Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 11 Agustus 2023

Mahasiswa KKN IAIN Cirebon Bangga, Sindangheula Menjadi Penghasil Kopi Robusta

FOKUS CIREBON, FC - Sindangheula adalah desa yang terletak di Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sindangheula memiliki topograpi bukit dan kawasannya berbatasan langsung dengan hutan. 

“Selain memiliki pemandangan alam yang indah dengan pesona curug tonjong yang sangat menarik untuk dikunjungi, sindangheula juga termasuk penghasil kopi Robusta yang sejak dulu menjadi keunggulan Desa Sindangheula,” kata Izzul Munna, Mahasiswa KKN di sana. 

Izzul Munna mengatakan, salah satu produk kopi robusta Sindangheula adalah kopi B’heula dan Kopi Karuhun yang terletak di Dusun Sindangsari. 

Menurut Izzul, sangat disayangkan jika desa yang memiliki potensi  bagus tapi tidak dikembangkan.  

“Masyarakat  masih semangat menjaga dan melestarikan kekayaan alam sekaligus melanjutkan warisan nenek moyang,” ungkapnya.

Demikian juga menurut Riki, pengelola kopi karuhun, awalnya roasting kopi ini hanya menggunakan wajan dan proses roastingnya sekitar 2 jam lebih. 

“Seiring waktu berjalan alat untuk roasting kopi ini beralih menggunakan roasting manual yang memakan waktu lebih sedikit. Kini,alat untuk roasting kopi ini sudah menggunakan mesin roaster yang lebih canggih,” ujarnya.

Sebagai pengusaha kopi lokal, Riki tentunya memiliki berbagai masalah yang ada, seperti sertifikasi halal yang belum terbuat sehingga jangkauan pemasarannya belum luas dan terbatas.

“Harapannya, pemerintah bisa membantu terkait dengan perizinan sertifikasi halal agar mempermudah pemasaran dan tentunya kopi lokal sindangheula ini semakin banyak peminatnya,” terangnya.

Sementara itu, Daddy Suparman selaku Kepala Desa Sindangheula sangat mengapresiasi warganya untuk terus meningkatkan mutu dan kualitas kopi robusta Sindangheula sehingga bisa membantu ekonomi warga. (din)

Kolaborasi BSA IAIN Cirebon dengan BSA UniSHAMS Malaysia Tingkatkan Kualitas Menulis Mahasiswa

FOKUS CIREBON, FC - Semangat kolaboratif antar universitas, para mentor dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Fakultas Bahasa Arab, Universitas Islam Intenasional Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS), Malaysia, melaksanakan pertemuan daring pada kamis 10 Agustus 2023 untuk merencanakan teknis pendampingan dalam pelaksanaan program “Kelas Menulis Kolaboratif”. 

Pertemuan strategis ini diadakan sebagai tahap persiapan yang penting sebelum dimulainya program yang diharapkan akan memperkaya keterampilan menulis mahasiswa dari kedua institusi.

Kelas Menulis Kolaboratif ini merupakan inisiatif berdampak tinggi yang melibatkan mahasiswa dari berbagai jurusan dalam sebuah lingkungan belajar yang saling memberi inspirasi. 

Dengan para mentor  yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam bidang penulisan, program ini bertujuan untuk melampaui batas-batas institusi dan mendukung pertukaran ide yang produktif.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para mentor dari kedua universitas, mereka membahas rencana program, kurikulum, serta pendekatan pengajaran yang akan digunakan. 

Diskusi pun difokuskan pada cara terbaik untuk membimbing mahasiswa dalam memahami struktur penulisan yang efektif, pengembangan gagasan yang kuat, dan penggunaan bahasa yang tepat.

Rijal Mahdi, MA yang merupakan salah satu mentor dari BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berharap bahwa melalui pendekatan kolaboratif ini, para mahasiswa akan merasakan manfaat dari paparan kepada sudut pandang beragam. 

"Ini akan membantu mereka tidak hanya mengembangkan keterampilan menulis, tetapi juga membuka pikiran mereka untuk pandangan-pandangan baru,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Mohammad Zaki bin Mustafa Masoh, dosen dari UniHAMS, menambahkan, kolaborasi antar universitas dalam program ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang tantangan dan peluang dalam dunia penulisan di era global seperti sekarang.

"Pertukaran ide dengan teman-teman dari universitas mitra adalah pengalaman yang tak ternilai harganya,” terangnya.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi para mentor untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pembelajaran menulis. 

Mereka bertukar pandangan tentang strategi evaluasi, memberikan umpan balik yang efektif, dan merancang aktivitas yang akan menghidupkan suasana kelas dengan interaksi yang kaya dan dinamis.

Dengan semangat yang dihasilkan dari pertemuan ini, para mentor dan dosen berkomitmen untuk memberikan pengalaman pembelajaran menulis yang menginspirasi dan membuka jalan bagi kolaborasi lebih lanjut antara kedua universitas.

Program Kelas Menulis Kolaboratif yang akan datang diharapkan akan menjadi langkah menuju peningkatan kualitas penulisan mahasiswa dan pengembangan kreativitas lintas batas. (din)

Wisata Kura-kura Belawa Akan Dikembangkan Menjadi Wisata Edukasi

 

KABUPATEN CIREBON -- Kelompok Sadar Wisata Kuya Asih Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon menggelar sejumlah lomba dan kegiatan untuk mengenalkan wisata konservasi kura-kura tersebut kepada masyarakat yang lebih luas.

Tempat wisata ini rencananya akan lebih dikembangkan menjadi wisata edukasi, yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh para pengunjung, terutama pelajar agar bisa mendapatkan pengetahuan secara langsung.

“Sehingga pengetahuan tersebut bukan hanya melalui buku saja, tapi bisa diperoleh secara langsung,” ujar Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, Kamis (10/8/2023).

Ayu, sapaan akrab Wabup Cirebon, juga mendukung kegiatan lomba karaoke yang sedang dilaksanakan oleh pengelola wisata Kuya Asih ini. 

Menurutnya, untuk menarik animo masyarakat agar berkunjung, memang butuh digelar sejumlah kegiatan, salah satunya melalui lomba karaoke ini.

Selain itu, ia juga mendorong kepada pengelola wisata agar bekerjasama dengan instansi pendidikan, untuk bisa mengenalkan tempat wisata yang akan dikembangkan menjadi tempat wisata edukasi ini. 

“Saya sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Pak Kuwu dan juga pengelola Wisata Kuya Asih ini, yaitu menyelenggarakan kegiatan untuk menarik minat masyarakat berkunjung,” kata Ayu.

