Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 13 April 2021

Lansia Di Kecamatan Harjamukti Sudah Mulai Menjalani Vaksin Covid 19

Vaksin Covif 19


FOKUS CIREBON, FC  – Warga Lanjut Usia (Lansia) Kecamatan Harjamukti sudah mulai menjalani vaksinasi Covid-19 sejak Jumat 9 April 2021 lalu.

Camat Harjamukti, Rd. Yuki Maulana Hidayat, S.STP., menjelaskan, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi Covid-19 ini cukup baik.

“Terutama warga yang tipologinya di wilayah perumahan lebih sadar dan kooperatif untuk menjalani vaksinasi Covid-19 ini,” kata Yuki.

Dikatakan Yuki, pihaknya juga menggandeng RW di wilayah masing-masing sebagai Satgas di tingkat RW. “Bersama perangkatnya, RT untuk bisa mensosialisasikan vaksinasi,” ucap Yuki.

Ia menerangkan, vaksinasi lansia di Kecamatan Harjamukti berdasarkan data dari Dinas Kesehatan ada 13 ribu warga lansia. 

“Tapi jumlah itu kami verifikasi terlebih dahulu, dan di tahap pertama ini ada sekitar 2.400-an lansia yang sudah dan akan menjalani vaksinasi Covid-19,” kata Yuki, Selasa 13 April 2021.

Menurutnya, masing-masing puskesmas di wilayah Harjamukti, jumlah lansia yang akan divaksin berbeda-beda. Terkait pelaksanaan vaksinasi, lanjut Yuki, pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas disesuaikan dengan kewilayahan masing-masing kelurahan. 

“Tipologi antara Kecapi dan Larangan berbeda dengan Harjamukti, Kalijaga dan Argasunya,” jelasnya.

Yuki mengungkapkan, ada beberapa puskesmas yang melaksanakan vaksinasi setiap hari, ada juga yang tidak. Hal itu bisa disebabkan karena memang kurangnya personil puskesmas. 

“Contoh Puskesmas Sitopeng, itu menyesuaikan dengan kultur warga Argasunya, mereka biasanya koordinasi terlebih dahulu dengan tokoh-tokoh yang ada di sana,” ucap Yuki.

Vaksinasi lansia ini, lanjut Yuki, pihaknya bersama puskesmas juga masih melihat apakah ada efek sampingnya. 

“Kalau yang pelaksanaan vaksinasinya di aula kecamatan itu Puskesmas Kalijaga, karena letak puskesmas sendiri jauh dengan wilayah kerjanya, jadi ditarik ke aula kantor kecamatan, dengan harapan semua warga lansia se-Kelurahan Kalijaga dapat mengakses,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalijaga, dr. Yati Hayati Azizah menyampaikan, puskesmas se-Kecamatan Harjamukti sejak akhir pekan lalu melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk lansia. 

“Puskesmas Kalitanjung pelaksanaannya di RW, Puskesmas Larangan juga sama dan untuk Puskesmas Kalijaga pelaksanaannya di Aula Kantor Kecamatan,” terangnya.

Sejak hari pertama vaksinasi untuk lansia dilaksanakan, dr Yati menjelaskan, ada 115 orang dan hari keduanya 109 orang. Sedangkan, di hari ketiga yakni hari ini jumlahnya menurun yakni 16 orang. 

“Hari ketiga ini mungkin karena hari pertama puasa Ramadan, sasaran tahap pertama ini di Puskesmas Kalijaga ada 610 warga lansia,” jelasnya.

Menurut dr. Yati, jenis vaksin yang digunakan dalam vaksinasi lansia ini masih sama dengan tahapan sebelumnya yakni vaksin jenis Sinovac. 

“Kami mohon warga, kalau sudah yakin di hatinya untuk menjalani vaksin, jangan terpengaruh dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang turut membantu pelaksanaan vaksinasi ini, mulai dari RT, RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah sampai Pak Camat,” ungkapnya. (Nur)

Wakil Walikota Cirebon : Penanganan Covid 19 Dibutuhkan Kebersamaan Termasuk Kepedulian Perusahaan Swasta di Cirebon

Wakil Walikota Cirebon, Drs Hj Eti Herawati

FOKUS CIREBON – Kebersamaan dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 di Kota Cirebon. Termasuk kepedulian perusahaan swasta yang selama ini beroperasi di Kota Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menerima Penyerahan APD Hazmat dari Kawan Lama Foundation (Ace Hardware) kepada Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan dan kelurahan di aula Kecamatan Kesambi, Jalan Dr. Sudarsono No 12 Kota Cirebon. 

