Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 06 Agustus 2023

Desa Wisata Religi Astana Gunungjati Kabupaten Cirebon Masuk 75 ADWI 2023

 

KABUPATEN CIREBON -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menetapkan Desa Wisata Religi Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu dari 75 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Berdasarkan pantauan, Minggu (6/8/2023), Sandiaga Uno tiba di Desa Wisata Religi Astana sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung diarak menggunakan kereta kencana sejauh 200 meter dari jalan masuk hingga pintu gerbang Makam Sunan Gunung Jati. 

Setelah diarak, Sandiaga langsung berdialog dengan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Wisata Religi Astana dan mengunjungi stand para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). 

Didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag., Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menuju ke Makam Sunan Gunung Jati untuk berziarah. 

Menurut Sandiaga, dari 4.000 desa yang mendaftar dalam ajang ADWI, sebanyak lima persennya merupakan desa religi. Desa Wisata Religi merupakan yang terbaik, karena memiliki potensi besar. 

"Desa wisata ini tidak hanya mengundang wisatawan dari dalam negeri saja, tetapi juga dari luar negeri. Laporan dari kepala desa, wisatawan dari Brunei Darusalam dan Malaysia juga datang," kata Sandiaga.

Di dalam makam ini, terdapat makam Sunan Gunung Jati yang merupakan Wali Songo penyebar agama Islam di tanah Jawa, juga merupakan sultan pertama Kasultanan Cirebon yang semula bernama Keraton Pakungwati.

Untuk menunjang aktivitas kepariwisataan, di desa ini terdapat sejumlah homestay yang bisa disewa oleh para peziarah. Harga sewa untuk satu rumah relatif terjangkau, hanya Rp150 ribu hingga Rp500 ribu.

Dalam momen tertentu, sejumlah kegiatan budaya dilaksanakan di Desa Wisata Religi Astana, diantaranya grebeg syawal, nadran, dan upacara adat mapagsri. 

Selain itu, beberapa ragam kuliner khas mulai dari empal gentong, docang, nasi lengko, intip (kerak nasi), emping melinjo, emping amba, dan kerupuk lambak ditawarkan untuk memanjakan lidah para wisatawan. 

ADWI merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa wisata yang memenuhi kriteria penilaian Kemenparekraf/Baparekraf. Tak hanya “berlomba”, ADWI 2023 diharapkan dapat menggerakkan perekonomian Indonesia.

ADWI akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sehingga, kedepannya bisa mengangkat desa-desa di Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia, serta berdaya saing global dan berkelanjutan.

Di sisi lain, ADWI 2023 diharapkan dapat meningkatkan perekonomian desa tersebut, sekaligus menstimulasi kolaborasi antar unsur pentahelix (akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media) demi kemajuan desa wisata.

Ada lima kriteria penilaian yang harus dipenuhi seluruh peserta ADWI 2023, yang pertama, yakni desa wisata harus memiliki keunikan dan keautentikan daya tarik wisata berupa alam, buatan, serta seni dan budaya. 

Selanjutnya, penilaian akan diambil dari peningkatan standar kualitas pelayanan homestay dengan melestarikan budaya lokal. Sekaligus, standar kualitas toilet dalam memenuhi sarana dan prasarana kenyamanan wisatawan yang berkunjung. 

Penilaian ketiga, diambil dari kemampuan akselerasi percepatan transformasi digital, serta menciptakan konten kreatif sebagai sarana promosi desa wisata secara digital. Sementara itu, penilaian keempat dilihat dari souvenir yang dijual. 

Setiap desa wisata harus bisa menggali kreativitas dan hasil karya desa wisata berupa kuliner, fesyen, dan karya berbasis kearifan lokal. 

Satu lagi kategori penilaian yang akan dipertimbangkan dalam ajang ini, yaitu kelembagaan desa wisata dan CHSE. Desa wisata harus berbadan hukum, memiliki pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan, memiliki manajemen risiko, serta menerapkan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) berstandar nasional. 

