Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Februari 2021

Hari Pers Nasional, Wali Kota Cirebon Apresiasi Peran Wartawan Terhadap Pembangunan


FOKUS CIREBON, FC - Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH, pada acara syukuran dalam rangka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 di ruang Adipura Kencana, Balai Kota Cirebon, menyampaikan bahwa Wartawan memiliki peran yang menonjol dalam pembangunan.

Wartawan yang bertugas di Kota Cirebon, lanjutnya, memiliki kemampuan yang tidak diragukan lagi dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Ucapan terima kasih dan rasa bangga saya kepada insan pers yang ada di Kota Cirebon,” ungkap Azis, Selasa (9/2/2021).

Rasa bangga ini dikarenakan insan pers yang ada di Kota Cirebon memiliki kemampuan yang luar biasa dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka sehari-hari.

Tidak hanya itu, insan pers di Kota Cirebon juga memiliki semangat untuk turut serta dalam pembangunan di Kota Cirebon, khususnya dalam mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat.

“Perannya sangat menonjol dalam pembangunan di Kota Cirebon,” tuturnya.

Namun kemampuan yang luar biasa yang telah dimiliki insan pers di Kota Cirebon diminta untuk terus ditingkatkan.

“Seperti kata Ketua PWI tadi, bagi yang belum memiliki sertifikat kompetensi wartawan, atau semacam ‘SIM’ nya wartawan, segera membuatnya,” ungkap Azis.

Standar kompetensi wartawan ini menggambarkan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian, dan sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas kewartawanan dari seorang wartawan.

Selain itu Azis juga meminta adanya kerjasama dan komunikasi diantara sesama wartawan sehingga tercipta satu kesatuan. “Ibaratnya pemain bola, wartawan itu seperti Ronaldo, seperti Messi,” paparnya.

Mereka sudah memiliki kemampuan yang hebat, namun untuk bisa memenangkan pertandingan diperlukan kekompakan tim. “Disini dibutuhkan kekompakan antar media,” ucapnya.



Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, AP., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa selama ini telah tercipta kolaborasi yang baik antara wartawan dan Pemda Kota Cirebon.

“Kami selalu apresiasi itu,” ungkap Ma’ruf. Menurut Ma’ruf pers merupakan tonggak atau pilar untuk bersama-sama pemerintah melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu Ma’ruf juga sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan wartawan di Kota Cirebon dalam meningkatkan kemampuan mereka.

“Setiap hari Jumat mereka berkumpul untuk meningkatkan literasi terkait jurnalistik di salah satu tempat,” ungkap Ma’ruf.

Untuk itu, dalam waktu dekat DKIS Kota Cirebon akan membuatkan co-working spaceyang bisa dimanfaatkan wartawan sebagai tempat silaturahmi untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka. “Dilengkapi akses internet, tv layar lebar hingga kopi,” ungkap Ma’ruf.

Sementara itu Ketua PWI Cirebon, Moh. Noli Alamsyah, mengungkapkan pada momen HPN 2021 ini, wartawan diminta untuk membantu program pemerintah. “Di masa pandemi Covid-19 ini kita berupaya untuk membantu program pemerintah mengedukasi kepada masyarakat apa itu Covid-19,” ungkap Noli.

Pada kesempatan itu, Noli juga meminta kepada wartawan untuk senantiasa meningkatkan kemampuan dan kualitasnya. “Mari kita berkarya melalui karya-karya jurnalistik kita,” ungkap Noli. (Nur)

Wakil Wali Kota : Memajukan Kota Cirebon Butuh Sinergitas

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, usai menghadiri Musrenbang RKPD Perencanaan Tahun 2022 di Kecamatan Pekalipan Tahun Anggaran 2021, mengungkapkan sinergitas pembangunan untuk memajukan Kota Cirebon dibutuhkan.

Oleh karenanya, program yang ada di setiap dinas diminta bisa masuk ke tingkat kecamatan dan kelurahan. 

“Sinergitas antara dinas, kecamatan dan kelurahan dibutuhkan. Untuk itu, program yang ada di setiap dinas yang ada di Kota Cirebon diminta masuk dan bersinergi dengan kelurahan dan kecamatan. Jadi Camat dan Lurah dapat berperan aktif,” ungkap Eti, Selasa (9/2/2021).

Eti mencontohkan, misalnya program yang ada di DKOKP Kota Cirebon untuk kegiatan dan pembangunan pariwisata bisa disinergikan dengan lurah dan camat dimana wisata tersebut akan dibangun.

Dengan begitu, seluruh masyarakat bisa turut merasa memiliki dan mendukung keberadaan lokasi wisata tersebut, jadi sinergitasnya. 

Selanjutnya Eti juga meminta agar setiap Camat di Kota Cirebon tetap semangat di tengah-tengah keterbatasan anggaran.

“Saya tahu, refocusing ini menimbulkan kekecewaan kita semua. Tapi tetap semangat karena penanganan Covid-19 juga membutuhkan anggaran yang cukup besar, jelas Eti.

Pada kesempatan itu Eti juga berharap sejumlah target yang tidak bisa dicapai pada 2020 bisa dicapai tahun ini. “Mudah-mudahan 2022 tidak ada refocusing lagi,” ungkap Eti

E.tiementara itu Camat Pekalipan, Gandi, S.STP, M.Si, mengungkapkan Kecamatan Pekalipan memiliki potensi wisata yang cukup besar. Hanya saja selama ini belum digali dengan maksimal.

“Biasanya dari Dinas Pariwisata langsung ke lokusnya. Kami, camat dan lurah, hanya dilibatkan sebatas launchingnya,” kata Gandi.

Padahal baik kelurahan maupun kecamatan memiliki konsep yang cukup bagus untuk pengembangan wisata di daerah mereka masing-masing. (din)


Jalan Perkantoran Bima Ditanami Pohon, PUPR Kemana ya ??


