Definition List

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 16 Januari 2024

Cegah Kenakalan Remaja, Pemkab Cirebon Akan Perbanyak Ruang Berekspresi

CIREBON — Pemerintah Kabupaten Cirebon bakal memperbanyak ruang berekspresi. Upaya tersebut dilakukan, untuk mencegah aksi kekerasan dan gangguan ketertiban masyarakat yang dilakukan oleh geng motor.

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E, M.Si menyebutkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk memberikan ruang bagi yang ingin menyalurkan minat dan bakat.

Menurut Ayu–sapaan akrab Wabup Cirebon, jenis kenakalan remaja di Kabupaten Cirebon, diantaranya mengkonsumsi minuman beralkohol, vandalisme, hingga tawuran.

“Sesungguhnya, mereka itu kreatif, tetapi wadahnya saja yang kurang. Pemerintah Kabupaten Cirebon akan mengarahkan bakat apa yang bisa mereka kembangkan,” kata Ayu saat menghadiri Seminar Area Stage Art di Pasar Batik Trusmi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (16/1/2024).

Ayu menyebutkan, semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan generasi emas. Hal ini dilakukan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, yang diharapkan oleh semua regenerasi.

“Anggota legislatif, bupati maupun wabup, pada generasi mendatang akan dijabat oleh anak-anak yang saat ini masih remaja,” tukasnya.

Selain itu, lanjut Ayu, pemerintah daerah mengharapkan generasi muda di Kabupaten Cirebon bisa lebih pandai bergaul, agar tidak terjerumus ke dalam dunia kenakalan.

Menurutnya, kenakalan remaja menjadi salah satu penyebab terjadinya pengganguran.

“Tingkat pengangguran masih tinggi, walau saat ini sudah turun. Namun, hal ini menjadi salah satu penyebab dari kenakalan remaja. Kalau saja kita bisa membuka lapangan pekerjaan, saya rasa akan berkurang (pengangguran),” tutup Ayu. (din)

Rektor IAIN Cirebon Prof Dr H Aan Jalenai M.Ag Kukuhkan Lima Guru Besar

Pengukuhan Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2024

FOKUS CIREBON, FC - Lima Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon dari berbagai rumpun keilmuan dikukuhkan oleh Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag pada sidang senat terbuka, Selasa, 16 Januari 2024, di ruang Auditorium Pascasarjana IAIN syekh Nurjati Cirebon. 

Kelima Guru Besar tersebut yakni, Prof Dr Aris, M.Pd bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Islam, Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag bidang keilmuan : Ilmu Pendidikan Umum, Prof Dr Asep Kurniawan M.Pd, bidang keilmuan : Manajemen Pendidikan Islam, Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, bidang keilmuan : Pendidikan Biologi dan Prof Dr Widodo Winarso, M.Pd.I bidang keilmuan : Psikologi Pendidikan Islam.

Pada kegiatan pengukuhan ini, kelima guru besar menyampaikan orasi ilmiah yang diawali oleh Prof. Dr. Aris, M.Pd dengan judul “Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Persepektif Alquran”.

Dalam orasinya, Prof Dr Aris ,M.Pd,  Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Islam ini menjelaskan bahwa ada delapan prinsip pendidikan Islam. Dirinya juga menyatakan bahwa  aktifitas belajar sebagai aktifitas menuntut ilmu diharapkan bisa sukses, meskipun harus berhadapan dengan berbagai rintangan. Kemudian dalam pemaparan orasinya Prof Dr Aris M.Pd menjabarkan dari delapan prinsip pendidikan Islam tersebut.

Selanjutnya, orasi kedua disampaikan oleh Prof Dr Yayat Supriyatna, M.Ag. pidato ilmiahnya bertemakan "Analisis Teoritis Pemberantasan Kemiskinan Melalui Pendekatan Pendidikan Islam," 

Menurut Prof Dr Yayat Supriyatna, kemiskinan masih menjadi masalah besar bagi umat Islam di berbagai belahan dunia Islam. Faktor-faktor penyebabnya di antaranya faktor alam, kolonialisme - akibat penjajahan, faktor siosio kultural akibat sikap apatis. Kemudian rendahnya budaya menabung, faktor daerah yang terisolasi, faktor stuktural akibat kekuasaan ekonomi yang tidak adil, pemilikan lahan dan modal yang monopoli.

Dalam pokok pikiran orasi tersebut, Prof Yayat menyampaikan beberapa solusi, yakni dari rendahnya budaya menabung, solusinya adalah budaya wajib investasi, hidup hemat, rajin menabung, mengurangi hidup konsumtif dan budaya berhutang tidak produktif.

Kemudian orasi ilmiah ketiga dilanjut oleh Prof Dr Asep Kurniawan, M.Ag dengan judul "The collapse of democrtaic principles in implementing schoool based management in silamic elementary svhools durung the Covid 19 pandemic".

Orasi ilmiah berikutnya disampaikan oleh Prof Dr Hj Ria Yulia Gloria, M.Pd dan orasi ilmiah terakhir oleh Prof Dr Widodo Winarsoz M.Pd.I. 

