Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 24 April 2024

Pemkab Cirebon Peringati Hari Otonomi Daerah Ke XXVIII 2024

KABUPATEN CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXVIII tahun 2024 dengan menggelar upacara di halaman kantor Bupati Cirebon, Kamis (25/4/2024).

Dalam upacara peringatan yang mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat” tersebut, dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd inspektur upacara.

Sekda Hilmy dalam hal ini membacakan arahan dari Menteri Dalam Negeri, yang menyebut tema Hari Otonomi Daerah ke-XXVIII ini dipilih untuk memperkokoh komitmen, tanggung jawab dan kesadaran seluruh jajaran pemerintah daerah akan amanah, serta tugas untuk membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal.

Serta mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Perjalanan kebijakan Otonomi Daerah selama lebih dari seperempat abad merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk memaknai kembali arti, filosofi dan tujuan dari otonomi daerah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, Otonomi Daerah merupakan hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat.

Menurutnya, dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dengan filosofi otonomi daerah dilandaskan pada prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam pasal 18 UUD 1945.

“Berangkat dari prinsip dasar inilah, otonomi daerah dirancang untuk mencapai dua tujuan utama, termasuk diantaranya tujuan kesejahteraan dan tujuan demokrasi,” lanjutnya.

Dari segi tujuan kesejahteraan, masih kata Hilmy, desentralisasi diarahkan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif, efisien dan ekonomis melalui berbagai inovasi kebijakan pemerintahan yang menekankan kepada kekhasan daerah yang bersangkutan (endogenous development), serta pemanfaatan potensi sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan (sustainable).

Lebih lanjut, pembagian urusan pemerintahan menjadi urusan pemerintahan atau urusan yang dapat dikelola bersama antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota menuntut pemerintah daerah untuk mampu mengartikulasikan kepentingan masyarakat dan mengimplementasikan kepentingan tersebut ke tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif, transparan dan akuntabel serta responsif.

“Dari segi tujuan demokrasi, kebijakan desentralisasi menjadi instrumen pendidikan politik di tingkat lokal yang mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civil society,” jelasnya.

Proses demokrasi di tingkat lokal melalui penyelenggaraan pemilihan perwakilan daerah secara langsung yang akan dilaksanakan nanti di bulan November 2024.

Penyusunan Perda mengenai APBD sampai perencanaan pembangunan daerah yang melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif, pada akhirnya akan menumbuhkan komitmen, kepercayaan (trust), toleransi, kerjasama, solidaritas serta rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi dalam masyarakat terhadap kegiatan pembangunan di daerah.

“Berkorelasi positif terhadap perbaikan kualitas kehidupan demokrasi mendorong partisipasi masyarakat, kebijakan desentralisasi juga diharapkan dapat memperbaiki tata hubungan pusat-daerah, sehingga menjadi lebih proporsional, harmonis dan produktif dalam rangka penguatan persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tujuan otonomi daerah ini tidak bersifat eksklusif atau terpisah satu sama lain, namun pencapaian satu tujuan secara tidak langsung akan mempengaruhi percepatan pencapaian tujuan lainnya.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan kualitas pelayanan publik akan berdampak pada peningkatan partisipasi politik dan iklim politik yang kondusif dan demikian pula sebaliknya,” imbuhnya.

“Penguatan partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab dan tidak anarkis dapat menciptakan daerah yang ramah investor (investment-friendly), sehingga dapat mendorong percepatan perbaikan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Hilmy menyebut, dalam konteks ekonomi hijau yang merupakan salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia untuk mencapai visi 2045.

“Kebijakan desentralisasi memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan, termasuk melalui transformasi produk unggulan, dari yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui, seperti industri pengolahan pertambangan, menjadi produk dan jasa yang diperbaharui dengan tetap memperhatikan potensi daerah, seperti pertanian, kelautan dan pariwisata,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Hilmy, kebijakan Otonomi Daerah juga memberikan keleluasaan pemerintah daerah untuk melakukan eksperimentasi kebijakan di tingkat lokal untuk mendorong implementasi teknologi hijau.

“Seperti penggunaan energi terbarukan, contohnya energi matahari (solar panel), penggunaan mobil listrik yang menggantikan eksistensi mobil berbahan bakar fosil, pengolahan limbah yang ramah lingkungan sampai desain green building yang memperhatikan efisiensi energi, penggunaan material konstruksi ramah lingkungan dan manajemen limbah bangunan,” ujarnya.

Disamping mendorong percepatan perbaikan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam konteks ekonomi hijau, pemerintah daerah secara eksisting dihadapkan pada hambatan dan tantangan dalam pembangunan daerah untuk mendorong program pembangunan nasional, meliputi penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi peningkatan pelayanan publik yang berkualitas melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), percepatan proses pemulihan perekonomian nasional maupun daerah, serta ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat.

