Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Maret 2020

Wali Kota Cirebon dan Kapolres Bakal Menindak Tegas Pelaku Penimbun Masker


CIREBON, FC - Hilangnya masker bersamaan dengan gencarnya wabah corona, juga terjadi di Kota Cirebon. Saat rombongan Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati, pada Rabu, 4 Februari 2020 kemarin, ternyata masker sulit ditemukan.

Hal ini membuat geram Wali Kota Nashrudin Azis, dan Azis akan menindak tegas para pelaku penimbun masker. Untuk itu, Azis meminta kepada pemilik toko serta apotek untuk tidak membiarkan pembelian dalam jumlah banyak kepada satu orang. 

Azis juga meminta pemilik toko dan apotek juga ikut bersama-sama menjaga dan bertanggung jawab terhadap keselamatan di daerahnya.

Azis menegaskan Pemkot Cirebon akan bekerjasama dengan Polres Cirebon Kota, Kodim 0614/Kota Cirebon dan Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menindak tegas para pelaku penimbun masker.

Forkopimda menurut Azis juga tidak akan tinggal diam. Khususnya kepolisian setiap hari akan melakukan pengawasan di lapangan.

Ketersediaan masker di sejumlah apotek dan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati. Kota Cirebon, Jawa Barat, sudah mulai mengalami kekosongan. 

Hal ini diketahui saat Wali Kota Nashrudin Azis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cirebon melakukan monitoring ke supermarket, apotek dan RSD Gunung Jati.

“Dari hasil pemantauan kami, khususnya masker, dimana-mana sudah terjadi kekosongan,” ungkap Azis.

Kelangkaan masker di Kota Cirebon, terjadi setelah munculnya isu virus corona yang menyerang dua warga Depok, Jawa Barat yang diumumkan oleh Presiden Jokowi di Jakarta pada Senin, 2 Maret 2020 lalu.

“Mana yang menimbun alat kesehatan, mana yang menimbun bahan pangan, semua akan dipantau. Jika ada yang menimbun atau menaikkan harga di luar kewajaran, semua akan ditindak dengan tegas," tegas Azis.

Hal yang sama ditegaskan oleh  Kapolres Cirebon Kota, AKBP Syamsul Huda, pihaknya akan menindak tegas setiap bentuk pelaku penyimpangan. 

“Kita terus pantau ketersediaan dan harga di lapanga. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak masuk akal, maka akan segera ditindak dengan tegas," tandas Kapolres Cirebon Kota.

Sementara itu, ketakutan warga juga semakin tinggi, seperti diakui oleh Sumiyati warga Kejaksan Kota Cirebon, saat bertemu fokuscirebon.com dan ditanya seputar kelangkaan masker di Kota Cirebon, dirinya hanya berharap Wali Kota segera menyelesaikan masalah ini, agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan dan membeli masker.

"Tindak saja, ini kan sudah keterlaluan, masa lagi kema musibah begini, masker yang benar-benar lagi dihutuhkan tiba-tiba hilang, kan aneh," kata Sumiyati, Jum'at, (6/3/2020).

Hal senada juga diungkapkan Wawan, warga Kota Cirebon ini meminta hukan saja pelaku penimbun yang ditindak, tetapi Pemkot harus menstabilkan keadaan agar warga tidak panik dan masker dengan mudah dapat dibeli di mana saja. (nur)

Kamis, 05 Maret 2020

Diduga Drainase Buruk, Kota Cirebon Dikepung Banjir, Ini Kata Warga..


CIREBON, FC - Diduga buruknya drainase perkotaan yang membuat banjir di sejumlah tempat di Kota Cirebon mendapat tanggapan miring warga. Mereka menuding proyek-proyek yang menelan anggaran ratusan juta hingga milliaran tak mmebuahkan hasil saat hujan mengguyur Kota Cirebon.

