Tajam, Aktual dan Mencerdaskan

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 31 Januari 2024

AICIS 2024 dan Potret Sejumlah Inisiatif Membangun Perdamaian

SEMARANG, FC - Konflik dan perselisihan terus saja terjadi dengan beragam sebab dan intensitasnya. Namun, usaha merancang peacebuilding juga tak pernah hilang, bahkan oleh mereka yang saat ini menjadi korban konflik.

Inisiatif publik membangun perdamaian menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2024. Forum ini akan berlangsung di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Direktur Perguruan Tinggi Agama Islam Ahmad Zainul Hamdi mengatakan AICIS ke-23 ini mengusung tema ‘Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues’. Ada tujuh sub tema yang akan dibahas, salah satunya Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial.

Menurut Ahmad Inung, panggilan akrabnya, subtema Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial berfokus pada bagaimana yurisprudensi politik Islam merespons isu-isu perang dan perdamaian pasca-kolonialisme. 

Hal ini masih menjadi isu penting kemanusiaan karena fakta perang dan konflik juga masih terus terjadi.

“Interpretasi fiqh siyasah tentang perang dan perdamaian memang berbeda-beda di antara para sarjana. Perbedaan itu dipengaruhi oleh latar belakang, konteks historis, sosial-politik dan kebudayaan para akademisi di berbagai negara. Karenanya, penting untuk mendiskusikan di ranah akademik,” sebut Ahmad Inung di Semarang, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah isu yang akan dibahas antara lain prinsip-prinsip fiqh siyasah merespons problem kedaulatan dan independensi negara bangsa (sovereignty and independence), pertahanan diri kolektif sebuah negara (collective self defense), resistensi terhadap kolonialisme baru (resistance to new colonialism), resolusi konflik dan membangun perdamaian (conflict resolution and peacebuilding), hubungan internasional antar negara (international relation) yang menekankan prinsip keadilan, saling memahami dan menjaga perdamaian antar negara, partisipasi negara-negara muslim dalam organisasi dan perjanjian internasional (international organization), serta isu bagaimana sebuah bangsa seharusnya dikelola (state governance).

Terpisah, Ketua Steering Committee (SC) AICIS 2024 Prof Mukhsin Jamil mengatakan, sejumlah hasil riset akan dipaparkan dan dibahas dalam sesi panel untuk subtema ‘Fiqih Siyasah tentang Perang dan Damai: Pasca Kolonial’, salah satunya yang ditulis Asfa Widiyanto dalam Religious Minority and Peaceful Coexistence.

Asfa Widiyanto dalam tulisannya memperlihatkan begitu problematiknya status minoritas yang mereka pikul sambil berjuang untuk hidup berdampingan secara damai di tengah-tengah lanskap sosial yang beragam.

Demikian pula, inisiatif modal sosial dan rekonsiliasi konflik, yang dicontohkan komunitas Syiah Sunni Sampang Madura, yang ditulis Maskuri dalam Social Capital and Conflict Reconciliation for Peace.

Maskuri menggarisbawahi pentingnya jaringan komunal dalam membina perdamaian dan rekonsiliasi sekalipun dirinya sedang berada di bawah bayang-bayang kekerasan agama.

Bhirawa Anoraga dalam Crowdfunding for Inter-Faith Peace juga mengupas munculnya inisiatif perdamaian dari gerakan akar-rumput di berbagai wilayah. Dia mencontohkan kegiatan filantropi yang diinisiasi para pemuda dan LSM di Indonesia. 

Di level akademik, Mardi Lestari dalam Internalizing an Islamic Culture of Inner and Social Peace, mencontohkan bagaimana usaha perdamaian dilakukan di level pendidikan tinggi melalui internalisasi budaya Islam yang mengajarkan kedamaian batin dan sosial.

Sementara Adnan, melalui riset bertajuk Fiqh Siyasah on War And Peace in The Post-Colonial Era, berusaha mengeksplorasi bagaimana perang dan perdamaian di wilayah Sulawesi, menawarkan wawasan regional tentang persinggungan doktrin agama dan realitas politik dalam penyelesaian konflik.

Di level negara ASEAN, Ridwan dalam artikelnya ‘Politics of Interfaith Dialogue in Indonesia’ mencontohkan bahwa politik dialog antaragama, mulai dari Forum Perdamaian Dunia hingga Religion Twenty (R20) menjadi suatu keniscayaan yang harus dirawat untuk mengatasi ketegangan agama dan mendorong dialog sebagai jalan menuju perdamaian.

Beragam studi yang dilakukan para sarjana ini secara kolektif menjelaskan bahwa pembangunan perdamaian yang berasal dari banyak sudut pandang, mulai dari inisiatif akar rumput hingga studi regional dan dialog global, terus dilakukan dan patut dikembangkan. 

Dengan memanfaatkan jaringan komunal, memberdayakan suara-suara marginal, dan mendorong literasi agama, masyarakat dapat membangun jalan menuju perdamaian dan harmoni yang berkelanjutan di dunia yang semakin beragam dan saling terhubung.

Secara lebih mendalam, inisiatif-inisiatif ini akan dipaparkan dan dibahas oleh para panelis dalam AICIS ke-23 di UIN Walisongo Semarang, 1 – 4 Februari 2024.

Share:

Pertama di Indonesia, Kabupaten Cirebon Segera Memanfaatkan Teknologi Hologram


KABUPATEN CIREBON -Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana memanfaatkan salah satu teknologi terbarukan, yakni teknologi hologram. Dan Kabupaten Cirebon bakal menjadi daerah pertama yang menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hologram adalah sebuah gambar dengan bentuk 3D (tiga dimensi), yang memberi kesan seolah gambar tersebut keluar dari sebuah media datar.

Teknologi canggih ini biasanya bisa bergerak, berputar 360 derajat, serta bisa diisi suara. Ini merupakan suatu inovasi di dunia teknologi fotografi, cara kerjanya cukup rumit, tidak seperti fotografi pada umumnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Dr. H. Hilmy Riva’i, M.Pd menyebutkan, teknologi tersebut nantinya bisa memudahkan perangkat daerah untuk bisa memamerkan profil maupun pembangunan di Kabupaten Cirebon.

“Kabupaten Cirebon akan menjadi yang pertama menerapkan teknologi ini,” kata Hilmy dalam sambutannya di ruang Paseban, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Menurutnya, perangkat daerah di Kabupaten Cirebon yang pantas untuk memanfaatkan teknologi hologram ini, diantaranya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin).

Untuk Bapenda, nantinya bisa menawarkan hologram tersebut kepada pengguna yang biasa memasang iklan melalui papan reklame.

Sementara untuk Disperdagin, bisa dipergunakan untuk mempromosikan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar lebih menarik.

Diharapkan, seluruh perangkat daerah di Kabupaten Cirebon, selalu merespons seluruh tawaran terkait teknologi terbaru. Penerapan teknologi akan lebih memudahkan saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap kemajuan teknologi harus direspon dengan baik. Penerapan ini akan digunakan dahulu dalam event besar daerah, salah satunya hari jadi Kabupaten Cirebon,” ujar Hilmy.

Share:

Selasa, 30 Januari 2024

Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Kota Cirebon Gandeng Dinas Pendidikan

CIREBON, FC - Masa Reses anggota DPRD Kota Cirebon dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melihat dan menyerap berbagai hal di lapangan. Hal itu juga yang dilakukan anggota DPRD Kota Cirebon dari Fraksi Gerindra, Fitrah Malik yang menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon saat melakukan Reses. 

Fitrah melihat bahwa permasalahan yang diungkapkan masyarakat memang lebih banyak bersinggungan dengan dunia pendidikan, maka dirinya sengaja menggandeng pihak Dinas Pendidikan.

Seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dengan produknya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Program ini yang banyak ditanyakan masyarakat.

Fitrah juga meluruskan tentang beredarnya informasi bahwa kartu BPJS akan dinonaktifkan, jika masyarakat pemegang kartu tidak melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Ini informasi hoaks, tidak benar. Ini sudah kami sampaikan ke warga, alhamdulillah warga kini menjadi tahu dan tidak was-was lagi,” ujarnya, Selasa, (30/1/2024).

Politisi Partai Gerindra menjelaskan dan memberi pengertian kepada masyarakat, bahwa terkait dengan PIP, Pemerintah Kota Cirebon hanya menampung dan mengusulkan saja, tidak ada kewenangan untuk memutuskan.

