Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 23 Desember 2019

Mendikbud Resmikan Penggunaan Gedung Baru PAUD Km O


FOKUS JAKARTA-- Isteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Franka Nadiem Anwar Makarim meresmikan penggunaan gedung baru PAUD Km 0. PAUD Km 0 Kemendikbud ini, sebelumnya bernama Taman Penitipan Anak (TPA) Mekar Sari.

"TPA tersebut merupakan sarana pemenuhan kebutuhan para pegawai Kemendikbud yang mempunyai anak usia dini, akan pendidikan, perawatan, pengasuhan, pemberian kasih sayang dan perlindungan saat orang tuanya bekerja. 

TPA/PAUD di Kemendikbud ini dikelola oleh Yayasan Bakti Idhata di bawah naungan Dharma Wanita Persatuan Kemendikbud," kata Nadiem, Senin (23/12), saat meresmikan PAUD Km 0 di Gedung E Kantor Kemendikbud, Jakarta Selatan.

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang paling ideal adalah benar-benar punya guru-guru  yang mencintai anak, itu yang penting. Walaupun kondisi dan prasarana itu penting, tapi kebatinan antara guru dan kualitas guru itu masih yang paling penting, yaitu bagaimana interaksi antara orang dewasa dan anaknya.

Lebih lanjut, kata Nadiem mengungkapkan kalau tidak begitu, nanti ujungnya hanya jadi tempat penitipan anak saja. Hanya bermain, tapi tanpa ada kualitas guru yang baik, hubungan kebatinan itu yang penting. 

Baru fasilitas seperti buku, mainan, program, apakah ada logika dalam setiap permainan disitu, apakah telah terpikir, tentunya termasuk keamanan dan kenyamanan, dan udara segar, karena hal-hal seperti itu yang penting. Tapi kuncinya, satu sumber daya manusianya dulu, itu yang penting. 

PAUD ke depan perlu diperbaiki dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), dan kualitas buku, karena PAUD ini salah satu hal yang tidak bisa belajar dari satu buku saja, ini PAUD suatu proses scientific.

"Jadi guru-guru harus mencoba aktif untuk bisa inovatif untuk bisa engaged anak-anak. Jadi itu harus suatu yang organic. Jadi stimulasi dan kolaborasi antara guru PAUD itu hal yang penting, dan juga standar keamanan seperti dipastikan tidak ada hal yang bisa membahayakan anak itu harus tekankan, itu jadi prioritas nomor satu," ungkap Nadiem.

Dari sisi buku bacaan paradigmanya dulu harus diubah. Selama ini, kita menentukan anak itu harus baca apa, anak seumur ini harus baca ini itu. Padahal paradigma paling penting adalah bagaimana cara agar anak itu mencintai membaca. 

Jadi harusnya digerakan, anak itu didorong, ditanya sebenarnya anak itu kepenginnya membaca buku mangenai apa, mengenai karakter favorit mereka, atau komik favorit mereka,  apapun formatnya itu, dan yang penting mereka mencintai proses buku, mencintai proses membalikan halaman-halaman. 

Kalau belum bisa membaca pun gak apa-apa, kalau dia bisa mengikuti gambarnya dan dia senang. Sebelum ada kebijakan atau langkah kedepan, paradigmanya dulu yang harus diubah.

“Harus dimulai dari anak, dan kita harus mendengarkan anak. Kalau selama ini, kita tidak merasa anak itu, PAUD maupun lebih tua setara dengan kita, bahwa mereka adalah mitra pembelajaran dengan guru, dan staf-staf unit kita ini, tidak akan terjadi. Jadi literasi itu bukan challenge dari calistung (baca, tulis, hitung), tapi bagaimana cara agar setiap anak mencintai buku dalam format apapun," katanya. (dade)

 

Tingkatkan Indeks Daya Saing Daerah, Pemkab Cirebon Gandeng IAIN Cirebon Dan 8 Perguruan Tinggi Lainnya


FOKUS CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam membangun kemajuan terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah dengan menggandeng 9 Perguruan di Cirebon. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) yang dilakukan di Ruang Nyimas Gandasari, Lantai 3, Kabupaten Cirebon, Senin, (23/12/2019).

