Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 07 Juli 2024

Kontingen Kabupaten Cirebon Siap Berlaga Di Porsenitas XI 2024

KABUPATEN CIREBON — Puluhan atlet dan official yang tergabung dalam Kontingen Kabupaten Cirebon, siap berlaga pada ajang Pekan Olahraga dan Seni antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XI Tahun 2024.

Tim tersebut secara resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (5/7/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menekankan, bahwa kegiatan ini diadakan untuk mempererat persahabatan dan meningkatkan komunikasi, serta kolaborasi di wilayah perbatasan.

Menurut Wahyu, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan, mengingat pentingnya sinergi antarwilayah untuk memastikan kesejahteraan warga.

“Gunakan ajang ini untuk mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif seperti Porsenitas ini, dapat menjadi platform yang efektif untuk memperkuat jejaring dan membangun komunikasi yang lebih baik antara daerah.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat membuka peluang bagi setiap daerah untuk berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan menemukan solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi.

Wahyu juga berpesan, pada ajang silaturahmi yang dikemas dalam bentuk olahraga dan seni ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi lebih pada memperkuat jejaring serta komunikasi antardaerah.

Meskipun meraih prestasi merupakan hal yang membanggakan, Wahyu menilai, prioritas dari gelaran ini tetaplah untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi yang solid.

Ia mengingatkan, para atlet dan official untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga semangat persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Kami mengapresiasi semangat para atlet dan official yang siap berlaga, serta mengajak mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membangun hubungan yang positif dengan kontingen dari daerah lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin SSos MSi yang juga bertindak sebagai Tim Manager Porsenitas Kabupaten Cirebon, menyampaikan bahwa Porsenitas kali ini akan diselenggarakan di Cilacap.

Ikin menyebut, Kontingen Kabupaten Cirebon berlaga pada beberapa cabang olahraga, seperti catur, voli pantai, atletik, tenis meja, dan tenis lapangan yang diikuti dengan total peserta sekitar 60 orang.

“Target utamanya adalah untuk menjalin silaturahmi dengan daerah lain, sementara prestasi menjadi nilai tambah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Porsenitas yang diadakan setiap tahun dengan lokasi bergilir di 10 daerah, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antardaerah demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kontingen Kabupaten Cirebon telah siap untuk berlaga dan diharapkan akan memberikan yang terbaik di Porsenitas XI 2024,” pungkasnya. (din)

Jumat, 05 Juli 2024

Mahasiswa KKN Yayasan Baitul Mal PLN Generasi Cahaya Pintar UIN Siber Cirebon Luncurkan 13 Program KKN di Desa Cipanas

15 Mahasiswa KKN UIN Siber Cirebon Laksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cisaat, Kabupaten Cirebon 



CIREBON, FC - Yayasan Baitul Mal PLN Generasi Cahaya Pintar Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cipanas, Blok Pagar Gunung, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat, 5 Juli 2024.

KKN yang akan dilakukan selama satu bulan penuh dari tanggal 1 hingga 30 Juli 2024 ini mengambil tema "Penguatan Sumber Daya Manusia di Blok Pagar Gunung Desa Cipanas Melalui Pendidikan, UMKM dan Kesehatan".

Dede Al Mustaqim menjelaskan, ada 15 mahasiswa KKN di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang ini, nama-nama mahasiswa tersebut : 

1. Dede Al Mustaqim (Jurusan Hukum Ekonomi Syariah) 2. Yuda (Hukum Ekonomi Syariah) 3. Nizar Anwar (Hukum Ekonomi Syariah) 4. Habibah Hurul Ain (Hukum Keluarga Islam) 5. Lutfi Aminullah (Ekonomi Syariah) 6. Nita Safitri (Akuntansi Syariah) 7. Rizal Nurdin (Akuntansi Syariah) 8. Sela Nur Sholawati (Akuntansi Syariah) 9. Risna Risnawati (Bahasa dan Sastra Arab) 10. Oca Sakilah (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) 11. Ayu Munjiyati (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) 12. Winda Waqiah (Tadris Bahasa Inggris) 13. Fitri Novianti (Akidah Filsafat Islam) 14. Alfiyah Makarrim (Tasawuf dan Psikoterapi) 15. Muhammad Khoerul Umam (Komunikasi dan Penyiaran Islam).