“Pemerintah Pusat menargetkan tahun 2024 angka stunting anak turun menjadi 14 persen secara nasional. Untuk itu, koordinasi dan sinergitas seluruh jajaran forkopimda provinsi dan kabupaten/kota perlu ditingkatkan dalam mengambil langkah-langkah strategis dalam upaya menekan angka stunting di wilayah masing-masing, antara lain dukungan arah kebijakan dan anggaran untuk perbaikan pola asuh dan lingkungan, penanganan kurang gizi dan anemia tepat sasaran kepada ibu dan anak,” tambah Hilmy.

Hilmi mengatakan, setelah 28 tahun berlalu, Otonomi Daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah.

“Kepada daerah-daerah otonom baru yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya. Peningkatan tersebut, diharapkan agar dimanfaatkan untuk program-program pembangunan dan kesejahterakan rakyat, sehingga dapat meningkatkan angka IPM, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas serta akses infrastruktur yang baik dan lain-lain,” katanya.

“Kepada daerah yang kemampuan PAD dan fiskalnya baik tetapi IPM-nya masih rendah, angka kemiskinan masih cukup tinggi dan akses infrastruktur belum baik, perlu kiranya melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaran, efektif serta efisien,” pungkasnya. (din)

Prestasi Gemilang Prof Dr Kartimi M.Pd di IDSB 2024, Membawa Nama Harum IAIN Cirebon

BALI, FC - Sebagai salah satu prestasi gemilang, Profesor Dr. Kartimi, M.Pd., seorang guru besar di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, telah berhasil lolos seleksi administrasi untuk mengikuti kegiatan International Doctoral Supervision Bootcamp (IDSB) 2024. 

Acara ini dijadwalkan berlangsung dari Rabu hingga Sabtu, 24-27 April 2024, di Swiss-Belhotel Tuban, Bali dengan menghadirkan seorang trainer  Prof. Benny Tjahyanto, Ph.D., dari Coventry University, UK. Rabu (24/04/2024).

Partisipasi Prof. Kartimi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Asian Education Symposium (AES), di mana IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah menjadi anggota konsorsium AES melalui keikutsertaan beliau. 

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Pakuan (UNPAK).

Prof. Kartimi menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih supervisor atau pembimbing doktoral agar memiliki kemampuan yang kuat dalam membimbing tesis dan disertasi. Beliau menekankan pentingnya peran supervisor dalam mencetak doktor yang berkualitas.

“Kalau kita ingin mencetak doktor yang tangguh, maka supervisornya harus tangguh terlebih dahulu,” tegas Prof. Kartimi.

Beliau juga menambahkan bahwa output dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh sertifikat bagi para supervisor atau pembimbing doktoral internasional, yang akan memberikan pengakuan atas kemampuan mereka dalam membimbing mahasiswa program doktoral.

Partisipasi Prof. Kartimi dalam International Doctoral Supervision Bootcamp 2024 menjadi bukti nyata komitmen IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, serta memperkuat jaringan internasional dalam bidang pendidikan. (din)

Senin, 22 April 2024

Peringati Hari Kartini Ke 145, Wabup Ayu : Perempuan Harus Bangkit dan Mandiri

KABUPATEN CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon memperingati Hari Kartini ke-145 tahun 2024 di ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Senin (22/4/2024).

Pada peringatan Hari Kartini tersebut, dihadiri oleh Wakil Bupati Cirebon, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah serta perwakilan Forkopimda, PKK, GOW dan organisasi wanita lainnya.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si mengatakan, pihaknya mengakui bahwa jasa Raden Ajeng Kartini cukup besar.

Pasalnya, RA. Kartini mampu mengubah tatanan yang sudah berbentuk tembok tradisi yang sulit ditembus, dengan berupaya membangun semangat kaum perempuan untuk dapat berperan dalam memberdayakan diri, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki.

“Filosofi seperti itu pada zaman sekarang, lazim disebut kesetaraan dan keadilan gender tanpa membedakan jenis kelamin dalam menegakkan hak dan kewajiban sebagai warga negara,” katanya.

Ia mengungkapkan, bahwa kaum perempuan di negara-negara lain yang lebih dahulu mengenal kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Maka di Indonesia, terutama pada zaman penjajahan, kedudukan kaum laki-laki dan perempuan mengalami pemisahan secara signifikan.

Sehingga, lanjut Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon, hal ini memang menjadi konsep dan strategi kaum penjajah yang menghendaki kehidupan kaum pribumi harus dijauhkan dari segala bentuk pengenalan terhadap pengetahuan dan teknologi.

Dengan harapan, agar tidak akan pernah muncul kesadaran mereka untuk memperkuat kemampuan diri perempuan sebagai sumber daya manusia yang kompeten.

“RA. Kartini menangkap fenomena ini sebagai bentuk kezaliman sosial yang diciptakan kaum kolonial. Jiwa patriotiknya berontak, dengan keadaan akan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kaum perempuan,” ujarnya.

