Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 05 Agustus 2020

Soal Rotasi dan Promosi, DPRD Tekankan Penempatan Yang Proporsional

 

FOKUS CIREBON - Peran dan tugas pokok (tupoksi) DPRD dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Para politisi di gedung putih ini, tidak ingin melewatkan begitu saja momentum dan program penting bagi perubahan di Kota Cirebon.

Seperti soal rotasi, mutasi dan promosi bagi eselon III dan IV yang akan digelar oleh Pemerintah Kota Cirebon pada  bulan Agustus ini. 

Gedung putih ingin penempatan ASN di tempatkan pada keahliannya. Hal inilah yang menjadi sorotan Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPRD bisa diperhatikan, kalaupun ada rotasi, mutasi dan promosi harus sesuai dengan keahlian bagi ASN.

"ASN di bidang kesehatan agar ditempatkan di kesehatan, bidang pemerintahan ditempatkan di pemerintahan, bidang pendidikan di pendidikan dan selanjutnya seperti itu,“ kata Dewa.

Sebab jika salah penempatan, resikonya adalah bisa membuat kerjanya kurang maksimal. Maka rotasi harus menjadi suatu kebaikan bagi Pemkot Cirebon. 

Dalam hal ini, DPRD harus dilibatkan, karena keterkaitan dengan pengawasan, meskipun hak prerogatif ada di walikota. 

“Ini tugas kami yang juga bisa memberikan masukan ke Pemkot Cirebon, agar penempatan itu proporsional jangan sampai, sarjana pendidikan ditempatkan di pekerjaan umum, sarjana kesehatan ditempatkan di pendidikan, atau pun sarjana hukum ditempatkan di kesehatan," ujarnya.

Jadi proporsional itu, tandasnya, harus sesuai keahliannya, sehingga kerja bisa maksimal demi kemajuan Kota Cirebon. (Agus)

Selasa, 04 Agustus 2020

HUT RI Ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 Tetap Digelar

FOKUS CIREBON - Di masa pandemi, Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 75 yang dirangkai dengan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 tetap digelar. 

Perayaan lebih sederhana, namun tetap khidmat serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah maju.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon yang juga ketua panitia HUT RI ke 75 dan Hari Jadi Kota Cirebon ke 651, Ma’ruf Nuryasa, AP, menjelaskan bahwa tema yang diangkat pada peringatan HUT RI ke 75 yaitu Indonesia Maju. 

“Sedangkan tema HUT Kota Cirebon ke 651 tahun ini mengambil tema semangat membangun bersama,” ungkap Ma’ruf. 

Tema tersebut tercermin dari logo HUT ke 651 yang dipilih tahun ini.

Logo HUT Kota Cirebon tahun ini memperlihatkan api yang berkobar namun dengan angka 651. Angka 6 berwarna biru, sekaligus merefleksikan gambar udang. 

“Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang,” jelasnya. 

Sedangkan angka 5 berwarna merah menggambarkan kepala burung garuda dengan tatapan mata yang tajam sebagai akulturasi semangat peringatan hari jadi Kota Cirebon yang berbarengan dengan HUT RI, Cirebon untuk Indonesia. 

“Sedangkan angka satu yang bewarna hijau sebagai penutup angka sekaligus menjadi simbol kesatuan,” papar Ma’ruf.

Tagline Hari Jadi Kota Cirebon ke 651 yaitu Memayu Charuban Jati yang berarti mempercantik dan memperindah. 

Melalui tema dan tagline di hari jadi ke 651 Pemda Kota Cirebon mengajak kepada seluruh masyarakatnya bersama-sama membangun, mempercantik dan memperindah sebagai upaya melindungi Cirebon baik lahir maupun batin.

Untuk perayaan HUT Kemerdekaan RI, agendanya telah ditetapkan oleh sekretariat negara. Sejumlah acara ada yang dihilangkan namun ada pula yang tetap digelar. Seperti pengibaran bendera pusakan yang pesertanya dibatasi. Begitu juga dengan paskibraka yang pesertanya juga dibatasi.

 “Untuk acara veteran tetap ada, tapi ada yang berubah tahun ini,” ucap Ma’ruf. 

Yaitu bukan para veteran yang datang dan berkumpul ke Balaikota Cirebon, namun Pemerintah daerah (Pemda) Kota Cirebon yang mendatangi mereka.

“Dilakukan tanggal 14 Agustus 2020 usai sidang paripurna DPRD Kota Cirebon,” ungkap Ma’ruf. 

Nantinya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama dengan DPRD serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Kota Cirebon akan dibagi-bagi menuju rumah veteran. 

“Jadi sekarang, kita yang mendatangi mereka,” tutunya lagi. 

Saat ini sudah ada 75 veteran yang tercatat untuk didatangi di peringatan HUT RI ke 75.

