Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 19 Februari 2020

Upaya Tingkatkan PAD, Kerjasama Instansi Lain Dibutuhkan


CIREBON, FC - Pemda Kota Cirebon berupaya keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berbagai keterbatasan membutuhkan kerjasama dengan instansi terkait lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menerima dan melakukan penandatanganan naskah kesepakatan bersama dengan PT Taspen (Persero) tentang Penyelenggaran Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jamiman Kematian (JKM) bagi pegawai non ASN di Lingkungan Pemda Kota Cirebon, Pengelolaan Taman Sehati Taspen, serta Perjanjian Kerjasama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemda Kota Cirebon tentang sinergitas Program Intensifikasi Pajak Kendaraan Bermotor dan Pemberdayaan Masyarakat di wilayah Kota Cirebon.

“Kami selalu berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ungkap Azis. Upaya peningkatan PAD tersebut juga telah diupayakan di berbagai sektor.

Namun, lanjut Azis, tetap saja Pemda Kota Cirebon memiliki keterbatasan. Karenanya selama ini untuk melaksanakan pembangunan, Pemda Kota Cirebon masih sangat mengandalkan bantuan dari Pemprov Jabar dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kota Cirebon menurut Azis juga merupakan kota yang kecil dan luas yang terbatas. 

Hanya sekitar 38 ribu meter persegi dan jumlah penduduk sebanyak 360 ribu jiwa. “Namun di siang hari, jumlah penduduknya bisa mencapai 2 juta jiwa,” ungkap Azis.


Ini dikarenakan Kota Cirebon telah menjadi pusat perniagaan di 5 daerah di wilayah Cirebon. Bahkan hingga lintas provinsi, seperti dari Brebes dan Tegal. Karenanya tidak heran, lalu lintas di Kota Cirebon sangat padat.

Dengan berbagai kondisi tersebut, Pemda Kota Cirebon tetap berupaya untuk meningkatkan PAD nya. “Salah satunya dengan menjalin sinergi dengan instansi terkait lainnya yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis.

Untuk itu, Azis berterima kasih kepada PT Taspen yang sudah membangunkan taman di eks TPS yang ada di ruas Jalan Wahidin. Keberadaan taman diyakini bisa membantu Pemda untuk menata Kota Cirebon menjadi lebih indah dan hijau sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan berkunjung.

Pada kesempatan itu, Azis juga mengucapkan terima kasih kepada Bappenda Pemprov Jabar yang telah mengeluarkan program zonita pamor. 

Dengan begitu, bisa diketahui jumlah kendaran bermotor yang dimiliki warga Kota Cirebon, khususnya untuk aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemda Kota Cirebon. 

Sehingga bisa diketahui secara pasti berapa pajak dari kendaraan bermotor yang sebenarnya bisa didapatkan oleh Pemda Kota Cirebon.

Sementara itu Kepala PT Taspen Cabang Cirebon, Anne Rosfianti, bersyukur karena Pemda Kota Cirebon menyambut baik aturan pemerintah tentang regulasi baru, yaitu PP No 49 tahun 2018 tentang proteksi non PNS dalam hal kecelakaan kerja dan jaminan kematian. 

Sedangkan jumlah non PNS di Kota Cirebon ada sekitar 3 ribu orang.
Sedangkan Kepala Bappenda Pemprov Jabar, dr. Hening Widiatmoko, MA., menjelaskan jika ada jumlah kendaraan sekitar 188 ribu di Jabar. 

Tahun ini pajak yang ditargetkan sekitar Rp 96 miliar. Dari jumlah tersebut, 30 persennya untuk Pemda Kota Cirebon. (nur)

Soal PT Semen Gresik, Masyarakat Tuban Mendesak Ingin Bertemu Menteri BUMN


JAKARTA, FC- Perwakilan masyarakat Tuban, Jawa Timur mendesak bertemu Menteri BUMN Erick Thohir. Upaya ini dilakukan guna mencari solusi persoalan warga sekitar dari kehadiran PT Semen Gresik.

"Kami ingin bertemu Bapak Erick Thohir dan Dirut PT Semen Indonesia (induk perusahaan Semen Gresik) Hendi Priyo Santoso, karena kami ingin menyampaikan berbagai persoalan di sana.

Karena beberapa ratus kali kita aksi, tidak ada tindak lanjut pimpinan PT Semen Indonesia, dengan alasan yang tidak jelas.

Kepada Erick, mereka ingin menyampaikan tuntutan masyarakat yang mau terbebas dari polusi. Menurut Sunoto, setiap saat polusi berupa debu yang berterbangan, hadir di pemukiman warga sekitar pabrik semen itu," kata 

perwakilan masyarakat dari LSM Anak Bangsa Peduli Lingkungan (Abdul) Tuban, Sunoto, Rabu (19/2), saat berunjuk rasa di depan kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Masyarakat bisa mati secara perlahan akibat kondisi ini.Mereka juga menuntut dihentikannya perusakan lingkungan di wilayah itu oleh PT Semen Gresik. Sebab kawasan Tuban terutama sekitar pabrik semen, debit airnya mulai menurun semenjak batu karst yang menjadi bahan baku semen sekaligus penyerap air, dieksploitasi tanpa henti oleh PT Semen Gresik.

"Maka dalam jangka panjang akan terjadi kekeringan, sumber air sulit. Ekosistem juga tidak berimbang, hewan seperti ular, tikus tidak bisa hidup. Penggunaan dana CSR perusahaan juga dinilai tak jelas atau tak tepat sasaran. Sebab, kata Sunoto, berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di Tuban meningkat. Pada 2019, daerah itu naik di urutan kelima sebagai daerah termiskin di Jawa Timur," ujarnya.