“Agar mereka dapat aktivitas dengan posisi yang modern, serta mampu mendobrak batasan tradisi keluarga, guna memperoleh kesempatan belajar, meskipun dengan cara dan metode sederhana,” sambungnya.

Lebih lanjut, kata Ayu, pemerintah menyadari bahwa, partisipasi kaum perempuan dalam kehidupan yang luas, menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan.

Oleh karenanya, secara terus menerus pemerintah memberikan peran yang luas kepada kaum perempuan untuk bersama-sama kaum pria untuk menata kondisi kemasyarakatan agar dapat berjalan dengan seimbang.

“Kini kita memiliki banyak institusi, yang dibentuk khusus mewadahi partisipasi kaum perempuan dalam gerak pembangunan. Semua itu dilakukan, agar kaum perempuan memperoleh fasilitas, dan keleluasaan dalam mengembangkan kreativitas,” ungkapnya.

“Guna pembangunan yang efektif serta berkeyakinan, bahwa upaya ini akan dapat memberikan dorongan yang kuat kepada kaum perempuan untuk menemukan kemandirian, serta bangkit dan berkarya secara profesional,” jelas Ayu.

Sehingga, lanjutnya, dengan berdayanya kaum perempuan akan berdampak pada perlindungan terhadap dirinya sendiri, serta anggota keluarganya, khususnya anak-anak.

“Oleh karenanya, kami sangat sependapat, bahwa isu sentral yang harus dikembangkan oleh kaum perempuan pada saat ini, harus diisi dengan pemikiran dan gagasan untuk meningkatkan keberdayaan pada setiap aspek kehidupan, termasuk peran ganda pada lingkungan keluarga yang menjadi tanggung jawab utama,” tukasnya.

“Karena keluarga, merupakan tonggak utama dan pertama yang harus mendapat perhatian. Karena melalui keluarga yang berkualitas, tangguh dan mandiri, maka akan tercapai tujuan pembangunan. Disinilah kepiawaian perempuan sebagai salah satu motor penggerak keluarga sangat dibutuhkan untuk mencapai keluarga yang diharapkan,” tambahnya.

“Sekarang banyak tugas kaum perempuan yang tak dapat tergantikan oleh kaum pria. Peningkatan kualitas hidup kaum perempuan berperan aktif dalam pembangunan menuju kesejahteraan melalui peranannya dalam keluarga,” pungkasnya.

Rektor IAIN Cirebon Gelar Rakor Percepat Jurnal Menuju Pengindekaan Internasional Melalui Scopus


CIREBON, FC -Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi akademik yang diakui secara internasional di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, rektor bersama para pengelola jurnal menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat jurnal-jurnal menuju pengindeksan internasional melalui Scopus.
 

Rapat tersebut berlangsung pada Jumat, 19 April 2024, dan dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci termasuk rektor, Ketua LP2M, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat Jaminan Mutu Audit, serta pengelola jurnal.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menjelaskan beberapa program prioritas untuk tahun 2024, salah satunya adalah percepatan jurnal menuju indeksasi internasional yang terkemuka seperti Scopus/WoS. 

Untuk mencapai percepatan ini, rektor mendorong para pengelola jurnal untuk merancang rencana kerja dan timeline yang jelas. Beliau menekankan bahwa timeline ini akan memandu para pengelola jurnal menuju pencapaian target yang diinginkan.

Selain itu, Prof. Aan mendorong para pengelola jurnal untuk mengambil peran mereka secara serius dalam pengelolaan jurnal. 

“Kami akan mengalokasikan anggaran yang diperlukan bagi para pengelola jurnal, sehingga mereka harus lebih serius dalam mengelola jurnal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LP2M, Dr. H. Faqihuddin Abdul Kadir,Lc., MA., menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan dari rektor harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing jurnal. “Anggarannya tidak boleh sama, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jurnal,” tegasnya.

Kapuslit (Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), Mujib Ubaidillah, M.Pd., menyebutkan bahwa saat ini ada dua jurnal yang siap dipercepat menuju jurnal internasional, yaitu Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI dan Jurnal Ileal. Selain itu, beberapa jurnal lainnya juga sedang didorong untuk mendapatkan akreditasi di SINTA 2.

Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd., yang merupakan salah satu pengelola jurnal dan Editor-in-Chief Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, menyambut baik program prioritas rektor untuk mempercepat jurnal menuju status internasional yang terkemuka. 

Beliau mengucapkan terima kasih kepada rektor, Ketua LP2M, dan Kapuslit atas pemilihan Jurnal Al Ibtida sebagai salah satu jurnal yang akan dipercepat menuju pengindeksan internasional yang terkemuka di Scopus. “Insya Allah, kami siap,” tegasnya.

