Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 26 November 2019

Upaya Menambah UMKM Di Kota Cirebon, Perizinan Akan Dipermudah


FOKUS CIREBON - Perizinan UMKM akan dipermudah. Dengan menetapkan diri sebagai daerah pariwisata, keberadaan UMKM di Kota Cirebon diyakini akan semakin bertambah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri dan memberikan sambutan motivasi kepada pelaku UMKM Kota Cirebon dalam Kegiatan Business Development Services (BDS) dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM di Era Revolusi Industri 4.0’", Selasa, 26 November 2019.

“Pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membina UMKM yang ada di Kota Cirebon,” papar  Eti.

Terlebih, Kota Cirebon memiliki jumlah UMKM yang cukup besar, bahkan mencapai seribu. “Potensi ini yang harus terus dibina,” ungkap Eti. 

Khususnya memperkenalkan pelaku UMKM terhadap kemajuan teknologi saat ini. Sehingga mereka tidak lagi berjualan secara tradisional, namun bisa secara online dengan memanfaatkan digitalisasi teknologi saat ini. 

Karena itu, Eti menyambut baik upaya dari berbagai pihak, termasuk dari KPP Pratama Cirebon yang memberikan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM yang ada di Kota Cirebon.


Sebagai salah satu bentuk pembinaan juga, Eti berjanji jika Pemda Kota Cirebon selalu berupaya untuk mempermudah perizinan kepada pelaku UMKM di Kota Cirebon. 

“Karena UMKM ini justru sebagai pendorong perekonomian di Kota Cirebon,” urainya. 

Eti juga meminta kepada pelaku UMKM untuk segera menghubungi dirinya jika memang terhalang dengan proses perizinan.

Kota Cirebon, lanjut Eti, juga telah menetapkan diri sebagai kota pariwisata. Ini berarti peluang terbuka lebar bagi pelaku UMKM di Kota Cirebon untuk melebarkan bisnis penjualannya. “Karena pariwisata itu memiliki multiplyer effect,” tegas Eti. 

Berbagai sektor UMKM bisa tumbuh pesat, baik kuliner, oleh-oleh dan lainnya. “Kita manfaatkan peluang ini,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala KPP Pratama Cirebon Dua, Erwin Priambodo, menjelaskan jika kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama. 

“Tujuan pertama tentu agar pelaku UMKM di Kota Cirebon bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Erwin.


Dengan begitu, mereka bisa menjual produksi yang dihasilkan secara online, tidak lagi secara tradisional. Karena penjualan secara online bisa menembus ruang dan waktu tidak dihalangi lagi oleh tembok-tembok bangunan. 

Sedangkan tujuan keduanya yaitu, peningkatan UMKM otomatis akan meningkatkan perolehan pajak. Karenanya pelaku UMKM juga diminta untuk membuat NPWP untuk pembayaran pajak mereka.

 “Pajak itu nantinya juga akan kembali lagi kepada mereka,” tandasnya, yaitu berupa pembangunan infrastruktur di berbagai bidang yang bisa menunjang bisnis dan pelayanan terhadap UMKM. (bam)

Woww.. !! Tim 'SMP' Perwakilan Mahasiswa IAIN Cirebon Kunjungi Tiga Negara


FOKUS CIREBON, SINGAPURA - Upaya menjalin kerjasama Perguruan Tinggi Internasional, tim Student Mobility Program (SMP) perwakilan mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon, berkunjung ke tiga negara di kawasan asia. Salah satu negara yang dikunjungi di antaranya Singapura, Selasa (26/11/2019).

Tujuan dari program ini, untuk menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi International, sebagai bahan persiapan bagi PTKIN yang akan 'go' international. Selain itu, juga untuk memperlajari tentang tatalaksana Perguruan Tinggi Negara, tujuannya adalah sebagai supporting system bagi pengembangan IAIN menjadi UIN ataupun UIN menjadi international kampus.

Tidak hanya itu, tujuan dengan adanya program ini juga untuk mempersiapkan pembukaan kelas international di IAIN.

Terkait dengan program tersebut, tim 'SMP' juga bertandang ke Singapura. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri pengajian tinggi Al Zuhry dalam rangka Student Mobility Program (SMP) Kementrian Agama 2019 yang di pimpin langsung oleh KASUBDIT. 

Lalu siapa di antara tim 'SMP' tersebut ?, Mereka di antaranya adalah Wahit Hasyim, M.Hum (pendamping), Nasrullah, M.Pd.I (pendamping), Cicik Zakiyaturrosidah (Ketua Senat Mahasiswa), Deri Pramestio (Ketua Dewan Mahasiswa).

Kemudian juga Rizka Fahma Sabila Haque (Jurusan Tadris Bahasa Inggris), Meta Nurosmifa (Jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir), Sarpras dan Kemahasiswaan. Tim SMP disambut oleh direktur Al Zuhry, Mohammed Yasin Rozali. 

Pada kunjungan ini, Al Zuhri terbuka untuk bekerjasama dalam penguatan kapasitas akademik dan kepemimpinan. Presentasi tentang strategi pendidikan di Singapura cukup menarik, dan program tersebut dilaksanakan sekama 7 hari, yakni pada 24-30 November 2019. 

Menurut Direktur Az-Zuhri, bahwa dari 5.6 juta penduduk Singapura hanya 15% dari mereka yang beragama Islam. Meskipun minoritas, namun penganut yang lain tetap menghormati orang muslim di Singapura. 

Komunitas Muslim di Singapura memiliki lembaga administasi sendiri yakni Administration of Muslim Low Act (AMLA),1996, dan sama seperti Indonesia yang memiliki MUI (Majelis Ulama Indonesia), Singapura juga memiliki Majelis Ulama Islam Singapura (MUIS) 1968.


Institut Pengajian Tinggi Al Zuhri sendiri terhubung dengan Institusi dan mengunjungi beberapa perguruan tinggi di bebrapa negara. 