Ini aneh, ada perusahaan BUMN raksasa di sana, tapi kemiskinan semakin meningkat. "Artinya CSR tidak tepat guna," ungkap Sunoto.

LSM Abdul juga mengkritisi reklamasi yang dilakukan PT Semen Gresik. Sunoto menilai, reklamasi yang diperintahkan dalam aturan yang ada, tak benar-benar dijalankan. Diskriminasi terhadap vendor-vendor tertentu menurutnya juga kerap dilakukan.

Di sana tidak ada reklamasi, ada pun abal-abal. Tapi di situ bukit yang masih asli, ditanami tumbuhan, lalu ditulisi 'Taman Reklamasi'.

"Hak-hak warga setempat juga disebut Sunoto tak dipenuhi perusahaan. Seperti hak untuk bekerja di pabrik semen BUMN itu. Ia mengatakan, teramat sedikit pegawai PT Semen Gresik, di luar buruh kasar, yang berasal dari warga sekitar.

Dari 100 orang warga yang melamar, bisa hanya tiga orang yang diterima. Kebanyakan berasal dari daerah lain," ujar Sunoto. (dade)

Disdik Jabar Fokus Pada Tujuh Program, Ini Kata Kadisdik..


JABAR, FC - Guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat (Jabar), tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar fokus pada tujuh program unggulan yang sesuai dengan visi Jawa Barat, yakni mewujudkan "Jabar Juara Lahir Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi".

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Forum Perangkat Daerah Bidang Pendidikan Tahun 2020 di El Hotel Royale, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (19/2/2020).
Tujuh program unggulan tersebut, yakni Iuran Bulanan Peserta Didik (IBPD), Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU), Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Jabar Masagi, Beasiswa Jabar Future Leaders (JFL), Sekolah Terintegrasi Satu Atap, dan Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.
Kadisdik menyatakan, semua program pendidikan bermuara dari program-program yang ada di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pemangunan dan Keuangan Daerah. Selain itu, perlu juga menyikapi Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Jadi, beberapa program yang dahulunya tidak ada, sekarang ada. Di Tahun 2019, kita sudah mulai melakukan penyelarasan,” ujar Kadisdik.
Selain itu, lanjut Kadisdik, program pendidikan akan terus memerlukan penyelarasan dan penyesuaian. Sehingga, program pendidikan di tahun 2021 akan mengalami perubahan cukup signifikan. Ini juga akan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawas, kepala sekolah, guru serta tenaga kependidikan. (nur)

Selasa, 18 Februari 2020

Pemkot Cirebon Dorong UMKM Untuk Bisa Tembus Pasar Eksapor

CIREBON, FC - Usai menerima kunjungan kerja perwakilan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negri (Kemenlu) RI, Rabu (18/2), Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyatakan jika Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon berkomitmen mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk go internasional atau bisa menembus pasar ekspor.
Pernyataan tersebut disampaikan bersamaan pada agenda Sinergi Dan Outreach Diplomasi Ekonomi Dengan Stakeholders Daerah Kota Cirebon di Balaikota.
Menurut Azis, dirinya menangkap peluang dari Kemenlu RI yang siap memfasilitasi pelaku UMKM untuk ekspor.
Dijelaskan, kedatangan perwakilan Kemenlu RI ke Kota Cirebon untuk memberitahukan adanya peluang ekspor yang bisa diambil oleh kalangan pengusaha dengan bersinergi bersama Pemda Kota Cirebon.
Menurutnya, ada beberapa event di luar negeri yang menyediakan stand gratis untuk pelaku UMKM yang difasilitasi Kemenlu RI.
Sementara terkait pendanaan, tandas Azis, akan dicarikan solusi pendanaan yang berasal dari CSR atau partisipasi kalangan swasta, sebab untuk sumber dana tidak mungkin bisa ditutup dengan dana dari APBD-Perubahan.
“Info ini kami baru tahu sekarang, jadi belum bisa masuk penganggaran, maka akan dicarikan solusi lain,” ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Kementrian Luar Negeri RI, Rossy Verona menuturkan, ada banyak peluang di luar negeri yang bisa ditangkap oleh pelaku usaha di Indonesia, sebab untuk Kawasan Asia Pasifik dan Afrika terdapat 114 negara yang bisa dijadikan tujuan ekspor.
“Kami telah mendatangi sejumlah daerah seperti Aceh, Riau, Dumai dan Rembang terkait peluang ini,” tuturnya.
Rossy meminta, Pemda dapat berkolaborasi dengan Kemenlu RI untuk mendorong pelaku UMKM go internasional dengan cara melakukan pembinaan dan pemantauan terkait kemasan dan kualitas produk.
“Kami mencarikan peluang di luar negeri, dan harapannya Pemda menyiapkan UMKM unggulan yang produknya siap diekspor,” ujarnya.
Rossy menambahkan, selain memberitahukan adanya peluang ekspor, Kemenlu RI juga terus menjaring berbagai permasalahan yang dihadapi pengusaha yang memiliki orientasi ekspor.
“Program kolaborasi yang telah berjalan salah satunya dengan Blitar dan Surabaya, dan kami ingin hal itu juga berjalan dengan Kota Cirebon,” paparnya. (bam)

Warga Talun Sambut Lounching Rumah Gizi Dukung Program Pemerintah Dalam Penurunan Stunting


CIREBON, FC - Aisyiyah Kabupaten Cirebon menggelar festival rrumah gizi, dalam rangka hari gizi nasional.2019 dengan tema kolaborasi multi pihak untuk penurunan stunting, Selasa, (18/2/2020) di gedung pertemuan, Desa Sampiran, Kabupaten Cirebon.