Dengan harapan agar program prioritas rektor untuk mempercepat jurnal-jurnal menuju pengindeksan internasional yang terkemuka di Scopus dapat berhasil, para pemangku kepentingan menyatakan optimisme dan komitmennya dalam upaya ini.

Sabtu, 20 April 2024

Mindanao State University dan International Office IAIN Cirebon Kolaborasi dan Riset di Bidang Halal

CIREBON, FC – International Office IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mencatat sejarah baru dengan menggelar diskusi yang menggairahkan secara daring tentang meningkatkan kolaborasi dalam riset halal. 

Para profesor terkemuka dari Mindanao State University (MSU) Filipina, bersama dengan akademisi dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyatakan kegembiraan luar biasa mereka dalam membangun kemitraan jangka panjang untuk memperkuat riset internasional di bidang halal. Sabtu, (20/04/2024).

Acara info session tersebut diinisiasi oleh International Office IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang melibatkan Ketua Lembaga Penjaminan Halal (LPH) IAIN Syekh Nurjati Cirebon  Mariyah Ulfah, M.Esy beserta auditor halal, Dr. Evi Roviati dan Dr. Novianti Muspiroh, sebagai pembicara kunci. 

Diskusi dipandu dengan apik, memaparkan tren riset dan sertifikasi halal di Indonesia, serta menampilkan praktik terbaik LPH IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Profesor-profesor dari Mindanao State University (MSU) yang turut hadir dalam acara tersebut antara lain Profesor Najifah Macaraya (Sosiologi), Profesor Mohamed Nashief Disomimba (Direktur LPH MSU), Profesor Maulawi Dean Calimba (Pionir Sertifikasi Halal di Filipina), Profesor Isnira Baginda (Dekan Fakultas Islamic Studies, MSU), dan Dr. Sadic Novaisa. 

Mereka menegaskan antusiasme mereka untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan rekan-rekan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan produk halal berkualitas tinggi.

Info session tersebut mencakup beberapa poin kunci, termasuk kerjasama riset, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan literasi halal dalam konteks ASEAN, serta harmonisasi aspek hukum terkait industri halal di Indonesia dan Filipina.

Salah satu inisiatif menarik yang diungkapkan adalah pembukaan jurusan baru (S1) dalam bidang Halal Food Science and Technology yang bisa dicanangkan sebagai joint degree antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan Mindanao State University.

Dalam waktu dekat, IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga akan menyelenggarakan International Halal Research Symposium yang akan mengundang para ahli riset halal dari negara ASEAN, Australia, UK, dan European Union untuk mempromosikan industri halal dari segi hukum, kesehatan, dan ekonomi.

Ketua Pusat LPH Mariyah Ulfah, M.Esy menyampaikan Efektivitas Halal secara Self Declare untuk Program Sertifikasi halal untuk UMK di Indonesia. Sejauh ini Puast LPH IAIN Syekh Nurjati Cirebon telah membantu sekitar 8000an Sertifikat halal bagi UMK secara gratis dan berbayar.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Evi Roviati, S.Si. M.Pd sebagai perwakilan auditor halal menyatakan bahwa halal saat ini merupakan tren saat ini dalam penelitian halal dan industri di Indonesia sementara Dr. Novianti Muspiroh, M.P. juga menyatakan bawa halal saat ini juga merupkan life style masyarakat dunia.

Direktur International Office IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., menyatakan bahwa kolaborasi internasional semacam ini adalah langkah kunci untuk internasionalisasi kampus di tingkat ASEAN dan lebih jauh lagi. 

Dia menegaskan pentingnya proses ini sebelum MoU signing ceremony dilakukan dengan MSU, serta menyoroti bahwa akan ada lebih banyak kolaborasi di bidang lain yang akan segera digali.

Dengan antusiasme dan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya akan memperkuat hubungan antara kedua lembaga, tetapi juga akan membawa manfaat signifikan bagi komunitas global yang semakin peduli akan produk halal dan pembangunan manusia yang berkelanjutan. 

Harapan terbesar adalah bahwa kerja sama ini akan menjadi tonggak penting dalam menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi industri halal saat ini. 

Dengan demikian, rekaman acara info session tersebut akan menjadi saksi dari langkah besar ini menuju masa depan yang lebih terang bagi masyarakat di wilayah ASEAN dan di seluruh dunia. 

Anda dapat mengakses rekaman acara tersebut melalui kanal IOP Diary: Info Session with Mindanao State University (Philippines) (youtube.com).

Jumat, 19 April 2024

IAIN Cirebon Siap Terima Mahasiswa Internasional Lewat Beasiswa SN GES

 

CIREBON, FC - IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar rapat penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Mandiri dengan sorotan khusus pada persiapan penerimaan mahasiswa internasional melalui program beasiswa Syekh Nurjati Global Excellence Scholarship (SN GES).

Rapat yang dipimpin oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Profesor Dr. H. Aan Jaelani, dan dihadiri oleh para dekan, wakil dekan, kepala bagian, dan kepala pusat terkait tersebut berlangsung pada Jumat, (19/04/2024).