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan ini,” ungkap Eti, Senin, 13 April 2021.

Dijelaskan Eti, pandemi Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Cirebon, namun di berbagai belahan dunia lainnya juga. Bahkan kesiapsiagaan terhadap penyebaran virus Covid-19 hingga kini masih dilakukan. “Kita tentu tidak bisa sendiri,” ungkap Eti. 

Adanya bantuan dari Kawan Lama Foundation menurut Eti tentu sangat membantu dalam penanganan Covid-19 di Kota Cirebon. Sekalipun status Covid-19 saat ini cenderung landai, namun Eti tetap yakin bantuan ini sangat bermanfaat.

Terlebih, lanjut Eti, segala sektor membutuhkan baju hazmat. Tidak hanya petugas kesehatan namun juga petugas pemakaman. Eti juga mendengar ada petugas pemakaman yang menjalankan tugasnya menggunakan jas hujan. 

“Bantuan ini sebagai antisipasi, kalau ada yang membutuhkan ya diberikan. Jangan sampai kosong,” ungkap Eti.

Sementara itu Zaldi Apriyanto, Store ManagerAce Hardware Living Plaza Cirebon menjelaskan melalui Kawan Lama Foundation, Ace Hardware mendonasikan 320 baju hazmat. 

“Rinciannya 200 untuk Pemda Kota Cirebon serta 100 untuk dua puskesmas di sekitar Living Plaza,” ungkap Zaldi. 

Sedangkan 20 lainnya didistribusikan ke pemakaman Covid-19 di Karang Menjangan.

Ditambahkan Zaldi donasi ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada Pemda Kota Cirebon dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. 

“Kita juga berharap agar masyarakat mendukung pemerintah dengan cara menaati dan menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Zaldi. (Nur)

Senin, 12 April 2021

HMJ IQTAF IAIN Cirebon Gelar Tadarus Ramadhan Wujud Membumikan Al Qur'an

Kegiatan TARAM, besutan HMJ IQTAF IAIN SNJ Cirebon dalam membumikan Al Qur'an.


CIREBON, FC- Mengawali bulan suci Ramadhan, Himpunan Mahasiawa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQTAF) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar pembukaan Tadarus Ramadhan (TARAM), Senin (12/4/2021). 

Kegiatan bertema “Bersama Al-Quran Masa Depan Cerah dan Hidup Semakin Terarah”, sebagai bentuk membumikan Al Qur'an.

Ketua HMJ IQTAF, M Hisam Samsul Ma’arif mengatakan, kegiatan yang akan dilaksanakan 17 hari ini, yaitu 13-28 April 2021 ini merupakan salah satu upaya pihaknya untuk membumikan Al-Quran.

“Kita sebagai mahasiawa Ilmu Al-Quran dan tafsir harus bisa membumisasikan Al-Quran, salah satunya dengan mengadakan TARAM ini,” katanya.

Sebab di bulan Ramadhan ini,  merupakan kesempatan untuk lebih meningkatkan ketakwaan. Pasalnya, begitu banyak keutamaan di bulan yang suci ini. Salah satunya yaitu Syahrul Qur’an atau bulan diturunkannya Al-Quran.

“Ini sebagai bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan Bulan Ramadhan ini. Oleh karenanya mari kita sebagai mahasiswa Ilmu Al-Quran dan Tafsir jadikan kegiatan TARAM ini sebagai motor untuk mencapai ketakwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Hisam.

Sementara, Ketua Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Muhammad Maimun, MA., M.Si menuturkan, salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an yaitu mendapatkan ampunan, keberkahan hidup, dan mendapat syafaat di akhirat.

“Mahasiswa IAT harus bangga karena termasuk sebaik-baiknya manusia yang membaca Al-Quran dan mengamalkannya di kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan ini menjadi tradisi yang baik untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang selalu ada tadarus Al-Quran di dalamnya,” tuturnya. (Nur)

Mahasiswa Hafizh Hafizhoh FUAD IAIN Cirebon Gelar Sema'an Al Qur'an

SEMA'AN AL QUR'AN : Dekan FUAD, DR Hajam.M.Ag bersama mahasiswa FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan sema'an al qur'an.