“Tidak ada kepastian dapat atau tidaknya, pemkot hanya mengusulkan sesuai prosedur yang ada, itu poinnya. Penentuannya tetap berada di pihak Kementerian Pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, dalam reses di awal tahun 2024 ini, Fitrah sudah menyambangi enam lokasi sebagai tempat pertemuan dengan warga. Dia berharap apa yang sudah dilakukannya tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat. (din)

Share:

Senin, 29 Januari 2024

Kepala Biro AUAK IAIN Cirebon Dorong Seluruh Pegawai Ciptakan Budaya Digital UIN SSC

Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon.



CIREBON, FC - Drs. H. Khoirudin, MM, Kepala Biro AUAK IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan materi dalam kegiatan pembinaan pegawai di kampus tersebut pada Senin (29/01/2024). Didamping Prof Dr H Ilman Nafi’a, M.Ag Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, Drs. Mahmud (Analis Kepegawaian Ahli Madya), dan Mohamad Arifin (Pranata Humas Ahli Muda). 

Dalam materinya yang berjudul “Menciptakan Budaya Digital UIN SSC,” beliau menegaskan pentingnya langkah-langkah konkret menuju visi IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai “Universitas Islam Siber yang Unggul Menuju Universitas Berkelas Dunia untuk Semua Tahun 2030”.

Dalam pemaparan materi, Khoirudin memfokuskan diri pada dua aspek utama yang dianggap kunci dalam mewujudkan budaya digital yang diinginkan. Pertama, tentang komunikasi efektif. 

“Kita perlu memahami visi dan misi bersama, membuka diri terhadap informasi, berbicara antar karyawan dan pimpinan dengan penuh rasa saling menghargai,” ungkapnya.

Adapun langkah-langkah konkrit yang disarankan Khoirudin antara lain adalah melibatkan media sosial, memberikan pelatihan komunikasi, menjunjung tinggi peran yang konsisten, serta menetapkan ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas. Evaluasi saluran komunikasi juga dianggap penting untuk perbaikan berkelanjutan.

Kedua, Khoirudin membahas analisis sumber daya manusia (SDM) dalam konteks budaya digital. 

“Kita perlu mengidentifikasi keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi karyawan, terus belajar, dan beradaptasi dengan perubahan. Kolaborasi dan kerja tim menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan IAIN Syekh Nurjati Cirebon, memberikan semangat melalui yel-yel UIN Siber “Unggul dan Mendunia”. 

Prof. Ilman menekankan pentingnya berprasangka baik, melihat kelebihan dan kekurangan sebagai satu kesatuan, serta mendorong kerja tim yang saling melengkapi.

Puncak keceriaan terjadi ketika Prof. Ilman mengajak para tendik untuk bermain permainan yang melibatkan penilaian positif terhadap teman sebelahnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan semangat positif di lingkungan kampus.

Dengan pembinaan yang sarat akan nilai-nilai digital dan semangat positif, IAIN Syekh Nurjati Cirebon semakin teguh dalam melangkah menuju transformasi menjadi Universitas Islam Siber yang unggul dan mendunia. (din)

Share:

Sejarah Baru, Ratusan Pegawai IAIN Cirebon Semangat Mengikuti Pembinaan Dari Rektor Prof Dr H Aan Jalaeni, M.Ag

CIREBON, FC - Suasana penuh semangat dan antusiasme para pegawai IAIN Cirebon terlihat memenuhi ruang auditorium Rektorat lantai 3 IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Senin (29/01/2024). 

Acara ini menjadi  momen bersejarah bagi  ratusan pegawai IAIN  untuk mendapatkan pembinaan langsung dari Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Pembinaan yang dipandu oleh Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan, dan didampingi oleh Drs. Khoirudin, MM Kepala Biro AUAK, Drs. Mahmud (Analis Kepegawaian Ahli Madya),menarik perhatian seluruh tenaga kependidikan. 

Narasumber utama, Ade Bani Riyan (Asesor LSP DITEKINDO), menyampaikan materi penting yang menjadi sorotan utama dalam pembinaan ini.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, mengungkapkan beberapa hal krusial terkait transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Proses perubahan tata kelola keuangan dari Satuan Kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menjadi Badan Layanan Umum (BLU) menjadi fokus utama. 

Selain itu, transformasi institusi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, dengan fokus pada Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) PAI, juga menjadi sorotan.

Prof. Aan menyampaikan rencana pengembangan dengan menambah enam program studi baru untuk PJJ, termasuk lima prodi S1 dan satu prodi S2. “Ini adalah langkah besar dalam menjawab tuntutan zaman,” ungkap Prof. Aan.

Pentingnya pembinaan pegawai terkait basis kinerja ASN dan PPNPN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon menjadi fokus pembahasan. Semua kegiatan, aktivitas program, dan anggaran diarahkan sesuai dengan Perjanjian Kinerja (PERKIN) antara Rektor dengan Dirjen Perbendaharaan Kemenkue dan Dirjen Pendis Kementerian Agama.

Transformasi ke arah digitalisasi juga ditekankan oleh Prof. Aan.  Katanya, Digitalisasi bukan hanya kebutuhan, tetapi juga jalan menuju lingkungan pendidikan yang adaptif dan inovatif. Transformasi ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam infrastruktur, kurikulum berbasis teknologi, dan paradigma pendidikan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Ade Bani Riyan, Asesor LSP DITEKINDO, menyoroti pentingnya literasi digital di lingkungan kampus. “Komitmen TENDIK dalam transformasi digital sangat penting. Semoga TENDIK IAIN dapat berkomitmen dan terlibat lebih dalam mensukseskan transformasi menuju IAIN Siber Syech Nurjati,” tandasnya. (din)

Transformasi menjadi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon bukan hanya visi pribadi rektor, melainkan visi bersama bagi seluruh elemen di lingkungan kampus. Langkah ini diharapkan akan membawa perubahan mendasar bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.

Share:

Masa Reses, Anggota Fraksi Demokrat, H Yuliarso Dorong Aspirasi Masyarakat Terealisasi di Anggaran 2024

CIREBON, FC - Sejumlah anggota DPRD Kota Cirebon tengah melakukan kegiatan reses I tahun persidangan 2024. Kegiatan tersebut  dilakukan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Cirebon, H Yuliarso di RW 06 Persil, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Senin, 29 Januari 2024.

Pada reses ini, H Yuliarso berupaya merealisasikan aspirasi masyarakat, meski dalam Pemilu 2024 ini, dirinya memilih maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat.

Sebagai wakil rakyat dengan masa pengabdian terlama di DPRD Kota Cirebon, yakni selama 15 tahun, H Yuliarso akan terus mendorong aspirasi yang ditampung untuk bisa direalisasikan di anggaran perubahan 2024.

Menjadi wakil rakyat diakuinya dimulai pada tahun 2004 silam, dan sudah tiga priode pemilu Yuliarso terpilih mewakili masyarakat Kecamatan Kesambi dan Pekalipan.

Mantan Ketua DPRD Kota Cirebon pada periode 2013-2014, H Yuliarso saat itu menggantikan Nashrudin Azis yang terpilih sebagai Wakil Wali Kota Cirebon.

“Alhamdulillah, selama 15 tahun pengabdian saya di DPRD Kota Cirebon, aspirasi dari masyarakat di dapil dan sekitarnya, 75 persennya tuntas. Baik itu dalam bentuk infrastruktur maupun program pemberdayaan masyarakat,” ujar Yuliarso, di hadapan konstituennya.

Menurutnya, dari puluhan program dan kegiatan yang difasilitasi dirinya untuk konstituen, ada beberapa yang cukup berkesan.

“Yang paling berkesan, saya bisa memfasilitasi keinginan masyarakat buat pemekaran RW 18 Puri Tamansari (Kelurahan Karyamulya), tadinya nempel ke Harapan Mulya RW 05. Sudah hampir 15 tahun perumahan itu berdiri,” ujarnya.

Untuk itu, pada sisa masa pengabdiannya di DPRD Kota Cirebon ini, dia berupaya untuk masih bisa memfasilitasi aspirasi konstituennya, yang belum sempat terealisasi.