Setelah kelima guru besar menyampaikan pidato ilmiahnya, selanjutnya dilanjut pengukuhan guru besar oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag.

Sementara itu, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag mengatakan dan kegiatan pengukuhan guru besar ini menyatakan, bahw dengan bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan IAIN Cirebon harus menjadi spirit dan daya juang kampus bagi penyelenggaraan perguruan tinggi.

"Kita akan menunggu output, oncoma dan impact dari para guru besar untuk berkarya, berinovasi melakukan pengabdian kepada masyarakat dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang bukan hanya sekadar memberikan kontribusi positif untuk kampus, tapi impactnya yang jauh lebih besar khususnya kepada seluruh masyarakat,” terang Prof Aan.

Kata Prof Aan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 860 Tahun 2021, IAIN Cirebon ditetapkan menjadi pilot project untuk berubah atau bertransformasi menjadi universitas siber atau universtias digital (UINSSC).

Hadir pada kegiatan pengukuhan guru besar ini, Dirjen Dikti RI, Pj Walikota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi, M.Si, serta sejumlah pejabat Pemda dan juga tamu undangan lainnya. (din)

Senin, 15 Januari 2024

Kerap Dilanda Banjir, Sungai Sigranala Desa Pegagan Kidul Dibersihkan

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag mengapresiasi kegiatan Karya Bakti pembersihan sampah dan penanaman pohon oleh jajaran Korem 063/SGJ dan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Senin (15/1/2024).

Kegiatan Karya Bakti tersebut melibatkan ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, LSM lingkungan hidup, BBWS, kecamatan dan desa.

Imron menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak, yang sudah terlibat dalam aksi bersih-bersih sampah dan tanam pohon.

“Cirebon sering banjir, dimana salah satu faktornya, yaitu banyaknya aliran sungai yang terhambat sampah. Sehingga, sekarang dilakukan pembersihan oleh gabungan TNI/ Polri dan semua lapisan masyarakat,” katanya.

Ia menyebut di wilayah Kabupaten Cirebon, ada beberapa titik yang sering dilanda banjir, mulai daerah timur, barat dan utara. Hal tersebut imbas dari pendangkalan sungai akibat tumpukan sampah.

“Memang kita pilih di wilayah Desa Pegagan Kidul, Kapetakan. Masalahnya, ada beberapa titik di Cirebon yang rawan banjir, imbas dari aliran sungai terhambat, salah satunya di Pegagan Kidul ini,” jelasnya.

Menurutnya, ini bukan hanya tugas dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, tetapi menjadi tugas kita bersama untuk menjaga alam.

“Kegiatan seperti ini harus terus diadakan, untuk pencegahan banjir di Kabupaten Cirebon,” pintanya.

Di tempat yang sama, Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Letkol Inf Afriandy Bayu Laksono, S.Sos, M.I.Pol mengatakan, pihaknya ingin melakukan normalisasi sungai.

Khususnya sungai yang terdapat banyak sampah dan tumbuhan liar, seperti di sepanjang aliran sungai Sigranala di Desa Pegagan Kidul. Menurutnya, hal tersebut dilakukan dalam rangka Karya Bakti TNI.

“Kita lihat banyak eceng gondok dan sampah plastik, sehingga kita angkut dan kita buang di tempatnya, agar aliran sungai tidak tersendat, yang nanti akan mengakibatkan banjir,” ujarnya.

Pada Karya Bakti ini, lanjut Bayu, pihaknya melibatkan ratusan personel gabungan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan refleksi TNI, sehingga kita libatkan Polri, masyarakat, LSM, Pramuka, serta pemerintah untuk bersama-sama bergotong royong menanam pohon dan membersihkan sungai,” lanjutnya.

“Semoga dengan upaya ini, bisa memberikan dampak bagi lingkungan. Karena kita harus mencintai lingkungan dengan baik, agar tidak berimbas pada hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

Ia juga mengajak kepada semua lapisan masyarakat, agar peduli dengan kebersihan. Dan kegiatan Karya Bakti TNI ini tidak selesai pada hari ini saja, melainkan berkelanjutan.

“Kami ajak masyarakat, agar kegiatan ini tidak selesai hanya sampai disini saat Karya Bakti TNI. Tetapi harus dilanjutkan dengan membangkitkan kesadaran tentang kepedulian terhadap lingkungan, yakni tidak membuang sampah sembarangan, khususnya sampah plastik,” pungkasnya. (din)

Wabup Ayu Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting

Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si 


CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) percepatan penurunan stunting di Posyandu Desa Mandala, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Senin (15/1/2024).

Wakil Bupati yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, berdasakan analisa dan juga informasi dari sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Cirebon, bahwa stunting banyak disebabkan dikarenakan kesalahan pola asuh.

Salah satunya, yaitu kurangnya makanan bergizi yang diberikan kepada anak-anak. “Makanan bergizi itu tidak perlu mahal, seperti telur puyuh dan sayur mayur,” kata Ayu.

Ayu juga mendorong orangtua agar kreatif untuk membuat makanan anak, seperti mengemas ikan atau ayam dalam bentuk nugget. Karena, terkadang anak-anak butuh tampilan yang menarik.