Bupati Imron berterima kasih pada Sandiaga Uno yang telah memberikan Desa Astana masuk dalam 75 ADWI. Pihaknya berpesan agar seluruh masyarakat, khususnya Desa Astana bisa menjaga keasrian, ketertiban, dan kebersihan.

"Kami berpesan pada masyarakat Cirebon, khususnya yang ada di Desa Astana, mari jaga keasrian, ketertiban, dan kebersihan," kata Imron.

Imron menjelaskan, banyak kelebihan di Desa Astana yang mejadi penilaian Sandiaga Uno. Pihaknya mengharapkan, masyarakat Indonesia yang hendak berziarah ke luar negeri, bisa datang terlebih dahulu ke Cirebon

Sebab, kata Imron, Cirebon merupakan salah satu kabupaten yang masuk dalam peradaban Islam. "Dan wali juga salah satunya ada di sini," tambahnya.

Terkait beberapa faktor yang menjadi kekurangan Desa Wisata Religi Astana, Imron berkomitmen siap membantu. 

"Tadi kata Pak Menteri, yang datang ribuan, tapi manfaat terhadap warung-warung kurang maksimal. Maka harus ada kerjasama antara pemerintah dengan pengelola. Pemerintah daerah siap untuk cari solusinya," sambung Imron. (din)

Sabtu, 05 Agustus 2023

IAIN Cirebon Bersama UIN Sunan Kalijaga Bekerjasama dengan DLH dan Polres Cirebon Adakan Seminar Pengelolaan Sampah


FOKUS CIREBON, FC - KKN kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Cirebon menyelenggarakan “Seminar Pengelolaan dan Kebermanfaatan Sampah” di Gor GMG Nyimas Ayu Danawati di Desa Kalitengah, Cirebon pada (5/7)

Seminar tersebut merupakan salah atu dari tiga program yang diusung dalam pengelolaan sampah, yakni, seminar pengelolaan dan kebermanfaatan sampah, bakti sosial, dan pengadaan bank sampah. Program tersebut bekerjasama dengan dinas lingkungan hidup dan polresta cirebon.

Seminar tersebut dibuka dengan sambutan oleh Muhammad Fadlan H. daud selaku ketua acara, menurutnya program yang diusung dalam mengatasi sampah tidak akan berhasil dan berkelanjutan kalau tidak ada kerja sama dari lapisan masyarakat.

“Acara seminar pengolahan dan kebermanfaatan sampah merupakan salah satu dari tiga program yang diusung untuk membebaskan lingkungan dari sampah yang ada di kali tengah” ujar fadlan dalam sambutan tersebut.

Selaras dengan Fadlan, Siti Asiyah selaku Kuwu Desa Kalitengah menyatakan bahwa bersama dalam mengatasi sampah akan menciptakan lingkungan yang bersih. Lebih lanjut dengan kerja sama maka sampah bukan lagi masalah, melainkan menjadi peluang untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Acara ini bukan hanya tentang seminar, tetapi juga tentang membangun jaringan, berbagai gagasan, dan menjalin kemitraan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Bersama, kita akan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih makmur untuk generasi mendatang. Sampah bukan lagi masalah melainkan peluang untuk menggapai kesejahteraan bersama” jelasnya. m

Hal itu membuat Mumtaz Afridah selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN kolaborasi dalam sambutannya ia berharap bahwa program yang dibuat kkn kolaborasi kelompok 110 dapat memberikan manfaat pada masyarakat kali tengah.

Selanjutnya acara tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari dinas lingkungan hidup yang diwakili oleh Yayan Hendrawan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari program KKN Kolaborasi, Yayan berharap upaya penyelesaian sampah tidak hanya berhenti pada saat seminar dan harus ada keberlanjutan di masyarakat. Untuk itu Yayan melanjutkan kesadaran tentang kebersihan sampah harus ditanamkan sejak dini. Sehingga kesadaran tentang sampah harus ditanamkan kepada anak-anak, tapi tidak hanya kesadaran.