Dalam festival rumah gizi tersebut, warda talun meyambut hangat kegiatan lounching rumah gizi program mampu Aisyiyah Kabupaten Cirebon. "Kegiatan ini untuk membantu pemerintah menurunkan stunting.

Maka yang menjadi obyek pada kegiatan tersebut adalah calon pengantin, ibu hamil, bayi di bawah usia lima tahun. Kata ketua penyelenggaraan saat memberikan sambutan dan penjelasan terkait program rumah gizi tersebut.


Panitia juga menyebut jika pada kegiatan tersebut sedikitnya melibatkan 200 peserta dan didomnasi wanita.

Sementara di lokasi kegiatan, tampak sejumlah makanan sehat, siap saji, dengan berbagai menu disajikan di rumah gizi dan menggoda selera makan setiap yang datang pada acara tersebut.


"Kami sebagai warga masyarakat sampiran menyambut baik dengan adanya lounching rumah giizi. Apagi tujuan dari rumah gizi tersebut dalam rangka membangun pemerintah daerah dalam menurunkan stunting," kata Banbang HS tokoh masyarakat Sampiran, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. 


Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat kecamatan, desa juga dari Pemkab dan pihak TNI/Polri (Koramil dan Polsek Talun). (din)

Senin, 17 Februari 2020

Walikota Cirebon : Pemda Dukung Perkembangan Universitas Di Kota Cirebon


CIREBON, FC - Pertumbuhan dan pembangunan pesat yang dilakukan Universitas Gunung Jati (UGJ) akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Cirebon. 

Pemerintah Daerah (Pemda) juga selalu berupaya untuk mendukung setiap perkembangan universitas yang ada di Kota Cirebon.

“Kurang dari 3 tahun, pembangunan yang dilakukan oleh civitas akademika UGJ sangat luar biasa,” ungkap Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, usai peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, meresmikan klinik dan apotek Cakrabuana YPSGJ serta laboratorium genetika Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ), Senin, 17 Februari 2020. 

Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ tentu patut diapresiasi karena dampak dari pembangunan pesat yang dilakukan justru akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kota Cirebon.

“Pesatnya pembangunan yang dilakukan oleh UGJ akan menarik minat mahasiswa yang berasal dari luar daerah untuk kuliah di Kota Cirebon,” ungkap Azis. 

Dari sini kemudian akan tumbuh rumah kos, rumah makan serta kebutuhan transportasi bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. “Perekonomian di Kota Cirebon tentu akan semakin maju,” ungkap Azis.

Karenanya, lanjut Azis, Pemda selalu mendorong dan mendukung terhadap pembangunan setiap universitas yang ada di Kota Cirebon. “Termasuk yang dilakukan UGJ kali ini,” ungkap Azis.

Apalagi UGJ menurut Azis telah berupaya keras untuk terus meningkatkan akreditasi dan kompetensi mereka hingga akhirnya bisa masuk menjadi salah satu universitas terpandang di Indonesia.

Selain itu, keberadaan klinik kesehatan yang dilengkapi dengan peralatan yang canggih, apotek dan laboratorium genetika membuat masyarakat Kota Cirebon tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan pelayanan tentang kesehatan. 

“Termasuk untuk memeriksa genetik misalnya, tidak perlu lagi keluar kota. Cukup di Kota Cirebon saja.Di UGJ ini, peralatannya juga canggih dan menggunakan teknologi terbaru,” ungkap Azis. 

Karena itu, Azis juga berharap ke depannya, UGJ akan semakin maju lagi tidak hanya di Kota Cirebon, namun juga secara nasional dan internasional.

Sementara itu, Rektor UGJ, Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si., menjelaskan jika klinik dan apotek serta laboratorium merupakan langkah awal bagi UGJ untuk bisa mendirikan rumah sakit pendidikan di UGJ. 


“Kami juga sangat berterima kasih kepada Wali Kota Cirebon yang terus menerus memberikan dukungan bagi UGJ,” ungkap Mukarto. 

Ditambahkan Mukarto, poliklinik , apotek dan laboratorium ini nantinya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh UGJ saja, namun juga terbuka untuk umum dan melayani masyarakat Kota Cirebon di bidang pelayanan kesehatan. (nur)

Sekolah Berprestasi, SDN Argasunya Masih Membutuhkan Pengembangan Ruang Kelas


CIREBON, FC - Sekolah berprestasi ini terus mengembangkan pendidikannya untuk semakin unggul di Kota Cirebon. Banyak hal yang kemudian dilakukan oleh para guru dan Kepala sekolah setempat. Diantaranya mengembangkan potensi siswa, salah satunya lewat kreasi seni dan budaya. 

"Untuk meningkatkan dan menggali potensi seni, para siswa-siswi sangat mencintai seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya. Sehingga potensi-potensi yang ada pada diri siswa bisa tersalurkan," terang Yusuf Hidayat, S.Pd kepada
fokuscirebon.com, Senin, (17/2/2020).

Yusuf menambahkan, SD Negeri Argasunya bukan saja ingin menempatkan seni dan budaya, seperti qosidah dan lainnya sebagai salah satu ekstrakulikuler (ekskul) yang diminati banyak siswa di sekolah ini, lebih dari itu, ingin mengangkat kearifan budaya lokal dan melestarikannya.

"Seni dan budaya yang diajarkan kepada siswa dilakukan dengan penuh perhatian dan tanggungjawab oleh para guru disini," ucapnya lagi.

Yusuf juga menegaskan, bahwa yang kita ajarkan kepada siswanya tersebut, juga untuk mengenalkan tentang seni dan budaya lainnya, ini untuk memperkaya pengetahuan para siswa tentang budaya daerah.