Sementara dari kegiatan KKN ini, kata Dede Al Mustaqim, mahasiswa melaksanakan 13 program kegiatan, di antaranya  :

1. Pendampingan UMKM dan workshop digital marketing. 2. Pemberian Bantuan Alat pengrajin untuk para pengrajin bambu dengan tujuan memperlancar usaha. 3. Mengajar di SDN 3 Cipanas. 4. Mengajar Mengaji di Masjid Baiturrahman Blok Pagar Gunung. 5. Senam Pagi bersama masyarakat blok pagar gunung. 6. Kajian Fiqih dengan jemaah masjid baiturrahman Blok Pagar Gunung. 7. Marhabanan setiap malam senin di masjid baiturrahman Blok Pagar Gunung. 8. Tahlil dan baca Yasin Bersama setiap malam jumat di masjid Baiturrahman Blok Pagar Gunung. 9. Pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat pagar gunung. 10. Memberikan gizi sesaat untuk anak-anak pagar gunung dengan tujuan mencegah stunting. 11. Pemberian alat kesehatan untuk masyarakat Blok Pagar Gunung. 12. Peringatan malam muharraman. 13. Pawai obor di malam muharraman. (din)

Kontingen Kabupaten Cirebon Siap Berlaga di Porsenitas XI 2024

KABUPATEN CIREBON - Puluhan atlet dan official yang tergabung dalam Kontingen Kabupaten Cirebon, siap berlaga pada ajang Pekan Olahraga dan Seni antar Daerah Perbatasan (Porsenitas) XI Tahun 2024.

Tim tersebut secara resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi di Ruang Paseban, Setda Kabupaten Cirebon, Jumat (5/7/2024).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon menekankan, bahwa kegiatan ini diadakan untuk mempererat persahabatan dan meningkatkan komunikasi, serta kolaborasi di wilayah perbatasan.

Menurut Wahyu, tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan, mengingat pentingnya sinergi antarwilayah untuk memastikan kesejahteraan warga.

“Gunakan ajang ini untuk mempererat hubungan dan optimalisasi layanan kepada masyarakat di daerah perbatasan,” katanya.

Ia menjelaskan, inisiatif seperti Porsenitas ini, dapat menjadi platform yang efektif untuk memperkuat jejaring dan membangun komunikasi yang lebih baik antara daerah.

Kegiatan tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat membuka peluang bagi setiap daerah untuk berbagi pengalaman, belajar satu sama lain, dan menemukan solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi.

Wahyu juga berpesan, pada ajang silaturahmi yang dikemas dalam bentuk olahraga dan seni ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi lebih pada memperkuat jejaring serta komunikasi antardaerah.

Meskipun meraih prestasi merupakan hal yang membanggakan, Wahyu menilai, prioritas dari gelaran ini tetaplah untuk membangun kebersamaan dan kolaborasi yang solid.

Ia mengingatkan, para atlet dan official untuk selalu menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga semangat persaudaraan selama kompetisi berlangsung.

“Kami mengapresiasi semangat para atlet dan official yang siap berlaga, serta mengajak mereka untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tidak hanya untuk bertanding, tetapi juga untuk membangun hubungan yang positif dengan kontingen dari daerah lain,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin SSos MSi yang juga bertindak sebagai Tim Manager Porsenitas Kabupaten Cirebon, menyampaikan bahwa Porsenitas kali ini akan diselenggarakan di Cilacap.

Ikin menyebut, Kontingen Kabupaten Cirebon berlaga pada beberapa cabang olahraga, seperti catur, voli pantai, atletik, tenis meja, dan tenis lapangan yang diikuti dengan total peserta sekitar 60 orang.

“Target utamanya adalah untuk menjalin silaturahmi dengan daerah lain, sementara prestasi menjadi nilai tambah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Porsenitas yang diadakan setiap tahun dengan lokasi bergilir di 10 daerah, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan antardaerah demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kontingen Kabupaten Cirebon telah siap untuk berlaga dan diharapkan akan memberikan yang terbaik di Porsenitas XI 2024,” pungkasnya. (din)

Rabu, 03 Juli 2024

DPRD Setujui Raperda PP APBD 2023 Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — DPRD Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan (PP) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2023 di Ruang Abhimata Paripurna, DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (3/7/2024). DPRD menyetujui dan mengesahkan Raperda PP APBD 2023 menjadi Perda.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi dalam sambutannya menyampaikan, dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyampaikan Raperda tentang PP APBD 2023 melalui sidang Paripurna pada 10 Juni 2024.

Penyampaian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Cirebon merupakan representasi akuntabilitas dan transparansi. Wahyu mengatakan, laporan keuangan Pemkab Cirebon TA 2023 disusun berdasarkan peraturan perundang-udangan, kecukupan pengungkapan, serta penyajian laporan berdasarkan standar akuntansi pemerintah (SAP) berbasis akrual.