Sementara itu, tim 'SMP' ini sendiri akan berkunjung ke 3 negara di kawasan asia, yakni  Institute Higher For Education Al Zuhri Singapura, Universitaas Slangor Malaysia, International Islamic University Malaysia (IIUM) Malaysia dan Fatani University Thailand. (din)

Warga Korban Kebakaran Di Muara Angke Mendapat Bantuan dan Kunjungan Kapolsek Sunda Kelapa


FOKUS JAKARTA -- Selain tugas, rasa kepedulian juga ditunjukkan Kapolsek. Bersamaan dengan  kegiatan Patroli, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H. M.H pun memberikan bantuan dan kunjungan kepada warga korban kebakaran di Muara Angke, Senin (25/11/2019).

megunjungi dan memberi bantuan kepada korban kebakaran, Senin (25/11), bertempat di Blok Empang gang 1, Muara Angke.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol Armayni SH. MH, didampingi Kanit Bianmas Iptu Agus saat ke lokasi pasca bencana kebakaran di Blok Empang, RT.009/022, Pelabuhan Angke.

Bantuan berupa peralatan mandi ini lantaran permintaran langsung para korban yang memang membutuhkannya. "Kami berbincang-bincang dengan para korban, dan saat ditanyakan mereka sudah makan belum?. Mereka menjawab sudah, lalu ada yang ngomong kami butuh perlengkapan mandi bu, berupa sabun, sampo, odol dan sikat," kata Armayni. 

Mendengar itu, Armayni usai berdialog langsung ke Pasar Muara Angke, untuk membeli perlengkapan mandi yang dimintai warga korban bencara kebakaran tersebut.

"Sejumlah barang yang dibuutuhkan para korban, langsung saya berikan satu-satu kepada warga Muara Angke sesuai sejumlah jiwa yang ada," terangnya. (dade)

LPPM IAIN Cirebon Undang 120 Aktivis, Bedah Peran Perempuan Menuju Penguatan SDGs


FOKUS CIREBON - Peran perempuan dalam keterlibatannya diberbagai aspek kehidupan dan pembangunan, kian menarik untuk didiskusikan dalam sebuah seminar. 

Hal itu yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan menggelar kegiatan seminar sehari tentang penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Selasa (26/11/2019) di kampus IAIN Cirebon.

Dalam seminar ini, sejumlah narasumber diundang, bahkan 120 aktivis perempuan dari berbagai latar belakang organisasi dan LPM dari sejumlah perguruan tinggi juga dihadirkan dalam seminar tersebut.

Dr H A Yani MAg, Ketua LPPM IAIN  SNJ Cirebon menjelaskan, bahwa narasumber yang diundang pada seminar sehari ini adalah betul-betul berkompeten, yakni H Sukandar dari UIN Walisongo Semarang, dia adalah alumni filosofi dokter khusus tentang momen studi, lulusan dari Australia. 

Kemudian narasumber yang kedua adalah Doktor Erlin Herliana, dia adalah Ketua Ikatan Istri dokter Kabupaten Cirebon dan praktisi psikologis, juga Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Cirebon.

Sedangkan para pesertanya, lanjut  Yani, kita undang sejumlah organisasi dan aktivis perempuan,  perwakilan lain seperti Mawar Balkis, Fahmina, Fatayat NU, Aisyiyah, kemudian juga dari Al Washliyah serta utusan-utusan dari LPM Untag, UMC dan lainnya, serta 120 aktivis perempuan dan perwakilan dari dosen.

Dijelaskan, target kegiatan ini adalah bagaimana ada penguatan peran perempuan, terutama dalam mengisi pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dikenal dengan sebutan
Sustainable Development Goals (SDGs).

SDGs sendiri merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030. Salah satu bidang tujuan dari SDGs ini adalah kesetaraan gender.

Sedangkan tujuan pembangunan berkelanjutan, kata Yani, bagaimana peran perempuan d baik di ranah domestik keluarga maupun publik harus kuat, terutama untuk mengisi pembangunan berkelanjutan tersebut.

"Ya, tagert kegiatan seminar ini adalah bagaimana peran perempuan, baik di wilayah domestik keluarga maupun perempuan di masyarakat itu lebih nampak dan sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini," paparnya. (din)

Presiden Jokowi Tengah Fokus Selesaikan Satu Persatu Pekerjaan Besar Indonesia


FOKUS NASIONAL, (Korea Selatan) – Pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia. Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.
Saat bertemu dengan para ilmuwan dan peneliti dari Indonesia yang berada di Korea Selatan, Presiden Joko Widodo menjelaskan, pemerintah juga mulai menata soal riset dan inovasi. Diharapkan, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.
“Saya kira negara kita memang terlalu banyak barang-barang yang bisa diubah dari yang dulunya diekspor barang mentah, menjadi barang-barang jadi atau setengah jadi. Itu strategi bisnis negara jadi ada added value, ada nilai tambah yang bermanfaat bagi rakyat. Dan kita harus optimis bahwa itu bisa kita kerjakan dengan baik,” katanya.
Pertemuan dengan para peneliti dan ilmuwan muda ini, kata Kepala Negara, mendorong semangat untuk meyakini bahwa apa yang diprediksi sejumlah lembaga internasional akan terwujud, yakni Indonesia emas 2045. Pada saat itu, Indonesia disebut akan menjadi empat besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita mencapai USD23.000-29.000 per tahun.
“Kalau sekarang UMK kita baru Rp2-3 juta, nantinya sudah berada pada Rp27 juta per bulan. Lompatan yang sangat besar sekali dan itu akan terjadi kalau step-step besar, pekerjaan-pekerjaan besar di negara kita ini kita lalui dengan tahapan-tahapan yang benar, tanpa terganggu oleh misalnya turbulensi politik. Jangan sampai. Kalau stabilitas politik dan keamanan itu ada seperti ini terus, insyaallah hitung-hitungan itu tidak akan meleset,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.
Sumber: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Senin, 25 November 2019

Firman, Mahasiswa FUAD IAIN SNJ Cirebon Sabet Juara 1 Kaligrafi Arab


FOKUS CIREBON - Mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, kembali menorehkan prestasi yang gemilang. Kali ini prestasi didulang dari lomba lukis kaligrafi yang digagas PBNU bekerjasama Keraton Kasepuhan, pada acara festival tajug 2019, Sabtu (23/11/2019). 