Ayu menyebut, saat ini di Kabupaten Cirebon, terdapat sejumlah lokasi wisata. Bukan hanya wisata religi saja, namun juga terdapat destinasi wisata kuliner, sejarah, belanja, alam dan lainnya. Salah satunya, yaitu Wisata Kuya Asih ini.

“Disini, merupakan bagian dari wisata alam dan edukasi,” ujar Ayu.

Ia juga menambahkan, bahwa pihaknya sudah menetapkan sebanyak 22 desa wisata di Kabupaten Cirebon. Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya sudah berkomitemen untuk memberikan bantuan dana untuk mendukung pengembangan di desa wisata tersebut.

“Anggarannya sudah ada, namun memang kalau tidak salah, baru 6 desa yang sudah dicairkan,” sambung Ayu.

Sementara itu, Kuwu Desa Belawa, Deni Kusuma menuturkan, pihaknya terus berusaha untuk menggelar kegiatan di tempat wisata Kuya Asih ini. Hal ini bertujuan, untuk bisa mengenalkan tempat wisata ini kepada masyarakat luas. 

Sebelum dilaksanakan perlombaan karaoke pada hari ini, pihaknya juga sudah menyelenggarakan lomba menggambar, yang diikuti oleh sejumlah siswa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Cirebon. 

Pihaknya juga mengungkapkan, bahwa wisata Kuya Asih ini bukan hanya akan fokus pada konservasi kura-kura saja, namun akan ditambah fasilitas edukasi lainnya. “Nanti akan kita buat taman lalu lintas juga,” singkat Deni. (Aisyah)

Mendapatkan Izin dari Kemendagri, Bupati Imron Lantik Dua Pejabat Disdukcapil

 

KABUPATEN CIREBON -- Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik Pejabat Administrator di lingkup Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon. 

Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut, yakni Sekretaris Disdukcapil yang dijabat oleh Juju Juhariah, SAP., M.A.P dan  Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil dijabat oleh Saripah,  SE., M.Si.

Pelantikan tersebut disaksikan oleh para pejabat Eselon II serta perwakilan Forkopimda dan dilangsungkan di Pendopo Bupati Cirebon, Jum'at (11/8/2023), 

Bupati Imron mengatakan, pengambilan sumpah dan pelantikan ini telah mendapatkan keputusan dari Menteri Dalam Negeri tentang Pengangkatan dalam Jabatan Administrator selaku Sekretaris dan Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Cirebon. 

"Yang baru dilantik, agar bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan yang berlandaskan pelayanan prima menuju Indonesia Maju," ujar Imron.

"Serta meningkatkan aspek kinerja, dalam rangka menuntaskan perekaman dan pencetakan KTP elektronik, penyajian data kematian penduduk yang akurat, pemutakhiran data pensiunan anggota TNI/Polri, serta pemutakhiran status data penduduk kawin di bawah 17 tahun," tambahnya.

Ia juga meminta kepada pejabat yang baru dilantik, agar segera menyesuaikan diri serta melakukan adaptasi. 

"Pelajari dan pahami terhadap tugas pokok dan fungsi jabatan, serta bangun koordinasi, komunikasi dan kerjasama efektif secara berjenjang, baik dengan pimpinan ataupun dengan atasan," pesan Imron.

"Serta laksanakan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab, layani masyarakat dengan baik, patuhi aturan yang berlaku," imbuhnya.

Imron berharap, agar para pejabat Disdukcapil harus memiliki data yang akurat. Pasalnya, ini menyangkut program pemerintah, baik pusat maupun daerah.

"Saya ingin program pemerintah tepat sasaran, jangan sampai tidak. Karena banyak masyarakat mengeluh tidak mendapatkan bantuan, karena datanya tidak ada," tandasnya. (Ara)

Kamis, 10 Agustus 2023

Dr. Naeila Rifatil Muna Berhasil Meraih Gelar Doktor di Bidang Ilmu Psikologi

FOKUS CIREBON, FC - Kabar gembira kembali datang dari kampus IAIN Cirebon. Di mana sebuah prestasi diraih dengan kesuksesan yang gemilang. Ini menjadi sebuah tonggak sejarah yang diukir dalam dunia akademis Indonesia saat Sekretaris Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naeila Rifatil Muna, berhasil meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Psikologi. 

Prestasi gemilang ini diraih setelah Dr. Naeila mempertahankan disertasinya berjudul “Konstruksi Instrumen Spesifik Genuine Tet (SAGeT) untuk Identifikasi Masalah Atensi pada Anak dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (Studi terhadap Siswa Sekolah Dasar di Bandung)” dalam sidang terbuka yang digelar pada Kamis, 10 Agustus 2023.

Sidang bersejarah ini berlangsung di ruangan konferensi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran, Jatinangor. Dr. Naeila menghadirkan instrumen SAGeT yang merupakan hasil penelitiannya sebagai bukti inovatif dalam bidang psikologi. Instrumen ini memiliki potensi besar untuk menjadi alat yang berguna bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam pemaparannya, Dr. Naeila menjelaskan bahwa nama “SAGeT” sendiri memiliki makna korelasi dengan bahasa Jawa yang mengartikan “mampu” atau “sanggup”. 

Hal ini mencerminkan esensi instrumen yang dibuat untuk membantu anak-anak melewati tantangan dan membangun kapasitas mereka.

Prof. Juke Roosjati Siregar, ketua tim promotor, saat menyampaikan ucapan selamatnya kepada Dr. Naeila mengungkapkan betapa berharganya temuan ini. Selain itu, tim promotor yang terdiri dari R. Urip Purwono, Ph.D dan Dr. Ratna Jatnika, dengan antusias mendorong Dr. Naeila untuk mematenkan inovasinya ini, mengakui nilai signifikan yang dimiliki oleh instrumen SAGeT.

Dukungan tulus juga mengalir dari para penguji yang hadir dalam sidang tersebut. Dr. Naeila berhasil menarik perhatian dengan dalil-dalil yang kuat dan solusi yang ditawarkan dalam disertasinya. 

Salah satu poin penting yang diungkapkan dalam penelitian Dr. Naeila adalah tentang urgensi memberikan perhatian pada masa depan anak-anak yang menghadapi Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH).

Keberhasilan Dr. Naeila ini dianggap sebagai langkah monumental dalam dunia pendidikan dan kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus. 

Di lokasi yang berbeda Dekan FUA, Dr. Anwar Sanusi mewakili seluruh Civitas Akademika FUA menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan untuk Dr. Naeila Rifatil Muna atas dedikasinya dalam memajukan pengetahuan psikologi dan kesejahteraan anak-anak. 