Dalam proses pembahasan Raperda tersebut, dikatakan Wahyu, DPRD Kabupaten Cirebon memberikan saran, dan saran tersebut kemudian dijadikan evaluasi dan perbaikan untuk ke depannya.

“Ada beberapa hal yang harus kita optimalkan, di antaranya pendapatan dan itu merupakan salah satu yang menjadi catatan. Kemudian optimalisasi belanja, itu juga menjadi bagian yang memang jadi catatan yang diperhatikan, serta beberapa hal lainnya,” ucap Wahyu.

“Kami juga haturkan terima kasih atas saran-saran yang disampaikan. Alhamdulillah, hari ini dilakukan persetujuan pertanggungjawaban APBD 2023,” tambahnya.

Selanjutnya, dalam waktu paling lambat tiga hari, Raperda PP APBD 2023 akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk evaluasi.

Selain agenda persetujuan Raperda PP APBD tahun 2023, DPRD Kabupaten Cirebon juga menggelar rapat paripurna dengan agenda Penetapan Perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Cirebon Tahun 2024, dan Hantaran Bupati terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJD).

Dalam sambutannya pada paripurna Penetapan Perubahan Propemperda Kabupaten Cirebon Tahun 2024, Wahyu menjelaskan, badan riset dan inovasi daerah dijelaskan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 tahun 2021 tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Badan riset dan inovasi daerah dibentuk oleh pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan setelah mendapatkan pertimbangan di tingkat nasional.

“Pembentukan badan riset dan inovasi daerah disebut BRIDA, dapat diintegrasikan dengan perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang perencanaan pembanngunan, atau perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang penelitian dan pengembangan,” jelas Wahyu.

Kabupaten Cirebon telah memiliki Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Wahyu mengatakan, Perda tersebut masih memiliki kekurangan, serta belum menampung kebutuhan riset dan inovasi, sehingga perlu diubah.

“Perlu diubah nomenklatur bidang penelitian dan pengembangan, menjadi bidang riset dan inovasi. Sekaligus menambah tugas dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa badan riset dan inovasi menjadi bagian penting, sebab merupakan bagian dari adaptasi perkembangan zaman. Keputusan kebijakan daerah, lanjut Wahyu, harus dikembangkan dalam bentuk inovasi dan riset.

“Ini jadi hal penting untuk penguatan di dalam perangkat daerah kita,” katanya usai paripurna. (din)

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat pimpinan (rapim) dengan fokus utama membahas progres pembangunan dan capaian target di berbagai sektor, Senin (1/7/2024). Rapat yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dan koordinasi efektif antarinstansi. Ia menjelaskan, rapat ini menjadi wadah untuk mengevaluasi dan menyesuaikan strategi pembangunan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Sebab, koordinasi antarperangkat daerah perlu diperkuat dalam mencapai tujuan tersebut. Dalam rapat ini, Wahyu menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur, termasuk pembenahan jalan, serta pentingnya melaporkan progres secara berkala. “Setiap bulan, laporan progres dari setiap perangkat daerah harus terstruktur dan diekspos dengan jelas,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan responsivitas pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang dinamis, terutama pada layanan publik. “Kualitas layanan publik harus terus ditingkatkan, dengan membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat,” tambah Wahyu. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd menjelaskan, ada beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat tersebut. Misalnya, kata dia, terkait capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi, serta menyiapkan strategi dalam menghadapi isu nasional, seperti kebocoran data dan judi online. Hilmy menyebut, kegiatan ini penting dilakukan untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi dinamika kompleks dalam pembangunan daerah. Ia menegaskan perlunya kesinambungan dalam koordinasi lintas sektor, untuk menghadapi tantangan baru yang muncul. “Komitmen untuk mendukung kebijakan nasional, harus diwujudkan dengan tindakan konkret di tingkat daerah,” katanya. Rapim kali ini diharapkan, dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan memperkuat kinerja pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. (din)

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar rapat pimpinan (rapim) dengan fokus utama membahas progres pembangunan dan capaian target di berbagai sektor, Senin (1/7/2024).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dan koordinasi efektif antarinstansi.

Ia menjelaskan, rapat ini menjadi wadah untuk mengevaluasi dan menyesuaikan strategi pembangunan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Sebab, koordinasi antarperangkat daerah perlu diperkuat dalam mencapai tujuan tersebut.

Dalam rapat ini, Wahyu menyoroti perlunya peningkatan infrastruktur, termasuk pembenahan jalan, serta pentingnya melaporkan progres secara berkala.

