Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 07 Desember 2022

Sukses Meraih Gelar Profesor, Kartimi Akan Berikan Pengabdiannya Untuk Kemajuan IAIN Cirebon

Prof Dr Kartimi M.Pd


FOKUS CIREBON - Prof DR Kartimi, M.Pd menjadi sosok perempuan aktif dan memiliki jabatan tinggi di jajaran Rektorat IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain penampilannya yang sederhana, Guru Besar di Bidang Pendidikan IPA ini juga digadang menjadi salah satu calon kuat di bursa pencalonan Rektor IAIN Cirebon. 

Kartimi sendiri sebenarnya enggan membicarakan soal kontestasi ini, namun karena sebagai pimpinan di Wakil Rektor 2, Kartimi  banyak terlibat dalam perubahan kampus IAIN tersebut dan pencalonan dirinya semata hanya untuk kemajuan IAIN ke depan.

Kartimi saat ini sudah resmi menyandang gelar profesor setelah SK Mendikbud Nomor 64894/MPK.A/KP.07.01/2022 tentang Kenaikan Jabatan Akademik/Fungsional Dosen turun pada 18 Oktober 2022. Gelar akademiknya bertambah menjadi Prof. Dr. Kartimi, M.Pd.

Dalam konteks Pilrek IAIN Cirebon, Prof. Kartimi pun jadi salah satu dari 4 Bakal Calon (Balon) Rektor yang bergelar profesor. Di saat yang sama Prof. Kartimi adalah satu-satunya Balon Rektor perempuan yang berstatus guru besar.

Seorang Guru Besar, dari sisi perlunya guru besar sebagai pejabat rektor, IAIN Cirebon sedang menempuh alih status kelembagaan dari PTKIN bertaraf institut menjadi universitas. 

Dalam waktu dekat, IAIN Cirebon segera bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) atau Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI) sesuai rencana pada Rakerpim di salah satu hotel di Kabupaten Kuningan pada Januari 2022.

Di sisi lain, dalam Permenag RI Nomor 68 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor dan Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan yang Diselenggarakan oleh Pemerintah disebutkan Calon Rektor Universitas harus memiliki jabatan fungsional profesor.

Saat ini, dari 9 Balon Rektor IAIN Cirebon hanya 4 yang bergelar profesor. Sementara 5 lainnya masih bergelar lektor kepala. Lektor kepala dibolehkan maju sebagai Balon Rektor sebab IAIN Cirebon masih bertaraf institut. 

Namun begitu, dengan mempertimbangkan progres IAIN Cirebon menjadi universitas, Balon Rektor bergelar profesor dipandang punya nilai plus. Yakni tidak berbenturan dengan Permenag nomor 68 tahun 2015 saat IAIN Cirebin berhasil menjadi universitas.

Kurangnya Jumlah Rektor Perempuan di PTKIN dari sisi perlunya perempuan menjadi rektor, saat ini baru sekitar 12 persen saja rektor PTKIN dari kalangan perempuan. Jumlahnya hanya 7 saja dari 58 PTKIN yang ada saat ini. Jika bicara kesetaraan, maka dibutuhkan 29 rektor perempuan di lingkungan PTKIN.

Salah satu fokus Kemenag RI dalam menciptakan keadilan gender ialah memberi kesempatan berimbang pada kalangan perempuan menempati jabatan strategis di lingkungan Kemenag RI.

Pada Pilrek IAIN Cirebon, hanya ada dua Balon Rektor perempuan. Prof. Kartimi adalah salah satunya. Status guru besar dan perempuan adalah dua hal yang melekat pada diri Prof. Kartimi.

Perjuangan Keras Estriana, Buahkan Penghargaan Terbaik Pada Kegiatan Diklatpim 3 Tingkat Nasional

BERPRESTASI, Estriana, mahasiswa IAIN Cirebon sukses meraih penghargaan pada ajang DIKLATPIMNAS 3 tingkat nasional.


FOKUS CIREBON, FC - Usai berjuang keras, Estriana Arifah Mahfud, mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon akhirnya bisa tersenyum manis, setelah dirinya dinobatkan dengan penghargaan sebagai "Peserta Tergiat Aktif Partisipatif" pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Nasional (Diklatpimnas) 3 PTKI se-Indonesia di Surabaya.

Estriana, walau lahir dari keluarga yang bisa di bilang kurang harmonis, tetapi gadis cantik ini tak pernah melewatkan untuk maju dan berprestasi saat terbuka lebar untuknya.

Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon jurusan pengembangan masyarakat Islam semester 7 ini mampu membuktikan dirinya sebagai yang terbaik, walau tantangan di depan mata cukup memberatkan dalam perjuangannya. 

Alhasil, dari kegigihan dan semangat juangnya itu, Estriana, salah satu delegasi dari IAIN Cirebon akhirnya berhasil mendapat penghargaan "Peserta Tergiat Aktif dan Partisipatif" yang merupakan kegiatan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepada fokuscirebon.com, Estriana mengaku, mengikuti kegiatan ini sejak tanggal 5 -hingga 7 Desember 2022, bertempat di Hotel GreenSA UIN sunan Ampel Surabaya.

Katanya, kegiatan bertema "lead, Serve and Innovate: Islamic Higher Education Development Goals Emmerging leader" ini, diikuti oleh para peserta terbaik dari kampus masing-masing. 

Di Diklatpimnas 3 ini, setiap peserta diwajibkan untuk mengikuti tahapan seleksi melalui artikel yang dikirimkan, pengalaman mengikuti Diklat kepemimpinan dan juga rekomendasi dari kampus untuk mengikuti kegiatan ini.

Selain itu, terang Estriana, selama Diklat Timnas peserta dituntut untuk aktif dan partisipatif, hal ini dibuktikan dengan salah satu predikat atau prestasi terbaik yang diberikan kepada para delegasi.

 "Alhamdulillah, "Peserta Tergiat Aktif Partisipatif" diberikan kepada saya, dari delegasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon jurusan pengembangan Masyarakat Islam," ucapnya 

Mengenali sosok Estriana lebih dekat, prestasi-prestasi nasional yang diraihnya ini bukanlah yang pertama kali, sebab Estriana Arifah Mahfud sudah beberapa kali mendapatkan prestasi tingkat nasional. 

Pada tahun ini Estri juga menjadi delegasi KKN kolaborasi Nusantara moderasi beragama yang dilaksanakan di Provinsi Papua Tahun 2022, menjadi Winner Putri pesona pariwisata Nusantara Tahun 2022, menjadi Rara tangguh Kota Cirebon Tahun 2022, dan menjadi relawan aktif di beberapa komunitas berbasis sosial. 

"Jadi menurut saya apapun kekurangan yang kita miliki, tidak boleh menjadi hambatan kita untuk tetap berprestasi. Kita harus termotivasi untuk maju agar bisa membanggakan nama baik perguruan tinggi, keluarga, juga nama baik pribadi," katanya.