Dia adalah Firman Abdul Kholik, mahasiswa semester III, jurusan Sejarah Peradaban Islam, FUAD IAIN SNJ Cirebon.
Kemenangan Firman, memang tak diduga, tetapi dari 30 peserta, Firman merupakan satu peserta yang gigih dan tak gampang menyerah. Sekalipun lawan-lawannya mayoritas memiliki basic dalam melukis.

Namun melalui kemampuan yang dimiliknya, Firman mampu membuktikan jika dirinya yang terbaik dalam pembuatan kaligrafi lukisan arab.
“Ini lomba umum, pesertanya datang dari Ciayumajakuning. Memang awalnya sih agak canggung, sebab lawan kebanyakan ikut sekolah lukis. Tapi saya yakin, dan alhamdulillah bisa keluar sebagai juara,"  kata Firman, Minggu, (24/11/2019).
Dijelaskan, dalam lomba tersebut dirinya membuat kaligrafi surat Yunus ayat 62 dengan tema budaya dan naskah. Dalam membuat karyanya tersebut, dirinya hanya membutuhkan waktu 6 jam, yaitu dari jam 9 pagi sampai 3 sore.
Firman mengaku, dalam lomba ini tidak ada persiapan khusus. Dirinya hanya mempersiapkan cat minyak saat malam sebelum lomba.

"Kesulitan saat membuat kaligrafinya yaitu dari peralatan yang seadanya," kata Firman.
Kendati begitu, Firman bersyukur karena dirinya bisa mengharumkan nama almamaternya, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan meraih juara 1 dalam lomba ini. (din)

Walikota Meminta Lurah Dan Camat Sosialisasikan Sensus Penduduk Tahun 2020


FOKUS CIREBON – Wali Kota meminta kepada lurah dan camat untuk sosialisasikan sensus penduduk 2020. Sehingga masyarakat bisa menunggu petugas datang dan data yang diberikan valid.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Evaluasi Wilkerstat dan Sosialisasi Sensus Penduduk 2020 (SP2020) dan Dukungan Deklarasi 2020 di salah satu hotel di Kota Cirebon, Senin, 25 November 2019. “Kami tentu menyatakan dukungan untuk suksesnya pelaksanaan sensus penduduk 2020 mendatang,” ungkap Azis. Bahkan Azis memerintahkan kepada lurah dan camat yang ada di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi adanya sensus penduduk yang akan dilakukan BPS di Kota Cirebon pada 2020 mendatang. 

ialisasi yang baik dan menyeluruh, diharapkan masyarakat mengetahui adanya sensus tersebut. “Sehingga mereka bisa menunggu dengan mempersiapkan data kependudukan yang benar,” ungkap Azis. jika data yang diberikan benar, maka data tersebut bisa digunakan untuk mengambil keputusan bagi penyelenggara pemerintahan. “Jika data yang diberikan valid, maka pengambilan keputusan juga tidak salah. Karena didasarkan pada data yang benar dan valid,” tegas Azis.

Selain meminta kepada lurah dan camat di Kota Cirebon untuk melakukan sosialisasi, Azis juga meminta kepada pelaksana pengambilan data di lapangan untuk bekerja dengan sebenar-benarnya. 

“Pelaksana di lapangan hendaknya memiliki rasa tanggung jawab dan bisa menilai apakah data yang diberikan bohong atau tidak. Sehingga bisa digali kebenarannya,” ungkap Azis.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta adanya koordinasi antara BPS dan sejumlah instansi yang melakukan pendataan di Kota Cirebon. “indikator-indikatornya disamakan dengan BPS, sehingga nantinya kita memiliki data yang valid tentang kependudukan di Kota Cirebon,” ungkap Azis. Termasuk data mengenai angka kemiskinan, tingkat pendidikan dan lainnya. Semua data tersebut akan sangat berguna untuk pengambilan keputusan dan kebijakan oleh pemerintah daerah Kota Cirebon.

tara itu Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri, menjelaskan pada sensus 2020 akan digunakan data milik Disdukcapil Kota Cirebon sebagai data awal. Sehingga perbedaan data yang selama ini terjadi antara BPS dan Disdukcapil akan bisa dijelaskan karena faktor apa. “SP 2020 untuk pertama kalinya akan didahului dengan sensus mandiri secara online,” ungkap Joni. Masyarakat yang tidak lakukan sensus online akan didatangi petugas sensus pada Juli 2020 untuk wawancara secara langsung.

Minggu, 24 November 2019

Dr H Sumanta Hasyim MAg : Pesantren Harus Meneguhkan Nilai Dasar Dan Meresepon 4.0


FOKUS CIREBON - Sebagai pemakalah di forum diskusi, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim MAg rupanya lebih  memilih judul "Peluang Pesantren di Era Milineal". Judul ini sebagai pemikiran dan pandangan Dr H Sumanta yang ingin merespon kemajuan pendidikan pesantren pasca disahkannya UU Pesantren No 18 Tahun 2019.

Makalah yang dibedah dan menjadi topik diskusi yang digagas Focused Group Discussion (FGD) dengan tema "Tantangan dan Peluang Pendidikan Pesantren dan Urgensinya dalam UU Pesantren No 18 Tahun 2019" ini, diharapkan menjadi pemikiran bersama dalam kemajuan pendidikan pesantren.

Tetapi Sumanta meminta, pesantren tetap mempertahankan nilai-nilai dasar pesantrennya serta mampu merespon perubahan zaman, yakni revolusi industri 4.0. "Ya, pesantren tak kalah dengan era milineal atau for point zerro, sehingga peluang pendidikan  pesantren semakin luas dan maju," katanya dihadapan para peserta FGD, Minggu, (24/11/2019), di Buntet Pesantren.

Menurut Sumanta, pesantren yang mengakar di masyarakat dengan kekhasannya telah berkontribusi penting dalam mewujudkan Islam yang rahmatan lil’alamin.