“Setiap bulan, laporan progres dari setiap perangkat daerah harus terstruktur dan diekspos dengan jelas,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan responsivitas pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan kondisi sosial dan ekonomi yang dinamis, terutama pada layanan publik.

“Kualitas layanan publik harus terus ditingkatkan, dengan membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat,” tambah Wahyu.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Dr H Hilmy Riva’i MPd menjelaskan, ada beberapa hal penting yang dibahas dalam rapat tersebut.

Misalnya, kata dia, terkait capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi, serta menyiapkan strategi dalam menghadapi isu nasional, seperti kebocoran data dan judi online.

Hilmy menyebut, kegiatan ini penting dilakukan untuk menguatkan komitmen bersama dalam menghadapi dinamika kompleks dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan perlunya kesinambungan dalam koordinasi lintas sektor, untuk menghadapi tantangan baru yang muncul.

“Komitmen untuk mendukung kebijakan nasional, harus diwujudkan dengan tindakan konkret di tingkat daerah,” katanya.

Rapim kali ini diharapkan, dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan memperkuat kinerja pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. (din)

Gelar Job Fair di Lemahabang, Pemkab Cirebon Sediakan 1.771 Loker

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar Job Fair bertempat di SMK Muhammadiyah Lemahabang, Kamis (27/6/2024).

Terdapat 1.771 lowongan kerja yang disediakan oleh sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Cirebon. Tentunya, kegiatan ini mendapat antusiasme dari ribuan pencari kerja yang hadir pada kesempatan Job Fair kali ini.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi dalam sambutannya menyampaikan, dengan menghadirkan pasar kerja semacam ini, tentunya bisa memberikan kesempatan bagi usia kerja untuk menggapai mimpi setelah dinyatakan selesai menempuh pendidikan formal.

“Selain itu juga akan memberikan dampak ekonomi yang masif, bukan hanya ekonomi untuk pribadi, melainkan juga untuk lingkungan sekitar tempat kerja,” ujarnya.

Wahyu juga menitipkan pesan penting dengan adanya disrupsi zaman, dimana dunia kerja saat ini harus diimbangi dengan kemampuan soft skill, agar mampu bersaing untuk mencari peluang kerja.

“Apalagi sekarang banyak pekerjaan yang dahulunya tidak ada, seperti jadi pilot drone. Jadi untuk mendukung masuk dalam dunia kerja saat ini, sebaiknya ditingkatkan juga soft skill lainnya,” sambung Wahyu.

Tidak hanya itu, bagi siapapun yang telah berhasil masuk dalam dunia kerja, hal terpenting lainnya, harus bisa mempertahankan pekerjaan yang telah diperoleh dengan penuh rasa tanggungjawab.

“Jadi, bukan hanya sekedar dari keahliannya saja, kompetensinya juga harus terus ditingkatkan,” bebernya.

“Ada sebuah teori yang isinya, ‘jika ambisi yang sulit akan menghasilkan generasi yang kuat, generasi yang kuat akan menghasilkan kondisi yang mudah, kondisi yang mudah akan menghasilkan generasi yang lemah, generasi yang lemah akan menghasilkan kondisi yang sulit’,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dengan adanya teori tersebut, menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak untuk menciptakan generasi yang tidak lemah. Pasalnya, saat ini sudah dihadapkan dengan kondisi yang serba mudah.

“Maka dengan kondisi ini, harus mampu menciptakan generasi yang kuat dan berkarakter,” imbuhnya.

Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto SSTP MSi mengatakan, pada bursa kerja kali ini, terdapat 15 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa sektor industri dan usaha.

Menurutnya, kegiatan ini bisa memfasilitasi para pencari kerja dengan perusahaan, untuk mempercepat proses rekrutmen yang berkualitas dan transparan.

Novi menyampaikan, berdasarkan data pada 2023, data pencari kerja yang terdaftar di Kabupaten Cirebon tercatat 47.779 orang, sementara data penempatan tenaga kerja sebesar 20.874 orang.

“Sasaran kegiatan ini adalah para pencari kerja atau masyarakat di Kabupaten Cirebon yang ingin memperoleh informasi lowongan kerja, serta perusahaan yang ingin memperoleh tenaga kerja yang kompeten,” katanya. (Ara)

Mengenal SiPEPEK, Aplikasi Layanan bagi Masyarakat Kurang Mampu di Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON - SiPEPEK merupakan sistem pelayanan program penanggulangan kemiskinan dan jaminan kesehatan warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon. Kemunculan SiPEPEK rupanya menyita perhatian publik hingga jadi perbincangan warganet.