“Insyaallah masih ada waktu. Aspirasi yang sekarang saya tampung di reses kali ini, akan saya dorong untuk bisa direalisasikan di anggaran perubahan 2024,” tandasnya. (din)

Share:

Jumat, 26 Januari 2024

Ibnu Umar Fahdri, Mahasiswa IAIN Cirebon Raih Triple Juara di Olimpiade Sains Nasional Online

CIREBON, FC - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ibnu Umar Fahdri, mahasiswa semester 4, berhasil meraih juara dalam tiga kategori sekaligus pada ajang LIMNAS (Olimpiade Sains Nasional) yang diselenggarakan secara daring, Selasa, (23/01/2024).

Dalam cabang lomba Sejarah, Umar berhasil meraih medali emas, menunjukkan keunggulannya dalam memahami dan menganalisis perkembangan sejarah. Tak hanya itu, pada cabang lomba Ekonomi, Umar kembali meraih medali emas, menunjukkan pemahamannya yang mendalam terhadap konsep dan aplikasi ekonomi. Di cabang Akuntansi, Umar juga berhasil meraih medali perak, menambah daftar prestasinya yang gemilang.

Ucapan rasa syukur dan terima kasih pun disampaikan oleh Ibnu Umar Fahdri kepada semua pihak yang telah mendukungnya dalam perjalanan menuju kesuksesan ini. Ia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang tua, para dosen, dan lembaga (kampus) yang senantiasa memberikan doa, binaan, arahan, dan bimbingan sehingga Umar dapat meraih hasil yang maksimal.

Ketua Jurusan IPS, Hj. Yeti Nurizzati, M.Si, juga turut menyampaikan rasa syukurnya atas prestasi yang telah diraih oleh Ibnu Umar Fahdri. Dalam sambutannya, Hj. Yetti berharap agar Umar tidak mudah puas dengan prestasi yang sudah diraih. Ia mendorong Umar untuk terus berlatih lebih giat, meningkatkan kualitas dan kemampuannya, serta mampu mengevaluasi karyanya guna mencapai prestasi yang lebih baik di masa depan.

Ibnu Umar Fahdri sendiri mengungkapkan bahwa awalnya ia mengetahui informasi tentang lomba ini dari Instagram Puskasnas (Pusat Kejuaraan Sains Nasional), yang diselenggarakan oleh Gemenesia (Generasi Maju Indonesia), binaan Yayasan Berlian Hati Mulia. Meskipun awalnya hanya ingin mengisi waktu libur, Umar berusaha maksimal dengan persiapan seadanya, memfokuskan pada cabang lomba Sejarah dan Ekonomi.

Umar juga menjelaskan bahwa soal-soal dalam lomba ini berupa pilihan ganda, dengan jumlah soal bervariasi tergantung cabang lomba. Misalnya, cabang Akuntansi memiliki sekitar 40 soal, sementara Sejarah dan Ekonomi memiliki 50 soal. Umar mengerjakan lomba di rumah pada tanggal 21 Januari, dengan waktu pengerjaan setiap cabang lomba selama 60 menit.

Pengumuman hasil lomba pada 23 Januari 2024 menggembirakan Umar, yang ternyata berhasil meraih juara di tiga kategori sekaligus. Keberhasilan ini menunjukkan dedikasi dan ketekunan Umar dalam menghadapi kompetisi sains nasional, serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. (din)

Share:

Kamis, 25 Januari 2024

Festival 'Cyber X' IAIN Cirebon Ditutup Dengan Pengumuman Para Juara dan Kesuksesan 'Cyber X'

CIREBON, FC - Festival Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-78 yang berlangsung di IAIN Syekh Nurjati Cirebon mencapai puncak kesuksesan dengan ditutupnya rangkaian acara ‘Cyber X’ pada hari Rabu, 24 Januari 2024. Acara penutupan ini turut diselenggarakan dengan pengumuman pemenang dari 13 mata lomba yang digelar selama festival berlangsung.

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag, secara resmi menutup acara ‘Cyber X’ dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, Prof. Aan Jaelani mengungkapkan apresiasinya terhadap kesuksesan ‘Cyber X’. 

“Ini adalah manifestasi dari apa yang telah kita capai dalam dunia digital dan seharusnya menjadi bagian integral dari perilaku dan program kampus kita,” ujar Prof. Aan.

Lebih lanjut, Prof. Aan menekankan bahwa ‘Cyber X’ bukan hanya sebuah acara, tetapi juga merupakan langkah awal dalam transformasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon menuju status universitas siber. “Ini adalah ujian pertama dari kesiapan lembaga kita dalam menyambut transformasi menjadi Universitas Islam Siber yang unggul dan mendunia,” tambahnya.

Pada pengumuman pemenang, banyak mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon terlihat bahagia menerima hadiah secara simbolik sebagai penghargaan atas kreativitas dan inovasi luar biasa dalam setiap karya yang dihasilkan. 

Prestasi ini tidak hanya memperkaya khazanah metadata lembaga, tetapi juga menjadi bukti nyata potensi besar civitas akademika IAIN Syekh Nurjati Cirebon dalam dunia digital.

Sebagai penutup, Prof. Aan, berharap ‘Cyber X’ ini menjadi cikal bakal dari berbagai inovasi dan pencapaian lebih lanjut di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

"Selamat kepada semua pemenang lomba yang telah berkontribusi dalam memajukan kemajuan teknologi dan kreativitas di lingkungan kampus. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah turut mendukung suksesnya acara ini," pungkasnya. (din)

Share:

Rabu, 24 Januari 2024

Fakultas Ushuludin dan Adab IAIN Cirebon Jalin Kerjasama Dengan NGO Malaysia

CIREBON, FC - Dalam rangka pengembangan fakultas dalam bidang sosial, kemasyarakatan, dan agama, Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) Syekh Nurjati Cirebon menjalin kerjasama dengan yayasan atau NGO asal Malaysia, Pertubuhan Indahnya Sedekah Malaysia (PIS).

PIS berkedudukan di Selangor, Malaysia berkomitmen melakukan kerja-kerja kebaikan pada Masyarakat di berbagai belahan dunia.

Sejak berdirinya sektar tahun 2019an lalu di Malaysia, PIS memiliki beberapa program kemanusian seperti penyaluran bantuan kepada daerah terdampak bencana dan terkena musibah di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Kamboja, Yaman, Pakistan, Maroko, Turki, dan banyak lagi negara lainnya.

Di Indonesia sendiri, PIS telah banyak mendistribusikan hewan qurban ke beberapa pesantren dan Masyarakat di Jawa Barat dan Sumatera Barat.

Selain hewan qurban di Indonesia, PIS telah membangun sebuah mesjid di Cianjur, Jawa Barat tepatnya di lokasi korban gemba bumi beberapa tahun lalu.

Selain itu, PIS juga kerap menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di Indonesia terutama pada awal dan akhir bulan Ramadhan setiap tahunnya.

Baru-baru ini, PIS telah menyalurkan sembako kepada Masyarakat yang tinggal di sekitar Pondok Pesantren Ummul Barahin, Majalengka.

“Kita perlu menggandeng NGO luar negeri untuk kebaikan semesta terutama yang ada di Indonesia, terlebih untuk masyarakat yang berada di lingkungan kampus IAIN Syekh Nurajati Cirebon”, beber Dr. Anwar Sanusi, M.Ag selaku Dekan FUA IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang telah menandatangani MoU dengan PIS dan UIN Sumatera Utara baru-baru ini.

Masih menurut  Dr Anwar, fakultasnya memberikan perhatian khusus pada kerjasama internasional.

“Kami mencoba melakukan kerjasama dengan pihak kampus dan dunia Pendidikan di beberapa universitas Malaysia, tentunya penandatangan MoU dengan pihak NGO kemanusian dan amal seperti PIS dan lainnya, akan dapat menampung program-program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang disinergikan dengan kegiatan dosen dan mahasiswa FUA kedepannya” tukasnya.

Dr Anwar berharap agar semua pihak dapat bersinergi dalam kebaikan dalam mengembangkan lembaga ke dunia internasional.

Adapun kegiatan pasca penandatangan MoU dengan PIS Malaysia yang telah berjalan adalah kegiatan pengajian agama secara virtual.

Lanjut Dr Anwar berharap agar semua pihak dapat bersinergi dalam kebaikan dalam mengembangkan lembaga ke dunia internasional.

Adapun kegiatan pasca penandatangan MoU dengan PIS Malaysia yang telah berjalan adalah kegiatan pengajian agama secara virtual.

Dalam rangka mengedukasi masyarakat dan menyebarluaskan risalah agama ditengah masyarakat luas di Malaysia dan Indonesia, para pihak bersepakat menandatangani kerjasama (MoU) kegiatan keagamaan.