Semoga cita-cita dan niat baik yang telah dia tanamkan dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat di masa yang akan datang. (din)

Mahasiswa KKN-MI 118 IAIN Cirebon Tutup Kegiatan KKN dengan Menggelar Kegiatan FGD

FOKUS CIREBON, FC -Mahasiswa Kuliah kerja Nyata Mandiri Inisiatif (KKN-MI) 118 IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2023 mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dengan materi membahas sejarah, seni, dan budaya Desa Mertasinga, Kamis, (10/08/2023).

Acara ini dihadiri oleh kepala desa beserta perangkat desa, pemangku adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda pemudi dan sebagian masyarakat Desa Mertasinga. Acara pun berjalan lancar dan berdiskusi hangat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Hari ini merupakan hari perpisahan  sekaligus laporan selama 40 mahasiswa KKN di Desa Mertasinga, Kami bangga bisa belajar bersama masyarakat Desa Mertasinga sehingga banyak wawasan baru yang kami dapat, terbukti dengan FGD hari ini ksmi mengangkat sejarah, seni, dan budaya Desa Mertasinga yang mana banyak dan beraneka ragam. Selain sebagai bentuk laporan kami, FGD ini diharapkan dapat mengangkat Desa Adat Mertasinga yang ada satu-satunya di jalur pantura," ujar Ketua Kelompok 188, Muhammad Farhan.

Syaeful Badar MA, selaku DPL Kelompok 118 berpamitan untuk membawa kembali mahasiswa ke tempat belajarnya (kampus). Badar mengucapkan terima kasih atas penerimaan dan bimbingan masyarakat mahasiswa yang sudah menyelesaikan tugasnya. 

Badar juga berharap dengan hadirnya mahasiswa bisa dijadikan media penggerak terwujudnya desa adat Mertasinga, hal ini akan berlanjut sehingga mendekati kata sempurna. 

Sementara pemangku adat setempat,  mengapresiasi mahasiswa yang mau berlatih nari dan mengangkat kembali sejarah, seni, dan budaya lokal Desa Mertasinga. Ia juga memberikan spoiler akan pembentukan Lembaga Adat Desa.

Kepala Desa Mertasinga, Nurlaela dalam sambutannya berpesan pertahankan kekompakan, kesopanan, dan pahami karakter orang.

"JIka diterapkan secara berkelanjutan insya Allah apapun akan lancar tanpa kendala. dan saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Mertasinga," katanya.

Sementara FGD yang dimoderatori oleh Hanifah Amini, menghadirkan Zahra Salsabila sebagai pembicara dan menjelaskan terkait sejarah dan situs-situs yang ada di Desa Mertasinga. 

Sedangkan  Muhammad Farhan membahas terkait Kesenian Lokal dan Misbahul Munir  membahas adat atau tradisi kebudayaan.

"Alhamdulillah pemaparan diterima dengan baik oleh tamu undangan, beberapa pertanyaan dan saran masuk dari masyarakat sebagai bentuk kepeduliannya. Begitupun ketika sesi tanggapan dari Pemangku Adat dan Kepala Desa sangat terlihat bentuk kepeduliannya menanggapi serta mengoreksi beberapa hal yang Kami paparkan, sehingga dapat menyempurnakan naskah akademik kami," ujar salah seorang mahasiswa KKN. (din)

Lewat Perda Terbaru, Pemerintah Kabupaten Cirebon Jamin Kemudahan Perizinan Usaha

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha. Aturan tersebut dikeluarkan berdasarkan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. 

Aturan terbaru didalamnya mengatur penyelenggaraan perizinan berusaha, manajemen penyelenggaraan, hingga sanksi administratif. Perda Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha itu menggantikan 10 Perda yang sudah ada. 

Sepuluh peraturan tersebut, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2000 tentang Izin Lokasi; Perda Nomor 6 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan; Perda Nomor 10 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan Usaha Perindustrian dan Perdagangan; Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Izin Usaha Jasa Konstruksi.

Kemudian, Perda Nomor 4 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Izin Usaha Peternakan; Perda Nomor 6 Tahun 2003 tentang Retribusi Pemberian Fatwa Rencana Pengarahan Lokasi; Perda Nomor 7 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern; Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung; Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penanaman Modal. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd yang diwakili oleh Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Agung Hariaji, S.H., MPA menyebutkan, beberapa waktu lalu, proses perizinan usaha seringkali menjadi sesuatu yang melelahkan, karena prosesnya yang terkenal sulit, menguras banyak biaya, dan memakan waktu yang lama. 

Namun saat ini, hal tersebut tidak berlaku lagi, karena semua informasi bersifat transparan. Sehingga, proses perizinan usaha, bahkan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jauh lebih mudah. 

"Perizinan usaha tidak hanya penting bagi UMKM, melainkan bagi semua kegiatan usaha. Baik bagi usaha perorangan dengan skala kecil maupun perusahaan besar, perizinan merupakan suatu kewajiban yang perlu untuk dimiliki," kata Agung dalam acara sosialisasi Perda Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Hotel Apita Cirebon, Kamis (10/8/2023). 

Menurutnya, terdapat tiga keuntungan bagi pelaku usaha yang memiliki perizinan, yakni legal secara hukum, menjadikan usaha formal yang sudah berlegitimasi ketiga, dan kemudahan mendapatkan pembiayaan. 

"Keuntungannya tentu tidak hanya berhenti sampai disitu, ketika sebuah usaha sudah legal, maka sebuah usaha akan lebih mudah untuk berkembang ke berbagai sisi, salah satunya melalui sisi pembiayaan atau investasi," tutup Agung. (Anisa)

Selasa, 08 Agustus 2023

Peringati HARKOPNAS ke-76, Wabup Ayu: Koperasi Harus Ikuti Perkembangan Zaman

 

KABUPATEN CIREBON -- Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Koperasi Nasional ke-76 tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2023 dengan mengusung tema "Membangun Koperasi Berbasis Kearifan Lokal dan Digital Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Adil dan Modern” bertempat di halaman Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Selasa (8/8/2023).

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si mengatakan, koperasi yang berdasarkan kekeluargaan dan gotong royong merupakan sosial capital yang dimiliki bangsa Indonesia. Hal tersebut dapat mempertahankan dampak globalisasi dan krisis moneter. 