FOKUS IREBON, (FC) - Pemandangan kontras terlihat di Jalan Perkantoran Bima Kota Cirebon. Jalan yang membentang ke sejumlah kantor dan Stadion Lapangan bola bima 1 tersebut, diportal dengan sejumlah pohon di tengah jalan.

Menurut warga setempat, pohon yang menutup separoh jalan tersebut, lantaran jalan rusak dan licin, sehingga berbahaya bagi pengendara.

Uniknya, posisi pohon yang ditanam setengah bahu jalan tersebut berada persis disamping Kantor PUPR Kota Cirebon.

"Ya, jalannya rusak mas, licin juga, jadi terpaksa dipasang pohon. Ini untuk menghindari kecelakaan," ujar Wawan saat bertemu di tempat di mana pohon tersebut sudah membentang di bahu jalan, Selasa (9/2/2021).

Selain Wawan, Yadi juga mengungkapkan hal yang sama, jalan tersebut rusak parah, namun belum juga ada perbaikan, selain kerap banjir, jalan juga licin akibat lumpur tanah liat yang terbawa air ke tengah jalan.


"Mestinya pemerintah tanggap, apalagi berada disamping Kantor PUPR Kota Cirebon. Coba saja lihat, tak jauj dari tempat di mana pohon di pasang, jalan rusak parah yang berada persis di depan Kantor Diahub dan Pemadam Kebakaran (Damkar). Melihat kondisi ini PUPR ke mana ya," kata Wawan yang meminta segera ada tindakan perbaikan agar tidak ada korban kecelakaan. (Maulana)

Bupati Cirebon Apresiasi BPJS Atas Jaminan Kematian Bagi Peserta Non PNS

Bupati Cirebon, Drs H Imron M.Ag


FOKUS CIREBON, FC - BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya untuk melindungi masyarakat yang sudah terdaftar kepesertaan jaminan baik kecelakaan kerja maupun kematian. 

BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon telah memberikan jaminan kematian secara simbolis bagi peserta Non PNS di lingkungan Pemkab Cirebon, di Pendopo Bupati Jalan Kartini Kota Cirebon, Selasa, (9/2/2021). 

Pemberian jaminan kematian tersebut langsung disaksikan Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Kepala Disnakertrans, Erry Ahmad Husaeri, Kepala Disperdagin, Deni Agustin. 

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon yang sudah memberikan jaminan kematian untuk peserta Non PNS  kepada  ahli waris. 

"Asuransi memanglah penting bagi para pekerja. Sehingga para pekerja  informal maupun formal,  khususnya di Kabupaten Cirebon dalam bekerja sudah aman karena sudah terlindungi oleh asuransi baik kecelakaan kerja maupun kematian," katanya. 

Imron pun menjelaskan, selama ini pegawai di lingkungan Pemkab Cirebon bukan hanya ASN yang mendapatkan jaminan keselamatan  akan tetapi ada juga yang Non PNS (Honorer, Red). 

"Saya berharap pegawai Non PNS bisa ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan supaya meraka bekerja bisa dengan tenang. Serta tidak lupa juga untuk para warga untuk ikut dalam asuransi BPJS Ketenagakerjaan," katanya.

Ia berpesan kepada para ahli waris yang mendapatkan santunan ini diharapkan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. 

"Para ahli waris peserta Non PNS ini akan mendapatkan Rp 42 juta. Saya harapkan dapat digunakan sebaik mungkin, pentingkan yang pokok terlebih dahulu," katanya. 

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Cirebon, Mulyana mengatakan, pihaknya terus bersosialisasi semaksimal mungkin untuk mengedukasi masyarakat Kabupaten Cirebon tentang pentingnya mempunyai jaminan baik kecelakaan kerja maupun kematian. 

Menurutnya, selama ini masyarakat tidak banyak yang tahu manfaat dari ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. 

"Setidaknya bagi para peserta BPJS Ketenagajerjaan selama berangkat kerja sampai pulang ke rumah mereka mempunyai jaminan keselamatan sehingga mereka bekerja bisa dengan aman dan tenang," kata Mulyana. 

Mulyana menjelaskan, untuk para peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Cirebon belum semuanya tercover. Sehingga mereka kalau ada kecelakaan kerja mereka tidak ada jaminan sama sekali. 

"Sudah ada 147 di tingkat desa sudah terdaftar dengan 2.218 tenga kerjanya. Sedangkan untuk Peserta Non ASN 2.093 itu baik dari tingkat dinas, kecamatan maupun desa," katanya. 

Ia mengungkapkan, pihaknya akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah yakni melalui DPMD untuk ikut menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan. 

"Dari 412 desa belum sampai 50 persennya yang ikut BPJS Ketenagakerjaan, padahal untuk pekerja informal sendiri hanya iuran Rp 11 ribuan. Dan untuk pekerja Formal iuran mencapai Rp18 ribuan itu semuanya kalau dilihat sangat kecil tetapi manfaatnya sangat besar untuk para peserta maupun keluarganya," tambah Mulyana. 

Mulyana pun mengatakan, untuk klaim asuransi jaminan kecelakaan kerja maupun kematian, peserta akan mendapatkan haknya. 

"Untuk peserta yang meninggal bukan akibat kecelakaan kerja akan mendapatkan jaminan sebesar Rp 42 juta. Sedangkan untuk kematian, kalau meninggal akibat kecelakaan kerja dapat 48 kali upah dari perusahaannya yang akan diterima oleh ahli waris," katanya. (Nurdin)


Senin, 08 Februari 2021

Pagi Sebelum ke Kantor, Wali Kota Cirebon Sidak ke Kalijaga Harjamukti


Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, sebelum ke Kantor langsung sidak ke Kalijaga Harjamukti.


FOKUS CIREBIN, (FC) - Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis pagi Senin (8/2/2021), langsung meninjau beberapa titik yang rawan terjadi genangan. Kunjungan tersebut,  sebelum Wali Kota ke Balai Kota.

Salah satu kunjungannya, Nasrudin Azis langsung meluncur  ke Kalijaga Harjamukti. Sebab salah satu sungai ini, rawan banjir akibat meluap air sungai ke permukaan.