Pada kesempatan tersebut, diprioritaskan persiapan teknis terkait penerimaan mahasiswa internasional melalui SN GES, serta penekanan terhadap tawaran kuota mahasiswa asing untuk tahun akademik 2024-2025. Dalam rapat tersebut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menegaskan akan menawarkan 20 kuota mahasiswa asing melalui jalur SN GES, yang menawarkan beasiswa penuh selama delapan semester, dilengkapi dengan asuransi dan uang bulanan selama periode tersebut.

Meskipun demikian, bagi calon mahasiswa internasional yang tidak terpilih dalam kuota 20 ini, mereka masih dapat mendaftar melalui seleksi beasiswa parsial SN GES. Langkah ini diharapkan akan meningkatkan jumlah mahasiswa asing di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Penting untuk dicatat bahwa respon terhadap beasiswa SN GES telah luar biasa, terutama dari negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina. Antusiasme yang tinggi dari warga Filipina menunjukkan bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin dikenal sebagai destinasi pendidikan yang menarik bagi siswa internasional yang ingin meraih keunggulan akademik dan memperdalam pemahaman agama dan budaya Islam yang inklusif.

Tidak hanya itu, IAIN Syekh Nurjati Cirebon juga akan meningkatkan upaya promosi dan kolaborasi internasional untuk menjangkau lebih banyak calon mahasiswa potensial di seluruh dunia. Melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan dan organisasi terkait di berbagai negara, diharapkan antusiasme dan minat terhadap beasiswa SN GES akan terus meningkat, memperkuat posisi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai pusat pendidikan yang berdaya saing global.

Rapat ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa proses penerimaan mahasiswa baru, terutama bagi calon mahasiswa internasional, berjalan lancar dan efisien. Persiapan teknis yang matang diperlukan untuk memastikan pengalaman pendidikan yang memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.

Bupati Imron Lantik 3.868 PPPK For.aso Tahun 2023

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag melantik dan mengambil sumpah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pelantikan dilaksanakan di Grand Ballroom Apita Hotel, Kecamatan Kedawung, Jum’at (19/4/2024).

Imron menyebutkan, jumlah PPPK yang dilantik sebanyak 3.868 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.989 merupakan tenaga kesehatan, 1.803 tenaga guru, dan 76 lainnya tenaga teknis.

“Ribuan pegawai yang baru dilantik itu merupakan PPPK formasi tahun 2023 untuk lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon,” kata Imron.

Pegawai yang baru saja dilantik, lanjut Imron, untuk memberikan pelayanan terbaik, salah satunya agar tetap memastikan masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, harus mampu menghasilkan individu yang cerdas, berdaya saing, berkepribadian unggul, serta memiliki moralitas dan kepedulian sosial.

Menurutnya, pelantikan PPPK tersebut merupakan sebuah anugerah tiada tara dalam mewujudkan tekad suci dan pengabdian pada bangsa dan negara.

Imron menambahkan, bahwa pemerintah daerah memastikan seluruh tenaga honorer di Kabupaten Cirebon berkesempatan mengikuti seleksi dan menjadi PPPK.

“Nanti akan ada kajian di SKPD mana saja yang membutuhkan formasi untuk PPPK, yang akan dilakukan oleh BKPSDM,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si mengungkapkan, bahwa diangkatnya tenaga honorer menjadi PPPK ini sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) terbaik di Kabupaten Cirebon.

Ditambahkan Ayu—sapaan akrab Wabup Cirebon, pembangunan Kabupaten Cirebon tidak hanya berbicara soal kemantapan infrastruktur saja. “Dilantiknya pegawai tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan ini juga merupakan bagian dari meningkatkan indeks pembangunan manusia,” ujarnya. (din)

Kamis, 18 April 2024

Bupati Imron Minta PKK Mampu Merubah Stigma Masyarakat Untuk Kemajuan Kabupaten Cirebon Ke Depan

KABUPATEN CIREBON - Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Cirebon menggelar pertemuan rutin sekaligus halalbihalal dengan mengusung tema “Tingkatkan Persatuan dengan Menjalin Harmoni dan Memperkuat Silaturahmi” di Pendopo Bupati Cirebon, Kamis (18/4/2024).

Ketua DWP Kabupaten Cirebon, Hj. Ella Komalasari Hilmy Riva’i dalam sambutannya menyatakan, tujuan utama dari tema tersebut hakekatnya adalah untuk menambah keakraban dan kedekatan, serta memperkuat rasa persaudaraan bagi seluruh keluarga besar TP PKK dan DWP di lingkungan Kabupaten Cirebon.

“Di momen halalbihalal ini, kami menyampaikan Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Ella.

Sementara, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengatakan, di bulan yang fitri ini, tentu semuanya telah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh dan semoga dalam bulan Syawal ini semuanya dalam keadaan suci kembali.