FOKUS CIREBIN, FC - Sejumlah Mahasiswa Hafizh Hafizhoh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar Sema'an Al-Qur'an.

Acara yang berlangsung di Musholla FUAD itu sengaja diadakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 H dan Doa bersama transformasi IAIN ke UIN Syekh Nurjati. Senin, (12/4/2021).

Wakil Dekan III FUAD, Anwar Sanusi mengatakan, Kegiatan memuliakan al-Qur'an ini dalam rangka menyambut bulan puasa.

"Mudah-mudahan kita semua mendapat keberkahan al-Qur'an dalam menyambut bulan puasa ini. Kegiatan ini juga sekaligus dalam rangka menyambut transformasi IAIN menjadi  UIN Syekh Nurjati," katanya.

Ia berharap, tentunya dengan diadakannya acara ini juga ada harapa terbesar bencana yang menimpa umat manusia yakni covid-19 segera berakhir.

"Semoga Allah segera menarik kembali covid-19 ini, sehingga Ramadan kali ini penuh keberkahan, dapat menjalankan tanpa ada keraguan atau pun bimbang,"  ujarnya.

Sehingga, lanjut Anwar, Kegiatan pada hari ini Allah memuliakan kita, mengangkat derajat kita, dan menjadikan kita hamba yang taat kepadaNya.

Sementara itu, Dekan FUAD, Hajam mengaku bahagia dan senang dengan diadakannya sema'an al-Qur'an ini

"Bacaan Qur'an para Hafizh Hafizhah ini membuat saya merasa sejuk, apa lagi menjelang puasa tiba. Mudah-mudahan rohani kita menjadi dingin dan mencerahkan," kata Hajam.

Ia meyakini jika al-Qur'an dibaca sampai qolbu, maka yang membcaa dan mendengrakannya akan tercerahkan.

"Mudah-mudahan dengan bacaan Qur'an ini besok kita akan melaksanakan puasa dengan lebih bernilai," ujarnya.

Harapannya, kata Hajam, tidak hanya saat ini saja, kedepan kegiatan semacam ini bisa dilakukan secara rutin, sehingga dapat meningkatkan kualitas hafalan para hafizh hafizhah yang ada di Fakultas UAD. (din)

Usai Soft Opening Alun-Alun Kejaksan, Pemkot Cirebon Lakukan Soft Launching Operasional Trans Cirebon

Wakil Wali Kota Cirebon, Hj Eti Herawati saat melakukan Soft Lunching Operasional Trans Cirebon.


CIREBON, FC - Pemkot Cirebon melakukan Soft Launching Operasional Trans Cirebon, Senin (12/4/2021). Sebelumnya Pemkot juga melaunching Soft Opening Alun-Alun Kejaksan. 

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi mengungkapkan, tahun 2018 Pemkot Cirebon mendapatkan bantuan hibah 10 unit Bus Rapid Transit (BRT) dari Kementrian Perhubungan, setelah hampir tiga tahun tak ada kabar, akhirnya tahun ini BRT yang dibranding menjadi Trans Cirebon mulai beroperasi.

"Pada 9 April lalu, menjadi tanggal bersejarah, karena terjadi penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PD Pembangunan sebagai salahsatu BUMD yang ditugaskan Pemkot, dengan PT Bima Inti Global (BIG) dalam pengelolaan BRT," katanya.

Agus juga menjelaskan, pada tahun 2018, menerima 10 unit BRT, BASTO, tapi karena berbagai dinamika baru bisa beroperasi saat ini, dan pada tanggal 9 kemarin menjadi momentum sebuah kerjasama yang menjadi dasar beroperasinya Trans Cirebon.

Agus juga mengungkapkan bahwa Trans Cirebon memiliki dua koridor rute operasional, yakni dalam dan luar kota, namun untuk awal beroperasi, Trans Cirebon hanya akan beroperasi di dalam kota saja.

"Mengingat ada satu koridor yang melalui wilayah Kabupaten, kami meminta dukungan kepada Pemkab untuk ikut mensukseskan opersional Trans Cirebon menjadi sarana transportasi metropolitan Cirebon," ucap Agus.