“Banyak tutorialnya, manfaatkan kecanggihan di era internet saat ini, seperti di YouTube, TikTok dan lain-lain,” sambungnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk melakukan imunisasi secara lengkap kepada putra atau putrinya. Karena hal tersebut juga sangat berdampak terhadap kesehatan anak.

Kuwu Desa Mandala, H. Rodiah mengatakan, dengan adanya monev yang dilakukan Wabup Ayu beserta jajaran ke Desa Mandala, pihaknya merasa bangga.

Dirinya melaporkan, bahwa kegiatan di Posyandu di desanya, masyarakatnya sangat antusias dan meningkat. Karena keberhasilan itu, kuncinya terletak pada generasi penerus yang cerdas.

“Alhamdulillah, di Desa Mandala tidak ada gizi buruk. Kita mempunyai enam Posyandu, dan PR (pekerjaan rumah) kami tinggal dua Posyandu lagi yang belum dibangun,” kata Rodiah.

Rodiah mengharapkan, dengan terpenuhinya sarana dan prasarana pendukung (misal, Posyandu) kesehatan di Desa Mandala, sedikitnya dapat diperhatikan.

Maka ia meminta, agar pekerjaan rumah pembangunan Posyandu agar bisa segera direalisasikan. (din)

Jumat, 12 Januari 2024

Pisah Sambut Kapolresta Cirebon, Bupati Imron : Selamat Datang Kombes Pol Sumarni di Kota Wali

KABUPATEN CIREBON - Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menghadiri acara pisah sambut Kapolresta Cirebon dari pejabat lama Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H., dengan pejabat baru Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., di Hotel Aston Cirebon, Kamis malam (11/1/2024).

Imron mengatakan, selama kepemimpinan Kombes Pol Arif Budiman, Pemkab Cirebon selalu bersinergi dengan Polresta Cirebon.

“Selama dua tahun lebih, Pemkab Cirebon selalu bersinergi dengan Polresta Cirebon yang dipimpin oleh Kombes Pol Arif Budiman, karena Pak Arif orangnya sangat baik dan suka humor, namun bekerja secara profesional,” ujar Imron.

Imron menyebut, Kombes Pol Arif Budiman telah menorehkan prestasi yang cukup banyak selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cirebon, kami ucapkan selamat atas jabatan yang baru, dan semoga Kombes Pol Arif Budiman karirnya semakin maju dan sukses kedepannya,” tukasnya.

Imron juga mengucapkan selamat datang kepada Kombes Pol Sumarni, yang kini menjabat sebagai Kapolresta Cirebon yang baru.

“Semoga bisa bekerja sama dengan Pemkab Cirebon, dan bisa membawa kondusifitas Kabupaten Cirebon yang lebih baik lagi,” harap Imron.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni menyebut, jika dirinya masih memiliki keturunan Cirebon dan Indramayu. Sehingga ini merupakan panggilan dari leluhur untuk mengabdi di kota wali.

“Saya tidak menyangka akan berdinas di Polresta Cirebon. Padahal dulu saya sering keluar masuk Cirebon untuk sekedar kulineran makan jamblang, dan belanja batik ke Trusmi,” ujarnya.

Sumarni mengungkapkan, dirinya meminta doa restu dan dukungan selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

“Saya orang baru, sehingga mohon doa restu dan dukungannya, agar selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kombes Pol Arif Budiman mengucapkan banyak terimakasih dan memohon maaf, bilamana selama menjabat sebagai Kapolresta Cirebon ada tutur kata dan perilaku yang kurang berkenan.

Arif bahkan mengenalkan sosok Kombes Pol Sumarni, yang kini menjabat sebagai Kapolresta Cirebon.

Menurutnya, Kombes Pol Sumarni merupakan sosok Polwan pekerja keras, selain itu juga ia merupakan perwira terbaik Polri yang memiliki banyak prestasi.

“Kombes Pol Sumarni merupakan pekerja keras, bahkan hobinya cukup berbeda dengan yang lain, yakni naik motor. Itu dilakukan untuk memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Arif.

Arif juga meminta kerjasama dengan semua stakeholder, agar Polresta Cirebon di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sumarni, bisa lebih baik lagi.

Seperti diketahui, Kombes Pol Arif Budiman dipindahtugaskan menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Binkar SSDM Polri, dalam rangka mengikuti pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-33 T.A 2024.

Sedangkan Kombes Pol Sumarni, sebelumnya menjabat sebagai Wakapolres Metro Bekasi. (din)

Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Tangkap DPO Terpidana Herry Sutanto Yang Melarikan Diri Selama 16 Tahun

CIREBON - Herry Sutanto Bin Budi Sutanto terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi dalam proyek pelapisan (overlay) landas pacu Bandara Cakrabuana Kota Cirebon pada tahun 2005 berhasil ditangkap Tim Intelejen dan Tim Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kota, Jum'at, 12 Januari 2024.