Menurut Yayan harus ada tindak lanjutnya hingga kesadaran tentang sampah dapat menjadi karakter dalam diri anak-anak bahkan menjadi budaya di masyarakat.

“Diajarkan ke anak-anak tapi tidak hanya itu, harus dilatih menjadi kebiasaan, lalu karakter, dan kemudian menjadi budaya” ujarnya saat membawakan materi.

Menurut Yayan data BPS tahun 2022 jumlah penduduk Cirebon sebesar 2.315.420 jiwa dan sampah yang dihasilkan sebesar 1.250 ton/hari. Sedangkan baru 2050 ton /hari atau dua puluh persen dari semua itu yang dapat diangkut ke TPA Gunung Santri. Dengan keterbatasan pengelola yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup yang hanya beberapa persen dari jumlah sampah penduduk yang dapat dikelola.

Untuk itu program seminar pengelolaan sampah mendapat apresiasi dari Kapolresta Cirebon yang diwakili oleh Mohammad Ardi Wibowo, sekaligus sebagai pemateri kedua. Menurutnya program yang digagas oleh KKN Kolaborasi antara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan IAIN Cirebon merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat sebab terkait dengan pengolahan sampah, apalagi acara tersebut dapat memicu masyarakat untuk perduli terhadap lingkungan yang terbebas dari sampah di Desa Kali Tengah. (Nisa)

Jumat, 04 Agustus 2023

Dorong Solusi Permasalahan Sampah di Desa Paniis, Mahasiswa KKN Kelompok 116 IAIN Cirebon Gelar Diskusi

 


CIREBON, FC - Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Kelompok 116 IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan NGOMPAS ( Ngobrol bareng masalah pengolahan sampah ) di Desa Paniis Kec. Pasawahan kabupaten kuningan. Kegiatan ini berlangsung Jum'at 4 Agustus 2023. 

Kepala Desa Paniis, Bapak Raski Baskara, dalam pembukaan diskusi menjelaskan pihaknya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah mengambil inisiatif mengadakan kegiatan diskusi terkait pengolahan sampah, karena persoalan sampah masih menjadi polemik dikarenakan sampah yang saat ini tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber penyakit dan berakibat buruk khususnya bagi pertanian dan perairan masyarakat. 

Sementara itu, diskusi diisi dengan pemaparan oleh 2 mahasiswa KKN mengenai pengolahan sampah di beberapa desa yang dijadikan referensi pengolahan sampah sehingga memudahkan pemdes dapat mengambil contoh untuk diterapkan di Desa Paniis, kemudian diskusi dilanjut dengan sesi tanya jawab dan dialog interaktif antara Mahasiswa KKN dan Aparat Desa beserta masyarakat yang hadir dalam kegiatan Ngompas tersebut.

Di penghujung acara pak ose/sekretaris desa, mengatakan semoga dengan dilantiknya direktur BUMDes "KIBAS" Desa Paniis yang baru dapat segera membentuk Unit Sampah sebagai solusi permasalahan sampah dan apa yang telah dijelaskan dan dipresentasikan oleh rekan-rekan mahasiswa KKN mengenai beberapa sumber referensi pengolahan sampah di beberapa desa agar dapat segera di tindak lanjuti oleh pengurus BUMDes sehingga pengolahan sampah di desa paniis segera terwujud. (Nisa/Yusuf)

Kamis, 03 Agustus 2023

PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Gelar Kegiatan Visiting Lecturer

CIREBON, FC - PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon gelar kegiatan Visiting Lecturer. Kegiatan Visiting Lecturer ini merupakan bagian dari kegiatan Musyawarah Kerja Nasional PD PGMI dan Konferensi Internasional.

Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Aula FITK secara luring dan daring dimulai pukul 09.30 sampai pukul 15.00 wib, dihadiri oleh Wadek II FITK Ibu Ria Gloria, M. Pd dan dosen dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan Visiting Lecturer ini menjadi kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Ketua jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Bapak Ahmad Ariffudin, M.Pd membuka acara dengan menyampaikan harapan ke depan agar kegiatan serupa dapat diagendakan rutin sehingga mahasiswa dapat menyerap ilmu dari dosen luar kampus PGMI. 

Kegiatan ini dimoderatori oleh Ibu Nur atikoh, M. Pd, sala satu dosen PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan dihadiri oleh 8 dosen tamu sebagai narasumber. 

Dosen tamu tersebut berasal dari kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, IAI Sahid Bogor, IAI Qamarul Huda Bagu NTB, IAIN Bone, IAIN Gorontalo, dan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. 

Sejumlah  88 mahasiswa PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon hadir menyimak dengan antusias materi tentang isu terkini seputar pendidikan dan tantangannya di masa yang akan datang.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan sharing pengetahuan serta mempererat hubungan kerjasama antar Perguruan Tinggi Islam di seluruh Indonesia. 

Kegiatan ini juga dapat memberikan mahasiswa kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru dari sudut pandang yang berbeda sehingga dapat memperkaya pemahaman mahasiswa dan menumbuhkan konsep baru yang akan mereka terapkan kelak ketika menjadi guru pungkas ketua jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

IAIN Cirebon Adakan Kerjasama Dengan Muamalat Institut Jakarta

JAKARTA, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kerjasama/MoU dengan Muamalat Institut Jakarta, Kamis, (03/08/2023). 

Kegiatan ini dalam rangka peningkatan Tridharma Perguruan Tinggi dan mengoptimalkan prinsip kemitraan. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus Muamalat Institut Jakarta Jl. Tj. Duren Raya No. 07 ABC Rt/Rw: 01/06 Duren Utara Kec. Grogol Petamburan Provinsi Jakarta Utara. 

Rombongan IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang hadir adalah Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M. Ag (Rektor) didampingi Prof. Dr. Hajam, M. Ag (Warek II IAIN), Dr. H. Didi Sukardi, M. Ag ( Dekan FEBI IAIN Cirebon), staf dan pejabat IAIN Cirebon. Rombongan IAIN Syekh Nurjati Cirebon disambut langsung oleh Anton Hendriyanto ( Executive Directure Muamalat Institut Jakarta) beserta stafnya di ruang kerjanya. (din)

Selasa, 01 Agustus 2023

Pemkot Cirebon dan KACES Kolaborasi Sosialisasikan Seni dan Budaya di Sekolah

CIREBON – Kemitraan strategis antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon dengan Korea Arts and Culture Education Service (KACES) terjalin sejak lama. Tahun ini, kedua belah pihak menjalin kemitraan terkait seni dan budaya. 

Demikian dikatakan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai menyambut kehadiran KACES di aula Kantor Dinas Pendidikan, Selasa (1/8/2023).

“Tahun lalu mengenai batik, tahun ini tentang seni dan budaya. Keduanya memperkenalkan kesenian dan budaya masing-masing ke sekolah,” kata Eti. 

Eti menambahkan, pendidikan seni di sekolah merupakan media pengembangan kreativitas dan bakat seni bagi peserta didik. Pendidikan seni berperan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak. 

“Peserta didik akan lebih menghargai dan menghormati seni dan budaya masing-masing negara,” ujarnya.

Pihaknya yakin bahwa seni dan budaya memungkinkan siapapun dapat memiliki pengalaman berkarya, pengalaman menciptakan konsep karya, pengalaman berestetika, dan pengalaman untuk merasakan fungsi pendidikan seni bagi kehidupan. 

“Pendidikan seni dan budaya bisa menjadi metode yang efektif untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, kemampuan yang sangat penting dan bisa mengubah kehidupan seseorang,” tuturnya. 