Penandatangan kerjasama antara Pemerintahan daerah Kabupaten Cirebon dengan 9 Perguruan Tinggi ini juga terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu juga dibuka kegiatan diskusi tentang Penguatan Inovasi SKPD, guna meningkatkan indeks daya saing daerah menuju Cirebon bersama tahun 2019. 

Pada kegiatan ini, Bupati Cirebon, Drs H Imron Rosyadi M.Ag mengaku senang dan bangga atas terlaksananya peran Tri Dharma Perguruan Tinggi, melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Cirebon dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Cirebon.


Menurut bupati, penyelenggaraan pembangunan pelayanan serta pemberdayaan masyarakat akan bisa dilaksanakan dengan baik dan cepat serta terarah, manakala ada harmonisasi dan kerjasama antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan, peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

"Kami berharap ada peran dan kontribusi yang positif dan nyata dari berbagai perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat," ujar Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Imron Rosyadi juga menyatakan jika perguruan tinggi merupakan wahana para intelektual ilmuwan dan para profesional yang senantiasa mencetak dan mengembangkan sumber daya manusia yang cerdas, bertaqwa, berbudaya kreatif dan berkarakter tangguh.

Oleh karena itu, katanya, Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, maka akan ada pengembangan dan inovasi yang akan bisa meningkatkan daya saing daerah.

Untuk itu, Imron Rosyadi berharap ada beberapa hal bisa diambil dari kegiatan ini, yakni pertama, eksistensi perguruan tinggi yang mempunyai peran penting untuk mempengaruhi perubahan-perubahan terhadap masyarakat. Ini merupakan implementasi Tri Dharma dan diwujudkan dalam bentuk untuk membangun gerakan pembelajaran terhadap masyarakat guna mendorong terciptanya hubungan sosial serta terjaganya nilai-nilai budaya kultur masyarakat.


Kemudian yang kedua adalah Perguruan Tinggi bisa mengembangkan sebuah model dari pembangunan yang berbasis pada keilmuan serta sumber daya lokal di dalam kerangka yang bersistem pada nilai budaya daerah, membangun sistem pengembangan keilmuan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat di dalam merespon perubahan global yang dinamis ini mengembangkan pusat-pusat untuk pengembangan masyarakat dengan melakukan pemanfaatan sumber daya serta nilai-nilai lokal yang ada.

Ketiga, ikut membantu mengembangkan kebijakan yang strategis terhadap Legislatif dan Eksekutif dan ikut juga untuk mengontrol implementasi kebijakan-kebijakan yang telah dibuat perguruan tinggi dapat berperan dalam hal pengembangan strategi kebudayaan hal tersebut diperlukan guna membangun peradaban dan karakter daerah yang lebih baik.

Bupati juga menegaaskan, bahwa dalam rangka mengukur dan meningkatkan indeks inovasi, akan diselenggarakan diskusi penguatan inovasi SKPD guna meningkatkan indeks daya saing daerah menuju Cirebon bersama.

Karena menurut bupati, daya saing saat ini menjadi salah satu parameter dalam konsep kabupaten atau kota berkelanjutan. Tingkat daya saing suatu daerah juga menjadi salah satu ukuran kesejahteraan masyarakat.

Maka sangat pentingnya kepala daerah melakukan inovasi untuk mendorong efektivitas pelayanan publik dan menciptakan nilai tambah melalui inovasi daerah. 

Hal ini merupakan wujud implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah terutama sebagaimana tertuang dalam pasal 389 bahwa meningkatkan daya saing daerah dan perbaikan pelayanan publik dan peraturan pemerintah nomor 38 tahun 2017 tentang inovasi daerah disebut pada pasal 2 ayat 2 bahwa sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Sedang tingkat inflasi sangatlah berhubungan dengan kemampuan daya saing daerah, dimana peran SDM berpendidikan yang kreatif sangat penting dalam menumbuh daya saing tersebut dan peningkatan daya saing tersebut pada akhirnya akan menentukan kemakmuran suatu daerah.