Oleh karena itu, peran koperasi dalam perekonomian harus terus ditingkatkan, tidak saja karena ketangguhannya dalam menghadapi krisis ekonomi, tetapi secara internal juga telah mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Perlu diketahui, pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan hampir seluruh dunia telah berdampak pada seluruh sektor pembangunan, tidak terkecuali sektor ekonomi, yang juga disebut sebagai resesi ekonomi. 

Sebuah lembaga penelitian di AS mendefinisikan, bahwa resesi sebagai indikasi turunnya daya beli masyarakat secara umum dan naiknya angka pengangguran. 

Menurutnya, resesi ekonomi yang melanda Indonesia telah membuat pembangunan dalam sektor ekonomi menjadi menurun drastis, bahkan sampai pada posisi minus. 

Dengan kondisi itu, koperasi diharapkan mampu menjadi daya ungkit untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari ekonomi nasional.

“Menghadapi tantangan tersebut, koperasi dituntut untuk berubah menyesuaikan perkembangan zaman. Apabila tidak, maka koperasi akan ketinggalan dan tergerus perkembangan tersebut,” kata Ayu. 

Oleh karena itu, masih kata Ayu, untuk menyesuaikan dengan teknologi yang semakin canggih pada era revolusi industri sekarang ini, hendaknya koperasi mempertimbangkan untuk menciptakan perubahan yang besar pada bisnis koperasi, antara lain dengan penggunaan aplikasi pencatatan dan pelaporan keuangan, serta bisnis yang efisien dan teruji. 

“Koperasi dapat memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform ecommerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi bisnis lain, yang juga akan terintegrasi melalui jaringan ke berbagai institusi, baik pemerintah maupun institusi bisnis lainnya,” lanjut Ayu. 

Menurutnya, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang fungsi utamanya meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat, dengan menyelenggarakan berbagai usaha dan layanan sesuai kebutuhan anggota. 

“Di sinilah inti dari koperasi sebagai perusahaan, dimana anggota sebagai pemilik dan pengguna jasanya. Koperasi tidak hanya untuk mensejahterakan anggotanya, namun lebih kepada memberikan CSRnya," tambahnya.

Ia juga mengatakan, seperti salah satu Koperasi di Kabupaten Cirebon, yaitu Koperasi Cipta Dana yang telah memberikan CSR, diantaranya memberikan CSR berupa pemberian kaki palsu kepada kaum difable Kabupaten Cirebon. 

"Ada 60 kaki palsu yang diberikan, dan baru tahun ini diberikan," kata Ayu. 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Drs. Dadang Suhendra, M.Si menambahkan, pada peringatan Harkopnas yang digelar dengan 15 kegiatan ini, berusaha membantu masyarakat Kabupaten Cirebon. 

Menurut Dadang, koperasi tidak hanya berkutat pada simpan pinjam untuk anggotanya saja, tetapi lebih bermakna untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Salah satunya, yaitu mendampingi koperasi yang memberikan CSR bagi kaum difable.

Selain itu juga, kemitraan kewirausahaan tetap dilanjutkan, seperti pembinaan koperasi dan para pelaku UMKM di Kabupaten Cirebon agar dapat berkiprah di tingkat nasional maupun regional. (Hafid)

IAIN Cirebon Miliki Guru Besar di Bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam

Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag menjadi Guru Besar / Profesor di bidang Ilmu Sosiologi Hukum Islam 



FOKUS CIREBON, FC - Satu lagi, guru besar lahir di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia adalah Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag yang sejak 1 April 2023 dinaikan jabatanya menjadi Guru besar / Profesor dalam bidang ilmu Sosiologi Hukum Islam dengan angka kredit sebesar 859,5 kum. 

"Alhamdulilah atas nikmat Allah SWT, saya menjadi Guru Besar di bidang Hukum Islam, secara spesifik sosiologi hukum Islam," ujar Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag. 

Diakuinya, turunnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia tersebut memang prosesnya agak panjang  itu sejak tahun 2020. Hal ini mungkin sangat teknis karena banyak hal yang tidak tertangani secara serius.

"Baru pada proses ulang kembali pada tahun 2022 dan kemarin alhamdulillah pada April 2023 mendapat SK, semua ini adalah dalam skenario Allah SWT," paparnya.

Dijelaskan, bahwa spesialisasi bidang keilmuan Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag adalah hukum Islam, dan sertifikasi dosen awal sejak tahun 2009 juga adalah hukum Islam, yakni spesifiknya tentang Peradilan Islam.

Kemudian, Disertasi Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag dan penelitian-penelitiannya,  termasuk jurnal-jurnal yang diterbitkannya, baik nasional maupun internasional banyak berbicara tentang metodologi hukum Islam dan terakhir ketika dirinya mengajukan Scopus, tulisan terakhirnya berbicara tentang aspek sosiologi hukum Islam. "Jadi kental lah sosiologi hukum Islam. 

"Jadi itulah kenapa kemudian Kementerian memberikan surat keputusan bidang sosiologi hukum Islam," kata Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag.

Sementara itu, sebagai guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Achmad Kholik M.Ag berkomitmen akan  memberikan pengabdiannya dalam bidang keilmuan, terus tentu saja pengabdian untuk kampus dan tentu saja memberikan in life man kepada teman-teman di kampus. Termasuk juga akan banyak melakukan menulis. 

"Alhamdulillah ketika SK guru besar diperoleh, itu dalam proses sedang menulis buku terakhir saya, masih terkait dengan persoalan sosiologi hukum Islam, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terbit lagi," tuturnya.

Terkait kampus IAIN Cirebon, Prof Dr H Achmad Kholik, M.Ag menyatakan, sudah saatnya kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon memasuki era baru, memasuki era di mana sain ilmu pengetahuan dan kekuatan IT menjadi prioritas agar kampus kita bisa bersaing secara global

"Jadi saya teringat satu teori dari Jhon Nasbhit bahwa kita harus berfikir besar walau pun tindakan kita lokal, jadi walau kita ada di IAIN Cirebon tapi pikiran-pikiran besarnya harus menjangkau ke seluruh  kawasan-kawasan global.  Ini saya kira salah satu upaya untuk membangun kampus kita untuk menjadi kampus yang kompetitif," tandasnya. (Nurdin)

Prof Dr H Farihin M.Pd Menjadi Guru Besar di Bidang Ilmu Administrasi Pendidikan IAIN Cirebon

Prof Dr H Farihin, M.Pd


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon kembali menambah dua guru besar/profesor pada Juni 2023 ini. Keduanya adalah Prof Dr H Farihin M.Pd dan Prof Dr H Ahmad Kholik M.Ag. 