Program keagamaan yang telah disepakati adalah penyelenggaraan ceramah agama yang diberi nama dengan “Kelas Tadabbur Mingguan Pertubuhan Indahnya Sedekah (PIS)”.

Kegiatan dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom Meeting atau Google Meeting. Kegiatan Kelas Tadabbur PIS dilakukan setiap Minggu pada hari Jumat Malam pada pukul 20.30 WIB atau pada pukul 21.30 waktu Malaysia.

Materi Kelas Tadabbur Mingguan PIS disarikan dari buku Tafsir Inspirasi yang merujuk pada pendapat Mufassir Mesir Kontemporer Syekh Al-Mutawalli Sya`rawi dan kalangan mufassirin lainnya.

Adapun Petugas Kegiatan kelas tadabbur PIS disampaikan oleh Pemateri: Prof. Dr. Zainal Arifin Zakaria, MA (Dosen UIN Sumatera Utara), Moderator: H. Rijal Mahdi, Lc., MA (Dosen BSA IAIN Syekh Nurjati Cirebon), Publikasi: Hj. Noor Sakinah Ahmad, S.Pd.I (Tim IT PIS Malaysia).

Share:

Guru Besar Ilmu Tasawuf Prof Dr H Sumanta M.Ag Pentingnya Penyelarasa Nilai Keislaman dan Keilmuan Eksakta di UIN SSC

CIREBON, FC - Serangkaian kegiatan Cyber X dalam memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, adalah Talkshow bersama Guru Besar. Kegiatan tersebut berlangsung di Venue Utama Gedung ICC IAIN Syekh Nurjati dengan dua sesi yang menarik. 

Sesi pertama menghadirkan dua narasumber, antara lain: Prof. Dr. H. Sumanta Hasyim, M.Ag (Guru Besar Bidang Ilmu Tasawuf - Rektor IAIN Syekh Nurjati periode 2015-2019 dan 2019-2023) dan prof. Dr. Hj. Ria Yulia Gloria, M.Pd (Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Biologi dan Wakil Dekan II FITK IAIN Syekh Nurjati) dan dipandu oleh Mohammad Andi hakim, M.Hum (Dosen BSA IAIN Syekh Nurjati). Rabu, (24/01/2024).

Erfan Gazali, M.SI selaku ketua penyelenggara kegiatan Cyber X menuturkan bahwa kegiatan Talkshow ini sangat penting, selain rangkaian kegiatan lainya seperti Expo, Live Musik, Games dan Lomba multibidang. 

Menurutnya, sesi pertama yang mengusung tema Integrasi dan Inovasi : Menyelaraskan Nilai Keislaman dan Keilmuan Eksakta di UIN SSC menjadi diskursus yang penting dalam menyambut peresmian IAIN menjadi UIN. 

“Kita akan mendapatkan banyak pencerahan terkait wawasan dan perspektif UIN dalam upaya melakukan penguatan nilai keislaman dan keilmuan sebagai pondasi peradaban,” ungkapnya.

Dalam sesi Talkshow, Prof Sumanta juga menekankan pentingnya pemahaman terkait akar budaya dan kekuatan local genius Syekh Nurjati dan Cirebon sebagai nilai dasar formulasi budaya siber. 

Kekuatan budaya dan ketokohan Syekh Nurjati harus menjadi inspirasi mewujudkan kejayaan kampus dalam merespon era disrupsi dan globalisasi. Prof Sumanta juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter Akhlakul Karimah, spiritualitas, dan nilai-nilai ajaran agama Islam yang harus tampil dalam ekosistem pendidikan kampus Siber.

“Perlunya kebijaksaan dan kearifan dalam melakukan transmisi pengetahuan merespon revolusi budaya belajar. Sehingga, UIN SSC perlu terus menerus melakukan reformulasi konsep pendidikan berbasis siber yang ideal dan akomodatif," tutur Guru Besar bidang Ilmu Tasawuf tersebut.

Mengutip pernyataan Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag , Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang menyatakan pentingnya perubahan paradigm dalam merespon masa depan. 

Menurutnya, Masa kita tidak boleh hanya dipandang sebagai proyeksi untuk mempersiapkan masa depan. Melainkan, seharusnya kita mampu memasa depankan masa kini. Sehingg tujuan capaian SDGs 2030 dan Indonesia Emas 2045 mampu ditangkap dengan baik oleh UIN SSC.

Senada dengan hal tersebut. Prof Ria Yulia menekankan pentingnya kampus adaptif dengan karakteristik dan profile genarasi saat ini. Mahasiswa yang didominasi oleh Generasi Z memiliki keunikan, kompetensi dan passion yang seringkali berbeda dengan generasi sebelumnya. 

Disparitas inilah yang menurutnya perlu direspon dengan baik dengan menjadikan kampus sebagai rumah bersama bagi setiap orang. UIN SSC harus mampu menemukan titik temu integrasi ilmu agama dan sains, dengan utamanya model pendidikan berbasis Siber.

Lebih lanjut Prof Ria Yulia menuturkan bahwa, saat ini UIN SSC telah melakukan banyak upaya serius menuju Digital Multimedia University (DMU) dan Open Islamic Education Resources (OIER) bereputasi global, misalnya dengan melakukan diklat bagi civitas akademika, digitalisasi perangkat pembelajaran dan program kemitraan internasional.

“Harapanya, UIN SSC tidak hanya akan mencetak ahli ilmu agama, melainkan ilmu-ilmu eksakta. Menghidupkan kembali kejayaan ilmuan-ilmuan muslim dalam bidang STEM (Science. Technology, Enginering dan Mathematics)," tandasnya. (din)

Share:

RAT Kopsyah Harapan Sejahtera IAIN Cirebon Menjadi Pilot Projects Koperasi Sehat di Kota Cirebon

Ketua Koperasi Konsumen Syariah Harapan Sejahtera IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Eddy Chandra, M.A


CIREBON, FC – Koperasi Konsumen Syariah Harapan Sejahtera IAIN Syekh Nurjati menggelar kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT), tahun buku 2023 di gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Lantai 3, kampus setempat, Rabu, 24 Januari 2024.

Dalam kegiatan RAT tersebut, Ketua Koperasi Konsumen Harapan Sejahtera (HS) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Eddy Chandra, M.A menyatakan, bahwa pada tahun ini koperasi mengalami pertumbuhan SHU. Pertumbuhan tersebut dilihat dari fasilitas yang meningkat.

"Pada tahun 2022 ini, Sisa Hasil Usaha sebesar Rp. 607.542.947,68,- mengalami kenaikan sebesar Rp. 24.404.418, 49,- (4.19 %) dari sisa hasil usaha tahun 2022," jelasnya.

RAT tahun buku 2023 yang diselenggarakan hari ini, ucapnya, merupakan forum tertinggi bagi Anggota Koperasi dalam menentukan langkah-langkah kemajuan Koperasi, merencanakan dan mengevaluasi kinerja Pengurus dan Pengawas selama tahun 2023.

"Sejak 18 Oktober 2023,  Koperasi telah bertransformasi dari KPRI Harapan Sejahtera menjadi Koperasi Konsumen Syariah Harapan Sejahtera dengan nomor Akte Notaris no 28, dan terregistrasi pada Kemenkumham no Badan Hukum : AHU-0002908.AH.01.38 tahun 2023," paparnya.

Eddy Chandra MA mengucapkan rasa syukurnya karena RAT dapat digelar di Januari sepeti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya RAT ini untuk mempertanggungjawabkan kinerja tahun kemarin kepada para anggota. 

"Sebenarnya kita sudah susun laporan sejak Desember 2023. Kemudian Koperasi Komsumen Syariah Harapan Sejahtera sebelumnya bernama Koperasi Pegawai Republik Indonesia Harapan Sejahtera. Pada November 2023, koperasi tersebut bertransformasi dari koperasi konvensional menjadi koperasi syariah," jelasnya.

Menurutnya, sesuai amamat pada RAT sebelumnya, tahun ini kita bisa melakukan transformasi jadi koperasi syariah sejak November 23 ada perubahan Anggaran Dasar disahkan oleh Kemenkumham.

"Tranformasi itu disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas IAIN Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTIKN). Karena koperasi itu ada dua pilihan. Bekerja secara konvensional atau bekerja sesuai prinsipn syariah. Itu yang kita pilih,” ucap Eddy.