Sedangkan untuk hari jadi Kota Cirebon ke 651 sejumlah agenda juga akan digelar. Diantaranya Gerakan Cirebon Bermasker yang digelar di sejumlah titik untuk mencegah kerumunan orang. 

“Ada 7 ribu masker yang siap dibagikan sekaligus gerakan sosialisasi bahwa pandemi Covid-19 masih ada,” pungkas Ma’ruf. 

Juga diagendakan bebersih tajug dan tempat ibadah yang ada di Kota Cirebon mulai 5 Agustus mendatang. Targetnya 300 lokasi.

Pada 20 Agustus 2020, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, akan mencanangkan dibukanya Wi-fi yang ada di setiap kantor pemerintahan, bahkan hingga tingkat kelurahan, untuk siswa yang saat ini tengah belajar daring. Juga disiapkan aplikasi yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon. 

“Aplikasi ini bisa digunakan untuk anak-anak sekolah yang saat ini tengah belajar daring,” kata Ma’ruf.

Pada 20 Agustus, kita akan lakukan streaming selama 651 menit mulai dari jam 8 pagi. “kita lakukan city branding,” jelasnya. 

Berbagai segmen akan digelar, seperti budaya serta berbagai potensi yang dimiliki Kota Cirebon. Juga akan diberikan giveaway atau hadiah untuk masyarakat Kota Cirebon dengan hadiah-hadiah yang menarik. 

“Sebelumnya, 15 Agustus, ada festival tari topeng di 6 lokasi, 5 tarian secara serempak,” tandas Ma’ruf. 

Semua kegiatan, katanya, dirancang dengan tetap meminimalkan kerumunan orang dan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. (cpi)

Bekerjasama BRI, Damri Luncurkan E-ticketing Brizzi Damri


JAKARTA - Untuk memudahkan pelanggan dalam membeli tiket, Damri bekerja sama dengan Bank BRI meluncurkan tiket elektronik (e-ticketing), yaitu kartu Brizzi Damri edisi khusus.

Dengan menggunakan kartu Brizzi Damri edisi khusus, pelanggan Damri bisa mendapatkan tarif rute Jakarta (Kalibata City) - Bandung,(Festival Citylink & Kebon Kawung) hanya dengan membayar sebesar Rp. 100.000 dari harga normal Rp.120.000.

Harga ini berlaku mulai 1 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2020 dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta (Kalibata City)-Bandung (Festival Citylink dan Kebon Kawung) pukul 06.30 dan 16.30 WIB.

"Kartu Brizzi Damri edisi khusus ini dapat di beli di sales counter Damri Kalibata City, Jakarta," kata Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R. Saputra, Selasa (4/8/2020).

Demikian juga dijelaskan, jika Damri hadir untuk memberikan kenyamanan armada bus sehat yang dilengkapi dengan protokol kesehatan. Terutama masyarakat daerah Bogor yang setiap pagi hari harus melakukan perjalanan ke Jakarta untuk berkerja. 

"Sehingga lebih aman dan sehat ketika berpergian menggunakan Damri. Selain itu, Damri juga turut mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," tandasnya. (dade)

Melalui Penyertaan Lunas PBB, Pemdes Kertawinangun Genjot Pajak



FOKUS CIREBON - Membangun kesadaran masyarakat dalam membayar pajak harus terus ditingkatkan. 

Untuk mewujudkannya, Pemerintah desa Kertawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, mewajibkan setiap warganya dalam pengurusan pelayanan publik dengan menyertakan surat lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

Kuwu Kertawinangun Dedi menuturkan, dalam menumbuhkan kesadaran  masyarakat dalam membayar PBB, diperlukan peran aktif semua pihak, termasuk upaya yang tengah dilakukan pihak desa.

Kata Dedi, dengan mewajibkan masyarakat menyertakan bukti lunas PBB dalam mengurus berbagai pelayanan, seperti administrasi pembuatan KTP dan lainnya, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, Pemdes tetap memberikan pelayanan, sekaligus penyuluhan dan pemahaman kepada warga agar taat membayar PBB," ungkap Dedi, Selasa (4/8/2020).

Dijelaskan, pencapaian PBB pada Agustus nanti, pihaknya telah menargetkan 60 persen tercapai.

"Ini adalah cara memotivasi warga agar tumbuh kesadaran dan kepedulian," ujar Dedi. (im)

Lewat Seminar, Direktur Diktis Bedah Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN


FOKUS CIREBON - Prof Dr M Arskal Salim GP, M.Ag, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag RI, dalam seminar mengungkapkan bahwa IAIN Cirebon dengan segala fasilitas yang sudah dimiliki termasuk SDM yang ada memungkinkan pada percepatan transformasi dari IAIN ke UIN.