Justru menurutnya, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa membuktikan bahwa kita mampu dan bisa menata masa depan kita lebih baik lagi.

"Jangan jadikan kekurangan sebagai hambatan tetapi jadikanlah kekurangan itu menjadi batu loncatan untuk kita terus berjuang dan bisa melangkah lebih maju, dan teruslah berusaha untuk memperbaiki,  ingatlah 3K sebagai kata kunci kesuksesan yakni Kemampuan, Kesempatan, dan Kemauan.

"Dengan komponen ini InsyaAllah kita bisa mencapai kesuksesan yang kita inginkan walaupun kita harus terus berjuang dan belajar untuk menjadi manusia yang terus berproduktif dan inovatif," terangnya.

Estriana juga mengucapkan terima kasih untuk semua elemen yang sudah mendukung dirinya. "Tanpa motivasi dan dukungan dari semuanya, mungkin saya tidak bisa menjadi apa-apa," tandas gadis cantik ini. (din)

Selasa, 06 Desember 2022

Buntet Pesantren Gelar Simposium Internasional Pendidikan

FOKUS CIREBON, FC - Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren menggelar Simposium Internasional bertema Sumbangsih Buntet Pesantren terhadap Pendidikan Nasional.

Kegiatan tersebut digelar digelar di GOR Mbah Muqoyyim Buntet Pesantren Cirebon, Jawa Barat pada Selasa (6/12/2022).

Kegiatan ini menghadirkan lima narasumber, yaitu (1) Prof Nadirsyah Hosen, Guru Besar Monash University, Melbourne, Australia; (2) Prof Mohammad Ali, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung; (3) Prof Jajang Jahroni, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta; (4) KH Fahad Achmad Sadat, Ketua Bidang Pendidikan YLPI Buntet Pesantren; dan (5) M Abdullah Syukri, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Guru Besar Universitas Monash Melbourne Australia Prof Nadirsyah Hosen menegaskan bahwa pesantren menjadi tempat kawah candradimuka untuk mencetak para pendidik dan tokoh bangsa. 

Ia juga menjelaskan, bahwa para kiai memiliki wawasan internasional sejak dahulu. Hal itu diperoleh melalui pertemuan-pertemuan dengan para santri dan ulama lain di masa dahulu saat bertemu di Makkah. 

Kebolehan umat Islam Indonesia di masa penjajahan untuk melaksanakan haji membuka peluang tersebut untuk membangun kekuatan, saling belajar dan menginspirasi dalam masa perjuangan melawan penjajahan.

“Bukan hanya sekadar ke tanah suci untuk beribadah, tetapi mengaji kepada para masyayikh di tanah suci, bertemu para ulama dan aktivis Islam, terjadi pertukaran gagasan di Makkah akibat pemerintah Belanda mengizinkan para ulama pergi haji,” jelas akademisi yang akrab disapa Gus Nadir itu.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Jajang Jahroni mengakui bahwa kultur Buntet Pesantren yang membentuk paradigma dan inspirasi untuknya. Ia sangat terkesan dengan masa-masa saat dulu mengaji kepada para kiai di Buntet Pesantren.

“Buntet menginspirasi masuk ke dalam jiwa saya menjadi cara pandang,” kata akademisi yang menamatkan studi doktoralnya di Universitas Boston, Amerika Serikat itu.

Pesantren jugaa membentuk gaya hidup dan budaya untuk tidak pernah menyerah, pantang mundur, sabar, terus mengejar kemajuan. Hal itu yang tampak dari ulama terdahulu dengan pemikirannya yang maju ke depan. 

“Boleh tinggal di pesantren tetapi pikirannya maju. Ini yang saya dapatkan dari pesantren,” ujar alumnus Universitas Leiden, Belanda itu.

Inspirasi yang sama juga diserap oleh Prof Mohammad Ali, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. 

Ia sangat ingat dengan maqalah, sebaik amal adalah yang mudawamah meskipun sedikit. Hal itulah yang ia pegang sampai kini terbang ke berbagai belahan dunia untuk berbicara mengenai pendidikan.

Kiprahnya di dunia internasional itu terinspirasi dari sosok KH Izzuddin, ayah KH Adib Rofiuddin. Saat masih usia sekolah dasar, ia mengikuti seorang kandidat doktor dari Australia yang tengah melakukan penelitian antropologi di Mertapada dan Buntet Pesantren. 

“Dia masuk Buntet dijelaskan Kiai Izzuddin tentang siapa ini siapa itu pakai bahasa Inggris,” ujarnya.

Ia sangat kagum, bahwa ternyata di zaman itu, kiai mampu bercakap dengan orang luar negeri dengan bahasa Inggris. “(Saya) Terinspirasi dari situ,” ujar pria yang pernah menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) M Abdullah Syukri menyampaikan bahwa dirinya menyampaikan rekomendasi mengenai pendidikan inklusif dan ekonomi kreatif pada ajang Youth 20 dengan dasar penelitian di Buntet Pesantren. 

Proposal kebijakan yang ia ajukan itulah yang kemudian ditandatangani oleh para pemimpin dunia pada ajang G20 pertengahan November lalu di Bali.

Ketua Bidang Pendidikan YLPI Buntet Pesantren KH Fahad Achmad Sadat menjelaskan bahwa Buntet Pesantren terus mengembangkan pendidikannya dan menyiapkan diri untuk menjadi pusat keilmuan dan riset di bidang agama dan umum. 

Hal itu dimulai dengan pendirian perguruan tinggi. Setelah Akademi Keperawatan pada tahun 1997 dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) pada tahun 2017, YLPI tengah mengajukan pendirian Universitas Islam Buntet Pesantren. Kampus ini mencakup bidang kesehatan, ekonomi, dan sains.

Pendirian ini bukanlah angan-angan saja mengingat Sumber Daya Manusia (SDM) Buntet Pesantren yang sudah tersedia melimpah. “Insyaallah dalam proses sedang mengajukan perizinan Universitas Islam Buntet Pesantren. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” ujarnya.

Sejak dahulu, Buntet Pesantren sudah menerapkan pendidikan formal, tidak hanya pendidikan agama secara salaf saja. Pengalamannya yang panjang ini tentu diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam memajukan pendidikan Indonesia sehingga pihak Buntet Pesantren juga pernah diminta untuk menyampaikan pandangannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Acara ini tidak lain juga sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan hal tersebut.

“Ingin memberikan sumbangsih agar pendidikan di negara yang kita cintai menemukan formula yang tepat untuk para siswa dan siswi sehingga mereka siap menghadapi globalisasi, tantangan zaman, tidak sekadar siap dalam keberagamaannya tetapi juga dalam segala halnya,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri Sesepuh Buntet Pesantren KH Adib Rofiuddin Izza, Dewan Sepuh KH Hasanuddin Kriyani, Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, serta dosen, guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Pondok Buntet Pesantren. (din)

Senin, 05 Desember 2022

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Cirebon Asal Mesir Berhasil Raih Gelar Doktor

FOKUS CIREBON - Mahasiswa asing Program Pascasarjana IAIN Cirebon suskses dipromosikan menjadi doktor di bidang Pendidikan Agama Islam (PAI).

