Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 10 Februari 2022

Pelantikan Pengurus SEMA dan DEMA Institut, Ini Pesan Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, didampingi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama pada kegiatan pelantika. Pengurus SEMA dan DEMA Institut, periode 2022, Kamis (10/2/2022).


CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag bersama Wakil Rektor III, Dr H Ilman Nafi'a M.Ag menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa Institut periode 2022, bertempat di Gedung B Auditorium Pascasarjana, Kamis (10/2/2022). 

Selain Wakil Rektor III, hadir pula Kabag Akademik dan Kemahasiswaan serta Kasubag Kemahasiswaan. 

Sumanta dalam sambutannya mengatakan, atas nama pimpinan, lembaga dan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon pihaknya  mengucapkan selamat atas dilantiknya Pengurus SEMA dan DEMA tahun 2022. Demikian juga ucapan terimkasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus SEMA dan DEMA tahun 2021. 

Menurut Sumanta, ada satu kenangan, atau satu karya yang telah diukir oleh pengurus tahun 2021. Di mana sudah membantu IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari sisi kemahasiswaan juga banyak ditorehkan prestasi-prestasi dari sisi akademik.  

"Alhamdulillah kampus kita terangkat namanya, dan mendapat penghargaan dari berbagai pihak, tentu saja ini dari kerja keras pengurus tahun 2021," katanya.

Untuk tahun 2022, lanjutnya, satu hal yang menjadi kegembiraan adalah dalam menata pengurus DEMA dan SEMA  terpilih dari kader-kader yang berprestasi. 

"Tadi Pak Warek III melaporkan kepada saya untuk jabatan ketua yaitu IP nya tidak kurang dari 3,25 dan untuk anggota IP nya 3.00, itu artinya kalian semua adalah orang-orang yang terpilih dan sebagai bibit-bibit unggul yang memiliki kecerdasan dan intelektual yang lebih dari rata-rata dibandingkan teman-teman sekalian," katanya. 

Kemudian yang membanggakan lainnya, kata Sumanta, adalah yang dipilih kader-kader muda di bawah semester 8. Ini artinya, ada suatu lompatan bagi para aktifis kampus di era 4.0 ini.

Kalau kita amati sejarah dari para pendahulu kita, para aktifis kampusnya  adalah generasi kolot atau generasi yang sudah kena DO. Berbeda dengan sekarang dengan sistem yang sudah dikembangkan di masa sekarang itu adalah sistem secara nasional yang dikendalikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Oleh karena itu, ada paradigma yang harus kita geser, antara aktifis pada masa dulu dengan aktifis pada masa sekarang. 

"Kalau dulu gagal studi itu sudah biasa, mereka sukses dengan dunia yang diikuti, baik dunia politik, dunia perdagangan, ekonomi dan lainnya. Tapi sekarang tidak demikian, pokok sekarang dilihat dari satu indikator atau variabel yang dirilis dari tema kegiatan ini, yakni inovatif. Siapa yang mampu berinovasi di era sekarang, maka itulah yang akan menjadi pemimpin yang sukses," tuturnya.

Variabel inovasi melalui indikator yang disebutkan tadi, lanjut Sumanta, seperti berprestasi secara akademik mampu mengasah keterampilan dari sisi psikomotorik. Afektivnya walau pun muda akan dihitung dalam berbagai segmen kehidupan kita.

"Tentu saya merasa bangga atas tuntutan pengurus DEMA - SEMA yang semakin tertib, diisi oleh orang-orang yang berprestasi, saya yakin dengan kecerdasan yang dimiliki, baik dari sisi intelektual, emosional dan spiritual akan mampu menata organisasi SEMA dan DEMA ini dengan baik," jelasnya.

Demikian juga, akan menjadi aktifis-aktifis yang kritis yang bisa memberikan masukan-masukan yang konstruktif bagi lembaga. Tidak justru sebaliknya melakukan sesuatu yang destruktif yang menghancurkan lembaga kita. 

"Kita harus bisa mengangkat citra lembaga kampus yang kita besarkan bersama. Kampus ini milik kita bersama, bukan milik rektor, bukan milik wakil rektor dan bukan milik dekan tetapi milik kita bersama, dan kita bagian yang senantiasa mengisi dari masa ke masa," tuturnya lagi.

Sumanta juga menjelaskan, bahwa sekarang ini sangat terbuka untuk menjadi ilmuan, yakni melalui upaya akselerasi, terbukanya literasi keilmuan di tengah kita, inilah kondisi obyektif yang kita hadapi sekarang ini. 

"Bagi adik-adik sekalian mudah mudahan dengan upaya kita bersama,  kita wujudkan cita-cita yang luhur bagi kemajuan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, kampus yang membawa nama seorang ilmuan besar dan ini harus menjadi motivasi kita semua, dan kita harus bisa merawat warisan leluhur kita dan bisa mengorbitkan Cirebon bukan saja ditingkat regional dan nasional tetapi juga di tingkat global," tandas Sumanta dihadapan para pengurus SEMA dan DEMA IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Tingkatkan Kemampuan dan Kecakapan Dosen, KPI-FUAD IAIN Cirebon Gelar Training Literasi Digital Nasional

Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon, H Aan Mohamad Burhanudin MA bersama para dosen pada kegiatan Training Literasi Digital Nasional.


CIREBON, FC -  Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon menggelar kegiatan Training Literasi Digital Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara AJI dan Google news inisiatif dan Jurusan KPI FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Demikian disampaikan Ketua Jurusan KPI, H.Aan Mohamad Burhanudin, MA, Kamis (10/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

"Ya, pesertanya adalah seluruh dosen KPI dan kami melaksanakan kegiatan ini selama dua hari, yakni kemarin Rabu dan hari ini, Kamis 10 Februari 2022," terangnya.

Aan menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di ruang Jurusan KPI ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang  literasi digital agar akademisi mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait digital ethic, digital skill, digital culture, dan digital safety dengan baik. 

"Sehingga pemanfaatan teknologi informasi, bisa dilakukan dengan bijaksana dan untuk kepentingan yang  baik," jelas Aan.


Aan juga menjelaskan, pada kegiatan tersebut melibatkan dua pembicara, di antaranya Eviera Paramita Sandi, Ketua AJI Denpasar dan Jurnalis, dan Moch. Syaefudin, M.I.Kom. 

Sementara itu, kegiatan training yang dibuka oleh Ketua Jurusan KPI tersebut, berharap agar Dosen KPI dan akademisi memiliki kecakapan literasi digital agar mampu menjadi active learner dan active literer, serta bisa dengan bijak dalam berselancar di dunia maya. (din)

Raker HMJ KPI Angkat Semangat Kinerja dan Aktualisasi Melalui Program Kerja Pengurus

Rapat Kerja Pengurus HMJ KPI, IAIN Sykeh Nurjati Cirebon


CIREBON, FC -Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi dan Penyiaran Islam, telah melaksanakan Rapat Kerja (RAKER), pada Kamis, 10 Februari 2022 yang bertempat di Auditorium Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Lantai 4.

