This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Selasa, 28 Juli 2020
Wakil Walikota Cirebon Bersama BBWS Cimancis Tinjau Normalisasi Sungai Cikalong
HIMABA IAIN Cirebon Gelar Webiner Kepenulisan
FOKUS CIREBON - Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (HIMABSA) menggelar Webinar Kepenulisan bertemakan Menuangkan Rasa dalam Sebuah Karya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Google Meet dan diikuti lebih kurang 50 mahasiswa BSA. Selasa (28/07/2020).
Antusiasme diskusi ditunjukan dengan partisipasi aktif seluruh perserta, sehingga diskusi berjalan hangat hingga 3 jam berlalu. Erfan Gazali, M.Si selaku Sekretaris Jurusan BSA IAIN Syekh Nurjati menuturkan bahwa Pelatihan ini merupakan Follow Up dari program pembimbingan penulisan buku oleh Jurusan melalui Komunitas Kajian BSA Literacy and Literature Corner (LLC) yang pernah dibentuk.
Melalui komunitas ini, pembimbingan dilakukan oleh dosen BSA kepada mahasiswa yang memiliki minat dan kemampuan untuk menulis buku.
“Dari Program ini, BSA sudah mampu merilis 4 buku karya mahasiswa dan siap dibedah pada bulan Agustus nanti” tutur Erfan Gazali, M.Si.
Hal ini dibenarkan oleh Ninik Sugiyarti, ketua HIMABSA IAIN Syekh Nurjati.
Menurutnya, kerjasama diantara pimpinan Jurusan, pengurus HIMABSA dan dosen pembimbing dari LLC menjadi modal yang sangat baik bagi mahasiswa dalam menulis.
Pembimbingan intensif yang diberikan para dosen dan fasilitasi jurusan menjadikan karya perdana ini bisa terbit.
“4 Buku karya mahasiswa ini jadi stimulan untuk lahirnya karya-karya mahasiswa berikutnya” tambah Ninik.
Sementara terkait dengan kegiatan Webinar ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman terkait wawasan penulisan dan dunia penerbitan professional.
Seperti diungkapkan oleh Mohammad Andi Hakim, M.Hum, narasumber dan penggagas komunitas kajian BSA LLC bahwa kemampuan menulis sangat dibutuhkan oleh mahasiswa dan juga Perguruan Tinggi. Mengingat kualitas lembaga pendidikan saat ini, salah satunya dilihat dari produktifitasnya menulis dan menerbitkan karya.
Kompetensi ini harus terus diasah dan dikelola agar kampus memiliki pola kaderisasi penulis yang terstruktur dan terprogram.
“BSA sebagai salah satu Jurusan baru di IAIN Syekh Nurjati melakukan langkah akseleratif dalam mempush karya tulis mahasiswa. Salah satunya dengan proyek menulis buku setiap semesternya. Selain ini akan membantu proses akreditasi lembaga, juga menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dan meningkatkan profile suksesnya,” ungkap Andi Hakim.
Pada sisi yang lain, Menurut Mustaqim, CEO Fatawa Publishing, mahasiswa juga harus ‘melek’ dunia publikasi dan ‘bisnis’ penerbitan.
Penerbitan buku yang terbagi dalam dua kutub besar, yaitu Major Book Publishing dan Indie Book Publishingmenyapa siapa saja saat ini yang ingin berkarya.
Lebih lanjut Mustaqim menjelaskan, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi penulis buku, dengan ruang yang sangat bebas dan tetap memperhatikan kualitas tulisan.
“Proses seleksi naskah melalui dewan redaksi, riset publikasi dan kajian pasar juga menjadi pertimbangan penerbit dalam mencetak karya mahasiswa. Naskah yang baik akan lahir melalui proses pembimbingan yang baik pula, dan BSA dengan pimpinan Jurusan dan dosen yang mendukung adalah hal yang patut diapresiasi,” ungkapnya.
Desi Ramadhani salah satu peserta diskusi menyambut baik even Webinar kali ini. Menurutnya, melalui kegiatan positif seperti ini lebih-lebih saat libur perkuliahan dan tidak ada kelas tatap muka, belajar wawasan kepenulisan dan penerbitan menjadi hal penting untuk terus dilakukan. Mengingat mahasiswa sangat membutuhkan pemahaman dan praktik penulisan baik fiksi maupun non fiksi untuk menunjang aktivitas akademiknya.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami menjadi semakin termotivasi untuk menulis, dengan teori dan praktik yang diberikan para narasumber. Ini menjadi bekal bagi kami untuk kemudian melakukan action menulis,” tutur Desi
Menutup sesi Webinar tersebut.
Erfan Gazali, M.Si menguraikan bahwa pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih kepada segenap pengurus HIMABSA yang berdedikasi untuk kemajuan Jurusan, utamanya melalui program-program yang produktif dan bermanfaat melalui cipta dan karya.
Lebih lanjut menurutnya, mahasiswa BSA diberikan kesempatan untuk belajar dan menerbitkan buku dalam berbagai bidang, baik terkait dengan keahlianya (Expertise) dan Minatnya (Passion).
“Sesungguhnya yang terpenting dari setiap pelatihan menulis adalah, kemauan kita untuk mewujudkanya menjadi aksi nyata untuk menulis,” pungkas Erfan Gazali, M.Si.