Tertangkapnya (DPO) terpidana Herry Sutanto Bin Budi Sutanto sekira pukul 19.20 WIB di Jalan Bahagia No 126 RT 01/05 Kelurahan Panjunan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Mengenai terpidana Herry Sutanto, berdasarkan putusan Mahkamah Agung No 1015 K/ Pid.Sus/ 2008 menyatakan terdakwa Herry Sutanto bin Budi Sutanto terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana "Korupsi secara bersama-sama" dengan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp 200.000.000,- berikut membayar uang pengganti sebesar Rp 72.636.500,- dengan ketentuan apabila tidak bisa membayar dan tidak mempunyai harta benda mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan.

Terpidana Herry Sutanto sudah melarikan diri kurang lebih selama 16 Tahun sejak Tahun 2008.

Pada upaya penangkapan ini, sebelumnya Seksi Intelijen telah melakukan upaya pencarian dan telah dikirimkan surat permohonan bantuan  Adhyaksa Monitoring Center (AMC) kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat sebagaimana surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Nomor : R-121/M.2.11/Dip.4/08/2022 tanggal 02 Agustus 2022.

Berdasarkan laporan pihak Kejaksaan Negeri Cirebon, bahwa selama proses penangkapan, terdakwa sempat tidak mau menyerahkan diri. Namun akhirnya terdakwa menyerahkan diri setelah tim menerobos masuk kedalam rumah

"Saat ini Terdakwa diamankan dan ditahan di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Cirebon," ujar sumber di Kejaksaan. (din)

Rabu, 10 Januari 2024

Wabup Ayu Meminta Perempuan di Kabupaten Cirebon Bisa Lebih Berdaya dan Mandiri

CIREBON, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE, M.Si melantik pengurus Wanita Tani (Watan) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Desa Keduanan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Selasa (9/1/2024).

Pada kesempatan tersebut, Ayu—sapaan akrab Wabup Cirebon mengatakan, bahwa anggota Watan tidak harus menanam padi di sawah atau berkebun, namun juga bisa memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanam tanaman kebutuhan sehari-hari.

“Bisa menanam cabai atau tanaman obat keluarga,” ujar Ayu.

Dengan bergabungnya para perempuan dalam Watan ini, diharapkan nantinya para perempuan di Kabupaten Cirebon bias lebih berdaya dan mandiri. Karena menjadi anggota Watan, tidak melulu harus menjadi petani.

Menurut Ayu, para perempuan yang memiliki keahlian mengolah hasil pertanian atau perkebunan menjadi makanan, bisa juga tergabung dalam Watan ini.

“Watan ini juga bisa bagi perempuan yang memiliki keahlian membuat kue,” lanjutnya.

Intinya, lanjut Ayu, keberadaan Watan ini bukan hanya berkaitan dengan masalah pertanian saja, namun merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan perempuan agar lebih mandiri.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Desa Keduanan ini sudah menyiapkan lahan seluas 2.000 meter, agar bisa dimanfaatkan oleh para anggota Watan untuk menanam berbagai tanaman yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebagai salah satu bentuk dukungan Pemkab Cirebon dalam program ini, pihaknya akan memberikan bantuan berupa bibit tanaman bagi Watan di Desa Keduanan ini.

“Nanti akan kami bantu bibit tanamannya,” tukas Ayu. (Nisa)

KID Kabupaten Cirebon Jadi Rujukan Daerah Lain

CIREBON, FC - Setelah beberapa waktu lalu dikunjungi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, kali ini giliran rombongan dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Cirebon.

Rombongan tersebut berkunjung dalam rangka Studi Tiru Pembentukan Komisi Informasi Daerah (KID), yang dihadiri langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE., MM beserta jajaran.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag menerima kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon beserta bidang Informasi dan Komunikasi Publik, serta Kepala Bagian Setda, bertempat di Pendopo Bupati Cirebon, Selasa (9/1/2024).

Dalam kesempatan itu, Bupati Imron mengawali dengan memperkenalkan Kabupaten Cirebon, baik mengenai sejarah, bahasa, budaya, maupun kuliner khas yang ada di Kabupaten Cirebon.

Pihaknya juga sangat terbuka akan maksud dan tujuan kedatangan Pemkab Tanah Datar, perihal studi tiru dalam hal pembentukan Komisi Informasi (KI),

“Kami terbuka dengan siapapun, yang ingin menyerap ilmu dari kami. Soal Komisi Informasi, lebih lanjut nanti kita diskusi antara Pemkab Tanah Datar dengan Diskominfo dan KI Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra menegaskan, bahwa kedatangan Pemkab Tanah Datar sangatlah serius untuk menimba ilmu ke Pemkab Cirebon, dalam rangka pembentukan KI yang ada di Pemda Tanah Datar.

“Kami berkunjung ke Kabupaten Cirebon ini dalam rangka pembentukan Komisi Informasi (KI). Kami ingin tahu KI di Kabupaten Cirebon, kami juga ingin tahu seperti apa langkah Kabupaten Cirebon dalam membangun KI,” kata Eka.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon sudah lebih maju daripada Kabupaten Tanah Datar, terutama dalam hal Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena itu, untuk KIP, Pemkab Tanah Datar akan meniru Pemkab Cirebon, dengan harapan kedepan bisa diterapkan di Kabupaten Tanah Datar.