Mahasiswa asing tersebut ialah Abdul Hamid Abdul Wahab Muhammad Ali yang berasal dari Mesir.

Abdul Wahab berhasil menyelesaikan disertasinya hingga sidang terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Keputusan kelulusan Abdul Wahab ini dibacakan langsung Ketua Penguji Sidang sekaligus Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta Hasim MAg.

Dalam sidang ini, Sumanta bertindak sebagai Ko-Promotor 2 yang dilangsungkan di ruang sidang gedung Pascasarjana IAIN Cirebon.

“Berdasarkan hasil rapat yudisium sidang terbuka promosi doktoral pada program studi doktor Pendidikan Agama Islam dengan mempertimbangkan prestasi akademik selama perkuliahan dan proses ujian sidang terbuka, maka dengan ini diputuskan Abdul Hamid Abdul Wahab Muhammad Ali dinyatakan lulus dengan Sangat Baik,” kata Sumanta.

Selanjutnya, imbuh Sumanta, kepadanya diberikan hak untuk menyandang gelar doktor sesuai dengan hak dan kewajiban serta kehormatan yang melekat pada gelar itu.

Sumanta pun mengatakan, Abdul Hamid merupakan doktor ke-28 dari program studi Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sebelum keputusan tersebut diumumkan, sidang sempat diskors selama 20 menit untuk memberikan kesempatan kepada dewan penguji memberikan nilai terhadap disertasi Abdul Hamid.

Adapun dewan penguji dalam sidang tersebut antara lain, Izuddin Mushtofa dan Ahmad Syatori (keduanya sebagai oponen ahli dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), H. Ahmad Asmuni dan H. Ilman Nafi’a (keduanya penguji internal dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon), H. Dedi Djubaedi (Promotor Utama), H. Uril Baharudin (Ko-Promotor 1 sekaligus Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang) dan H. Sumanta (Ko-Promotor 2). Adapun bertindak sebagai sekretaris Sidang H. Suklani.

Berbeda dengan sidang terbuka biasanya, seluruh proses sidang ini menggunakan bahasa Arab mulai dari susunan acara sidang, naskah disertasi yang diujikan, presentasi dan tanya jawab. Hal ini sekaligus menegaskan akan keseriusan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk secara bertahap menuju go international.

Dalam sambutannya, Kabag KLN Kemenag RI H Choirul Huda menyampaikan optimismenya bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki modal yang sangat cukup untuk go international, terlebih akan semakin diperkuat oleh Abdul Hamid yang baru dinyatakan lulus tersebut.

Sidang terbuka promosi doktor tersebut diakhiri dengan ucapan pelepasan dari H. Dedi Djubaedi selaku Direktur Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dalam ucapan pelepasan tersebut, ia pun menekankan sikap optimisme IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk go international.

Bahkan dalam kesempatan itu pula Dedi bertanya langsung kepada Abdul Hamid akan kesiapannya untuk berperan lebih aktif dalam memperkuat kemampuan bahasa Arab seluruh civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang sebentar lagi akan bertransformasi menjadi universitas.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Abdul Hamid dengan tegas dan jelas menyatakan kesiapannya.

Minggu, 04 Desember 2022

Penampilan Guest Star 'Suara Kayu' Gebyarkan Acara Puncak Excited 2022

Editor : Nurdin

FOKUS CIREBON, FC - Puncak acara Excited 2022 begitu meriah saat Guest Star Suara Kayu tampil bersama mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Riuh tepuk tangan pun menggema saat digelar di halaman FDKI, Minggu, 4 Desember 2022.

Explorasi Citra Talenta Excited FUAD merupakan acara tahunan yang rutin di gelar setiap tahunnya oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (FUAD). Acara ini sebelumnya bernama Surat Cinta, namun untuk tahun ini berubah menjadi Excited.

Menurut Ketua Umum DEMA FUAD, Omar Qad Panitia, kegiatan dengan tema "Show your charm with your talents and abilties in Excited 2022" ini dimaksudkan untuk menampilkan karya dan bakat terbaik yang dimiliki oleh mahasiswa FUAD.

Tidak hanya itu saja, rangkaian acara yang sudah dibuka sejak tanggal 24 November 2022 ini di antaranya adalah opening ceremony, berbagai perlombaan mahasiswa seperti baca puisi, Qori, Badminton, Fuad Fashion Week, Tari Tradisional, ML, dan Solo Volal. 

Sedang acara puncaknya diselenggarakan pada 4 Desember 2022 dengan berbagai kegiatan, seperti senam sehat, closing ceremony, pameran karya, bazar UMKM, penampilan mahasiswa, pengumuman lomba, pengumuman doorprice dan konser yang diisi oleh Guest Star Suara Kayu.

Menurut Omar, penampilan karya dan Mahasiswa yang mendominasi acara puncak bukan tanpa alasan, karena adanya acara ini memang di khususkan untuk menampilkan bakat dan karya terbaik dari Mahasiswa FUAD, bukan sebagai konser belaka.

Hal ini, katanya, sebagai bentuk persembahan terakhir dari DEMA FUAD untuk Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah yang sudah terpecah menjadi FUA (Fakultas Ushuluddin dan Adab) dan FDKI (Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam). 

Acara yang dihadiri oleh ratusan penonton ini juga berjalan dengan lancar dan meriah, melihat antusias mereka dalam menikmati jalannya acara hingga akhir, yang didukung dengan penampilan special dari Guest Star "Suara Kayu".

Acara ini berhasil menampilkan karya dan bakat terbaik yang dikemas dalam acara puncak Konser Excited ini, dengan harga tiket yang mahasiswa'able. (Eva)

Jumat, 02 Desember 2022

Mantan Kabiro AUAK IAIN Cirebon, Aksi Sukses Raih Gelar Doktor

FOKUS CIREBON - Belajar sepanjang hayat’ rupanya tak sekedar slogan bagi Dr H Akso MPd. Meski sudah purna bakti sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Agama dengan jabatan terakhir Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Akso tetap melanjutkan pendidikan tingginya hingga ke jenjang doktor.

Di hari itulah disertasi Modernisasi Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nawesea Yogyakarta karyanya disidangkan dihadapan para ahli dan penguji internal yang terdiri dari lektor kepala dan guru besar.

Dengan disidangkannya disertasi Akso, artinya proses pendidikan tinggi menempuh gelar doktor telah dilaluinya. Akso tinggal melengkapi kekurangan dan revisi disertasi yang telah disidangkan. Selanjutnya dia akan mengikuti wisuda dan berhak menyandang gelar doktor dari Prodi PAI Pascasarjana IAIN Cirebon.