Sementara itu, Kepala Dinas KUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman SIP MSi mengatakan, Koperasi Konsumen Syariah Harapan Sejatera merupakan salah satu koperasi yang sehat di Kota Cirebon.

Hal itu dibuktikan dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan ke anggota di hari yang sama dengan RAT. SHU adalah keuntungan bersih yang diperoleh sebuah koperasi selama satu tahun.

Laba bersih tersebut berasal dari selisih hasil pendapatan koperasi terhadap penyusutan, biaya operasional, dan pembayaran pajak lain.

Pembagian SHU koperasi didasarkan pada UU No. 25 tahun 1992 pasal 5 ayat 1. Pada bagian C, disebutkan bahwa pembagian SHU koperasi kepada anggotanya harus sebanding dengan jasa dari anggota tersebut.

“Saya harap koperasi ini bisa jadi pillot project koperasi profesional di Kota Cirebon dan menjadi koperasi yang sangat sehat. Terus lakukan estensifikasi dan intensifikasi usahanya,” jelas Iing.

Hadir pada kegiatan ini Kepala Dinas KUKMPP Kota Cirebon Iim Daiman SIP MSi, Ketua Dekopinda Kota Cirebon Fitra Fizin, Wakil Rektor III IAIN Cirebon Prof Dr Hajam MAg, pengurus dan pengawas koperasi serta para anggota koperasi. (din)
Share:

Selasa, 23 Januari 2024

Informasi Jalur Masuk SPAN-PTKIN di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

CIREBON, FC - Berdasarkan peraturan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 mengenai Penyelenggaraan Pendidikan dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, pola penerimaan mahasiswa baru pada UIN/IAIN/STAIN atau PTN dengan Program Studi keagamaan (selanjutnya disebut Perguruan Tinggi) di Indonesia dilakukan secara nasional dan bentuk lain. 

Pola seleksi nasional pada perguruan tinggi dikenal sebagai Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), sedangkan pola seleksi bentuk lain yang dilakukan bersama oleh perguruan tinggi disebut Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN). 

Kedua jenis seleksi ini terbuka bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia tanpa membedakan jenis kelamin, agama, ras, suku, kedudukan sosial, dan tingkat kemampuan ekonomi.

SPAN-PTKIN merupakan metode seleksi nasional yang diadakan secara terpadu oleh seluruh perguruan tinggi, diselenggarakan serentak oleh Panitia Pelaksana yang ditetapkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia. 

Biaya pelaksanaan SPAN-PTKIN ditanggung oleh pemerintah, sehingga peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Pelaksanaan SPAN-PTKIN secara nasional yang melibatkan 59 Perguruan Tinggi harus mematuhi prinsip adil, transparan, dan non-diskriminatif, sambil tetap mempertimbangkan potensi calon mahasiswa dan karakteristik PTKIN.

Sebagai lembaga pendidikan setelah MA/MAK/SMA/SMK/Pendidikan Diniyah Formal/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pensantren Salafiyah/Mu’adalah Muallimin/Mua’dalah Salafiyah, Perguruan Tinggi berhak menerima calon mahasiswa berprestasi akademik tinggi. 

Keputusan ini didasarkan pada rekomendasi dari Kepala Sekolah/Madrasah. Siswa yang menunjukkan prestasi tinggi dan konsisten berpotensi menjadi calon mahasiswa di Perguruan Tinggi melalui SPAN-PTKIN.

Untuk informasi lebih jelas, silahkan klik di : 

Tujuan SPAN-PTKIN

Ketentuan Umum dan Persyaratan

Tata Cara Pendaftaran

Jadwal Seleksi

Pengumuman

Program Studi dan Jumlah PilihanL

ink Pendaftaran SPAN-PTKIN


Share:

Prof Dr Aan Jaelani, M.Ag : Cyber X UINSSC, Menjadi Awal Diterapkannya Layanan Kampus Serba Digital

Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag saat membuka kegiatan Cyber X UINSSC di Gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon.


CIREBON, FC - Pagi Selasa, 23 Januari 2024, gedung IAIN Cirebon Center (ICC), tampak meriah oleh para mahasiswa dan siswa SMA serta siswa Aliyah. Mereka datang di acara Cyber X UINSSC (Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon) Expo yang bertema "The World Within Reach".

Kegiatan dua hari, Selasa - Rabu, 23-24 Januari 2024 ini, dibuka langsung oleh Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani, M.Ag, beserta hadir unsur pimpinan rektorat, para dekan dan  dosen, serta staf di lingkungan IAIN Cirebon.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Cirebon, Prof Dr H Aan Jaelani MAg menjelaskan, saat ini semua harus digital, layanan offline harus mulai dihilangkan secara bertahap. "Kegiatan ini akan menjadi awal diterapkannya semua layanan di kampus serba digital," papar Prof Aan.

Kata Prof Aan, Universitas siber ini menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang mudah dan terjangkau, maka IAIN Cirebon menjadi pilot project kampus siber atau universitas digital sebagaimana Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 860.

"Tranformasi IAIN Cirebon menjadi UINSSC ini memiliki tiga makna penting, pertama harus menghadirkan sumber daya dan materi perkuliahan yang serba digital. Jadi siapa saja, dari mana saja dan kapan saja bisa mendapat layanan di IAIN Cirebon," tuturnya.

Kedua, kata Prof Aan, IAIN Cirebon juga harus selalu berinovasi yang ujungnya berbentuk multimedia. Lalu ketiga, terang Prof Aan, sistem absensi dan sejumlah layanan lainnya harus serba digital, dimana semua ruangan di IAIN Cirebon harus menggunakan barcode.

Ujar Prof Aan, untuk datang ke kampus tidak harus mengisi absen manual, cukup di hp saja. Dan tidak hanya itu,  pihaknya pun tidak memperkenankan ada kerumuman dalam aktivitas layanan di IAIN Cirebon. Jadi kerumunan ini harus dihilangkan.

"Semuanya dilayani secara digital. Semoga ini menjadi inspirasi, bukan hanya mimpi tapi fakta yang harus kita kejar," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Cyber X UINSSC Expo, Erfan Gazali MSi menerangkan, kegiatan tersebut merupakan puncak acara dari rangkain Hari Amal Bhakti ke 78 Kememterian Agama tahun 2024 di lingkungan IAIN Cirebon.

"Kegiatan ini adalah acara pamungkas HAB di lingkungan IAIN Cirebon. Sebelumnya kami juga menggelar berbagai perlombaan selama dua pekan," katanya.

Erfan menjelaskan, tujuan Cyber X UINSSC Expo ini yaitu untuk mengenalkan berbagai produk dan layanan akademik di fakultas dan pascasarjana di IAIN Cirebon yang serba digital.


"Pameran produk digital ini dibalut dengan podcast guru besar, game educatif, performance dan seni tari," paparnya.

Kegiatan ini, kata Erfan, dihadiri sivitas akademika IAIN Cirebon, siswa SMA dan aliyah di cirebon dan sekitarnya.

"IAIN Cirebon ini pilot project sebagai kampus siber. Kegiatan ini menjadi persiapan kita untuk menyambut secara resmi sekaligus alat ukur sebelum masuk UNSSC," tandasnya. (din/Adv)
Share:

Komisi II DPRD Soroti Rencana Program Rutilahu 2024

CIREBON, FC – Rapat Kerja Komisi II DPRD Kota Cirebon menyoroti rencana program kerja Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Tahun Anggaran 2024, Selasa (23/1/2024).

Memimpin jalannya rapat, Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, H Karso mengapresiasi kinerja DPRKP Kota Cirebon. Mengingat dinas tersebut berhasil mencapai target pembangunan, sehingga tidak terjadi tunda bayar.

Namun demikian, Karso menyayangkan pelaksanaan program rutilahu pada 2023 yang baru dilaksanakan di penghujung tahun.

“Kami berharap, realisasi program rutilahu dapat selesai pada triwulan II atau sekitar Juli 2024,” katanya.

Ia juga berharap, untuk anggaran program pelaksanaan rutilahu dapat disamakan dengan provinsi menjadi Rp20 Juta. Ke depan, Komisi II DPRD mengusulkan pagu anggaran dinaikkan untuk rutilahu.

“Serta berkenaan dengan program DPRKP yang bersifat konstruksi atau infrastruktur dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya.

Sementara, Kepala DPRKP Kota Cirebon Wandi Sofyan SSTP menyebut bahwa untuk program rutilahu, ada sebanyak 321 yang telah terdata.