Untuk Prof Dr H Farihin M.Pd, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, pihaknya per 1 Juni 2023, dinaikan jabatannya sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Administrasi Pendidikan dengan angka kredit sebesar 884, 50. 

Mengenai ilmu administrasi pendidikan, kata Prof Dr H Fairin M.Pd, dirinya melihat bahwa ilmu administrasi pendidikan adalah sesuatu hal yang penting untuk membekali para pimpinan di berbagai lembaga pendidikan, hal ini supaya yang dilakukan bisa melaksanakan tata kelola kelembagaan.

Menurut Prof Farihin, dari pengetahuan bidang administrasi pendidikan inilah para pengambil keputusan bisa mengambil langkah-langkah strategis dari pengetahuan  program studi yang diambilnya itu. 

"Jadi ini adalah hal penting, ilmu ini perlu mendapatkan tempat dan untuk saat ini perlu mendapatkan porsi pengembangannya yang luas lagi, karena sekarang masuk ke era digital di mana semua orang harus memiliki untuk bisa memenej, karena bisa saja suatu saat nanti SDM itu berkurang akan tetapi kapasitas pengetahuan yang dimiliki orang-orang yang tersedia itu tetap mumpuni untuk menggerakan roda-roda organisasi atau roda-roda kelembagaan," terangnya.

Prof Dr H Farihin M.Pd mengaku dalam waktu dekat ini, langkah pasca pengambilan sumpah sebagai guru besar, dirinya ingin memberikan manfaat yang seluas luasnya untuk pengembangan lembaga IAIN Cirebon, dan lebih profesional dalam memberikan pelayanan kepada civitas akademika, serta kepada masyarakat secara luas. 

Untuk itu, Prof Dr H Farihin M.Pd berpesan kepada lembaga di mana dirinya mengajar dan bekerja agar  hendaknya hadir untuk mendorong dosen-dosen terutama yang sudah saatnya mereka untuk maju ke guru besar atau juga dari Lektor ke Lektor kepala diberikan porsi, kemudian diberikan anggaran yang mencukupi.

Selain itu, katanya, juga mesti ada satu treatmen khusus, seperti halnya menghadirkan para ahli, para narasumber yang mereka secara praktis sudah biasa mengelola kenaikan jabatan fungsional dosen. 

Jadi bukan hanya semata seminar-seminar, tapi juga ada pengetahuan-pengetahuan bersifat praktis yang nanti akan menjadi bekal bagi dosen-dosen untuk melangkah untuk memberi berproses kenaikan jabatan fungsional akademiknya.

"Karena ini kan perjuangan yang tidak ringan, terutama untuk guru besar.Jd lembaga harus harus hadir dan dosen juga konsen, serta dosen bisa mengupgrade dirinya untuk bisa maju lagi," ujarnya. (din)

Polres Cirebon Kota Buka Kerjasama dengan IAIN Cirebon di Bidang Kamtibmas

Penandatanganan Kerjasama antara Polres Cirebon Kota dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon di bidang Kamtibmas.


FOKUS CIREBON, FC - Polres Cirebon Kota bersama IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan penandatangan kerjasama (MoU) di bidang Kamtibmas. Kegiatan tersebut dihadiri para Wakil Eektor, para Dekan, dan para pejabat di lingkungan Rektorat serta dari jajaran Polres Cirebon Kota, Senin, (8/08/2023).

Menurut Kapolres Cirebon Kota, AKBP Muhammad Rano Hadiyanto, apa yang dilakukan pada hari ini adalah salah satu dari bentuk ibadah, karena yang pertama kita dianjurkan untuk silaturrahim, saling kenal mengenal antara kami dari Polres dengan dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kemudian yang kedua, yang akan kita lakukan pada hari ini adalah berupa kegiatan MoU, yaitu penandatanganan naskah kerjasama, dan isi dari MoU tersebut berupa sinergitas kegiatan, pencegahan perbuatan yang berpotensi melanggar atau yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

"Kami pihak kepolisian sebagai garda terdepan dalam rangka pencegahan terjadinya gangguan Kamtibmas sangat mengucapkan terimakasih kepada Pak Rektor dan jajarannya yang hari ini berinisiatif memperpanjang kontrak dari MoU ini," katanya.

Kapolres menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa berdiri sendiri dalam menjaga Kamtibmas di Kota Cirebon, khususnya di lingkungan IAIN Syekh Nurjati, sehingga perlu adanya dukungan dari semua cinitas kampus dan seluruh mahasiswa yang ada di lingkungan IAIN Cirebon.

Selain itu, program-program yang diatur dalam MoU tentu saja merupakan suatu hal yang sangat positif karena sesungguhnya adalah sifatnya pencegahan.

"Mudah-mudahan kegiatan yang positif ini bisa diikuti oleh seluruh civitas akademika IAIN Cirebon," ujarnya.

Sementara dalam sambutannya, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, mengatakan bahwa hari ini kita sama-sama bersyukur bisa bersilaturrahim dan melaksanakan kegiatan penandatangan MoU antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Polres Cirebon Kota, 

Kemudian yang kedua, kata Prof Aan, IAIN Cirebon saat ini sedang melakukan transformasi perubahan kelembagaan dan mudah-mudahan tahun ini bisa berubah menjadi Universitas Islam Negeri karena  menjadi pilot project dari Kementerian Agama dan ada platform yang ditambahkan yaitu bernama UIN Siber Syekh Nurjati Indonesia.

Maka harapan terbesar pemerintah, salah satunya prioritas program dari Kementerian Agama yakni menjadikan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi yang diberikan amanah menyelenggarakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). 

Pendidikan PJJ ini salah satunya ditunjang dengan kemampuan dan kapasitas teknologi yang harus dimiliki dan pihaknya sangat bersyukur karena pada tahun ini diberikan amanah juga untuk membangun gedung Siber. 

Gedung ini menjadi harapan civitas akademik sebagai gedung yang nanti memiliki IT untuk pengembangan pendidikan jarak jauh tetapi juga untuk kecepatan akses atau pemerataan pendidikan khususnya di provinsi-provinsi Indonesia, terutama di daerah-daerah tertinggal.

Mengenai MoU ini tentu saja kita bisa bersama dengan Polres Cirebon Kota mengimplementasikan Tridharma perguruan tinggi yakni, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

Demikian juga dengan rekan-rekan di program studi sedang mengembangkan kurikulum belajar kampus merdeka. Termasuk bisa menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya, terutama dalam menyangkut bidang ketertiban dan keamanan. 

"Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi awal kegiatan kita untuk berkonstribusi dan keguatan- kegiatan yang dapat memperluas akses perguruan tinggi," pintanya. (Nurdin)

RMB Sejati IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan I

KUNINGAN, FC - Rumah Moderasi Beragama IAIN Syekh Nurjati Cirebon (RMB Sejati) menyelenggarakan Orientasi Penguatan Moderasi Beragama Angkatan I sekaligus meresmikan website fihimafihi.id. Kuningan, (08/08/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat paradigma keislaman moderat bagi sivitas akademika sekaligus dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri Agama Nomor 93 tahun 2022 tentang Pedoman Penyelenggaraan Penguatan Moderasi Beragama bagi Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agama.

Saat menyampaikan materi, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani, menyayangkan sikap sebagian Muslim Indonesia yang masih terpapar faham keagamaan yang rigid, kaku, sekaligus ekstrem. Menurutnya, Islam adalah agama ramah dan akomodatif terhadap tradisi.

“Beberapa literatur keislaman yang saya kaji menyatakan bahwa Islam menolak ekstremisme beragama karena tidak sesuai dengan nilai keadilan, setidaknya terwujud pada tiga sikap, yaitu adil pada diri sendiri, adil pada manusia lain dan masyarakat secara umum, serta adil terhadap pemerintah,” ungkapnya.

Lebih jauh Aan menjelaskan, basis ideologi Islam moderat sejalan dengan epistemologi yang dalam literatur keislaman dikenal dengan doktrin al-mashlahah al-‘ammah (kepentingan publik). Dalam locus masyarakat Cirebon, doktrin maslahat telah sejak lama termanifestasi dalam konstruk sosial budaya yang lekat dengan nilai toleransi, adil, seimbang, dan moderat.

“Pada aspek kebijakan, kami menerjemahkan program prioritas Kementerian Agama ini pada tiga aspek kebijakan strategis yang telah kami susun sebagai program prioritas Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2023–2026, yaitu kurikulum berbasis Moderasi Beragama, ruang akademik, serta pelayanan berbasis moderasi beragama,” pungkasnya.

Di saat bersamaan, Direktur RMB Sejati, Mohamad Yahya, menyampaikan tidak kurang dari 672 pegawai yang tercatat di lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, baik yang berlatar belakang ASN maupun Non-ASN. Angka ini belum ditunjang dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 12.500 orang.

“Dengan jumlah sivitas akademika yang demikian besar, bukan tidak mungkin jika sebagian di antaranya terpapar faham radikalisme dan ekstrimisme beragama. Karena itu, kegiatan ini perlu dilaksanakan secara berkesinambungan karena dampaknya yang sangat signifikan untuk mencegah hal-hal yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara di ruang akademik,” tegasnya.

Kegiatan ini akan menghadirkan Marzuki Wahid (staf khusus Wakil Presiden RI), Imam Safei dan Sahiron sebagai narasumber, dan diikuti 50 peserta yang terdiri atas Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, hingga kepala Lembaga dan Unit, serta akan diselenggarakan hingga empat hari ke depan. (din)

Senin, 07 Agustus 2023

Pemkab Cirebon Memperingati Hari Keluarga Nasional Ke 30 dan Hari Anak Nasional Ke 39

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Keluarga Nasional ke-30 dan Hari Anak Nasional ke-39 tingkat Kabupaten Cirebon tahun 2023 di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (7/8/2023).

Peringatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah dan perwakilan forum anak Kabupaten Cirebon.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan bahwa momentum peringatan HARGANAS dan HAN ini sebagai pengingat pentingnya peran keluarga dalam pembangunan kesejahteraan keluarga maupun masyarakat. 

Pemkab Cirebon dan berbagai pihak terus berkomitmen, bersinergi untuk menciptakan berbagai program, kebijakan maupun berbagai kegiatan dalam rangka percepatan penurunan stunting serta menjamin pemenuhan hak anak di Kabupaten Cirebon.

"Alhamdullilah angka stunting di Kabupaten Cirebon mengalami penurunan, ini semua berkat kerja keras semua pihak," kata Imron.

Imron menjelaskan, pada tanggal 23 Juli 2023, Kabupaten Cirebon mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak kategori Pratama yang dianugerahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. 

"Mari kita tingkatkan komitmen bersama anggota gugus tugas kabupaten layak anak, dalam terwujudnya Kabupaten Cirebon layak anak kategori utama di tahun 2024," lanjutnya.

"Saya mengajak seluruh satuan kinerja perangkat daerah, lembaga pemerintah dan non pemerintah, dunia usaha, dan media masa serta forum anak di Kabupaten Cirebon untuk terus meningkatkan komitmennya dan bersama-sama dalam mewujudkan program percepatan penurunan stunting dan kabupaten layak anak," ajak Imron.

Di tempat yang sama, Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. Hj. Nunung Roosmini mengatakan, pihaknya mengajak seluruh elemen agar dapat berkomitmen dalam pemenuhan hak anak di masa sekarang, yang mana merupakan jaminan atas kesediaan sumber daya manusia unggul di masa depan.

"Mari kita kuatkan komitmen bersama dalam terwujudnya kabupaten layak anak untuk saling bahu-membahu mendukung melalui kegiatan yang kita miliki, untuk pemenuhan hak anak dan perlindungan anak secara terpadu dan berkelanjutan," ujar Nunung.

"Hal ini dapat dilaksanakan melalui upaya pengembangan sekolah dan pesantren ramah anak, ruang bermain ramah anak, pusat kreativitas anak dan fasilitas serta kegiatan lainnya yang diperuntukkan kepada anak-anak dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan," imbuhnya. (Nisa)

FEBI IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Workshop dan Praktikum Kewirausahaan Mahasiswa

FOKUS CIREBON, FC - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (F-EBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Workshop dan Praktikum Kewirausahaan Mahasiswa Pada Fakultas Ekonomi dan Bisnsis Islam Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon bertempat di gedung SBSN FEBI lantai 4 selama dua  hari Tanggal 07 s/d 08 Agustus 2023. 

Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengusaha muda mahasiswa F-EBI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan menghadirkan narasumber Hanif ST (CEO Syakha Berkah Kreatif) dan dimoderatori oleh Rijal Assidiq Mulyana, M. Pd. 