“Jadi selain mengenalkan budaya, manfaat lainnya adalah untuk menjaga budaya yang ada dari derasnya budaya asing dan nantinya anak-anak yang memiliki jiwa seni, kelak bisa menjadi agen pelestarian seni budaya dan akan memiliki rasa bangga terhadap budaya kita,” tuturnya.

Menurutnya peserta didik juga akan lebih bersemangat belajar apabila suatu bahan yang diajarkan tentang kreasi seni siswa sesuai dengan kebutuhan. Sumber belajar dapat berupa segala macam media yang dapat membantu serta memperkaya dan memperjelas pemahaman peserta didik terhadap seni budaya bangsa dan juga agar dapat membantu siswa memperkaya pengalaman dibidang seni budaya. 

Yusuf juga berharap, bahwa 
Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) harus berjalan selaras dan seimbang, hal itu untuk membangkitkan kesenian dan budaya yang ada, sekaligus untuk menjaga khasanah budaya dan mempromosikan kesenian yang ada di Cirebon.

"Mari terus perkenalkan seni dan budaya yang ada agar makin dikenal masyarakat kita," kata Yusuf Hidayat.

Yusuf juga menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya masih membutuhkan pengembangan ruang kelas siswa. Selain untuk memberikan kenyamanan dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM), juga kondisi ini yang diminta oleh para orang tua dan siswa.

"Ya, kami masih membutuhkan pengembangan ruang kelas baru, agar KBM semakin nyaman, hal ini yang diminta para orang tua dan siswa di sini," terangnya.

Saat ditanya kepada siswa, salah seorang siswa membenarkan jika masih ada kekurangan untuk ruang belajar. Siswa ingin masalah ini menjadi perhatian Pemkot dan segera bisa membangunnya.

'Kami bangga bisa bisa sekolah di sini, selain guru-gurunya penuh perhatian dalam soal prestasi sekolah, juga menuntut kami untuk menjadi siswa berprestasi di segala bidang, termasuk seni dan budaya yang kami senangi sebagai pelajaran ekstrakulikuler," tandasnya yang dibenarkan siswa lainnya. (din)



Minggu, 16 Februari 2020

Festival Seni Dan Budaya, Gebyar HUT Ke 66 Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Selatan


JAKARTA, (FC) - Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Selatan, HUT ke 66 Pulau Untung Jawa dimeriahkan dengan berbagai acara sebagai rasa syukur warga Pulau Untung Jawa dan juga sebagai daya tarik wisatawan untuk datang ke Pulau Untung Jawa khususnya, serta Kepulauan Seribu pada umumnya.

Suksesnya rangkaian acara HUT Pulau Untung Jawa tidak terlepas dari kesiapsiagaan pihak Polsek Kepulauan Seribu Selatan Polres Kepulauan Seribu dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan dalam memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung yang hadir dalam perayaan tersebut.

Festival Pulau Untung Jawa diisi dengan berbagai kegiatan antara lain pentas seni dan budaya Pulau Untung Jawa, lomba untuk anak-anak berupa menggambar, mewarnai, balap karung dan sepeda hias, festival kapal hias bagi nelayan, festival kuliner khas Pulau Untung Jawa, lomba mengolah sukun, lomba mancing untuk warga dan wisatawan, atraksi palang pintu dan malam puncak hiburan bagi masyarakat dan wisatawan berupa panggung hiburan musik reggae.

Selain mengamankan rangkaian kegiatan Polri juga melakukan pengamanan pada kedatangan dan keberangkatan pengunjung di Dermaga Utama Pulau Untung Jawa yang berasal dari Pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawsaban dan Marina Ancol terdata hampir 3.000 lebih pengunjung.

"Sudah tugas kami mengamankan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke 66 Pulau Untung Jawa dalam memberikan rasa aman dan nyaman para pengunjung yang hadir dalam perayaan tersebut," kata Ipda Mariaman Saragih selaku Perwira Pengendali Pengamanan, Minggu (16/2).

Festival Pulau Untung Jawa diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pentas seni dan budaya Pulau Untung Jawa, lomba untuk anak-anak berupa menggambar, mewarnai, balap karung dan sepeda hias, festival kapal hias bagi nelayan, festival kuliner khas Pulau Untung Jawa, lomba mengolah sukun, lomba mancing untuk warga dan wisatawan, atraksi palang pintu dan malam puncak hiburan bagi masyarakat dan wisatawan berupa panggung hiburan musik reggae.

"Selain mengamankan rangkaian kegiatan Polri juga melakukan pengamanan pada kedatangan dan keberangkatan pengunjung di Dermaga Utama Pulau Untung Jawa yang berasal dari Pelabuhan Kali Adem, Tanjung Pasir, Rawsaban dan Marina Ancol terdata hampir 3.000 lebih pengunjung. Semua berjalan dengan baik, tertib, aman dan kondusif," ujarnya. (dade)

Sabtu, 15 Februari 2020

Atasi Korban Pelecehan Seksual, Korps PMIII Putri Cirebon Resmikan Rumah Kopri Cirebon


CIREBON, (FC) - Kekerasan seksual yang kerap meresahkan masyarakat dan dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, membuat Korps PMII Putri Cirebon meresmikan Rumah Kopri Cirebon, Sabtu, (15/2/2020).

Keberadaan Rumah Kopri Cirebon (RKC) ini, diharapkan menjadi ruang aman bagi korban pelecehan dan kekerasan seksual.

Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan Kopri Cirebon dalam menyorot permasalahan-permasalahan gender dengan mengadakan seminar nasional tentang pembangunan berkelanjutan yang adil gender dan peresmian Rumah Kopri.