Dikatakan Imron, dirinya sebagai manusia biasa, mungkin ada salah dan khilaf. Maka dirinya, baik secara pribadi maupun selaku Bupati Cirebon, serta atas nama Pemerintah Kabupaten Cirebon mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

“Halalbihalal merupakan tradisi yang ada di Indonesia, maka marilah kita saling mengikhlaskan dan saling memaafkan,” ujar Imron.

Berharap dalam kegiatan ini, lanjut Imron, dirinya menginginkan agar ke depan, Kabupaten Cirebon bisa semakin maju, terutama apabila peran perempuan di Kabupaten Cirebon dominan untuk kemajuan bersama.

Maka, masih kata Imron, kuncinya harus merubah stigma masyarakat, yang menyatakan bahwa perempuan itu adalah makhluk yang lemah dan seolah-olah dipandang sebelah mata, baik di peran sosial, politik dan keagamaan. Padahal, di dalam sejarah peradaban manusia, peran perempuan sangat dominan sekali.

“Kami ingin melihat, bagaimana peran PKK dan DWP ini, terutama peran ibu-ibu untuk bisa merubah peradaban Kabupaten Cirebon, dari yang negatif menjadi positif di segala bidang,” tukasnya. (din)

Komisi III DPRD Meminta Manajemen RSD Gunung Jati Maksimalkan Pelayanan

Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sukarjo

CIREBON, FC – Jajaran anggota Komisi III DPRD menggelar rapat kerja bersama manajemen RSD Gunung Jati dan RS non-pemerintah, Senin (1/4/2024) di Griya Sawala gedung DPRD.

Dalam rapat tersebut, Komisi III DPRD meminta manajemen rumah sakit memaksimalkan pelayanan bagi warga Kota Cirebon.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, Benny Sujarwo, di mana fasilitas sarana prasarana dan pelayanan rumah sakit perlu ditingkatan.

Menurutnya, melalui pembahasan isu strategis 2023 ini perlu ada upaya perbaikan dari manajemen rumah sakit. Khususnya pelayanan kepada masyarakat.

“Prosentasenya sebetulnya cukup kalau berbanding dengan penduduk Kota Cirebon, karena kebanjiran pasien daerah lain jadi berkurang,” ujar Benny.

Selain itu, ia menilai perlu meningkatkan pengawasan oleh Dinas Kesehatan terhadap RS non-pemerintah yang ada di Kota Cirebon, baik berupa monitoring maupun evaluasi pelayanan.

Kemudian, ia pun menyebut akan menindaklanjuti berlakunya BPJS hanya tiga hari kerja kepada Dinas Kesehatan dan pihak terkait.

“Tentang BPJS tiga hari kerja, kami akan tindaklanjuti Dinkes dan pihak BPJS, karena kita tidak menginginkan adanya permasalahan tentang batas kepengurusan BPJS tadi,” ujarnya.

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon dr Tresnawaty SpB menyampaikan, harus ada kesamaan persepsi dalam kepengurusan BPJS. Sehingga, pada hari libur pun tetap dapat melayani.

Selain itu, Komisi III menekankan agar pemerintah, baik dari tingkat kota hingga RT atau RW dapat melakukan pembaruan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

“Soal data kependudukan juga, seperti yang meninggal, mutasi yang tidak dilaporkan, masih masuk dalam DTKS, sehingga menjadi beban, karena preminya masih ada,” tutur Tresnawaty.

Merespons hal di atas, Direktur Utama RSUD Gunung Jati Kota Cirebon dr Katibi MKM menyampaikan pihaknya akan menjalankan rekomendasi Komisi III dalam optimalisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah sakit.

“Ada beberapa potensi asset RS yang perlu dioptimalkan, kami juga akan berusaha menjalankan rekomendasi DPRD terkait penambahan fasilitas tempat tidur,” katanya.

Turut hadir, anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik SH, dan Cicih Sukaesih. (din )

Mahasiswa IAIN Cirebon Juara 1 Kompetisi Sains Pelajar Nasional Bidang Ilmu Sosiologi

FOKUS CIREBON, FC - Mimin Widaningsih, mahasiswa semester 6 dari Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Gadis kelahiran kota Bandung 22 April 2003  telah mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara I dalam Kompetisi Sains Pelajar Nasional pada bidang ilmu Sosiologi. 

Kompetisi bergengsi ini menarik peserta dari seluruh penjuru tanah air, namun Mimin berhasil menonjol dan mengukuhkan dirinya sebagai yang terbaik. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Mimin sendiri, tetapi juga bagi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Kamis, (18/04/2024).

Selain meraih gelar juara I dalam kompetisi tersebut, Mimin juga menjadi salah satu penerima beasiswa magang MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Yayasan Bakrie Center Foundation. Beasiswa ini merupakan pengakuan atas potensi dan prestasi akademis yang luar biasa dari Mimin. 