"Beberapa tahun ini Kota Cirebon terus membangun, mulai trotoar, jalan, jembatan hingga drainase. Namun kenyataannya hujan turun Kota Cirebon tetao banjir, malah banjir tahun ini cukup parah. Ini jelas proyek mubajir," kata Yanto Warga Kesambi, Kota Cirebon, Kamis, (5/3/3/2020) memanggapi pasca banjir di Jalan Cipto MK dan Jl BAT kemarin Rabu, (4/3/2020).

Yanto menegaskan, sebagai warga Kota Cirebon, dirinya bersama warga lain hanya berharap, proyek-proyek yang digelar dinas terkait bisa memberikan efek positif dan bermanfaat bagi warga masyarakat Kota Cirebon. Selain masa pemakaiannya atau kekuatannya agak lama juga proyek tersebut bukan hanya membebaskan kewajiban membangun tanpa memperdulikan kualitas pekerjaan.

Hal senada juga disampaikan Jajang, warga Harjamukti, bahwa buruknya drainase bisa berakibat terganggunya aluran air. Selain itu, daerah resapan pun kian sedikit, sehingga menambah luasnya air membanjiri Kota Cirebon.


"Setiap pekerjaan pembangunan, harus diawasi secara ketat, jangan lengah, siapapun harus andil mengawasi. Karena ini untuk memberikan kualitas pekerjaan. Coba saja kita lihat, setelah trotoarisasi dan drainase dibangun malah banjir datang, seperti di Majasem depan MAN 2 Kota Cirebon, di depan kampus Unswagati Fakultas Kedokteran dan depan kantor Dishub, juga di sejumlah tempat lainnya," ujarnya geram.

Jajang berharap, kedepan proyek-proyek pembangunan sudah harus mengedepankan kualitas dan keseriusan semua pihak. Agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi, sebab bisa dipastikan dengan kemajuan perkotaan, resapan air dan kurangnya kualitas pekerjaan bisa menimbulkan masalah baru," tandasnya. (nur)

Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Doakan Keselamatan Bangsa dan Negara dari Wabah Corona


JAKARTA, FC - Polsek Kawasan Sunda Kelapa, setiap Kamis menggelar doa dan dzikir, kemudian dilanjutkan baca surah Yassin dengan berjamaah. Acara doa bersama yang dilakukan Polsek Kawasan Sunda Kelapa, setidaknya sudah memberikan doa pada bangsa dunia yang saat ini sedang di landa wabah virus Corona.

Selain itu, akhir-akhir ini bangsa kita pun sedang menghadapi musibah yang baru saja bencana  banjir, longsor, erupsi gunung dan juga saat ini di tambah adanya penangangan isu virus Corona dengan dilakukan upaya pemerintah obeservasi  di pulau Sebaru Kecil.

"Sebelum mengawali doa dan dzikir, Kompol Armayni memberikan arahan-arahan serta pencerahan dan selanjutnya pembacaan surah yaasin dan doa untuk para anggota yang sedang melaksanakan tugas dan keluarga sedang sakit," kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H, M.H, Kamis (5/2).

Armayni mengungkapkan adanya giat ini, bergagas rasa terima kasih kepada seluruh personil yang mengikuti kegiatan, semoga kegiatan rohani rutin ini bisa lebih meningkatkan nilai ketakwaan kita kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT. Sehingga para personil polsek dapat terbentuk karakter yang riligius, tegas dan tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional dan terpercaya.

"Dan tidak lupa pula pada kesempatan ini kita bisa mendoakan rekan-rekan kita yang mungkin terkena musibah atau sakit agar diberikan kemudahan serta kesehatan untuk dapat bergabung lagi bersama kita melaksanakan tugas sebagai abdi negara," ujarnya. (dade)

Camat Talun Gelar Rapat Dinas Bahas Program Tahun 2020-2021

Rapat Dinas Kec. Talun, Kamis, (5/3/2020), di Ruang Auditorium SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon.
TALUN, FC - Rapat dinas bersama para kuwu dan UPT Se-Kecamatan Talun, dihadiri Kapolsek dan Danramil membedah sejumlah informasi terkait kegiatan dan program Kecamatan Talun tahun 2020-2021, di Ruang Auditorium SMPN 1 Talun, Kamis, (5/3/2020).