"Dalam teori inovasi ada lima komponen terpenting yang menunjukkan keberhasilan dalam mengukur berbagai kemajuan untuk meningkatkan daya saing daerah, yaitu akademisi, bisnis, pemerintah, masyarakat dan media," tandasnya. (din)

Universitas Singaperbangsa Kunjungi Kampus IAIN SNJ Cirebon, Buka Kerjasama Di Berbagai Bidang


FOKUS CIREBON - Wakil Dekan 3, FITK Bidang Kerjasama dan Mahasiswa, Dr H Saefudin MAg menerima kunjungan sejumlah pimpinan Universitas Singaperbangsa ke Kampus IAIN SNJ Cirebon, Senin (23/12/2019).

Kunjungan para pimpinan dan mahasiswa Universitas Singaperbangsa ke IAIN Cirebon ini dalam rangka membangun kerjasama antar Perguruan Tinggi Negeri yang dilanjutkan dengan Penandatanganan MoU di Lantai 3, Auditorium, Gedung Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon, Jl Perjuangan Kota Cirebon.  

Selain Penandatangan MoU, kegiatan lainnya adalah Seminar Nasional
Pendidikan Islam Anak Usia Dini dengan tema "Literasi Al-Qur'an untuk Anak Usia Dini" dengan Narasumber Lilis Karyawati MAg (Universitas Singaperbangsa) dan 
Prof Dr Hj Eti Nurhayati MSi (IAIN SNJ Cirebon).


Selain seminar nasional, juga digelar kegiatan Paud Ekspo Jelajah Seni Nusantara, Media Pembelajaran PAUD, Seni Kaligrafi Kreativitas Anak Usia Dini. kegiatan dilanjutkan dengan saling tukar cinderamata serta berpose bersama.

Wakil Dekan 3 FITK, Dr H Saefudin MAg menjelaskan bahwa pada kunjungan dari Prodi PAUD Universitas Singaperbangsa ini, juga dilakukan penandatangan MoU serta seminar nasional. "Jadi tiga kegiatan ini digabung menjadi satu dengan tujuan untuk menjalin kerjasama dengan IAIN SNJ Cirebon," katanya kepada fokuscirebon.com.

Dijelaskan, Universitas Singaperbangsa belum lama ini menjadi Pergurian Tinggi Negeri, yakni sekitar fahun 2014. Karena itu, lanjut Dr Saefudin, pihak Universitas Singaperbangsa ingin banyak mengetahui dan bekerjsama dengan IAIN SNJ Cirebon.

"Banyak hal, nanti yang dapat dikerjasamakan, misalnya ada disting life stealer, juga mahasiswa bisa saling tukar pengetahuan dan pengalaman serta masih banyak lagi," jelasnya.


Dr H Saefudin berharap, MoU ya g biasanya hanya di atas kertas, diharapkan pada MoU ini langsung ada praktek nyata. "Jadi bukan hanya ada di atas kertas, tetqpi kerjasama itu benar-benar dibangun dengan kerjasama aktif kedua belah pihal," tandasnya. (nur)

Jumat, 20 Desember 2019

Walikota Cirebon Tegaskan Arsip Bukan Tempat Buangan



FOKUS CIREBON - Arsip bukan tempat buangan. Kearsipan yang benar justru akan membantu pemangku kebijakan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan Internal di Lingkungan Pemda Kota Cirebon yang mengambil tema “Dengan Pengawasan Kearsipan Internal Menuju Tertib Pengelolaan Arsip” , Rabu, 18 Desember 2019. 

"Pembinaan kearsipan ini dilakukan untuk menuju Kota Cirebon yang tertib administrasi,” ungkap Azis. Dekaligus sebagai kota yang mampu menjadi sumber informasi bagi anak cucu kita ke depannya.

Dijelaskan Azis, arsip merupakan permasalahan yang penting. “Karena sistem kearsipan yang baik dan benar akan mencegah kita dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Azis. 

Sistem kearsipan yang benar juga akan membuat pemangku kebijakan untuk bisa mengambil keputusan yang benar dikarenakan data-data telah tersedia dan tersusun dengan rapih.