Dijelaskan, transportasi metropolitan Cirebon pada dua minggu awal gratis, pembayarannya non tunai. Agus mengaku pihaknya sudah koordinasi dengan BI dan BJB, dan diharapkan BRT bisa didukung semuanya. (Nur)

Sabtu, 10 April 2021

Totong Sang Sopir Mobil Siaga, 24 Jam Melayani Masyarakat Tanpa Pamrih

Totong Fitri Gusmiharja, 40 tahun, sopir Mobil Siaga Desa Kubang, Kabupaten Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Menjadi seorang sopir (driver), tentu bukan cita-cita apalagi menjadi pilihan  hidup. Namun realitas kehidupan, semua bisa menjadi mungkin, terlebih dihadapkan pada tuntutan keluarga dan kebutuhan dapur, sehingga bekerja di mana pun harus disyukuri dan menjadi pilihan.

Itulah sepenggal riwayat kehidupan Totong bapak dari dua anak hasil pernikahannya dengan Ika Kartika yang kini menjadi istri tercintanya. 

Lelaki berperwakan gempal, bernama lengkap Totong Fitri Gusmiharja ini, bertempat tinggal di Desa Kubang, RT 03/02, Blok Manis, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Sebagai sopir, Totong mengaku sudah bekerja hampir 6 tahun di masa awal kepemimpinan Wawan Karyawan, Kepala Desa Kubang, tepatnya pada tahun 2016 lalu.

Menurutnya, bekerja sebagai sopir di mobil siaga banyak kisah dan cerita selama 6 tahun itu. Dirinya harus benar-benar siap 1 X 24 jam untuk melayani masyarakat dan tanpa pamrih. Totong pun dapat menjalankannya dengan ikhlas dan senang hati.

"Saya bersyukur dengan pekerjaan ini, dan saya ucapkan terimakasih kepada bapak Kuwu Desa Kubang yang sudah mempercayakan kepada saya sebagai driver mobil siaga serta uang bulanan yang saya terima dari desa/pak kuwu," katanya kepada fokuscirebon.com, Sabtu, (10/4/2021).

Kendati uang bulanan (gaji) yang diterima masih kurang dari cukup untuk menafkahi keluarga, Totong tetap mensyukuri. Bahkan pekerjaan yang masih digeluti tersebut  dinikmati. Apalagi sosok Wawan Karyawan sangat baik dalam memimpin di Desa Kubang dan cepat dalam pelayanan, termasuk Sekdes dan seluruh aparatur desa di sini.

"Ya, 24 jam nonstop melayani masyarakat tanpa pamrih, yakni antar jemput pasien berobat ke Puskesmas atau ke rumah sakit. Itu bisa terjadi pada pukul berapa saja, disitu saya harus siap melayani," papar Totong pada pekerjaan ini.

Di pekerjaan lainnya, Totong juga membantu di Pukesos sebagai Brone Office (BO). Sebagai sopir, Totong kerap menemukan sejumlah kesulitan, yang paling repot saat membawa pasien yang darurat sekali ke rumah sakit, tentu dengan kendaraan tanpa sirine (Ambulance) dan dengan keterbatasan kursi, pasien tetap harus dibawa ke rumah sakit. Sehingga dijalan benar-benar harus sigap dengan kewaspadaan tinggi.

Untuk itu dirinya berharap, ada kembali bantuan dari Pemkab berupa unit kendaraan khusus Ambulance. 

"Ya ini hanya harapan, agar pelayanan kepada masyarakat dalam membutuhkan perjalanan ke rumah sakit lebih aman dan nyaman. Dan saya pun berharap mendapat pekerjaan yang lebih layak, yakni  diangkat menjadi pegawai di desa," katanyaa. (din)

Jumat, 09 April 2021

Terkait Siber, Inilah Dua Amanat IAIN Syekh Nurjati Cirebon Sebagai Kampus UISSI

 

Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag

CIREBON, FC - Kepercayaan Kementerian Agama RI pada lembaga IAIN Cirebon sebagai kampus UISSI, maka ada dua mandat yang diemban IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pertama, yakni perubahan IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi UIN, dan kedua adalah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Hal ini dinyatakan langsung oleh Wakil Rektor 1 IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Saefudin Zuhri M.Ag kepada media menanggapi dua amanat kampusnya dalam UISSI.