Dalam rapat dinas ini, Camat Talun,
H.Tarsidi, S.Pd.,M.Pd banyak menjelaskan seputar rencana kerja kecamatan yang diselaraskan dengan program dan kegiatan Kabupaten Cirebon. 

Tarsidi juga menginformasikan tentang persiapan kegiatan kirab budaya Kabupaten Cirebon yang meminta suksesinya acara tersebut melalui keterlibatan para utusan peserta kirab budaya dari seluruh desa dan UPT di Kecamatan Talun.


"Utusan peserta dari masing-masing desa sebanyak 5 orang, berikut dengan Kuwu sebagai penanggungjawabnya, dan juga para UPT, baik UPT Pendidikan SMP maupun UPT Kesehatan," papar Camat saat rapat dinas.

Untuk utusan peserta kirab budaya, yang rencana akan dikosentrasikan di Lapangan Ranggajati, Kabupaten Cirebon, kata Tarsidi, untuk peserta laki-laki mengenakan pakaian 'kampret' sedangkan wanitanya memakai kebaya.

Tarsidi juga menjelaskan bahwa tahun 2020 ini pihaknya tengah konsentrasi pada kegiatan bantuan pembangunan 2 ruang kelas untuk SMPN 1 Talun.

Selain itu, pada Musrenbang 2020, tahun ini Kecamatan Talun, juga mengusung "Talun Terang" dengan dana 700 juta untuk PJU, dan diharapkan pada tahun 2021 nanti  tidak ada lagi talun gelap.

"Saat ini ada 18 kecamatan di kabupaten mengadakan bantuan pendidikan dan kesehatan. Dan ini bagian dari pesan isyu strategis yakni masalah kesehatan dan isyu strategis masalah pendidikan," terangnya.

Sementara terkait ketertiban, keamanan dan masalah kriminalitas di Kecamatan Talun, ditegaskan Kapolsek Talun, AKP Sudarman S.Sos angkanya menurun. Kendati demikian masyarakat tetap diminta berhati-hati dan waspada.

Hal senada juga disampaikan Danramil 2003/Cirebon Selatan, Kapten Chb.Salpian Noor bahwa ketertiban dan keamaan daerah dapat tercipta bersama kesadaran masyarakat untuk menciptakan kondusifitas suatu daerah, atau tempat.

Sementara itu, rapat dinas yang melibatkan unsur Muspika Talun,  para Kuwu dan UPT Se Kecamatan Talun ini, membangun ruang komunikasi yang harmonis dan kekompakan antar personal dan instansi. (din/bambang)


 

UKM Sabhura IAIN Cirebon Sabet 3 Emas Di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open VIII Tingkat Internasional

CIREBON, FC- Sukses meraih emas di Kejuaraan Pencak Silat Paku Bumi Open VIII Tingkat Internasional, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sabhura Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon semakin memiliki prestasi yang gemilang.
Kejuaraan yang diselenggarakan selama 4 hari, yaitu 27 Februari sampai 1 Maret 2020 di Cibinong Bogor ini diikuti sekitar 3.000 peserta yang berasal sejumlah negara.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua UKM Sabhura IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Ega Nur Fadillah. Dirinya mengatakan jika kejuaraan ini diselenggarakan setiap tahun dan memang UKM Sabhura IAIN Syekh Nurjati Cirebon rutin mengikutinya. 
"Alhamdulillah, dalam kejuaraan tahun ini kami berhasil meraih 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu,” jelas Ega di ruangan Bagian Humas dan Publikasi kampus setempat, Kamis, (3/3/2020).
Dia menjelaskan, untuk 3 peraih medali emas, ialah Ega Nur Fadillah, Aprilianti Diah Purwani, dan Akmaluzzaman. Untuk 3 peraih medali perak, ialah Saripah Fitriani, Ayunita Hababil, dan Arifbillah Abduh. Sedangkan 3 peraih medali perunggu, ialah Siti Komariyah, Fuji Uliarta, dan Imam Husaeni.
“Dalam kejuaraan itu kami membawa 11 anggota. Alhamdulillah, dari 11 itu 9 di antaranya berhasil meraih medali,” jelasnya. (nur)