Lantas, sebenarnya apa itu SiPEPEK? Yuk, kenalan dengan SiPEPEK.

SiPEPEK sejatinya aplikasi yang berpihak pada warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon. Aplikasi ini adalah hasil inovasi Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon, Dra Indra Fitriani MM mengatakan, penamaan aplikasi SiPEPEK sejatinya sebagai implementasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2024. Di mana dalam tujuan kedua, mewujudkan manusia berkualitas.

“Strateginya adalah pelayanan bagi masyarakat tidak mampu dengan kartu pepek,” kata Fitri–sapaan akrab Kadinsos.

“Kartu pepek ini kami wujudkan melalui aplikasi SiPEPEK. Kami berusaha memberikan pelayanan bagi masyarakat yang tidak mampu. Untuk memastikan layanan yang komprehensif dan mudah diakses,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fitri menjelaskan, SiPEPEK merupakan inovasi bagi kemudahan pelayanan administrasi. SiPEPEK wujud dari implementasi reformasi birokasi.

Sehingga, lanjut dia, pelayanan administrasi di Kabupaten Cirebon diharapkan mampu mengurangi penggunaan kertas atau paperless. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjaga lingkungan dengan pengurangan penggunaan kertas.

“Tujuannya, penanganan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial. Layanan dalam aplikasi SiPEPEK ini sebagai jembatan dalam memberikan kemudahan administrasi PPKS, sebagai wujud nyata dari SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu),” jelas Fitri.

Kemudian, Fitri menjelaskan, penggunaan nama ‘pepek’ merupakan wujud kecintaan terhadap bahasa daerah. Selain itu, penggunaan ‘pepek’ merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah.

“Nama SiPEPEK sendiri adalah wujud kecintaan kami terhadap bahasa daerah Cirebon. Di mana ‘pepek’ dalam bahasa Cirebon berarti lengkap atau semuanya ada,” jelasnya.

Selain mencintai dan melestarikan bahasa daerah, dikatakan Fitriani, SiPEPEK merupakan singkatan dari Sistem Informasi Administrasi bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial.

Lagi, ia mengatakan, tujuan SiPEPEK adalah menyediakan layanan kesejahteraan yang komprehensif dan inklusif bagi seluruh masyarakat.

“Kami memahami, bahwa kata ‘pepek’ mungkin memiliki konotasi yang berbeda di wilayah lain. Namun, dalam konteks ini, kami ingin menegaskan bahwa nama ini dipilih dengan niat baik dan penuh makna positif bagi masyarakat Cirebon,” ucap Fitri.

“Kami berharap, aplikasi SiPEPEK dapat membantu mewujudkan cita-cita kita bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Cirebon,” harapnya.

“Bahkan ke depan, layanan SiPEPEK tidak hanya melayani pengajuan PBI APBD, KIP dan subsidi listrik, tapi akan melayani semua PPKS, yang akan terintegrasi dalam aplikasi SiPEPEK,” imbuhnya.

Ia mengaku terbuka, untuk menerima kritik dan saran dari seluruh masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan.

Sebab, ia bertekad, Dinsos Kabupaten Cirebon akan terus bertransformasi ke arah yang lebih baik dalam melayani masyarakat. (din)

Senin, 01 Juli 2024

Hari Bhayangkara ke-78 di Kabupaten Cirebon : Pj Bupati Apresiasi Inovasi Polresta Cirebon

KABUPATEN CIREBON – Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya SH MSi menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-78 yang digelar di halaman Mapolresta Cirebon pada Senin (1/7/2024). 

Acara ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya mengungkapkan rasa bangganya terhadap kinerja yang telah ditunjukkan oleh jajaran Polresta Cirebon.

“Saya sangat bangga dan menghaturkan banyak terima kasih atas seluruh kinerja yang telah dilakukan oleh jajaran Polresta Cirebon,” ujarnya.

Wahyu juga mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh Polresta Cirebon, termasuk program pelayanan public, seperti pembuatan SIM dan SKCK yang dibayar menggunakan sampah plastik.

“Upaya ini tidak hanya menciptakan kondusifitas di Kabupaten Cirebon, tetapi juga memberikan inovasi terhadap program pelayanan publik,” tambahnya.

Ia berharap, peringatan Hari Bhayangkara ini menjadi momentum untuk terus berkomitmen melakukan yang terbaik bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan hari ulang tahun ini menjadi sebuah titik untuk terus melakukan hal yang terbaik untuk masyarakat,” kata Wahyu.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, SH SIK MH menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Di Hari Bhayangkara kali ini, kami ingin melaksanakan tugas dan melayani masyarakat dengan lebih baik, serta selalu bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” tutur Sumarni.