“Kader perempuan PMII harus mengambil peran dalam berbagai sektor, sebab perempuan adalah tonggak perubahan bangsa,” katanya saat menjadi keynote speaker dalam seminar nasional Sustainainaible Development Goals (SDGs) yang diselenggarakan Kopri Cirebon.

Eti menilai isu gender merupakan isu utama dalam pembangunan, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), meskipun telah banyak upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup dan penguatan kelembagaan, akan tetapi kesenjangan antara laki-laki dan perempuan masih tetap ada.

“Pemda Kota Cirebon siap memberikan support, kepada Kopri Cirebon dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan gender,” tuturnya.

Ketua Kopri Cirebon, Okta mengungkapkan Rumah Kopri nantinya akan digunakan dalam memberikan motivasi, dan pendampingan kepada korban kekerasan dan pelecehan seksual dan bekerjasama dengan pihak lain untuk menyelesaikan kasusnya.
“Kami harapkan semua pihak jika melihat kasus-kasus gender tersebut, agar melapor kemudian kita bergerak bersama” ujarnya.

Pada saat yang sama, Ketua PMII Cabang Cirebon, Slamet Ahbahyat berharap Rumah Kopri dapat mengedukasi kalangan remaja khususnya untuk memahami pembangunan berkelanjutan yang adil gender.


“Isu gender telah menjadi isu internasional maka kader perempuan PMII harus mengambil peran dalam hal ini,” katanya.

Perwakilan Pengurus Besar (PB) Kopri, Uswatun Hasanah menambahkan penanganan masalah gender terutama pada program pembangunan yang adil gender telah dilakukan mulai tahun 2000-2015, kemudian ditargetkan kembali mulai 2020-2030 dengan target pencapaian 17 tujuan dan 169 target.
“Maka, Kopri harus bisa mensinergikan 17 goals pembangunan berkelanjutan yang adil gender,” tambahnya. (nur)

Uji Kemampuan Siswa, Lomba Calistung Dan KSN-SD Digelar Di Tingkat Kecamatan

Kegiatan Calistung dan KSN-SD tingkat Kecamatan Pekalipan
FOKUS CIREBON - Seluruh siswa sekolah dasar di Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon mengikuti kegiatan Kompetisi Sains Nasional (KSN-SD) Sekolah Dasar dan lomba baca, tulis, hitung (Calistung) tingkat Kecamatan Pekalipan, Sabtu, (15/2/2020) bertempat di Komplek SDN Pulasaren.

Sebanyak 10 siswa terbaik, dari masing-masing sekolah dasar menjadi peserta lomba. Mereka akan bersaing ketat dengan siswa  lainnya untuk memperebutkan piala juara 1,2 dan 3.

“Lomba Calistung ini merupakan agenda rutin tahunan yang biasa digelar di lingkup Korwil Pendidikan Kecamatan dan diikuti oleh peserta didik, mulai dari kelas 1, 2 dan 3 untuk lomba Calistung, sedang kelas 4 dan 5 untuk Kompetisi Sains Nasional dengan mata pelajaran IPA dan Matematika," kata Deni Rochman, MPd, Korwil Kecamatan Pekalipan.

Deni juga menjelaskan bahwa kompetisi dan lomba calistung ini sebagai kesempatan sekolah, selain sebagai ajang evaluasi, lomba tersebut juga untuk menyeleksi peserta didik pilihan untuk mewakili lomba di tingkat Kota Cirebon.


Sementara menurut Dra Hj Sri Asih M.PdI, Kepala Sekolah SD Negeri Pegajahan 1, bahwa lomba ini merupakan ajang pelatihan bagi peserta didik untuk bisa dan berani tampil di depan umum, dan Juara itu adalah sebuah bonus hasil dari jerih payahnya. 


"Ya, kami mengikutkan 10 siswa dan mereka sudah digembleng dan diberikan latihan-latihan untuk mengikuti lomba ini," tandas Sri Asih. (din)

Jumat, 14 Februari 2020

Walikota Cirebon Targetkan LHKPN Tahun 2020 Tercapai 100 Persen

Walikota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH
FOKUS CIREBON - Tahun ini capaian pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kota Cirebon ditargetkan mencapai 100 persen. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, pada kegiatan Evaluasi LHKPN, Jumat, (14/2/2020) di salah satu hotel di Kota Cirebon.

“Capaian LHKPN Kota Cirebon pada 2019 lalu baru mencapai 97,3 persen. Karenanya tahun ini dan bahkan tahun-tahun seterusnya, capaian pelaporan LHKPN di Kota Cirebon bisa mencapai 100 persen," ungkapnya.

Azis menjelaskan, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, Pemda Kota Cirebon juga bertekat untuk mewujudkannya.

Namun untuk mewujudkannya harus dimulai dari penyelenggara negara yang juga harus bersih terlebih dahulu. Karena itu, sebagai penyelenggaran negara baik dirinya maupun aparatur sipil negara (ASN) terutama yang sudah masuk eselon dua, memiliki kewajiban untuk melaporkan harta kekayaan yang dimiliki setiap tahunnya.

Pelaporan tersebut menurut Azis sebagai bentuk transparansi, integritas dan akuntabilitas. Juga sesuai dengan peraturan KPK RI nomor 7 tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harga Kekayaan Penyelenggara Negara.

“Terlebih kegiatan ini menghadirkan narasumber langsung dari KPK RI,” ungkap Azis.


Karenanya Azis meminta agar kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk bisa mengisi LHKPN secara jujur dan transparan sehingga di kemudian hari tidak sampai menimbulkan sejumlah persoalan. (nur)

Kamis, 13 Februari 2020

Perjuangankan Hak-Hak Pekerja, SPN 'Ngadu" Ke DPRD


FOKUS CIREBON - Sambil membawa atribut aksi, massa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cirebon, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Kamis (13/2/2020). 