Menurut Saefudin Zuhri,  walaupun sudah UISSI tidak berarti pembelajaran tatap muka dihilangkan dan seluruhnya berbasis online.
 
“Pembelajaran seperti biasa itu tetap berjalan menjadi UIN. Dan mandat keduanya adalah mandat untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ yang cikal bakalnya PAI. Namun akan merambah ke yang lain, sehingga kemudian menjadi universitas siber,” katanya.

Saefudin berharap, amanah yang diberikan kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini dapat dikerjakan dengan baik dan tidak mengecewakan Kementerian Agama. Pasalnya, sukses atau tidaknya UISSI ini ada di kampus setempat.

Dalam UISSI ini ada dua konsep yang sangat luar biasa, yaitu UT (Universitas Terbuka) itu bisa dilaksanakan offline dan online, dan siber tadi yang meniscayakan kepada online.

"Kita menggabungkan dua hal ini yang disesuaikan dengan regulasi di Kemenag dan Kemendikbud,” tuturnya.

Untuk itu, kata Saefudin, pihaknya akan mengkreasikan dua hal tersebut menjadi sebuah terobosan. Karena bagaimana pun IAIN Syekh Nurjati Cirebon adalah pionir kampus siber di lingkungan PTKIN dan Kemenag.

Maka waktu yang terus berjalan ini, meniscayakan kepada kita semua untuk terus segera melakukan tahapan-tahapan yang jelas. Maka salah satu yang harus dilakukan adalah izin prodi terkait PJJ PAI, memantapkan kurikulum PJJ PAI, dan implementasi kurikulum tersebut. "Itu membutuhkan persiapan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Kartimi MPd mengatakan, sebagai pihak yang ditunjuk menjadi pilot projek UISSI, maka kampus ini akan melakukan penguatan infrastruktur di bidang IT.

Sehingga, dengan penguatan itu diharapkan dapat meningkatkan literasi digital kepada segenap sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Dengan peningkatan itu, manajemen dan pelayanan pun akan meningkat. Ini juga perlu dilengkapi berbagai komponen di Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia ini,” tandasnya. (din)

Kamis, 08 April 2021

Jajaki Kerjasama, IAIN Cirebon Bersama UNIDA Gontor Tandatangani MoU

Rektor IAIN Cirebon dan Rektor UNIDA Gontor tengah melakukan penandatangan kerja sama.


CIREBON, FC- Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan di ruang rapat senat, lantai 2 gedung rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg menjelaskan, kerja sama tersebut terkait yang menjadi keunggulan masing-masing kampus.

“Kemudian juga kerja sama di prodi (program studi), karena prodi di sana (UNIDA Gontor) perlu asupan dari sini (IAIN Cirebon), begitu juga kami perlu asupan dari sana,” jelas Sumanta.

Dia memaparkan, UNIDA Gontor merupakan kampus yang di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dimana kampus tersebut telah banyak membuka prodi-prodi umum.

“Kita juga akan bertransformasi menjadi UIN (Universitas Islam Negeri) yang akan membuka prodi-prodi umum juga. Itu akan dikerjasamakan untuk saling menguatkan,” ujarnya.

Seperti, penguatan prodi umum, penguatan bahasa, penguatan mutu akademik, dan penguatan pascasarjana.

Karena di UNIDA Gontor juga sudah dibuka prodi-prodi hingga S3, dan kami juga ada. Kami juga punya profesor-profesor di bidang ilmu keagamaan, sehingga ini bisa saling menguatkan,” imbuhnya.

Sumanta mengungkapkan, pihaknya akan merinci kerja sama tersebut ke prodi-prodi, fakultas, mahad, maupun pascasarjana untuk dapat diimplementasikan .

“Kita akan membreakdown ke tataran yang lebih praktis, seperti prodi, fakuktas, mahad, pascasarjana. Karena kerja sama di tingkat institut ini kan sebagai payung,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil datang langsung ke IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk melakukan penandatanganan kerja sama.

Tak sendiri, Prof Hamid didampingi Dekan Kuliyyatul Banat juga Ketua Ikatan Keluarga UNIDA Gontor, Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH bersama 2 orang staf. (Nur)

Badan Keahlian DPR Bersama IAIN Cirebon Bahas RUU 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU 39/1999

Pembahasannya naskah akademik dan RUU No 41/2014 dan Urgensi Perubahan UU No 39/1999.