“Total tersebut berasal dari aspirasi masyarakat dan juga berasal dari pokok pikiran DPRD,” ujarnya.

Wandi menjelaskan, untuk realisasi kenaikan pagu anggaran rutilahu belum bisa dilaksanakan pada tahun 2024, sebab masih berpedoman pada Perwali Nomor 42/2016 tentang Tata Cara Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari APBD.

“Kami masih merujuk pada Perwali 42 Tahun 2016 pada pasal 36 ayat 1 untuk pagu yang ditetapkan,” katanya.

Ia juga mengimbau, untuk program rutilahu yang masuk dalam pokir DPRD agar diselesaikan kelengkapan administrasi agar segera direalisasikan.

“Kami ingin segera mungkin dilaksanakan, jadi kami meminta kepada dewan agar segera melengkapi administrasi,” ujarnya.

Merespons hal tersebut, Kabid Kawasan Permukiman H Nanang Rosadi SSi MKes berharap tidak ada perubahan dalam program kerja yang telah ditetapkan.

“Selain itu, kami berharap koordinasi dengan dewan dan masyarakat dapat terlaksana dengan baik, sehingga proses rutilahu dan pemugaran dapat lancar terlaksana,” pungkasnya.

Turut hadir Wakil Ketua Komisi II M Noupel SH MH, serta Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Ir Watid Sahriar MBA, dan Agung Supirno SH. (din)

Share:

Senin, 22 Januari 2024

Rekam Jejak Seorang Anak Petani di Indramayu Barat, Prof Dr H Sugianto SH MH, Guru Besar Hukum Yang Mengabdi Untuk Bangsa dan Negara

Prof Dr Sugianto, SH MH, Guru Besar IAIN Syekh Nurjati Cirebon


CIREBON - Prof Dr H Sugianto SH.MH yang lahir di Kabupaten Indramayu pada 08-02-1967 adalah asli anak petani. Prof Sugianto merupakan guru besar di bidang hukum dan sosok organisatoris yang banyak terlibat di berbagai organisasi di pusat dan daerah. 

Saat ini, pekerjaan Prof Dr Sugianto, SH MH sebagai Dosen “PNS” di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, dengan jabatan Pembina Utama Madya/ IV D Guru Besar Hukum.  dengan Kompetensi Keilmuan : HTN & Otda.

Prof Dr Sugianto SH MH saat bertempat tinggal di Perumahan Nuansa Majasem Jl Nuansa Raya A4 no 8, Kota Cirebon, Jawa Barat. No HP : 082118782495

Menilisik pendidikan Prof Dr Sugianto SH MH, Merupakan lulusan S1 Fakultas Hukum UNPAS Bandung tahun 1992. Prof Sugianto juga menempuh pendidikan S2 Magister Hukum Pasca Sarjana STIH IBLAM Jakarta Lulus tahun 2001, dan S3 Doktor Hukum Pasca Sarjana Unisba Bandung Lulus tahun 2011.

Inilah aktifitas/pekerjaan Prof Dr Sugianto SH MH dimulai pada tahun 1993- 2005 sebagai Dosen non PNS di Yayasan PTS UNTAG'45 Cirebon pada Fakultas Hukum .

Kemudian pada tahun 2005 sampai dengan sekarang aktif sebagai Dosen PNS di IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada Fakultas Syariah & Hukum serta Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prodi Magister dan Doktor Hukum “HKI“.

Pada tahun 2018 sampai dengan sekarang berkontribusi di Pasca Sarjana Prodi Magister Hukum UGJ “Universitas Gunung Jati Cirebon. Kemudian juga sebagai Dosen Tidak tetap pada Pasca Sarjana STHM (Sekolah Tinggi Hukum Militer) Mabes AD Jakarta tahun 2021 sampai dengan sekarang.

Kemudian Pasca Sarjana Prodi Magister Hukum UNSURYA “Universitas Surya Dirgantara “Jakarta“ tahun 2022 sampai dengan sekarang. Pasca Sarjana Prodi Doktor Hukum UBHARA “Universitas Bayangkara “Jakarta" tahun 2023.

Selain mengajar, aktifitas lainnya Prof Dr Sugianto juga berkontribusi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon sebagai Tenaga Ahli Bupati menjadi Team Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah (TAPPD).

Mengenai pelatihan/diklat yang pernah diikuti Prof Dr Sugianto, di antaranya PPRA “Program Pendidikan Reguler Angkatan“ Lemhanas RI tahun 2016 angkatan PPRA LIV di Jakarta selama 7 bulan.

Kemudian Pelatihan Mediator Non Hakim terakreditasi Mahkamah Agung tahun 2013, serta Pelatihan Diklat Legal Drafting “FH Untar Jakarta kerjasama Kemenkumham RI selama 5 hari tahun  2017.

Sebagai seorang organisatoris, guru besar hukum ini aktif di berbagai organisasi pusat dan daerah. Organisasi yang pernah diikuti Prof Dr Sugianto SH MH, di antaranya Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) periode 2022-2027. 

Selain itu Prof Dr H Sugianto SH MH berkiprah pada Organisasi IKAL - Ikatan Alumni Lemhanas RI Propinsi Jawa barat 'Ketua Bidang Kerja sama Perguruan tinggi ' 

Selain itu, juga menjadi Formatur Pembentukan LBH IPPI (Ikatan Pondok Pesantren Indonesia) tahun 2023, yakni  membentuk dan menyusun struktur Pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) IPPI (Ikatan Pondok pesantren Indonesia)  Pusat. Prof Dr Sugianto juga aktif di Asosiasi Doktor Hukum Indonesia (ADHI) pada periode 2019-2024.

Berdasarkan perjalanan riwayat hidupnya, Prof Dr Sugianto, SH MH juga pernah mengikuti calon Hakim MK RI di Komisi III DPR RI, sebagai Calon Hakim Mahkamah Konstitusi sebanyak dua (2) kali,  

"Seingat saya tahun 2013 dan 2017 sampai proses Uji kelayakan dan Kepatutan Komisi III DPR RI Dan Voting anggota komisi III," katanya.


Dijelaskan, Prof Dr Sugianto menjadi Guru Besar Hukum berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI pada tahun 2020 yakni sebagai Guru Besar Bidang hukum pada Fakultas Syariah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

“Semoga Allah SWT memberikan posisi yang terbaik untuk saat ini, serta dimudahkan dan dibukakan pintu menuju tujuan dimaksud tahun 2024 , Tentu saya sebagai warga negara Indonesia yang baik siap berkontribusi pada pemerintah, bangsa dan negara,. (din)

Share:

Wabup Ayu Lakukan Monitoring Penanganan Stunting di Desa Penambahan

KABUPATEN CIREBON — Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si melakukan monitoring dan evaluasi penanganan stunting dan kemiskinan di Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (22/1/2024).

Perempuan yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, monitoring dilakukan guna mengetahui sejauh mana penanganan stunting di Kabupaten Cirebon, khususnya di tingkat desa.

“Dalam hasil monitoring itu, ditemukan tujuh anak dalam kondisi stunting. Kami sudah berkoordinasi dengan kuwu dan PKK setempat, untuk melakukan intervensi agar progres yang dihasilkan lebih baik lagi,” kata Ayu.

“Di Desa Panembahan juga ditemukan, ada satu rumah yang dihuni oleh tiga kepala keluarga atau di dalamnya ada 18 jiwa,” tambahnya.

Selain itu, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini juga sekaligus ingin mengetahui proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di tingkat desa, salah satunya di Desa Panembahan, Kecamatan Dukupuntang ini.

“Saya ingin tahu langsung, apakah ada warga yang benar-benar miskin tetapi tidak dapat bantuan. Sebaliknya, yang kategori sudah mapan tapi malah mendapatkan bantuan. Ini yang salah. Dan gunanya verval adalah ini, agar bantuan untuk masyarakat miskin tepat sasaran,” jelas Ayu.

Dalam kesempatan tersebut, Ayu juga meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah stunting. Ia menyebut, bahwa banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak mengetahui tentang stunting.

Sehingga dalam kegiatan ini, Ayu juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait stunting. Menurutnya, stunting yang terjadi pada anak-anak, lebih banyak dikarenakan kesalahan pola asuh.