“Kami ingin meniru Kabupaten Cirebon, kami juga ingin tahu apa-apa saja yang harus disiapkan, terutama mengenai anggarannya. Upaya-upaya apa saja yang harus kami terapkan dalam meningkatkan monitoring dan evaluasi, khususnya ke desa-desa,” jelas Eka.

“Harapan kami, bisa membentuk KI di Kabupaten Tanah Datar tahun 2024 ini,” imbuhnya.

Perlu diketahui, bahwa Komisi Informasi di Provinsi Jawa Barat, baru ada di Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Oleh karena itu, Kabupaten Cirebon seringkali menjadi rujukan studi tiru daerah lainnya yang ingin membentuk Komisi Informasi. (din)

Selasa, 09 Januari 2024

Jurusan PAI Lakukan Penandatanganan Kerjasama Startegi Dengan PAIS Kab.Cirebon

FOKUS CIREBON, FC - Tahun baru dengan semangat baru, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) sukses melaksanakan penandatanganan kerjasama strategis dengan Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) dan Seksi Pendidikan dan Madrasah (PENMAD) Kementerian Agama Kabupaten Cirebon. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas reakreditasi jurusan serta membekali calon guru PAI dengan keterampilan yang unggul.Selasa,(09/01/2024).

Penandatanganan kerjasama yang berlangsung pada hari Selasa, 09 Januari 2024, di kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon, menjadi langkah awal yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait. Ketua Jurusan PAI, Siti Maryam Munjiat S.S., M.Pd.I., hadir bersama H. Akhmad Kholiq, M.H.I (KASI PAIS) dan H. Aghust Muhaimin, M.Ag. (KASI PENMAD).

KASI PAIS H. Akhmad Kholiq, M.H.I, dalam sambutannya, mengungkapkan keunikan peran guru PAI. “Guru PAI memiliki keunikan tersendiri dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Secara administratif, guru PAI berada di bawah kewenangan Diknas, namun dalam profesionalitasnya, kewenangan berada di tangan Kemenag,” ujarnya. Beliau juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi guru PAI, terutama terkait rekruitmen Calon Pegawai Sipil Negara (CASN).

“Hari ini, guru PAI harus berkompetisi secara luar biasa, baik dengan sesama guru PAI di bawah Diknas maupun dengan berbagai aturan baru terkait pengangkatan guru PAI. Tantangan ini harus dihadapi dengan keuletan dan semangat untuk terus berkompetisi,” tambahnya.

Sementara itu, KASI PENMAD H. Aghust Muhaimin, M.Ag., memberikan apresiasi positif terhadap penandatanganan kerjasama ini. “Ini merupakan ikhtiar luar biasa, seperti jemput bola. Kerjasama yang selama ini berjalan bersifat personal afirmatif akan dikembangkan menjadi kelembagaan. Kami berharap dapat saling mendukung dan bersinergi dalam berbagai kegiatan, seperti pertukaran narasumber, pendampingan pelatihan, dan kegiatan lainnya yang mendukung pendidikan dan pengabdian masyarakat,” paparnya.

Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan dorongan positif bagi pengembangan jurusan PAI, meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dan melahirkan calon guru PAI yang unggul dalam menghadapi dinamika zaman. Semangat kerjasama ini diyakini akan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan agama Islam di Kabupaten Cirebon. pungkas KASI PENMAD.

Siti Maryam Munjiat S.S., M.Pd.I, Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beliau mengungkapkan, “Penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman. Kami merasa perlu untuk bersinergi dengan KASI PAIS dan PENMAD Kemenag Kabupaten Cirebon guna meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di wilayah ini.”

Menurutnya, kerjasama ini tidak hanya sebatas administratif, melainkan juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas guru PAI. “Kami ingin memastikan bahwa para calon guru PAI yang kelak kami hasilkan mampu bersaing secara kompetitif, baik dalam administrasi maupun dalam hal profesionalitasnya. Tantangan guru PAI semakin kompleks, dan kami berkomitmen untuk mempersiapkan mereka dengan baik,” tambahnya.

Maryam Munjiat juga menyoroti keunikan peran guru PAI. “Guru PAI memiliki peran yang sangat khas dalam mendidik generasi muda. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pembimbing rohaniah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan agama Islam menjadi sebuah keharusan, dan kerjasama ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mencapai tujuan tersebut,” jelasnya.

Ia berharap kerjasama ini tidak hanya menjadi perjanjian formal, melainkan dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. “Kami berharap sinergi ini akan menghasilkan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di wilayah Cirebon,” pungkas Maryam Munjiat dengan antusias.

Jumat, 05 Januari 2024

Fokus Pada Program Cyber Ialamic University, Rektor IAIN Cirebon Prof Aan Jaelani Fokus Ikuti Kegiatan Meet and Brief

JAKARTA, FC - Dalam acara penting yang diadakan oleh Kementerian Agama di Jakarta Convention Center (JCC) hari ini, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, menaruh perhatian khusus pada program utama yang diusung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kamis, (04/01/2024).

Acara yang dihadiri lebih dari 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama ini merupakan bagian dari perayaan Hari Amal Bhakti ke-78 Kementerian Agama. Menteri Yaqut dalam sambutannya mengajak semua untuk merenung atas sejarah Kementerian Agama serta menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia.