Adapun tema yang diambil dari Raker ini yaitu “Mengoptimalisasi Pengimplementasian Pengurus HMJ KPI yang Bersinergis, Berintegritas serta mampu Mengaktualisasikan Program Kerja dengan Relavan.

Tema ini bermaksud agar kepengurusan HMJ KPI pada periode ini bisa optimal dalam melaksanakan program kerja dengan lebih nyata, sehingga kedepannya HMJ KPI bisa lebih maju dan lebih baik lagi.

“Rapat kerja ini bertujuan untuk memfiksasi program kerja setiap bidang yang ada di HMJ KPI periode 2022-2023,” ucap Ketua Umum Lestari Setia Budi saat memberikan sambutan. 

Menurutnya, sebelum dilaksanakannya raker, pihaknya terlebih dahulu sudah melaksanakan pra-raker, selain itu juga agar semua pengurus HMJ KPI mengetahui proker bidang satu dengan bidang lainnya.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, masing-masing pengurus tiap bidangnya memaparkan program kerja yang saat itu diawali oleh bidang Kominfo yang terdiri dari Public Relation dan Media, yang kedua dari bidang Kajian dan Keilmuan, kemudian dilanjut dari bidang Kewirausahaan, kemudian bidang Minat dan Bakat. Serta yang terakhir dari BPH Umum.

Pada kepengurusan HMJ KPI di periode 2022-2023 ini, terdapat bidang baru yaitu bidang Minat dan Bakat yang difokuskan untuk mengembangkan, mewadahi minat dan bakat mahasiswa KPI, terutama di lingkup media dan komunikasi.

Rapat yang berkonsep semi formal ini dihadiri oleh SEMA F, DEMA F, dan Demisioner HMJ KPI dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Di KPI ini, kita memiliki dua aspek penting yaitu dakwah dan komunikasi, yang mana nantinya, kedua hal tersebut bisa dimanfaatkan dengan platform yang ada, kita bisa memanfaatkan Media Sosial yang sudah menjadi alat untuk berdakwah. (Red/Eva)

Rabu, 09 Februari 2022

Tanamkan Jiwa Mahasiswa Inovatif dan Produktif di Kepengurusan Baru, HMJ IQTAF Gelar Rapat Kerja Pengurus

Raoat kerja Pengurus HMJ IQTAF IAIN Syekh Nurjati Cirebon usung tema 'Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif'.


CIREBON, FC - Ketua Jurusan Ilmu Al Qur'an dan Tafsir, MA, M.Si secara resmi membuka rapat kerja (Raker) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rabu (09/02/2022), 

Kegiatan bertema "Inovasi Program Kerja dengan Ide Kreatif untuk Menunjang Jiwa Mahasiswa yang Produktif", berharap di masa mendatang, melalui kepengurusan yang baru, HMJ IQTAF terus berkembang, terus mengepakkan sayapnya dan mengayomi elemen-elemen di dalamnya serta menjadi lebih baik dari periode-periode sebelumnya.

Alfath Pangestu Danar, selaku Ketua Umum periode 2022-2023 menyampaikan permintaan maaf apabila kurang maksimalnya acara disebabkan pandemi Covid Omnicron, yakni varian baru yang memaksa keadaan untuk tetap menjaga jarak dan menghindari keramaian. 

Di samping itu, Alfath juga menegaskan bahwa Rapat Kerja ini merupakan jembatan awal untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki lembaran lama dalam masa kepemimpinan yang sekarang. 

Dengan Program Kerja yang mantap, kreatif, dan inovatif, diharapkan mampu mendirikan pondasi yang kuat, teguh, dan utuh dalam kepengurusan.

"Mohon maaf dalam penyelenggaraan raker ini kurang maksimal, misalnya pengurus yang hadir sedikit karena adanya pembatasan. Semoga untuk kepengurusan yang selanjutnya bisa lebih baik dalam penyelenggaraan setiap prokernya." ucap Alfath.

Kemudian dalam sambutan berikutnya, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Omar Qad Panity, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan pesan berupa harapan bahwa mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) dapat selalu menjadi orang-orang yang selalu berpikir tentang ide.

"Meng-upgrade HMJ dengan program kerja yang sistematis, memiliki badan otonom jurnal dan tetap melaksanakan protokol kesehatan." ucap Omar.

"Rapat kerja itu analoginya seperti sholat, kita sholat harus rapat dan lurus, maka dengan rapat ini kita saling merangkul, mengajak bukan mengejek, saling merapatkan dan lurus, maksudnya kita punya satu tujuan, satu vision di bawah pimpinan nahkoda Ketum Alfath bersama pengurusnya," tambahnya.

Setelah itu, ada beberapa pesan dari Wakorwil Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadits se-Indonesia (FKMTHI) yang turut hadir dalam acara, Abdul Aziz Shutadi, mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya raker ini, diharapkan HMJ IQTAF lebih baik dan lebih maju.

"Setiap program-program harus selaras dengan visi dan misi jurusan. Lalu, program-program yang dilaksanakan pun harus sesuai kebutuhan mahasiswanya itu sendiri. Dalam pembuatan program kerja, perhatikan masa depan mahasiswa, masa depan organisasi, dan masa depan lembaga institut." ucap Aziz.

"Mahasiswa Tafsir Hadits membuat program kerja harus bisa menjawab tantangan masyarakat, misalnya radikalisme, kekerasan seksual, dan politisasi ayat Al-Qur'an. Mahasiswa Tafsir Hadits harus bisa berperan dalam mengatasi hal tersebut," tambahnya.

Pada waktu yang sama, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, H. Muhammad Maimun, M.A, M.S.I, juga menyampaikan pentingnya menjadi pribadi yang produktif, dengan slogannya "just do it" diharapkan HMJ IQTAF mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam program kerja ini, mahasiswa hanya menyepakati program-program yang sudah dirancang dengan pengesahan program kerja. Untuk HMJ IQTAF sendiri sudah memiliki sound system dan kamera untuk menunjang kegiatan HMJ kedepannya," ucap Maimun.

"Semuanya harus kreatif, inovatif, dan mempunyai rasa memiliki. Hal yang terpenting adalah just do it, kegiatan HMJ harus disampaikan kepada dunia, dan wadahnya harus dapat menghasilkan sebuah karya yang tidak biasa dan mampu menjadi harapan bangsa kedepannya," tambahnya. (din)

Pererat Persaudaraan di Ormawa, DEMA FUAD adakan "GO FUAD"

Sesi foto bersama, usai kegiatan "Go FUAD" 


CIREBON, FC - Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah ((FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan "GO FUAD"  atau Gathering Ormawa FUAD. 
Kegiatan tersebut diluncurkan oleh pengurus periode 2022/2023 dengan tujuan mempererat tali silaturrahmi dan persaudaraan di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) DEMA FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Ya, ini menjadi program kekinian atau event baru yang ada di kepengurusan periode 2022/2023, dengan tujuan mempererat persaudaraan di Ormawa FUAD," terang Omar, Ketua Umum DEMA FUAD, Rabu (09/02/2022) kepada Fokus Cirebon.