Menurut Akso, tidak ada kata telat baginya dalam belajar. Akso mengaku, meski tak lagi menjadi PNS dan telah berusia 64 tahun, bekal pendidikan tinggi yang dimilikinya akan dia pergunakan untuk kepentingan masyarakat. Terutama di lingkup keluarga besar.

“Namanya belajar tidak ada kata terlambat. Karena belajar itu dari sejak lahir sampai akhir khayat,” jelas Akso di sela pelaksanaan sidang disertasinya.

Disertasi Akso menceritakan modernisasi pendidikan Islam Pondok Pesantren Nawesea Yogyakarta menjadi lembaga pendidikan Islam unggul kelas dunia. Akso mengulas reformasi pesantren menuju era industrialisasi dalam pemikiran Prof Dr Yudian Wahyudi.

Analisis dalam disertasi Akso ini menggunakan teori dialektika Hegel tentang tesis. Tujuan dari penelitian disertasi Akso ialah untuk mendeskripsikan dan menemukan kebaruan dalam rangka menjawab tantangan globalisasi di pondok Pesantren Nawesea Yogyakarta sebagai objek penelitian.

“Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasahan untuk penelitian generalisasi,” kata pria kelahiran Tegal tahun 1958 ini.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan Akso dalam menyusun disertasi adalah dengan melakukan obsevasi, wawancara dan dokementasi.

KPI IAIN Cirebon Sukses Bedah Budaya Dalam Transformasi Digit

FOKUS CIREBON, FC - Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menggelar Opening Ceremony ulang tahun Jurusan KPI ke 21, dengan tema "Pentingnya Aspek Budaya Dalam Mengiringi Transformasi Digital," yang digelar di Keraton Kasepuhan.

Hadir pada kegiatan ini, Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Elang Raja Gumelar Suryadiningrat, Wakil Dekan 2 FDKI, Dr. Arief Rachman, Ketua Jurusan KPI H. Aan Mohamad Burhanudin, Sekprodi Asriyanti dan para dosen KPI, serta ratusan mahasiswa KPI dan para tamu undangan. 

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Jurusan KPI H. Aan Mohamad Burhanudin, MA. Pada kegiatan ini, Aan menyatakan bahwa tema- tema yang digagas dan diusung mahasiswa KPI ini menurutnya adalah  gagasan besar yang harus di dukung oleh semua pihak. 

Apalagi, lanjut Aan, di era sekarang ini, identitas kultural dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia sudah tergerus oleh pengaruh negatif dari perkembangan zaman yakni kemajuan digital. Sehingga tema ini sangat relevan dengan G20 Bali Leader Declaration di mana salah satu pointnya adalah penghormatan dan pelestarian budaya.

"Hal ini mudah-mudahan menjadi harapan besar kami di Jurusan KPI, di mana mahasiswa KPI mampu menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya agar tidak tercerabut dari akar tradisi masyarakat kita. Namun ini tentu juga harus dibarengi dengan program-program real dan aksi nyata, sehingga ke depan akan menjadi kontribusi dan peran mahasiswa yang signifikan," ujarnya.

Namun demikian, kata Aan, transformasi digital sekarang ini juga merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari, dan tentu kita harus membekali mahasiswa dengan skill digital yang mumpuni dan mampu memanfaatkannya secara bijak utk kepentingan yang baik dan bertanggung jawab. (Nurdin)

Tingkatkan Profesionalisme Kerja, IAIN Cirebon Gelar Kegiatan Mutu Satuan Pengamanan

 

Sebanyak 31 anggota Satuan Pengamanan kampus tengah mendapatkan pembinaan dari pihak Kepolisian melalui kegiatan penguatan mutu.


FOKUS CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melalui bidang Subbag Tata Usaha, Perlengkapan dan Rumah Tangga mengadakan kegiatan Peningkatan Mutu untuk Satuan Pengamanan.

Kasubbag Tata Usaha, Perlengkapan dan Rumah Tangga, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Azis Mutaqim, SE, menjelaskan, kegiatan peningkatan mutu tenaga satuan pengamanan ini bertujuan, agar satuan pengamanan di lingkungan IAIN ini menjadi satuan pengamanan yang terlatih, profesional dan bertanggungjawab dalam tugas dan fungsinya sehingga tercipta ketertiban dan keamanan di lingkungan kampus. 

Azis juga menjelaskan, pada kegiatan ini  pihaknya mengundang dua narasumber, pertama Kasat Binmas Polres Cirebon dengan materi tentang Etika Satpam, kemudian narasumber yang kedua dari Kasat Intel Polres Cirebon Kota dengan materi terkait perizinan pelaksanaan kegiatan di kampus.

Mengenai materi etika ini, kata Azis, menyangkut lingkungan yang tertib dan aman,  dan mengenai materi yang kedua, diharapkan para satuan pengamanan memahami alur kegiatan, di mana nantinya, apabila ada mahasiswa yang melaksanakan kegiatan dapat mengarahkan. 

"Yakni bagaimana cara prosedur, atau   bagaimana cara perizinan suatu kegiatan," kata Azis.

Dijelaskan, pada kegiatan ini, lanjut Azis,  peserta yang dilibatkan yakni dari satuan pengamanan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati sebanyak 31 anggota. Kemudian ditambah 4 orang yakni 2 orang narasumber dan 2 orang moderator.

Terkait kegiatan ini, Azis berharap, selain pihak satuan pengamanan, rwkan-rekan di Subag Tata Usaha juga harus memahami bagaimana cara mengamankan dan melindungi aset-aset negara. 

"Jadi bukan hanya tugas satuan pengamanan saja, tetapi kita sebagai tenaga kependidikan juga menjaga apa yang menjadi kewajiban kita sebagai aparatur sipil negara," ujarnya.

Kapolsek Kesambi, IPTU Rudiana, SH,MH tengah memberikan materi saat menjadi narasumber pada kegiatan penguatan mutu pada Satuan Pengamanan kampus.


Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota melalui, Kapolsek Kesambi, IPTU Rudiana, SH, MH yang dalam kegiatan ini sebagai narasumber menyatakan, pada kegiatan ini pihaknya mendapat permohonan dari kampus IAIN untuk menjadi narasumber pada kegiatan peningkatan mutu untuk satuan pengamanan di lingkungan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Rudiana juga menjelaskan, pembinaan security atau pengamanan satpam di kampus IAIN ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab mereka dan harus dijalankan dengan baik.  

Sehingga dengan kegiatan ini, diharapkan tanggungjawab tugas dan keamanan serta kenyamanan kampus terus terjaga.

"Itulah tugas pokok pengamanan yang harus dilakukan oleh satuan pengamanan di lingkungan kampus IAIN Cirebon, yakni mereka bisa menjaga keamanan dengan baik, dan mereka bisa mengantisipasi serta mengambil langkah-langkah cepat jika terjadi sesuatu," ujarnya.