Pendidikan seni dan budaya juga memiliki sifat multilingual, multidimensional, dan multikultural. Sifat-sifat inilah yang membuat Indonesia dan Korea dapat bertemu dan bertukar informasi mengenai kekayaan budaya masing-masing.

“Seni mampu mengembangkan potensi manusia untuk berkomunikasi, baik melalui unsur rupa, gerak, maupun suara,” katanya.

Pemda Kota Cirebon akan selalu berkomitmen untuk terus mendukung program pendidikan seni dan budaya antara Korea-Indonesia. Terlebih hal ini menjadi proyek bantuan pengembangan resmi yang diinisiasi oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan.

“Kami berterima kasih kepada KACES karena telah membantu kami dalam upaya menanamkan sekaligus memperdalam minat pelajar dalam hal pendidikan seni dan budaya,” kata Eti. (Nisa)

Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Buka Kerjasama Dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Di Bidang Hukum

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Umaryadi SH MH bersama Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag tengah bersama menandatangi nota kerjasama (MoU).

FOKUS CIREBON,FC - Kejaksaan Negeri Kota Cirebon menjalin kerjasama hukum perdata dan tata usaha negara dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Selasa, (1/8/2023) di Lantai 3, Ruang Rektorat, kampus setempat.

Kegiatan selain diikuti oleh para pejabat di Kejaksaan Negeri Kota Cirebon juga di para pimpinan di lingkungan civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Selain itu, kerjasama tersebut dilakukan untuk memperkuat bantuan hukum perdata dan tata usaha negara kepada IAIN Syekh Nurjati, yang menjadi lembaga kampus Negeri Islam terbesar di wilayah III Cirebon. 

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan rasa terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon beserta jajarannya dalam rangka penandatangan kerjasama (MoU), antara Kejari Kota Cirebon dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Prof Dr H Aan Jaelani M.Ag menjelaskan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon sedang melakukan transformasi kelembagaan dari institut menuju universitas Islam  negeri. Hal ini sesuai dengan pilot projeck Kementerian Agama, yakni adanya Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon dan salah satunya dengan adanya program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). 

Mengenai PJJ, kata Prof Aan, tahun ini sudah memasuki tahun ketiga PJJ, dan PJJ ini memberikan akses yang terbuka dan cepat dan bisa diikuti oleh seluruh lapisan warga masyarakat Indonesia.

"Hal ini tentunya menjadi bagian dari tugas kami untuk berikhtiar menjadi bagian penting dari Kementerian Agama khususnya program pemerintah untuk pelaksanaan pendidikan," terangnya.

Selain itu, kata Prof Aan, pada transformasi kelembagaan tersebut, seluruh penyelenggaran pendidikan akan dikelola, termasuk IAIN akan meningkatkan mutu akademik, akreditasi dan pengembangan kerjasama dengan banyak lembaga atau institusi luar.


Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon, Umaryadi, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan rasa penghargaan dan terimakasihnya atas kegiatan ini sehingga bisa saling  silaturrahmi, dan selanjutnya bersama- sama akan melakukan penandatanganan kerjasama kedua institusi.

Menurut Kajari Kota Cirebon, kerjasama ini sebagai bentuk kepentingan bersama, untuk bersinergi, saling mendukung, saling menjaga dan saling mengganti di tengah pelaksanaan tugas di institusinya masing-masing.

"Saya menyampaikan penghargaan dan rasa terimakasih atas perlunya kita menjalin kerjasama yang lebih," ucapnya. 

Kata Kajari, pada intinya kerjasama ini sebagai upaya kita untuk membangun sinergi di bidang masalah hukum. Kejaksaan tentunya sebagai institusi hukum berkewajiban untuk memberikan kontribusi positif dalam rangka memastikan dan mewujudkan berhasil pelaksanaan tugas dan fungsi kita dari institusi masing-masing dalam kehidupan ini.