Dalam refleksi awal tahun, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, menyoroti peran penting Kementerian Agama dalam memberikan akses pendidikan kepada para guru yang belum memiliki gelar Sarjana (S1). Ia fokus pada program Cyber Islamic University yang telah memberikan kesempatan kepada ribuan mahasiswa, sebagian besar di antaranya adalah para guru, untuk memperoleh beasiswa S1 secara daring melalui Cyber Islamic University, yang merupakan bagian dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Cyber Islamic University adalah program prioritas dari Kemenag. Kampus siber ini sudah berjalan sejak 2021.

Seiring berjalannya waktu, Cyber Islamic University memiliki peminat yang tinggi. Masyarakat begitu antusias sehingga banyak yang ingin mengambil program tersebut.

“Dalam tiga tahun terakhir, program Cyber Islamic University telah diikuti oleh 3.339 mahasiswa dari 36 provinsi di seluruh Indonesia. Tingginya minat mahasiswa dalam mengikuti program kuliah daring ini disebabkan oleh kemudahan dalam proses pembelajaran,” ungkap Prof Aan.

Pada 2024, akan dilakukan penambahan program studi baru untuk program pembelajaran jarak jauh (PJJ). Program studi yang ditambahkan meliputi S2 dan S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA), S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta S1 Aqidah Filsafat Islam (AFI). Selain itu, akan ada penambahan untuk program studi S1 Hukum Keluarga Islam (HKI), S1 Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS), S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan S1 Sejarah dan Peradaban Islam (SPI). tegas Prof Aan. (din)

Kemenag RI Gelar Devotion Experience (Deb-X) Untuk Fasilitasi Anak Muda Untuk Lebih Dekat Dengan Religi

JAKARTA, FC - Untuk kali pertama, Kemenag menggelar Devotion Experience (Dev-X). Kegiatan yang dihelat di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) mulai 5-7 Januari 2024 ini dikemas dengan nuansa pop culture dan serba digital sebagai upaya mendekatkan anak muda dengan dunia religi.

“Sasaran kita dalam acara ini memang anak muda. Karenanya, acara ini memang sengaja kita kemas dengan nuansa pop culture. Kita ingin memfasilitasi anak-anak muda untuk lebih dekat dengan religi,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Jumat (5/1/2023).

Menag mengungkapkan ada alasan tersendiri mengapa Kemenag menyasar anak muda. “Kita ini sedang bersiap menyongsong Indonesia Emas 2045. Pemimpin Indonesia di masa itu adalah anak-anak muda hari ini,” jelas Menag Yaqut.

Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai agama, lanjut Menag, maka penting untuk mewariskan hal baik bagi para calon pemimpin masa depan. “Itu mengapa memfasilitasi anak muda untuk lebih dekat dengan religi menjadi hal yang perlu kita lakukan,” kata Menag.

“Kehidupan beragama itu bukan semata ritual ibadah lho, makanya nanti di Dev-X ini anak-anak muda dapat melihat bahkan merasakan pengalaman itu,” imbuhnya.

Sejumlah kegiatan dihelat selama Dev-X, seperti nikah massal, talkshow seputar zakat dan wakaf, haji, dan sertifikasi halal. Ada juga demo dan bincang-bincang terkait kitab suci dengan huruf braille atau bahasa isyarat.

“Di sini juga pengunjung dapat mencoba, misalnya, wisata religi dengan menggunakan virtual reality (VR) hingga menyaksikan launching huruf pegon digital. Kalau punya masalah yang terkait dengan keagamaan, juga bisa temukan solusinya di Dev-X,” ujar Gus Men, sapaan akrab Menag Yaqut.

Kegiatan lainnya, pengunjung bisa belajar membaca Sloka atau menulis Jawa kuno di stan Ditjen Bimas Hindu. Ada juga sesi pemutaran film Unearthing Muarajambi di stan Ditjen Bimas Buddha atau mencoba menjelajah Candi Borobudur dengan menggunakan VR 360. Pengunjung juga dapat mengunjungi pameran berbagai produk halal hingga menikmati sajian musik.

Ketua Pelaksana Dev-X Ahmad Zainul Hamdi menyampaikan, ajang ini terbuka untuk umum dan gratis. Calon pengunjung cukup melakukan registrasi diri melalui aplikasi PUSAKA Superapps yang dapat diunduh di Play Store dan App Store.

“Silakan daftar melalui PUSAKA dan silakan datang ke JCC. Selain pameran kinerja satuan kerja, pengunjung juga dapat menyaksikan pameran produk halal, penampilan artis dan tokoh ternama,” tutur pria yang juga Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag ini.

Sejumlah pengisi acara yang akan hadir, antara lain Salma Salsabila, Habib Ja’far, Bhante Dhiropunno Onad, Ustadz Das’ad Latif, Rhoma Irama, Voice of Baceprot, Andien, Arafah Rianti, Ricky Watimena, Mona Ratuliu, Daniel Mananta, Marcello Tahitoe, Armand Maulana, Zaskia Mecca, hingga komedian Boris Bokir, Arafah Rianti, dan sebagainya. (din)

Kamis, 04 Januari 2024

4000 ASN Kementerian Agama Hadiri Acara Meet and Brief Bersama Menteri Agama

JAKARTA, FC - Kementerian Agama hari ini menggelar Meet and Brief bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di JCC, Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri tidak kurang 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama.