Di hari pertama dan hari kedua menghadirkan narasumber Imam Choirul R ( Direktur Utama PT. Mencetak Banyak Gol) dengan moderator Ema Wilianti Dewi, M. Pd. dan selaku ketua panitia Rafeldo Fanther, MBA. Senin (07/08/23)

Dr. Hj. Dewi Fatmawati, M. Si (Wakil Dekan II mewakili Dekan F-EBI IAIN Syekh Nurjati Cirebon) dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut menyampaikan agar mahasiswa merubah minsetnya dimana kalau lulus kebanyakan berfikir masih untuk mencari kerja dirubah minsetnya setidaknya bisa menjadi pengusaha, menciptakan lapangan pekerjaan.

Dengan kemajuan teknologi biasa menunjang mahasiswa untuk kreatif berusaha, dengan didampingi oleh narasumber berharap bisa menumbuh kembangkan semangat berwirausaha. (din)

BSA IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Bersama Kelas Menulis Kolaboratif Melalui Zoom Meeting

FOKUS CIREBON - Pasca pelaksanaan International Lecturer Mobility atau mobilitas dosen lintas negara oleh dosen-dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab di Universitas Islam Intenasional Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) bulan Mei 2023 lalu. BSA kembali melakukan kegiatan bersama berupa “Kelas Menulis Kolaboratif” untuk mahasiswa Jurusan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan fakultas bahasa arab, UniSHAMS. 

Program ini dimulai secara resmi pada Senin, 7 Agustus 2023 melalui platform Zoom meeting dengan dihadiri oleh para civitas akademika dari kedua belah pihak Dekanat, pimpinan Jurusan, Mahasiswa dan dosen. 

Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas Bahasa Arab, UniSHAMS yaitu Dr. Mohd Syauqi Bin Arshad dan juga Wakhid Nashruddin, Ph.D selaku Wakil Dekan Fakultas Ushuludin dan Adab IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Dekan Fakultas Bahasa Arab, UniSHAMS, Dr. Mohd Syauqi Bin Arshad, dalam sambutan sangat mengapresiasi program kelas menulis kolaboratif yang diinisiasi oleh jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini,

“Kelas Menulis Kolaboratif ini adalah contoh nyata bagaimana kerjasama antar universitas dapat memperkaya pembelajaran mahasiswa. Kolaborasi semacam ini memupuk semangat inovasi dan membantu mahasiswa membangun keterampilan yang relevan di dunia yang terus berubah,” ujarnya.

Melihat pentingnya kecakapan menulis yang kuat dalam dunia akademik dan profesional, kedua lembaga memutuskan untuk bergandengan tangan dalam program ini. 

Dengan menggabungkan berbagai bakat dan perspektif, para mahasiswa diharapkan dapat belajar bagaimana memadukan gagasan, merangkai kata-kata, dan menghasilkan karya tulis yang kuat dan bermakna.

Menurut Mohammad Andi Hakim selaku mentor kegiatan, ‘Program ini akan berlangsung selama satu semester atau lima bulan terhitung dari Agustus hingga Desember 2023 dan menampilkan serangkaian workshop pendampingan dan sesi diskusi yang dipandu oleh para dosen berpengalaman dari kedua universitas. 

Mahasiswa diberi kesempatan untuk menulis berdasarkan kecenderungan jenis tulisan yang mereka sukai baik non fiksi seperti artikel ilmiah atau berjenis fiksi seperti novel, puisi dan cerita dan di targetkan bulan Desember akan Lauching buku-buku hasil dari program ini.

Salah satu peserta, Sharifah Farhana Al Edruce Binti Wan Saed, mahasiswa dari Fakultas Bahasa Arab, UniSHAMS menyatakan, “Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi kami untuk melihat pendekatan berbeda dalam menulis. 

Melalui forum bersama dengan teman-teman dari BSA IAIN Syekh Nurjati, saya berharap mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana memandang topik dari berbagai sudut pandang dan akan mengasah bakat menulis saya hingga menghasilkan karya ilmiah berbahasa Arab dan English khususnya. 

"Dalam semangat kerjasama dan pertukaran pengetahuan, program Kelas Menulis Kolaboratif akan menjadi wadah bagi mahasiswa kedua universitas untuk saling belajar dan menginspirasi," ujar Erfan Gazali, Sekertaris Jurusan BSA sekaligus Koordinator kegiatan ini. 

Ikut terlibat dalam program angkatan pertama ini 17 mahasiswa yang terdiri dari 9 mahasiswa UniSHAMS dan 8 Mahasiswa BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Adapun mentor terdapat 9 orang dosen, enam orang dosen BSA dan 3 orang dosen dari Fakultas Bahasa Arab, UniSHAMS. (din)

Minggu, 06 Agustus 2023

Desa Wisata Religi Astana Gunungjati Kabupaten Cirebon Masuk 75 ADWI 2023

 

KABUPATEN CIREBON -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menetapkan Desa Wisata Religi Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu dari 75 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Berdasarkan pantauan, Minggu (6/8/2023), Sandiaga Uno tiba di Desa Wisata Religi Astana sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung diarak menggunakan kereta kencana sejauh 200 meter dari jalan masuk hingga pintu gerbang Makam Sunan Gunung Jati. 

Setelah diarak, Sandiaga langsung berdialog dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Wisata Religi Astana dan mengunjungi stand para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menuju ke Makam Sunan Gunung Jati untuk berziarah. 

Menurut Sandiaga, dari 4.000 desa yang mendaftar dalam ajang ADWI, sebanyak lima persennya merupakan desa religi. Desa Wisata Religi merupakan yang terbaik, karena memiliki potensi besar. 

"Desa wisata ini tidak hanya mengundang wisatawan dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri. Laporan dari kepala desa, wisatawan dari Brunei Darusalam dan Malaysia juga datang," kata Sandiaga.

Di dalam makam ini, terdapat makam Sunan Gunung Jati yang merupakan Wali Songo penyebar agama Islam di tanah Jawa, juga merupakan sultan pertama Kasultanan Cirebon yang semula bernama Keraton Pakungwati.

Untuk menunjang aktivitas kepariwisataan, di desa ini terdapat sejumlah homestay yang bisa disewa oleh para peziarah. Harga sewa untuk satu rumah relatif terjangkau, hanya Rp150 ribu hingga Rp500 ribu.

Dalam momen tertentu, sejumlah kegiatan budaya dilaksanakan di Desa Wisata Religi Astana, diantaranya grebeg syawal, nadran, dan upacara adat mapagsri. 

Selain itu, beberapa ragam kuliner khas mulai dari empal gentong, docang, nasi lengko, intip (kerak nasi), emping melinjo, emping amba, dan kerupuk lambak ditawarkan untuk memanjakan lidah para wisatawan. 