Pesantren juga melahirkan banyak insan-insan beriman yang berkarakter, cinta tanah air dan berkemajuan. Bahkan pesantren terbukti memiliki peran nyata, baik dalam pergerakan dan perjuangan meraih kemerdekaan maupun pembangunan nasional dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pesantren juga memiliki kekhasan yang telah mengakar serta hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat dalam menjalankan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Untuk itu, Sumanta melihat ada dua hal penting di pendidikan pesantren. Pertama, pesantren harus meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, seperti kemandirian, keihklasan, kebersamaan, tawadhu dan lainnya. Itu adalah nilai dasar yang harus dikembangkan pesantren.


Kemudian yang kedua adalah pesantren harus melihat dan merespon perubahan zaman. "Jadi 4.0 itu harus direspon oleh para santri, oleh kalangan pesantren, tentu saja dengan karya-karya, kerja-kerja serta berinovasi dalam bidang pendidikan, dalam strategi pembelajaran, dalam sistem manajemen pesantren, seperti pendaftaran pesantren sudah pakai online dan sebagainya," ujar Sumanta.

Ini artinya, kata Sumanta, pesantren sudah merespon dan mengikuti perkembangan zaman. "Dan ini adalah dua hal yang saya lihat sebagai pilar pesantren dan bisa kembali meneguhkan nilai-nilai dasar pesantren, sehingga tidak tidak mengalami destrupsi," tandas Rektor IAIN Cirebon dua periode ini. (din)

PT PLN UIP Muara Karang Tanam 5000 Bibit Mangrove Bersama Masyarakat Muara Angke


FOKUS JAKARTA --  PJB UP Muara Karang tanam 5000 bibit Mangrove bersama warga di kawasan hutan Mangrove Ecomarine Muara Angke, Sabtu (23/11/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PT. PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo, General Manager PT. PJB, M. Yossy Noval A diwakilkan oleh Manager Operasi PJB, Sarita, Manager Pemeliharaan PJB, Ahmad Jalaludin, Manager Keuangan dan Administrasi PJB, Kasnadi, Manager Logistik PJB, Satrio. 

Selain itu, hadir juga Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni S.H, M.H, Wakil Kepala Polsek Penjaringan Kompol Ketut Manika, Wakil Kepala Polsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa AKP William Nitalessy S.Sos, M.A, Sesko Walikota, Desi Putra, Camat Penjaringan Andri, Lurah Pluit Rosiwan, Kasie Fasilitas UPPP Muara Angke, H.Hasan Samsudin.

Tampak pula Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), H. Yan Sasmita, serta Komunitas Mangrove Muara Angke, M. Said, dan para siswa SDN 03 juga masyarakat sebanyak 150 orang.

General Manager PT PLN UIP JBB, Budi Ari Wibowo menyatakan, rasa terimakasihnya kepada masyarakat yang turut mendukung kegiatan PT PLN dalam penanaman 5000 bibit pohon mangrove.

"Semoga kedepannya PT PLN bisa terus melaksanakan kegiatan menanam bibit pohon Mangrove serta kegiatan lainnya," ujar Budi Ari Wibowo.

Demikian juga ungkapan Sesko Walikota yang menyatakan rasa terimakasihnya kepada PT PLN serta masyarakat yang mau melestarikan alam kita dan Pemerintah selalu mendukung kegiatan seperti ini kegiatan yang positive yang bermanfaat untuk anak cucu kita.

Sementara itu, Kapolsek Kawasan Wilayah Sunda Kelapa Kompol Armayni SH, MH, mengatakan dengan diadakannya penanaman 5000 bibit Mangrove bersama masyarakat Muara Angke yang dilaksanakan oleh PJB UP Muara Karang adalah karena ingin melestarikan alam di wilayah Jakarta Utara khususnya di wilayah Pelabuhan Muara Angke.

"Tentu dengan kegiatan ini, semua pihak  termasuk pemerintah mendukung kegiatan positif tersebut," terang Kapoksek. (dade)

Sabtu, 23 November 2019

Rektor IAIN SNJ Cirebon : "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin" Merupakan Ruh Perguruan Tinggi Islam


FOKUS CIREBON - Keberadaan Perguruan Tinggi Islam, yakni IAIN Syekh Nurjati Cirebon sejak awal berdiri sudah berkomitmen untuk membangun masyarakat islam madani, yaitu masyarakat yang cinta tajug (ibadah), cinta ilmu dan memperhatikan fakir miskin. Karena itu, tema tajug lan fakir miskin sudah merupakan ruh dari perguruan tinggi islam.

Demikian disampaikan Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta Hasyim, MAg sebelum membuka kegiatan Seminar Halaqoh Kemasjidan, yakni "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin, dengan tema "Masjid Sebagai Benteng Ketahanan NKRI" hasil kerjasama PBNU bersama IAIN Cirebon dan Kesultanan Kasepuhan Cirebon, Sabtu (23/11/2019) di Lantai 3, Kampus Pascasarja IAIN SNJ Cirebon.

Dalam sambutannya, Sumanta menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada panitia atas terselenggaranya seminar halaqah kemasjidan yang merupakan gagasan PBNU, Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan IAIN SNJ Cirebon.


Tajug kata Sumanta, bukan saja memiliki makna sempit hanya sebagai tempat beribadah, tetapi lebih dari itu memiliki makna yang sangat luas.

Tajug ini, ungkap Sumanta, sesungguhnya memiliki misi menangkal Islam radikal atau trans-nasional, yang bertolak belakang dengan Pancasila yang menghargai keberagaman. Dan masyarakat masjid merupakan embrio basis dakwah Islam yang ramah, yang dibawakan oleh wali songo.

Hanya saja, lanjut Sumanta, fungsi  tajug atau masjid saat ini sudah semakin duniawi. Identitas kemasjidan yang dititipkan para wali, sepertinya sudah semakin jauh, masjid sekarang malah hanya menjadi simbol belaka bahkan menjadi tempat perseteruan akibat gesekan politik dan lain sebagainya.

Lalu apa realisasi dari perguruan tinggi islam terhadap titipan sunan gunung djati ini, selain memakmurkan masjid, IAIN SNJ Cirebon juga memperhatikan fakir miskin, yakni melalui program pemberian beasiswa bidik misi, beasiswa keagamaan maupun beasiswa lainnya.