Dari hasil kunjungan tersebut, Wali Kota Cirebon melihat jika tadi subuh bibir sungai di Kalijaga ada yang terkikis. Salah satu pohon besar di sana ikut tergerus dan menutup bagian sungai.

"Saya langsung instruksikan dinas terkait untuk menangani. Di tengah cuaca yang seperti ini, semua harus berhati-hati saat aktivitas di luar rumah dan selalu jaga kesehatan," ujar Nasrudin Azis kepada warga setempat dan warga Cirebon pada umumnya. (Olan) 

Minggu, 07 Februari 2021

Hujan Seharian, Kabupaten Cirebon Dilanda Banjir

 


FOKUS CIREBON, FC- Hujan deras yang terus menerus turun di wilayah Cirebon sejak Minggu (7/2/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon terendam banjir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi di antaranya di Desa Gintung Lor Kecamatan Susukan, Gintung Kidul dan Gintung Tengah Kecamatan Ciwaringin, Desa Bojong Kecamatan Susukan, Desa Gamel dan Sarabau Kecamatan Plered, Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Desa Bakung Kidul, Kecamatan Jamblang, dan Perumahan Lovenia Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani.

Selain itu, banjir juga menggenangi Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, sebagian wilayah Kaliwedi, Kecamatan Arjawinangun serta sejumlah tempat lainnya.

Intensitas hujan yang terus menerus hampir sepanjang hari, menyebabkan air sungai meluap bahkan hingga masuk ke rumah warga.

Seperti yang terjadi di Blok Ambulu RT 05 RW 01, Desa Gintung Lor, Kecamatan Susukan. Banjir di wilayah tersebut, terjadi akibat luapan Sungai Ciwaringin dengan ketinggian sekitar 50 cm.

“Banjir masuk ke rumah warga sekitar 50 rumah. Warga tidak ada yang mengungsi dan tidak ada kerugian material,” kata Camat Susukan, Wawan Hermawan, Minggu (7/2/2021) sore.

Bahkan di Desa Gintung Kidul,  banjir bahkan mencapai ketinggian lutut orang dewasa hingga sampai satu meter. (Olan)

Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Lantik Ketua Markas Daerah Kab.Cirebon

FOKUS CIREBON, (FC) - Untuk melanjutkan misi organisasi dalam membangun bangsa dan negara, Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Ds. Sutejo, Ms, melantik Ketua Markas Daerah Kabupaten Cirebon, Ahmad Yani, Minggu (7/2/2021).

Hadir dalam pelantikan dan pengukuhan Ketua Mada Kabupaten Cirebon, di antaranya Markas Daerah Majalengka, Kuningan, Indramayu, Subang, Ciamis, Cianjur, Purwakarta, Bekasi dan Cianjur.

Selain itu juga disaksikan dan dihadiri oleh seluruh anggota LSM Barisan Rakyat Indonesia Mada Cirebon.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat LSM Barak Mada Cirebon di Jl.KH.Wahid Hasim Desa Mertapada Wetan Kec. Astanajapura Kabupaten Cirebon.

Pada pelantikan ini, Ketum Barak D, Sutejo,Ms mengangkat dan menyerahan SK kepada Ketua Markas Daerah Kabupaten Cirebon Kabupaten Masa bakti 2021-2026.

Ketua Umum DPP LSM Barak Indonesia memberikan imbauan dan harapan kepada Ketua Mada Kab.Cirebon untuk bisa menjaga narwah lembaga dan melaksanakan tanggung jawabnya dalam memberikan sesuatu yang sifatnya positif kepada seluruh masyarakat dengan berpegang teguh pada UUD 45 dan Pancasila.

"Saya berpesan kepada saudara Yani untuk bisa mengemban amanah sebagai Ketua Mada Kab.Cirebon dengan sebaik mungkin," pintanya.

Ketua Umum DPP LSM Barisan Rakyat Indonesia Ds. Sutejo, Ms, juga berpesan, laksanakan amanat kembaga, jadilah pejuang untuk kepentingan rakyat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan UUD 45 dan Pancasila sebagai dasar dimana kita harus bertindak dan berprilaku.

Dirinya juga menegaskan, bahwa berdirinya LSM Barisan Rakyat Indonesia (BARAK) ini, semata - mata demi kemaslahatan umat.

"Kita harus bertindak demi kepentingan rakyat, dengan tetap melaksanakan segala sesuatunya sesuai hukum yang berlaku, dan satu yang harus ditanam dalam hati sanubari , Jaga Marwah nama Lembaga dan organisasi," tegas Sutejo.

Disisi lain, ketua terpilih, Mada Barak Indonesia Kab. Cirebon Ahmad yani menyatakan siap dan istikomah untuk melaksanakan amanat lembaga dengan tetap menjaga marwah lembaga, sekaligus bertindak demi kepentingan rakyat dengan tetap berpegang pada aturan yang ditetapkan.

"intinya kami hadir demi rakyat dan siap menjadi pejuang untuk rakyat," ucapnya.  (Bambang)

Seharian Cirebon Diguyur Hujan, Warga Was-Was Jalan Berlobang dan Banjir Luapan


FOKUS CIREBON, (FC) - Hujan yang terus mengguyur wilayah Cirebon berlangsung seharian. Warga pun mulai was-was banjir luapan dan jalan berlobang, Minggu (7/2/2021).

Rasa was-was warga ini cukup beralasan, lantaran hujan turun sejak malam tadi. Terutama warga yang bermukim tak jauh dari sungai atau kali pembuangan limbah rumah tangga.

"Kalau banjir air nya cukup deras, dan yang dikhawatirkan jalan licin serta berlobang, karena tidak menutup kemungkinan kendaraan bisa terjatuh," papar Dwi Aprilianto, warga Arumsari, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Seperti juga diungkapkan Satria, warga Sumber ini hanya bisa mengurangi kecepatannya hingga seminimal mungkin, sebab lintasan jalan di Cempakaarum, depan SPBU jalannya rusak parah dan penuh lobang.