Dengan kerjasama pada masalah hukum tersebut, pihaknya siap membantu dan mendampingi jika IAIN memiliki permasalahan hukum, baik persoalan perdata, maupun tata usaha negara. (din)

Prodi PGMI IAIN Cirebon Raih 5 Penghargaan dari PD-PGMI Indonesia Award 2023

FOKUS CIREBON, FC - Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih 5 penghargaan sekaligus dari PD-PGMI Indonesia Award 2023.

Penghargaan ini diberikan, pada salah satu rangkaian Musyawarah Kerja Nasional ke-9 dan Konferensi Internasional Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia, yakni pemberian penghargaan kepada Prodi Teladan, Dosen Terproduktif, dan Jurnal Terbaik di Lingkungan Prodi PGMI se-Indonesia.

Kajur PGMI, sekaligus Ketua Pelaksana, Ahmad Arifuddin, M.Pd menjelaskan dalam PD-PGMI Indonesia Award tersebut, Prodi PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih 5 Penghargaan sekaligus. 

Pertama adalah meraih Prodi Teladan Publikasi Ilmiah Harapan 4 PTKIN se Indonesia. Penilaiannya berdasarkan Skor SINTA yang dipublikasikan oleh Kemdikbud Dikti melalui laman sinta.kemdikbud.go.id.

Kedua adalah Jurnal Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI yang dikelola oleh Prodi PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon meraih sebagai Jurnal SINTA 2 Terbaik 1 PTKIN se Indonesia. 

"Raihan tersebut karena Jurnal Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI telah Terakreditasi SINTA 2 dan meraih Impact Factor (IF) SINTA tertinggi dibandingkan dengan jurnal-jurnal lainnya," terangnya.

Ketiga salah satu dosen PGMI, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I meraih 3 penghargaan sekaligus, yakni sebagai Dosen Terproduktif Hibah Penelitian Peringkat 2 PTKIN se Indonesia, sebagai dosen Terproduktif dalam menghasilkan Buku Ajar Peringkat Harapan 1 PTKIN se Indonesia, dan sebagai Dosen Teladan Publikasi Ilmiah peringkat Harapan 2 PTKIN se Indonesia. 

"Penghargaan-penghargaan tersebut tentu tidak muncul secara tiba-tiba, namun hasil kerja keras seluruh civitas akademika    Prodi PGMI dan support penuh dari Pimpinan Fakultas FITK, maupun Pimpinan Rektorat dalam meningkatkan kualitas dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Bidang Penelitian, dan Bidang Pengabdian kepada Masyarakat," jelasnya.

Sementara dalam bidang pendidikan dan pengajaran, pihaknya mendorong semua dosen di lingkungan Prodi PGMI untuk terus produktif dalam menghasilkan karya ilmiahnya, baik dalam menghasilkan buku ajar, artikel jurnal yang diterbitkan pada jurnal nasional maupun jurnal internasional terindeks Scopus, maupun karya Ilmiah lainnya.

Demikian juga dalam bidang Penelitian, Prodi PGMI terus mendorong semua dosen PGMI untuk saling berkolaborasi dalam melakukan penelitian, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Sedangkan dalam bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Prodi PGMI juga terus mendorong dosen PGMI untuk melakukan pengabdian kepada masyarat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Menurut Ahmad Arifuddin, M.Pd salah satu dosen PGMI yang paling produktif dalam menghasilkan karya-karya ilmiahnya maupun melakukan penelitian adalah Dr. Atikah Syamsi, M.Pd. 

"Selain sebagai Wakil Dekan I dan Sekretaris Umum Adpensi, Dr. Atikah Syamsi, M.P juga adalah sosok dosen yang ulet, gigih, dan pekerja keras. Berkat keuletan, kegigihan, dan kerja kerasnya, beliau layak mendapatkan penghargaan-penghargaan tersebut. Semoga dapat menginspirasi dosen-dosen PGMI lainnya untuk dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.