ADWI merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa wisata yang memenuhi kriteria penilaian Kemenparekraf/Baparekraf. Tak hanya “berlomba”, ADWI 2023 diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Indonesia.

ADWI akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga, kedepannya bisa mengangkat desa-desa di Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia, serta berdaya saing global dan berkelanjutan.

Di sisi lain, ADWI 2023 diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa tersebut, sekaligus menstimulasi kolaborasi antar unsur pentahelix (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) demi kemajuan desa wisata.

Ada lima kriteria penilaian yang harus dipenuhi seluruh peserta ADWI 2023, yang pertama, yakni desa wisata harus memiliki keunikan dan keautentikan daya tarik wisata berupa alam, buatan, serta seni dan budaya. 

Selanjutnya, penilaian akan diambil dari peningkatan standar kualitas pelayanan homestay dengan melestarikan budaya lokal. Sekaligus, standar kualitas toilet dalam memenuhi sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan yang berkunjung. 

Penilaian ketiga, diambil dari kemampuan akselerasi percepatan transformasi digital, serta menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata secara digital. Sementara itu, penilaian keempat dilihat dari souvenir yang dijual. 

Setiap desa wisata harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan karya berbasis kearifan lokal. 

Satu lagi kategori penilaian yang akan dipertimbangkan dalam ajang ini, yaitu kelembagaan desa wisata dan CHSE. Desa wisata harus berbadan hukum, memiliki pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan, memiliki manajemen risiko, serta menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) berstandar nasional. 

Bupati Imron berterima kasih pada Sandiaga Uno yang telah memberikan Desa Astana masuk dalam 75 ADWI. Pihaknya berpesan agar seluruh masyarakat, khususnya Desa Astana bisa menjaga keasrian, ketertiban, dan kebersihan.

"Kami berpesan pada masyarakat Cirebon, khususnya yang ada di Desa Astana, mari jaga keasrian, ketertiban, dan kebersihan," kata Imron.

Imron menjelaskan, banyak kelebihan di Desa Astana yang mejadi penilaian Sandiaga Uno. Pihaknya mengharapkan, masyarakat Indonesia yang hendak berziarah ke luar negeri, bisa datang terlebih dahulu ke Cirebon

Sebab, kata Imron, Cirebon merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam peradaban Islam. "Dan wali juga salah satunya ada di sini," tambahnya.

Terkait beberapa faktor yang menjadi kekurangan Desa Wisata Religi Astana, Imron berkomitmen siap membantu. 

"Tadi kata Pak Menteri, yang datang ribuan, tapi manfaat terhadap warung-warung kurang maksimal. Maka harus ada kerjasama antara pemerintah dengan pengelola. Pemerintah daerah siap untuk cari solusinya," sambung Imron. (din)

Sabtu, 05 Agustus 2023

IAIN Cirebon Bersama UIN Sunan Kalijaga Bekerjasama dengan DLH dan Polres Cirebon Adakan Seminar Pengelolaan Sampah


FOKUS CIREBON, FC - KKN kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Cirebon menyelenggarakan “Seminar Pengelolaan dan Kebermanfaatan Sampah” di Gor GMG Nyimas Ayu Danawati di Desa Kalitengah, Cirebon pada (5/7)

Seminar tersebut merupakan salah atu dari tiga program yang diusung dalam pengelolaan sampah, yakni, seminar pengelolaan dan kebermanfaatan sampah, bakti sosial, dan pengadaan bank sampah. Program tersebut bekerjasama dengan dinas lingkungan hidup dan polresta cirebon.

Seminar tersebut dibuka dengan sambutan oleh Muhammad Fadlan H. daud selaku ketua acara, menurutnya program yang diusung dalam mengatasi sampah tidak akan berhasil dan berkelanjutan kalau tidak ada kerja sama dari lapisan masyarakat.

“Acara seminar pengolahan dan kebermanfaatan sampah merupakan salah satu dari tiga program yang diusung untuk membebaskan lingkungan dari sampah yang ada di kali tengah” ujar fadlan dalam sambutan tersebut.

Selaras dengan Fadlan, Siti Asiyah selaku Kuwu Desa Kalitengah menyatakan bahwa bersama dalam mengatasi sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih. Lebih lanjut dengan kerja sama maka sampah bukan lagi masalah, melainkan menjadi peluang untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Acara ini bukan hanya tentang seminar, tetapi juga tentang membangun jaringan, berbagai gagasan, dan menjalin kemitraan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Bersama, kita akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih makmur untuk generasi mendatang. Sampah bukan lagi masalah melainkan peluang untuk menggapai kesejahteraan bersama” jelasnya. m

Hal itu membuat Mumtaz Afridah selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi dalam sambutannya ia berharap bahwa program yang dibuat kkn kolaborasi kelompok 110 dapat memberikan manfaat pada masyarakat kali tengah.

Selanjutnya acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dinas lingkungan hidup yang diwakili oleh Yayan Hendrawan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari program KKN Kolaborasi, Yayan berharap upaya penyelesaian sampah tidak hanya berhenti pada saat seminar dan harus ada keberlanjutan di masyarakat. Untuk itu Yayan melanjutkan kesadaran tentang kebersihan sampah harus ditanamkan sejak dini. Sehingga kesadaran tentang sampah harus ditanamkan kepada anak-anak, tapi tidak hanya kesadaran.

Menurut Yayan harus ada tindak lanjutnya hingga kesadaran tentang sampah dapat menjadi karakter dalam diri anak-anak bahkan menjadi budaya di masyarakat.

“Diajarkan ke anak-anak tapi tidak hanya itu, harus dilatih menjadi kebiasaan, lalu karakter, dan kemudian menjadi budaya” ujarnya saat membawakan materi.

Menurut Yayan data BPS tahun 2022 jumlah penduduk Cirebon sebesar 2.315.420 jiwa dan sampah yang dihasilkan sebesar 1.250 ton/hari. Sedangkan baru 2050 ton /hari atau dua puluh persen dari semua itu yang dapat diangkut ke TPA Gunung Santri. Dengan keterbatasan pengelola yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup yang hanya beberapa persen dari jumlah sampah penduduk yang dapat dikelola.

Untuk itu program seminar pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Kapolresta Cirebon yang diwakili oleh Mohammad Ardi Wibowo, sekaligus sebagai pemateri kedua. Menurutnya program yang digagas oleh KKN Kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Cirebon merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat sebab terkait dengan pengolahan sampah, apalagi acara tersebut dapat memicu masyarakat untuk perduli terhadap lingkungan yang terbebas dari sampah di Desa Kali Tengah. (Nisa)