Mereka datang untuk mengadukan soal RUU Omnibus Law yang dianggap belum mensejahterakan para buruh. 

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris SPN Kabupaten Cirebon, Sudaryana yang menyatakan bahwa salah satu rancangan pemerintah yang akan menyulitkan buruh yakni RUU Omnibus Law. 

Dirinya juga menggangap, pemerintah pun dianggap belum menegakkan supremasi hukum. "Selama ini kami menilai pengusaha tidak taat hukum, seakan kebal dengan hukum yang berlaku," kata Sudaryana.

Maka kondisi yang akan terjadi bahwa tenaga kontrak saat ini selalu dibayang-bayangi pemberhentian sepihak oleh perusahaan. Pihaknya mengharapkan, adanya peraturan jelas sehingga buruh merasakan aman dan nyaman saat bekerja.

Selain itu, upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK), hanya dilakukan oleh sejumlah perusahaan saja. Dari hasil motoring SPN Kabupaten Cirebon, hanya 200 perusahaan yang memberikan upah layak kepada para pekerja.

"Bayangkan saja, dari 2000 perusahaan hanya 200 saja yang sudah memberikan upah layak. Berharap kepada legislatif supaya perjuangkan keinginan kami ke pemerintah pusat," katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Lutfhi, mendukung apa yang disampaikan oleh SPN Kabupaten Cirebon untuk memastikan hak-hak dan terikat dalam perjanjian tidak merugikan.

"Kita perlu melindungi kepastian kesejahteraan teman-teman sebagai pekerja. Kedua, perlu dicermati adalah kepentingan-kepentingan pemerintah pusat untuk menciptakan suatu kondisi dimana lapangan pekerjaan bisa digenjot dan bisa ditingkatkan," kata Lutfhi. (nur)


Sukses Laksanakan Try Out, SMP Negeri 1 Talun Siap UNBK 2020

Siswa Kelas 9 SMPN 1 Talun tengah melaksanakan Try Out di sekolah setempat 
FOKUSCIREBON - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Talun, Kabupaten Cirebon, Yeni Suryani Karyawati SPd, MM mengatakan, SMPN 1 Talun saat ini tengah melaksanakan Try Out (TO) Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), begitu juga semua peralatannya, walau masih ada kekurangan sebanyak 20 unit lagi.

“Untuk UNBK, semua komputer di labor SMP 1 Talun siap digunakan, dan mengenai kekurangan akan kami usahakan, termasuk meminjam kepada para guru, baik laptop maupun notebook, sisanya tetap kita usaha, yang penting pas hari pelaksanaan UNBK semua siswa terlayani," katanya kepada fokuscirebon.com, Kamis, (13/2/2020) di kantornya.

Yeni mengaku, selain mempersiapkan alat, kami pihak sekolah juga mempersiapkan banyak hal, antara lain memberikan bekal pelajaran kepada peserta didik melalui belajar di sekolah, belaja tambahan, untuk memacu anak agar lebih giat lagi belajar sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Kepsek berprestasi Se-Kabupaten Cirebon tahun 2019 ini mengaku, setelah perpindahannya dari SMPN 4 Palimanan pada Oktober 2018 lalu, banyak hal yang dilakukan di SMP Negeri 1 Talun. Di antaranya mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan sekolah.


"Saat ini, para siswa sudah membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah. Sehingga tidak ada lagi plastik yang berserakan di sekolah, karena sudah kita larang, ini juga membantu program pemerintah untuk menghilangkan limbah plastik," katanya.

Yeni yang yakin dengan kesiapan siswanya pada UNBK nanti, mengajak wartawan fokus cirebon untuk melihat-lihat ruang labor komputer yang tengah digunakan para siswa dalam pelaksanaan Try Out (TO) di SMPN 1 Talun. 


"Dari berbagai persiapan yang kami lakukan, sekolah optimis siswa dapat menjalani ujian dengan baik. Penerapan UNBK dinilai memberi keuntungan bagi siswa, karena lebih efisien, keamanan lembar soal juga lebih terjaga," ujar Yeni optimis. (din)


Ciptakan Wisata Lokal, Kuwu Desa Kubang Dukung Program 'Cirebon Katon'

Kuwu Desa Kubang, Wawan Karyawan
FOKUS CIREBON - Terobsesi oleh keinginannya untuk memajukan daerah, Kuwu Desa Kubang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Wawan Karyawan,  berencana akan membangun sebuah tempat pariwisata alam di desanya. 

Pembangunan tersebut diharapkan pada tahun 2021 bisa terwujud. Saat ini pihak desa baru merencanakan penataan kawasan. Nanti pada awal pembangunan, wisata alam tersebut yang dibangun adalah arung jeram atau tubing, lokasinya di Sungai Cipager. 

"Ya, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pemkab Cirebon, dengan Kadis Pariwisata juga bagian lingkungan, bahkan kami juga sudah mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Barat serta ke Kemenpan RI, mudah-mudahan rencana ini didukung," katanya kepada  fokuscirebon.com, Kamis, (13/2/2020).

Wawan juga mengaku sudah berkoordinasi ke sejumlah OPD di Kabupaten Cirebon dan mendapat dukungan.

Alasan Wawan ingin membangun wisata alam ini agar masyarakat tidak jauh-jauh lagi saat berliburan, cukup datang ke Desa Kubang, mereka akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas dan hiburan menyenangkan lainnya. 

"Ini konsep kami, yakni ingin mengangkat potensi daerah melalui wisata alam. Sekaligus mengajak warga masyarakat pada program "Cirebon Katon", dan kedepannya tidak hanya arung jeram atau tubing, tetapi juga dibangun flying fox, perkemahan dan lainnya," ujarnya.