Jika mahasiswa tersebut IPK nya rendah, pihak kampus dalam hal ini IAIN Cirebon masih memperhatikan kalangan mahasiswa yang fakir miskin yakni melalui program UKT, yakni mahasiswa hanya cukup membayar SPP saja sebesar Rp 400.000/semeseter dan tanpa ada biaya lainnya.

"Inilah komitmen kami, dan dari angka beasiswa tahun ini, anggaran yang disiapkan itu kurang lebih mencapai Rp 6,5 miliar. Jadi IAIN SNJ Cirebon sudah melaksanakan titipan para wali tersebut dengan program-program yang digulirkan," jelasnya disambut riuh tepuk tangan peserta seminar halaqoh.

Sementara itu, kegiatan seminar halaqoh ini, mengundang sejumlah narasumber terkenal yakni KH Abdul Manan, Wakil Ketua PBNU bidang dakwah serta KH Buya Syakur. (din)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat Raih Predikat Provinsi Informatif


FOKUS JABAR - Hasil monitoring dan evaluasi keterbukaan Informasi badan publik yang dilakukan Komisi Informasi Pusat (KIP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih predikat provinsi informatif.

Wakil Presiden, Ma’ruf Amin pun memberikan penghargaan kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam "Anugerah Keterbukaan Informasi Publik" Tahun 2019 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, pada Kamis, 21 November 2019.
Dalam ucapan rasa syukurnya, Ridwan mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bukti bahwa Pemda Provinsi Jabar berkomitmen memberikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan regulasi dan perundang-undangan.
Dijelaskan, Provinsi Jawa Barat mendapatkan penghargaan dari Komisi Informasi Pusat (KIP) sebagai Provinsi yang informatif. Kategorinya ada informatif, menuju informatif. Kemudian, berkomitmen, cukup informatif, dan kurang informatif.
“Kita mendapatkan yang tertinggi, menandakan komitmen kita dalam memberikan informasi kepada masyarakat itu sudah maksimal sesuai dengan perundang-undangan,” ujar Emil melanjutkan.
Prestasi tersebut, kata Emil, akan dipertahankan atau bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya. Terlebih, di era digital, transparansi dan kemudahan akses masyarakat terhadap sebuah informasi harus menjadi atensi. (JP)

Pesan Wali Menjadi Tema Festival Tajug 2019

FOKUS JABAR - "Ingsun titip tajug lan fakir miskin" adalah kalimat sarat makna yang diucapkan Syekh Syarif Hidayatullah alias Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo yang menyebarkan Islam di Jawa khususnya Cirebon.
Kini, pesan sang wali itulah yang menjadi tema Festival Tajug dalam rangka Hari Santri Nasional Tahun 2019 yang digelar di Alun-Alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Kota Cirebon.
Festival Tajug resmi dibuka oleh Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma’ruf Amin pada Jumat (22/11/19). Turut mendampingi Wapres adalah Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil.
Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, Jabar telah menerapkan pesan Sunan Gunung Jati untuk memakmurkan masjid dalam bentuk program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat yakni Kredit Mesra, One Pesantren One Product (OPOP), serta English for Ulama.
Kredit Mesra contohnya. Sejak diluncurkan November 2018, tercatat sudah belasan ribu warga fakir miskin yang mendapatkan fasilitas kredit usaha tanpa bunga dan agunan melalui masjid. 
Selain itu, OPOP mampu membuat 1.100 pesantren di Jabar sukses dan mandiri melalui pemberian modal dan pelatihan usaha. Adapun lewat English for Ulama, lima ulama muda Jabar, salah satunya dari Cirebon, dikirim ke Inggris untuk menyebarkan tentang Islam yang damai.
“Kami selama 12 bulan ini sudah menerjemahkan nasihat dari Sunan Gunung Jati. Alhamdulillah ada 18.000 lebih fakir miskin sekarang bebas rentenir berkat rajin ke tajug dan mendapatkan pertolongan dari pemerintah,” ujar Emil dalam sambutannya.
“Inilah dakwah kami melalui kekuasaan di Jabar. Mudah-mudahan Bapak Wakil Presiden bisa berkenan menyukseskan Festival Tajug ini sebagai cikal bakal lahirnya peradaban baru Islam yang berjaya melalui kekompakan di antara kita semua,” tambahnya.
Wapres RI Ma’ruf Amin sementara itu sangat mengapresiasi gelaran Festival Tajug karena dinilai merupakan salah satu langkah strategis mengembangkan Islam melalui pembangunan masjid.
Tak hanya itu, Wapres mengimbau agar pesan Sunan Gunung Jati juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran menjaga masjid agar tidak digunakan sebagai tempat menyebarkan ajaran-ajaran menyimpang atau berita yang mengandung kebencian.
Adapun menurut Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, tema 'Ingsun Titip Tajug lan Fakir Miskin' dalam Festival Tajug tahun ini memiliki makna mendalam tentang ajakan menjaga negara dan agama.
“Memang inilah tugas kita, yaitu menjaga negara dan menjaga agama. Menjaga negara yakni fakir miskin, menjaga agama yakni tajug,” kata Arief.
“Berangkat dari istilah ini, PBNU menggandeng kesultanan menggelar Festival Tajug untuk bersama-sama menyadarkan bahwa perjuangan harus imbang antara tajug dengan fakir miskin. Antara negara dan ulama, antara dunia dan akhirat, antara putih dan merah, antara kiyai dan pejabat,” ujarnya.
Tak hanya Wapres RI dan Gubernur Jabar, pembukaan Festival Tajug 2019 juga dihadiri raja dan sultan dari berbagai keraton yang ada di Tanah Air. Festival berlangsung pada 22 hingga 24 November mendatang. (JP)

Tak Hadiri Paripurna, Gubernur Tegur Kepala Dinas

FOKUS BANDUNG - Sedikitnya jumlah Kepala Dinas Dinas dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, menjadi catatan sejumlah anggota dewan.

Menyikapi masalah tersebut, Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menyatakan, dirinya sudah memberikan teguran kepada Kepala Dinas atau Kepala OPD yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna hingga melakukan pemotongan pendapatan mereka sesuai mekanisme yang ada.

"Ya ini sudah berkali-kali saya tegur mereka beralasan ada tugas di luar , tapi prioritas paripurna itu levelnya macam-macam, saya punya mekanisme nilai disiplin dalam managemen itu, salah satunya teguran, sudah saya tegur keduanya saya potong saja pendapatannya dan itu ada mekanismenya," katanya.