Acara ini diakhiri dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan jajaran Polresta Cirebon, sebagai wujud kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Cirebon. (Ara)

Kamis, 27 Juni 2024

Pj Bupati Cirebon: Kabupaten Cirebon Perketat Pengawasan Rokok Ilegal dan Narkotika

KABUPATEN CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H Wahyu Mijaya, SH MSi hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti berupa rokok ilegal, narkotika, dan obat keras terbatas (OKT) tanpa izin edar di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon, Kamis (27/6/2024).

Wahyu menegaskan, pentingnya pemusnahan ini untuk memastikan bahwa hanya barang yang berizin yang boleh beredar di masyarakat. Terkait narkoba dan barang ilegal lainnya, pihaknya berupaya keras untuk mencegah peredarannya di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, harapannya bahwa semua yang beredar di wilayah mereka memiliki izin resmi. Meskipun peredaran masih terjadi, pihaknya akan melakukan pencegahan yang ketat.

“Kami mengapresiasi sinergi semua pihak, terutama Forkopimda, yang memungkinkan proses pemusnahan barang-barang ilegal berjalan dengan lancar. Dengan upaya ini, selain memberikan efek jera bagi pelaku, generasi muda dapat lebih terlindungi dari pengaruh negatif barang-barang tersebut,” ujar Wahyu.

Ia juga menyatakan bahwa Satpol PP dikerahkan untuk memonitor dan menangani situasi di lapangan, termasuk penegakan hukum terhadap peredaran barang ilegal.

“Kami akan memastikan penegakan hukum dilakukan dengan tegas,” tambahnya.

Melihat cukup banyaknya jumlah barang bukti yang dimusnahkan, terutama OKT dan rokok ilegal, menunjukkan bahwa peredaran barang-barang ini masih masif di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Meskipun tidak bisa menghilangkan peredaran OKT dan rokok ilegal, tetapi dengan adanya operasi secara rutin setidaknya dapat meminimalisir peredarannya,” tegas Wahyu.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon, Dr Yudhi Kurniawan, SH MH menjelaskan, bahwa terdapat 236.012 batang rokok ilegal yang disita sebagai barang bukti telah dimusnahkan dengan cara dibakar, agar tidak dapat digunakan atau diedarkan kembali.

“Pemusnahan barang bukti ini sudah memiliki ketetapan hukum tetap sesuai Surat Perintah Kajari Kabupaten Cirebon Nomor 142/M.2.29/BB/06/2026,” kata Yudhi.

Selain rokok ilegal, barang bukti dari kasus penyalahgunaan narkotika dan obat keras terbatas juga dimusnahkan. Rinciannya, narkotika jenis sabu-sabu seberat 41,23 gram, ganja sekitar 36,30 gram, obat farmasi tanpa izin edar sebanyak 31.581 butir, serta 72 botol minuman keras.

Kemudian, ada juga alat komunikasi sebanyak 26 unit dan 191 barang bukti lainnya juga dihancurkan.

Seluruh barang bukti yang dimusnahkan berasal dari pengungkapan 111 perkara tindak pidana di Kabupaten Cirebon selama periode Januari hingga Juni 2024 yang telah incraht.

“Tidak hanya pemusnahan, kami juga mengedepankan langkah pencegahan melalui kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah, agar jumlah kasus ini terus berkurang,” pungkas Yudhi. (Hazra)

Monitoring Hari Keempat Ujian SSE UM-PTKIN 2024: UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Siap Sambut Mahasiswa Non-Muslim

CIREBON, FC – Hari keempat pelaksanaan Ujian SSE UM-PTKIN 2024, Panitia Nasional PMB PTKIN 2024 mengadakan kunjungan monitoring di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kunjungan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Juni dan Sabtu, 29 Juni 2024.

Selain melakukan pemantauan langsung, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi dan Dr. Dadan Rusmana menyempatkan diri untuk berpartisipasi dalam sebuah podcast bersama Plh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., yang didampingi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag. Podcast ini dipandu oleh Agus Pamuji, M.Kom., Kepala PTIPD UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus PJ SSE. Kamis, (27/06/2024).

Podcast yang berlangsung tersebut mengangkat tema seputar pelaksanaan Ujian SSE UM-PTKIN 2024, mulai dari tahapan pendaftaran hingga mekanisme ujian menggunakan SSE. Prof. Abdurrohman dan Dr. Dadan sebagai perwakilan dari Panitia Nasional SSE UM-PTKIN 2024 menyatakan, 

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta mendapatkan pelayanan terbaik dan merasa nyaman selama mengikuti ujian ini,” ujar Prof. Abdurrohman.