IPTU Rudiana menambahkan, bahwa dengan adanya kegiatan ini, juga bisa menjadi wawasan bagi para Satuan Pengamanan kampus. Sehingga dalam melangkah dan dalam tugasnya itu tidak salah. (din)

Bahas Rapat Kerja, Pengurus DKM Al Muhajirin Bedah Program Kemasjidan

Rapat kerja (Raker) Pengurus DKM Al Muhajirin, Kampung Sumber Asri, RW 05, Desa Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon


FOKUS CIREBON, FC - Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Muhajirin Kampung Sumber Asri melalui rapat kerja (Raker) membedah berbagai program kemasjidan. Kegiatan berlangsung di serambi Masjid Al Muhajirin, Jum'at malam Sabtu, (2/12/2022).

Dalam pembukaannya, Ketua DKM Al Muhajirin, Ustad Gaos, S.Ag mengawali dengan menyampaikan visi misi dan rencana program DKM Al Muhajirin. Dalam visi tersebut, Ustad Gaos ingin memakmurkan masjid yang mampu berkonstribusi mencerdaskan spriritualitas umat, meningkatkan kehidupan ekonomi umat, dan menciptakan tata nilai yang berlandaskan Islam rahmatan lil'alamin.

Menurutnya, raker ini bertujuan untuk menyelaraskan program. Program ini sudah ada di masing-masing bidang dan diharapkan menjadi penyemangat dalam rangka melayani jamaah.

Demikian juga, melalui raker ini, harapan lainnya akan lahir rekomendasi oprasional yang dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi acuan dan panduan kerja bagi Pengurus DKM Al Muhajirin dalam melaksanakan tugas pokok. 

Melalui raker ini juga, diharapkan seluruh pengurus Masjid Al Muhajirin untuk memakmurkan, melayani dan mencerahkan rumah dan tamu Allah.

"Mari kita berkomitmen terhadap visi dan misi ini. Insya Allah, dengan komitmen ini seluruh program kerja akan berjalan dengan baik dan cita-cita bersama untuk memakmurkan masjid akan terwujud," pinta Ustad Gaos kepada seluruh pengurus.

Acara kemudian dilanjut dengan diskusi hangat, bahkan satu sama lain tampak saling memberikan usulan dan masukan, sehingga bak keluarga besar yang selalu siap menjaga ukhuwah dan siap menjalankan program kemasjidan.

Pada diskusi tersebut, seluruh pengurus membicarakan program kerja. Ada bidang tabligh (ibadah dan dakwah), sarana dan prasarana, kehumasan, usaha dan ekonomi masjid, kemuslimahan, advokasi dan keamanan, Pendidikan serta bidang pemuda dan remaja.

Sementara itu, pada raker lanjutan nanti, seluruh bidang akan memberikan programnya masing-masing yang dihasilkan dari penjabaran dari juklak/panduan yang ada. Artinya, dari panduan tersebut menjadi program teknis, berikut waktu pelaksanaannya. (din)




HIMAKSYAR IAIN CIREBON Sukses Gelar Olimpiade utanai Se-Jabar

FOKUS CIREBON, FC - Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah (Himaksyar) sukses menggelar kegiatan Olimpiade Akuntansi Se-Jawa Barat di Auditorium SBSN IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Semifinal Olimpiade Akuntansi dilakukan secara offline diikuti oleh 10 peserta yang lolos tahap preliminary. Dilanjut tahap Grand Final yang diikuti oleh 3 besar tim yang lolos dari tahap Semifinal. 

Ketua Himaksyar Dina Deviarti menegaskan bahwa Accfest 3.0 adalah kegiatan rutin Himaksyar yang bersifat sustainable karena kegiatan ini berdampak positif bagi kampus, mahasiswa maupun siswa yang mengikuti olimpiade.

Demikian pula dinyatakan Ketua Pelaksana, Saeful Ahmad Jaelani bahwa kegiatan ini sebagai ajang yang bagus untuk menambah pengalaman dan juga pengetahuan dari peserta maupun panitia. 

Sementara itu, pada kegiatan ini Tim dari SMK miftahussalam Ciamis (Tim Excellent Smith) berhasil menjuarai lomba olimpiade akuntansi Se-Jawa Barat yang diadakan oleh Himaksyar.

Guru pendamping dari tim excellent Smith mengatakan "kami bangga bisa mengikuti kegiatan ini dan menjuarainya, next tahun depan harus ikut lagi" 

Raisya Rahmania, Nely Yulianingsih, Nazwa A  yang merupakan tim dari excellent Smith yang ternyata bukan dari jurusan akuntansi, melainkan dari jurusan Perbankan Syariah. 

"Lomba ini menarik dan cukup seru, serta membuat kita tertantang dari tahap-tahap yang ada di lomba olimpiade akuntansi ini," ujar Raisya. (Anisa)

Kamis, 01 Desember 2022

AFI IAIN Cirebon Gelar Kegiatan World Philosopjy Day

FOKUS CIREBON - Jurusan Akidah Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Adab (F-UA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  melaksanakan kegiatan World Philosophy Day dengan tema “We Learn, We where to Stan” dengan dimeriahkan dengan banyak pementasan dari mahasiswa AFI. 

Program studi AFI sebagai salah satu dari prodi di lingkungan FUAD bersama jurusan Sejarah Peradaban Islam sudah meraih akreditasi A. Dua prodi tersebut sedang mengurus ISK ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tunggi (BAN-PT) untuk mendapatkan nilai akreditasi UNGGUL.

H. Mustofa, selaku Ketua Jurusan AFI IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengatakan, kegiatan ini berupa open ceremony, lomba-lomba, pameran lukisan karya mahasiswa AFI dan seminar nasional. 

“Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut semoga bisa memicu kreatifitas mahasiswa dalam menghadapi dunia global. Filsafat menjadi pedoman hidup karena mengandung nilai-nilai kebenaran, kearifan dan kebijaksanaan. Filsafat hendaknya memberi solusi dan berbagai problema. Untuk ini dibutuhkan partisipasi aktif mahasiswa dan semua pemerhati filsafat”, jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag mengatakan bahwa ajang perlombaan di tingkat jurusan sebagai persiapan kemampuan mahasiswa dalam ajang nasional yang sedang dibahas bersama seluruh dekan FUAF seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia. 

“Ini tentunya menjadi tuntutan semua program studi dalam persiapan akreditasi”, terang Hajam.

Mereka kata Hajam, memiliki peluang dan kesempatan yang besar di masa depan. Hal tersebut seiring dengan kebijakan Kementerian Agama untuk mengangkat guru akidah dan akhlak untuk MI, MTs dan MA. 

Oleh sebab itu perlu mata kuliah keguruan untuk menjawab tantangan tersebut”. Beliau berharap kegiatan World Philosophy Day ini bisa menjadi awal kebangkitan jurusan AFI dalam bingkai kebersamaan untuk memupuk prestasi dalam persaingan global.