Hal senada juga disampaikan Agus Mulyadi warga Majasem, Kota Cirebon. Sebagai pedagang keliling, dirinya kerap takut jika di musim hujan, lantaran jalan licin dan banyak jalan rusak belobang.

"Jalan di Majasem itu kalau hujan lebat pasti banjir dan juga banyak yang rusak berlobang, belum lagi di jalan depan kantor PUPR Kota Cirebon, selain banjir, jalannya ttusak cukup parah.

" Saya pernah hampir terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Libang jalan yang tertutup air tak terlihat oleh mata, namun karena saya masih sigap, motor hanya oleng dan tidak sampai terjatuh, karena terrahan oleh kaki yang buru-buru menahan motor, kalau tidak pasti swkujur badan ini sudah babak belur," paparnya. (Maulana)

IAIN Cirebon Ditunjuk Sebagai Kampus Cyber Islamic University Hasil Kerjasama World Bank-Kemenag RI


FOKUS CIREBON, (FC) - Rasa bangga kembali datang dari civitas akademika IAIN Syekh Nurjati CIrebon. Pasalnya, kampus yang siap menjadi Univertas Islam Negeri (UIN) ini, mendapat kepercayaan baru dari Kementerian Agama Républik Indonesia sebagai kampus Cyber Islamic University.

Hal itu diketahui melalui pembahasan bersama terkait kerjasama Kemenag RI dengan Worl Bank (WB) melalui Join Zoom Meeting yang langsung dihadiri Dirjen M.Ali Ramdhani juga Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag serta para Wakil Rektor dan sejumlah pejabat IAIN Cirebon lainnya.

M.Ali Ramdhani menjelaskan maksud dari kerjasama tersebut, termasuk pemaparan materi pembahasan Cyber Islamic University pada sudut pandang kelebihan dan keunggulannya.

Dalam pembahasannya, M.Ali Ramdhani menjelaskan secara detail mengenai materi Cyber Islamic University, di antaranya materi tentang dasar hukum dan out putnya.

Menurut M.Ali Ramdhani, pokok bahasan pada Cyber Islamic Unuversity ini di antaranya Rasional dan Objective, Dasar Hukum, Dasar Penjaminan Mutu, Operasionalisasi, Time Line dan Kebutuhan.

Kemudian Out Come Cyber Islamic University ini tentu harus sebagai pionir campus dan raise institutnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menyangkut Rasional dan Objective, kata M.Ali Ramdhani, itu dikelompokan pada empat bagian, yakni Spirit dimana Cyber Islamice University ini Fokus mewujudkan kamous yang Ulil Albab yang ditandai dengan adanya Atitude, Skill dan Knowledge, sehingga Cyber Islamic University mampu melakukan Pendekatan, yakni menuju Smart Unversity, Pioneer Campus dan Raise Institut yang Out Come nya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.


Sementara itu, diketahuinya IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University, melalui sebuah kabar di mana Menteri Agama RI menghubungi Dirjen dan Dirjen M.Ali Ramdhani langsung menghubungi Rektor IAIN SNJ Cirebon jika Cirebon sebagai Cyber Islamic University. (Nurudin)

Kemenag RI Ajak IAIN Cirebon Bahas Kerjasama World Bank dalam Mewujudkan Cyber Islamic University


FOKUS CIREBON, (FC) - Menindaklanjuti pertemuan Menteri Agama RI dengan World Bank (WB), Kemenag Republik Indonesia mengundang IAIN Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon yang ditunjuk sebagai kampus Cyber Islamic University untuk bersama membahas detail wujud kerjasama anatara WB dan Kemenag dalam mewujudkan Cyber Islamic University (CIU) yang dilakukan melalui Join Zoom Meeting, Minggu (7/2/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut pihak World Bank (WB), Pejabat Kementerian Agama RI Jakarta, Rektor IAIN SNJ Cirebon, Dr H Sumanta M.Ag, Warek 1 Dr H Saefudin Juhri M.Ag, Warek II Dr Hj Kartimi M.Pd, Dekan FUAD, Dr Hajam MAg dan sejumlah civitas PTKIN lainnya.

Dr H Ali Ramdhani, salah satu Dirjen di lingkungan Kemenag RI memaparkan sejumlah materi dan pendalamannya terkait program kerjasama WB dalam mewujudkan Cyber Islamic University.

Pada kegiatan tersebut, diskusi hangat pun mengalir membahasa secara detail kerjasama WB ini dalam mewujudkan Cyber Islamic University. 


Pranata Humas IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Muhamad Arifin M.Pd.I menyatakan rasa bangganya di mana IAIN Cirebon sebagai kampus Cyber Islamic University oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. (din)

Sabtu, 06 Februari 2021

Dr KH Suteja M.Ag Bedah Materi Sihir dan Pencegahannya Lewat Zoom Meeting

Dr KH Suteja M.Ag yang juga Wakil Dekan FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah memberikan materi sihir dan pencegahannya yang digelar DPP Perempuan Bangsa.


FOKUS CIREBON, (FC) - Sihir masih menjadi topik hangat di kalangan masyarakat, lantaran dampak dari sihir itu menimbulkan kegaduhan sosial. Bahkan dalam kacamata agama, sihir dipandang sebagai perbuatan yang melanggar syar'i. Demikian disampaikan Dr KH Suteja M.Ag pada kegiatan meeting zoom yang digelar oleh DPP Perempuan Bangsa, Sabtu (6/2/2021).

Pada lintasan sejarah kenabian dan ke rosulan, mukjizat yang dimiliki para nabi dan rosul oleh orang-orang terdahulu itu dianggap sebagai sihir, padahal sesungguhnya berbeda antara sihir dan mukzijat.

Sihir menurut Suteja, itu melalui perantara jin sedang mukzijat itu datangnya langsung dari Allah SWT. Sehingga sihir menjadi perbuatan yang di luar kelaziman dan bertentangan dengan syar'i.