Wawan berharap dengan rencana tersebut, potensi wisata yang berada di Desa Kubang, bisa menjadi aset wisata bagi wisatawan lokal, regional maupun nasional. "Mohon doanya saja mas, semoga rencana ini bisa terwujud," tandas Wawan. (din)

Bertemu Walikota Dan Bupati Se-Jawa Barat, Gubernur Jabar Serap Aspirasi


FOKUS CIREBON - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyerap aspirasi 27 pemerintah daerah se-Jabar terkait program prioritas pembangunan strategis untuk tahun 2021 dalam Komunikasi Pembangunan Daerah (KOPDAR) di Istora Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Kamis (13/2/20).

Bupati Sukabumi Marwan Hamami, misalnya. Dia memaparkan sejumlah program pembangunan stretegis Kabupaten Sukabumi pada 2021. Mulai dari perbaikan konektivitas dan aksesibilitas menuju Geopark Ciletuh sampai ruang terbuka hijau di kawasan Citepus.

Kemudian, Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna mengatakan bahwa program prioritas pembagunan strategis Kota Cimahi adalah renovasi Stadion Sangkuriang dan pembangunan rumah sakit agar kualitas pelayanan kesehatan di daerahnya membaik.

“Saya minta hanya lima proyek strategis. Kebanyakan tentang kesehatan, membangun-bangun rumah sakit itu masih paling banyak, hampir 60 persen itu infrastruktur jalan dan sisanya lain-lain,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Setelah menyerap aspirasi dari 27 pemerintah daerah, Kang Emil menyatakan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar akan berupaya membantu 27 pemda di Jabar merealisasikan semua program prioritas pembangunan strategis untuk 2021. Salah satunya dengan melobi anggota dewan untuk menganggarkan anggaran bagi pemda kabupaten/kota di Jabar.

“Kita akan mendiskusikan dengan Bapeda Jawa Barat mana-mana yang perlu kami bantu melobi,” kata Kang Emil. “Kadang-kadang sama dewan suka digeser, kadang dikurangi atau ditambahkan. Nah, mereka-mereka (pemda) yang kurang mengawal itu biasanya kena geser,” imbuhnya.

Selain mengawal dan melobi anggaran, Kang Emil meminta 27 pemda kabupate/kota di Jabar untuk berinovasi, seperti membuat tim untuk melobi DPRD.

“Tahun 2020 Pemda Provinsi Jawa Barat membantu daerah itu dengan total Rp7 triliun. Tadi kita rekap semuanya permohonan para wali kota dan bupati itu nilainya total Rp10 triliun, berarti kan ada gep Rp3 triliun. Nanti kita cari,” katanya.

“Kalau PAD naik, dananya lancar, ya, semua keinginan beliau-beliau ini bisa kita penuhi. Kalau ternyata kurang nanti kita informasikan lagi. Jumlah Rp10 triliun ini untuk tahun 2021, di tahun 2020 kita akan membelanjakan sebesar Rp7 triliun. Tahun 2021 kan itu banyaknya minta lagi tuh, ditotal dan direkap sebesar Rp10 triliun,” tambahnya.

Dalam KOPDAR kali ini, Kang Emil memberikan pemahaman terkait masalah pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jabar untuk para kepala daerah, di mana pola sebelumnya adalah TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah).

“TP4D sudah diberhentikan oleh pemerintah dan kami ingin buat yang sama dengan pola baru. Nantinya para kepala daerah ini mendefinisikan proyek-proyek strategis yang bakal dikawal oleh kejaksaan dan kami pun gak akan ragu membelanjakan anggaran serta tak khawatir jika ada hal-hal yang kurang baik secara hukum,” ucap Kang Emil.

Mendongkrak Prestasi Sekolah Bebas Sampah Melalui Pendidikan Karakter Di SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon


Drs Hj Sri Asih, Kepsek SDN Pegajahan 1 Kota Cirebon
FOKUS CIREBON - Mewujudkan SDN Pegajahan 1, Kota Cirebon, menjadi sekolah bersih dan berprestasi, tidak lah semudah dengan bayangan dan keinginan pikiran. Semua harus di dahului dengan kerja keras, kerja nyata dan kerja ikhlas.  

Inilah perjuangan yang dilakukan Kepala SDN Pegajahan 1, Dra Hj Sri Asih MPdI dalam mendongkrak prestasi sekolah bebas sampah melalui pendidikan karakter di SDN Pegajahan 1, Kota Cirebon.

Kerja keras Sri Asih juga sebagai implementasi visi sekolah menuju  terwujudnya pedidikan yang aktif, kreatif, religius, antusias dan bersih (AKRAB).


Sri Asih, wanita cantik berkaca mata ini, tak sungkan-sungkan untuk memunguti sampah bekas makanan anak didiknya, sebagai contoh dirinya kepada semua komponen pendidikan di SDN Pegajahan 1. 

"Bersih itu sehat mas dan ini harus disadari oleh semuanya di lingkungan pendidikan SDN Pegajahan 1," terang Sri Asih kepada fokuscirebon.com, Kamis, (13/2/2020).

Asih menjelaskan, bahwa kerja keras ini dilatarbelakangi oleh adanya UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Juga sesuai dengan keinginan Walikota Cirebon yang menjadi misi pemerintah daerah yakni sekolah indah di taman sehat menuju Cirebon kota wisata, serta terwujudnya visi sekolah.

Dari tiga dasar hukum tersebut, kata Sri Asih, SDN Pegajahan 1 menerapkan salah satu pendidikan karakter tentang sekolah bebas sampah.