Menurut Omar, kegiatan yang diadakan pada 05 Februari 2022 ini, bertempat di Laboratorium TV IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kampus II Majasem, digelar setelah diadakannya musyawarah kerja DEMA guna membicarakan rancangan kerja ke depan di internal kepengurusan.

"Pada kegiatan ini, kami tetap menerapkan protokol kesehatan, dan dihadiri oleh tamu undangan Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Fakultas, Dewan Mahasiswa (DEMA) Institut, dan segenap delegasi mahasiswa jurusan," jelasnya.

Kegiatan dengan tema "Konstruksi Tiga Sisi, Solusi Satu Visi", kata Omar,  Konstruksi tersebut berarti membangun, Tiga Sisinya diibaratkan tiga aspek penting fakultas, yakni (Ushuluddin, Adab, dan Dakwah). Sedang Solusi Satu Visi nya adalah DEMA FUAD selalu berupaya menjadi solusi untuk pembangunan fakultasnya.

"Alhamdulillah, rangkaian demi rangkaian kegiatan terlaksana denga baik. Bahkan antusiasme dan keseruan peserta terlihat saat gathering, dan terus berlanjut hingga sampai pada sesi penyampaian aspirasi untuk DEMA FUAD.," papar Omar yang juga menegaskan bahwa kita ini adalah "We'are one big family".


Sementara itu, Ketua Umum DEMA Institut, Fauzi, menyatakan bahwa kita harus bisa berada pada dua barisan, satu sisi sebagai lembaga dan satu sisi sebagai mahasiswa. "Sehingga ada keseimbangan," tuturnya. (din)




Wakil Walikota : Kritikan Pers Harus Disikapi Sebagai Motivasi Untuk Perbaikan

CIREBON – Kehadiran Pers di Indonesia, khususnya Kota Cirebon, dirasakan telah berkontribusi banyak terhadap suksesnya program pembangunan. Kritik maupun masukan dari pers bagi penyelenggara pemerintahan mesti disikapi sebagai motivasi untuk perbaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cirebon Raya di Jalan Dukuh Semar, Rabu (9/22/2022).

“Kritik maupun masukan dalam bentuk pemberitaan dari insan pers menjadi bahan introspeksi untuk kami bekerja lebih baik lagi,” ungkap Eti.

Ia menambahkan, pihaknya sejauh ini masih dan akan terus berkomitmen mendukung kerja-kerja para insan pers dalam menjalankan tugasnya. Sinergi Pemda Kota Cirebon dengan insan pers pun, diakui Eti, telah terjalin sangat baik.

“Melalui fungsi kontrol maupun informasinya, pers kami anggap sebagai mitra strategis di luar lingkungan pemerintahan. Tidak hanya diingatkan, tapi sering juga kita mendapatkan masukan yang baik dari sahabat-sahabat para insan pers,” tutur Eti.

Eti menambahkan, di tengah arus deras digitalisasi dan informasi yang demikian kencang hari-hari ini, insan pers telah mampu menjadi referensi bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi.

“Kerja-kerja jurnalistik yang dilakukan insan pers diatur oleh kode etik. Sehingga produknya pun dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu hal penting dalam menangkal hoaks dan sebagainya,” kata Eti.

Ia mencontohkan, ketika pandemi Covid-19 terjadi, selain penanganan secara medis, hal penting lainnya adalah menjaga masyarakat dari “serangan” berita bohong atau hoaks.

“Alhamdulillah pers di Kota Cirebon menjalankan perannya dengan baik, dalam hal edukasi maupun informasi saat masa pandemi,” katanya. (Bam)

Selasa, 08 Februari 2022

Rekruitmen Aparatur Desa Sampiran, Dilakukan Sesuai Mekanisme Peraturan Bupati

Kuwu Sujito saat memberikan penjelasan seputar pengisian kekosongan aparatur di Desa Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


CIREBON, FC - Adanya kekosongan sejumlah aparatur Desa Sampiran, Kecamatan Talun, membuat Sujito yang baru dilantik sebulan satu Minggu ini langsung melakukan pembenahan di internal desa dengan membentuk tim seleksi yang dinahkodai oleh Ketua BPD setempat.

Menurut Kuwu Sujito kepada fokus Cirebon, bahwa open rekruitmen tersebut dilakukan oleh tim seleksi melalui sarana media sosial (medos) yang disebar kepada warga. 

Proses rekruitmen ini, kata Sujito dilakukan secara transparan dan sesuai mekanisme Peruturan Bupati No 22 Tahun 2018 tentang seleksi calon perangkat daerah.

"Alhamdulillah, hasil penjaringan tim seleksi banyak pendaftar yang berminat menjadi calon aparatur desa. Namun tim seleksi dalam menentukan siapa calon pendaftar yang layak, dilihat dari  persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar," ujarnya, Selasa, (8/2/2022).

Selain itu, kata Sujito, pihaknya sudah meminta kepada tim seleksi untuk bekerja sesuai mekanisme Perbup dalam memilih calon perangkat desa, dan mereka harus profesional, serta calon aparatur yang terpilih bisa berjalan se-visi dengan Kuwu. 

Hal ini, kata Sujito, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Maka tim seleksi diminta bekerja dengan baik dan dilakukan secara selektif agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Pengisian kekosongan tersebut, lanjut Sujito, juga agar pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. "Ya, kami sudah meminta agar para calon aparatur terpilih bisa sejalan dengan langkah dan program desa yang kami canangkan," ujarnya.

Dijelaskan Sujito, bahwa persepsi dan visi yang sama akan memberikan keserasian langkah dan program antara aparat dengan kuwu, dan penyamaan visi kerja ini semata untuk  pelayanan kepada masyarakat. (din)

Tex Center IAIN Syekh Nurjati Cirebon Kerjasama KPP Pratama Cirebon Satu Menggelar Pelatihan Relawan Pajak

Pelatihan pengisian SPT Pribadi bagi 42 relawan hasil seleksi yang dilakukan Tex Center bekerjasama KPP Pratama Cirebon Satu di Gedung PTIPD.

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui Tex Center bekerjasama dengan KPP Pratama Cirebon satu mengadakan kegiatan pelatihan pengisian SPT pribadi atau perorangan kepada 42 mahasiswa sebelum mereka terjun ke lapangan. 

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung PTIP IAIN SNJ Cirebon ini diikuti oleh sebanyak 42 relawan pajak hasil seleksi Tex Center.

Dosen Akutansi Syariah, pada Jurusan Akutansi Syariah, dan juga Wakil Tex Center, Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menjelaskan bahwa Tex Center sudah berdiri sejak 3 tahun lalu, dan ini merupakan tahun ketiga. Tujuannya adalah untuk pendidikan, pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. 