Dr. Dadan menambahkan, “Kami juga ingin mengetahui secara  langsung dari peserta ketika memang ada kendala dalam pelaksanaan seleksi ini, agar bisa segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelaksanaan seleksi ini.”

Dalam podcast tersebut, Plh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., menuturkan bahwa PTKIN harus inklusif dan pluralisme. 

Ia juga menegaskan bahwa pada UMPTKIN tahun 2025, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menerima calon mahasiswa non-muslim sebagai mahasiswanya.

Kunjungan monitoring ini menunjukkan komitmen tinggi Panitia Nasional Ujian SSE UM-PTKIN 2024 untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kenyamanan peserta ujian. 

Melalui dialog dan interaksi langsung, diharapkan segala kendala yang ada dapat segera diatasi dan kualitas pelaksanaan seleksi dapat terus ditingkatkan. (din)

Dosen UIN Siber Cirebon, Mutakhirani Mustafa, M.Hum Menjadi Narasumber Utama di Universitas Sain Islam Malaysia

MALAYSIA - Dalam rangkaian kegiatan International Mobility, Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) menggelar workshop bertajuk “Nusantara Philosophy and Local Wisdom” yang melibatkan dua dosen dari UIN Siber Syekh Nurjati. 

Salah satu pembicara utama dalam acara tersebut adalah Mutakhirani Mustafa, M.Hum, dosen dari Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA). Workshop ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik dan memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Indonesia ke dunia internasional. Rabu, (26/06/2024).

Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag., Dekan FUA, memberikan dukungan penuh kepada dosen-dosen muda untuk tampil dalam forum internasional. 

“Sudah saatnya dosen-dosen muda UIN Siber Syekh Nurjati tampil dalam forum internasional untuk mengembangkan kapasitas keilmuannya,” ujarnya. 

Dukungan anggaran maksimal disediakan untuk memfasilitasi seluruh dosen dan mahasiswa dalam kegiatan internasional ini, sejalan dengan kebijakan Rektor tentang internasionalisasi kampus UINSSC Unggul Mendunia.

Dalam presentasinya, Mutakhirani Mustafa, M.Hum membawakan materi berjudul “Local Wisdom on Ammatoa Kajang Le’Leng”. m

Ia enjelaskan bahwa Ammatoa adalah salah satu suku yang ada di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang masih melestarikan kearifan lokal dan hukum adatnya. Di kawasan Ammatoa, modernitas seperti listrik, alat komunikasi modern, dan perabotan modern lainnya tidak ditemukan.

Beliau menyoroti dua poin penting: Tope Le’Leng dan Pasang Ri Kajang. Tope Le’Leng atau kain hitam yang ditenun oleh masyarakat suku Ammatoa adalah kain sakral yang digunakan dalam berbagai acara, baik kegembiraan maupun duka. Seluruh masyarakat suku tersebut wajib menggunakan tope le’leng, bahkan pengunjung dari luar juga harus mengenakan kain hitam tersebut.

Poin kedua adalah Pasang Ri Kajang atau pesan leluhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Ammatoa. Pesan ini merupakan panduan hidup yang harus diikuti dan tidak boleh dilanggar. Pelanggaran terhadap Pasang Ri Kajang diyakini akan mendatangkan musibah atau bencana dari leluhur mereka. 

Pasang Ri Kajang juga berisi etika, menjaga lingkungan, hidup sederhana, dan gotong royong.

Setelah pemaparan materi, sesi diskusi diadakan. Prof. Madya Dr. Mohamed Mihlar Abdul Muthaliff menanyakan apakah suku Ammatoa mengenal agama Islam atau memiliki kepercayaan tersendiri. 

Dr. Marina Munira Abdul Mutalib bertanya tentang sanksi adat bagi masyarakat yang melanggar Pasang Ri Kajang. 

Mutakhirani menjelaskan bahwa suku Ammatoa tidak beragama Islam tetapi mengikuti kepercayaan leluhur mereka, atau patuntung. 

Mereka memiliki kepala suku yang memberikan peringatan kepada masyarakat yang melanggar Pasang Ri Kajang, dan pelanggaran berulang kali akan mendatangkan karma dari leluhur mereka.

Diskusi ini mendapatkan apresiasi dari pihak USIM. Dr. Marina Munira Abdul Mutalib menyatakan bahwa informasi yang diberikan sangat berharga karena menggambarkan kearifan lokal Indonesia yang sarat nilai-nilai pelestarian lingkungan di tengah isu pemanasan global. 