Karena itu, Azis meminta kepada perwakilan dinas yang datang pada kegiatan tersebut untuk menyampaikan kepada kepala dinas mereka bahwa pekerjaan kearsipan bukan pekerjaan sepele. 

“Jadi orang yang ditempatkan di arsip bukan orang buangan. Juga bukan sebagai bentuk hukuman,” tegas Azis. 

Azis juga meminta kepada kepala dinas agar pengurusan arsip tidak diserahkan pada orang-orang yang tidak memiliki kemampuan. Sehingga arsip yang ada di setiap dinas tersusun dengan baik dan rapih.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd., menjelaskan jika dinas yang dipimpinnya memiliki kewenangan untuk melakukan audit dan pengawasan terhadap penyelenggaraan dan penataan arsip di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Dari hasil audit yang dilakukan, rata-rata mendapatkan nilai kurang. “Tapi ada juga yang nilainya memuaskan dan sangat memuaskan. Tapi rata-rata ada di angka kurang,” ungkap Jaja.

Hasil ini, lanjut Jaja, justru menjadi semangat bagi mereka untuk bersama-sama dengan SKPD melakukan perbaikan sistem kearsipan di lingkungan SKPD yang ada di Kota Cirebon.

 “Mana yang kurang kita tingkatkan,” ungkap Jaja. Sehingga nantinya sistem kearsipan yang ada di masing-masing SKPD yang ada di Kota Cirebon bisa tertata dengan baik.

Innalillahi.. !! Dr H Wahyo MPd, Mantan Kadisdik Kota Cirebon Tutup Usia


FOKUS CIREBON -  Pakar pendidikan yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Dr H Wahyo MPd, Kamis (19/12/2019), sekitar pukul 14.00 WIB tutup usia 

Dr H Wahyo yang sudah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan di Kota Cirebon, Jenazahnya diikabarkan akan dimakamkan pada Jum'at pagi, (20/12/2019), sekitar pukul 09.00 WIB.

"Selamat jalan pak Doktor, karya dan baktimu akan dikenang selalu oleh seluruh warga Kota Cirebon," ucap Agus, pegiat pendidikan. (nur)

Kamis, 19 Desember 2019

Kaskostrad Pimpin Upacara Hari Bela Negara Ke-71


FOKUS JAKARTA-- Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Mayjen TNI Ainurrahman memimpin upacara dalam rangka memperingati Hari Bela Negara ke-71 Tahun 2019, Kamis (19/12), bertempat di lapangan upacara Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat.

Seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Makostrad menjadi peserta dalam kegiatan ini dan bertindak selaku Komandan Upacara Kolonel Arm W. Rimoko. A, S.Sos. dan sebagai Pembaca Ikrar PNS Rio Abner.

Kesempatan itu, Kaskostrad membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo yang mengingatkan bahwa perang modern saat ini bukan sekedar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan membangun ketahanan Indonesia, tapi juga menuntut peran seluruh komponen bangsa demi kelangsungan hidup dan keutuhan NKRI.

Presiden RI menjelaskan berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang saat ini sedang dihadapi bangsa Indonesia, hanya bisa dihadapi dengan keberagaman keahlian yang saling terkait dan mengisi.

"Disinilah terletak relevansi tekad kita untuk mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-74,” kata Ir. H. Joko Widodo.

 Manusia Indonesia yang unggul adalah prasyarat utama untuk mengisi kemerdekaan sebagai modal dasar pembangunan kita di segala bidang. Kemerdekaan ini jualah yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk melaksanakan bela negara.

"Salah satu berkah yang telah mengantarkan kemerdekaan tanah air adalah digalinya kembali Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa dan nilai dasar bela negara. Pancasila adalah visi final bangsa dan negara Indonesia yang menghendaki pembangunan manusia paripurna," ujarnya.

Presiden RI berharap Aksi Nasional Bela Negara di segenap gatra kehidupan nasional dapat semakin terstruktur, sistematif dan massif dengan prioritas dan implementasi yang terukur sesuai dengan persepsi dan aspirasi masyarakat seluas-luasnya.

Pada akhir amanatnya, Presiden RI menghimbau bagi yang berbakti dalam birokrasi pemerintahan, teruslah mereformasi diri serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik.