CIREBON, FC- Badan Keahlian DPR (BKD) melakukan pengumpulan data dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021). Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 4 gedung Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) kampus setempat.

Pembahasannya, yaitu terkait naskah akademik dan RUU Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Wakaf dan urgensi perubahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia untuk Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.

Perwakilan BKD, Mardisontori menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari implementasi kerja sama antara BKD dengan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Pasalnya, kampus keagamaan Islam negeri satu-satunya di wilayah III Cirebon ini merupakan salah satu perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan kerja sama dengan BKD.

“Maka masukan-masukan dari para stakeholder dianggap penting untuk kegiatan penyusunan di DPR RI,” kata Mardisontori saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dia mengungkapkan, BKD menggandeng akademisi di kampus untuk memberikan hasil-hasil terbaik dari kajian akademik, analisa, maupun riset yang dapat membantu fungsi-fungsi DPR.

Dia mengaku, persepsi publik terhadap DPR beragam, tidak seluruhnya baik. Namun demikian BKD sebagai sistem harus dapat bersinergis dengan para akademisi di kampus-kampus agar output yang dihasilkan baik.

“Sehingga BKD akan melakukan sinergis dengan para akademisi yang akan membuat fungsi BKD akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag memaparkan, tidak semua perguruan tinggi menjalin kerja sama dengan BKD. Namun, IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah melakukan kerja sama dengan lembaga tersebut.

“Salah satu yang dihasilkan adalah Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. Itu ada dua PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri) yang terlibat, yaitu UIN Jakarta dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi yang konrit dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tandas Sumanta. (Nur)

Bappenda Kabupaten Cirebon Beri Penghargaan kepada Teladan Pajak

Bupati Cirebon, H. Imron, M.Ag


KABUPATEN CIREBON, FC - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Cirebon, memberikan penghargaan kepada para teladan pajak tahun 2020.

Penghargaan tersebut berlangsung di Hotel Patra Cirebon Jalan Tuparev, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Kamis (8/4/2021).

Bupati Cirebon Drs.H. Imron, M.Ag menyebutkan, penghargaan tersebut diberikan karena wajib pajak tersebut membayarkan pajaknya tepat waktu. Penghargaan itu diberikan kepada 30 wajib pajak atau perwakilan perusahaan.

Selain itu, penghargaan itu pun berdasarkan Undang-undang Nomor 28 tahun 2009 tentang pajak dan retribusi serta Peraturan  (Perda) nomor 2 tahun 2011 tentang pajak daerah.

"Penghargaan diberikan kepada perusahaan restoran, hotel, pariwisata, dan perusahaan lainnya," kata Imron di Kabupaten Cirebon, Kamis (6/4/2021).

Kepala Bappenda Kabupaten Cirebon Drs.Erus Rusmana, M.Si mengatakan, tujuan penghargaan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran melaporkan pajak dan mampu memotivasi warga lainnya agar membayar pajak tidak melebihi jatuh tempo.

Selain itu, pajak yang dihimpun tersebut merupakan instrumen untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), sehingga pembangunan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

"Maka dari itu, untuk masyarakat saya kasih stimulus pembayaran PBB, dimana masyarakat yang membayar sebelum jatuh tempo bisa dapat potongan," katanya. 

Erus mengatakan, pada 2020, Pemerintah Kabupaten Cirebon berhasil menghimpun Rp223 miliar.

Pencapaian tersebut, melebihi dari target awal sebesar Rp200 miliar. Pendapatab terbesar dari pajak hiburan, parkir, serta hotel.

Tahun ini, kata Erus, pihaknya membidik pendapatan dari pajak sebesar Rp259 miliar. "Saya optimis tahun ini bakal tercapai dan pandemi segera usai," kata Erus. (din)



Menyongsong Ramadhan, Baznas Kota Cirebon Gelar Touring Ramadhan Cemerlang


FOKUS CIREBON, FC - Menyongsong Ramadan yang tinggal menghitung hari, Pemerintah Daerah Kota Cirebon dan Baznas Kota Cirebon menggelar Touring Ramadan Cemerlang, Kamis (8/4/2021). 

Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag,  Dandim 0614 Kota Cirebon Letkol (Inf) Herry Indriyanto, juga Kapolres Cirebon Kota AKPB Imron Ermawan mengunjungi beberapa masjid yang terletak di Kelurahan Argasunya. 

Touring Ramadan Cemerlang ini bertema “Bersama SEHATI Menyongsong Ramadan Penuh Cinta”.

Dalam sambutannya, Eti mengungkapkan, Baznas sudah seringkali membantu dan bersinergi dengan Pemda Kota Cirebon. 

“Mudah-mudahan kegiatan berbagi ini tidak sampai sini saja, tapi terus berjalan secara berkala. Dan kegiatan ini tetap mengikuti protokol kesehatan,” ungkap Eti.

Dalam touring ini, ada lima mushola di Kelurahan Argasunya yang dikunjungi untuk kemudian diberikan bantuan berupa Al-Qur’an, alat shalat, sajadah, alat kebersihan masjid, santunan, serta paket sembako untuk marbot. 

Kelima mushola ini adalah Mushola Al-Akbar di RW 09 Cibogo, Mushola Al-Muhajirin di RW 08 Kopiluhur, Mushola Al-Muhyidin di RW 10 Kedung Jumbleng, Mushola Al-Iksan di RW 10 Kedung Jumbleng, dan Mushola Al-Ikhlas di Kedung Krisik Selatan.

Eti pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling membantu, terutama memasuki bulan suci Ramadan. 

“Di situasi sulit saat ini Pemda Kota Cirebon juga sekuat tenaga menghadirkan program pembangunan yang tertunda, yang penting warga sehat dan tidak ada gejolak sosial,” ujarnya.

Eti menambahkan, Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dengan berbagai keutamaan, pengampunan dan berkah. 

“Ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan juga merupakan perwujudan rasa solidaritas dan rasa ukhuwah yang berdasarkan iman kepada Allah SWT. Selain itu, bulan Ramadan juga merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan kualitas iman, memperkuat ketakwaan, memunculkan rasa cinta kepada keadilan dan persamaan derajat umat manusia,” tuturnya.

Ia pun berharap Ramadan yang sebentar lagi akan datang dapat menjadi wahana pembaharuan diri melalui pikiran dan tindakan yang mulia. 

“Hal tersebut harus teraktualisasi nyata melalui perbuatan amal, seperti memberikan sedekah kepada fakir miskin, memberikan bantuan kepada orang-orang yang tertimpa bencana dan yang membutuhkan pertolongan,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengungkapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan ini. Seperti Polres Cirebon Kota, CSB Mall, Swiss-Belhotel, Komunitas Motor John Cycle, dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).


Sementara itu, Ketua Baznas Kota Cirebon M.Taufik S.Ag mengatakan, kegiatan ini digagas sesuai dengan petunjuk untuk menjaga protokol kesehatan. 

“Mushola-mushola di Argasunya juga sudah dibersihkan, kita mengunjungi beberapa mushola di Argasunya untuk melihat bagaimana kondisi di sana, mushola-mushola di sana perlu dan layak untuk disentuh,” ujar Taufik. (Nur)

Pemerintah Daerah Kota Cirebon Komitmen Ciptakan Kota Sehat untuk Dihuni Warganya


CIREBON, FC - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4) Kota Cirebon, Iing Daiman, S.Ip., M.Si, mengatakan Pemda Kota Cirebon komitmen menciptakan kota sehat untuk dihuni warganya. 

Hal itu disampaikan usai Persiapan Pembinaan Kota Sehat Tahun 2021 di ruang Gotrasawala BP4D Kota Cirebon, Kamis, 8 April 2021. Untuk itu, Iing berharap dukungan semua pihak, termasuk masyarakat sangat dibutuhkan. 

“Kota sehat merupakan kondisi kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya,” ungkap Iing. 

Kota sehat ini bisa dicapai melalui terselenggaranya penerapan sejumlah tatanan dan  kegiatan yang saling terintegrasi antara masyarakat dan pemerintah. 

Untuk itu hari ini, lanjut Iing, mereka melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk kecamatan dan kelurahan, forum komunikasi di tingkat kecamatan, pokja yang ada di tingkat kelurahan, puskesmas dan stakeholder lainnya. 

“Koordinasi ini dilakukan untuk persiapan pembinaan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jabar pada 20 April mendatang,” ungkap Iing. 