IAIN Cirebon Siap Membuka.Program Doktor Bagi Program studi Ekonomi Syariah


FOKUS CIREBON - SK Izin Penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk Program Doktor sudah terbit. Hal itu berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia No.1130 Tahun 2022 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Ekonomi Syariah untuk Program Doktor pada Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. 

Dengan terbitnya SK tersebut, maka IAIN Syekh Nurjati Cirebon dapat membuka Program Doktor bagi Program Studi Ekonomi Syariah. 

Harapannya, Program Studi tersebut dapat membuka kesempatan bagi para calon mahasiswa baru dalam melanjutkan studi ke Program Doktoral Ekonomi Syariah di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Mahasiswa IAIN Cirebon Tanamkan Cinta Budaya Lestarikan Dengan Karya

FOKUS CIREBON, FC - Kegiatan Gemilang Ria Ilmu Hadits (GERIMIS) menjadi panggung yang memukau saat kesenian khas Indramayu tampil dihadapan ratusan mahasiswa dan para penonton, kegiatan berlangsung di Panggung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kegiatan bertemakan "Cintai Budaya Lestarikan dengan Karya," ini diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hadits IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Pada kegiatan ini, Ikatan Keluarga Mahasiswa Indramayu menampilkan kesenian budaya khas Indramayu dan menyedot perhatian para penonton. Tak pelak riuh tepuk tangan pun bergemuruh menyambut penampilan mereka.

Menurut para panitia yang dapat dihubungi, kegiatan kali ini sebagai bentuk peringatan Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Ilmu Hadits yang ke VII. 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh ketua jurusan Ibu Hj. Anisatun Muthi'ah M. Ag dan kegiatan kali ini dimeriahkan dengan seminar, perlombaan, donor darah serta penampilan budaya di acara penutupan. 

 Pada kesempatan kali ini IKMI bisa menampilkan kesenian khas Indramayu 'berokan' untuk memeriahkan di acara penutupan GERIMIS.

Semoga atas terselenggaranya acara ini harapan harapan yang ditanam dikesempatan kali bisa kita gapai dan terwujudkan agar HIMA ILHA bisa menjadi yang terbaik khususnya di fakultas Ushuluddin ini dan mampu bersaing.

"Harapan yang kita tanam dikesempatan kali ini semoga HIMA ILHA bisa menjadi contoh atas progesiftas organisasi khususnya di fakultas Ushuluddin agar bisa mampu bersaing menjadi yang terbaik. Tak kentinggalan pula saya ucapkan banyak terimakasih kepada IKMI Cirebon yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan kali dan bisa membawakan kebudayaan khas Indramayu & Cirebon agar lebih populer lagi serta bisa dirasakan selalu di kemudian hari"._ ujar ketua umum HIMA ILHA.

 “ Acara ini sebagai momentum IKMI sebagai bentuk kepedulian terhadap warga setempat serta menjalin silahturahmi dan membentuk pemukiman yang nyaman serta aman ”._Ujarnya.

 Harapan ketua pelaksana semoga Himpunan Mahasiswa Ilmu Hadits bisa lebih aktif dalam berproses lagi dan cinta akan budaya yang ada di Indonesia. 

“Semoga atas terselenggaranya kegiatan Gerimis, HIMA ILHA bisa lebih progresif dalam membangun organisasi kita ini dan semoga mahasiswa mahasiswa ilmu hadis bisa cinta terhadap budaya karena bagaimanapun perkembangan Islam di Nusantara ini bisa di populerkan dengan budaya serta saya ucapkan terimakasih kepada IKMI Cirebon yang telah berpartisipasi dalam acara kami untuk memeriahkan dan memperkenalkan budaya khas Indramayu semoga IKMI Cirebon bisa progresif lagi dan bisa memayu ing jagat"._ujar ketua pelaksana Gerimis HIMA ILHA.

" Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada Himpunan Mahasiswa Ilmu Hadits yang telah memberikan kami kesempatan berpartisipasi dalam acara gerimis dan semoga apa yang diharapkan dalam acara bisa terwujud dan himpunan mahasiswa ilmu hadis makin progesif"_imbuh anggota IKMI Hendang Suryana. (din)

Dr H Ayus Ahmad Yusuf : Hasil Audit Mutu Internal Hasilnya Menjadi Proses Evakuasi dan Pengembangan Kampus Ke Depan

FOKUS CIREBON - Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dengan tema “Peningkatan Penjaminan Mutu Berbasis IT Menuju Universitas Siber”, bertempat di aula gedung A pascasarjana lantai 3. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dr. H. Sumanta, M.Ag. (Rektor), Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag. (Warek I), Prof. Kartimi, M. Pd. (Warek II), Ir. Suanrini, M. Kom. (Kepala Biru AUAK), Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si. (Ketua LPM) dan dihadiri pejabat Dekan, Wakil Dekan, Kajur, Sekjur dan tamu undangan di lingkungan IAIN Syekh Nurjati.

Dr. H. Ayus Ahmad Yusuf, S.E., M.Si. (Ketua LPM) dalam sambutannya menyampaikan terkait pengembangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, sesuai dengan insturksi dari rektor dilakukannya Audit Mutu Internal (AMI) yang mana telah dimulai pada bulan oktober dan akan dilaporkan pada kegiatan RTM dan hasilnya akan menjadi proses evalusi, pengembangan ke depan. 

“Sesuai dengan instruksi dari pak rektor, sebagai clien untuk melakukan audit mutu internal, kami dari LPM mengadakan kegitan AMI dan hasilnya akan disampaikan pada RTM dan hasilnya akan dijadikan bahan evaluasi pengembangan ke depan”.

Dr. H. Smanta, M. Ag. (Rektor) dalam sambutannya beliau menyampaikan bagaimana pelayanan berbasis digital/siber untuk meningkatkan pelayanan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju Universitas Siber, dengan pelayanan berbasis digital yang tersistematis bisa langsung memberikan pelayanan yang cepat dalam bidang pengawasan, mengetahui jumlah mahasiswa yang aktif, mengawasi dosen dan lain-lain. 

Dengan ini pimpinan bisa langsung mengetahuinya lewat aplikasi sehingga pengambilan keputusan, pengawasan, dan informasi yang lebih cepat dan akurat.  Dengan sistem yang berbasis siber memungkinkan kita cepat untuk menuju Siber University. 

“Bagaimana kita meningkatkan mutu akademik dari pelayanan digital, dan sangat memudahkan salah satu contoh adalah pelayanan penelitian dan pengabdian  melalui aplikasi yang diterapkan oleh LPM, bagaimana kita menjadikan pelayanan berbasis digital masuk ke dalam suatu sistem yang pengawasan oleh kita secara sistematis, saya (rektor) bisa langsung melihat kegiatan yang dilakukan dosen dengan melihat aplikasi yang dimiliki oleh bagian kepegawaian, dosen-dosen siapa saja yang sekarang naik pangkat, dengan klik saja bisa langsung muncul nama-namanya”. 