Yang belajar mengajar, teruslah meningkatkan kearifan dan pengabdian masyarakat berbasis nilai-nilai kebangsaan kita. Yang mengabarkan berita, teruslah menjadi penerang informasi masyarakat secara jujur, berimbang dan bertanggungjawab.

Yang menjalankan usaha, tingkatkanlah terus daya saing secara sinergis dengan segenap tujuan negara. Demikian pula segenap masyarakat denga beragam profesinya, jadikan bidang profesi masing-masing sebagai ladang bela negara. (dade)

Polres Kepulauan Seribu Siapkan Pengamanan Operasi Lilin Jaya 2019


FOKUS JAKARTA-- Jajaran Polres Kepulauan Seribu dalam rangka kesiapan pengamanan Operasi Lilin Jaya 2019, memulai kegiatan dengan menggelar rapat Lintas Sektoral yang diadakan, Kamis (19/12), di ruang rapat Rumah Makan Mang Engking Marina Ancol Jakarta Utara.

Rapat Kordinasi Lintas Sektoral kali ini dibuka oleh Wakapolres Kepulauan Seribu Komisaris Polisi Asep Alhuda, S.T yang menyampaikan bahwa pertama-tama saya ucapkan permohonan maaf dari Kapolres Kepulauan Seribu yang tidak bisa hadir dalam rapat hari ini karena ada undangan mendadak dari Kapolda Metro Jaya.

"Saya terima kasih untuk kehadirannya memenuhi undangan kami. Terkait dengan kegiatan rapat koordinasi ini kita langsung mengawali dengan kegiatan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Jaya 2019, yang akan berlangsung selama 10 hari terhitung mulai tanggal 23 Desember 2019 sampai dengan 1 Januari 2020," kata Wakapolres.

Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Kepulauan Seribu AKP Dwi Susanto SH.,M.M, menyampaikan tentang perkiraan Intelijen Khusus dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Jaya 2019 di wilayah Polres Kepulauan Seribu.

Kabag Ops Polres Kepulauan Seribu AKP Zaroki Saputra SH memaparkan kesiapan Polres Kepulauan Seribu dalam menghadapi Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Jaya 2019.

Kegiatan Rapat Kordinasi Lintas Sektoral ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kab Kepulauan Seribu, Wadan Satkamla, Damkar Kepulauan Seribu, KSOP Kepulauan Seribu, KSOP Muara Angke, Wadanramil Kepulauan Seribu, Kabag Ops Polres Kepulauan Seribu, Kasat Intelkam Polres Kepulauan Seribu dan Dinas Instansi terkait serta Manager Resort Wisata di Kepulauan Seribu. (dade)

Begini Kronologi Kecelakaan Yang Menewaskan 1 Orang Di Jalan Raya Palimanan


FOKUS CIREBON - Kecelakaan maut yang melibatkan 3 kendaraan di Jl Palimanan, Kabupaten Cirebon, hingga menewaskan 1 orang dan 1 orang lagi kritis, ternyata begini kronologinya.
Menurut sumber warga di lapangan, kejadian berawal saat mobil Toyota Agya melaju dari arah Arjawinangun belok di Lampu Merah Palimanan menuju arah Bandung. Namun saat belok, ban kendaraan ini menabrak pembatas jalan hingga ban depan sebelah kanan terlepas.
“Setelah itu oleng, kemudian mobil menabrak sepeda motor. Setelah itu menabrak truk sampah yang sedang berhenti di pinggir jalan,” ungkap warga di TKP.
Warga lainnya pun menjelaskan, dari empat orang korban, dua di antaranya berstatus suami istri.
“Suaminya meninggal dunia, sedangkan istrinya kritis. Sedangkan dua orang korban lainnya mengalami luka-luka. Untuk identitasnya belum diketahui,” tandasnya. (nur)

Innalillahi.. !! Suami Tewas, Istri Kritis, Setelah Mobil Agya Tabrak Dua Sepeda Motor Di Palimanan