"Jin itu bisa menyerupai ular, tikus, burung dan lainnya. Dan sihir menyerang syaraf otak manusia. Sehingga ini sangat bertentangan dengan syar'i," papar Suteja.

Dijelaskan, jika ada yang bermimpi buruk, kata Imam Syafi'i sebaiknya segera bangun, mandi dan berwudlu, kemudian langsung melaksanakan shalat. 




Pada kajian materi sihir dan pencegahannya, banyak hal yang dikupas secara detail oleh narasumber KH Suteja, materi ini tentu sangat memberikan pemahaman kepada audiens dan akan mampu menyimpulkan apa sesungguhnya sihir itu dan bagaimana menurut kacamata agama dan sosial. 

Sementara itu, peserta kajian sihir dan pencegahannya lebih didominasi para wanita, yakni para ibu nyai perempuan bangsa dan lainnya.


Kegiatan ini juga melibatkan peserta dari DPP, DPW, DPC Perempuan Bangsa Se-Indonesia serta hadir Ketua Bidang Dakwah, Dr.Hj.Iemas Masithoh M.Noor, SH,MH, juga pengurus DPP Perempuan Bangsa, Siti Mukaromah (Ketua Umum) dan Miftahul Janah (Sekjen). (din)

Kapolresta Cirebon Tinjau Desa Babakan Ciwaringin Penyandang Gelar Desa Tangguh


FOKUS CIREBON, (FC) - KAPOLRESTA Cirebon Kombes Pol. M. Syahduddi. S.I.K, M.S.i. meninjau kampung tangguh ‘Tohaga’ di desa Babakan, kecamatan Ciwaringin, kabupaten Cirebon, Sabtu (6/1/2021).

Menurutnya kampung tangguh ‘Tohaga ‘adalah masyarakat tangguh dalam segi keamanan, ketahanan pangan, kemudian ketangguhan dalam komunikasi dan informasi, kesehatan juga ketangguhan dalam menghadapi Covid-19.

“Kampung tangguh adalah program di mana lonjakan terindikasi masyarakatnya positif covid 19 cukup tinggi, dengan cara ini diharapkan penanganan penyebaran virus covid 19 ini mudah diatasi secara sistematis dan terdeteksi secara awal ditangani secara dini agar penyebarannya tidak membesar,” jelasnya.

Ditambahkan, sehingga masyarakatnya sudah dapat secara mandiri bertahan hidup dengan suplay bahan makanan yang ada di lingkungan sekitar secara swadaya masyarakat, dan juga kebutuhan ekonomi pendukung lainnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat sekitar.

Desa Babakan Ciwaringin dianggap layak menyandang gelar desa tangguh dikarenakan penduduknya yang mayoritas  dari luar daerah dan juga wilayah kecamatan sekitar, sudah sering kali mengadakan test swab dan antigen kepada seluruh santrinya. Ditambah banyak posko penanganan Covid-19 yang ada di desa tersebut, serta para santri di masing-masing pondoknya membuat kebun mandiri tanaman pokok makanan seperti sayuran, buah-buahan, dan juga apotek hidup yang ditanam secara swadaya oleh para santrinya.

Semua kriteria yang ada sudah memenuhi syarat untuk menyandang predikat kampung tangguh, hal itu juga yang diutarakan oleh Camat Ciwaringin, H Kholidin Supriyadi, S.Sos, M.Ak. dalam sesi sambutannya di depan para tamu undangan.

Ditambahkannya lagi, bahwa pasien yang diduga positif covid 19 angkanya menurun sangat drastis dikarenakan masyarakatnya saling bahu-membahu dalam penanganannya, serta peran aktif para ulamanya yang sangat bijaksana dan cekatan dalam menginformasikan alur santrinya yang keluar masuk pondok dan juga test swab antigen secara mandiri.

H. Syatori, selaku Kepala Desa Babakan, Ciwaringin mengaku sangat bangga dan mengapresiasi atas predikat kampung tangguh yang disandangnya, dan diharapkan kami dapat mempertahankan predikat tersebut dan juga semoga virus Corona ini hilang dari negeri ini khususnya Desa Babakan Ciwaringin, ungkapnya kepada awak jurnalis yang meliput di lokasi kegiatan.

Kapolsek Ciwaringin, AKP. Iwan Gunawan, SH juga menambahkan pesan agar masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon ini agar selalu mematuhi prokes yang telah ditetapkan pemerintah baik pusat maupun daerah.

"Jangan lupa menggunakan masker di setiap kegiatan di luar rumah dan 5M harus tetap dipatuhi oleh kita semua seluruh masyarakat khususnya yang ada di Kecamatan Ciwaringi," tandasnya.  (Fiki)

Jumat, 05 Februari 2021

Wakil Wali Kota Cirebon Menerima Kunjungan Wakil Wali Kota Tarakan Kalimantan

Wakil Walikota Cirebon dan Wakil.Walikota Tarakan Kalimantan

FOKUS CIREBON, FC - Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati  menerima kunjungan Wakil Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Effendy Djuprianto, di ruang kerjanya, Jumat, 5 Februari 2021.

Usai pertemuan, Eti Herawati menyampaikan, peluang yang ada diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pengusaha di Kota Cirebon. Membuka peluang usaha dengan kerjasama antar pemerintah daerah bisa mengentaskan kemiskinan.

“Kebetulan kita satu grup di grup wakil wali kota dan bupati seluruh Indonesia. Pak Pendi ini juga aktif dalam berbagai kegiatan,” ungkap Eti.

Di masa pandemi Covid-19 ini, para wakil wali kota dan bupati di seluruh Indonesia, mendapatkan tugas untuk mengentaskan kemiskinan.

“Kedatangan beliau salah satunya untuk itu. Kami telah membicarakan sejumlah peluang kerja sama yang bisa membuka peluang usaha sekaligus pengentasan kemiskinan dan tadi beliau konsentrasi ke perikanan,” ungkap Eti.