Gubernur meminta, para kepala dinas untuk menghormati dan hadir di forum dimana gubernur mempertanggungjawabkan anggaran yang mereka gunakan.

"Jadi ini peringatan buat kepala dinas untuk selalu menghormati dan hadir diforum yang gubernur mempertanggungjawabkan anggaran anggaran mereka," ucap Gubernur, usai Rapat Paripurna, di Gedung Paripurna DPRD Jawa Barat, Jumat (15/11). 

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Jawa Barat, Daud Achmad menyatakan, adanya kepala dinas yang tidak hadir dalam Rapat Paripurna  karena pada saat yang bersamaan mereka ada yang diundang pemerintah pusat serta bertugas ke luar provinsi dan ada yang sedang menjalani masa pendidikan.

"Beberapa kepala dinas ada yang tugasnya tidak bisa diwakilkan, ada yang mendelegasikan sekretaris dinas untuk hadir dalam rapat paripurna, tadi ada 12 kepala dinas yang hadir di antaranya Kadisnakertrans, Kadishub, dan Kadis PSDA," ucapnya. (JP)

Wapres Ma'ruf Amin : Festival Tajug 2019 Merupakan Refleksi Pesan Sunan Gunung Jati Cirebon


FOKUS CIREBON – Kunjungan Wak Presiden RI ke Cirebon untuk membuka kegiatan Festival Tajug 2019 mendapat respon antusias dari berbagai elemen masyarakat Cirebon. Wakil Presiden RI, Prof. DR KH Ma’ruf Amin memandang bahwa kegiatan tersebut merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati Cirebon.

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden maupun Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH pada pembukaan Festival Tajug 2019 di Alun-Alun Kejaksan, Jumat (22/11).

Ma’ruf Amin mengatakan Festival Tajug sangat tepat dilaksanakan terutama di wilayah Cirebon. Hal ini sejalan dengan pesan Sunan Gunung Jati “Ingsun titip tajug lan fakir miskin”.

Festival Tajug sangat penting dilaksanakan untuk meneruskan semangat Sunan Gunung Jati untuk mengembangkan Islam melalui Masjid. Pembangunan tajug atau masjid langkah strategis dalam penyebaran agama Islam secara damai.


Ma’ruf Amin menambahkan pembangunan tajug oleh Sunan Gunung Jati yang banyak dilakukan membuat penyebaran agama Islam pun menjadi masif di Jabar. Masjid menjadi tempat membangun jiwa dan mental masyarakat hingga sekarang.

“Peran Tajug atau Masjid sangat besar dalam pembangunan, pembinaan dan pendidikan masyarakat. Sekarang ini informasi banyak baik melalui televisi, radio, media massa, sosial media dan lainnya tapi tetap peran tajug atau masjid menjadi startegis di tengah-tengah umat,” kata Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin mengajak agar tajug dan masjid diisi dengan narasi yang saling mencintai dan menyayangi. Jangan sampai dijadikan saran untuk mengumbar kebencian. Sehingga dakwah damai seperti Sunan Gunung Jati tetap terjaga.

“Dijaga fungsinya agar tidak menyimpang dari kasih sayang dan kekuatan iman,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH mengatakan festival tajug merupakan refleksi pesan Sunan Gunung Jati. Pihaknya mengaku senang mendapat kepercayaan menjadi lokasi Festival Tajug yang digagas santri dan pihak keraton.

“Kami tentu sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka hari santri nasional ini. Tentunya kami akan terus menggelorakan semangat pesan Sunan Gunung Jati ke masyarakat,” kata Azis.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan masjid akan menjadi pusat peradaban sesuai pesan Sunan Gunung Jati. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintahan saat ini yakni Jabar juara Lahir Bathin.

“Kami progresif tapi Islami. Pemerintah Provinsi Jabar menggulirkan Kredit Mesra atau Kredit masjid sejahtera. Per hari ini sudah 18 ribu orang karena sering datang ke masjid dapat kredit tanpa agunan,” ujar Ridwan Kamil.


Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE mengatakan relevansi pesan Sunan Gunung Jati yang sudah mendarah daging di Cirebon yaitu “Ingsun TitipTajug lan fakir miskin”. Dasar kegiatan amanat Sunan Guung Jati sehingga dapat membangun akhlak dan ekonomi umat.

“Inilah menjadi program Negara dan bangsa. Titip akhlak dan ekonomi masyarakat. Harapan kami kegiatan Festival Tajug tidak hanya di Kota Cirebon tapi akan dilaksanakan di kota lain,” tandas Sultan Arief.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Presiden, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, Sultan Sepuh Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat, SE, para Raja/Sultan se Nusantara, Ketua Pelaksana, KH Mustofa Aqil Siradj dan lainnya. (Agung)

FORMAWI Hadirkan Komisi Informasi RI Dan Kementerian Komunikasi Dalam Kegiatan Orientasi Menuju Revolusi Industri 4.0


FOKUS JAKARTA-- Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), berncana akan mnggelar kegiatan orientasi menuju SDM Indonesia unggul dan revolusi industri 4.O. Kegiatan tersebut akan digelar pada Selasa (27/11) Minggu pekan.

Kegiatan orientasi ini dalam rangka peningkatan kapasitas SDM. Pengurus dan panitia orientasi akan menghadirkan anggota Komisi Informasi RI, Roman Lendong yang diharapkan dapat memberikan wawasan lebih luas  seputar Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

"Hal ini sejalan dengan produk atau karya jurnalistik para wartawan anggota Forwami kedepannya," ujar panitia.

Pada kegiatan ini juga akan dihadirkan Ferdinandus Setu dari Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk memberikan pembekalan seputar mana informasi yang marak menghiasi jagat publik (Media Sosial).

Dari sisi pengembangan bisnis media digital, juga akan melengkapi acara orientasi wartawan Forwami yang digelar selama dua hari itu. 

Di antaranya wartawan senior yang kini memimpin AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), yang akan berbagi bagaimana strategi mengembangkan bisnis media digital atau online yang saat ini tengah booming.