FOKUS CIREBON - Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) kembali terjadi, kali ini kecelakaan terjadi di Jl Palimanan, Kabupaten Cirebon, Kamis (19/12), yang melibatkan 3 kendaraan dan menewaskan 1 orang dan 1 lagi kritis.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 11.20 WIB, di depan RM Padang Simpang Tigo, Palimanan, dan mengakibatkan 4 orang korban. Ironisnya, dua orang korban itu dikabarkan adalah berstatus suami istri.
Menurut informasi yang dihimpun fokuscirebon.com, kecelakan tersebut melibatkan Toyota Agya bernopol E 1150 LQ, Truk Sampah, dan sepeda motor. Namun sayang, identitas korban belum diketahui. (nur)

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah, IAIN SNJ Cirebon, Gelar Workshop Peringati Hari Bahasa Arab


FOKUS CIREBON - Ratusan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan BSH, Fakultas Tarbiyah IAIN SNJ Cirebon mengikuti kegiatan Workhsop Peringatan Hari Bahasa Arab, Kamis (19/12/2019), di Ruang Auditorium Pasca Sarjana IAIN SNJ Cirebon, Lantai III, Jl Perjuangan Kota Cirebon.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan (Wadek) 3 Tarbiyah, Dr Syarifudin MAg, menghadirkan pemateri Muhamad Abduttawab SH, dan mengusung tema melesatkan eksistensi bahasa arab di era milenial.
Hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut, Ketua Jurusan ((Kajur) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Masri'ah MAg, Wakil Dekan 3, Tarbiyah, serta sejumlah pejabat di Fakultas Tarbiyah dan dosen-dosen.
Dalam pemaparannya disampaikan bahwa, setelah bahasa Arab ditetapkan sebagai Bahasa internasional oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), Bahasa Arab kian dicari dan digemari banyak pihak untuk berbagai keperluan. 

Kemudian juga di era milenial,  bahasa Arab sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Membuat Bahasa Arab kini sudah mulai dikonsumsi seluruh masyarakat dunia.
Dalam dunia pendidikan, pembelajaran bahasa Arab hanya diberikan di sekolah yang berbasis Islam atau madrasah. Namun saat ini sekolah yang tidak berbasis Islam sudah memasukkan mata pelajaran bahasa Arab, meskipun terkadang masih dalam kategori muatan lokal. Belum lagi banyaknya privat bahasa Arab yang saat ini sudah menjamur di luaran.
"Bahkan saya punya giri yang pernah berkata kepada saya, jika dirinya ingin menjadi khodimnya bahasa Arab sepanjang hidupnya," kata Wadek 3, Tarbiyah. (nur)

Soal PPDB Sistem Zonasi, Ini Kata Kepsek SMPN 1 Kota Cirebon


FOKUS CIREBON -Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi yang sudah dilaksanakan oleh seluruh sekolah pada tahun 2019 lalu masih oleh sebagian pihak belum dipahami secara utuh.

Padahal aturannya sudah jelas, yaitu Permendikbud No 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2019, Surat Edaran (SE) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Mendikbud No 420/297 351J tentang pelaksanaan PPDB dan juga diterjemahkan oleh Peraturan Walikota (Perwali).

"Dengan diberlakukannya sistem zonasi, seluruh anak dipastikan sudah terpetakan, by name by adress, audah terhitung bahwa anak semua anak bisa sekolah. Dan zonasi ini ini dimaksudkan untuk pemerataan layanan pendidikan," papar H Lilik Agus Darmawan, Kepsek SMPN 1 Kota Cirebon.

H Lilik juga menjelaskan, zonasi ini memberikan eksesibilitas yang seluas-luasnya kepada siapapun. "Semua anak bisa sekolah tidak ada diskriminasi dan semua mendapat kesempatan yang sama," jelasnya. 

Namun yang terpenting dari sistem ini adalah transparan. Karena orang tua dan anak bisa melihat dan mengukur melalui peta, apakah bisa diterima atau tidak. Selain itu, sistem ini juga mendidik seluruh masyarakat untuk berjarakter jujur dan mentaati aturan.

"Inilah yang kami laksanakan di SMPN 1 Kota Cirebon. Kita ingin semua mentaati aturan PPDB, semua harus patuh dan semua ini untuk memajukan pendidikan, karena semua diberikan kesempatan yang sama," tandasnya. 