Dengan sistem pelayanan yang berbasis digital pimpinan bisa langsung mengawasi unsur pimpinan dibawahnya dengan sekali klik tanpa harus tanya ke unsur pimpinan bawahannya.

IAIN Cirebon Mendapat Kunjungan Direktur Pembiayaan Syariah Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI

FOKUS CIREBON, - IAIN Syekh Nurjati Cirebon melakukan penandatanganan MoU dengan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI, bertempat di Aula Geudng FITK, Lantai 5, kampus setempat. 

Penandatangan MoU tersebut langsung dilakukan oleh Rektor IAIN, Dr. H. Sumanta, M.Ag dan Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H., M.A, Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI.

Pada kegiatan ini, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon menggelar kegiatan Kuliah Umum juga sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan RI dengan tema “Optimalisasi Peran Surat Berharga Syariah Negara dalam Mendukung Pembangunan Nasional”.

Hadir pada kegiatan tersebut, Dr. H. Sumanta, M. Ag (Rektor), Prof. Dr. Kartimi, M. Pd. (Warek II), Ir. Sunarini, M. Kom. (Kepala Biro AUAK), Dr. H. Farihin, M.Pd. (Dekan F-ITK), Dr. H. Hajam, M. Ag. (Dekan F-DKI), Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. (Dekan F-EBI), Dr. Anwar Sanusi, M.Si (Dekan F-UA), Dr. Didi Junaedi, MA (F-Syariah), para wakil dekan, kepala lembaga, kepala bagian,  tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Sementara narasumber pada kegiatan tersebut adalah Dwi Irianti Hadiningdyah, S.H., M.A (Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI.

Dr. H. Sumanta, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan banyak terima kasih atas nama sivitas akademika iain cirebon kepada narasumber dan mengapresiasi atas dukungannya kepada IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan hadirnya keberadaan gedung SBSN di mana gedung tersebut sudah memiliki  ruangan yang nyaman bagi proses pembelajaran, dilengkapi dengan AC dan fasilitas lainnya. 

“Atas nama sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengucapkan selamat datang kepada Ibu Dwi Irianti Hadiningdyah, S. H., M.A. dan tim mengucapkan apresiasi yang setinggi tingginya kepada lembaga kami sehingga dikunjungi, ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami sivitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon“, terangnya. 

Sumanta juga menyampaikan, pada saat pertama kali dilantik menjadi rektor tahun 2015, mahasiswa mengadakan demo terkait fasilitas kelas yang belum memadai, IAIN belum punya gedung satupun fakultas, banyak mahasiswa yang belajar bukan di ruang kelas, mereka ada yang belajar di serambi masjid, gedung ma’had dan halaman kampus, 

“Salah satu yang diputuskan pada Rapim 2015 yaitu pelayanan kepada mahasiswa untuk belajar dengan nyaman, maka yang diusulkan bukan rektorat melainkan gedung fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (F-SEI) dan Gedung Laboratorium Terpadu”, katanya. 

Selanjutnya, menurut Sumanta, IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tahun 2017 mendapatkan gedung SBSN yakni Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F-UAD) dan  tahun 2019 mendapatkan gedung SBSN Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK).  

“Pada tahun 2017 alhamdulillah kita mendapatkanlagi gedung Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (F-UAD), tahun 2019 kita mendapatkan lagi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (F-ITK)", jelasnya.

Demikian juga kata Sumanta, pada tahun 2022 ada pemekaran fakultas dimana merupakan salahsatu syarat transformasi kelembagaan dari IAIN menuju Universitas. Pemekaran yang dimaksud yaitu FUAD menjadi Fakultas Ushuludin dan Adab (FUA), dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDKI) sedangkan FSEI menjadi Fakultas Syariah (F-Syariah) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (F-EBI).

Menurut Sumanta, bahwa narasumber akan memberikan pencerahan, bagaimana kita dapat mendapatkan SBSN, bagaimana kita lakukan, dukungan apa, karena SBSN telah memberikan konstribusi pembangunan bangsa khususnya Kementerian agama dan masih banyak pembagunan dengan SBSN seperti KUA, Asrama Haji, tempat-tempat publik dan lainnya. 

“Beliau akan memberikan pencerahan kepada kita, bagaimana kita bisa mendapatkan SBSN ini, apa saja yang harus kita lakukan, dukungan apa yang harus kita kerjakan bersama, karena SBSN telah memberikan konstribusi kepada pembangunan bangsa khususnya wajah Kementerian agama dan lainnya”, ungkapnya. (din).

Pengukuhan Prof Dr Kartimi M.Pd Sebagai Guru Besar Dibanjiri Ucapan Selamat

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag mengukuhkan Prof Dr Kartimi, M.Pd sebagai Guru Besar di IAIN Cirebon.


FOKUS CIREBON, FC - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melalui Sidang Senat Terbuka mengukuhkan Prof Dr Kartimi, M.Pd sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan IPA, Kamis, (1/12/2022) di Auditorium Pascasarjana, Lantai 3, kampus setempat.

Pada pengukuhan ini, Prof Dr  Kartimi kebanjiran ucapan selamat dari berbagai kalangan dan institusi. Termasuk dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di Kementerian Agama RI dan para pejabat dari institusi lainnya serta Forum Wakil Rektor 2sw-Indonesia. Selain itu hadir juga seluruh pimpinan unit, Dekan, Wakil Dekan, Kaprodi, Sekprodi, Kabag, Kasubag yang ada di lingkungan IAIN Cirebon dan tamu undangan lainnya.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta, M.Ag, dalam sambutannya menyampaikan, dengan adanya pengukuhan ini tentu saja memberikan secercah harapan dan angin segar bagi civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik dan berkualitas. Melalui pengukuhan ini, Institut Agama Islam Negeri IAIN Syekh Nurjati Cirebon secara resmi telah memiliki 15 Guru Besar.

Sumanta berharap, dengan adanya  pengukuhan Guru Besar ini diharapkan dapat menjadi pelecut dan motivasi bagi para dosen untuk terus mengasah kompetensi dan meningkatkan kualitas diri. Mengingat syarat untuk menjadi seorang Guru Besar atau Profesor tidaklah mudah. Perlu kerja keras dan keseriusan dalam melakukan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Sumanta juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada Prof Dr Kartimi, M.Pd atas perjuangannya hingga akhirnya bisa menjadi seorang profesor. Pencapaian ini tentu juga menjadi sebuah kebanggaan bagi IAIN Cirebon.

"Atas nama civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon, juga atas nama pribadi dan keluarga, kami mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Prof Dr Kartimi, M.Pd sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan IPA," ucapnya. 