“Diantaranya salah pemberian makanan kepada anak. Jangan hanya karena anak mau makan saja, tetapi tidak diperhatikan kandungan gizinya,” imbuhnya. (din)

Share:

Jumat, 19 Januari 2024

Wabup Ayu : Monev Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Sejauh Mana Penanganan Stunting

KABUPATEN CIREBON - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, S.E., M.Si melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penanganan stunting dan kemiskinan di Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jum’at (19/1/2024).

Wanita yang akrab disapa Ayu ini mengatakan, monev yang dilakukan bersama perwakilan perangkat daerah ini, salah satunya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanganan stunting di Kabupaten Cirebon, khususnya di tingkat desa.

Selain itu, orang nomor dua di Kabupaten Cirebon ini juga sekaligus ingin mengetahui proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan di tingkat desa, salah satunya di Desa Balad, Kecamatan Dukupuntang ini.

“Saya ingin tahu langsung, apakah ada warga yang benar-benar miskin, tetapi tidak dapat bantuan, atau sebaliknya, kategori sudah mapan tapi malah mendapatkan bantuan,” ujar Ayu.

“Ini yang salah, maka gunanya verval adalah ini, agar bantuan untuk masyarakat miskin tepat sasaran,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan stunting. Ia menyebut, bahwa banyak masyarakat yang tidak paham dan tidak mengetahui apa itu stunting.

Sehingga dalam kegiatan ini, Ayu juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait stunting. Menurutnya, kasus stunting yang terjadi kebanyakan karena salah pola asuh.

“Diantaranya, salah dalam pemberian makanan kepada anak, jangan asal anak itu mau makan saja. Anak sih, mau-mau saja disuapin, nasi sama kuah mie instan juga mau, tapi tidak ada gizi dan proteinnya. Dan itu tidak baik untuk tumbuh kembang anak,” tukas Ayu. (Ara)

Share:

Wabup Ayu Lakukan Monev Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Desa Weru Lor

KABUPATEN CIREBON, FC - Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, SE., M.Si melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penanganan Stunting dan Kemiskinan di Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.

Wabup Cirebon yang akrab disapa Ayu, mengatakan, monitoring ini salah satunya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penanganan stunting di tingkat desa.

Selain itu, ia juga bersama tim ingin mengetahui sejauh mana proses verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan yang ada di desa ini.

Menurutnya, masih ada beberapa warga miskin yang belum dilakukan verval di Desa Weru Lor. Berdasarkan data yang ia miliki, ada sebanyak 96 warga yang termasuk dalam kategori miskin, namun baru 71 orang yang sudah diverval.

“Berarti, masih ada warga yang belum dilakukan verval data kemiskinan,” ujar Ayu, Kamis (18/1/2024).

Ia juga menyebut, kunjungan secara langsung ini, membuat dirinya bisa mengetahui secara langsung permasalahan yang terjadi di masyarakat. Ia juga menemukan beberapa warga yang seharusnya mendapatkan bantuan, namun ternyata belum terdata.

Monev yang diikuti juga oleh sejumlah perwakilan perangkat daerah ini, membuat pihaknya bisa mencarikan solusinya secara langsung dan segera ditangani oleh pihak-pihak terkait.

“Sejumlah perangkat daerah saya bawa dalam monitoring ini, begitu juga perangkat desa. Sehingga ketika ada masalah, bisa langsung dicarikan solusinya,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ayu juga meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan permasalahan stunting. Ia menyebut, bahwa banyak masyarakat yang belum paham, bahkan tidak mengetahui apa itu stunting.

Sehingga dalam kegiatan ini, Ayu juga sekaligus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait stunting. Menurutnya, stunting yang terjadi pada anak-anak, lebih banyak dikarenakan kesalahan pola asuh.

“Oleh karena itu, tadi juga saya berikan sosialisasi terkait stunting kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita,” tutur Ayu. (Ara)

Share:

Wanhat PSIB Kabupaten Cirebon, Mustamid SH MH Kunjungi Suku Dayak Losarang Indramayu

INDRAMAYU, FC - Dewan Penasehat (WANHAT) Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu Kabupaten Cirebon, Mustamid. A.M, S.Pd., S.H., M.H., C.L.A yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum dan HAM Sunan Gunung Djati Indonesia, kunjungi Suku Dayak yang ada di Blok Krimun RT. 13 RW. 03 Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jum'at, 19 Januari 2024.

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahmi dengan warga suku dayak. Mustamid didampingi Komandan Provos Drs. Susmito, M.Pd dan anggota lainnya disambut bahagia. Pertemuan tersebut penuh canda tawa dan suasana keakraban seperti keluarga.

”Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik oleh ketua suku Dayak bernama Takmad Diningrat yang usianya sudah 80 tahun dengan badan masih kekar, bicaranya penuh semangat berapi-api,” terang Wanhat Mustamid kepada media.

Ketua Suku Dayak Takmad Diningrat menuturkan bahwa dirinya mempunyai keturunan dua anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Dan ia pun merasa senang atas kedatangan Pejuang Siliwangi yang dimotori oleh Mustamid.

Lanjut Takmad, dirinya mengaku sangat dekat dengan Presiden Soekarno pada saat itu, dan sebagai pendiri dari kepercayaan Suku Dayak Losarang (Suku Dayak) Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu (SDHBBSI) sejak tahun 1970-an sudah berada di Desa Krimun Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu anggotanya berasal dari Subang, Cirebon, Jawa Timur dan daerah lainnya telah menyebar kemana-mana. 

Adapun keyakinannya atau agama tertentu di mana agama tersebut tidak termasuk dalam enam agama yang diakui negara Indonesia yaitu Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hucu.

kelompok ini secara formal tidak memiliki identitas legal seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka tidak memiliki salah satu agama sebagaimana agama yang diakui oleh negara. 

Namun demikian, hal itu bukan berarti mereka menentang negara dan pemerintah. Mereka masih merasa menjadi bagian dari Negara Indonesia.

Hanya saja, mereka memiliki perspektif lain dalam memandang cara hidup dikaitkan dengan adanya alam dan 

sejatinya dalam menerapkan tatanan kehidupan senantiasa dapat mengaji diri dan memahami makna hidup dan tujuan hidup?

Sementara Mantan Direktur Bidang Kemahasiswaan Akademi Managemen Informatika Komputer Bumi Nusantara Cirebon Mustamid. Dirinya mengaku senang berpetualang nafak tilas jejak para leluhur kita, betapa luasnya negara kita membentang dari sabang sampai maroke dengan beragam adat – istidat budaya, suku dan bahasa.

”Inilah kuasa Allah sang pencipta alam seisinya. Ma`rifatullah mengenal dan mencintai Allah SWT melalui ciptaannya merupakan kewajiban dan tuntutan yang paling utama dalam Islam,” terangnya.


Mustamid juga menambahkan, bahwa dirinya paling gemar menziarahi makam para waliyullah ngalap barokah dimana ia bersinggah menjadi kebiasaanya. 

Ada Pribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung tinggi“ memiliki makna intrinsik berisi pesan “Seseorang sudah sepatutnya mengikuti atau menghormati adat istiadat yang berlaku di tempat ia hidup atau tinggal,"  tandasnya. (din)
Share:

IAIN Cirebon Gagas Langkah Kerjasama Internasional dengan International Cultural Commonication Center Malaysia

CIREBON, FC - International Office IAIN Syekh Nurjati Cirebon terus mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang global dengan menjajaki kerja sama kolaboratif dengan International Cultural Communication Center Malaysia (ICCCM). 

Pertemuan daring antara kedua belah pihak  ini menghasilkan pembicaraan yang produktif dan berpotensi membawa dampak positif pada pendidikan dan kebudayaan. Jum’at (19/01/2024).

Audiensi daring ini melibatkan Direktur International Office, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam M.Ag, serta sejumlah dekan, wakil dekan, dan dosen dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Pihak ICCCM turut hadir dalam pertemuan ini, diwakili oleh Bapak Ivan Habibilah sebagai Project Management Officer.

Dalam kesempatan ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon menyampaikan niat kerja sama kolaboratif yang akan didukung oleh ICCCM. Langkah ini sejalan dengan visi IAIN Cirebon untuk menjadi kampus global. 

Prof. Dr. Hajam, dalam sambutannya, menyatakan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam konteks kolaborasi internasional.

Project Management Officer, Ivan Habibilah, menyambut baik inisiatif kerja sama dengan IAIN Cirebon. ICCCM, yang merupakan bagian dari International Transnational Education Association (ITEA), menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam menjembatani kolaborasi pendidikan dan kebudayaan di 42 negara.