Tarakan memiliki potensi perikanan yang besar yang bisa dimanfaatkan baik oleh Kota Cirebon maupun Kota Tarakan.

Salah satunya dengan mengirimkan tenaga kerja dari Kota Cirebon untuk memberikan pelatihan, seperti pelatihan packaging serta berbagai pelatihan lainnya. Untuk itu, Eti meminta kepada pengusaha di Kota Cirebon untuk bisa menangkap peluang bisnis ini. “Ini angin segar untuk pengusaha,” ungkap Eti.

Dengan begitu akan semakin banyak tenaga kerja yang terserap sehingga pengentasan kemiskinan bisa dilakukan. “Mudah-mudahan kerja sama antar kota ini bisa berjalan dengan baik,” ungkap Eti.

Sementara itu Wakil Wali Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Effendy Djuprianto, menjelaskan bahwa dirinya merupakan pengusaha sebelum menjadi wakil wali kota. “Saya berusaha di sektor perikanan,” ungkap Effendy. Yaitu menjual ikan kering dan salah satu kota penjualannya yaitu Kota Cirebon.

Effendy menilai, baik Kota Cirebon maupun Kota Tarakan sama-sama memiliki potensi kelautan dan perikanan yang bisa dikembangkan. Untuk itu Effendy berkunjung ke Kota Cirebon, yaitu mendorong pemanfaatan potensi dan kerja sama antara Pemda Kota Cirebon dan Kota Tarakan.

Sedangkan Ketua Kadin Kota Cirebon, Edi Mulyana menyambut positif informasi dan peluang yang sangat berharga ini. Nantinya mereka akan fokus ke pelatihan dan pembinaan sumber daya manusia (SDM). “Ini merupakan jembatan awal kerja sama yang baik,” ungkap Edi.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DPUKM) Kota Cirebon, Dra. Hj. Maharani Dewi, menjelaskan, salah satu peluang yang bisa diambil yaitu produk-produk dari Kota Tarakan bisa diolah oleh UMKM di Kota Cirebon. “Seperti keripik yang kita ekspor ke Belgia,” ungkap Maharani. Bahannya di dapatkan dari daerah lain namun UMKM di Kota Cirebon mengolahnya menjadi produk yang siap dijual bahkan diekspor. (Nur)


Tax Center IAIN Cirebon Bekerjasama DJP Jabar 2 dan KPP Cirebon 1 Terbuka Untuk Umum

Ketua Tax Center IAIN SNJ Cirebon tengah memberikan pelatihan pajak bersama KPP Cirebon 1, di Kampus setempat. (Foto/Nurudin)


FOKUS CIREBON, (FC) - Lembaga yang bergerak di pengurusan pajak bernama Tax Center, kini ada di IAIN SNJ Cirebon, yang dikelola langsung oleh Fakuktas Syariah. Tax Center IAIN Cirebon ini bekerjsama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat 2 dan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1.

Ketua Tax Center, Nining Wahyuningsih SE MM, yang juga Ketua Prodi Akutansi Syariah pada Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Cirebon mengatakan, saat ini Teks Center tengah mengadakan pelatihan kelas pajak yang pesertanya adalah peserta baru tahun 2021 yakni mahasiswa dan relawan pajak yang pernah ikut pada pelatihan relawan pajak pada tahun 2020.

Pada kegiatan tersebut, peserta dibagi kedalam dua kelas dengan jumlah 40 peserta dengan tetap menjalankan Prokes dan instruktur atau pelatih dari Kantor Pratama Pajak Cirebon.

"Pelatihan kelas pajak pesertanya adalah relawan pajak Tax Center IAIN Cirebon, di mana kegiatan ini dilakukan untuk persiapan nanti relawan pajak turun ke lapangan untuk membantu wajib pajak, yakni laporan SPT," kata Nining, Kamis (5/2/2021) di lokasi kegiatan.

Nining juga menegaskan bahwa Tax Center sendiri merupakan lembaga yang bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yakni DJP Jawa Barat 2 di Bekasi. Sedang di Cirebon dengan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1.

Dijelaskan, bahwa Tax Center IAIN Cirebon merupakan satu dari 13 Teks Center Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Barat. 

Tax Center sendiri berdiri sejak Februari 2020, berarti sudah berjalan satu tahun dan ini adalah kegiatan yang kedua kelas pajak, yang mana pada tahun 2020 pihaknya sudah merekrut relawan pajak yakni mahasiswa IAIN SNJ Cirebon, khususnya mahasiswa syariah.

"Untuk relawan yang tahun 2020, memang sebelumnya sudah diberikan pelatihan, tapi karena terkendala cobid 19 sehingga tidak semua relawan pajak ini diturunkan ke lapangan. Namun kegiatan tetap dilakukan secara online," paparnya.

Ditegaskan, bahwa Tax Center ini juga bukan untuk mahasiswa syariah saja, tetapi juga bisa untuk mahasiswa seluruh fakultas yang ada di IAIN SNJ Cirebon serta CPNS, dan masyarakat umum, dengan perbandingan 80% mahasiswa dan 20% masyarakat umum.

Nining juga menjelaskan, bahwa relawan tax center ini melalui proses perekrutan untuk relawan pajak dan ini sesuai ketentuan DJP Jabar 2. 

Sedangkan peran tax center sendiri, kata Nining, selain memberikan pembekalan dan pelatihan juga menjadi sosialisasi literasi masyarakat tentang pajak.

"Artinya gini, kita membantu SPT nya orang di lingkungan kampus IAIN SNJ Cirebon, yakni yang wajib pajak terdiri dari dosen, karyawan dan staf itu kita bantu dan tax centernya ada di Fakuktas Syariah," terangnya.