Pembinaan yang dilakukan ini juga sebagai langkah verifikasi Kota Cirebon sebagai kota yang sehat. 

Seperti diketahui, pada 2019 lalu Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wistara karena berhasil menyelenggarakan kabupaten/kota sehat untuk klasifikasi taraf pengembangan. 

Kota Cirebon berhasil memenuhi 5 tatanan yang diprasyaratkan diantaranya kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan tertib lalu lintas dan pelayanan transportasi, kehidupan sosial yang sehat serta ketahanan pangan dan gizi. 

Tahun ini, persyaratan untuk menjadi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) ditambah satu indikator. Yaitu capaian Open Defecation Free (ODF) atau daerah yang bebas dari buang air besar (BAB) di sembarang tempat. Pada 2020 lalu di Kota Cirebon baru Kelurahan Larangan yang 100 persen ODF. 

Namun pada perkembangannya, hingga Maret 2021, sudah 18 kelurahan yang tingkat capaian ODFnya mendekati hampir 90%. 

“Untuk itu kita akan dorong agar capaian ODF bisa menyentuh angka 90 persen di 18 kelurahan,” ungkap Iing.

Dengan begitu Kota Cirebon bisa mengikuti verifikasi Kota Sehat kategori penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang capaian ODFnya minimal 80 persen. 

“Namun yang terpenting dari semua ini yaitu komitmen Pemda Kota Cirebon untuk menciptakan kota yang sehat dengan dukungan semua pihak,” tegas Iing. 

Termasuk dukungan dari masyarakat yang dengan sukarela mengubah perilaku mereka menjadi perilaku yang peduli terhadap kesehatan. (din)

Menyesuaikan 9 Standar Visitasi, FUAD IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama Luar Negeri

Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (8/4/2021), di Grage Hotel.


CIREBON, FC- Untuk menyesuaikan 9 standar persyaratan visitasi demi mencapai poin yang unggul, yakni  perlu adanya mahasiswa asing tengah melakukan upaya untuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak di luar negeri.

Hal itu dinyatakan langsung oleh Dekan Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hajam, MAg disela-sela Rapat Kerja (Raker) FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Grage Hotel, Kamis (8/4/2021).

“Mahasiswa itu di masing-masing jurusan dan fakultas, tidak hanya FUAD saja ya, tapi juga fakuktas dan jurusan lain. Itu perlu ada mahasiswa asing untuk mencapai poin yang unggul,” kata Hajam.

Menariknya, kata dia, untuk menarik mahasiswa asing ini, pihaknya pun menghadirkan pihak dari luar negeri dalam rapim tersebut, yaitu dari Afrika, tepatnya dari Republik Madagaskan.

Karena, lanjut dia, tahun 2022 mendatang merupakan tahun visitasi untuk Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Filsafat Agama, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang berada di FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kita ingin bekerjasama dengan beliau untuk menerima mahasiswa asing. Kami juga mengajak beliau untuk tidak hanya mahasiswa FUAD, tapi juga untuk mahasiswa FSEI, FITK, dan Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Silahkan disesuaikan dengan prodi yang dipilih,” paparnya.
 
Tidak hanya itu, Hajam mengungkapkan, ke depan pihaknya juga akan merangkul sejumlah pihak di Malaysia dan Brunai Darusalam untuk menarik mahasiswa berkuliah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Kebetulan dosen-dosen kita memiliki jaringan di berbagai negara. Jadi kita manfaatkan untuk menjaring mahasiswa asing,” terangnya.

Sementara itu, Kabag TU FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Rifqi Muslim menambahkan, kerja sama tersebut memang agar masyarakat Republik Madagaskar berkuliah di Indonesia, yaitu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
 
“Tapi dengan persyaratan-persyaratan tertentu. Karena, bahwa di Madagaskar tersebut, masyarakat muslim itu minoritas, hanya 25 persen saja yang muslim,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Rifqi, kerja sama ini juga terkait kondisi perekonomian masyarakat di Madagaskar yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. 

Sehingga, kata dia, pihaknya harus berani membiayai berbagai kebutuhan selama yang bersangkutan menempuh studi di kampus ini.

“Di Indonesia juga harus bisa membiayai all in, semuanya. Baik dari lifing kosnya, transportasinya, maupun studi kos pendidikannya,” tandas Rifqi. (din)