Selain itu juga pakar kompetensi wartawan, H. Kamsul Hasan, juga akan memberikan pencerahan tentang menapak era baru jurnalistik Indonesia, khususnya sektor Kemaritiman, Pelayaran, Pelabuhan dan Logistik. 

"Dan tentunya masih banyak lagi para narasumber yang akan memberikan pembekalan kepada para wartawan Forwami yang sudah eksis sejak 2014 lalu," kata Kamsul, di Jakarta.                                                        
Sementara itu, Ketua Panitia Orientasi Wartawan Formawi 2019, Saiful Anam mengatakan acara ini dapat mendorong Visi Indonesia, mewujudkan SDM yang berkualitas. 

"Kami berharap, teman-teman wartawan anggota Forwami dapat memanfaatkan momentum ini, sebagai bagian dari turut berkarya bagi bangsa dan negara, melalui karya jurnalistik yang hebat, untuk Indonesia Maju," pintanya. (dade)

Jumat, 22 November 2019

Yonif Raider 514 Kostrad Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Madrasah Aminul Hasan Jember


JAKARTA-- Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad ikut memeriahkan kegiatan pengajian umum dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H.

Kegiatan yang dilaksanakan di Madrasah Aminul Hasan, di Desa Balet Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember ini, langsung mendapat sambutan hangat dari Ustadz Ruhan Hasbullah yang merupakan Pengasuh dari Madrasah Aminul Hasan.

Menurut Kopral Satu Imron Rosidi, kedatangan Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad di Madrasah Aminul Hasan ini berdasarkan undangan dari Ustadz Ruhan Hasbullah yang merupakan Pengasuh dari Madrasah Aminul Hasan. 

"Kami sampaikan terima kasih atas kesediaan dan kehadiran Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad di pengajian umum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Kehadiran Jamiatul Hadrah Nurul Yaqin dari Yonif Raider 514 Kostrad telah membuat suasana pengajian menjadi lebih Khusyuk, lebih tenang dan damai,” ucap Ustaz Ruhan Hasbullah, Pengasuh Madrasah Aminul Hasan. (dade)

Woww.. !! Mahasiswa PGMI IAIN Cirebon Luncurkan Formula Mengajar Efektif


FOKUS CIREBON - Rupanya persoalan guru dalam mengajar di ruang kelas masih menjadi problem di dunia pendidikan. Siswa sepenuhnya masih tergantung pada pola dan teknik mengajar guru. Sehingga tidak sedikit siswa digantungkan kepada bagaimana cara mengajar guru.

Hal inilah yang membuat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HIMAGUMI) Jurusan PGMI IAIN SNJ Cirebon membuat gebrakan dengan menghadirkan narasumber ternama pada kegiatan Workshop Hypnoteacing, Jum'at (22/11/2019), di Gedung FSEI, SBSN Lantai 4, Jl Perjuangan Kota Cirebon. 

Workshop dengan tema "Peran Mahasiswa PGMI Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Melalui Kegiatan Hypnoteaching" ini langsung dibedah oleh Praktisi Hypnoteaching Indonesia, Subhan Djubaedi MP.

Dalam pemaparannya, Subhan Djubaedi MP menjelaskan, bahwa untuk mengajar di kelas, seorang guru tidak hanya harus bisa ceramah di depan kelas, tetapi juga harus memahami karakter dan keunikan siswanya. 


Selain itu, seorang guru juga dituntut untuk bisa membuat para siswanya merasa senang dengan apa yang diajarkan oleh gurunya.

"Ya, diperlukan metode atau cara pembelajaran yang menarik sehingga siswa bisa menerima pelajaran dengan baik. Guru dituntut untuk melakukan berbagai inovasi dan kreativitas dalam pembelajarannya. Salah satu yang patut dicoba oleh seorang guru adalah dengan cara hypnoteaching," katanya,yang disambut riuh tepuk tangan peserta workshop.

Dijelaskan, hypnoteaching adalah salah satu cara pembelajaran atau cara mengajar dengan menggunakan unsur hypnosis, yakni saat seseorang bisa menerima sugesti dengan mudah. Tujuan utama pembelajaran hypnoteaching adalah untuk membangunkan motivasi dalam diri setiap siswa.

"Tujuan utama hypnoteaching adalah untuk membangunkan motivasi dalam diri setiap siswa," paparnya.


Subhan Djubaedi MP, juga menegaskan bahwa penyebab tidak masuknya pengetahuan dari guru adalah karena pikiran siswa sedang terpecah atau tidak fokus. 

"Disinilah penggunaan cara mengajar dengan teknik hypnoteaching. Yaitu, dengan merilekskan pikiran siswa agar pengetahuan yang didapat bisa dipahami dengan baik," ujarnya. (din)

Wapres Ma'ruf Amin Disambut Gembira Para Pelajar dan Warga Cirebon


FOKUS CIREBON -  Pelajar dan warga Cirebon sejak pagi sudah berjajar menunggu kedatangan orang nomor dua di Indonesia. Mereka ingin menyambut kedatangan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dalam kegiatan pembukaan Festival Tajug 2019, Jum'at (22/11/2019), halaman Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Melalui pesawat, Waores dan  rombongan terbang ke Cirebon.  Di Cirebon Wapres  ingin membuka kegiatan Festival Tajug 2019. Namun sebelum itu, Wapres terlebih dahulu berziarah ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon.

Wapres Ma'ruf datang ke makam Sunan Gunung Jati sekitar pukul 10.05 WIB dan disambut langsung oleh Bupati Cirebon Imron Rosyadi serta beberapa pejabat lainnya.

Wapres Ma'ruf Amin langsung masuk ke makam Sunan Gunung Jati untuk berziarah dan berdoa di sana.

Pembukaan Festival Tajug ini dibuka seiusai shalat shalat Jumat di Masjid Agung Sang Cipta Rasa di Komplek Keraton Kasepuhan. Sementara Festival Tajug 2019 diselenggarakan di halaman Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Festival Tajug 2019 sendiri diselenggarakan pada tanggal 22 hingga 24 November 2019 dan juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Santri Nasional. (bam)

Antusias.. !! Siswa SMPN 17 Sambut Mobil Perpustakaan Keliling Masuk Sekolah


FOKUS CIREBON - Di jam istirahat kedua, satu unit mobil Perpustakaan Keliling Dinas Perpustakaan dan Kersipan Daerah Kota Cirebon menggelar Perpustakaan Keliling. Kunjungan mobil Perpustakaan ini tentu saja disambut antusias para siswa SMPN 17 Kota Cirebon.