Sementara tujuan kegiatan pelatihan pajak ini, tentu diharapkan adanya output. "Untuk itu kami memberikan bekal terlebih dan nantinya diharapkan memiliki kemampuan dalam hal meneliti, merisset dan mengelola perpajakan," ucapnya diakhir perbincangan dengan www.fokuscirebon.com (din)




Tax Center IAIN Cirebon Gelar Pelatihan Pajak


FOKUS CIREBON, (FC) - Sebanyak 40 peserta pada Jum'at (5/2/2021), mengikuti pelatihan pajak yang digelar di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Kegiatan tersebut digelar bekerjasama dengan Kantor Pratama Pajak (KPP) Cirebon 1 dengan Tax Center IAIN SNJ Cirebon.

Nining Wahyuningsih SE MM, Ketua Tax Center IAIN Cirebon menjelaskan bahwa pada kegiatan pelatihan pajak ini, peserta dibagi kedalam dua kelas, yakni masing-masing kelas berisikan 20 peserta. 

Di mana 20 peserta merupakan relawan pajak hasil rekrutmen dan pelatihan tahun 2020, sedangkan satu kelas berikutnya adalah peserta tahun 2021.

Pada kegiatan pelatihan ini, narasumber atau pelatihnya dari Kantor Pratama Pajak Cirebon 1. Dan diharapkan nanti outputnya mereka dapat membatu di lapangan untuk membantu wajib pajak yakni laporan SPT dan lainnya. 

Sementara itu, H.Muhamad Arifin M.Pd.I, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon menyatakan bahwa dengan adanya kegiatan pelatihan pajak tersebut diharapkan para mahasiswa memiliki pengetahuan tambahan yang nantinya berguna bagi dirinya sendiri ataupun IAIN Cirebon secara institusi maupun nanti pada dunia kerja yang sesungguhnya.

"Ya, patut diapresiasi dan tentunya kegiatan ini memiliki nilai tambah bagi mahasiswa untuk bekal nanti, sehingga diharapkan momentum pelatihan tersebut dapat diikuti dengan serius dan dimanfaat dengan sebaik mungkin," tandasnya. (din)

Kamis, 04 Februari 2021

IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menjadi Yang Pertama Cetak Al Quran dengan Terjemahan Bahasa Cirebon


Focus Group Discussion  (FGD) LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah berdiskusi tentang penerjemahan Al-Qur'an dalam Bahasa Cirebon bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi, Balitbang-Diklat, Kemenag RI di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan. 


FOKUS CIREBON, (FC) - Pertemuan Tim peneliti dan penerjemah Al Quran ke Bahasa Cirebon, IAIN Syekh Nurjati Cirebon maupun dari tim Puslitbang Lektur, Kemenag RI Jakarta, Kamis (4/2/2021), bertemu dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Prabayaksa Keraton Kacirebonan. 

Ketua Program Pelaksana Penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon, Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan, program penerjemahan Al Quran Bahasa Cirebon ini kerjasama IAIN Cirebon dengan Puslitbang Lentur,  Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Kemenag RI.

Program ini, kata Yani, sudah diinisiasi IAIN Cirebon sejak tahun 2020. "Penerjemahan Al Quran  bahasa Cirebon ini mungkin baru yang pertama di wilayah III Cirebon dan ini bisa menjadi monumental," paparnya.

Yani juga menyambut baik kerjasama ini, pihaknya berharap kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Bangsal Keraton Kacirebonan ini dapat menghasilkan input dan auput dari pencarian (diskusi) iluminasi bahasa daerah (Cirebon) yang digunakan pada penerjemahan Al Quran nanti.

Maka, untuk itu, di kegiatan FGD ini terdapat dua fokus pembahasan  yang membutuhkan masukan tim Puslitbang Lektur. Pertama menyangkut progress sepanjang tahun 2020 yakni apa yang harus segera diselesaikan dengan Puslitbang Lektur, baik soal pakem, prosedur ataupun soal standardisasinya.

"Terutama tata kelola penerjemahan tersebut seperti apa prosedurnya, jadi kami akan ikut standar versi Puslitbang Lektur," kata Ketua LPM IAIN SNJ Cirebon Dr H Ahmad Yani M.Ag.

Sedang menurut penerjemah, Muchtar zaidin menyatakan bahwa penerjemahan alquran ke bahasa daerah atau Bahasa Cirebon, karena ini ada sebuah kesepakatan, di mana hasilnya sepakat untuk kebaikan.

Mukhtar Zaidin juga mencontohkan sejumlah perbandingan penerjemahan bahasa dari sejumlah buku yang dibawanya. Dirinya menjelaskan ada perbedaan antara soal bahasa tutur dan bahasa tulis yakni pada buku yang dirilis pada tahun 1700, 1800 dan seterusnya.

"Bahasa tutur dan bahasa tulis itu menyangkut perbedaan bahasa yang digunakan di Pondok Pesantren dan yang digunakan di Keraton, kita tinggal mencari kesepakatan, tentunya dimulai dari bahasa kuno, madya dan bahasa modern (milineal), karena hasil penerjemahan ini untuk kebaikan," terangnya.

Sementara menurut Dr Hj Rohmah, peneliti dari Puslitbang Lektur, Kemenag RI, lebih menajamkan pada materi tata kelola atau skema penerjemahan.


Menurutnya, penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon ini, harus disesuaikan dengan mekanisme dan aturan yang ada. "Jadi frame  nya harus mengikuti Lektur yang ada. Di mana naskah landasannya adalah alquran terjemah versi Kemenag RI tahun  2019," jelasnya.

Di tengah pemaparanya, Rohmah dihadapan para peneliti dan penerjemah mengapresiasi langkah tim IAIN Cirebon karena sudah merampungkan penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon hingga mencapai 10 juz. (din) 





DPRD Kota Cirebon Mendapat Dukungan Untuk Menyelesaikan Rencana Hibah Lahan YPSGJ

Aliansi Ormas, LSM dan OKP Kota Cirebon memberikan dukungan kepada DPRD Kota Cirebon terkait soal hibah lahan YPSGJ


FOKUS CIREBON, FC – DPRD Kota Cirebon mendapatkan dukungan untuk menyelesaikan pembahasan rencana hibah lahan untuk Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati (YPSGJ). Pembahasan di panitia khusus (pansus) DPRD sendiri sudah hampir selesai.