Hadir, Wamenag Saiful Rahmat Dasuki, para Pejabat Eselon I hingga IV kantor Pusat Kemenag, para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan para Kepala Kankemenag Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Acara ini juga diikuti melalui zoom meeting oleh jajaran ASN Kementerian Agama dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepada jajarannya, Menag Yaqut mengawali sambutannya dengan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024 dan Selamat Hari Amal Bhakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama. Menag mengajak semuanya untuk bersyukur atas peran Kementerian Agama selama 78 tahun dalam menjaga kerukunan umat beragama dan merawat toleransi di negara Indonesia yang majemuk.

“Tepat sekali tema HAB tahun ini: Indonesia Hebat Bersama Umat. Membersamai dan melayani umat dengan hati menjadikan Indonesia Hebat,” sebut Gus Men, panggilan akrabnya, Jakarta, Kamis (4/1/2024).

Momen awal tahun dan peringatan HAB, kata Gus Men, adalah waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus mengukir harapan atas sejarah Kementerian Agama. Gus Men lalu mengingatkan jajarannya dengan salah satu pesan KH. Abdul Wahid Hasyim, bahwa model Kementerian Agama ini pada hakikatnya adalah jalan tengah antara teori memisahkan agama dari negara dan teori persatuan agama dan negara.

“Indonesia bukanlah negara sekuler, bukan pula negara agama. Di Indonesia, agama menjadi inspirasi bagi negara. Ini selaras dengan statemen pertama saya setelah diamanahi Presiden sebagai menteri, “Jadikan agama sebagai inspirasi, bukan aspirasi”,” tegas Gus Men.

Gus Men lalu mengenang awal dirinya mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk menakodai Kementerian Agama. Di awal-awal bekerja, Gus Men mencoba untuk mengenali dan mengidentifikasi sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan di Kementerian Agama. Gus Men mendapati bahwa kementerian ini memiliki satuan kerja (satker) dan ASN yang sangat besar dengan jenis layanan yang luas. Namun, saat itu masyarakat dan ASN nya dipusingkan dengan ratusan aplikasi yang tidak terintegrasi.

Gus Men pada awal bekerja juga mendapati kementerian ini membina puluhan ribu guru yang belum S1. Saat itu, ada 50 ribu KUA yang mayoritas kondisi kantornya kurang memadai. “Saya melihat, pada awal bertugas sebagai Menteri Agama, jika masalah kementerian ini dihamparkan di meja, maka tidak tampak ujung tepinya,” demikian Gus Men membuat metafora.

Apapun kondisinya, identifikasi masalah yang didapat menjadi arah bagi Menag Yaqut untuk menyelesaikannya. Tiga tahun berselang, hal itu mulai tampak terselesaikan. “Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, setelah kerja keras kita bersama, masalah-masalah di Kementerian Agama mulai terurai,” ujar Gus Men.

Beberapa capaian itu, misalnya: pertama, Aplikasi PUSAKA telah dihadirkan. Superapps ini mengintegrasikan berbagai aplikasi yang selama berjalan hingga ada dalam satu genggaman. “Ini menjawab kebutuhan masyarakat dan internal ASN atas layanan kementerian yang cepat, mudah, murah, pasti, dan akuntabel,” sebut Gus Men.

Kedua, Cyber Islamic University didirikan, untuk memberikan akses kepada para guru yang belum S1 dan siapa pun yang ingin belajar di perguruan tinggi secara online, di mana pun mereka berada. Saat ini sudah 3.339 mahasiswa, yang mayoritasnya guru. Mereka telah mendapatkan beasiswa S1 di Cyber Islamic University, IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ketiga, lebih dari 1.000 KUA telah direvitalisasi. “Bukan hanya bangunan kantornya yang direnovasi, tetapi SDM dan SOP layanan KUA ditingkatkan kualitasnya,” kata Gus Men.

Keempat, lebih dari 2.000 pesantren menerima program Kemandirian Pesantren. Saat ini sedang dikembangkan agar terbentuk ekosistem bisnis pesantren yang kuat di masa depan. Kelima, Cand

Borobudur dan Candi Prambanan telah menjadi pusat ziarah dan ibadah dunia bagi umat Buddha dan umat Hindu.

“Keenam, tingkat kepuasan jemaah pada dua tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji juga masuk kategori Sangat Memuaskan,” jelas Gus Men.

Beragam capaian lainnya, Sertifikasi Halal melampaui target, prestasi di bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan banyak ditorehkan, serta Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami kenaikan. Berbagai legacy Kementerian Agama juga diwujudkan, misalnya: berdirinya Puspenkom, serta penerbitan Kitab Suci Braille dan Bahasa Isyarat.

“Setelah menunggu 12 tahun, 98.972 guru akhirnya menerima SK Inpassing. Dan insya Allah, segera terealisasi kenaikan Tukin menjadi 80% bagi ASN Kementerian Agama,” ujar Gus Men.