Haulah Nakhwatunnisa, M.Si menyampaikan, pada tahun ini Tax Center mencakup dari beberapa divisi, yakni divisi pendidikan, pelatihan dan riset, divisi sosialisasi dan pelayanan. Dan divisi komisi komunikasi dan informasi dan divisi pusat kreatif.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, di tahun ini Tax Center juga melakukan open rekruitmen. Open rekruitmen tersebut terus mengalami peningkatan, dan di tahun ketiga ini kita bukan bukan saja hanya untuk mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, tetapi dibuka untuk seluruh mahasiswa di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Baik FSEI, FUAD maupun FITK

"Alhamdulillah animonya sangat baik dan hal itu bisa dilihat dari data yang ada pendaftarnya sudah mencapai 124 mahasiswa," katanya. 

Dijelaskan bahwa untuk open rekruitmen ini ada beberapa tahap yang harus ditempuh, pertama pendaftaran, lalu tahap seleksi pemberkasan, sehingga dari 124 pendaftar hasil seleksi pemberkasan terjaring 68 mahasiswa yang lolos pemberkasan. 

Setelah lolos pemberkasan lalu dilakukan tahap wawancara. Pada tahap wawancara ini terdapat beberapa penilaian-penilaian yang ditanyakan kepada calon relawan, di antaranya ada integritas, profesionalitas dan kedisplinan. "Jadi ada 5 komponen penilaian," ujarnya.

Kemudian dari hasil wawancara tersebut, kita jaring dan ada 42 mahasiswa yang terjaring. "Alhamdulillah, kalau dua tahun lalu hanya ada dari FSEI, namun pada tahun ini yang terjaring ada dari dua fakultas yang lain juga, yakni mahasiswa FUAD dan FITK," tuturnya.

Dijelaskan Kembali setelah ada  perekrutan, dan di bulan februari -maret ini adalah laporan pribadi dan SPT Badan, maka sebelum mahasiswa terjun ke lapangan, Tax Center bekerjasama dengan KPP Pratama satu melakukan kerjasama yakni dengan mengadakan pelatihan.

"Hari ini adalah hasil kerjasama Tax Center dengan KPP Pratama satu dengan mengadakan pelatihan di gedung PTIPD dengan melibatkan dua narasumber yakni bapak Tohirin dan Bapak Tresnawanto, yakni tim penyuluh dari KPP Pratama Cirebon Satu," terangnya.

Nanti pada pelatihan tersebut, imbu Haulah akan dijelaskan bagaimana cara pengisian Pelaporan SPT pribadi atau perseorangan. Untuk ke depannya nanti akan ada pelatihan lagi untuk SPT Badan. 

Harapan dengan adanya kegiatan pelatihan SPT perorangan ini, jelas Haulah,  agar para calon relawan bayar pajak ini, yakni mahasiswa-mahasiswa ini untuk.memahami bagaimana cara pengisiannya sebelum mereka terjun ke lapangan. 

"Mahasiswa-mahasiswa atau para relawan pajak ini, nanti akan di tempatkan di KPP atau di Mall-Mall atau di Tex Center," ungkapnya.  (din)

DPRD Kota Cirebon Rekomendasikan Pemkot Pemkot Untuk Berkonsultasi Ke ATR

CIREBON, FC – DPRD merekomendasikan Pemerintah Kota Cirebon untuk berkonsultasi ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) mengenai usulan rencana pencabutan atau revisi Perda Nomor 8/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cirebon 2011-2031.

Upaya tersebut dilakukan sebagai jalan keluar adanya perbedaan persepsi antara DPRD dan Pemerintah Kota Cirebon, terkait apakah perlu pencabutan perda atau cukup hanya dilakukan revisi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH menjelaskan, rencana Pemkot Cirebon menyampaikan usulan dua raperda, yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung dan pencabutan atas Perda Nomor 8/2012 tentang RTRW tahun 2012-2031, mendapat tanggapan berbeda dari DPRD Kota Cirebon.

Terkait usulan Raperda tentang Penyelenggaraan Bangunan Gedung, bisa diakomodir DPRD. Baik usulan melalui mekanisme ditetapkan prolegda oleh Bapemperda terlebih dahulu atau langsung ditetapkan. Namun begitu, tetap ada penyampaian dari eksekutif ke Bapemperda DPRD.

Sedangkan untuk usulan pencabutan Perda RTRW, masih berbeda pandangan dengan DPRD. Tim Asistensi Pemkot Cirrbon berpandangan perlu dilakukan pencabutan. Namun DPRD menilai cukup direvisi.

“Solusi dari hasil rapat, perubahan nomenklatur perda itu dikonsultasikan dulu dengan Kementerian ATR,” kata Dani, usai rapat dengan Tim Asistensi Pemkot Cirebon di Griya Sawala gedung DPRD, Selasa (8/2/2022).

Pihaknya juga meminta Pemkot Cirebon segera menyiapkan materi teknis terkait rencana peninjauan kembali terhadap Perda RTRW. “Karena ini menyangkut pelayanan publik, terutama masalah perizinan,” ujar Dani.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Cirebon, Drs Sumantho menyampaikan, Pemkot Cirebon dalam waktu dekat segera mengusulkan revisi Perda RTRW dan Raperda Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Pemkot juga akan konsultasi ke Kementerian ATR terkait revisi materi rancangan nomenklatur Perda RTRW agar tidak terjadi kekosongan hukum.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon, Syaroni ATD MT mengatakan, berdasarkan PP Nomor 21/2021 ketentuan peninjauan kembali (PK) dan revisi Rencana Tata Ruang (RTR) menjadi kewenangan daerah.

PK RTR dilakukan maksimal satu kali dalam lima tahun. Perubahan itu terjadi jika perubahan lingkungan strategis berupa, bencana alam skala besar, perubahan batas teritorial negara, perubahan batas daerah, atau perubahan kebijakan nasional bersifat strategis. (din)

Komisi I DPRD Kota Cirebon Dorong Perizinan Menara Telekomunikasi di Kesambi Harus Diselesaikan

CIREBON, FC – Komisi I DPRD Kota Cirebon mendorong agar permasalahan terkait menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru, Kelurahan Kesambi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dapat diselesaikan dengan baik dan objektif.

Hal itu disampaikan melalui rapat kerja Komisi I bersama perwakilan warga RW 05 Kesambi Baru dan perwakilan dari PT Industri Telekomunikasi, di Griya Sawala gedung DPRD, Selasa (8/2/2022).

Saat rapat berlangsung, Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Harry Saputra Gani menilai, menara telekomunikasi yang masa berlaku Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah habis harus segera diurus dan diperpanjang. Sebab, ini menyangkut dengan keselamatan serta kenyamanan masyarakat sekitar.

Dari laporan yang diterima, dokumen IMB menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru itu sudah habis pada tahun 2012. Menurut Harry, hal tersebut telah melanggar aturan yang ada.