Hanya memang, lanjut Arskal Salim, ada sejumlah persyaratan yang musti ditempuh pada transformasi tersebut dengan minimal memiliki 10 persen guru besar dan 5 Fakultas. 

"Saya melihat IAIN Cirebon sudah memiliki semuanya. Sebagai perguruan tinggi tentu IAIN Cirebon sangat mudah diakses karena memiliki Bandara Kertajati, Kereta Api, Terminal Bus, dan transportasi lainnya. Tinggal bagimana kesiapannya saja," ujarnya, Selasa (4/8/2020).

Arskal Salim juga menegaskan bahwa yang terpenting bukan soal mengejar universitasnya tetapi adalah bagaimana pada kesiapan pasca transformasi tersebut, baik adminitrasinya, SDM yang dimiliki maupun teknis lannya.

"Memang IAIN Cirebon sangat prospektif menjadi universitas mengingat letaknya yang strategis dan terdukung dengan sejumlah fasilitas yang dimiliki," katanya.

Terkait transformasi tersebut, jelas Arskal Salim, saat ini untuk menjadi UIN harus memiliki guru besar yang cukup. Untuk itu, diharapkan IAIN Cirebon bisa ikut masuk dalam transformasi ini. Tinggal bagaimana kesiapan-kesiapan dan langkah-langkahnya, termasuk prodi-prodinya.

"Dulu pada tahun 2002, UIN Jakarta usai diresmikan memiliki rekomendasi yang diperluas, yakni membuka prodi-prodi umum, yakni kedokteran dan kesehatan," ucapnya.

Namun demikian, Arskal Salim sepakat bahwa tumbuhnya UIN-UIN di Indonesia harus tetap mempertahankan akar sejah dan pendiriannya, yakni memperbanyak prodi-prodi keislamannya, agar identitas Universitas Islam tidak malah tercerabut dan yang dikenal malah prodi umumnya.

Arskal Salim juga memberikan informasi bahwa berdasarkan arahan Dirjen, pada bulan Agustus 2020 ini, asesment dilakukan dan visitasi yang diperlukan juga akan dilakukan.

"Ini sesuai arahan Pak Dirjen, kemudian tahun ini sebenarnya sudah mulai mereview kenaikan pangkat lektor dan guru besar, dan aplikasinya sedang kami siapkan, mudah-mudahan pada tahun 2021 nanti sudah bisa terwujud," jelasnya.

Demikian juga terkait dengan renstra, di mana renstra 2020-2024, renstra yang ditarget adalah 1000 guru besar. "Inilah akselesarasi guru besar. Sedangkan soal transformasi, target kita di tahun 2024 ada penambahan 30 PTKIN," katanya.

Sementara itu, kegiatan yang digelar di ruang Auditorium FITK tersebut dihadiri para pimpinan dan dosen civitas akademika IAIN SNJ Cirebon ddenga tetap menjalankan protokol kkesehatan.

Selain dibuka sasson dialog, Arskal Salim dalam seminar tersebut didampingi Dr H Saefudin Juhri MAg, Warek I, yang juga moderator. 


Seminar Akselerasi Guru Besar dan Transformasi IAIN Menuju UIN sendri mengambil tema "Kebijakan Akselerasi Lektor Kepala dan Guru Besar dalam Mempersiapkan Transformasi IAIN Menuju UIN" yang langsung dihadiri oleh Direktur Diktis Kemenag RI. 

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Syekh Nurjati Cirebon Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr Saefudin Zuhri MAg mengungkapkan, kemajuan sumber daya manusia dosen di suatu kampus ditandai dengan semakin banyaknya guru besar yang berkompeten di bidangnya.

Kata dia, guru besar tersebut bertugas untuk menjaga “gawang” keilmuan di kampus setempat.
Guru besar merupakan jabatan puncak akademik, setelah itu tidak ada lagi dan saat ini IAIN Syekh Nurjati Cirebon sudah memiliki 10 guru besar. 

"Mudah-mudahan dengan kedatangan Pak Direktur bisa memberikan motvasi dan kejelasan kepada teman-teman yang lain agar bersemangat meraih dan memenuhi kualifikasi jenjang akademik itu," tuturnya. 

Demikian juga pimpinan akan memberi pendampingan dan penguatan, seperti pendampingan memberi pendampingan penulisan jurnal internasional.

"Terkait alih status dari IAIN ke UIN, kami telah mengirimkan proposal perubahan status tersebut ke Kementerian Agama. Saat ini, kami masih menunggu proses selanjutnya, yaitu visitasi yang dilakukan oleh tim asesor," terang Saefudin.

Visitasi ini, lanjutnya, dilakukan oleh tim asesor untuk mencocokan data dan persyaratan alih status dari IAIN menjadi UIN. (din)