Direktur International Office, Lala Bumela Sudimantara, Ph.D., menjelaskan rencana program internasionalisasi IAIN Syekh Nurjati Cirebon. 

Ia menekankan bahwa kerja sama dengan ICCCM adalah langkah positif dalam mendukung perjalanan IAIN Cirebon menuju status Universitas Islam yang berdaya saing internasional.

Dalam pertemuan ini, ICCCM juga mengarahkan IAIN Cirebon untuk menjajaki kerja sama kolaborasi internasional dengan ITEA secara implementatif dan berkelanjutan. ICCCM, sebagai fasilitator, dapat membantu dalam pengembangan program kolaborasi melalui berbagai macam pelatihan bagi mahasiswa menuju universitas mitra. 

Selain itu, ICCCM menawarkan dukungan dalam pengembangan soft skills, kurikulum, beasiswa, international mobility program, double degree program bersama universitas mitra (Transnational Education Partnership), dan Benchmarking Visit.

Sebagai langkah tindak lanjut, IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan ICCCM berencana menandatangani dokumen perjanjian kerja sama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi IAIN Cirebon sebagai universitas global yang berkualitas di masa mendatang. (din)

Share:

PMB PTKIN dibuka, Inilah 31 Prodi yang ditawarkan di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

JAKARTA, FC - Menteri agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuka secara resmi seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2024 dengan tema “Start to Be Smart” di Hotel Yuan Garden Pasar Baru, Jakarta. Jumat, (19/01/2024).

Menurut Yaqut Cholil, guna mewujudkan cita-cita dari start to be smart tentu dengan menjadikan posisi PTKIN bernilai kualitas yang bermutu, memiliki distingsi dan ekselensi keilmuan sesuai kebutuhan zaman, serta benchmarking yang terstruktur.

“Semua insan kementerian agama terutama pengelola pendidikan harus menjadi teladan. Perguruan tinggi Islam memiliki banyak keunggulan. Karena itu, keunggulan tersebut harus dikelola sebagai sebuah daya tarik dengan menciptakan inovasi atau kreasi,” ungkap Yaqut Cholil.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar Ali yang merupakan Plt Rektor UIN Walisongo Semarang , Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani, Ketua Forum Rektor PTKIN Masnun Thahir, Ketua Pelaksana PMB PTKIN Nyayu Khodijah, serta Staf Ahli dan Staf Khusus Menteri Agama.

Ketua Panitia PMB PTKIN yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Nyayu Khodijah menerangkan, ada dua pola seleksi yang dilakukan secara nasional nantinya. Pertama, Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi  Keagamaan Islam (UM-PTKIN).

Lebih lanjut, Nyayu Khodijah menyebutkan proses seleksi nasional ini akan dilaksanakan oleh 58 PTKIN dan 1 PTN  yang tersebar  di seluruh Indonesia dengan pilihan  1.301 program studi, dengan rincian daya tampung 65.574 orang untuk kuota formasi SPAN-PTKIN dan 85.692 orang untuk kuota UM-PTKIN.

“SPAN PTKIN atau Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan seleksi masuk berdasarkan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya,” papar Nyanyu yang saat ini juga menjabat sebagai Rektor UIN Palembang.

Pendaftaran untuk jalur SPAN PTKIN dibuka mulai 22 Januari 2024 dan hasilnya akan diumumkan pada 2 April 2024. “Informasi seputar SPAN PTKIN dapat diakses melalui https://span.ptkin.ac.id/page ,” sambungnya.

Sementara, jalur UM PTKIN atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri merupakan pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh 58 PTKIN dan 1 PTN dengan Program Studi keagamaan yang izin operasionalnya diterbitkan oleh Kementerian Agama RI melalui ujian tulis berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).

UM PTKIN ini rencananya akan dibuka mulai 6 Mei 2024. Informasi terkait UM PTKIN dapat diakses melalui laman: https://um.ptkin.ac.id/.

Sedangkan jalur ketiga yaitu jalur mandiri, di mana proses seleksi dilakukan di masing-masing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Informasi terkait jalur mandiri ini, dapat diakses pada laman resmi masing-masing perguruan tinggi.

Proses pendaftaran melalui jalur SPAN-PTKIN akan dilaksanakan mulai tanggal 12 Januari 2024 hingga 15 Februari 2024. Sementara pendaftaran UM-PTKIN akan dibuka dari tangga 6 Mei 2024 hingga 15 Juni 2024.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon membuka 31 Program Studi yang bisa dipilih melalui jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN  tersebar diberbagai fakultas yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Pendidikan Agama Islam (Unggul), Pendidikan Bahasa Arab (Unggul), Tadris Bahasa Inggris (B), Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (A), Tadris Matematika (B), Tadris Biologi (B), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (B), Pendidikan Islam Anak Uisa Dini (Baik Sekali), Manajemen Pendidikan Islam (B), Tadris Bahasa Indonesia (Unggul), Tadris Kimia (Baik), Informatika (Baik), dan Matematika (Baik).

Fakultas Ushuluddin Adab,  Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Sejarah Peradaban Islam (Unggul), Filsafat dan Filsafat Islam (Unggul), Ilmu Al-Quran dan Tafsir (B), Ilmu Hadits (B), Bahasa dan Sastra Arab (Baik), dan Tasawuf dan Psikoterapi (Baik).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Perbankan Syariah (B), Ekonomi Syariah (Baik), Akuntansi Syariah (Baik), dan Pariwisata Syariah (Baik).

Fakultas Syariah, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Hukum Keluarga (A), Hukum Ekonomi Syariah (Baik Sekali), Hukum Tata Negara (Baik), dan Ilmu Falak (Baik).

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Program studi yang bisa dipilih di jalur SPAN dan UMPTKIN meliputi; Komunikasi dan Penyiaran Islam (B), Pengembangan Masyarakat Islam (B), Bimbingan Konseling Islam (B), dan Sosiologi Agama (Baik).

Share:

Bupati Imron Ajak Seluruh Perangkat Daerah Memperbaiki SDM dan Tingkatkan Kapasitas di Bidang Pemerintahan dan Birokrasi

KABUPATEN CIREBON, FC Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar pembinaan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) bersama Kejari dan Polresta Cirebon di Hotel Aston Cirebon, Jum’at (19/1/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K, S.H, M.H, Perwakilan Kejari Kabupaten Cirebon, Sekda, Dr. H. Hilmy Riva’i serta para kepala perangkat daerah.

Imron mengajak kepada seluruh jajaran perangkat daerah untuk memperbaiki diri, mulai dari sisi sumber daya manusia, agar bisa ditingkatkan kapasitasnya, sehingga tercipta SDM yang kompeten di bidang pemerintahan atau birokrasi.

“Kita ketahui bersama, bahwa di Kabupaten Cirebon sedang mengalami banyak peristiwa yang cukup memprihatinkan, seperti runtuhnya beberapa bangunan yang belum lama ini selesai dibangun,” ujarnya.

“Bahkan bangunan yang baru saja diresmikan, yaitu Gapura Alun-alun Pataraksa, belum selesai proses pemeriksaan, sudah disusul kembali dengan runtuhnya gapura yang berada disebelahnya,” ungkap Imron.

“Tidak lama setelah itu, ada kabar beberapa bangunan sekolah juga runtuh. Berkaca pada kejadian di atas, kita harus sesegera mungkin melakukan evaluasi secara mendalam,” tambahnya.

Ia berharap, dalam peningkatan kapasitas SDM, bisa menghasilkan pegawai ASN yang paripurna dan profesional, yaitu memiliki pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang baik, termasuk taat kepada aturan hukum.

“Tentu, kita semua di jajaran Pemda, tidak menginginkan siapapun berurusan dengan aparat penegak hukum (APH), atau terjerat kasus-kasus hukum terkait dengan korupsi, kolusi dan nepotisme. Sehingga kita perlu tahu apa yang harus dilakukan, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Imron, tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) secara umum dapat diartikan sebagai konsep pemerintahan yang bersih, baik dan berwibawa.

“Untuk itu, dalam tata kelola pemerintahan yang baik, diperlukan adanya transparansi, akuntabilitas, efektifitas dan efisiensi, pemerintahan yang responsif, komitmen, penegakkan aturan, serta kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” imbuhnya. (din)

Share:

Definition List

Unordered List

Support