“Menurut saya, ini sudah melanggar. Karena IMB itu harus diperbaharui terus. Mungkin ini yang saya tanyakan kepada pihak kelurahan. Kenapa harus berlarut-larut sampai bertahun-tahun seperti ini? Baru sampai ke kita,” kata Harry.

Harry menegaskan, setiap regulasi harus dipatuhi dan dijalankan dengan benar. Sehingga masalah terkait menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru itu dapat diselesaikan.

“Saya pikir ini pro aktif daripada pihak kelurahan atau dinas terkait. Karena kalau sudah sampai sini, saya harus bilang sesuai fakta. Ya, faktanya salah. IMB sudah expired,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto menjelaskan, masalah terkait menara telekomunikasi yang tidak mengantongi dokumen IMB atau masa berlakunya sudah habis bukan masalah baru. Persoalan ini sempat terjadi beberapa kali.

“Sebenarnya data terhadap perizinan menara telekomunikasi ini harus updating. Mana menara yang sudah expired, menara yang sebentar lagi mau habis, atau menara yang mau berdiri harusnya sudah ada datanya,” kata pria yang akrab disapa Dewa itu.

Untuk mencari solusi dari masalah menara telekomunikasi di RW 05 Kesambi Baru, lanjutnya, Komisi I DPRD Kota Cirebon akan mengundang pihak-pihak yang tidak hadir dalam rapat kali ini.

Selain itu, Komisi I juga mempersilakan bagi warga RW 05 Kesambi Baru dan pihak pemilik menara telekomunikasi, agar menyiapkan berkas-berkas pendukung yang akan dibahas dalam rapat selanjutnya.

“Para pihak yang hari ini tidak hadir, kami akan undang lagi agar lebih lengkap. Karena ini sudah dari tahun 2012 belum diperpanjang lagi masa berlaku IMB-nya. Apakah tidak ada tindak lanjut berupa sanksi atau teguran. Kami akan klarifikasi kebenaran itu,” katanya.  (din)

Senin, 07 Februari 2022

Bertempat di SMKN 1 Kota Cirebon, Wali Kota Deklarasikan Gerakan Anti Tawuran, Geng Motor dan Narkoba di Kalangan Pelajar

CIREBON – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon mendukung gerakan pencegahan terhadap tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, terutama SMA dan sederajat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H. usai menghadiri Deklarasi Serentak Tolak Tawuran Pelajar, Anti Geng Motor, dan Anti Narkoba di Wilayah Hukum Polres Cirebon Kota, Senin (7/2/2022), di SMK Negeri 1 Kota Cirebon.

Azis mengatakan, pihaknya bersama kepolisian dari Polres Cirebon Kota akan mengutamakan pencegahan terhadap potensi tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Melalui deklarasi ini, kita kedepankan pencegahan. Selama ini kalau ada tawuran atau geng motor, begitu kejadian baru kita bertindak. Tapi pola yang akan dikembangkan saat ini, selain menindak tegas, tentu ada upaya pencegahan,” ungkap Azis.

Dikatakan Azis, selama ini juga pencegahan telah dilakukan. Tapi karena kejadian tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan pelajar masih terjadi, maka upaya pencegahan harus ditingkatkan.

“Deklarasi ini bentuk pencegahan. Nanti para duta pelajar di tiap sekolah akan getok tular ke teman-temannya untuk tidak terlibat tawuran maupun geng motor dan narkoba,” katanya.

Menurut Azis, sebenarnya prestasi para pelajar di Kota Cirebon banyak. Tapi sayangnya, karena ulah segelintir oknum pelajar yang kerap terlibat tawuran, membuat persepsi negatif melebihi pandangan masyarakat terhadap prestasi para pelajar itu sendiri.

“Jangan sampai yang terlihatnya hanya tawurannya. Sedangkan prestasinya banyak. Makanya kita akan tonjolkan prestasinya. Supaya yang masih tawuran juga malu,” tuturnya.

Azis berharap, deklarasi yang juga digelar di sejumlah sekolah lainnya itu dapat efektif menekan potensi tawuran, geng motor, dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SMA/sederajat. Di samping, ia juga mengajak para orang tua meningkatkan pengawasan kepada anaknya.

“Kalau masih kejadian, kita akan tindak tegas. Baik oleh kepolisian maupun kepala sekolah setempat,” katanya.

Deklarasi para pelajar itu disaksikan selain oleh Wali Kota, juga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon. (Her)

Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kota Cirebon Kian Mudah Bisa Dilakukan di Kantor Kecamatan


CIREBON, FC – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dalam pelayanan administrasi kependudukan.  

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Dafduk) Disdukcapil Kota Cirebon, Siti Djulaeha, S.H., M.Si. menjelaskan, pelayanan administrasi kependudukan bisa diakses melalui dua tempat, yakni melalui antrean di Disdukcapil dan di kantor kecamatan. 

“Apabila melalui antrean, masyarakat bisa menghubungi nomor layanan yang sudah disediakan, sedangkan di kantor kecamatan relatif tanpa antrean,” kata Siti, Senin (7/2/2022).

Jenis layanan di dua lokasi itu sama saja. Siti mengatakan, pelayanan tersebut berupa perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), permohonan cetak Kartu Keluarga (KK), serta akta.

Lebih Mudah, Layanan KTP-el dan KK Bisa di Kantor Kecamatan

“Khusus untuk perekaman, kita arahkan di kantor kecamatan. Hal itu agar kita bisa fokus melayani yang ada di kantor Disdukcapil,” ungkapnya.

Pada layanan kependudukan dan catatan sipil ini, Siti memastikan, bahwa syarat yang dibawa hanya fotokopi KK. Tidak perlu ada surat pengantar RT/RW.

“Kecuali permohonan karena hilang, maka wajib menyertakan surat kehilangan dari kepolisian. Pihak kecamatan juga harap mengembalikan jika warga masih bawa surat pengantar RT/RW,” jelasnya.

Siti juga menuturkan, pihaknya memiliki jadwal perekaman keliling di lingkungan RW. Hal itu untuk mempercepat target kepemilikan KTP-el yang sempat tertunda karena pandemi Covid-19. 

“Saat ini yang belum punya sekitar tiga ribu, didominasi usia wajib KTP masuk 17 tahun. Ini akumulasi sejak 2020 dan 2021,” katanya.

Kemudian, lanjut Siti, pelayanan di kantor Disdukcapil juga hanya menerima 150 layanan dan Kartu Identitas Anak (KIA) 50 layanan dari pukul 08.00 WIB. 

“Kita juga ada program integrasi. Misal, apabila suami istri baru memiliki anak dan mengajukan akta kelahiran anak, maka mereka juga mendapat KK baru dan KIA,” terangnya.

Sementara itu, Camat Harjamukti, Rd.Yuki Maulana, S.STP., mengakui, selama ini warga bisa mengajukan permohonan pelayanan kependudukan dan catatan sipil, baik pembaruan karena hilang atau rusak dan perekaman KTP-el. 