Rabu, 04 Maret 2020

Upaya Pencegahan Wabah Virus Corona, Polsek Kawasan Sunda Kelapa Lakukan Sidak


JAKARTA, FC - Wabah Virus Corona membuat sebagian orang kepanikan (panik buying) padahal tidak perlu di lakukan, karena pemerintah sudah lakukan upaya penanganan dengan cara obeservasi jika ada warga yang terindikasi. Apalagi sebagian orang melakukan pembelian barang pokok dan kebutuhan lainnya hingga memborong yang tidak perlu di lakukan semestinya.                 

Presiden Joko Widodo telah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang terkait dengan ketersediaan bahan pangan dan obat-obatan.

 "Sejumlah langkah telah diupayakan untuk meredam kepanikan masyarakat setelah dua warga negara Indonesia dinyatakan positif terjangkit virus korona," kata Jokowi, Selasa (3/3) kemarin, saat di Istana Merdeka Jakarta.

Masyarakat tidak perlu memborong kebutuhan sehari-hari. Yang justru bikin langka karena pembelian besar-besaran dan tindakan menimbun dan memborong itu sendiri. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan yang ada.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa Kompol Armayni SH, MH, didampingi Wakapolsek AKP  Willeam Nitalessy, Kanit Reskrim Akp Ikrom Baihaki, Kanit Binmas Akp Agus Sutrisno, Panit lantas Sokadi dan Provos Aipda Tri Gunarto melakukan pengecekan  dan memasang spanduk diwilayah Kawasan Sunda Kelapa dan Pasar Tradisional Muara Angke.

"Beberapa himbauan yang tertulis tersebut dipasang dipusat perbelanjaan, pasar supermarket dan fasilitas umum lainnya agar mudah dibaca masyarakat.

"Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi pemborong sembako dengan skala besar di Supermarket dan Pasar Tradisional (Panic Buying)," kata Armayni, Rabu (4/3).

Lebih lanjut, kata Armayni mengungkapkan pemasangan spanduk dilokasi ini memang strategis dan masyarakat yang datang kesupermarket  bisa membaca isi dari himbuan yang di serukan. (dade)

Polres Kepulauan Seribu Tangkap Tujuh Tersangka Penyelundupan 3,3 KG Shabu


JAKARTA, FC- Polres Kepulauan Seribu menangkap tujuh orang tersangka penyelundupan 3,3 Kg Shabu yakni RR (23), MI (35), FI (41), IW (27), DE (27), dan IG (27). Keenam pelaku ditangkap di enam lokasi yang berbeda.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP M. Sandy Hermawan, S.H.,S.I.Kom mengatakan pengungkapan bermula dari adanya informasi di Dermaga Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara ada seorang yang dicurigai melakukan peredaran narkoba, Jumat (7/2) yang lalu. "Didapati ada orang mencurigakan dan kemudian segera diamankan barang bukti seberat 2.033 gram," kata Sandy, Selasa (3/3).

Kedua tersangka, RR dan MI diinterogasi dan didapati bahwa sabu itu akan diantar ke FI yang belakangan ditangkap di sekitar Taman Kota Sepatan, Tangerang. Paket sabu 1.019 gram itu rencananya akan diantar kepada tersangka IW.

"Petugas lalu melakukan control delivery di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan menangkap IW yang akan mengirim 500 gram sabu ke DE di SPBU Jatibening, Bekasi. Tersangka DE diamankan setelah menerima paket sabu dan tersangka IG di daerah Kelapa Gading," ujarnya.

Sementara itu, Rabu (12/2) ada informasi 1.060 gram sabu di daerah Tambora dan dititipkan ke pasar swalayan di Jakarta Pusat. Sehingga total ada 3.310 gram sabu yang diamankan. "Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," ungkap Sandy. (dade)