"Sehingga kami membuat langkah-langkah tentang bagaimana cara mengurangi sampah plastik dan sterofom di SDN Pegajahan 1. Bagaimana agar sampah tidak bersetakan di SDN Pegajahan 1 dan bagaimana cara menerapkan membuang sampah sesuai dengan jenisnya di SDN Pegajahan 1," paparnya. 

Inilah tujuan dan manfaat yang menjadi kerja nyata kita, yakni 
mewujudkan sekolah bersih, indah dan nyaman (sekolah indah di taman sehat).


"Alhamdulillah manfaatnya untuk siswa sudah bisa dirasakan, karena ini memang bertujua meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan kenyamanan belajar, meningkatkan rasa solidaritas bersama teman dan guru, serta meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan," tandas Sri Asih yang menunjukkan sebuah lagu ciptaannya tentang "kolam sekolah" dan yel-yel "sampah lenyap, hidup bersih, kerja semangat, yes.. yes.. yes". (din)


Kedapatan Membawa Sabu, HS Diringkus Polisi


JAKARTA, FC - Tersangka HS alias Darbo pemuda warga Muara Angke harus tidur Hotel Prodeo Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa, Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Pasalnya HS di tangkap kedapatan memiliki dan memakai narkoba jenis Shabu.

Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni SH.,MH., pelaku HS diamankan Unit Reskrim dipimpin AKP Ikrom  dan anggotanya pada Rabu (12/2). Pelaku kami amankan di lokasi Pasar Jaya Muara Angke, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara.

"Pada saat ditangkap pelaku tidak ada perlawanan, kemudian dari hasil penangkapan di temukan Shabu seberat 0,20 gram bruto di balut lakban hitam. Untuk kelabui petugas, tersangka menyimpan barang haram tersebut di sembunyikan didalam Rongga Mulut. Namun petugas kami dengan kesigapannya menggeledah pada seluruh tubuh tersangka akhirnya di temukannya Narkotika jenis Shabu tersebut dengan golongan l," kata Armayni (Kamis (13/2), di Jakarta.

Kemudian tersangka HS alias Darbo dan barang bukti Shabu 0.20 gram, sepeda motor Yamaha merk Force One warna putih serta konci kontaknya di bawa ke Mapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

"Atas dari perbuatan tersangka HS, Polisi menjerat pasal 114 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 1 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara minimal 5 tahun," ujarnya. (dade)

Kapolri Jenderal Idham Azis, Pribadi Yang Baik Dan Rendah Diri


JAKARTA, (FC) - Sikap rendah hati Kapolri Jenderal Idham Azis kembali membekas dalam ingatan publik. Kali ini perilaku positif Idham dirasakan oleh Varhan Abdul Azis, alumni Magister Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI).

Varhan bertemu Idham kala menghadiri Peresmian Indonesia Safety Driving Center (ISDC), yang digelar Korlantas Polri.

"Yang membuat saya kaget, semua orang yang ada di panggung disalaminya. Ini jenderal menghargai betul orang-orang di sekitarnya. Jenderal polisi bintang tiga, dua, satu bahkan kombes yang hadir di sana, bahkan ada yang senior beliau, semua disapa dengan kata, 'Bang' dengan penuh hormat," ujar Varhan dalam sebuah tulisan.

"Saya menyaksikan pemandangan jleb. Saking menghargainya ia pada senior, ada beberapa jenderal di bawahnya yang ia berikan hormat terlebih dahulu saat beliau menghampirinya," imbuhnya.

Bukan hanya salam dan sapa, bahasa tubuh yang ditunjukkan Idham, menurut Varhan juga memperlihatkan penghormatan terhadap bawahan yang merupakan seniornya di kepolisian.

"Masya Allah, rendah hati sekali jenderal ini.  Menjadi kewajaran bawahan hormat mengawali, ini atasan memberi hormat di awal, penghargaan kepada abang-abangya. Dari gesture-nya, Kapolri ini tidak segan menyalami sambil membungkuk sinyal 'pakewuh' terhadap pendahulunya. Big respect!" tuturnya.

Ia pun sempat terkejut dan termenung dengan sikap Idham. Varhan merasa telah menemukan satu pejabat yang bisa dijadikannya teladan.

"Saya harus belajar banyak sama sosok ini . Kalau saya jadi pejabat nanti, sudah ketemu salah satu role model. Attitude terkecil adalah cara seseorang menyapa orang lain. Tapi first sight inilah yg jadi penilaian abadi," jelasnya.

Kendati tak berhasil disalami Idham, namun hanya dipandang dan diberi anggukan, Varhan mengaku mendapat kesan baik penuh makna dari perjumpaan itu.

Idham juga dinilai Varhan sederhana dan bersahaja, ketika mantan Kapolda Metro Jaya itu meminta seluruh peserta yang hadir di acara di Aula Pusdik Korlantas Polri, Serpong ini, untuk langsung kembali ke rumah, tak perlu menginap di hotel. Karena bisa menghabiskan biaya dan membuang waktu.

Terakhir, Varhan dibuat terkesan dengan suara Idham yang sempat menyumbangkan suaranya. Terlebih, lagu yang dinyanyikannya tentang ayah, hasil ciptaan Ebiet G. Ade.

Karena berbagai sikap positifnya, ia pun lalu menghubungkan Idham sebagai sosok 'ayah' yang pas bagi Polri.

"Polri memiliki ayah yang tepat untuk anak - anaknya. Ayah kita semua Jenderal Idham Azis," kata Varhan.

"Saya membuat tulisan ini bukan karena punya nama belakang sama dengan Kapolri.  Kami tidak satu marga, beliau orang Sulawesi, saya blasteran Bali-India. Tidak ada kaitan saudara, kecuali dari Nabi Adam," sambungnya. (bam)