“Permohonan KK baru karena perubahan data juga bisa. Tetapi kalau KIA biasanya langsung ke kantor Disdukcapil,” jelasnya.

Pelayanan yang di kantor kecamatan, kata Yuki, hanya sebatas permohonan, karena pencetakan identitas tersebut langsung ditangani Disdukcapil. 

“Di kantor kecamatan memang sudah disiapkan petugas khusus yang ditunjuk Disdukcapil. Permohonan yang masuk setiap hari pun langsung dikirimkan ke Disdukcapil pada siang harinya,” kata Yuki. (Bam)

Pemda Kota Cirebon Dorong Tumbuhnya Wirausaha Sambut Peluang Ekonomi Digital

CIREBON - Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon selalu mendorong tumbuhnya wirausaha baru untuk menyambut peluang ekonomi digital. Transformasi digital jadi keharusan di tengah ketidakpastian yang dialami akibat pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., saat membuka Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA)-Digital Talent Scholarship (DTS) di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin (7/2/2022) menjelaskan Pemda Kota Cirebon senantiasa berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya wirausaha industri baru.

 “Peluang pertumbuhan ekonomi semakin luas dengan sistem ekonomi digital,” tutur Agus.

Dijelaskan Agus, era ekonomi digital telah memberikan peluang tak terbatas untuk entrepreneur di Indonesia. Saat  era revolusi industri ketiga, hanya yang usianya sudah 39 tahun ke atas yang bisa menjadi entrepreneur. 

Namun di ekonomi digital ini, usia yang jauh lebih mudah pun bisa menjadi entrepreneur. “Tentu harus didukung dengan tenaga kerja terampil di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” tutur Agus.

Untuk itu, Pemda Kota Cirebon sangat mendukung Pelatihan DEA-Digital Talent Scholarship (DTS) ini. Seperti diketahui, Pemda Kota Cirebon tahun ini terpilih sebagai tempat penyelenggaraan DTS dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). 

DTS bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, daya saing, produktivitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 10 ribu talent digital menjadi sasaran dari program ini. Jumlah tersebut terbagi menjadi 8 akademi.

Masing-masing Fresh Graduate Academy  (FGA) yang diikuti  sebanyak 2 ribu peserta, Vocational School Graduate Academy  (VSGA) yang diikuti sebanyak 2 ribu peserta, Profesional Academy (ProA) yang diikuti sebanyak 500 perserta, Digital Entrepreneurship Academy (DEA) yang diikuti sebanyak 2.500 peserta, Thematic Academy (TA) yang diikuti sebanyak 1.000 peserta, Government Transformation Academy (GTA) yang diikuti  Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 1.500 peserta, Talent Scouting Academy (TSA) yang diikuti sebanyak 490 peserta dan Digital Leadership Academy (DLA) yang diikuti sebanyak 10 peserta. 

Untuk  pelatihan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) diselenggarakan bertahap. Untuk batch (kelompok) satu, diselenggarakan hari ini dan besok, Selasa (8/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. 

Sedangkan batch kedua akan diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu (11-12/2/2022) dengan masing-masing peserta sebanyak 150 orang. Kemudian disusul pelatihan terjadwal lainnya hingga mencapai target 2.500 orang. 

Pelatihan DEA ditujukan untuk mempersiapkan pengusaha tangguh sehingga mereka mampu untuk meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan sasarannya yaitu pelaku UMKM yang ada di Kota Cirebon.

Selanjutnya Sekda berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik. “Ini kesempatan luar biasa jangan sampai ada peserta yang tidak hadir,” harap Agus.

Terlebih pelatihan Digital Talent Scholarship ini diberikan gratis dari pemerintah pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing, kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM di Kota Cirebon. “Kalau mandiri, mungkin biayanya lumayan besar,” tutur Agus. (Bam)

IAIN Cirebon Menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS

Rapat Koordinasi Pelaksanaan Sidang dan Pemrosesan Kenaikan Pangkat PNS di Lingkungan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Senin (07/02/2022).

CIREBON, FC - Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menyampaikan, pentingnya kegiatan koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini. Karena melalui kegiatan ini dapat melakukan akselerasi atau percepatan untuk kenaikan pangkat tersebut.

Sumanta juga menegaskan, bahwa dampak dari akselerasi kenaikan pangkat ini akan memberi peluang yang besar untuk akreditasi di jurusan-jurusan. Karena semakin tinggi pangkat dosen, maka semakin tinggi nilainya.

"Kenaikan pangkat ini sangat penting untuk dilakukan. Karena kami secara rutin menghadapi akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT)," katanya.

Maka, kata Sumanta, yang sudah terakreditasi A semoga bisa mempertahankan, yang akreditasinya B semoga bisa naik menjadi A, yang belum terakreditasi dapat dinilai sangat baik.

"Itu target-target kita untuk memacu prodi untuk mendapatkan predikat akreditasi yang kita harapkan bersama,” tandasnya.

Demikian juga terakit dengan akreditasi di masing-masing prodi, jelas Sumanta,  akan berdampak pada akreditasi lembaga. Untuk itu, hal ini sangat berkaitan. Untuk itu kita memacu kenaikan pangkat di hulu nanti sampai kepada hilir.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd menjelaskan, keguatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan kita harus terus diprogres. Karena pada tahun 2022 ini ada sebanyak 21 pegawai yang mengajukan kenaikan pangkat. Dari 21 pegawai tersebut, 4 di antaranya adalah asisten ahli dan 17 lektor. 
 
Kartimi berharap, melalui kegiatan ini  ada tambahan dari pegawai lainnya yang mengajukan kenaikan pangkat. Karena  kenaikan pangkat ini menjadi salah satu indikator untuk transformasi lembaga dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI).


“Ini sebagai salah satu peningkatkan SDM. Ini untuk menambah jumlah lektor yang mudah-mudahan dari 17 itu bisa memenuhi persyaratan,” paparnya.

Kegiatan rapat koordinasi pelaksanaan sidang dan pemrosesan kenaikan pangkat PNS ini berlangsung di salah satu hotel di wilayah Cirebon, Senin, (07/02/2022), dengan diikuti oleh sejumlah Warek, Ka Biro AUAK, Dekan dan lainnya. (din)

Jumat, 04 Februari 2022

Gubernur Jawa Barat Meresmikan Alun-Alu. Sangkala Buana Keraton Kasepuhan

Wali Kota Cirebon dan wakil Wali Kota Cirebon mendampingi Gubernur Jawa Barat pada acara peresmian Alun-Alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jum'at (4/2/2022). 


CIREBON, FC – Gubernur Jawa Barat, Dr. (HC) H. M. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D meresmikan langsung Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan, Jumat (4/2/2022), disaksikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., hingga Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin.