Dukungan tersebut disampaikan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP Kota Cirebon saat audiensi di ruang Griya Sawala gedung DPRD, Kamis (4/2). Mereka menilai rencana hibah tanah Pemkot Cirebon ke YPSGJ harus didukung semua pihak.

“Langkah yang sangat baik dan sudah tepat dari pemerintah kota. Sekarang tinggal bagaimana persetujuan dari DPRD. Kami mendukung untuk diselesaikan pembahasannya dan bisa disetujui,” ungkap perwakilan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP, Reno Sukriano.

Ia menilai, hibah lahan seluas 10,3 hektar untuk pengembangan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) akan berdampak positif bagi dunia pendidikan. Apalagi yang akan dikembangkan adalah Fakultas Kedokteran.

“Ada komitmen dari UGJ juga untuk beasiswa bagi warga Kota Cirebon. Menurut saya ini kesempatan yang sangat baik, sehingga harus didukung bersama. Nanti anak-cucu kita yang akan merasakan manfaatnya,” kata Reno.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan Aliansi Ormas, LSM, dan OKP, beberapa wakil rakyat yang menemui memberikan tanggapan. Seperti disampaikan Ketua Fraksi PAN Dani Mardani SH MH, Ketua Fraksi Partai Golkar Agung Supirno SH, Ketua Fraksi PPP dr H Doddy Ariyanto MM, hingga pimpinan DPRD.

“Prinsipnya kami mendukung upaya pengembangan pendidikan. Sebagai warga Kota Cirebon, kami bangga atas kehadiran UGJ. Apalagi memiliki Fakultas Kedokteran dan memang harus terus dikembangkan,” kata Affiati.

Namun demikian, Affiati menegaskan, pihaknya akan tetap berhati-hati dalam memutuskan terkait persetujuan rencana hibah lahan untuk YPSGJ. “Kedepankan asas kehati-hatian. Agar tidak ada persoalan di kemudian hari,” katanya. (din)

Rabu, 03 Februari 2021

Puslitbang Kemenag RI Ajak Kerjasama IAIN Cirebon


FOKUS CIREBON,  (FC) - Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag bersama 7 orang tim lainnya mengunjungi kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon,  Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring terkait kerjasama yakni pengerjaan mushap Al Quran dengan penerjemahan Bahasa Cirebon serta dialog kebudayaan, Rabu (3/2/2021).

Rombongan Prof. Dr. M. Arskal Salim GP ini diterima langsung oleh Rektor IAIN SNJ Cirebon bersama unsur pimpinan lainnya, seperti Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Dedy Djubaedi MA, Warek II Dr Hj Kartimi M.Pd, Warek III Dr H Ilman Nafia M.Ag, Dekan Fakultas FUAD,  Dr H aja M.Ag dan Ketua LPM IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ahmad Yani M.Ag.

Dr H Ahmad Yani M.Ag mengatakan,  inti dari kedatangan Prof. Dr. M. Arskal Salim GP beserta tim ke kampus IAIN Cirebon adalah untuk mengajak kerjasama, yakni dua kegiatan di tahun 2021.

Dua kegiatan tersebut pertama penerjemahan Al Quran dengan Bahasa Cirebon dan kegiatan yang kedua adalah dialog kebudayaan.

"Penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon ini sebenarnya merupakan inisiatif pihak kampus dan Rektor IAIN SNJ Cirebon dan hasilnya ingin dipersembahkan kepada pemerintah dan masyarakat. Disamping juga sebagai momentum di masa akhir jabatan pak Rektor," terang Ahmad Yani.

Dia juga menjelaskan bahwa penerjemahan Al Quran ke Bahasa Cirebon sebenarnya saat ini progresnya sudah sampai di 10 juz, dan ini akan terus berpotensi sampai ke penyelarasan hingga pengeditan untuk standardisasi penerjamahan alquran dengan bahasa jawa.

"Prof Dr M.Arskal Salim GP, M.Ag yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Litbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengajak kerjasama IAIN SNJ Cirebon," jelas Yani. 

Bahkan besok, Kamis (4/2/2021), akan mengkaji/membahas soal iluminasi (hiasan) bertempat di Keraton kecirebonan, yang langsung di ketuai oleh Dr H Ahmad Yani M.Ag dan Puslitbang sebagai tim monitoring.

Dialog kebudayaan ini, kata Yani, merupakan gagasan Puslitbang untuk menggali budaya Cirebon, khususnya konsultan Cirebon yang targetnya adalah membuat direktori tentang Kesultanan Keraton Keraton di Cirebon. Kegiatan tersebut direncanakan dua tahun anggaran. 

Yani juga menjelaskan, tim ahli pada  penerjemahan Al Quran ke dalam Bahasa Cirebon, di antaranya Prof Dr H Akshin S.Muhamad MA, drh H Bambang Irianto BA, Dr Hj Eva Nurarofah M. Hum, Dr H Opan Safari Hasim M.Hum (Filolog dan budayawan), H Rizal Mahdi MA, Muhamad Muchtar Zaidin, Dr H Sumanta M.Ag dan Dr Ahmad Yani M.Ag 

"Nama-nama tersebut di atas sebagai tim ahli, sedangkan mushaf terjemah al quran ini tujuannya untuk dakwah yang digali sesuai kearifan lokal dan juga untuk mengembangkan serta melestarikan bahasa daerah," papar Ketua LPM IAIN SNJ Cirebon, Dr H Ahmad Yani M.Ag menutup perbincangan dengan awak media.

Sementara H Muhamad Arifin M.Pd.I, Pranata Humas IAIN SNJ Cirebon menyatakan, dengan progress 10 juz dengan terjemahan Bahasa Cirebon, tentu ini patut diapresiasi, mengingat penerjemahan Al Quran dengan Bahasa Cirebon akan memberikan nilai positif bagi IAIN Cirebon juga bisa menjadi monumental," tandasnya.  (din)