Acara kemudian dilanjut dengan pidato pengukuhan yang langsung disampaikan oleh  Prof Dr Kartimi, M.Pd yang mengupas tentang "Membangun Tradisi Ilmiah Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Berdaya Saing, Unggul dan Terkemuka".


Sementara itu, pada kegiatan pengukuhan Prof Dr Kartimi, M.Pd sebagai Guru Besar di IAIN Cirebon, dibuka dengan Pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh 7 Qori terbaik. Prof Dr Kartimi, M.Pd sendiri saat ini te gah menjabat sebagai Wakil Rektor 2 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Kemudian acara ditutup dengan sejumlah sambutan dan ucapan selamat, di antaranya Mohammad Sofwan Effendi, Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti RI, Plt Ditjen Kemenag RI, Drs Subarja, M.Pd Kepala Biro Keuangan dan BMN, Ditjen Kemenag RI, Wakil Direktur UPI, Sekda Kota Cirebon dan lainnya. (Nurdin)




IAIN Cirebon 'Jamu' Tamu PTKIN Jawa Tengah Pada Moment Olah Raga Bersama

Tim Tenis Lapang, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta berpose bersama dengan Tim Tenis Lapang IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam kegiatan laga tenis persahabatan.  


FOKUS CIREBON, FC - Disambut senyum keakraban, tim tenis UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah, tiba di Lapangan Tenis Cirebon. Tim Sunan Kalijaga dengan kaos berwarna merah, langsung disambut oleh Ketua Badan Pembina Olahraga (BAPOR) IAIN Syekh Nurjati Cirebon beserta pada atlit yang siap laga tenis persahabatan.

Ketua BAPOR IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Djohar Maknun, M.Si menyatakan, dengan semangat silaturahim dan kekeluargaan, Tim BAPOR IAIN Cirebon  menyambut dengan rasa kegembiraan dengan datangnya Tim BAPOR UIN Sunan Kalijaga dalam rangka laga tenis persahabatan di Cirebon.

"Saya menyambut baik kunjungan bapak-bapak dari Tim Tenis Lapang UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kunjungan persahabatan ini dalam rangka berolahraga bersama, sekaligus silaturrahim antar PTKIN," ungkap Djohar.

Untuk itu, Djohar mengucapkan selamat datang kepada Tim BAPOR UIN Yogyakarta pada kegiatan laga tenis persahabatan ini. Terlebih kegiatan ini sangat di apresiasi oleh kedua PTKIN. Bahkan acara latih tanding ini sangat mendukung terhadap produktivitas jasmani. 

Djohar juga menjelaskan, kunjungan tim tenis persahabatan ini juga dalam rangka studi banding kegiatan BAPOR dalam program olah raga. 

"Mudah-mudahan kegiatan ini ke depan bisa terus berlanjut dalam rangka memperkuat tali silaturrahim, keakraban dan kekeluargaan antar PTKIN, terutama dalam meningkatkan kegiatan-kegiatan olah raga, namun tidak menutup kemungkinan juga dibuka kerjasama di bidang lainnya," jelasnya.

Demikian juga disampaikan oleh Ketua BAPOR UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Muhammad Mahyudin, SH, MH, bahwa kegiatan ini untuk mencari model pengelolaan BAPOR dan ini juga bisa kita sebut sebagai studi banding untuk melihat pengelolaan BAPOR di PTKIN lain, apakah ada inovasi-inovasi lain dalam pengelolaan BAPOR ini, selain itu adalah untuk menjalin persahabatan.

Mahyudin menyatakan, kegiatan persahabatan di bidang olah raga ini, selain untuk silaturrahim juga untuk menjalin komunikasi. 

"Melalui kegiatan ini, diharapkan timbul ide-ide kerjasama di bidang lain. Ya kita harapkan bukan saja di tenis lapang saja, tapi juga membuka latihan olah raga persahabatan dengan club-club olah raga lainnya, seperti tenis meja, Volly ball dan lainnya," ujar Mahyudin.

Harapan Mahyudin, ke depan ada forum olah raga PTKIN. Keberadaan forum ini dalam rangka mencairkan ide-ide dan gagasan di bidang olah raga di masing-masing PTKIN.


Sementara itu, suasana keakraban nampak dalam kegiatan pagi hingga siang hari. Acara pertemuan antar kedua PTKIN melalui olahraga, yaitu pertandingan Persahabatan Tenis Lapang ini berjalan dengan penuh keakraban dari kedua tim. Mereka saling berkomunikasi dan suasana terekam sangat penuh kekeluargaan. (din)

Siswa dan Orang Tua Antusias, SDN Pelandakan 1 Gelar Kegiatan Kuliner Tradisional

Kepala SDN Pelandakan 1, Apif Arifin,M.Pd saat dengan para siswa di atas panggung menyanyikan lagu "Ibu Ku Tersayang'".


FOKUS CIREBON, FC - Jika hari ini kita datang ke SDN Pelandakan 1 Kota Cirebon, pasti kita akan melihat lingkungan sekolah yang berbeda seperti hari biasanya. Di sana kita akan dimanjakan dengan banyaknya stand-stand yang menyediakan sejumlah makanan tradisional yang diperkenalkan kepada para siswa. 

Responsip dan antusiasme para siswa dan orang tua begitu tinggi terhadap kegiatan ini, mereka semua sangat menikmati, bahkan halaman sekolah sebagai tempat kegiatan menjadi penuh padat hingga kegiatan terlihat semarak.

Selain itu, terdapat juga panggung gembira sebagai hasil kreasi para guru dan Kepala Sekolah untuk panggung kreasi siswa yang akan ditampilkan pada gebyar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). 

Benar saja, saat siswa berada di panggung gembira, riuh tepuk tangan bergemuruh melihat penampilan siswa siswi SDN Pelandakan 1 Kota Cirebon yang meliuk-liuk di atas panggung.

Suasana juga berubah lebih agak syahdu, saat Kepala Sekolah, Apif Arifin, M.Pd berbaur bersama siswa menampilkan lagu 'Ibu Ku Tersayang' dan besarnya jasa dan perjuangan para guru.

"Kami sangat terhibur dengan kreasi penampilan siswa di atas panggung, penampilannya sangat bagus dan kami juga sangat terharu melihat kepala sekolah dan siswa nyanyi bareng di atas panggung, rasanya seperti keluarga besar yang begitu bahagia, ini benar-benar luar biasa," kata salah satu orang tua, yang dibenarkan orang tua lainnya di lokasi acara.

Hal senada juga disampaikan para siswa, bahwa dengan kegiatan ini para siswa sangat termotivasi untuk mengetahui dan mencicipi makanan-makanan khas tradisional. 


"Ya, kami bangga dengan kegiatan ini, kami jadi tahu apa saja makanan tradisional tersebut," ujarnya kepada media yang menyatakan bangga dengan kegiatan yang bertemakan kearifan lokal dan kewirausahaan ini. (din)