Adapun banyaknya pendaftar PPDB di SMPN 1, karena memang animo masyarakat masih memandang jika SMPN 1 Kota Cirebon merupakan sekolah terbaik baik bagi pendidikan putra putrinya. 

"Animo dan responsif orang tua ini, tentu menjadi kebanggan bagi kami dan kami ucapkan banyak terimkasih atas kepercayaan tersebut, tetapi semua harus patuh terhadap aturan yang ada, karena pelaksanaan PPDB ini sudah diatur dan memiliki mekanisme sendiri sebagaimana aturan yang ada," tandasnya. (din)

Rabu, 18 Desember 2019

Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini Peraih Medali Emas Dan Perak Di Sea Games 2019


FOKUS JAKARTA-- Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini dedikasikan medali emas dan perak untuk seluruh rakyat  Indonesia, yang diperolehnya di Sea Games 2019 Filipina. 

Hal itu disampaikan oleh Sertu (K) Ni Kadek Anny Pandini, saat ditemui usai menerima penghargaan dari Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Selasa (17/12), di Mabesad, Jakarta.

Anny bersama 35 orang rekannya sesama atlet TNI AD, berhasil mempersembahkan 10 medali emas, 16 perak dan 8 perunggu. 

Wanita berparas ayu kelahiran Tabanan ini menceritakan bahwa, dirinya terjun dalam olahraga bela diri Judo, ketika masih duduk di bangku SD dan berusia 11 tahun. Dengan bakatnya tersebut, pada kesempatan pertama terjun di Sea Games 2011, Anny langsung menyabet medali perak

"Tahun 2006, ketika itu masih berusia 13 tahun, ikut kejuaraan nasional di Ciloto Jawa Barat dan baru terpilih masuk Pelatnas di Ciloto Puncak Jawa Barat untuk persiapan tampil di Sea Games XXVI tahun 2011 Jakarta-Palembang,’’ kata Kasad.

Di Sea Games 2011, saya berhasil meraih medali perak, dan selajutnya di Sea Games XXVII tahun 2013 Myanmar, meraih medali perunggu,’’ terangnya.

Sementara itu, Anny disela-sela mengikuti Pelatnas untuk mengikuti turnamen nasional, dirinya bergabung menjadi prajurit Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad) pada tahun 2014.

Karakter dan kedisiplinannya yang dibentuk semenjak kecil, menjadikan Anny menjadi lulusan terbaik Sekolah Calon Bintara (Secaba) pada tahun 2014. Ketika itu, Anny  memperoleh nilai terbaik dari aspek perilaku, akademik dan jasmani, serta dirinya menjadi Ketua Senat yang memimpin 116 siswa.

“Dinas pertama saya di Jasmani TNI AD (Disjasad) Cimahi Bandung, dan tahun 2015, karena statusnya masih atlet Tabanan, saya dipanggil KONI Tabanan untuk mengikuti kejuaraan Porprov Bali XII, 2015 di Singaraja. Saat itu berhasil meraih medali emas dan dipanggil Pelatnas untuk persiapan berbagai turnamen tingkat dunia,’’ ujar Anny.

Anny mengaku sempat mengalami kekecewaan, karena gagal menyumbangkan medali, akibat cedera saat berlaga di Asian Games 2018 di Jakarta. "Saya sempat mengalami cedera saat melawan atlet Judo Kazakhstan,  Sevara Nishanbayev di babak penyisihan,’’ ungkap Anny.

Setelah di cek medis, ternyata siku kiri saya retak dan lepas, tapi lepasnya itu sudah terpasang kembali karena waktu itu saya tidak menyerah, jadi lepas dan patahnya bersamaan. Meski harus mendapat perawatan khusus dan terapi rutin, namun dirinya tetap melakukan latihan penguatan otot-otot lainnya untuk mendukung kesembuhan cedera yang dialaminya.

“Saat mulai membaik, saya tetap latihan sesuai kebutuhan saja, gak terlalu berat, latihan fisik dan Judo saja, tapi belum (sampai) dibanting. Sembari latihan setiap hari selama dua jam, saya tetap melakukan terapi seperti penguatan, massage dan pengobatan infra red,” katanya.