“Untuk pertama kalinya, Kementerian Agama di 2023 juga ditetapkan sebagai Badan Publik Informatif. Ini milestone luar biasa. Kita pertahanankan dan tingkatkan. Keterbukaan informasi adalah amanat UU,” lanjutnya.

Gus Men menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama yang telah bekerja keras mewujudkan misi bersama melayani umat beragama sebaik-baiknya. Menurutnya, capaian ini telah mendapat puluhan apresiasi dan penghargaan dari berbagai instansi dan Lembaga, dan itu patut disyukuri.

“Meski begitu, kita jangan berpuas diri. Keberhasilan yang kita raih harus menjadi motivasi untuk mengabdi lebih baik lagi,” pesannya.

Di 2024, lanjut Gus Men, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan, terutama program-program prioritas dan legacy. Karena itu, Gus Men mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama tetap semangat, tetap bekerja keras, terus meningkatkan kualitas diri dan pelayanan, serta selalu mencari terobosan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Mari memperkuat Kementerian Agama sebagai satu kesatuan institusi dari pusat hingga daerah yang performanya bisa menjadi teladan bagi K/L dan institusi lainnya,” pesannya lagi.

Terakhir, menjelang Pemilu 2024, Gus Men secara khusus menyampaikan dua pesan kepada keluarga besar Kementerian Agama. Pertama, setiap ASN Kementerian Agama diminta menjadi perekat masyarakat dan aktif menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing. ASN Kementerian Agama diminta untuk menjaga agar tempat ibadah dan lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama tidak dijadikan sebagai ajang politisasi agama dan provokasi politik.

“Kedua, setiap ASN Kementerian Agama saya minta tetap bekerja optimal melayani umat beragama, dan jangan beri celah kepada pihak-pihak tertentu mendiskreditkan kita dan mengambil keuntungan politik pada masa kampanye ini akibat keteledoran atau kelalaian kita,” tandasnya. (din)

Rabu, 03 Januari 2024

Gapura Alun-alun Pataraksa Senilai Ratusan Juta Ambruk, Bupati Imron Minta Dibangun Ulang

KABUPATEN CIREBON - Usai diguyur hujan dengan intensitas sedang, gapura tradisional di Alun-alun Pataraksa ambruk pada Selasa malam (2/1/2024). 

Paginya, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag langsung inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi kejadian, Rabu (3/1/2024). 

Bupati Imron mengaku kecewa dengan hasil pembangunan Alun-alun Pataraksa, yang tepat berada di depan Kantor Bupati Cirebon dan Kantor DPRD Kabupaten Cirebon.

"Jelas kecewa, pekerjaannya asal-asalan. Saya minta dinas terkait untuk mengevaluasinya," tukas Imron.

Ia meminta kepada penyedia atau kontraktor untuk membangun ulang gapura tradisional yang ambruk. "Harus dibangun ulang. Bila perlu, yang ambruk satu gapura, tapi saya minta kedua gapura dibangun ulang," pintanya. 

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, S.Sos., M.Si mengatakan, terkait ambruknya gapura tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas kegiatan.

Iwan mengaku, selama ini laporan dari pengawas kegiatan melaporkan bahwa pekerjaan sudah sesuai dengan spek yang sudah direncanakan.

"Karena ini masih masa pemeliharaan sampai tanggal 27 April 2024, saya minta penyedia atau kontraktor untuk segera bertanggungjawab terkait kerusakan ini," kata Iwan.

Tentunya, lanjut Iwan, pihaknya akan melakukan evaluasi total terkait ambruknya gapura tradisional yang ada di Alun-alun Pataraksa. 

"Saya minta kepada penyedia untuk mengganti semua gapura tradisionalnya. Dibangun dari awal dan harus sesuai dengan gambar awal," lanjutnya.

Hasil rapat dengan konsultan serta pelaksana, Iwan menambahkan, pihak pelaksana, yaitu PT. Caesar Utama Karya, sanggup dan bertanggungjawab untuk membangun kembali gapura yang ambruk. 

Kedua, pihak konsultan pengawas sanggup mengawasi pelaksanaan pembangunan kembali gapura, tanpa ada biaya pengawasan dari Pemda.

"Ketiga, hasil analisa terhadap kejadian rubuhnya gapura, dimungkinkan karena ada pergerakan batu dalam gapura, yang mengakibatkan masuknya air ke dalam gapura. Pergerakan tersebut menyebabkan batu mendorong dinding bata," jelas Iwan.

Ia menambahkan, pembangunan Alun-alun Pataraksa ini telah menelan anggaran Rp15,7 miliar lebih, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat. 

Tahap pertama, kata Iwan, tahun 2021 Rp11,6 miliar, kemudian dilanjutkan tahap kedua pada tahun 2023 dengan anggaran Rp4,1 miliar.

"Yang tahap pertama adalah pekerjaan konstruksi, dan tahap kedua untuk pekerjaan finishing. Termasuk gapura tradisional yang saat ini ambruk senilai Rp226 juta, dan gapura modern yang terletak di depan pintu masuk Alun-alun Pataraksa," tambahnya. (Ara)