


CIREBON , FC - Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dinobatkan sebagai juara satu  pada International Essay Winner.

Ajang International Essay Competition dalam Festival International of Sufism Psychoterapy IAIN Kudus 2023 ini dilaksanakan, 15-25 Juni 2023.

Dede Al Mustaqim bersyukur dengan  raihan prestasi ini. Karena untuk mendapatkannya tidaklah mudah, selain harus dengan keseriusan dan kegigihan juga dengan perjuangan.  

Alhasil, melalui judul karya "Transformasi Diri: Membangun Keseimbangan Mental dan Spiritual Melalui Proses Islah, Dede Al Mustaqim keluar sebagai juara dan mampu mengalahkan peserta lainnya dari kampus unggulan di Indonesia.

"Ya, bersyukur sih, karena siapapun pasti ingin menjadi yang terbaik, dan itu sudah kami buktikan di ajang bergensi di Festival International of Sufism Psychoterapy," katanya.

Berbincang mengenai sejumlah persiapan yang dilakukan, Dede Al Mustaqim mengaku persiapannya pertama mencari permasalahan terkini kemudian melakukan riset melalui tinjauan literatur dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia.

Selain karena persiapan-persiapan yang dilakukan, raihan juara satu ini juga, kata Dede Al Mustaqiem, berkat dukungan dan bimbingan yang diberikan dosen.

Untuk itu, Dede Al Mustaqim berpesan  teruslah berkarya, jangan melihat kampus kita dari mana. Kita harus bisa membesarkan nama kampus, jangan nama kita yang besar karena kampus. (din)

530 Mahasiswa UI BBC Lakukan KPM, Bupati Imron: Gali Potensi di Desa untuk Kemajuan Daerah

 

KABUPATEN CIREBON, FC - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melepas 530 mahasiswa dari Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon (UI BBC) melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (10/7/2023).

Dalam sambutannya, Imron mengatakan, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan KPM dari UI BBC tersebut.

Menurutnya, para mahasiswa yang akan melakukan KPM bisa memberikan informasi dan mampu menggali potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.

"Mereka bisa menggali potensi yang ada di lokasi KPM dan  memberikan informasi permasalahan serta solusi yang ada di desa masing masing. Untuk menjadikan kebijakan dari pemerintah daerah," kata Imron.

Ia juga mengungkapkan, perguruan tinggi memberikan kontribusi yang cukup besar dengan keilmuan.

"Dalam pendidikan ke depan, akan merubah bagaimana Kabupaten Cirebon 5 hingga 10 tahun yang akan datang, serta mereka akan menjadi penerus para pemimpin bangsa," ungkapnya.

Rektor UI BBC, Dr. H. Oman Fathurohman, MA mengatakan, pihaknya melepas 530 mahasiswa yang akan mengikuti KPM di 48 desa yang tersebar di wilayah Cimajakuning hingga Kabupaten Brebes. 

Sedangkan, kata Oman, untuk wilayah Kabupaten Cirebon tersebar di Kecamatan Waled 10 desa, Pabuaran 7 desa, Ciledug 8 desa dengan total keseluruhan 25 desa.

"Kami memiliki program KPM secara mandiri dan reguler. Untuk mandiri sendiri ada 23 desa yang tersebar di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka dan Kabupaten Brebes, sedangkan untuk reguler ada 25 desa." jelas Oman.

Oman menjelaskan, kuliah pengabdian masyarakat (KPM) merupakan implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, ilmu yang telah didapat para mahasiswa selama kuliah akan diterapkan di tempat KPM yang akan dilaksanakan selama 40 hari kerja, mulai tanggal 10 Juli hingga 20 Agustus 2023.

Ia mengatakan, dalam KPM tahun 2023 ini pihaknya mengambil tema "Budaya Teknologi Ramah Digital Menuju Indonesia Emas". Tema tersebut diambil atas pengaruh digital yang sudah merambah ke masyarakat bawah.

"Target yang ingin dicapai KPM ini adalah bagaimana kita memahami bersama pengaruh digitalisasi yang sudah hampir digunakan lebih dari 76 persen penduduk Indonesia," ungkapnya.

"Para mahasiswa peserta KPM diharapkan bisa mengedukasi masyarakat tentang dampak positif dan negatif menggunakan digital seperti medsos," harap Oman.

"Di samping itu, tumbuhnya radikalisme, perpecahan dan sebagainya merupakan salah satu pengaruh medsos yang begitu tinggi. Oleh karena itu, KPM 2023 UI BBC ini bisa meminimalisir hal tersebut," lanjutnya.

Ia menambahkan, bahwa hasil dari KPM tersebut nantinya akan dikaji serta diseminarkan (lokakarya) untuk menjadi pembahasan, baik itu untuk pihak kampus maupun pemerintah daerah guna mengetahui kelemahan yang ada di setiap lokasi KPM. Nantinya, diharapkan bisa memberikan masukan serta solusi permasalahan yang ada di desa. (din)

PG Sindanglaut Kembali Beroperasi, Bupati Harapkan Petani Makin Giat Lagi

KABUPATEN CIREBON, FC - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si, MH menggelar panen dan tanam tebu untuk gula konsumsi di Desa Sidamulya, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/7/2023).

Selain itu, Menteri yang akrab disapa SYL tersebut, membuka sekaligus meninjau proses penggilingan perdana gula konsumsi di PG Sindanglaut, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag turut mendampingi acara tersebut.

Menurut SYL, kehadiran pabrik gula berskala besar sangat penting dalam membuka lapangan kerja dan juga menaikkan kesejahteraan petani setempat. 

Di samping itu, proses giling juga merupakan proses penentu dalam menghasilkan pengolahan gula nasional yang berkualitas.

"Saya atas nama negara, meresmikan penggilingan perdana dan memulai kembali hadirnya pabrik gula Sindanglaut di Kabupaten Cirebon, kata SYL.

"Bahkan dengan adanya industri ini, jaminan masyarakat jadi lebih pasti dan ekosistem lebih tertata, baik lapangan kerja, kebutuhan makanan, kebutuhan industri dan perputaran ekonomi akan terjadi dalam skala yang lebih besar," lanjutnya.

SYL mengatakan, kehadiran pabrik gula juga menjamin hilirisasi produksi petani dalam memperbesar areal lahannya. Artinya, lahan petani bertambah, namun keuntungan atau margin mereka juga meningkat. 

Oleh karena itu, hadirnya industri ini mampu menjadikan pangan sebagai industri terbaik dalam menghadapi tantangan masa depan.

"Tebu adalah komoditas pertanian yang sangat strategis dan tebu merupakan bahan baku utama gula," jelas SYL.

"Tentunya, masih sangat dibutuhkan oleh seluruh rakyat, sehingga ini menjadi komoditas yang harus diperhatikan betul, apalagi kita masih defisit 800 ribu ton," sambungnya.

SYL memastikan pemerintah akan hadir melakukan pendampingan kepada petani Indonesia. Diantaranya, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi. 

"Negara harus hadir dalam menanam tebu rakyat, terutama yang berkaitan dengan lahan petani, lahan-lahan hutani yang sudah tidak produktif agar bisa dikonversikan menjadi lahan-lahan kebun dan diberikan kepada rakyat," katanya.

Di lokasi yang sama, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengucapkan banyak terimakasih kepada Menteri Pertanian RI yang telah berkunjung ke Kabupaten Cirebon. Diakuinya, banyak motivasi yang telah diberikan. 

"Setelah diberikan motivasi, mudah-mudahan para petani tebu di Kabupaten Cirebon semakin giat lagi untuk menanam tebu," harap Imron. (Silmi)