Wali Kota Azis mengatakan, Cirebon adalah kota yang sedari dulu telah menjadi titik temu berbagai budaya dan karakter masyarakat. Sehingga, Kota Cirebon sejak dulu telah menjadi kota yang multikultural.

“Di tengah suasana suka cita ini, saya bersyukur bahwa revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana Keraton Kasepuhan Kota Cirebon telah rampung,” ungkap Azis dalam sambutannya.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon, disampaikan Azis, secara khusus berterimakasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan perhatian yang sangat tinggi bagi pelaksanaan revitalisasi alun-alun ini.

“Sehingga, hari ini kita dapat bersama-sama melihat wajah baru dari Alun-alun Sangkala Buana,” ujarnya.

Azis berharap, Alun-alun Sangkala Buana dapat secara maksimal menjadi ruang terbuka untuk wisata keluarga, religi, dan sejarah, karena lokasi alun-alun ini berdekatan dengan Keraton Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa.

“Di mimbar ini, saya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan memastikan seluruh kegiatan di tempat ini berlangsung dengan tertib sebagai bentuk kecintaan kita pada Kota Cirebon,” tuturnya.

Lebih jauh, kata Azis, sebagai ruang terbuka publik, ia berharap agar Alun-alun Sangkala Buana dapat difungsikan sebagai tempat edukasi, interaksi sosial, berdiskusi, dan banyak hal bermanfaat lainnya.

“Hal-hal tersebut tentu saja merupakan upaya dari Pemerintah Daerah Kota Cirebon dalam meningkatkan indeks kebahagian masyarakat,” katanya.

Azis juga mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan seluruh fasilitas yang ada di Alun-alun Sangkala Buana dengan penuh tanggung jawab, dengan tidak merusak fasilitas yang ada. Siapapun boleh mengunjungi Alun-alun Sangkala Buana.

“Namun, di tengah situasi pandemi Covid-19 ini, saya senantiasa mengingatkan agar seluruh masyarakat senantiasa mematuhi protokol kesehatan ketika beraktivitas di luar ruangan,” kata Azis.

Sementara itu, Gubernur Ridwan Kamil menyampaikan, revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana merupakan sebuah janji darinya dengan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat (alm), yang menurut Ridwan Kamil senantiasa mengingatkan dan membimbingnya tentang sejarah.

“Hari ini di cuaca yang sejuk ini, di hari yang baik, yaitu hari Jumat, saya hadir di tempat yang bersejarah ini untuk mempersembahkan sebuah cita-cita, sebuah janji,” katanya.

Ridwan Kamil mengakui, sempat ada opsi untuk konsep revitalisasi Alun-alun Sangkala Buana menggunakan konsep modern, namun ia tak setuju. “Tapi ini wajib bagian dari sejarah, jadi harus terasa rasa sejarahnya,” kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga berpesan kepada Sultan Sepuh XV untuk merutinkan pagelaran seni tari topeng Cirebon di Alun-alun Sangkala Buana setiap akhir pekan.

“Sehingga wisatawan datang ke sini mengapresiasi, lahirlah kebaikan-kebaikan, kemuliaan yang berlipat-lipat dengan hadirnya tempat istimewa ini,” katanya. (din)

Konsolidasi Humas PTKIN Untuk Sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang Hasilkan Beberapa Program Penting

Humas PTKIN SE Indonesia pada kegiatan konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN di Semarang.


CIREBON, FC - Ada beberapa program dihasilkan pada signifikansi kegiatan hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN 2022, di antaranya, Konsolidasi dan Membangun Sinergi, Konsolidasi dan Membangun Manajemen Reputasi dan Branding Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dalam manajeman informasi PMB PTKIN yang akurat, cepat dan tepat sasaran.

Kemudian Konsolidasi dan Membangun Sinergi pimpinan PTKIN dalam merumuskan langkah dan kebijakan berkelanjutan. Ketiga program hasil konsolidasi Humas PTKIN untuk sosialisasi SPAN-UMPTKIN ini akan segera dilakukan.

Demikian disampaikan Kasubag Humas dan Publikasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I yang tengah mengikuti kegiatan tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Arifin, dalam konsolidasi Humas PTKIN tersebut, ada beberapa harapan yang diluncurkan, harapan tersebut di antaranya peningkatan kemudahan, kemudian peningkatan sosialisasi PMB PTKIN, ini terkait sinergi Humas PTKIN.

Kemudian, peningkatan pelayanan helpdesk yakni FAQ PMB PTKIN, teknis dan panduan pendaftaran (YouTube), panduan-panduan kesalahan pengisian data ditampilkan di dasbor. Selain itu peningkatan jumlah pendaftar PTKIN.

"Yang terakhir dari hasil konsolidasi ini, yakni peningkatan kualitas proses seleksi PMB. Di antaranya asas proporsional dan berkeadilan, prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas. Kemudian mendapatkan mahasiswa berkualitas dan memuaskan masyarakat," terang Arifin. (din)


Ikatan Mahasiswa Kuningan Gelar Bakti Sosial di Desa Padarama, Bupati Kuningan Apresiasi

 

Bupati dan Kepala Desa Padarama Kuningan apresiasi Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) yang menggelar kegiatan bakti sosial selama 10 hari di Desa Padarama.


CIREBON, FC -  Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan sejumlah mahasiswa Perguruan Tinggi lainnya, yang tergabung pada Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) wilayah Cirebon, menggelar acara bakti sosial di desa Padarama, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan pada Rabu (02/02/2022). 

Acara yang diberi nama IMK Ngabdi tersebut akan digelar selama 10 hari ke depan mengangkat tema “Ngawangun Lemah Cai di Tanah Walagri Kuningan Asli”.

Dalam sambutanya , ketua pelaksana kegiatan, Rizki Maulana menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Padarama yang sudah menerima kami untuk melaksanakan kegiatan ini Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang telah menyukseskan serta berkenan hadir. 

Adanya bakti sosial ini menjadi momentum berbakti pada tanah kelahiran “Sejauh manapun melangkah, pasti akan kembali ke tanah kelahiran. Maka adanya baksos ini, semoga dapat menjadi momentum bagi kader IMK untuk bisa berbakti pada tanah kelahiran,” ujarnya.

Kemudian sambutan berikutnya disampaikan oleh ketua Umum IMK Wilayah Cirebon Alif Fathul Aziz, ia menegaskan, adanya kegiatan bakti sosial ini merupakan implementasi tri dharma perguruan tinggi, belajar dan mengajar, penelitian dan pengebdian masyarakat. Sekaligus merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan dimotori bidang Pengabdian Masyarakat (PM). 

“Sebelum adanya baksos, ada IMK Menggaya (mengenal keragaman budaya) dan puncaknya adalah bakti sosial yang mana pengimplementasian tri dharma perguruan tinggi dengan tujuan sebagai pembelajaran mahasiswa dalam bidang penelitian, dan pengabdian masyarakat,” papar Alif Fathul Aziz.