Saat itu, lanjutnya, berkat  perhatian dan motivasi yang selalu diberikan dari orang-orang di sekeliling, dirinya bisa bangkit dalam waktu yang tidak lama. Kedua orang tua dan keluarga, rekan satu tim, pengurus judo, Jasdam IX/Udy serta keluarga besar Kodam IX/Udy sangat mendukung dan memberikan motivasi kepada saya.

“Selain kepada mereka yang telah mendukung serta memotivasi sehingga saya dapat tegar sampai saat ini, medali emas dan perak yang saya raih di Sea Games 2019 Filipina ini, saya dedikasikan pula kepada seluruh rakyat Indonesia,’’ kata Anny. (dade)

Alumni IAIN SNJ Cirebon Sukses Berkarir di TNI



FOKUS CIREBON - Salah satu alumni Jurusan Akidah dan Filsafat Islam (AFI), Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN SNJ Cirebon sukses berkarir di TNI. Dia adalah Letda Harry yang berhasil mengharumkan nama baik almamaternya.

Kesuksesannya tak membuatnya lupa dengan kampus yang sudah menggemblengnya selama 4 tahun, dan bergelut dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Hingga Harry sukses menyandang gelar Sarjana Agama (S.Ag) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Harry bersama pembinaanya, Rabu (18/12/2019), sengaja datang ke kampus IAIN SNJ Cirebon untuk bersilaturrahmi. Kedatangan Harry pun disambut gembira oleh civitas akademika IAIN SNJ Cirebon, salah satunya oleh Ketua Jurusan AFI, H Mustofa MAg, didampingi Humas IAIN SNJ Cirebon.

Dalam silaturrahmi tersebut banyak hal yang diperbincangkan. Tampak suasana keakraban dan kekeluargaan dirasakan pada pertemuan tersebut. Bak mengenang seperti dulu ketika masih kuliah dan menjadi mahasiswa.

Untuk diketahui, Harry sendiri lulus di TNI AD tahun 2019. Perwira muda berpangkat Letnan Dua (Letda) ini, saat ini tengah melanjutkan kembali pendidikannya. Harry dalam pesannya banyak memberikan motivasi bagi adik-adik tingkatnya.


Usai bersilaturrahmi, Letda Harry pun berpamitan dengan pihak kampus, untuk kembali bertugas. "Ini adalah salah satu motivasi besar bagi kami, dan kami ingin sukses seperti Pak Harry," kata Ardan, mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, usai mengikuti acar silaturrahmi tersebut. (nur)

Waduhh.. !! Hujan Sebentar, Sejumlah Jalan Di Cirebon Banjir


FOKUS CIREBON - Hujan yang mengguyur wilayah Cirebon pada Selasa (17/12) kemarin, membuat sejumlah warga miris dengan kondisi jalan dan sungai yang tak mampu menampung air  untuk mengalir tanpa harus banjir di sejumlah tempat.

Rina, misalnya, mahasiswi Unswagati Cirebon ini kerap melihat pemandangan tak sedap di depan kampusnya lantaran banjir setinggi lutut orang dewasa saat hujun deras turun. 

Padahal kata Rina, perbaikan gorong-gorong dan kali pembuang sesekali  terlihat dilakukan pihak PUPR yang kantornya persis bersebelahan dengan kampus Unswagati. Namun pada prakteknya, banjir masih terus berlangsung dan bikin repot pihak kampus dan mahasiswa.

Hal yang yang sama juga diutarakan Rizal, perbaikan jalan dan saluran kerap dilihatnya, namun genangan aor dan banjir masih terlihat disana-sini. Apalagi jika melihat saluran pembuang, air hampir ke permukaan tanah jalan. 

"Baru diguyur hujan, jalanan sudah banjir, PUPR dan masyarakat yang berdekatan dengan saluran pembuang harus segera bertindak cepat, terutama menyangkut sampah-sampah yang tersumbat, agar arus air bisa lancar," pinta Rixal, aktivis mahasiswa Cirebon. (nur)