Wakil Walikota Cirebon Sayangkan Kesadaran Warga Dalam Penggunaan Masker Masih Kurang
Senin, 27 Juli 2020
Rektor IAIN Cirebon Tekankan Mahasiswa S2 Mampu Kembangkan Penelitian Yang Inovatif
Kerjasama Damri - Dirjen Perhubungan Darat Layani Rute Pelayanan Angkutan Barang
Pelayanan Angkutan Barang Damri merupakan implementasi dari Peraturan Presiden RI Nomor 70 Tahun 2017 tanggal 18 Juli 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Dari Dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar Dan Perbatasa.
Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 10 Tahun 2020 tanggal 24 Februari 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan.
"Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Angkutan Barang Di Jalan Dari Dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar Dan Perbatasan serta Keputusan Menteri Pehubungan Nomor KM 95 Tahun 2020 tanggal 23 April 2020 Tentang Penugasan Kepada Perusahaan Damri Untuk Menyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang Di Jalan Dari dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan Tahun 2020," Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan Damri, Nico R Saputra, Senin (27/7).
Pelabuhan Selat Lampa-Ranai di Kabupaten Natuna Kepri ini adalah menjadi salah satu Jaringan Trayek yang ditetapkan oleh Kementrian Perhubungan sebagai Jaringan Lintas Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Barang. Damri memulai menyisir dari jalan hingga ke daerah 3TP (Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan) hingga sampai ke perbatasan dimulai tahun 2020 ini.
"Lebih lanjut, kata Nico mengungkapkan layanan ke Natuna ini bertujuan untuk mewujudkan konektivitas dan menjaga kestablilan harga antar wilayah, yang mencakup wilayah Barat dan Timur Indonesia. Serta meningkatkan perekonomian di Natuna," ujarnya.
Angkutan Barang yang dilayani Damri di Natuna ini terhubung dengan Kapal Tol Laut yang dikelola oleh Pelni sehingga tercipta dan terbangun pula konektivitas antar moda. Dalam rangka mendukung program tersebut, Damri juga sudah menyiapkan delapan unit kendaraan dengan spesifikasi muatan padat dan cool box.
"Damri berharap program ini dapat terus terlaksana sehingga dapat menurunkan biaya logistik, menekan angka disparitas harga barang, mendorong meningkatkan distribusi logistik dari dan ke Kabupaten Natuna dan sekitarnya, serta dapat meringankan beban para pelaku usaha," ungkap Nico. (dade)
Minggu, 26 Juli 2020
Mahasiswa KKN-DR IAIN Cirebon Bekerjasama Desa Karangkendal Buka Sanggar Baca Al Hikmah
Sabtu, 25 Juli 2020
Polres Perketat Penerapan Protokol Kesehatan wisatawan Ke Pulau Seribu
Kamis, 23 Juli 2020
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Apel OPS Patuh Jaya 2020
PT Pelindo IV (Persero) Cabang Samarinda Bangun Kerja Sama Dengan Perusda Tunggang Parangan Kutai Kartanegara
MAKASSAR-- PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Samarinda melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Perusda Tunggang Parangan Kutai Kartanegara tentang Pelayanan Jasa Pemanduan dan Penundaan di Bawah Jembatan Kutai Kartanegara dan Jembatan Martadipura Kota Bangun di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh General Manager (GM) Pelindo IV Cabang Samarinda, Suhadi Hamid dan Direktur Utama Perusda Tunggang Parangan Kutai Kartanegara, Bambang Arwanto ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi bersama Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, Kamis(23/7),
di Hotel Claro Makassar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Operasi dan Komersial Pelindo IV, M. Adji, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo IV, I M. Herdianta dan Corporate Secretary Pelindo IV, Dwi Rahmad Toto, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan bahwa penandatanganan ini merupakan titik awal untuk melaksanakan bisnis kepelabuhanan dengan Perusda Tunggang Parangan di Kutai Kartanegara.
“Dalam kerja sama ini, kami akan mengedepankan konsep win-win dan tidak akan saling merugikan. [Pelindo IV] siap membantu Pemkab Kukar untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Kukar dengan mengelola pelabuhan karena Pelindo IV memiliki pengalaman dalam hal [mengelola pelabuhan]," kata Prasetyadi.
Menurutnya, Kukar memiliki potensi yang cukup besar karena kaya akan hasil tambang dan hasil bumi, oleh sebab itu pihaknya akan selalu mendukung pemerintah kabupaten.
“Pelindo IV siap melakukan kolaborasi win-win solution untuk membantu Pemkab Kukar," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kukar, Edi Damansyah mengapresiasi apa yang sudah diupayakan oleh Pelindo IV. “Terima kasih sudah memberi ruang kepada Perusda Tunggang Parangan Kutai Kartanegara dengan kerja sama ini," ungkap Edi.
Dia berharap agar hubungan kerja sama ini jangan hanya di legal formal saja, tetapi lebih banyak nuansa persahabatannya. “Khususnya kepada jajaran kami, mohon diberi pemahaman tentang bagaimana bisnis kepelabunanan," ujarnya.
Karena menurut Edi, memang keinginan pihaknya agar Perusda belajar lebih banyak tentang bisnis kepelabuhanan dan kebetulan Pelindo IV adalah pihak yang tepat untuk itu.
Dia juga berharap kedepan akan ada studi untuk pengelolaan pelabuhan.
“Semoga setelah MoU ini jalan, kegiatan pandu dan tunda di bawah Jembatan Kutai Kartanegara dan Jembatan Martadipura bisa berjalan dengan baik,” tukasnya. (dade)


