Kendati demikian, sebagai Ketua Prodi PGMI, Ahmad Arifuddin, M.Pd berharap semoga ke depan Prodi PGMI semakin maju dan unggul dengan berbagai prestasi yang diraihnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Nurdin)

Senin, 31 Juli 2023

Dede Al Mustaqim, Mahasiswa Semester 5 IAIN Cirebon Berhasil Tembus Publikasi Jurnal Internasional

Dede Al Mustaqim, mahasiswa semester 5, IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 


FOKUS CIREBON, FC - Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dede Al Mustaqim dari Fakultas Syari'ah, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, semester 5, berhasil tembus publikasi jurnal internasional. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Dede Al Mustaqim kepada fokuscirebon.com, Selasa, (1/8/2023).

Menurut Dede Al Mustaqim judul yang ditulis di jurnal internasional, yaitu "Implementation of DSN-MUI Fatwa No. 108/DSN-MUI|X| 2016 in The Development of Halal Tourist Destination in The City of Cirebon: The Perspective of Maqashid Syariah dan telah terbit pada bulan Juni kemarin terbitan Vol. 04, No. 03 tahun 2023,  yang diterbitkan oleh International Journal of Social and Management Studies (Ijosmas), Jurnal tersebut di bawah naungan Aguspati Research Instituta.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada dosen Pengampu Mata Kuliah Industri Halal yaitu Bapak Muhammad Mujahidin, SEI, ME yang telah memberikan pembelajaran yang mudah dicerna dan dipahami dan juga telah memberikan tugas penelitian ini kepada para mahasiswanya dan apabila jurnal ini tembus maka mendapatkan nilai tambahan. Itulah awal motivasi dari penulisan ini," kata Dede kepada fokuscirebon.com.

Selain ucapan terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Industri Halal, ucapan terimakasih juga disampaikan kepala dosen pengampu fatwa DSN-MUI yaitu kiyai faqih yang sangat luar biasa dalam memberikan sebuah pemahaman.

"Penelitian ini saya gabungkan dari mata kuliah industri halal dan juga mata kuliah fatwa DSN-MUI," ujarnya.

Kemudian ucapan terimakasih juga kembali disampaikan Dede Al Mustaqim kepada  Ahmad Alamudin Yasin MH yang turut serta membimbing dan mengarahkan saya dalam kepenulisan jurnal ilmiah yang mampu menghantarkan saya bisa membuat karya ini.

Dijelaskan, sebagai penulis dirinya termotivasi bahwa dalam menyusun karya ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan destinasi wisata halal yang berlandaskan pada nilai-nilai maqasid Syariah. 

"Dengan semangat dan dedikasi, saya berharap bahwa karya ini dapat memberikan wawasan baru bagi industri pariwisata, pemerintah dan masyarakat untuk lebih menghargai dan mendukung pengembangan wisata halal," tuturnya.

Terkait kesuksesannya itu, kata Dede Al Mustaqim, pihak kampus juga mengapresiasi dan terus memberikan dukungan dan support kepada saya untuk terus berkreasi.

Namun demikian, dalam menuju kesuksesan tersebut ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh Dede Al Mustaqim, salah satunya adalah ketersediaan data dan informasi yang relevan. 

Karena menurut Dede Al Mustaqim, penelitian ini memerlukan data yang akurat dan juga terbaru. Oleh karena ini saya melakukan persiapan seperti melakukan survei, wawancara dan juga mengumpulkan data sekunder dari berbagai jurnal ilmiah. 

Untuk itu, pihaknya berharap, penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi para teman-teman mahasiswa yang akan menyusun tugas akhir dan juga para peneliti lainnya untuk terus mengeksplorasi dan menggali lebih dalam tentang topik yang relevan dalam pengembangan destinasi wisata halal. 

Maka dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan dalam bidang ini, akan  semakin baik juga pemahaman kita tentang cara mengoptimalkan potensi pariwisata halal dan meningkatkan kualitas bagi wisatawan Muslim. (Nurdin)