“Kita dapat mencontoh bagaimana suku Ammatoa sangat menjaga dan melestarikan alam,” ujarnya.

Workshop ini berhasil memperkuat hubungan akademik antara UIN Siber Syekh Nurjati dan USIM, serta menegaskan peran penting kearifan lokal dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan di kancah internasional.

Rabu, 26 Juni 2024

Pansus DPRD Kota Cirebon Bahas Raperda Perlindungan Perempuan dari Kekerasan dan Diskriminasi

Pansus DPRD, mulai pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan dari Kekerasan, Eksploitasi dan Diskriminasi.


CIREBON – Kaum perempuan sampai hari ini masih diposisikan pada komunitas yang rentan dengan kekerasan dan diskriminasi. Untuk pencegahanya, Pansus DPRD dan Tim Asistensi Pemerintah Daerah Kota Cirebon mulia membahasa Raperda Perlindungan Perempuan dari Kekerasan, Eksploitasi dan Diskriminasi, bertempat  di ruang rapat DPRD, Rabu (26/6/2024).

Ketua Pansus, Cicih Sukaesih mengatakan, raperda tersebut merupakan sebuah kebutuhan Kota Cirebon untuk melindungi hak-hak perempuan, baik perempuan dewasa hingga anak-anak.

Menurutnya, masih ada beberapa perempuan yang mengalami represifitas baik dari lingkungan keluarga seperti suami, lingkungan sekitar, bahkan antar teman. Sehingga, raperda ini dapat menjadi regulasi atas pelindungan terhadap perempuan.

“Raperda ini untuk melindungi perempuan dari berbagai hal, baik itu di lingkungan rumah, masyarakat, atau dalam aspek pendidikan maupun sosial,” katanya.

Terkait raperda Pelindungan Perempuan dari Kekerasan, Eksploitasi dan Diskriminasi, Cicih menerangkan di dalamnya memuat XIII Bab dan 35 Pasal.

“Untuk raperda ini, tadi kita membahas ada 13 Bab dan 35 pasal,” ujarnya.

Dalam pembahasannya, Cicih menyebut raperda Pelindungan Perempuan ini ditargetkan rampung sebelum tanggal 8 Agustus mendatang, agar dapat segera diterapkan di Kota Cirebon.

Ia pun berharap, raperda tersebut mampu menjadi regulasi untuk melindungi perempuan oleh seluruh pihak dan pemangku kepentingan di Kota Cirebon, agar perempuan dalam bermasyarakat bisa hidup lebih baik dengan merasa aman dan nyaman.

“Harapannya, raperda ini bisa diterapkan sebaik-baiknya, bisa menjadi pelindungan perempuan sebenar-benarnya oleh dinas terkait di kota Cirebon,” tuturnya. (din)

Selasa, 25 Juni 2024

Perang Lawan Stunting, Pemkab dan Polresta Cirebon Gelar Baksos dan Bansos

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bersama Polresta Cirebon menggelar bakti sosial (baksos), penyaluran bantuan sosial (bansos) dan gebyar stunting.

Kegiatan dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara ke-78 ini bertujuan untuk membantu masyarakat dan penanganan stunting di Kabupaten Cirebon.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Drs H wahyu Mijaya SH MSi mengatakan, baksos yang disalurkan berupa sembako untuk 1.000 orang. Sementara itu, bansos untuk penanggulangan stunting disalurkan untuk 500 anak.

“Kemudian ada juga sunatan, dan pemeriksaan ibu hamil di sini. Semoga ini menjadi suatu kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kita berkomitmen menurunkan stunting,” ucap Wahyu di Mapolresta Cirebon, Selasa (25/6/2024).

Lebih lanjut, Wahyu menerangkan, saat ini angka stunting di Kabupaten Cirebon sebesar 22,9 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu.

Pemkab Cirebon bersama Forkopimda saat ini fokus untuk menurunkan angka stunting. “Bareng-bareng dengan Forkompimda menekan angka stunting, setidaknya prosentasenya menurun,” harap Wahyu.

Senada disampaikan Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni SIK SH MH. Sumarni mengatakan, pihaknya bersama Pemkab dan DPRD Kabupaten Cirebon berupaya menurunkan angka stunting.

“Sekarang sedang running, sebagian hampir selesai. Kita bersama stakeholder terkait, seperti pemda, DPRD dan lainnya, semua pihak turut membantu kegiatan ini. Kegiatan ini (bansos dan baksos) diadakan rutin,” pungkasnya. (Ara)