Sementara itu, Kepala Desa Padarama Pak Suheman mengatakan, mangga kepada seluruh mahasiswa kuningan wilayah cirebon yang ingin melaksanakan program kerja bakti sosial di Desa padarama dan masyarakat akan sangat terbuka kepada mahasiswa.

Harapnya mahasiswa dan masyarakat bisa bersinergi dan memaksimalkan kegiatan ini, supaya berjalan dengan lancar serta menuangkan inovasinya untuk masyarakat padarama.

Acara pembukaan sendiri dibuka dengan launching beserta penyerahan buku secara simbolis. Buku yang berjudul "Potret Desa Padarama dalam Bingkai Sosio-Ekonomi, Sejarah dan Budaya - Sebuah Karya Pengabdian" tersebut secara umum membahas mengenai Desa Padarama. 

Pembahasan tersebut dimulai dari sejarah dan perkembangannya yang dilihat dari segi agama, budaya dan sosio ekonomi serta potensi-potensi Desa Padarama yang dapat dikembangkan.

Melalui Ketua Dinas Pendidikan, H. Acep Purnama SH, MH selaku bupati Kuningan, memberikan apresiasi kepada IMK karena telah berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kacamata sejarah, sosio-ekonomi, dan budayanya mengenai desa Padarama. 

Hal tersebut tentunya bisa menjadi gambaran bagi pemerintah daerah  untuk mengambil kebijakan terkait daerah Padarama kedepannya. (Heri)

48 Pejabat Fungsional di Lingkungan )emda Kota Cirebon Dilantik

CIREBON, FC – Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., melantik sebanyak 48 pejabat fungsional di lingkungan Pemda Kota Cirebon, Jumat (4/2/2022), di Hotel Prima Jalan Siliwangi Kota Cirebon.

Pejabat fungsional yang dilantik terdiri dari 31 pejabat fungsional guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah, 15 orang pejabat fungsional pengawas dan dua orang pejabat fungsional pengadaan barang dan jasa.

“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dalam rangka urgensi pengisian kekosongan jabatan,” ungkap Wali Kota Azis.

Azis mengatakan, kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas untuk memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi tingkat sekolah, taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah atas.

“Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.” tuturnya.

Sedangkan, sambung Azis, jabatan fungsional pengelola pengadaan barang dan jasa  adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab  dan  wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Di masyarakat masih terdapat stigma bahwa jabatan fungsional merupakan jabatan kelas dua dibandingkan jabatan struktural. Padahal banyak keuntungan dari jabatan fungsional yang dapat kita peroleh, salah satu di antaranya yaitu batas usia pensiun yang lebih panjang,” kata Azis.

Perlu diketahui, jabatan fungsional bukanlah jabatan yang bisa diisi oleh sembarang orang. Pengisiannya didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu dan dibuktikan dengan sertifikasi dan/atau penilaian tertentu.

“Kepada para pejabat fungsional yang dilantik untuk segera menyesuaikan dan terus meningkatkan kompetensi diri sesuai dengan jabatan fungsionalnya,” ucap Azis.

Ia berharap, para pejabat fungsional yang dilantik dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, mencermati setiap perubahan dan tuntutan zaman yang ada, serta dapat membantu bekerjasama mewujudkan visi-misi Kota Cirebon.

“Selamat bertugas. Ingatlah bahwa jabatan yang dipercayakan kepada saudara-saudara, merupakan amanah yang harus diemban, yang harus disyukuri dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” katanya. (din)

Pilot Project UISSI, Pendidikan Jarak Jauh PAI FITK IAIN Cirebon Dimulai

Tampak Dekan FITK IAIN Cirebon, Dr H Farihin M.Pd tengah bersama Direktur GTK Madrasah Ditjen Pendis Kementerian Agama, Muhammad Zain. 


CIREBON - Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon sudah dimulai. PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini merupakan pilot project Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) yang menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama (Kemenag). 

Perkuliahan yang dirancang 100 persen secara daring (online) ini diikuti oleh 200 guru madrasah dari berbagai daerah. Mereka adalah guru madrasah yang belum bergelar sarjana dari wilayah 3T, dan dibiayai oleh Kementerian Agama.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Muhammad Zain berharap pola pendidikan yang diterapkan dapat menjadi benchmark pendidikan digital bagi guru. 

Hal ini dikemukakan Zain saat memberikan kuliah umum pada peserta PJJ PAI IAIN Syekh Nurjati secara daring. “Kita berharap ini dapat mejadi benchmark bagi lembaga dalam implementasi digital learning atau e-learning untuk proses pembelajaran jarak jauh,” ungkap Zain, Jumat (4/2/2022)

“Bukan semata-mata memindahkan perkuliahan offline/tatap muka menjadi online/daring/tatap maya, akan tetapi betul-betul menjadi role model untuk pembelajaran yang ideal,” imbuhnya. 

Hal senada juga diungkapkan Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kartimi. "Sebagai pilot project tentu diharapkan bisa menjadi inspirator dan sekaligus sebagi mercusuar untuk mempublish lembaga kepada masyarakat dan dunia luar," kata Kartimi.

Sementara, Dekan FITK, Farihin mengungkapkan harapanya agar PJJ PAI ini ke depan dapat dibuka bagi mahasiswa umum.  "Ke depan, kami berharap PJJ PAI tidak hanya diperuntukkan bagi para guru madrasah saja, melainkan bisa dibuka untuk mahasiswa umum dengan biaya mandiri," tambah Farihin.

Dalam kesempatan tersebut, Zain juga menyampaikan materi tentang “Makna Hidup Bersama Al-Qur’an”. Menurutnya, mahasiswa PJJ PAI yang merupakan guru madrasah ini harus menjadi golongan pencintan Al-Qur’an. 

"Prof Fazlurrahman ulama ahli tafsir, beliau setiap kali mengajar Al-Qur'an selalu membawa mushaf Al-Qur'an dan mendekapnya, menunjukkan rasa hormat dan memuliakan Al-Qur'an," kata M Zain. 

Ia pun memaparkan, bahwa pecinta Al-Qur’an dibagi dalam tiga golongan. Golongan pertama adalah orang mencintai Al-Qur'an karena semata-mata bacaannya mengandung berkah, sehingga orang baca Al-Qur'an untuk tujuan tertentu.

Golongan kedua adalah orang mencintai Al-Qur'an dengan memahami kandungan maknanya dalam berbagai dimensi kekinian kehidupan umat manusia, sebut saja persoalan sains, teknologi, ekonomi, sosial politik dan sebagainya.

Golongan ketiga adalah orang mencintai Al-Qur'an secara kritis, artinya kelompok tersebut membaca, memahami Al-Qur'an namun juga mengkritisi kandungan ayatnya.

"Saya mengajak mahasiswa PJJ PAI untuk menjadi pecinta Al-Qur'an sehingga bisa hidup bersama Al-Qur'an dalam arti yang sebenarnya," ajak M. Zain.