Dengan beasiswa magang MBKM ini, Mimin memiliki kesempatan untuk belajar dan berkontribusi dalam lingkungan yang profesional dan dinamis di Yayasan Bakrie Center Foundation sebagai fasilitator pendampingan psikososial yang menjadi ranah pekerjaan sosial (social welfare). 

Selama 6 bulan Mimin langsung berkiprah bersama para profesional dan pengalamannya tersebut dikonversikan ke dalam 20 sks mata kuliah di Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. 

Prestasi dan kesempatan ini merupakan langkah besar bagi Mimin untuk mengembangkan diri lebih jauh dalam bidang pengembangan masyarakat Islam serta memperluas jaringan dan kolaborasi.

Sementara itu, kesibukan Mimin saat ini tidak hanya terfokus pada akademik, tetapi juga melibatkan diri dalam kegiatan pengembangan diri dan kegiatan sosial di masyarakat, seperti mengikuti magang, proyek sosial, dan perlombaan. 

Mimin menegaskan pentingnya mengambil setiap kesempatan yang ada untuk mencoba hal-hal baru dan menyarankan rekan-rekan mahasiswa PMI untuk tidak takut mencoba dan menikmati proses belajar.

“Prestasi dan kesempatan yang diraih oleh Mimin tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa," ucap Dr Siti Fatimah, M.Hum.

Perjuang Mimin adalah contoh nyata dari semangat keunggulan yang diusung oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing dalam kancah nasional maupun internasional.” tegas Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dengan rasa bangga.

“Kami bangga dan bersyukur atas capaian prestasi Mimin. Ia memiliki visi hidup yang diwujudkan melalui langkah-langkah konkret dengan cara membangun prestasi. Semoga Mimin terus bertumbuh dan sukses selalu. Terima kasih karena telah berdedikasi mengharumkan nama PMI dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” ungkap Turasih.

Semangat juang Mimin adalah contoh bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha dan menggapai mimpi-mimpi mereka. Keberhasilan Mimin tidak hanya menjadi inspirasi, tetapi juga motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (din)

Selasa, 16 April 2024

Bupati Cirebon Gelar Halal Bihalal Bersama Pendamping Desa Se-Kabupaten Cirebon

KABUPATEN CIREBON — Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menggelar halalbihalal bersama pendamping desa se-Kabupaten Cirebon di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (16/4/2024).

Bupati Imron mengatakan, tujuan halalbihalal yang dilakukan bersama dengan ratusan pendamping desa se-Kabupaten Cirebon ini adalah, yang pertama sebagai ajang silaturahmi, kemudian kedua adalah untuk sharing dengan pendamping desa.

“Kita ingin tahu permasalahan di desa dan potensi desa itu sendiri,” ujar Imron.

Karena, aku Imron, program Kabupaten Cirebon bisa maju ini adalah berawal dari desa. “Kalau desanya maju, maka Kabupaten Cirebonnya juga saya pastikan akan maju,” ungkapnya.

Syaratnya, masih kata Imron, pertama pihaknya harus mengetahui potensi desa dan yang kedua juga mengetahui permasalahan yang ada desa tersebut.

“Nanti kita akan mengurai dan tangani permasalahan desa, kemudian kita menggali potensi-potensi desa tersebut. Maka, sangat diperlukannya kolaborasi dengan pendamping desa itu,” tambahnya. (din)

Sabtu, 13 April 2024

Antusiasme Warga Filipina Meningkat, Berbondong-bondong Mendaftar Beasiswa SN GES di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Antusiasme yang luar biasa telah melanda kalangan warga Filipina, baik Muslim maupun non-Muslim, untuk mendaftar sebagai mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melalui program beasiswa Syekh Nurjati Global Excellence Scholarship (SN GES). 

Hal ini tercermin jelas dalam acara info session untuk calon penerima beasiswa SN GES, di mana sekitar 30 calon mahasiswa asal Filipina telah menunjukkan minat besar untuk mendaftar dan mengikuti seleksi. Sabtu, (13/04/2024).

Fasilitator dari Mindanao State University (MSU) mengungkapkan bahwa sebanyak 65 mahasiswa asal Filipina dari berbagai wilayah di Filipina telah menunjukkan minat mereka melalui sebuah grup messenger. 

Beasiswa SN GES yang diluncurkan bulan lalu telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai salah satu program beasiswa terkemuka yang ditawarkan oleh IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Hingga saat ini, enam orang dari Malaysia dan Thailand telah berhasil lolos seleksi SN GES periode awal.

Dengan minat yang begitu besar dari warga Filipina, kuota yang tersisa kemungkinan besar akan diisi oleh mahasiswa Muslim dan non-Muslim asal Filipina. Hal ini menandakan penerimaan yang luar biasa di kawasan ASEAN. 