Tujuan dari kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan minat baca kepada para siswa yang semakin hari semakin berkurang.

Buku adalah jendela dunia, pepatah yang memberikan tempat tertinggi untuk tulisan-tulisan yang ada dalam buku. Wawasan yang didapat dari membaca bukulah yang menjadi awal dari perkenalan dengan dunia yang lebih luas.

Melalui halaman demi halaman dalam buku, kita mendapat informasi yang dapat membuka mata kita akan keajaiban dunia, hanya melalui jendela di dalam halaman buku.

Beragam jenis buku ditawarkan kepada para siswa/pembaca. Mereka tinggal memilih topik dan jenis apa yang ingin dibacanya, ada komedi, petualangan, cerita sejarah, roman, bahkan cerita fiksi ilmiah pun turut mewarnai ragam buku yang dibawa oleh mobil perpustakaan keliling.

Perpustakaan yang ada disekolah kurang diminati siswa mungkin karena buku yang disediakan tidak beragam dan jarang ada regenerasi dengan menambah buku-buku baru.


Situasi diperpustakaan juga mungkin kurang nyaman untuk membaca dan siswa tidak fleksibel untuk berkatifitas yang dapat mendukung kegiatan membacanya.

Sangatlah wajar jika perpustakaan menerapkan aturan yang ketat sebagai bentuk perlindungan terhadap aset masa depan, yaitu buku.

Namun, tidak pula dapat dipungkiri aturan tersebut membuat siswa enggan untuk membaca buku-buku yang ada didalamnya.

Oleh karenanya, dengan menghadirkan perpustakaan keliling bisa menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan minat baca siswa. (Agung)

Kamis, 21 November 2019

Pemprov Jabar dan Pemkab Cirebon Berikan Keringanan Bayar Pajak Tanpa Denda


FOKUS CIREBON - Membayar pajak pada tahun 2019, tidak lagi harus risau. Apalagi yang menunggak hingga beberapa tahun, seluruhnya bisa dibayar tanpa harus membayar denda. 

Keringanan membayar pajak ini dilakukan bersamaan dengan memperingati hari pahlawan 10 Nopember.

"Ya, dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November Pemprov Jabar dan Pemda Cirebon memberikan keringan pembayaran pajak kendaraan roda 2 dan roda 4," ungkap H. Epi.S, Kasi Pajak Dispenda Jabar Cabang Cirebon.

Dijelaskan, mengenai tunggakan pajak, tidak dikenakan denda pajak, termasuk yang menunggak beberapa tahun, mereka dipersilahkan segera membayar pajak kendaraan.

Selain itu, lanjut Epi S, batas peraturan hilangnya denda pajak dari tanggal 10 Novenber sampai 10 Desember 2019. (bam/heri)

IAIN Cirebon dan Orang Tua Mahasiswa Bangun Komunikasi Dua Arah


FOKUS CIREBON - Silaturrahmi yang dibangun oleh IAIN SNJ Cirebon terus mendapat respon positif dari para orang tua mahasiswa. Mereka menganggap kegiatan tersebut dapat memberikan  informasi mengenai  perkembangan perguruan tinggi sekaligus berbagai kegiatan  kemahasiswaan.

Kegiatan yang sama juga dilakukan oleh Fakultas dan Ekonomi Islam (FSEI) IAIN SNJ Cirebon. Pada kegiatan ini, orang tua diberikan berbagai informasi perkembangan yang terjadi pada mahasiswa sekaligus perkembangan di FSEI IAIN SNJ Cirebon.

Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dikupas dan dibahas bahkan menjadi informasi penting bagi para orang tua mahasiswa IAIN Cirebon. 


Sejumlah informasi penting tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi perkuliahaan dan moderasi islam, di ruang auditorium kampus Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon, Kamis (21/11/2019).

Wakil Rektor 3, Dr H Ilman Nafiah MPd sesuai membuka kegiatan tersebut mengatakan, bahwa komunikasi dua arah sangat penting bagi pengawasan terhadap aktivitas mahasiswa, baik di luar maupun di dalam kampus.

"Yang paling hangat adalah soal kewaspadaan terhadap pergaulan bebas dan bahaya terorisme, karena ini trend dan sangat berbahaya. Tentu ini harus terus diwaspadai, maka komunikasi dua arah ini bertujuan untuk sama-sama mengawasi, mengontrol dan meminimalisir kemungkinan dari aktivitas mahasiswa yang melenceng," kata Ilman Nafiah.

Selain itu, Ilman juga membahas soal adanya beasiswa yang harus diketahui para orang tua, baik beasiswa bidik misi, beasiswa Pemprov Jabar, Pemrov DKI maupun beasiswa dari bank-bank dan lainnya. Termasuk pihak kampus mendorong mahasiswa agar dapat selesai kuliah 8 semester atau 4 tahun wisuda. 


Dijelaskan, mengenai pergaulan bebas, kata Ilman, ini tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggungjawab pihak kampus. Karena waktu belajar hanya beberapa jam saja.

Demikian juga dengan terorisme, ini menjadi suatu trend yang menakutkan, maka kita harus berhati hati, dan jangan sampai salah berkawan atau salah pengajian.

Sementara terkait beasiswa, kata Ilman ada sekitar 145 mahasiswa yang mendapat beasiswa bidik misi. Sedangkan beasiswa keagamaan, yakni mereka mahasiswa yang mempunyai potensi keagamaan seperti mampu membaca kitab kuning, hadits dan lainnya.

Sosialisasi yang mengangkat tema merajut ukhuwah, meningkatkan kerjasama dan mewujudkan pribadi noderat mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini, rencananya akan digelar setiap tahunnya sebagai sarana informasi, komunikasi dan silaturrahmi antara orang tua mahasiswa dengan pihak perguruan tinggi. (din)