Beasiswa ini menarik minat dari berbagai kalangan, terutama warga internasional seperti warga Filipina, dengan fokus pada pencapaian akademik dan non-akademik, serta pengembangan kepemimpinan.

Direktur International Office and Partnership (IOP), Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme yang ditunjukkan oleh calon aplikan dalam info session tersebut. 

Ia menyatakan bahwa tahun ini kemungkinan besar rekrutmen besar mahasiswa asing lewat jalur SN GES akan didominasi oleh wilayah ASEAN, namun tidak menutup kemungkinan untuk menjangkau mahasiswa internasional dari berbagai belahan dunia di tahun-tahun mendatang.

Dengan adanya beasiswa SN GES, IAIN Syekh Nurjati Cirebon tengah melakukan persiapan menyeluruh untuk menyambut kedatangan mahasiswa internasional pada batch pertama yang diperkirakan akan tiba di Cirebon pada akhir Juli atau awal Agustus 2024. 

"Hal ini menjadi langkah positif dalam memperkuat hubungan antarnegara dan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif serta berdaya saing global" tandasnya. (din)

Kamis, 04 April 2024

Kolaborasi DPW IAIN Cirebon Bersama UPZ Syarifah Mudaim Pada Kegiatan Bakti Sosial dan Kajian Ramadhan

CIREBON, FC - Dharma Wanita Persatuan (DPW) IAIN Cirebon berkolaborasi pada kegiatan Bakti Sosial dan Kajian Ramadhan 1445 H bersama Unit Pengelola Zakat (UPZ) Syarifah Mudaim IAIN Cirebon. Kegiatan ini mampu membangun spirit kebersamaan dan kepedulian merajut hati para pegawai serta staf IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang terbalut dalam tema “Meraih Berkah Ramadhan dengan Mewujudkan Kepedulian dan Tholabul ‘Ilmi”, Kamis, (04/04/2024).

Dra. Hj. Nurlaela Suteja, Ketua Pelaksana acara ini, mengungkapkan bahwa bakti sosial menjadi salah satu puncak kegiatan dalam Gebyar Ramadhan 1445 H. 

“Ini adalah momen berharga di mana kami dapat berbagi dengan sesama. Kegiatan ini meliputi pemberian sembako kepada 350 orang, termasuk tenaga PPNPN, cleaning service, satpam, takmir masjid, yatim piatu, jompo, pensiunan, dan anggota DWP,” ungkap Dra. Hj. Nurlaela Suteja.

Kolaborasi ini menandai langkah pertama antara UPZ dan DWP IAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang diharapkan membawa berkah bagi semua pihak. 

“Semoga kegiatan bakti sosial ini bisa menjadi acara tahunan yang memperkuat ikatan kebersamaan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” tambah Syifauzakia, M. Pd., Ketua UPZ Syarifah Mudaim.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Hj. Husnul Khotimah Aan Jaelani, S.Pd.I, Ketua DWP IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

“Tugas pokok DWP salah satunya adalah menghadirkan kesejahteraan bagi anggotanya. Program seperti bakti sosial dan santunan merupakan fokus utama kami,” jelas Ketua DWP IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Program DWP lainnya adalah Literasi Moderasi Beragama, Kajian Keagamaan, Sosialisasi Sertifikasi Hala, Pengelolaan dana secara akuntabel dan transparan melalui rekening resmi DWP pada perbankan, Pendidikan Perempuan dan Anak, Sosialisasi Keluarga Mashlahah, Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Kemandirian Ekonomi, sebagaimana arahan program DWP Pusat Kementerian Agama RI dalam Rakernas 2024 di Semarang. pungkas Hj Husnul Khotimah Aan Jaelani.

Tidak hanya itu, Dr. Anang Jauharudin, M.MPd., Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat, memberikan apresiasi terhadap UPZ IAIN Cirebon yang dinilai telah berinovasi secara kreatif. 

“Diharapkan kedepannya akan ada banyak mahasiswa yang bisa di bantu oleh beasiswa UPZ IAIN Cirebon,” tandasnya dengan optimisme.

Sementara itu, dalam kajian Ramadhan, Prof. Dr. H. Dedy Djubaedi, M. Ag., dalam tausiahnya memberikan pesan berharga tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan sikap positif dalam menjalani ibadah. “Janganlah mudah berburuk sangka, dan selalu berbahagia dalam menjalani kehidupan,” pesan Prof Dedy.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag., turut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara tersebut. 

“Terima kasih kepada seluruh sivitas akademika, donatur, DWP IAIN Cirebon, DWP Kota Cirebon, UPZ Syarifah Mudaim, dan P2B,” ungkap Prof Aan.

Dengan semangat kebersamaan dan berbagi, acara Bakti Sosial & Kajian Ramadhan di IAIN Cirebon tidak hanya menjadi ajang pengumpul ilmu, tetapi juga simbol dari kepedulian dan harmoni di tengah-tengah bulan suci Ramadhan. (din)